Connect with us

Berita

Memo X se Jatim Jalan Sehat di Jl Ijen Kota Malang, Peringati HUT ke 4, Tingkatkan Persaudaraan

Diterbitkan

||

Keluarga besar Memo X Grup jalan sehat di Car Freeday Jl Ijen Kota Malang. (istimewa)
Keluarga besar Memo X Grup jalan sehat di Car Freeday Jl Ijen Kota Malang. (istimewa)

Memontum Kota Malang – Jalan sehat di Car Freeday Jl Ijen, Kecamatan Klojen, Kota Malang, menjadi salah satu rangkaian memeriahkan Hut Memo X ke 4 Tahun 2019, Minggu (27/10/2019) pagi. Ini adalah salah satu momen untuk menambah keakraban dan persaudaraan keluarga besar Memo X se Jawa Timur. Jalan sehat ini juga dimeriahkan anak perusahaan Memo X yakni Memontum.com, Seru.co.id dan Juga Memox.co.id

Seluruh Kabiro Memo X se Jawa Timur, bersama wartawannya dan keluarga hadir dalam jalan sehat ini. Prayogi Pangestu, Direktur Memo X dan Endik Junaedi, Pimred Memo X serta para redaktur tampak memeriahkan acara ini.

Suasana kekeluargaan dan kekompakan terbingkai erat dalam kedewasaan Memo X menjadi media terhebat di Jawa Timur.
Endik Junaedi, Pimred Memo X bahwa jalan sehat ini adalah rangkaian Hut Memo X ke 4.

” Kita melibatkan seluruh biro se Jawa Timur yang berkantor Pusat di Kota Malang. Ada 21 biro di Kabupaten/ Kota Jawa Timur. Kepala Biro juga mengajak wartawanmya. Tadi total peserta kurang lebih 75 orang keluarga besar Memo X ,” ujar Endik Junaedi.

Tujuannya menjalin ikatan sesama keluarga Memo X agar komunikasi dan koordinasi semakin ditingkatkan demi menyajikan berita-berita yang terbaik dan akurat.

” Menjalin ikatan sesama keluarga besar Memo X. Kedekatan dan komunikasi semakin ditingkatkan agar nantinya bisa menjalankan fungsi-fungsi perusahaan Memo X yang berada di bawah PT Memontum Tung Sejahtera,” ujar Endik Junaedi di sela-sela jalan sehat keluarga besar Memo X Grup. (gie/yan)

 

Berita

Djoko Susanto dan Rescue Baret Jember Bantu Pemulihan Pasca Puting Beliung

Diterbitkan

||

Djoko Susanto bersama Rescue Baret Jember saat meninjau langsung kawasan terdampak puting beliung di Desa Tegal Waru, Kecamatan Mayang. (ist)
Djoko Susanto bersama Rescue Baret Jember saat meninjau langsung kawasan terdampak puting beliung di Desa Tegal Waru, Kecamatan Mayang. (ist)

Jember, Memontum – Bencana angin puting beliung memporak-porandakan sejumlah kawasan di Kabupaten Jember, Rabu (4/12/2019) siang. Akibatnya, bencana alam tersebut menimbulkan kerusakan kerusakan pemukiman warga.

Mendapat kabar tersebut, tokoh masyarakat Djoko Susanto bersama Rescue Baret Jember langsung bertindak turun lapangan untuk respon cepat. Mereka melakukan pendataan ke lokasi, memberikan bantuan berupa logistik dan perbaikan rumah masyarakat terdampak.

Ketua Baret Jember, David Handoko Seto mengatakan, dalam rangka mempercepat pemulihan situasi dan kondisi, pihaknya tergerak memberikan bantuan bagi warga yang terdampak atas kejadian angin puting beliung yang melanda wilayah Kabupaten Jember.

“Alhamdulillah, kami dari Baret Jember bersama bapak Djoko Susanto turun ke wilayah bencana puting beliung. Ini adalah respon cepat kami dalam melayani masyarakat dan membantu pemulihan rumah warga,” katanya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Djoko Susanto menghimbau, agar masyarakat mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang, petir dan kilat. Potensi hujan disertai petir dan angin kencang tersebut sewaktu-waktu bisa terjadi siang maupun malam hari.

