<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Magetan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/category/magetan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Sep 2024 11:15:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Magetan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kemenkominfo Webinar di Magetan Angkat Tema Berekpresi di Media Sosial dengan Bebas Namun Terbatas</title>
		<link>https://memontum.com/kemenkominfo-webinar-di-magetan-angkat-tema-berekpresi-di-media-sosial-dengan-bebas-namun-terbatas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Sep 2024 04:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Magetan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[berekpresi]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[magetan,]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[terbatas,]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214466</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Magetan &#8211; Kebebasan berekspresi di media sosial memiliki batasan tidak melanggar hak orang lain. Selain itu, ekspresi di media sosial memiliki norma hukum dan etika sebagai batasannya. Tak ada kebebasan tanpa batas, termasuk berekspresi di media sosial. Agar pengguna digital memahami kebebasan yang terbatas dalam berekspresi di media sosial, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Magetan</strong> &#8211; Kebebasan berekspresi di media sosial memiliki batasan tidak melanggar hak orang lain. Selain itu, ekspresi di media sosial memiliki norma hukum dan etika sebagai batasannya. Tak ada kebebasan tanpa batas, termasuk berekspresi di media sosial.</p>



<p>Agar pengguna digital memahami kebebasan yang terbatas dalam berekspresi di media sosial, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Magetan, Senin (23/09/2024) pagi, mulai pukul 08.00 WIB.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Bebas Namun Terbatas: Berekspresi di Media Sosial&#8217;, diskusi virtual yang akan diikuti pelajar dan tenaga pendidik dengan menggelar nonton bareng (Nobar) dari sekolah masing-masing itu, rencananya menghadirkan tiga nara sumber.</p>



<p>Mereka adalah dosen Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya, Meithiana Indrasari, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magetan, Taufiqurrohman, Mom Influencer Ana Livian sebagai key opinion leader dan Azka Said selaku moderator.</p>



<p>”Webinar ini juga dapat diikuti secara gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di <a href="https://s.id/pendaftaranmagetan2309" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://s.id/pendaftaranmagetan2309</a>. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama diskusi,” tulis Kemenkominfo dalam rilis, Minggu (22/09/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema webinar, Kemenkominfo menjelaskan, kebebasan berpendapat dan berekspresi di media sosial merupakan hak untuk mengekspresikan pendapat dan keyakinan secara bebas. Kebebasan berekspresi ini merupakan bagian dari Hak Azazi Manusia (HAM) dan telah dijamin oleh konvenan-konvenan internasional.</p>



<p>”Kebebasan berekspresi di media sosial dapat memiliki dampak positif, seperti memungkinkan pertukaran ide yang lebih luas dan beragam, memperkuat nilai-niai demokrasi, menjembatani hambatan fisik atau geografis untuk menyuarakan pandangan,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Namun, sambung Kemenkominfo, kebebasan berekspresi di media sosial juga memiliki batasan hukum. Misalnya, Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang mengatur larangan penyebaran informasi dan konten yang melanggar kesusilaan, keamanan dan ketertiban umum.</p>



<p>”Ada juga Undang-undang Pornografi, perjudian, maupun Undang-undang tentang Hak Cipta,” tegas Kemenkominfo.</p>



<p>Untuk berpendapat dan berekspresi dengan baik di media sosial, menurut Kemenkominfo, pengguna perlu mengetahui informasi secara keseluruhan, hindari menyampaikan ujaran kebencian, tidak menggunakan kalimat provokatif, berpikir ulang sebelum berpendapat, dengan menggunakan bahasa yang baik dan sopan.</p>



<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Magetan, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo sejak 2017. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Sampai dengan akhir 2023, program peningkatan #literasidigitalkominfo tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo. Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214466</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tips dan Trik Jaga Keamanan Privasi secara Digital Jadi Tema Webinar Kemenkominfo di Magetan</title>
		<link>https://memontum.com/tips-dan-trik-jaga-keamanan-privasi-secara-digital-jadi-tema-webinar-kemenkominfo-di-magetan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jun 2024 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Magetan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[magetan,]]></category>
		<category><![CDATA[Privasi]]></category>
		<category><![CDATA[secara]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210543</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Magetan &#8211; Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Magetan, Selasa (11/06/2024) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Mengusung tema &#8216;Tips dan Trik Menjaga Keamanan Privasi secara Digital&#8217;, diskusi virtual untuk siswa dan tenaga pendidik itu rencananya akan menghadirkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Magetan</strong> &#8211; Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Magetan, Selasa (11/06/2024) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Tips dan Trik Menjaga Keamanan Privasi secara Digital&#8217;, diskusi virtual untuk siswa dan tenaga pendidik itu rencananya akan menghadirkan tiga nara sumber. Mereka adalah Manajer Pemasaran Compass Publishing Indonesia, Femikhirana, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan, Irawan, praktisi IT, Ardiansyah dan Anissa Rilia selaku moderator.</p>



<p>”Webinar ini juga dapat diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di <a href="https://s.id/pendaftaranmagetan1106" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://s.id/pendaftaranmagetan1106</a>. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet sebesar Rp 1.000.000.- untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya, Senin (10/06/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan bahwa semakin canggih sebuah teknologi, bukan berarti akan terbebas dari ancaman kejahatan. Ancaman privasi digital selalu membayangi kehidupan dan secara bersama-sama mengikuti perkembangan dan kemajuan teknologi yang ada.</p>



<p>”Itulah sebabnya kita harus tetap berhati-hati di mana pun berada, tidak terkecuali di dunia digital. Kini, banyak terjadi kasus kejahatan seperti pencurian data, uang dan sebagainya yang dilakukan secara online. Jaga keamanan digital agar hidup lebih tentram dan privasi lebih terjaga,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p>Secara umum, beberapa cara menjaga keamanan dan privasi digital, menurut Kemenkominfo, gunakan sandi untuk lockscreen, jangan sembarangan membuka link atau mengunduh sesuatu, hati-hati dalam memberikan izin aplikasi, aktifkan penghapusan data jarak jauh. ”Jangan lupa, lakukan back up data secara teratur, dan selalu perbarui operating system dan aplikasi,” imbuh Kemenkominfo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemenkominfo menambahkan, bahwa saat ini banyak kasus penyalahgunaan privasi dan keamanan data yang terjadi karena seseorang lalai dalam menggunakan smartphone. Akibatnya, ia pun bisa mengalami kerugian besar, terutama dalam segi finansial.</p>



<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Magetan, Jatim, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemkominfo. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Hingga akhir 2023, program #literasidigitalkominfo ini tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang, yang dimulai sejak 2017. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia sampai dengan akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Lebih jauh, program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, kreatif, produktif dan aman.</p>



<p>Kecakapan digital warga masyarakat menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Hasil survei APJII juga menyebutkan, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 berada pada angka 79,5 persen. Dibandingkan dengan periode sebelumnya, ada peningkatan 1,4 persen. Terhitung sejak 2018, penetrasi internet Indonesia mencapai 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210543</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemenkominfo Gelar Webinar di Magetan, Angkat Tema Jadi Pengguna Medsos Bijak, Kreatif dan Inovatif</title>
		<link>https://memontum.com/kemenkominfo-gelar-webinar-di-magetan-angkat-tema-jadi-pengguna-medsos-bijak-kreatif-dan-inovatif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Jun 2024 04:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Magetan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[bijak]]></category>
		<category><![CDATA[inovatif]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[magetan,]]></category>
		<category><![CDATA[medsos]]></category>
		<category><![CDATA[Pengguna]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210450</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Magetan &#8211; Literasi digital tidak boleh diterima sebagai teori atau jargon oleh siswa dan generasi muda. Di era digital, literasi harus terus dipelajari dan dipraktikkan dalam dunia digital, agar generasi muda makin berkompetensi memanfaatkan media digital. Agar bijak, kreatif dan inovatif menggunakan media sosial (Medsos), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Dinas Pendidikan dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Magetan</strong> &#8211; Literasi digital tidak boleh diterima sebagai teori atau jargon oleh siswa dan generasi muda. Di era digital, literasi harus terus dipelajari dan dipraktikkan dalam dunia digital, agar generasi muda makin berkompetensi memanfaatkan media digital.</p>



<p>Agar bijak, kreatif dan inovatif menggunakan media sosial (Medsos), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Magetan, Senin (10/06/2024) besok, sekitar pukul 08.00 WIB.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Menjadi Pengguna Media Sosial yang Bijak, Kreatif dan Inovatif&#8217;, diskusi virtual untuk siswa dan tenaga pendidik itu rencananya akan menghadirkan tiga nara sumber. Mereka adalah Ketua Program Studi Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Tulungagung, Mei Santi, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan, Irawan, key opinion leader musisi, Mia Marcellina dan Chici Zakaria selaku moderator.</p>



<p>”Webinar ini juga dapat diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/pendaftaranmagetan1006. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet sebesar Rp 1 juta, untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemkominfo dalam rilisnya, Minggu (09/06/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, survei indeks literasi digital masyarakat Indonesia tahun 2022 oleh Kemenkominfo dan Katadata Insight Center pada tahun 2021 menyebut Indonesia masih berada dalam kategori &#8216;sedang&#8217; dengan angka 3.49 dari 5,00.</p>



<p>&#8220;Kegiatan webinar literasi digital di lingkungan pendidikan merupakan salah satu upaya Kemenkominfo dalam mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan menuju Indonesia #MakinCakapDigital,&#8221; jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemenkominfo menambahkan, literasi digital penting untuk mempersiapkan talenta digital Indonesia agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi digital serta memiliki kemampuan dalam menanggulangi risiko yang muncul bersamanya. &#8220;Empat pilar utama literasi digital, yakni kecakapan digital, budaya digital, etika digital dan keamanan digital, diyakini mampu menjadikan pengguna media sosial bijak, kreatif dan inovatif,&#8221; imbuh Kemkominfo.</p>



<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Magetan, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Hingga akhir 2023, program #literasidigitalkominfo mencatat sebanyak 24,6 juta orang telah mengikuti program peningkatan literasi digital yang dimulai sejak 2017.</p>



<p>&#8220;Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia sampai dengan akhir 2024. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, kreatif, produktif dan aman,” tutur Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital warga masyarakat menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Hasil survei APJII juga menyebutkan, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 berada pada angka 79,5 persen. Dibandingkan dengan periode sebelumnya, ada peningkatan 1,4 persen. Terhitung sejak 2018, penetrasi internet Indonesia mencapai 64,8 persen. &#8220;Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,&#8221; urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210450</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
