<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>1 Muharram &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/1-muharram/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 28 Jul 2022 11:45:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>1 Muharram &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Peringati 1 Muharram, TP PKK Lamongan Gelar Khitan Gratis 100 Anak</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-1-muharram-tp-pkk-lamongan-gelar-khitan-gratis-100-anak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2022 11:45:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[1 Muharram]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Khitan Massal]]></category>
		<category><![CDATA[Khitanan Massal]]></category>
		<category><![CDATA[TP PKK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=172841</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Dalam rangka memperingati 1 Muharram 1444 H, TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Kabupaten  Lamongan menggelar khitanan masal, Kamis (28/07/2022) tadi. Bertempat di Halaman Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan, kegiatan ini diikuti oleh 100 anak dari berbagai kecamatan di Lamongan. Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, yang hadir untuk membuka pelaksanaan khitan massal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Dalam rangka memperingati 1 Muharram 1444 H, TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Kabupaten  Lamongan menggelar khitanan masal, Kamis (28/07/2022) tadi. Bertempat di Halaman Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan, kegiatan ini diikuti oleh 100 anak dari berbagai kecamatan di Lamongan.</p>



<p>Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, yang hadir untuk membuka pelaksanaan khitan massal berharap anak-anak yang akan dikhitan tersebut, setelah dikhitan lebih rajin dalam beribadah. &#8220;Saya doakan, mudah-mudah yang sunat hari ini setelah di sunat nanti akan menjadi anak-anak yang pinter, anak-anak yang baik, anak-anak yang kuat dan tentu masa depannya masa depan yang cerah ceria. Termasuk, mendapatkan bimbingan petunjuk dan ridho dari Allah SWT, menjadi anak yang sholeh, setelah di sunat salatnya tambah rajin juga semakin berbakti pada orang tua,&#8221; ujar Bupati Yuhronur.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, untuk mengurangi ketegangan anak-anak yang menjadi peserta khitan, Bupati Yuhronur juga menanyakan pertanyaan terkait hafalan surat, doa-doa hingga isi Pancasila. Tak ayal, suasana pun berlangsung begitu dinikmati peserta.</p>



<p>Masih menurut Bupati Yuhronur, bahwa pelaksanaan khitan massal tersebut adalah dalam rangka peringatan 1 Muharram. &#8220;Dalam rangka peringatan 1 Muharram, ini dikoordinasi oleh TP PKK bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, RSUD Soegiri, PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) dan IDI (Ikatan Dokter Indonesia). Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, akan menambah kesehatan pada anak-anak,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>Ketua TP PKK Lamongan, Anis Kartika Yuhronur, dalam kesempatan itu menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu membantu meringankan beban orang tua terkait biaya khitan yang mulai mahal. &#8220;Gratis untuk 100 peserta, dapat uang saku 100 ribu, ditambah Pak Bupati 50 ribu. Lalu, peserta juga dapat sarung dan tas. Semoga dengan pelaksanaan ini, anak-anak nanti bisa menjadi anak yg soleh. Tentunya, karena sunat ini juga merupakan kewajiban bagi anak laki-laki yang sudah mampu, maka harus mau dan berani untuk sunat. Kami membantu, ini karena sekarang sunat itu sudah mahal,&#8221; ungkap Ketua TP PKK Lamongan.</p>



