<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Sumenep &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/category/sumenep/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Mar 2026 15:36:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Sumenep &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Nelayan di Perairan Gapurana Talango Sumenep Ditemukan Tim SAR Gabungan Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/nelayan-di-perairan-gapurana-talango-sumenep-ditemukan-tim-sar-gabungan-meninggal</link>
					<comments>https://memontum.com/nelayan-di-perairan-gapurana-talango-sumenep-ditemukan-tim-sar-gabungan-meninggal#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[gabungan]]></category>
		<category><![CDATA[gapurana]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[perairan]]></category>
		<category><![CDATA[talango]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231228</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seorang nelayan, Mohammad Jaenal Arifin (32), warga Desa Pangloros, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (24/03/2026) sekitar pukul 11.11. Diketahui, bahwa sebelumnya Jaenal dilaporkan hilang setelah nelayan setempat menemukan sebuah perahu dengan kondisi mesin masih menyala bergerak menuju arah darat tanpa awak. Kondisi peralatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Sumenep</strong> – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seorang nelayan, Mohammad Jaenal Arifin (32), warga Desa Pangloros, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (24/03/2026) sekitar pukul 11.11. Diketahui, bahwa sebelumnya Jaenal dilaporkan hilang setelah nelayan setempat menemukan sebuah perahu dengan kondisi mesin masih menyala bergerak menuju arah darat tanpa awak.</p>



<p>Kondisi peralatan pancing sendiri, diketahui masih lengkap berada di atas perahu. Sementara berdasarkan laporan tersebut, Tim SAR gabungan segera melaksanakan operasi pencarian di sekitar lokasi kejadian.</p>



<p>Kepala Kantor SAR Surabaya selaku SAR Mission Coordinator (SMC) pada operasi SAR ini, Nanang Sigit, mengatakan bahwa dalam pencarian itu, Tim SAR Gabungan mendekati koordinat 7° 3&#8242; 59,892&#8243; LS dan 114° 1&#8242; 59,124&#8243; BT atas informasi penemuan jenazah oleh nelayan sekitar. Lokasi penemuan tersebut, berjarak kurang lebih 1,15 Nautical Mile (NM) dari lokasi ditemukannya kapal milik korban.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selanjutnya, korban dievakuasi menuju Dermaga Talango dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. &#8220;Setelah tiba di Dermaga Talango, jenazah korban kemudian diserahterimakan kepada pihak keluarga melalui ambulans untuk dibawa ke rumah duka guna penanganan lebih lanjut,&#8221; ujar Nanang Sigit.</p>



<p>Setelah proses evakuasi selesai, pada pukul 12.30, dilaksanakan debriefing oleh seluruh unsur SAR yang terlibat. Dengan telah ditemukannya korban dalam kondisi meninggal dunia, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi diusulkan untuk ditutup.</p>



<p>Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas sinergi dan kerja sama yang telah terjalin. Adapun unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini antara lain Pos SAR Sumenep, Polairud Sumenep, Polsek Kalianget, Koramil Kalianget, Polsek Talango, serta nelayan setempat.</p>



<p>Basarnas mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para nelayan, untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan saat melaut, termasuk penggunaan alat keselamatan diri serta memastikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di perairan. &#8220;Dengan ketidakpastian cuaca saat ini, lebih baik bila nelayan mengecek dulu prakiraan cuaca, angin dan tinggi gelombang sebelum melaut,&#8221; imbuh Nanang. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/nelayan-di-perairan-gapurana-talango-sumenep-ditemukan-tim-sar-gabungan-meninggal/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231228</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Puluhan Pelukis Nusantara Meriahkan Festival Seni Lukis Madura</title>
		<link>https://memontum.com/puluhan-pelukis-nusantara-meriahkan-festival-seni-lukis-madura</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Madura]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[pelukis]]></category>
		<category><![CDATA[puluhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227096</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (DPUTR) bekerja sama dengan PT Indaco Warna Dunia serta Komunitas Pelukis Sumenep (Klops), selenggarakan Festival Seni Lukis Madura. Festival ini, berlangsung meriah dan diikuti puluhan pelukis dari berbagai daerah di Nusantara. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan kegiatan ini sejatinya merupakan wujud nyata [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Sumenep</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (DPUTR) bekerja sama dengan PT Indaco Warna Dunia serta Komunitas Pelukis Sumenep (Klops), selenggarakan Festival Seni Lukis Madura. Festival ini, berlangsung meriah dan diikuti puluhan pelukis dari berbagai daerah di Nusantara.</p>



