Connect with us

Hukum & Kriminal

Korban Bangkit Didorong Hidup-Hidup di Sungai Watu Ondo Cangar

Diterbitkan

||

Korban Bangkit Didorong Hidup-Hidup di Sungai Watu Ondo Cangar

Memontum Malang – Dari 6 pelaku, tiap orang memiliki peran masing-masing. Tersangka Bambang, diduga sebagai perencana penculikan, penyedia sarana mobil, memukul korban, mendorong korban hingga jatuh ke sungai. Bambang juga menyuruh tersangka lain memukuli korban Bangkit.

Pelaku ARP sebagai pengikat korban dan turut memukuli korban. Begitu juga tersangka Krisna. Ia ikut memukul korban sebanyak 3X. Ia kebagian mendapat uang rampasan Rp 200 ribu. Uang itu didapat dari pelaku lain berinisial ARP.

OTAK : Bambang Irawan, tersangka otak pelaku pembunuhan dan penculikan. (ist)

OTAK : Bambang Irawan, tersangka otak pelaku pembunuhan dan penculikan. (ist)

Pelaku ARP sendiri merampas harta korban dan membagi hasil rampasan. Pelaku MIR turut menentukan lokasi eksekusi, memukuli korban dan bersama ARP merampas harta korban. Rizaldy sebagai pemukul korban dan menerima uang Rp 200 ribu.

Khusus tersangka RRN, ia sebagai pemberi kabar keberadaan Bangkit pada tersangka Bambang. Ia turut pula mendorong korban masuk ke dalam mobil serta menghalangi korban saat berniat pulang.

BACA : Bermotif Dendam, Pernah Diusir, Ditipu Korban Hingga Dikejar Debt Collector

Menurut Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Leonardus Harapantua Simarmata Permata, SSos, SIK, MH, terhadap para pelaku, jeratan pasal yang disangkakan yakni Pasal 340 KUHP Sub Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 170 ayat (2) butir 3 KUHP. Pasal 340 Tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 170 Tentang pengeroyokan dan Pasal 338 Tentang pembunuhan. (sos)

 

Hukum & Kriminal

Hutang Tak Segera Dibayar, Mantan Supir Curi Mobil Tetangga

Diterbitkan

||

Pelaku pencurian mobil saat diringkus polisi
Pelaku pencurian mobil saat diringkus polisi

Memontum Bangkalan – Unit Reskrim Polsek Kamal dibantu Resmob Polrestabes Surabaya berhasil melumpuhkan Ahmad Fauzi Siswandi (29) warga Jalan Jambu Raya Desa Banyuajuh Kecamatan Kamal,Bangkalan pada kemarin (20/1/2020) siang. Fauzi diringkus pihak kepolisian usai melakukan pencurian mobil tetangganya.

Kejadian pencurian tersebut terjadi pada Kamis (8/1/2020) sekitar pukul 20.45. Pelaku melancarkan aksinya bermodalkan sebuah gunting dan kunci duplikat yang ia miliki saat menjadi supir korban. Pelaku kemudian membawa lari mobil tersebut ke Surabaya.

Aksi ini dipicu oleh sakit hati pelaku karena korban bernama Indrasari (47) warga Jalan Salak Desa Banyuajuh Kecamatan Kamal,Bangkalan ini memiliki hutang sebesar Rp 30 juta kepada orang tuanya. Merasa risih hutang tersebut tak segera dibayar, Ahmad mencuri mobil korban dan hendak dijual.

“Korban punya hutang ke orangtua pelaku sekitar Rp 30 juta. Karena kesal, pelaku membawa mobil korban satu unit mobil Toyota Krista dengan nomor polisi M 1076 HM, th 2000 untuk kemudian akan dijual,” terang Kasubag Humas Polres Bangkalan, AKP M Bahrudi, Senin (21/1/2020).

Upaya penghilangan jejak itu terendus oleh kepolisian, akhirnya pada Senin (20/1/2020) pukul 11.00 wib. Pelaku berhasil diringkus di Jalan Teratai Surabaya saat hendak melakukan transaksi jual beli mobil yang ia curi.

“Untuk TKP penangkapan di Jalan Teratai Surabaya,” lanjutnya.

Atas perbuatannya pelaku dituntut pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (Isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Usai Belanja Pakaian, Motor Warga Mojokerto Disantap Sugeng Rahayu Pengendara Tewas

Diterbitkan

||

TABRAKAN - Sejumlah pengguna jalan mengevakuasi jenazah korban kecelakaan yang melibatkan motor dan bus di JL Raya Mojokerto - Surabaya, Desa Kramattemenggungan, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, Senin (20/1/2020)
TABRAKAN - Sejumlah pengguna jalan mengevakuasi jenazah korban kecelakaan yang melibatkan motor dan bus di JL Raya Mojokerto - Surabaya, Desa Kramattemenggungan, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, Senin (20/1/2020)

Memontum Sidoarjo – Jalur tengkorak Surabaya – Mojokerto kembali memakan korban. Kali ini, nasib naas itu dialami Suprapto warga Dusun Genengan, Desa Randugenengan, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Pria 53 tahun ini tewas di lokasi kejadian setelah motor Honda Vario bernopol S 3699 PF yang dikendarainya ditabrak bus Sugeng Rahayu bernopol W 7095 UZ yang dikemudikan Subiyanto (51) warga JL Sumpul 1B/3A, Kota Malang dari arah berlawanan.