<p>Dalam pelaksanaan itu, metode khitan yang dipilih adalah metode laser atau cutter. Metode laser atau cutter, yakni metode khitan menggunakan alat kauter atau bedah listrik untuk memotong kulit kepala kemaluan tanpa menimbulkan pendarahan.</p>



<p>Disampaikan pula oleh perwakilan PPNI Lamongan, Malik, bahwa setelah dikhitan anak-anak dapat makanan dan minum bebas tanpa ada pantangan, kecuali alergi. Tidak hanya itu, anak yang dikhitan pada khitan massal ini, diperbolehkan melakukan kontrol di puskesmas dengan membawa kalung peserta. <strong>(zen/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">172841</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Buka Festival Muharram 1440 Hijriyah, Gali Potensi Gelar Prestasi</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-buka-festival-muharram-1440-hijriyah-gali-potensi-gelar-prestasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Sep 2018 15:52:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[1 Muharram]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Bondowoso]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/55618-bupati-buka-festival-muharram-1440-hijriyah-gali-potensi-gelar-prestasi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso&#8212;- Festival Muharram dan gelar seni budaya tahun 2018 secara resmi telah dibuka oleh Bupati Bondowoso, Drs H Amin Said Husni, di Alun-alun Raden Bagus Asra Ki Ronggo, Rabu malam (12/9/2018). Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong yang dilangsungkan dengan seni tari dari SMPN 2 Bondowoso. Hadir pada acara pembukaan festival tersebut, Wakil Bupati Bondowoso, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Memontum Bondowoso&#8212;-</p>
<p>Festival Muharram dan gelar seni budaya tahun 2018 secara resmi telah dibuka oleh Bupati Bondowoso, Drs H Amin Said Husni, di Alun-alun Raden Bagus Asra Ki Ronggo, Rabu malam (12/9/2018). Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong yang dilangsungkan dengan seni tari dari SMPN 2 Bondowoso.</p>
<p>Hadir pada acara pembukaan festival tersebut, Wakil Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin, Forum pimpinan daerah (Forpimda) para kepala OPD, tokoh masyarakat dan camat. Festival Muharram kali ini mengusung tema &#8220;Menggali Potensi, Menggelar Prestasi&#8221;.</p>
<p>Ditambah lagi ribuan masyarakat yang membludak. Penyelenggaraan Festival Muharram dan gelar ragam seni budaya tersebut, dalam rangka ajang kompetensi potensi lokal, yang juga merupakan sarana yang strategis untuk menunjukkan keunggulan masing-masing produk, dalam produk lokal maupun produk luar daerah.</p>
<p>Bupati Bondowoso, dalam sambutannya mengatakan, Pemkab Bondowoso akan terus berupaya menguatkan dan mengembangkan produk lokal baik dari segi jenis produk maupun kualitasnya. Hal ini dikarenakan dibuktikan bahwa di Bondowoso telah tumbuh pesat produk hasil usaha ekonomi kreatif yang mampu mengembangkan dinamika perekonomian masyarakat.</p>
<p>“Penyelenggaraan festival Muharram yang ke 11 tahun 2018 ini, merupakan salah satu upaya yang strategis untuk mempromosikan dan menggali berbagai potensi yang dimiliki masyarakat Bondowoso. Terlebih lagi diakhir masa jabatan saya selaku Bupati Bondowoso, harus siap berkompetisi dengan produk-produk didalam negeri maupun dari luar negeri,”kata Bupati Amin.</p>
<p>Untuk menyemarakkan potensi daerah, yang direncanakan berlangsung selama 10 hari, setiap harinya akan digelar berbagai macam festival dan lomba seni Budaya dari semua jenjang pendidikan sekolah, gelar ragam budaya dari 23 kecamatan berupa kesenian daerah yang menampilkan pelaku seni budaya dari masing-masing kecamatan.</p>
<p>Hal itu dilakukan untuk memotivasi keseriusan para peserta pameran dalam menampilkan stand, dan hasil produk unggulan untuk memanjakan pengunjung dari berbagai wilayah di kabupaten Bondowoso.</p>