<p>Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan kegiatan ini sejatinya merupakan wujud nyata kepedulian dan partisipasi aktif mulai pemerintah, dunia usaha, seniman serta masyarakat Madura dalam melestarikan seni budaya melalui media seni rupa. “Festival ini bukan sekadar ajang lomba, tetapi bagian dari wadah ekspresi dan pelestarian seni lukis, untuk menciptakan karya terbaik dalam memperkenalkan kekayaan budaya dan nilai kearifan lokal,” kata Bupati Achmad Fauzi, di Pendopo Agung Keraton, Sabtu (25/10/2025) tadi.</p>



<p>Pihaknya mengapresiasi, para pelukis dan komunitas seni yang tetap produktif di era modern. Ini membuktikan, sekaligus menunjukkan bahwa perkembangan teknologi tidak menjadi penghalang bagi kreativitas dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal.</p>



<p>“Para pelukis dan seniman di tengah pesatnya perkembangan teknologi, tetap mampu menghadirkan karya yang sarat makna, serta menggambarkan keindahan budaya daerah. Ini bukti, bahwa seni dan budaya tetap relevan di setiap zaman,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati Fauzi menyatakan, pemerintah daerah berkomitmen mendukung kegiatan kesenian dan kebudayaan, sebagai bagian dari pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), termasuk dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. “Kesenian bukan hanya sarana hiburan, tetapi instrumen pembangunan yang mampu menumbuhkan kreativitas dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Sehingga, pemerintah daerah memberikan ruang bagi para pelaku seni lukis untuk berkarya dan berkontribusi dalam pembangunan,” tegas Bupati.</p>



<p>Festival Seni Lukis Madura sendiri, dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Moh Iksan, Kepala DPUTR, Erik Susanto, dan Perwakilan PT Indaco Warna, Andika, yang ditandai dengan sebuah goresan.</p>



<p>Di tempat yang sama, Kepala DPUTR, Erik Susanto, menjelaskan peserta Festival Seni Lukis Madura sebanyak 61 pelukis. Tidak hanya dari 4 Kabupaten di Pulau Madura, tetapi dari daerah lain seperti Surabaya, Malang, Banyuwangi, Bondowoso, Probolinggo, Magelang dan Yogyakarta.</p>



<p>“Kami tidak hanya menyelenggarakan festival seni lukis semata, tetapi mengadakan lelang 10 lukisan terbaik sebagai penghargaan terhadap karya seni dan menjadi bagian dari upaya menghidupkan ekosistem ekonomi kreatif,” imbuhnya. <strong>(kom/sum/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227096</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Sumenep Kemas Pameran Pembangunan Dalam Madura Night Vaganza</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-sumenep-kemas-pameran-pembangunan-dalam-madura-night-vaganza</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Sep 2024 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Madura]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[vaganza!]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213860</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Pemerintah Kabupaten Sumenep menginisiasi pameran pembangunan yang dikemas dalam Madura Night Vaganza. Event ini, sebagai media menginformasikan secara langsung pada masyarakat, tentang hasil dari program pembangunan yang dilakukan perangkat daerah beserta instansi lainnya. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan bahwa meskipun dalam visualisasi pameran tidak cukup untuk menggambarkan kegiatan yang dilakukan perangkat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Sumenep</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Sumenep menginisiasi pameran pembangunan yang dikemas dalam Madura Night Vaganza. Event ini, sebagai media menginformasikan secara langsung pada masyarakat, tentang hasil dari program pembangunan yang dilakukan perangkat daerah beserta instansi lainnya.</p>



<p>Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan bahwa meskipun dalam visualisasi pameran tidak cukup untuk menggambarkan kegiatan yang dilakukan perangkat daerah, BUMN, BUMD dan lembaga lainnya, tetapi kegiatannya menunjukkan hasil pembangunan selama ini. Diharapkan, setiap peserta di Madura Night Vaganza ini, bisa menyampaikan informasi pembangunan dan program-program instansinya.</p>



<p>Sehingga, masyarakat bisa memahami visi, misi serta program setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). “Madura Night Vaganza sebagai upaya menginformasikan kepada masyarakat tentang hasil pembangunan dan berbagai inovasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan masyarakat,” kata Bupati Sumenep di sela-sela pembukaan Madura Night Vaganza, di GOR A Yani Pangligur Sumenep, Kamis (05/09/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya mempromosikan potensi produksi dan hasil kerajinan masyarakat. Dikarenakan, setiap kecamatan memiliki potensi yang harus mendapat kesempatan sarana untuk mengembangkan pemasarannya.</p>



<p>Apalagi, acara ini juga melibatkan pelaku UMKM untuk mengikuti kegiatannya dengan menyajikan kuliner unggulannya. “Pemerintah daerah berupaya untuk mengembangkan produk unggulan kecamatan, agar potensi produksi di setiap desa bisa mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumenep,” terangnya.</p>



<p>Peserta Madura Night Vaganza sendiri, diikuti sebanyak 70 stand, terdiri dari Dinas, Badan, Kantor, Sekretariat Pemerintah Kabupaten Sumenep dan DPRD Sumenep, Kecamatan serta sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan UMKM. &#8220;Madura Night Vaganza menjadi spirit lebih merekatkan semangat bekerja sekaligus meningkatkan kebersamaan dengan masyarakat untuk memajukan Kabupaten Sumenep lebih baik,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Madura Night Vaganza dilangsungkan sejak 05 hingga 12 September 2024 dan sebagai rangkaian kegiatannya diadakan Madura Culture Fest 2 bertema Ataretan Salanjengnga dengan berbagai acara. Diantaranya parade musik tong-tong, pentas seni dan budaya 13 Kabupaten Tapal Kuda, Jalan Jalan Sehat (JJS) dan Parade Batik. <strong>(kom/sum/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213860</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gunakan Energi Bersih REC, Pemkab Sumenep Nota Kesepahaman dengan PLN</title>
		<link>https://memontum.com/gunakan-energi-bersih-rec-pemkab-sumenep-nota-kesepahaman-dengan-pln</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Jun 2024 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[bersih]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[gunakan]]></category>
		<category><![CDATA[kesepahaman]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211264</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggunakan energi bersih melalui Renewable Energy Certificate (REC), sebagai salah satu upaya mencapai Net Zero Emission (NZE) 2060. Pemerintah Kabupaten Sumenep sendiri, bersama PT PLN melakukan nota kesepahaman layanan Green Energy as a Service (GEAS) untuk menggunakan REC sebanyak 500 unit atau setara dengan 500 Megawatt hour (MWh). [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Sumenep</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggunakan energi bersih melalui Renewable Energy Certificate (REC), sebagai salah satu upaya mencapai Net Zero Emission (NZE) 2060. Pemerintah Kabupaten Sumenep sendiri, bersama PT PLN melakukan nota kesepahaman layanan Green Energy as a Service (GEAS) untuk menggunakan REC sebanyak 500 unit atau setara dengan 500 Megawatt hour (MWh). REC sebanyak 500 unit adalah yang terbanyak penggunaannya di lingkungan Pemerintah Kabupaten atau Kota di Jawa Timur.</p>



<p>Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan bahwa pemerintah daerah bersama PLN berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon dengan mendukung penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT). “REC ini merupakan bukti nyata bahwa Pemerintah Kabupaten Sumenep menggunakan energi terbarukan sebagai solusi masa depan yang lebih hijau,” kata Bupati di sela-sela Madura Ev Fun Day Kendaraan Listrik, di areal timur Taman Potre Koneng, Minggu (30/06/2024) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, Pemerintah Kabupaten Sumenep mendukung langkah transisi energi pemerintah guna mencapai Net Zero Emissions (NZE). Sehingga, REC penggunaannya untuk listrik di jajaran perangkat daerah.</p>



<p>“Sertifikat REC sebagai bukti bahwa listrik per Megawatt hour (MWh) di Perangkat Daerah dari pembangkit EBT atau non fosil,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>REC merupakan bentuk layanan PLN untuk memudahkan pelanggan mendapatkan pengakuan internasional atas penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang transparan, akuntabel dan diakui secara global.</p>



<p>Penyerahan sertifikat REC diberikan langsung oleh Manajer PLN UP3 Pamekasan, Fahmi Fahresi kepada Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo. &#8220;Kami mengharapkan masyarakat serta perusahaan di Kabupaten Sumenep juga menggunakan energi bersih terbarukan, sebagai pilihan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan,&#8221; harapnya.</p>



<p>Sementara itu, Manajer PLN UP3 Pamekasan, Fahmi Fahresi, mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi langkah Pemkab Sumenep untuk menggunakan REC di lingkungan Pemerintah Daerah.</p>



<p>“PLN sebagai sumber energinya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi Pemkab Sumenep dalam menyediakan listrik hijau melalui REC,” paparnya. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211264</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cari 15 Orang ABK Kapal Putra Sumber Mas, Basarnas Kerahkan Dua Kapal di Perairan Sumenep</title>
		<link>https://memontum.com/cari-15-orang-abk-kapal-putra-sumber-mas-basarnas-kerahkan-dua-kapal-di-perairan-sumenep</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2024 05:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[basarnas]]></category>
		<category><![CDATA[kerahkan]]></category>
		<category><![CDATA[perairan]]></category>
		<category><![CDATA[sumber]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204807</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Kantor SAR Surabaya mengerahkan dua kapal, yaitu KN SAR 249 Permadi dan RIB 01 untuk mencari 15 orang ABK Kapal Putra Sumber Mas di Perairan Laut Utara Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Senin (22/01/2024) tadi. KN SAR 249 Permadi dengan 13 orang ABK dan 3 orang rescuer, ini bertolak dari Pelabuhan Kalianget menuju [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Sumenep</strong> &#8211; Kantor SAR Surabaya mengerahkan dua kapal, yaitu KN SAR 249 Permadi dan RIB 01 untuk mencari 15 orang ABK Kapal Putra Sumber Mas di Perairan Laut Utara Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Senin (22/01/2024) tadi.</p>



<p>KN SAR 249 Permadi dengan 13 orang ABK dan 3 orang rescuer, ini bertolak dari Pelabuhan Kalianget menuju ke titik daerah pencarian, dengan menempuh jarak sekitar 32 mil laut dan waktu tempuh 2 jam.</p>



<p>Kasi Operasi Kantor SAR Surabaya, Mahmud Afandi, mengatakan bahwa area yang disisir KN SAR 249 Permadi sekitar 22,04 mil laut. Luas area pencarian ini ditentukan melalui aplikasi SAR Map Prediction.</p>



<p>Pada saat yang bersamaan, Kantor SAR Surabaya juga mengerahkan satu SRU air lagi dari Unit Siaga SAR Sumenep, dengan menggunakan RIB (Rigit Inflatable Boat) atau kapal cepat, dengan luas area pencarian sekitar 5,4 mil laut. &#8220;Dalam operasi SAR Kapal Putra Sumber Mas ini, Tim Unit Siaga SAR Sumenep menjadi tim aju yang kami kerahkan untuk melakukan assesment pada hari pertama setelah mendapatkan laporan kejadian tersebut,” kata Mahmud.</p>



<p>Pada hari kedua pencarian, Tim Unit Siaga SAR Sumenep telah melakukan pencarian dengan menggunakan RIB di area seluas 9 mil laut. Namun, karena terkendala cuaca buruk di perairan laut utara Madura, upaya pencarian ini belum membuahkan hasil.</p>



<p>Tidak hanya melakukan penyisiran laut dengan menggunakan RIB dan KN SAR Permadi, upaya pencarian juga dilakukan dengan melaksanakan pemapelan dan berkomunikasi dengan kapal yang melintas di sekitar area pencarian. &#8220;Kemarin tim kami lakukan komunikasi dengan TB Oscar dan Kapal Cargo via Marine Chanel untuk menyebarkan berita tentang Kapal Putra Sumber Mas. Dengan harapan, kapal yang melintas juga ikut membantu lakukan pemantauan dan pencarian saat mereka berlayar,” jelas Mahmud.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Sebelumnya, berdasarkan informasi yang diterima, Kapal Putra Sumber Mas ini berangkat dari Pelabuhan Brondong Lamongan untuk mencari ikan di perairan laut sekitar Pulau Masalembu, Sabtu (06/01/2024) kemarin. Hanya saja, setelah melaut selama 14 hari, Kapal Putra Sumber Mas kembali ke Lamongan dengan berlayar melewati perairan laut utara Pulau Madura, pada Sabtu (20/01/2024). Sekitar pukul 07.30, kapal mengalami mati mesin karena kemasukan air laut.</p>



<p>Seorang ABK, Ubaid, menginformasikan kejadian ini kepada Kapid (Nahkoda yang tidak berlayar), kemudian hal ini diteruskan kepada pemilik kapal dan perhimpunan nelayan Dungkek untuk bantuan pencarian. Karena pencarian tidak membuahkan hasil, maka hal ini dilaporkan ke petugas Satpolairud Polres Sumenep.</p>



<p>Adapun nama 15 ABK Kapal Putra Sumber Mas ini, yaitu Rohmat Mustakim (selaku Nahkoda kapal), Ubaid, Andriko, Suburno, Anton, Nizar, Kasno, Fauzi, Slamet, Budi, Rosid, Mul, Bidin, Nyamek dan Drajat. Selain Tim Kantor SAR Surabaya, proses pencarian 15 ABK Kapal Putra Sumber Mas ini juga melibatkan peran dari Tim Satpolairud Polres Sumenep, Lanal Batuporon, KSOP Kalianget, KSOP Dungkek, KUPP Sapudi, BPBD Kabupaten Sumenep dan Jombang, nelayan sekitar dan potensi SAR lainnya.</p>



<p>Hingga berita ini dikabarkan, Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian 15 orang ABK Kapal Putra Sumber Mas ditentukan dengan mempertimbangkan dinamika kondisi cuaca di lokasi pencarian. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204807</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Promosi dan Kunjungan Wisata Sumenep, Bupati Fauzi Koordinasi dengan Pengelola Destinasi</title>
		<link>https://memontum.com/tingkatkan-promosi-dan-kunjungan-wisata-sumenep-bupati-fauzi-koordinasi-dengan-pengelola-destinasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Nov 2023 13:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[koordinasi]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[pengelola]]></category>
		<category><![CDATA[promosi]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201295</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Pemerintah Kabupaten Sumenep melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pengelola destinasi wisata dalam rangka meningkatkan promosi pariwisata. “Kegiatan ini untuk meningkatkan kebersamaan antara pengelola wisata dengan pemerintah daerah, dalam bergotong royong membangun daerah melalui sektor pariwisata,” kata Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, di sela-sela kegiatan di Pendopo Agung Keraton, Kamis (09/11/2023) tadi. Diharapkan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Sumenep</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Sumenep melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pengelola destinasi wisata dalam rangka meningkatkan promosi pariwisata.</p>



<p>“Kegiatan ini untuk meningkatkan kebersamaan antara pengelola wisata dengan pemerintah daerah, dalam bergotong royong membangun daerah melalui sektor pariwisata,” kata Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, di sela-sela kegiatan di Pendopo Agung Keraton, Kamis (09/11/2023) tadi.</p>



<p>Diharapkan, ujar Bupati Fauzi, para pengelola wisata bisa bergotong royong dalam mewujudkan peningkatan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sumenep. Karena dengan cara itulah, mereka untuk mempromosikan setiap objek wisatanya kepada publik melalui media seperti brosur dan flayer.</p>



<p>&#8220;Para pengelola wisata untuk aktif menginformasikan objek pariwisata dengan konsep promosinya, agar wisatawan lebih percaya dan tertarik datang ke tempat wisatanya,” terangnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Bupati Fauzi mengatakan, pemerintah daerah telah memprogramkan berbagai kegiatan di kalender 2023 termasuk 2024, baik itu seni budaya dan yang lainnya, sebagai pemicu guna menarik wisatawan berkunjung ke Kabupaten Sumenep. “Semoga, kebersamaan ini mampu mewujudkan pembangunan pariwisata yang meliputi aspek ekonomi, seni budaya dan sosial,” terangnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Moh Ikhsan, mengungkapkan bahwa pihaknya untuk kegiatan kalender 2024 melibatkan destinasi wisata sebagai penyelenggara maupun tempat kegiatannya. &#8220;Kami menyampaikan pada 2024 besok ada puluhan kegiatan di kalender pemerintah daerah, sehingga para pengelola untuk bersama-sama memajukan destinasi wisatanya, dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan,” paparnya.<strong> (kom/edo/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201295</post-id>	</item>
		<item>
		<title>KKI Sebut Kakatua Masalembu Sumenep Wisata Langka Potensial dan Bakal Dilirik Wisatawan Mancanegara</title>
		<link>https://memontum.com/kki-sebut-kakatua-masalembu-sumenep-wisata-langka-potensial-dan-bakal-dilirik-wisatawan-mancanegara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Nov 2023 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[dilirik]]></category>
		<category><![CDATA[kakatua]]></category>
		<category><![CDATA[langka]]></category>
		<category><![CDATA[Mancanegara]]></category>
		<category><![CDATA[masalembu]]></category>
		<category><![CDATA[potensial,]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200997</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Keberadaan Burung Kakatua dapat sorotan dari Koservasi Kakatua Indonesia (KKI), saat menghadiri Festival Desa Wisata Cerdas Mandiri dan Sejahtera (Festival Dewi Cemara), yang berlangsung di Taman Potre Koning, Kabupaten Sumenep, Minggu (05/11/2023) tadi. Menurut perwakilan KKI, Dude Nandika, mengatakan bahwa Burung Kakatua dari Desa Masakambing, Kepulauan Masalembu, itu merupakan salah satu potensi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Sumenep</strong> &#8211; Keberadaan Burung Kakatua dapat sorotan dari Koservasi Kakatua Indonesia (KKI), saat menghadiri Festival Desa Wisata Cerdas Mandiri dan Sejahtera (Festival Dewi Cemara), yang berlangsung di Taman Potre Koning, Kabupaten Sumenep, Minggu (05/11/2023) tadi.</p>



<p>Menurut perwakilan KKI, Dude Nandika, mengatakan bahwa Burung Kakatua dari Desa Masakambing, Kepulauan Masalembu, itu merupakan salah satu potensi wisata hebat yang dimiliki Kabupaten Sumenep. Pasalnya, burung ini sudah sangat langka keberadaannya. Apalagi, untuk wilayah barat Indonesia, Kabupaten Sumenep satu-satunya yang memiliki habitat Burung Kakatua ini.</p>



<p>&#8220;Burung ini sebarannya paling kecil dan Kakatua ini paling langka di dunia, karena dengan populasinya yang sangat kecil. Ini merupakan salah satu aset wisata potensial yang bisa dikembangkan menjadi wisata ekologi Kakatua,&#8221; terang Dude.</p>



<p>Seharusnya, tambahnya, aset wisata Burung Kakatua ini tidak hanya menarik wisatawan lokal, tapi juga wisatawan mancanegara (Wisman). Dengan kelangkaannya, banyak sekali pecinta burung di luar negeri, itu memiliki minat yang sangat besar untuk melihat Burung Kakatua dari Drsa Masakambing.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Sebenarnya, yang harus dikembangkan dari event ini adalah masyarakat sudah memiliki paket wisata untuk akses menuju ke Masakambing, bagaimana? Aksessibilitynya seperti apa? Itu yang perlu dipamerkan atau ditampilkan sekaligus bagian dari promosi wisatanya lebih digalakkan lagi,&#8221; kata Dude</p>



<p>Dijelaskannya juga, potensi-potensi alam di Masakambing perlu ditampilkan. Juga perlu ditingkatkan potensi mangrove dan potensi agrowisata yang ada di sana. Sebab di Masakambing itu, kepulauan yang secara keseluruhan bagian dari masyarakat desa. Habitat ini menjadi perkebunan yang seharusnya perlu ditonjolkan.</p>