Dalam kecelakaan adu moncong itu, selain menyebabkan pengendara motor tewas di lokasi kejadian juga menyebabkan motor korban ringsek hingga tak berbentuk. Selain itu, bodi depan bus juga mengalami ringsek akibat kerasnya tabrakan itu.

“Tabrakannya cukup keras karena adu moncong. Pengendara motor seketika jatuh terpental dan meninggal di lokasi kejadian,” terang Hadi salah seorang pengguna jalan yang melintas, Senin (20/01/2020). Hadi menceritakan awalnya, motor Honda Vario yang dikendarai korban melaju dari arah timur (Surabaya) menuju barat (Mojokerto).

Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) motor hendak mendahului kendaraan yang ada di depannya. Namun naas dari arah berlawanan melaju Bus Sugeng Rahayu hingga tabrakan tak bisa dihindarkan.

“Usai tabrakan bruakk, korban terpental sejauh 5 meter dari TKP. Sedangkan sepeda motor Honda Vario ringsek tak berbentuk,” ungkapnya.

Sementara anggota Unit Lantas Polsek Tarik, Bripka Rusdianto menegaskan berdasarkan hasil olah TKP petugas Unit Laka Lantas Polrestabes Sidoarjo, kecelakaan diduga disebabkan kurang berhati-hati pengendara motor. Saat hendak mendahului kendaraan di depannya diduga kurang memperhatikan jarak.

“Korban meninggal di TKP akibat mengalami pendarahan berat dari telinga korban,” tegasnya.

Rusdianto menguraikan korban sebelumnya dari belanja baju di Pasar Kapasan, Surabaya dan hendak pulang. Informasi itu dibenarkan istri korban saat di Kamar Jenazah RSU Anwar Medika.

“Untuk sopir bus Sugeng Rahayu sekarang masih diamankan petuggas untuk proses hukum lebih lanjut. Sedangkan bus Sugeng Rahayu dan motor Honda Vario diamankan di Polsek Tarik sebagai barang bukti,” tandasnya. Wan/yan

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Pelajar Trenggalek Tenggelam Saat Mandi di Dam Bagong

Diterbitkan

||

Proses evakuasi korban tenggelam di Dam Bagong oleh warga sekitar. (ist)
Proses evakuasi korban tenggelam di Dam Bagong oleh warga sekitar. (ist)

Memontum Trenggalek – Seorang pelajar di Kota Keripik Tempe harus meregang nyawa pasca tenggelam di Dam Bagong yang ada di Kelurahan Ngantru Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek. Diketahui pelajar tersebut adalah Akhmad Rifai (16) warga asal RT 10 RW 05 Desa Sumberdadi, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek.

Berdasarkan informasi yang diterima, korban yang merupakan salah satu siswa di sekolah swasta di Trenggalek memang berniat mandi di Dam Bagong bersama 2 temannya.

“Kejadiannya sekitar pukul 11.30 siang. Dan saya mendapat kabar bahwa ada anak yang tenggelam langsung segera mendatangi lokasi, ” ungkap Kasi Kelembagaan Kelurahan Ngantru, Tanto Asmiadi saat dikonfirmasi, Selasa (21/01/2020) siang.

Dikatakan Tanto, saat tiba di lokasi kejadian, diketahui ada 3 anak yang berada di Dam Bagong. 2 diantaranya selamat, sedangkan 1 anak meninggal dunia.

Menurut pengakuan salah satu korban selamat, ketiganya memang diketahui tidak bisa berenang. Mengetahui ada yang tenggelam, mereka langsung meminta tolong kepada warga sekitar untuk mencari temannya yang tenggelam.

“Ketiga anak terdebut semuanya tidak bisa berenang jadi tidak bisa menyelamatkan yang tenggelam. Akhirnya, yang 2 anak naik ke atas dan membagi tugas, 1 menghubungi keluarganya dan 1 yang 1 lagi memanggil warga sekitar,” imbuhnya.

Masih terang Tanto, proses pencarian korban berlangsung sekitar 15 menit dan dibantu oleh 6 orang warga. Karena kondisi korban yang tenggelam terlalu dalam, hanya beberapa warga saja yang berani menyelam kedasar sungai untuk mengambil jasad korban.

Hingga berita ini diturunkan, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler