Connect with us

Hukum & Kriminal

Bermotif Dendam, Pernah Diusir, Ditipu Korban Hingga Dikejar Debt Collector

Diterbitkan

||

Bermotif Dendam, Pernah Diusir, Ditipu Korban Hingga Dikejar Debt Collector

Memontum Malang – Kasus pembunuhan ini berawal dari hubungan RRN dengan korban Bangkit pada tahun 2015 -2017. Pada tahun 2017, RRN mengakhiri masa pacaran karena korban Bangkit menipunya. Dua diantaranya atas penjualan Mobil Swift seharga Rp 93 juta dan pembelian mobil Honda Yaris.

Akibat pembelian Honda Yaris, RRN dikejar hutang pembayaran. Padahal, mobil Yaris itu dipakai Bangkit dan dibawa ke Sumenep Madura. Selama 2 tahunan, RRN musti membayar cicilan pembayaran.

Foto Semasa Hidup korban Bangkit. (ist)

Foto Semasa Hidup korban Bangkit. (ist)

Satu lagi, ketika masih pacaran, mobil RRN dijual korban dan laku Rp 93 juta. RRN hanya menerima Rp 5 juta rupiah dari penjualan mobil Swift. Terus-terusan ditipu Bangkit, hubungan asmara berakhir di tahun 2017 hingga RRN bertemu Bambang dan berpacaran.

Di tahun 2017, RRN menikahi Bambang. Selama berkeluarga, Bambang mengetahui kisah hubungan RRN dengan Bangkit. Terlebih ia semakin emosi lantaran pembayaran mobil masih dijalani sang istri. Ia pun bertekad menemukan Bangkit dan meluapkan emosinya.

BACA : Polrestabes Surabaya Tangkap Pembunuh Bangkit UMC Batu – Surabaya

Pada tahun 2017, saat masih berpacaran, RRN dan Bambang sempat mendatangi rumah Bangkit di Madura. Keduanya malah diusi Bangkit. Semakin emosional Bambang atas perlakuan Bangkit. Hingga akhirnya, 2019, RRN mengetahui keberadaan Bangkit yang tengah training di UMC Surabaya.

Senin sore, ada video sempat viral di Surabaya terkait seseorang yang dimasukkan ke dalam mobil Ertiga. Senin (14/10/2019) sore itulah hari terakhir korban Bangkit yang kemudian jenazahnya ditemukan di Sungai Watu Ondo Cangar Bumiaji Batu. (sos)

 

Hukum & Kriminal

Baru Bebas Asimilasi, Kaki Curanmor Ditembak

Diterbitkan

||

Tersangka Angga saat dirilis di Polresta Malang Kota. (gie)
Tersangka Angga saat dirilis di Polresta Malang Kota. (gie)

Memontum, Kota Malang – Residivis kasus Curanmor, Angga Eka Bhima Prastya (29) warga Dusun Krajan, Desa Sumberwolo, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Rabu (5/8/2020) pukul 14.00, dirilis di Mapolresta Malang Kota. Sebelumya dia ditangkap petugas Resmob Polresta Malang Kota terkait pencurian motor

Yakni mencuri motor Kawasaki Ninja 150cc warna merah hitam L 3583 YX milik Edo Pratama (22) warga Jl Bendungan Sutami, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang pada 29 Juni 2020 pukul 20.00. Bahkan akibat dari perbuatannya ini, Angga mendapat hadiah tembakan pada kaki kiri karena mencoba kabur saat akan ditangkap.

Informasi Memontum.com bahwa pada 2017 lalu, Angga pernah ditangkap petugas Polresta Malang Kota karena kasus Curanmor. Dia kemudian mendapat asimilasi Covid-19 di Lapas Klas 1 Malang pada April 2020.

Harusnya program asimilasi itu dimanfaatkan oleh Angga untuk bertobat. Namun ternyata pada 29 Juni 2020, Angga memutuskan kembali menjadi Curanmor. Dia mencari sasaran bersama Ndul, temannya yang saat ini masih DPO.

Mereka terus mencari sasaran hingga tiba di Jl Bendungan Sutami, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Dalam aksinya ini mereka mengincar Motor Kawazaki Ninja 150 milik Edo yang di parkir di teras rumah.

Saat itu Angga yang menjadi eksekutor masuk ke halaman dalam pagar rumah korban. Sedangkan Ndul menunggu dinatas motor mengawasi dari kejauhan. Ternyata motor Kawazaki Ninja tersebut tidak dikunci hingga Angga berhasil dengan mudah mendorongnya keluar pagar tanpa menimbulkan suara gaduh.

Selanjutnya Angga mengendarai motor curiannya itu sedangkan Ndul bertugas mendorong dari belakang. Dengan cara mendorong knalpot motor dengan kaki kirinya. Sedangkan Angga menaiki motor tersebut tanpa menyalakan mesin.

Korban mengetahui motornya hilang sekitar pukul 21.00 hingga segera saja melapor ke Polresta Malang Kota. Petugas Resmob terus melakukan penyelidikan. Beberapa hari lalu, petugas mendapat informasi kalau Angga berada di kawasan Jl Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Saat dilakukan penangkapan, Angga mencoba kabur hingga terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur mengenai kaki kirinya. Kini motor Kawazaki Ninja tersebut sudah berhasil diamankan sebagai Barang Bukti (BB).

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH melalui Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SH SIK mengatakan bahwa tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP.

” Tersangka sudah pernah ditangkap petugas Polresta Malang Kota pada Tahun 2017, kasus Curanmor. Tersangka baru saja keluar dari Lapas pada April 2020. Saat ini kami masih terus melakukan pengembangan,” ujar AKP Azi. (gie)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Housekeeping Hotel Curi HP Tamu

Diterbitkan

||

Tersangka Septian Dwi Cahyono dirilis di Polresta Malang Kota . (gie)
Tersangka Septian Dwi Cahyono dirilis di Polresta Malang Kota . (gie)

Memontum, Kota Malang – Septian Dwi Cahyono (20) houskeeping salah satu hotel di kawasan Jl Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, harus mendekam di balik jeruji besi Polresta Malang Kota. Warga Dusun Bunut, Kelurahan Tunjungtirto Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang ditangkap karena telah mencuri HP Samsung S10+ milik Aniek Amurwani (38) Jl Anggrek Raya, Kota Kediri.

Saat dirilis di Polresta Malang Kota pada Rabu (5/8/2020) siang, Septian mengaku mencuri karena butuh uang. Bahkan Ponsel tersebut telah dijual seharga Rp 800 ribu. Kini HP tersebut sudah berhasil diamankan petugas sebagai Barang Bukti (BB).

Informasi Memontum.com bahwa Septian sudah setahun ini bekerja sebagai Houskeeping di salah satu hotel di kawasan Tlogomas. Pada 10 Juli 2020 pukul 08.00, Aniek Check Out dari kamar 222 hotel. Saat sedang membersihkan kamar 222 tersebut, ternyata Septian menemukan Ponsel HP Samsung S10+ milik Aniek yang tertinggal.

Karena ingin memiliki HP tersebut, Septian kemudian sembunyikannya di kolong tempat tidur. Sekitar pukul 18.30, dia kembali lagi ke dalam kamar 222 dan mengambil HP tersebut untuk dibawa pulang.

Sim Card dilepas dan ponsel itu dijual seharga Rp 800 ribu ke temannya. Sementara itu Aniek yang kehilangan ponselnya melapor ke Polresta Malang Kota. Atas penyelidikan petugas, mendapat informasi keberadaan ponsel tersebut di kawasan Tunjingtirto, Singosari.

Ponsel tersebut ditemukan hingga akhirnya diketahui bahwa pencurinya adalah Septian yang tak lain adalah karyawan hotel. Dari sinilah Septian kemudian dibekuk petugas Polresta Malang Kota pada akhir Juli 2020.

” Uang hasil penjualan ponsel saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Saya baru sekali ini mencuri,” ujar Septian saat dirilis.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH melalui Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SH SIK menyebut bahwa tersangka dikenakan Pasal 362 KUHP.

” Ponsel tersebut dicuri tersangka saat tertinggal di kamar. Ponsel tersebut sempat dijual oleh tersangka. Dia kami kenakan Pasal 362 KUHP,” ujar AKP Azi. (gie)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Lowongan Pekerjaan Memontum
Advertisement Iklan SemarakHUT RI PDAM Banyuwangi
Advertisement Iklan Cukai Pemkot Probolinggo
Advertisement Iklan BNN Kota Malang
Advertisement Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri polinema
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement

Terpopuler