<p>&#8220;Perlu didorong di masyarakat Masakambing adalah paket wisata dan potensi-potensi wisata lebih menonjol supaya lebih dilirik oleh wisatawan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa habitat di Masakambing, itu boleh dibilang sudah tidak ada lagi sebenarnya. Hanya Hutan Mangrove yang kondisinya sebagian besar juga sudah rusak. &#8220;Jadi, perlu dibentuk perkebunan yang heterogen (bertingkat) bukan perkebunan monokultur. Ada pohon utama dan ada pohon pendamping,&#8221; terang Dude yang sangat konstruktif dalam memberikan masukan. <strong>(edo/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200997</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Sumenep Siap Bersinergi Guna Optimalkan Kekayaan Pariwisata</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-sumenep-siap-bersinergi-guna-optimalkan-kekayaan-pariwisata</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Nov 2023 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[bersinergi]]></category>
		<category><![CDATA[kekayaan]]></category>
		<category><![CDATA[optimalkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200994</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan Festival Dewi Cemara (Desa Wisata Cerdas Mandiri dan Sejahtera), Kabupaten Sumenep siap bersinergi dengan Pemprov Jatim, untuk lebih menghidupkan sektor pariwisata di areal Taman Potre Koning, Kabupaten Sumenep, Madura, Jumat (03/11/2023) tadi. Wakil Bupati Sumenep, Dewi Kholifah, saat membuka Festival Dewi Cemara, berkomitmen membangun sinergitas dalam pengelolaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Sumenep</strong> &#8211; Dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan Festival Dewi Cemara (Desa Wisata Cerdas Mandiri dan Sejahtera), Kabupaten Sumenep siap bersinergi dengan Pemprov Jatim, untuk lebih menghidupkan sektor pariwisata di areal Taman Potre Koning, Kabupaten Sumenep, Madura, Jumat (03/11/2023) tadi.</p>



<p>Wakil Bupati Sumenep, Dewi Kholifah, saat membuka Festival Dewi Cemara, berkomitmen membangun sinergitas dalam pengelolaan memajukan desa wisata di Jawa Timur. Sebab, sektor pariwisata sangat potensial untuk meningkatkan perekonomian daerah untuk kesejahteraan masyarakat.</p>



<p>“Pengembangan desa wisata memang perlu digalakkan lantaran memegang peranan strategis. Tujuannya agar masyarakat termotivasi untuk terus berkiprah dan berkarya mendorong pembangunan. Baik di sektor wisata sejarah, budaya, bahari, maupun wisata pantai,” kata Wabup Sumenep ini.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Perempuan yang akrab dipanggil Nyai Eva ini menambahkan, melalui Festival Dewi Cemara dapat memunculkan inovasi, kreativitas dan kesenian baru. Itu dapat dimotori para generasi muda untuk mengembangkan desanya masing-masing.</p>



<p>“Tujuannya untuk pelestarian lingkungan dan budaya sebagai bentuk penerapan pariwisata berkelanjutan. Itu demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan, maka perlu ditingkatkan kualitas maupun kuantitasnya melalui inovasi dan kreativitas,” terangnya.</p>



<p>Nyai Eva berharap kegiatan ini bisa memacu serta memotivasi semua elemen masyarakat, untuk bersama-sama berupaya optimal dalam mewujudkan keberhasilan pembangunan kepariwisataan di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Sumenep.</p>



<p>Sementara itu, ada sebanyak 26 kabupaten atau kota di Jawa Timur, yang mengikuti Festival Dewi Cemara di Kabupaten Sumenep mulai 3 hingga 5 November 2023. Adapun rangkaian kegiatan antara lain, Pameran Desa Wisata se-Jawa Timur, Sarasehan Desa Wisata, Virtual Tour Desa Wisata, Pagelaran Seni dan UMKM. <strong>(edo/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200994</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Festival Dewi Cemara 2023 di Sumenep, Gubernur Jatim Sampai Potensi Wisata Jatim Bisa Lampaui Bali</title>
		<link>https://memontum.com/festival-dewi-cemara-2023-di-sumenep-gubernur-jatim-sampai-potensi-wisata-jatim-bisa-lampaui-bali</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Nov 2023 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[cemara]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[lampaui]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[sampai]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200991</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Pemkab Sumenep ditunjuk sebagai Tuan Rumah penyelenggaraan Festival Desa Wisata Cerdas Mandiri Sejahtera (Festival Dewi Cemara) 2023, yang berlangsung di areal timur Taman Potre Koneng (Taman Bunga) Kabupaten Sumenep Madura, pada Jumat hingga Minggu (05/11/2023). Kegiatan ini, diselenggarakan oleh Pemprov Jatim melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim, yang bekerjasama dengan Pemkab [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Sumenep</strong> &#8211; Pemkab Sumenep ditunjuk sebagai Tuan Rumah penyelenggaraan Festival Desa Wisata Cerdas Mandiri Sejahtera (Festival Dewi Cemara) 2023, yang berlangsung di areal timur Taman Potre Koneng (Taman Bunga) Kabupaten Sumenep Madura, pada Jumat hingga Minggu (05/11/2023). Kegiatan ini, diselenggarakan oleh Pemprov Jatim melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim, yang bekerjasama dengan Pemkab Sumenep.</p>



<p>Pelaksanaan event ini, diikuti oleh 26 kabupaten atau kota di Jawa Timur, dengan berbagai rangkaian kegiatan. Antara lain, seperti Pameran Desa Wisata se-Jawa Timur, Sarasehan Desa Wisata, Virtual Tour Desa Wisata, Pagelaran Seni dan UMKM.</p>



<p>Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansah, melalui Sekdaprov Jatim, Adhy Karyono, dengan lantang mengatakan jika potensi pariwisata Jawa Timur sangat besar. Bahkan, khusus wisata seni budaya tak kalah dengan Pemrov Bali.</p>



<p>&#8220;Potensi wisata ini harus terus digalakkan, sebab seperti di Bali 60 persen pendapatannya dihidupi dari sektor pariwisata. Sedangkan potensi wisata Jawa Timur, terbilang sangat kaya akan seni dan budaya. Apalagi seni budaya kita, tidak kalah dengan Bali,&#8221; ujarnya mewakili Gubernur Jatim Khofifah, Jumat (03/11/2023) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, Provinsi Jawa Timur memiliki ragam daya tarik wisata, salah satunya desa wisata. Pertumbuhan desa wisata di Provinsi Jawa Timur terus mengalami perkembangan. Potensi yang dimiliki harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar membawa manfaat pada berbagai sektor.</p>



<p>&#8220;Ini butuh inisiasi, kolaborasi dan inovasi untuk menciptakan kepariwisataan yang unggul pada sebuah desa wisata. Apalagi, Sumenep punya Burung Jambul Kakak Tua Masalembu, Desa Wisata Keris Aeng Tong-Tong, Kasur Pasir Desa Legung Timur dan Pulau Wisata Oksigen Gili Iyang,” terangnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ketua Panitia Penyelenggara, Susiati, yang sekaligus Kepala Bidang (Kabid) Destinasi Pariwisata Disbudpar Jatim, pada pembukaan kegiatan mewakili Kadisbudpar Jatim, yang saat ini dijabat Plt Kadisbudpar Jatim, Eddy Supriyanto, mengatakan bahwa Festival Dewi Cemara bentuk apresiasi dari Pemprov Jatim kepada desa wisata. Festival ini untuk memotivasi pengelolaan desa wisata agar lebih inovatif dan kreatif lagi kedepannya.</p>



<p>Susiati juga memberikan penghargaan Dewi Cemara berupa pelakat dan sertifikat Gubernur, yang diberikan kepada 10 desa wisata terbaik yang terkurasi oleh dewan juri. Burung Jambul Kakaktua Sumenep, termasuk salah satunya yang juga dapat penghargaan.</p>



<p>Untuk mendukung perekonomian desa digelar pameran desa wisata. Hal itu bisa dijadikan ajang promosi produk UMKM Kabupaten/Kota di Jawa Timur.</p>



<p>Festival Dewi Cemara juga memfasilitasi para pengelola desa wisata untuk mempromosikan desanya melalui lomba virtual tour. Ini bisa memanfaatkan media digital agar desa wisata Jawa Timur dapat lebih dikenal oleh khalayak umum.</p>



<p>&#8220;Apresiasi setinggi-tingginya, saya ucapkan kepada Kabupaten Sumenep. Desa Aeng Tong-tong memecahkan rekor MURI sebagai desa dengan empu keris terbanyak di dunia. Selain itu, desa Aeng Tong Tong juga dinobatkan sebagai juara I ADWI 2022 kategori daya tarik pengunjung,&#8221; paparnya.</p>



<p>Diharapkannya, seni pembuatan keris lestari dari generasi ke generasi dan menjadi kebanggaan Jawa Timur di kancah internasional. “Festival Dewi Cemara 2023 hadir sebagai perwujudan Nawa Bhakti Satya Jatim Bhakti Ke-9 yakni Jatim Harmony melalui pengembangan dan pembinaan desa wisata,” kata Gubernur. <strong>(edo/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200991</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