<p>Sehingga, Amin Said Husni meminta kepada KH Salwa Arifin, selaku Bupati Bondowoso yang baru untuk melanjutkan festival Muharram ini, agar potensi-potensi lokal dapat terekspose dan dikenal oleh masyarakat luar.</p>
<p>“Dan diakhir masa jabatan saya selama 10 tahun memimpin Bondowoso dapat memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Bondowoso, tentu dengan segala kekurangan yang selama ini tidak dapat saya tuntaskan, maka KH Salwa Arifin sebagai pemimpin Bondowoso yang akan melanjutkan,”imbuhnya. <strong>(ifa/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">55618</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ribuan Pelajar Sumberbaru Jember Ramaikan Pawai Obor 1 Muharrom 1440 H</title>
		<link>https://memontum.com/ribuan-pelajar-sumberbaru-jember-ramaikan-pawai-obor-1-muharrom-1440-h</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Sep 2018 14:35:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[1 Muharram]]></category>
		<category><![CDATA[Pawai]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Baru Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=55320</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Ribuan siswa/siswi TPQ, Sekolah dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Tingkat Atas, dan pengurus masjid serta warga Desa Pringgowirawan Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember turun ke jalan untuk meramaikan pawai obor dalam rangka menyambut Tahun Baru islam 1440 Hijriah, Senin (10/9/2018) Malam. Kuran lebih 1500 orang itu membawa obor yang mereka buat sendiri, Tiang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember </strong>&#8211; Ribuan siswa/siswi TPQ, Sekolah dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Tingkat Atas, dan pengurus masjid serta warga Desa Pringgowirawan Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember  turun ke jalan untuk meramaikan pawai obor dalam rangka menyambut Tahun Baru islam 1440 Hijriah, Senin (10/9/2018) Malam. </p>
<p>Kuran lebih 1500 orang itu membawa obor yang mereka buat sendiri, Tiang obor yang digunakan adalah bambu seukuran genggaman tangan dan bambu yang digunakan adalah bambu yang masih hijau dan punya tekstur basah, dimana hal tersebut bertujuan untuk membuat api tidak menghanguskan bambu.</p>
<p>Camat Sumberbaru M. Yusuf dalam sambutannya menyampaikan adanya pawai tersebut diharapkan masyarakat Sumberbaru bisa semakin bersatu menjaga ukhuwah Islamiyah, dengan bersatunya umat muslim terutama di Sumberbaru secara otomatis akan menangkal radikalisme yang bisa memecah belah umat. </p>
<p>&#8220;Tahun baru Islam ini kami harapkan bisa menjadi ajang introspeksi diri, bersyukur dengan tahun yang telah kita lalui dan berusaha lebih baik untuk tahun yang akan datang dan Semoga dengan bersatunya umat maka radikalisme bisa hilang,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara Kapolsek Sumberbaru Ajun Komisaris Polisi Subagyo mengatakan dalam rangka mengamankan kegiatan agar berjalan Aman dan lancar pihaknya menurun puluhan Personil anggotanya. </p>
<p>&#8221; Untuk mengamankan kegiatan sebanyak 10 personil Kepolisian, 7 dari koramil dan 5 satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Sumberbaru. &#8221; ungkanya. <strong>(yud/yan) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">55320</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Satu Suro, Ribuan Warga Kediri Ziarah ke Sri Aji Jayabaya</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-satu-suro-ribuan-warga-kediri-ziarah-ke-sri-aji-jayabaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Sep 2018 14:26:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[1 Muharram]]></category>
		<category><![CDATA[Jayabaya]]></category>
		<category><![CDATA[ziarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=55312</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Dalam memperingati tahun baru 1440 Hijriah, ribuan masyarakat Kediri menggelar upacara ziarah ke tempat Pamoksan Raja Kerajaan Kediri Sri Aji Jayabaya di Desa Menang Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri Selasa (11/9/2018). Pada prosesi upacara diawali dengan menggelar Kirab Pusaka Tombak Kiai Bimo peninggalan Sri Aji Jayabaya, dan diakhiri prosesi tabur bunga oleh 16 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Dalam memperingati tahun baru 1440 Hijriah, ribuan masyarakat Kediri menggelar upacara ziarah ke tempat Pamoksan Raja Kerajaan Kediri Sri Aji Jayabaya di Desa Menang Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri Selasa (11/9/2018). </p>
<p>Pada prosesi upacara diawali dengan menggelar Kirab Pusaka Tombak Kiai Bimo  peninggalan Sri Aji Jayabaya, dan diakhiri prosesi tabur  bunga oleh 16 mojo putri atau anak gadis yang masih belia.</p>
<p>    Panitia upacara   Suratin  mengatakan,  ziarah 1 Suro diadakan dengan tujuan menghormati Sri Aji Jayabaya raja Kerajaan Kediri yang dikenal sebagai seorang raja yang memiliki sifat arif dan bijaksana, dan Raja ywng juga dikenal dengan ramalannya Jangka Jayabaya pada abad ke 11. </p>
<p>“ Kegiatan ini sebagai bentuk pelestarian budaya yang ada di Kabupaten Kediri, agar generasi muda Kediri berpartisipasi dalam kegiatan ini,” kata Suratin.</p>
<p>     Dalam proses ritual 1 Suroan itu Suratin menhajak laea peziarah untuk berdoa agar pemimpin yang kelak terpilih bisa amanah dengan tugas dan tanggung jawab kepada rakyat.</p>
<p>“ Kami berharap pemilu 2019 nanti berjalan lancar dan pemimpin yang terpilih bisa amanah sesuai dengan keinginan rakyat, ” ujarnya.         </p>
<p>Dalam irab Pusaka Tombak Kiai Bimo dimulai dari Balai Desa Menang, Kecamatan Pagu, menuju ke komplek Pamoksan Sri Aji Jayabaya itu  diikuti oleh ribuan warga dari dalam kediri bahkan dari luar jawa.</p>
<p>     Sedangkan dalam.kirap tersebuy yang paling depan membawa payung sebagai petunjuk, dan di belakangnya masyarakat yang mengenakan pakaian adat Jawa. Sesampainya di Pamoksan, ritual dilanjutkan dengan doa meminta keselamatan. </p>
<p>    Setelah dari pamoksan, kirab dilanjutkan menuju Sendang Tirtokamandau, yang dipercaya sebagai tempat bersucinya sang raja sebelum moksa.<strong>(im /aji/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">55312</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Rendra Ajak Warga Jaga Kerukunan, Kekompakan dan Rasa Persaudaraan</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-rendra-ajak-warga-jaga-kerukunan-kekompakan-dan-rasa-persaudaraan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Sep 2018 14:22:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[1 Muharram]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Kawi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/55308-bupati-rendra-ajak-warga-jaga-kerukunan-kekompakan-dan-rasa-persaudaraan</guid>

					<description><![CDATA[* Peringatan Tahun Baru Islam di Gunung Kawi Memontum Malang &#8211; Bupati Malang Dr.H.Rendra Kresna menghadiri Gebyar Ritual 1 Suro Pesarean Gunung Kawi untuk memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H Selasa (11/9/2018)siang tadi Pada tahun ini perayaan dikemas dalam sebuah kirab sesaji yang diikuti oleh seluruh masyarakat Kecamatan Wonosari. Masing-masing peserta membawa tumpeng [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>* Peringatan Tahun Baru Islam di Gunung Kawi</strong></h2>
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang Dr.H.Rendra Kresna menghadiri Gebyar Ritual 1 Suro Pesarean Gunung Kawi untuk memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H Selasa (11/9/2018)siang tadi Pada tahun ini perayaan dikemas dalam sebuah kirab sesaji yang diikuti oleh seluruh masyarakat Kecamatan Wonosari.</p>
<p>Masing-masing peserta membawa tumpeng untuk diletakaan pada jolen (tempat tumpeng yang dihias). Tak beda seperti tahun sebelumnya, dimana masyarakat Wonisari Gunung Kawi menggelar gebyar ritual 1 Suro dengan menampilkan beberapa rangkaian kegiatan seperti ikrar tumpeng di pesarean Eyang Djugo alias Kyai Zakaria dan Raden Mas Iman Soedjono. Yang kemudian, dilanjutkan dengan pembakaran sengkala, di Stadion Gebyar Suro, Gunung Kawi oleh Kepala Desa Wonosari Kuswanto. </p>
<p>Pembakaran sengkala atau ogoh-ogoh itu dimaksudkan untuk membuang hal-hal negatif pada masyarakat gunung kawi dan sebagai bentuk permohonan agar selalu dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa. </p>
<p>Tradisi yang diadakan setiap tahun ini selalu menarik perhatian wisatawan domestik dan mancanegara, yang juga membuat warga sekitar Gunung Kawi bertambah semangat untuk memeriahkan. Salah satunya dengan menjual beragam produk hasil olahan khas Wonosari. </p>
<p>Hal itu juga sebagai bentuk rasa syukur, atas benyaknya peziarah yang dapat meningkatkan taraf ekonomi, sosial dan budaya masyarakat sekitar Gunung Kawi. Bupati Malang Rendra Kresna, mengaku bersyukur dapat kembali melihat dan turut merasakan keguyubrukunan masyarakat Desa Wonosari.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">55308</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dikemas Berbeda, Puncak Lamongan Muharram Festival 1440 H  Suguhkan Muslim Fashion Carnival</title>
		<link>https://memontum.com/dikemas-berbeda-puncak-lamongan-muharram-festival-1440-h-suguhkan-muslim-fashion-carnival</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Sep 2018 14:18:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[1 Muharram]]></category>
		<category><![CDATA[Lamongan Muharram Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim Fashion Carnival]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=55301</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Puncak Lamongan Muharram Festival (LMF) 1440 Hijriah kali ini dikemas berbeda. Jalan protokol Kota Lamongan disulap menjadi panggung catwalk, untuk peragaan ratusan adibusana dalam Muslim Fashion Carnival. ​Bukan hanya karya desainer lokal, yakni Tara dan Ana. Sebanyak 140 busana muslim yang diperagakan oleh model pelajar SMA di Lamongan tersebut juga karya dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Puncak Lamongan Muharram Festival (LMF) 1440 Hijriah kali ini dikemas berbeda. Jalan protokol Kota Lamongan disulap menjadi panggung catwalk, untuk peragaan ratusan adibusana dalam Muslim Fashion Carnival.</p>
<p>​Bukan hanya karya desainer lokal, yakni Tara dan Ana. Sebanyak 140 busana muslim yang diperagakan oleh model pelajar SMA di Lamongan tersebut juga karya dari desainer nasional. Mereka diantaranya adalah Uswatun Chasanah, Inaraya, Akeyla Naraya dan Indah Alex dari Jakarta. Kemudian ada Nasywanisa, Ning She, Evy Hera, Rikzul, Dewi Marda serta Indy Faza dari Bekasi.</p>
<p><div id="attachment_55304" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://memontum.com/55301-dikemas-berbeda-puncak-lamongan-muharram-festival-1440-h-suguhkan-muslim-fashion-carnival/img_6075-copy" rel="attachment wp-att-55304"><img aria-describedby="caption-attachment-55304" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/09/IMG_6075-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="Model pelajar SMA di Lamongan menmperagakan sebanyak 140 busana muslim  karya dari desainer nasional" width="650" height="333" class="size-full wp-image-55304" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/09/IMG_6075-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/09/IMG_6075-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-55304" class="wp-caption-text"><em><strong>Model pelajar SMA di Lamongan menmperagakan sebanyak 140 busana muslim  karya dari desainer nasional</strong></em></p></div></p>
<p>​Selain bertema utama busana muslim, gaun yang diperagakan sebagian besar menggunakan batik tulis Lamongan sebagai material utama.</p>
<p>​Bupati Fadeli mengatakan sengaja menggelar Muslim Fashion Carnival sebagai bagian upaya syiar agama. ​Selain itu, dengan menjadikan batik khas Lamongan dalam balutan adibusana, dia berharap bisa mengangkat derajat produk lokal.</p>
<p><a href="https://memontum.com/55301-dikemas-berbeda-puncak-lamongan-muharram-festival-1440-h-suguhkan-muslim-fashion-carnival/img_6076-copy" rel="attachment wp-att-55305"><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/09/IMG_6076-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-55305" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/09/IMG_6076-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/09/IMG_6076-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>​Puncak LMF 1440 dilanjutkan dengan pawai taaruf berkeliling kota Lamongan seusai Isya’. Pawai Taaruf kali ini juga dikemas berbeda, dengan menyuguhkan deretan lampion kreasi 27 kecamatan di Lamongan.</p>
<p>​Sementara dalam refleksi pergantian tahun baru hijriahnya,Bupati Fadeli mengajak untuk menghargai waktu. ​“Momentum tahun baru hijriah ini mari kita maknai dengan semakin berkurangnya waktu, “ ujarnya. </p>
<p>​Karena itu dia mengajak untuk tawakal dan ikhlas. Menyerahkan sepenuhnya segala urusan kepada Allah SWT. “Cukuplah Allah sebagai penolong dan pelindung Kami, “ kata dia.</p>
<p>“Semoga masih ada waktu, untuk berbuat baik dan membahagiakan sesama, “ pungkasnya. <strong>(ifa/zen/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">55301</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sambut Tahun Baru Islam, Ratusan Siswa Smamita Berbagi 1001 Nasi Kotak</title>
		<link>https://memontum.com/sambut-tahun-baru-islam-ratusan-siswa-smamita-berbagi-1001-nasi-kotak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Sep 2018 14:14:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[1 Muharram]]></category>
		<category><![CDATA[Smamita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/55299-sambut-tahun-baru-islam-ratusan-siswa-smamita-berbagi-1001-nasi-kotak</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Ratusan siswa dan siswi SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) menyambut kedatangan tahun baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriyah dengan cara yang berbeda. Jika sekolah lainnya, menggelar karnaval di sekolah berlantai 8 ini, justru membagikan 1001 nasi kotak. Ribuan nasi kotak ini, dibawa para siswa, siswi, guru dan bagian Tata Usaha (TU) sekolah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Ratusan siswa dan siswi SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) menyambut kedatangan tahun baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriyah dengan cara yang berbeda. Jika sekolah lainnya, menggelar karnaval di sekolah berlantai 8 ini, justru membagikan 1001 nasi kotak.</p>
<p>Ribuan nasi kotak ini, dibawa para siswa, siswi, guru dan bagian Tata Usaha (TU) sekolah itu. Setiap orang membawa minimal 2 nasi kotak dan maksimal 5 nasi kota.</p>
<p>Nasi kotak ini, selain dibagikan kepada ratusan pengguna jalan di depan sekolah, juga dibagikan ke lembaga sekolah lainnya di depan Smamita. Selain itu, juga dibagikan ke warga sekitar sekolah terutama yang ada di kanan kiri dan belakang sekolah. Sisanya digunakan makan bersama siswa, siswi, para dewan guru dan pegawai TU dengan cara bertukar nasi kotak di aula sekolah itu.</p>
<p>Bahkan sekelompok siswa, juga bergegas menuju Pasar Sepanjang, Kecamatan Taman untuk membagikan nasi kotak itu. Sontak nasi kotak itu menjadi rebutan para pedagang dan pengunjung pasar tradisional itu </p>
<p>&#8220;Kami merayakan 1 Muharram dengan berbagi nasi kotak. Tujuannya mengajarkan siswa dan siswi mandiri, berbagi rejeki dan berbagi rasa dengan warga lain dan teman-temannya sendiru,&#8221; terang Kepala Smamita, Zainal Arif Fakhrudi Senin (10/09/2018).</p>
<p>Lebih jauh, pria yang akrab dipanggil Arif ini menguraikan sebelum acara berbagi 1001 nasi kotak siswa diminta membawa 2 nasi kotak. Namun kemudian kebanyakan sebagian siswa maupun guru membawa nasi kotak 2 &#8211; 5 nasi kotak.</p>
<p>&#8220;Yang penting ikhlas dalam misi berbagi sekolah dengan warga dan lingkungan sekitar ini,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara salah satu siswi kelas 12 IPA 1, Imara Al Hamani mengaku acara berbagi nasi kotak ini unik dan nyentrik. Kegiatan ini lebih berkesan daripada karnaval maupun pawai. Alasannya, kegiatan berbagi 1001 nasi kotak lebih memupuk kepedulian terhadap sesama.</p>
<p>&#8220;Kepedulian masyarakat sekitar dan masyarakat umum bisa memicu empati siswa dan kepekaan sosial. Kalau karnaval dan pawai hanya hura-hura saja,&#8221; pungkasnya. <strong>(wan/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">55299</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Becirongengor Gebyar 1001 Tumpeng</title>
		<link>https://memontum.com/becirongengor-gebyar-1001-tumpeng</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Sep 2018 13:48:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[1 Muharram]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Becirongengor]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Baru Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/55285-becirongengor-gebyar-1001-tumpeng</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Menyambut tahun baru 1440 Hijriah, warga Desa Becirongengor Kecamatan Wonoayu tumpengan bersama. Pada malam 1 Muharram tersebut seluruh warga turun ke jalan desa duduk berhadapan dengan kenduri 1001 tumpeng di depannya . Mereaka duduk berjajar sepanjang 800 meter dari balaidesa sampai masjid Roudlotul Jannah di sisi barat desa. Pada kesempatan itu w [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Menyambut tahun baru 1440 Hijriah, warga Desa Becirongengor  Kecamatan Wonoayu tumpengan bersama.  Pada malam 1 Muharram tersebut  seluruh warga  turun ke jalan desa duduk berhadapan dengan kenduri 1001  tumpeng di depannya .</p>
<p> Mereaka duduk berjajar  sepanjang 800 meter dari balaidesa sampai masjid Roudlotul Jannah di sisi barat desa. Pada kesempatan itu w arga  memunajatkan do&#8217;a keberkahan dan bersyukur kepada Yang Maha Kuasa . </p>
<p>Warga desa yang Islami sangat menjaga tali silaturahmi dan  kebersamaan , sebagaimana disampaikan oleh H. Musbihin Chozin, takmir masjid. Menuurtnya, kenduri tumpeng adalah bentuk rasa syukur kepada Allah atas nikmat yang telah diterima. Adapun 1 Muharram adalah tahun baru Islam yang menjadi salah satu momen silaturahmi dan  simbul kerukunan umat yang harus dijaga.</p>
<p>Kepala Desa Becirongengor. H. M. Nurrohman menyatakan , gebyar 1001 tumpeng tersebut  satu dari serangkain acara gebyar Muharram di Becirongengor. Sebelumnya digelar, kegiatan sosial untuk warga yang tidak mampu dialnjutkan  pengajian. Ini  menjadi cermin kehidupan sosial warga desa . </p>
<p> Sementara jalan sehat dengan hadiah  yang menarik menjadi hiburan di  setiap tahun baru hijriah. Semua menjadi wujud kebersamaan. </p>
<p>&#8221; Seperti yang anda lihat sendiri. Warga sangat antusias mengikuti tumpengan. Mereka swadaya mengeluarkan biaya setiap keluarga untuk syukuran . Saya senang, ini wujud kebersamaan  warga dalam menjalin gotong royong di kehidupan kampung. Cermin seperti ini adalah modal utama melaksanakan pembangunan yang partisipatif di desa, &#8221; ungkapnya bangga. <strong>(par/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">55285</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