“Kami juga mengapresiasi langkah Baret Jember atas kesigapannya menangani bencana puting beliung yang terjadi di wilayahnya. Untuk mendukung hal ini, kami juga siap membantu guna mempercepat pemulihan,” kata Djoko meninjau pemulihan rumah warga terdampak puting beliung di Desa Tegalwaru, Kecamatan Mayang.

Terkait rumah warga yang rusak-rusak, Djoko mengharap OPD terkait segera mendata dan mencocokkan dengan pihak pemerintah daerah, agar bisa dilakukan identifikasi, selain itu, ketersedian tempat pengungsian yang memadai juga harus disediakan khususnya bagi yang kategori rumahnya rusak berat.

Diketahui, kejadian bencana angin puting beliung melanda 9 desa dan 5 kecamatan di wilayah Kabupaten Jember, diantaranya; Desa Sumberlesung dan Karang Paiton (Kecamatan Ledokombo), Desa Ajung dan Gumuksari (Kecamatan Kalisat), Desa Tegal Waru dan Tegal Rejo (Kecamatan Mayang), Desa Bedadung (Kecamatan Pakusari), serta Desa Arjasa dan Darsono (Kecamatan Arjasa). (Kj1/Yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Berita

Kapolresta Sidoarjo Nobar Film Sang Prawira bersama Masyarakat dan Pelajar

Diterbitkan

||

NOBAR - Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho Nonton Bareng (Nobar) bersama Forkopimda, tokoh masyarakat dan pelajar Sidoarjo Film Sang Prawira, Selasa (03/12/2019) malam
NOBAR - Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho Nonton Bareng (Nobar) bersama Forkopimda, tokoh masyarakat dan pelajar Sidoarjo Film Sang Prawira, Selasa (03/12/2019) malam

Memontum Sidoarjo – Nonton Bareng (Nobar) film Sang Prawira digelar Polresta Sidoarjo di XXI Transmart, Sidoarjo, Selasa (3/12/2019) malam. Tampak ikut nobar bersama masyarakat, pelajar, yakni Kapolresta Sidoarjo, Wakil Bupati Sidoarjo, Ketua FKUB Sidoarjo serta pejabat utama dan Kapolsek jajaran Polresta Sidoarjo.

Film Sang Prawira ini kerjasama studio produksi MRG Film dan Mabes Polri. Film ini menceritakan tentang kisah hubungan antara orang tua dan anaknya, perjuangan cita-cita, pengabdian untuk negara, persahabatan hingga soal asmara.

Peran utamanya pemuda bernama Horas (Ipda Dimas Adit S) yang lahir di sebuah kampung di tepian Danau Toba. Dia bercita-cita menjadi polisi. Keinginannya ini sempat ditentang ayahnya lantaran ayahnya ingin Horas menjadi pengusaha sukes agar bisa mengubah status sosial keluarga Horas dari ekonomi bawah menjadi strata menengah ke atas.

Namun, berkat kegigihan dan dukungan dari ibunya, Horas berangkat ke Medan untuk mengikuti seleksi Akademi Kepolisian tanpa sepengetahuan bapaknya. Akhirnya dengan ketekunan berlatih serta belajar saat akan mengikuti seleksi Horas bisa lulus dan dapat mewujudkan mimpinya menjadi seorang Perwira Polisi. Bahkan dirinya menjadi lulusan terbaik.

“Akhir dari kisah film ini cukup penuh makna. Yang mana Horas harus kehilangan ibunya, pacarnya dan sahabatnya. Saya rasa ini tugas dan perjalanan hidup yang sangat berat dalam mewujudkan cita-cita seseorang. Setiap ada suka ada pula duka,” pesan Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin usai menyaksikan film Sang Prawira.

Ketua FKUB Sidoarjo, KH M Kirom berpendapat jika film Sang Prawira adalah ujian dari seseorang yang begitu besar pengabdian pada Negara.

