<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Kota Batu &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/category/kota-batu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 Jul 2025 12:27:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Kota Batu &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tiga Kepala Daerah Malang Raya Komitmen Sinergi Pembangunan Transportasi Berbasis Kawasan</title>
		<link>https://memontum.com/tiga-kepala-daerah-malang-raya-komitmen-sinergi-pembangunan-transportasi-berbasis-kawasan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2025 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berbasis]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[kepala]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Sinergi]]></category>
		<category><![CDATA[transportasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224102</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Tiga kepala daerah Malang Raya menyatakan komitmennya untuk memperkuat sinergi pembangunan kawasan, terutama di sektor transportasi dan infrastruktur lintas wilayah. Hal ini, dibahas dalam forum silaturahmi sinergitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan se Malang Raya, di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Jumat (18/07/2025) tadi. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam kesempatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Tiga kepala daerah Malang Raya menyatakan komitmennya untuk memperkuat sinergi pembangunan kawasan, terutama di sektor transportasi dan infrastruktur lintas wilayah. Hal ini, dibahas dalam forum silaturahmi sinergitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan se Malang Raya, di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Jumat (18/07/2025) tadi.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam kesempatan itu menegaskan bahwa pembangunan kawasan Malang Raya, tidak boleh lagi terjebak dalam batas-batas administratif. Wali Kota Wahyu menilai, bahwa persoalan kemacetan tidak dapat diselesaikan oleh satu daerah saja, karena tingginya mobilitas warga antar wilayah di Malang Raya telah menciptakan keterkaitan sistemik.</p>



<p>&#8220;Pemecahan masalah kemacetan di Kota Malang, tidak bisa dilihat hanya sebagai persoalan kota semata. Sehingga, perlu pendekatan kawasan, karena arus kendaraan dan warga sudah membaur. Maka, konektivitas infrastruktur jalan antar daerah serta transportasi massal perlu dikaji dan dibahas bersama,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Wali Kota Batu, Nur Rohman, selaku tuan rumah kegiatan, mengatakan bahwa forum silaturahmi tersebut menjadi momentum krusial untuk mendorong Malang Raya sebagai kawasan strategis nasional. &#8220;Isu kemacetan dan sampah menjadi persoalan lintas daerah yang perlu ditangani bersama. Maka dari itu, kolaborasi antar Pemda harus diperkuat lewat pertemuan rutin, integrasi data, serta perencanaan dan penganggaran terintegrasi,&#8221; kata Wali Kota Nur Rohman.</p>



<p>Senada dengan itu, Bupati Malang, HM Sanusi, mengatakan bahwa sinergi kawasan Malang Raya sudah pernah dibahas dalam dua pertemuan sebelum pandemi Covid-19. Saat itu, fokus utama adalah rencana pengembangan transportasi massal seperti kereta gantung (skytrain) serta percepatan infrastruktur jalan, termasuk Tol Malang–Kepanjen dan rencana Tol Pandaan/Sukorejo–Batu.</p>



<p>&#8220;Ini bukan hal baru, tapi harus kita lanjutkan secara konkret. Waktunya mewujudkan rencana besar ini demi kemajuan Malang Raya,” kata Bupati Sanusi.</p>



<p>Sebagai informasi, ke depan rencana pembahasan terkait infrastruktur dan transportasi kawasan Malang Raya akan digelar di Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, pada 23 hingga 24 Juli 2025 mendatang. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224102</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sukses Taklukan Gunung Bokong, Siswa SDN Ngaglik 1 Batu Bakal Taklukkan Gunung Buthak</title>
		<link>https://memontum.com/sukses-taklukan-gunung-bokong-siswa-sdn-ngaglik-1-batu-bakal-taklukkan-gunung-buthak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 May 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bokong,]]></category>
		<category><![CDATA[buthak]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[ngaglik]]></category>
		<category><![CDATA[sukses,]]></category>
		<category><![CDATA[taklukan]]></category>
		<category><![CDATA[taklukkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221757</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Bagi anak-anak di Dusun Seruk, Desa Pesangrahan, Kecamatan/Kota Batu, mendaki Gunung Bokong, Gunung Buthak dan Gunung Panderman, mungkin hal yang biasa dan lumrah. Itu lantaran, tempat tinggal mereka di kaki Gunung Panderman. Bahkan, hampir tiap hari anak-anak di Dusun Seruk, bisa ikut orang tuanya pergi ke ladang untuk bercocok tanam sambil [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Bagi anak-anak di Dusun Seruk, Desa Pesangrahan, Kecamatan/Kota Batu, mendaki Gunung Bokong, Gunung Buthak dan Gunung Panderman, mungkin hal yang biasa dan lumrah. Itu lantaran, tempat tinggal mereka di kaki Gunung Panderman.</p>



<p>Bahkan, hampir tiap hari anak-anak di Dusun Seruk, bisa ikut orang tuanya pergi ke ladang untuk bercocok tanam sambil mencari rumput untuk sapi perahnya. Tapi, beda lagi dengan siswi SDN Ngaglik 01, Kota Batu, Aqilla Bening Nafisah. Siswa Kelas III yang tinggal di Desa Oro Oro Ombo, Kecamatan Batu, ini tidak biasa pergi ke ladang. Apalagi, membantu mencari rumput untuk sapi perah.</p>



<p>Tiap harinya yang hanya ke sekolah, pergi ke musala untuk belajar tulis Alquran sambil mendalami ilmu ke Islamannya, tentunya hal itu menjadi pengalaman baru. Di luar aktivitas sehari-harinya, tidak disangka Aqilla mencoba tantangan baru itu. Yakni, mendaki Gunung Bokong (lokasinya di sisi utara Gunung Panderman, Red).</p>



<p>Untuk tahap awal, puncak Gunung Bokong yang diberhasil dipuncaki Aqilla, cukup menantang. Apalagi, gunung itu memiliki ketinggian 1.720 dpl.</p>



<p>Berawal dari Kamis (02/05/2025) lalu, Aqilla baru pulang dari Musala Shirotul Jannah. Sampai di rumah mendengar kakaknya, Salasa, ingin mendaki Gunung Bokong bersama lima orang temannya dari Kota Malang. Mendengar itu, spontan Aqilla teriak ingin ikut mendaki.</p>



<p>Dari situ, dirinya minta izin orang tuanya. Ke esok harinya, Aqilla dipinjamkan peralatan mendaki gunung oleh kakaknya. Mulai tas pingan, tongkat dan senter atau lampu penerangan khusus pendaki gunung.</p>



<p>Aqilla sendiri tak pernah memperhitungkan resiko yang akan dihadapi, selama perjalanan menuju puncak Gunung Bokong. Baginya, yang penting kakinya kuat dibuat jalan sampai tujuan. Padahal jalan menuju puncak Gunung Bokong, tergolong terjal.</p>



<p>&#8220;Pokoknya aku ikut kakak. Papa dan mama di rumah saja. Insyaallah saya kuat jalan,&#8221; kata Aqilla, penuh semangat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Baginya, rencana itu merupakan pengalaman pertamanya mendaki gunung. Sesampai di pos pertama atau loket pendaftaran pendakian, Aqilla bertemu dengan puluhan orang yang sama-sama tujuannya. Yakni, ada yang ingin mendaki Gunung Panderman, Gunung Bokong dan ke puncak Gunung Buthak.</p>



<p>“Wah seru banget. Suhunya dingin, dari mulut keluar asapnya,” ungkap Aqilla. Setelah menunggu 30 menit, atau usai proses regrestasi, rombongan Aqilla bersama kakaknya bergegas menyusuri jalan setapak menuju puncak Gunung Bokong. Di sepanjang jalan, Aqilla bertemu dengan rombongan pendaki lainnya. Saat pendakian, usia Aqilla mungkin paling muda jika dibandingkan dengan pendaki lainnya yang rata-rata sudah berusia di atas 15 tahun.</p>



<p>“Aku ketemu banyak orang dan selalu diberi ucapan &#8216;Semangat Dik&#8217;&#8230; Kurang 5 menit lagi sampai puncak. Padahal jaraknya, masih jauh.. Pokoknya saya sempat jadi artis dadakan, karena disemangati banyak orang agar kuat berjalan kaki sampai puncak Gunung Bokong,” imbuhnya senang.</p>



<p>Dengan ayunan kaki yang terasa berat, Aqilla terus berusaha menaklukkan setiap anak tangga, tikungan dan jalan licin yang dilaluinya. “Aku mau usul ke Pak Jokowi dan Pak Prabowo. Biar di tempat ini dipasang lift. Biar saya gampang naik Gunung Bokong,” ucap Aqilla sambil tertawa untuk menghilangkan rasa lelahnya.</p>



<p>Sampai di Pos 1, rombongan Aqilla berhenti sejenak sambil meneguk air putih. Perjalannya dilanjutkan ke Pos 2 dan Pos 3. Di tengah perjalanan, rombongan juga sempat berhenti sejenak untuk meregangkan otot kaki sambil minum dan makan perbekalan.</p>



<p>Tidak berapa lama setelah melanjutkan perjalanan, rasa lelah dan letih langsung terbayar, saat tiba di puncak Gunung Bokong. Pemandangan alam yang mempesona, tidak akan dilupakan Aqilla di sepanjang hidupnya. Dirinya melihat matahari terbit dari puncak Gunung Bokong.</p>



<p>Di kaki langit itu, dirinya melihat keindahan Kota Batu dan perkampungan wilayah Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, yang bermandikan cahaya listrik. Puncak Gunung Semeru, Gunung Arjuno dan gugusan Gunung Anjasmoro, menjadikan Sabtu (03/05/2025) pagi lebih ceriah dan indah.</p>



<p>Setelah istirahat sejenak, tidak lupa menunaikan Salat Subuh, dilanjutkan saran pagi, dirinya bersiap untuk turun kembali. Termasuk, angan-angannya untuk kembali mendaki Gunung Buthak. “Sepatuku kekecilan, jempol kaki kananku sakit. Andaikan sepatuku longgar, saya akan lari seperi kakak saat turun gunung,” ungkap Aqilla, seraya menunjukan sepatu sebelah kanannya di robek agar jempol kakinya nyaman untuk dibuat jalan.</p>



<p>Ada satu pelajaran yang bisa dipetik dari perjalanan Aqilla menuju puncak Gunung Bokong. Yaitu, berupa niatnya kuat untuk menggapai yang diinginkan. Usia tidak menjadikannya untuk berdiam diri di rumah. Semoga ke depannya bisa menaklukan puncak gunung lain yang lebih tinggi dari Gunung Bokong. Jangan lupa terus berusaha dan berdoa agar cita-citanya di kabulkan Allah SWT. <strong>(man/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221757</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kawal Gugatan Sengketa Tanah Lapangan Desa, Puluhan Warga Sumberejo Kota Batu Datangi PN</title>
		<link>https://memontum.com/kawal-gugatan-sengketa-tanah-lapangan-desa-puluhan-warga-sumberejo-kota-batu-datangi-pn</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[datangi]]></category>
		<category><![CDATA[Gugatan]]></category>
		<category><![CDATA[Lapangan]]></category>
		<category><![CDATA[puluhan]]></category>
		<category><![CDATA[sengketa]]></category>
		<category><![CDATA[Sumberejo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220384</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Warga Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu, meminta keadilan dan penolak rencana eksekusi tanah lapangan desa seluas 4.000 meter persegi yang terletak di Jalan Indragiri, Dusun Sumbersari. Adapun bentuk yang dilakukan, dengan cara mengajukan gugatan ke PN Kota Malang. Dalam persidangan perdana di PN Kota Malang, tampak puluhan warga Desa Sumberjo, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Warga Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu, meminta keadilan dan penolak rencana eksekusi tanah lapangan desa seluas 4.000 meter persegi yang terletak di Jalan Indragiri, Dusun Sumbersari. Adapun bentuk yang dilakukan, dengan cara mengajukan gugatan ke PN Kota Malang.</p>



<p>Dalam persidangan perdana di PN Kota Malang, tampak puluhan warga Desa Sumberjo, melakukan pengawalan sidang yang berlangsung Selasa (18/03/2025) tadi. Namun, sidang dalam agenda mediasi, ini harus ditunda karena beberapa pihak dari tergugat tidak hadir dalam persidangan.</p>



<p>Perwakilan dari pihak warga sekaligus penggugat Markiyan, menegaskan bahwa lahan seluas 4.000 meter persegi itu sejak 1972 telah digunakan masyarakat. Salah satu fungsinya adalah sebagai makam dan lapangan, serta tidak pernah dijual atau ditukar guling.</p>



<p>Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Fitra Dewi Nasution, tersebut terdapat 11 tergugat dan turut tergugat. Sementara sidang ditunda, karena terdapat empat tergugat yang tidak hadir, termasuk Menik Rachmawati, warga Kota Batu yang disebut-sebut sebagai pemilik SHM tanah tersebut.</p>



<p>&#8220;Ada 11 tergugat. Beberapa tergugat tidak bisa hadir hingga persidangan dengan agenda mediasi ini ditunda. Warga akan mempertahankan tanah itu. Karena tanah itu milik warga dan tidak pernah dijual,&#8221; tegas Markiyan.</p>



<p>Dijelaskan Markiyan, bahwa lahan tersebut telah beberapa kali hendak dieksekusi, namun warga menolak. &#8220;Sudah tiga kali eksekusi, kami menolak. Tanah itu tanah warga. Kami berhak atas tanah itu dan mengajukan gugatan ke PN Malang. Tentunya, warga mempertanyakan bagaimana bisa ada pihak ketiga mendapatkan SHM tanah tersebut. Padahal sejak dari dahulu, tanah ini merupakan tanah desa,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Informasinya, tanah tersebut memiliki luas 4.000 meter persegi yang difungsikan sebagai lapangan sejak tahun 1970-an. Kemudian tanpa diketahui warga, pada 9 Juli 1990 terbit SHM Nomor 43 atas nama Saidi, warga Desa Sumberejo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurut warga, orang bernama Saidi dan keluarganya meninggal dunia atau hilang karena politik sekitar tahun 1965. Namun, tanggal 10 Agustus 1990 oleh Saidi dijual dan beralih menjadi atas nama Haryo Sawunggaling. Selanjutnya, tahun 1996 oleh Haryo, SHM dijadikan anggunan hutang di bank.</p>



<p>Pada tahun 2000, diserahkan ke Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) melalui Cessie atau Perjanjian Penyerahan dan Pengalihan Hak atas Tagihan, tanggal 8 Juni 2000. Pada tanggal 22 Desember 2000, dialihkan lagi melalui Cessie ke PT Bank Danamon.</p>



<p>Selanjutnya pada tahun 2005, dijual melalui pelelangan umum Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara (KP2LN) Surabaya dan dibeli oleh Menik Rachmawati, warga Kelurahan Sisir dan pada tanggal 5 Desember 2005 dibalik nama atas namanya.</p>



<p>Kuasa hukum warga, MS Alhaidary SH MH, pada 4 Maret 2025 mengajukan gugatan ke PN Malang untuk meminta hakim membatalkan SHM atas tanah tersebut. Pihak yang digugat, antara lain Menik Rachmawati, Haryo Sawunggaling dan PT Satrya Pratama Berlian.</p>



<p>&#8220;Kami meminta hakim PN Malang untuk menyatakan pembelian lahan objek sengketa berupa tanah lapangan seluas 4.000 meter persegi batal demi hukum.</p>



<p>Dugaan kejanggalan dalam kepemilikan tanah semakin kuat, setelah diketahui bahwa pendaftaran hak atas tanah ini dilakukan atas nama Saidi, yang telah meninggal dunia sejak 1965 tanpa ahli waris. Meski kemudian SHM dialihkan ke Menik Rachmawati, faktanya tanah tersebut hingga kini masih digunakan oleh warga sebagai makam dan lapangan. Karenanya, klien kami masih mempertanyakan sekaligus meragukan kebenaran proses pendaftaran hak tanah objek sengketa atas nama Saidi, warga Dukuh Sumbersari, yang tidak memiliki istri dan ahli waris. Jadi mustahil, Saidi yang telah meninggal pada 1965 bisa mengajukan proses permohonan hak milik pada 1990,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Haidary sendiri tidak hanya meminta hakim untuk menyatakan jual beli objek sengketa dengan SHM No 43 itu, batal demi hukum. Namun, juga menyatakan bila Haryo Sawunggaling telah melakukan perbuatan melawan hukum.</p>



<p>“Kami juga meminta agar peralihan hak atas sengketa tanah itu kepada Menik Rachmawati sebagai pemenang lelang, tidak sah dan batal. Menyatakan ia sebagai pembeli lelang tidak beritikad baik dan tidak berhak atas perlindungan undang-undang. Kami juga meminta membatalkan eksekusi pengosongan atas objek sengketa itu,” tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220384</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peras Pengasuh Ponpes Atas Dugaan Asusila, Oknum Wartawan dan Aktivis Perlindungan Anak Kota Batu Ditangkap</title>
		<link>https://memontum.com/peras-pengasuh-ponpes-atas-dugaan-asusila-oknum-wartawan-dan-aktivis-perlindungan-anak-kota-batu-ditangkap</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Feb 2025 08:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[aktivis]]></category>
		<category><![CDATA[asusila]]></category>
		<category><![CDATA[Ditangkap]]></category>
		<category><![CDATA[dugaan]]></category>
		<category><![CDATA[pengasuh]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan]]></category>
		<category><![CDATA[ponpes]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219387</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Dua pelaku dugaan pemerasan berinisial YLA atau Lukman (40) oknum wartawan, warga Blimbing, Kota Malang dan FDY atau Fuad (51), aktivis yang bertugas di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Batu (P2TP2A), akhirnya dirilis di Polres Batu, Selasa (18/02/2025) tadi. Petugas melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) keduanya, setelah menerima [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Dua pelaku dugaan pemerasan berinisial YLA atau Lukman (40) oknum wartawan, warga Blimbing, Kota Malang dan FDY atau Fuad (51), aktivis yang bertugas di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Batu (P2TP2A), akhirnya dirilis di Polres Batu, Selasa (18/02/2025) tadi. Petugas melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) keduanya, setelah menerima uang Rp 150 juta hasil memeras salah seorang pengasuh pondok pesantren di Kota Batu, Rabu (12/02/2025) sebelumnya.</p>



<p>Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata, menjelaskan bahwa kejadian bermula dengan adanya laporan dugaan pencabulan di Polres Batu. &#8220;Pada 22 Januari 2025, ada pelaporan dugaan pencabulan. Pelaporan itu masih kami tindak lanjuti, masih dalam penyelidikan dan masih terus berjalan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Saat pelaporan tersebut, pihak korban pencabulan didampingi tersangka Fuad selaku petugas dari P2TP2A. Sementara itu, salah satu keluarga korban menghubungi tersangka Lukman, yang diketahui oleh keluarga korban sebagai seorang wartawan. Dari sinilah, Fuad dan Lukman bertemu untuk mengawal kasus pencabulan ini.</p>



<p>Namun, baik Fuad maupun Lukman, ujarnya, malah berkolaborasi untuk memeras dengan memanfaatkan kasus dugaan tindak pidana pencabulan yang dilakukan oleh salah pengurus pondok pesantren di Kota Batu. &#8220;Setelah beberapa hari adanya laporan dugaan pencabulan itu, YLA dan FDY melakukan pertemuan dengan salah satu pengurus pondok tersebut di sebuah kafe di Kota Batu. Keduanya menyampaikan peristiwa-peristiwa dengan materi pengumpulan alat bukti. Saat itulah, pihak pondok diminta menyerahkan uang Rp 40 juta untuk menutup kasus ini. Pelaku juga membuat narasi kalau uang itu juga untuk diberikan kepada sejumlah awak media,&#8221; jelas AKBP Andi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pihak pengurus pondok sendiri, kemudian menyerahkan uang Rp 40 juta kepada pera pelaku. &#8220;Uang itu kemudian dibagi. YLA mendapat Rp 22 juta, FDY mendapat 3 juta dan F, seorang pengacara yang mendampingi keluarga korban mendapat bagian Rp 15 juta. Uang itu kini sudah habis,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Ternyata, lanjutnya, aksi itu tidak cukup sampai di situ. Kedua pelaku, kembali membuat narasi yang disampaikan kepada pihak pondok pada 8 Februari 2025. Kemudian pada 11 Februari, mendapat respon dari pihak pondok yang diminta menyiapkan uang Rp 340 juta. Dengan alasan, uang itu untuk korban pencabulan, untuk menyelesaikan perkara dan untuk pengembalian nama baik.</p>



<p>&#8220;Modusnya menakut-nakuti untuk mendapat keuntungan berupa uang. Pihak pondok kemudian memberikan seperti yang diminta. Termin pertama Rp 150 juta dan sisanya dijanjikan 5 hari kemudian. Proses penyerahan uang dilakukan pada 12 Februari 2025 di sebuah resto di kawasan Beji, Kota Batu. Karena di kasus ini ada aktivitas pemerasan, dilaporkanlah ke Polres Batu. Kemudian kedua tersangka ini kami tangkap setelah menerima uang Rp 150 juta, &#8221; jelas AKBP Andi.</p>



<p>Saat ini, petugas Polres Batu masih terus melakukan pengembangan. &#8220;Kedua tersangka kami kenakan Pasal 368 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 9 tahun. Bahwa F, adalah pengacara. Uang Rp 15 juta tersebut adalah honor mendampingi keluarga korban. Selain itu, F juga tidak menjadi bagian konspirasi kedua tersangka. Saat ini masih kami kembangkan,&#8221; tegasnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219387</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bus Wisata Maut Asal Bali yang Regut 4 Nyawa di Kota Batu Teridentifikasi Tak Layak Jalan</title>
		<link>https://memontum.com/bus-wisata-maut-asal-bali-yang-regut-4-nyawa-di-kota-batu-teridentifikasi-tak-layak-jalan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jan 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[teridentifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218245</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Ditlantas Polda Jatim bersama petugas Polres Batu melakukan penyelidikan terkait kasus kecelakaan maut bus pariwisata Sakhindra Trans Nopol DK 7942 GB yang mengangkut rombongan studi tour SMK TI Bali Global Badung. Petugas mendatangi lokasi kecelakaan tersebut mulai dari Jalan Imam Bonjol, Jalan Patimura dan di Jalan Ir Soekarno, Kota Batu, Kamis [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Ditlantas Polda Jatim bersama petugas Polres Batu melakukan penyelidikan terkait kasus kecelakaan maut bus pariwisata Sakhindra Trans Nopol DK 7942 GB yang mengangkut rombongan studi tour SMK TI Bali Global Badung. Petugas mendatangi lokasi kecelakaan tersebut mulai dari Jalan Imam Bonjol, Jalan Patimura dan di Jalan Ir Soekarno, Kota Batu, Kamis (09/01/2024) tadi.</p>



<p>Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Komarudin, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan pemeriksaan terhadap sopir bus. Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa Bus Sakhindra Trans mengalami rem blong saat memasuki Jalan Imam Bonjol.</p>



<p>&#8220;Menurut keterangan dari sopir, yaitu tidak mampu memfungsikan rem bus saat memasuki Jalan Imam Bonjol. Sopir sempat banting stir ke bahu jalan hingga naik ke trotoar. Namun, laju bus tidak berhenti dan tetap meluncur,&#8221; kata Kombes Pol Komarudin, dalam konferensi pers digelar di Pos Polisi Jalan Patimura Kota Batu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dengan sudut elevasi atau kemiringan di Jalan Imam Bonjol yang mencapai 5 hingga 7 derajat, bus tetap melaju hingga menabrak kendaraan yang ada di depannya. &#8220;Di Jalan Imam Bonjol, bus menabrak mobil lalu sepeda motor atau titik tabrakan pertama dan kedua. Setelah itu, bus berbelok ke kanan mengarah ke Jalan Patimura dan terjadi titik tabrakan ketiga yaitu menabrak sepeda motor. Kemudian bus menabrak beberapa kendaraan atau terjadi titik tabrakan empat hingga tujuh. Kemudian, bus baru berhenti usai menabrak pohon di Jalan Ir Soekarno,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Diketahui, bahwa dari titik awal Jalan Imam Bonjol hingga titik akhir di Jalan Ir Soekarno, bus melaju sejauh 2,3 kilometer. Selain menyebabkan korban luka dan meninggal, juga mengakibatkan enam mobil dan beberapa sepeda motor rusak berat.</p>



<p>&#8220;Untuk tabrakan yang menyebabkan korbannya meninggal dunia, yaitu di titik satu dan dua Jalan Imam Bonjol dan titik tujuh Jalan Patimura,&#8221; terangnya.</p>



<p>Selain itu, berbagai fakta baru ditemukan dalam penyelidikan Laka maut bus pariwisata tersebut. Dari hasil penyelidikan, terungkap bus tersebut ternyata tidak layak jalan. Karena, baik izin angkut serta uji berkala atau KIR-nya sudah lama kadaluarsa alias mati. &#8220;Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan, ternyata izin angkutnya mati dan ujir KIR-nya juga mati. Untuk izin angkutnya, kadaluarsa sejak 26 April 2020. Lalu untuk uji KIR-nya, sudah mati sejak 15 Desember 2023,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218245</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Jember harus Relakan Istri dan Anak Akibat Bus Wisata Bali Tabrakan di Kota Batu dan Regut 4 Nyawa</title>
		<link>https://memontum.com/warga-jember-harus-relakan-istri-dan-anak-akibat-bus-wisata-bali-tabrakan-di-kota-batu-dan-regut-4-nyawa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jan 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[akibat]]></category>
		<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[relakan]]></category>
		<category><![CDATA[tabrakan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218236</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) di sepanjang Jalan Imam Bonjol hingga Jalan Patimura dan Jalan Ir Soekarno, Kota Batu, yang diakibatkan Bus Pariwisata Sakhindra Trans mengalami rem blong, Rabu (08/01/2025) kemarin, menyisakan duka mendalam bagi M Saifudin (30), warga asal Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember. Bagaimana tidak, selain membuatnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) di sepanjang Jalan Imam Bonjol hingga Jalan Patimura dan Jalan Ir Soekarno, Kota Batu, yang diakibatkan Bus Pariwisata Sakhindra Trans mengalami rem blong, Rabu (08/01/2025) kemarin, menyisakan duka mendalam bagi M Saifudin (30), warga asal Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember. Bagaimana tidak, selain membuatnya harus menjalani perawatan serius, korban juga harus merelakan kepergian istri dan seorang anaknya yang masih Balita.</p>



<p>Ya, Saifudin masih sama sekali tidak menyangka, bahwa acara liburannya ke Kota Batu, bakal kehilangan Anis, istrinya dan anaknya Sf yang masih berusia 20 bulan. Tangis pilu itu juga, yang masih terlihat jelas saat Saifudin mendapat perawatan medis di RS Hasta Brata Kota Batu. Saifudin sendiri, hingga Kamis (09/01/2025) tadi, harus menjalani perawatan serius karena mengalami luka patah tulang pada bagian tangan kanan dan luka-luka di sekujur badan.</p>



<p>Kapolres Kota Batu, AKBP Andi Yudha Pranata, tampak hadir di RS Hasta Brata. Melihat kondisi Saifudin, Kapolres juga turut berusaha menenangkan Saifudin. Dirinya turut prihatin atas musibah itu, apalagi keluarga tersebut baru datang jauh-jauh dari Jember untuk menghibur keluarga kecilnya di Kota Batu.</p>



<p>&#8220;Kami turut berduka. Apalagi, mereka (korban, red) ini Pasutri muda yang tengah berkunjung ke Kota Batu,&#8221; ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Informasinya, keluarga ini merencanakan berlibur di Kota Batu dengan menaiki transportasi umum. Sesampainya di Kota Malang, mereka menyewa sepeda motor dari rental di Stasiun Blimbing Kota Malang dan berkunjung ke Kota Batu.</p>



<p>&#8220;Niatnya mau berlibur dan belum tahu sudah berapa hari di sini. Kondisinya sekarang masih syok,&#8221; ujar AKBP Andi.</p>



<p>Kapolres juga menegaskan, bahwa Pemkot bersama Polres Batu akan melakukan penanganan terbaik kepada seluruh korban. &#8221;Kami pastikan seluruh unsur di Kota Batu akan bertanggung jawab atas penanganan seluruh korban. Seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh Jasa Raharja, termasuk santunan untuk yang meninggal. Jika tidak terkover, maka kami dari Forkopimda yang akan menjamin,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Sebagaimana diketahui, dalam kecelakaan ini mengakibatkan empat korban meninggal dunia. Selain Anis dan anaknya yaitu Sf, dua korban meninggal lainnya adalah Mumun Sugianto (44), warga Jalan Kasan Kaiso, Ngaglik, Kota Batu dan Agus Darianto (60), warga Jalan Terusan Palemraha, Desa Sidomulyo, Kota Batu.</p>



<p>Sementara itu, sebagaimana diberitakan sebelumnya, bus pariwisata Sakhindra Trans Nopol DK 7942 GB yang mengangkut rombongan Kunjungan Industri SMK TI Bali Global Badung, tujuan Semarang-Yogyakarta-Malang, mengalami kecelakaan lalu lintas di Kota Batu, Rabu (08/01/2025) kemarin. Bus tersebut melaju kencang menabrak beberapa mobil dan motor di sepanjang Jalan Imam Bonjol hingga Jalan Patimura dan Jalan Ir Soekarno tepat di depan SMPN 3 Beji Kota Batu. Akibatnya, empat orang dikabarkan meninggal dunia dan beberapa pengendara lain harus menjalani perawatan serius. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218236</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bus Wisata Asal Bali Tabrak sejumlah Pengendara di Kota Batu dan Sebabkan 4 Orang Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/bus-wisata-asal-bali-tabrak-sejumlah-pengendara-di-kota-batu-dan-sebabkan-4-orang-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jan 2025 13:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[pengendara]]></category>
		<category><![CDATA[sebabkan]]></category>
		<category><![CDATA[sejumlah]]></category>
		<category><![CDATA[tabrak]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218223</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Bus pariwisata Sakhindra Trans Nopol DK 7942 GB yang digunakan membawa rombongan Kunjungan Industri SMK TI Bali Global Badung, tujuan Semarang-Yogyakarta-Malang, mengalami kecelakaan lalu lintas di Kota Batu, Rabu (08/01/2025) tadi. Dari tampilan CCTV, terlihat bus melaju lumayan kencang dan menabrak beberapa mobil dan motor di sepanjang Jalan Imam Bonjol hingga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Bus pariwisata Sakhindra Trans Nopol DK 7942 GB yang digunakan membawa rombongan Kunjungan Industri SMK TI Bali Global Badung, tujuan Semarang-Yogyakarta-Malang, mengalami kecelakaan lalu lintas di Kota Batu, Rabu (08/01/2025) tadi. Dari tampilan CCTV, terlihat bus melaju lumayan kencang dan menabrak beberapa mobil dan motor di sepanjang Jalan Imam Bonjol hingga Jalan Patimura dan Jalan Ir Soekarno, tepat di depan SMPN 3 Beji Kota Batu.</p>



<p>Akibatnya kejadian itu, empat orang dikabarkan meninggal dunia dan beberapa orang harus menjalani perawatan. Sejumlah korban yang mengalami luka serius, adalah didominasi pengendara dari sepeda motor dan mobil yang ditabrak bus.</p>



<p>Diperoleh informasi, bahwa sore itu sejumlah kendaraan di lokasi itu lumayan ramai. Sementara di lokasi kejadian, kondisi jalannya sedikit menurun. Jalan tersebut juga merupakan jalan satu arah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Akibat kejadian itu, beberapa mobil dan motor nampak ringsek dan beberapa korban tergeletak di jalan. Bus sendiri baru berhenti setelah menabrak pohon di pinggir jalan. Belum diketahui pasti penyebab kecelakaan, namun dugaan awal akibat rem blong.</p>



<p>Petugas kepolisian sendiri saat ini masih terus melakukan penyelidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi. Sementara itu, para korban sudah dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu.</p>



<p>Kapolres Kota Batu, AKBP Andi Yudha Pranata, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan. &#8220;Untuk dugaan sementara, iya (rem blong). Ada empat korban meninggal dunia,&#8221; ujar AKBP Andi Yudha. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218223</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Villa di Kota Batu Tergerus Air Hujan dan Ambruk, Enam Penyewa Asal Bekasi Terluka</title>
		<link>https://memontum.com/villa-di-kota-batu-tergerus-air-hujan-dan-ambruk-enam-penyewa-asal-bekasi-terluka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Dec 2024 13:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ambruk]]></category>
		<category><![CDATA[bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[penyewa]]></category>
		<category><![CDATA[tergerus]]></category>
		<category><![CDATA[terluka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217985</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Musibah tanah longsor kembali terjadi di Kota Batu. Akibat kejadian itu, bangunan Villa Manzara, di Jalan Klengkeng Gang 1, RT2 RW3, Desa Oro Oro Ombo, Kecamatan/Kota Batu, ambruk atau roboh. Kejadian yang mengejutkan warga desa itu, terjadi Senin (30/12/2024) sekitar pukul 19.30. Saat kejadian berlangsung, wilayah Desa Oro Oro Ombo tengah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Musibah tanah longsor kembali terjadi di Kota Batu. Akibat kejadian itu, bangunan Villa Manzara, di Jalan Klengkeng Gang 1, RT2 RW3, Desa Oro Oro Ombo, Kecamatan/Kota Batu, ambruk atau roboh.</p>



<p>Kejadian yang mengejutkan warga desa itu, terjadi Senin (30/12/2024) sekitar pukul 19.30. Saat kejadian berlangsung, wilayah Desa Oro Oro Ombo tengah diguyur hujan lebat sejak pukul 17.00.</p>



<p>Akibat musibah itu, sebanyak enam orang wisatawan yang menyewa Villa Manzara, mengalami luka ringan. Sejumlah korban, harus menjalani perawatan medis di RS Bhayangkara Hasta Brata, Kota Batu.</p>



<p>“Tadi saya diberi tahu Pak RT, bahwa ada villa roboh. Lalu saya menuju lokasi. Yang saya ketahui, tanah bangunan itu milik Pak Unggul. Lalu dibangun villa,” jelas Ketua RW 3, Hariyono.</p>



<p>Ditambahkannya, izin lokasi sebenarnya untuk perumahan. Hanya saja, dibangun untuk villa. Sementara untuk korban dari kejadian itu, dirinya belum paham secara pasti.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Yang menyewa villa berhubungan langsung dengan marketing villa. Memang untuk disewa satu keluarga. Sedangkan untuk korban mengalami luka ringan dan sekarang sudah dibawa ke rumah sakit,” jelasnya.</p>



<p>Usai kejadian itu, Polres Batu memasang garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP). Berikutnya, beberapa wisatawan yang menyewa villa di dekat lokasi kejadian memilih pindah villa untuk menghindari kejadian serupa.</p>



<p>“Saya bersama keluarga dari Surabaya. Tadi pukul 14.00 saya baru masuk villa. Karena ada kejadian ini, saya memilih pindah villa,” sebut wisatawan yang tak mau disebutkan namanya.</p>



<p>Berdasarkan data dari BPBD Kota Batu, hujan dengan intensitas tinggi dan debit air yang meningkat serta saluran drainase yang tersumbat menyebabkan air menggerus plengsengan vila dan mengakibatkan pondasi bangunan vila roboh. Termasuk, tiang listrik PLN dan Telkom juga ikut roboh. Sehingga, menutup akses jalan ke vila. <strong>(man/sit)</strong></p>



<p>Enam korban yang dilaporkan mengalami luka dan perawatan di RS Hasta Brata.</p>



<p>1. Rachel Immanuella Silaban, usia 32 tahun asal Bekasi (istri).</p>



<p>2. Lionel Benjamin Messi Harianja, usia 1,5 tahun asal Bekasi (anak).</p>



<p>3. Clarissa Gloria Harianja, usia 3 tahun asal Bekasi (anak).</p>



<p>4. Noviasna Silitonga, usia 60 tahun asal Bekasi (ibu).</p>



<p>5. Tumbur Harianja, usia 34 tahun asal Bekasi (suami).</p>



<p>6. Raja Romario Silaban usia 33 tahun asal bekasi (kakak).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217985</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cleaning Area Pengunjung, Manajemen Jatim Park 3 Kota Batu Sebut Tak Ada Korban Jiwa</title>
		<link>https://memontum.com/cleaning-area-pengunjung-manajemen-jatim-park-3-kota-batu-sebut-tak-ada-korban-jiwa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Sep 2024 12:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[cleaning]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[pengunjung,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213756</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Musibah kebakaran yang berlangsung di wisata Jatim Park 3 (Dino Park) di Jalan Raya Soekarno Hatta, Kota Batu, dipastikan tidak ada korban jiwa. Hal ini, sebagaimana disampaikan Humas Jatim Park, Titik S Ariyanto, dalam rilisnya, Selasa (03/09/2024) tadi. Diuraikannya, bahwa kebakaran yang terjadi pada salah satu area di Jawa Timur Park [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Musibah kebakaran yang berlangsung di wisata Jatim Park 3 (Dino Park) di Jalan Raya Soekarno Hatta, Kota Batu, dipastikan tidak ada korban jiwa. Hal ini, sebagaimana disampaikan Humas Jatim Park, Titik S Ariyanto, dalam rilisnya, Selasa (03/09/2024) tadi.</p>



<p>Diuraikannya, bahwa kebakaran yang terjadi pada salah satu area di Jawa Timur Park 3 yaitu The Legend Stars Park, sudah berhasil dilakukan. Yakni, dengan melibatkan pihak dari pemadam kebakaran, kepolisian dan beberapa pihak berwajib lainnya.</p>



<p>Untuk kejadian kebakaran, lanjutnya, dilaporkan pada pukul 15.30, oleh salah satu petugas The Legend Stars Park di area kejadian. Pihak pemadam kebakaran, saat itu langsung tiba di lokasi setelah 30 menit kemudian.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Manajemen Jawa Timur Park 3 memprioritaskan keselamatan petugas dan pengunjung pada area dengan langsung melakukan cleaning area The Legend Stars Park dan penutupan entrance gate The Legend Stars Park dengan segera untuk memperlancar proses penanganan area oleh pihak berwajib. Api berhasil dipadamkan dengan segera berkat bantuan seluruh pihak berwajib yang segera datang ke area,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Mengenai penyebab kebakaran, Titik mengaku masih menunggu hasil laporan resmi dari pihak berwajib. &#8220;Pada kejadian di hari ini, manajemen memastikan tidak ada korban jiwa di area dan juga manajemen sampai saat ini masih memperkirakan dengan pasti kerugian atas kejadian ini,&#8221; tambahnya. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213756</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