“Saat ujian berat menerpanya, kami harus tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya untuk mengabdi,” ungkapnya.

Sementara Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho menegaskan dalam film Sang Prawira mengandung makna, khususnya generasi muda agar giat belajar demi terwujudnya cita-cita.

“Begitu pula apa yang dilakukan Horas dalam film ini. Tentu menjadi pelajaran bagi anggota Polri. Tugas polisi sangatlah berat dan semua harus dilaksanakan secara profesional,” tandasnya. Wan/yan

 

Lanjutkan Membaca

Berita

LSM Seven Gab Surati Dirut RSUD Sidoarjo, Soal Surat Keterangan Sehat DPRD Terpilih yang Diduga Sakit

Diterbitkan

||

Pengurus 7 LSM (Seven Gab ) Sidoarjo menggelar rapat di sekertariat kawasan GOR Gelora Delta Sidoarjo sebelum berkirim surat ke Dirut RSUD menanyakan surat keterangan sehat salah satu anggota DPRD terpilih. (sul)
Pengurus 7 LSM (Seven Gab ) Sidoarjo menggelar rapat di sekertariat kawasan GOR Gelora Delta Sidoarjo sebelum berkirim surat ke Dirut RSUD menanyakan surat keterangan sehat salah satu anggota DPRD terpilih. (sul)

Memontum Sidoarjo – LSM Seven Gab berupaya membuka tabir rekam medis surat keterangan sehat salah satu anggota DPRD terpilih 2019-2024. Untuk mencari kejelasan itu, gabungan 7 LSM Sidoarjo bersurat kepada instansi terkait untuk melihat surat keterangan sehat yang dikeluarkan RSUD Sidoarjo.

Kali ini surat dikirim ke IDI (Ikatan Dokter Indonesia ) dan Dirut RSUD Sidoarjo. Suryanto, sekertaris LSM Seven Gab Sidoarjo menyatakan surat yang dikirimkan ke Dirut RSUD itu dilakukan setelah sebelumnya berkirim surat ke KPU Sidoarjo.

“ Kami ingin melihat independesi KPU sebagai penyelenggara Pileg (Pemiu Legislatif ) 2019 diuji. Dan surat kami telah dijawab dengan dilakukan audensi yang dipimpin Ketua KPU Sidoarjo Moh Iskak,” terang Suryanto.

Tetapi karena kewenangan KPU atas surat keterangan sehat itu terbatas, selanjutnya LSM Seven Gab berkirim surat ke Dirut RSUD Sidoarjo, karena rumah sakit milik Pemerintah Kabupeten Sidoarjo ini yang mengeluarkan surat keterangan sehat sebagai kelengkapan administrasi ketika penjaringan Caleg 2019-2024.

“ Kami hanya ingin melihat surat keterangan sehat yang diduga dikeluarkan tenaga medis RSUD Sidoarjo untuk orang yang diduga tidak sehat,” terang Suryanto didampingi Koordinator LSM Seven Gab Ach Sugito.

Pasalnya atas keterangan sehat untuk calon anggota dewan yang diduga sakit, KPU Sidoarjo tidak punya dasar untuk mendiskualifikasi atau tidak meloloskan hingga ditetapkan sebagai calon tetap dan mengikuti Pileg 2019 dan akhirnya terpilih.

BACA : KPUD Janji Buka Surat Keterangan Sehat DPRD Sidoarjo

Karena sakit yang dideritanya setelah dilantik , anggota DPRD Sidoarjo itu tidak dapat menjalankan fungsi legislasi dan tidak dapat menyerap aspirasi masyarakat dari Dapil (Daerah Pemilihan ) yang diwakilinya.

Akhirnya sejumlah warga dari Dapil anggota dewan yang dililit sakit itu mengadu ke kantor LSM Gab di kawasan GOR Gelora Delta Sidoarjo. Mereka berharap kejadian ini tidak berlarut-larut hingga merugikan konstituen dari Dapil yang diwakili. (sul/fan/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler