<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>adalah &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/adalah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 14 Mar 2025 11:45:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>adalah &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hari ke 4 Tausiyah Pondok Ramadan, Mbak Cicha Sebut Keluarga adalah Pilar Ketahanan Bangsa</title>
		<link>https://memontum.com/hari-ke-4-tausiyah-pondok-ramadan-mbak-cicha-sebut-keluarga-adalah-pilar-ketahanan-bangsa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[adalah]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga,]]></category>
		<category><![CDATA[ketahanan]]></category>
		<category><![CDATA[pondok]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220236</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, menegaskan bahwa keluarga merupakan unit terkecil masyarakat yang memiliki peran krusial dalam menjaga ketahanan nasional. Keterangan itu disampaikan Mbak Cicha-sapaan akrabnya, dalam kegiatan Tausiyah Pondok Ramadan yang berlangsung di Pendopo Panjalu Jayati, Kamis (13/03/2025) tadi. Pada hari ke empat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, menegaskan bahwa keluarga merupakan unit terkecil masyarakat yang memiliki peran krusial dalam menjaga ketahanan nasional. Keterangan itu disampaikan Mbak Cicha-sapaan akrabnya, dalam kegiatan Tausiyah Pondok Ramadan yang berlangsung di Pendopo Panjalu Jayati, Kamis (13/03/2025) tadi.</p>



<p>Pada hari ke empat Tausiyah Pondok Ramadan kali ini, mengambil tema &#8216;Ketahanan Keluarga&#8217;. “Keluarga merupakan unit terkecil dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Maka dari itu, ketahanan keluarga sangat penting sebagai pilar ketahanan nasional,” kata Mbak Cicha.</p>



<p>Dirinya juga menyampaikan, bahwa selain meningkatkan iman dan taqwa, kegiatan tausiyah ini bertujuan memperkaya aspek spiritual dan pemahaman keagamaan bagi masyarakat Kabupaten Kediri. Melalui rangkaian Tausiyah Pondok Ramadan setiap Selasa dan Kamis, Mbak Cicha berharap tema yang disampaikan oleh pemateri setiap sesi, itu dapat menjadi bekal bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.</p>



<p>“Tentu saja saya berharap, setiap materi bisa diterapkan dengan baik,” paparnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Pemateri Tausiyah Ramadan, Tatik Imadatus Sa’adati, menjelaskan bahwa ketahanan keluarga merupakan bagian integral dari ketahanan bangsa. Menurutnya, terdapat tiga kunci utama dalam menjaga ketahanan keluarga, yakni komunikasi yang baik, motivasi yang kuat dan apresiasi antar anggota keluarga.</p>



<p>“Ketiganya ini adalah kebutuhan, pbukan keinginan. Sehingga, harus diusahakan,” jelasnya.</p>



<p>Adapun serangkaian kegiatan tausiyah Pondok Ramadan ini, telah dimulai sejak Selasa (04/03/2025) lalu, dengan tema &#8216;Bekal Mengisi Bulan Ramadan&#8217;. Sementara dalam giat Tausyah Kamis (06/03/2025), bertemakan &#8216;Fiqih Wanita&#8217;. Lalu untuk Selasa (11/03/2025) membahas &#8216;Cahaya Al-Quran&#8217; dan Kamis (13/03/2025) membahas &#8216;Ketahanan Keluarga&#8217;.</p>



<p>Sehingga, tersisa dua kegiatan tausiyah yang akan berlangsung pada Selasa (18/03/2025) bertemakan &#8216;Sehat Mental Menuju Kebahagiaan Dunia Akhirat&#8217;, serta Kamis (20/03/2025) dengan tema &#8216;Meraih Kemenangan Ramadan&#8217;. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220236</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Molong Kopi Sareng Bupati, Kadis Pertangan Situbondo Sebut Kopi Kayumas Adalah Kopi Organik.</title>
		<link>https://memontum.com/molong-kopi-sareng-bupati-kadis-pertangan-situbondo-sebut-kopi-kayumas-adalah-kopi-organik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Jun 2024 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[adalah]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kayumas]]></category>
		<category><![CDATA[molong]]></category>
		<category><![CDATA[organik]]></category>
		<category><![CDATA[pertangan]]></category>
		<category><![CDATA[sareng]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210970</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Molong kopi sareng Bupati (petik kopi bareng Bupati saat panen kopi, red) menjadi agenda yang ditunggu oleh masyarakat petani kopi di perkebunan Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa Situbondo. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Kadis Pertangan) Kabupaten Situbondo, Dadang Aries Bintoro, menjelaskan bahwa Kopi Kayumas di Kecamatan Arjasa, sudah menjadi kopi organik. Tentunya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Molong kopi sareng Bupati (petik kopi bareng Bupati saat panen kopi, red) menjadi agenda yang ditunggu oleh masyarakat petani kopi di perkebunan Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa Situbondo.</p>



<p>Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Kadis Pertangan) Kabupaten Situbondo, Dadang Aries Bintoro, menjelaskan bahwa Kopi Kayumas di Kecamatan Arjasa, sudah menjadi kopi organik. Tentunya, itu menjadi salah satu kelebihan kopi tersebut.</p>



<p>Hal itu, dikatakan oleh Dadang saat menyampaikan sambutan dalam acara Molong Kopi Sareng Bupati di lahan Kopi Arabika di Dusun/Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa, Jumat (21/06/2024) tadi. &#8220;Kopi Kayumas ini sudah menjadi kopi organik. Petani di sini sudah tidak menggunakan pupuk kimia sama sekali. Sehingga, produk kopi Kayumas kita ini banyak dicari pasar nasional maupun global,&#8221; katanya.</p>



<p>Ditambahkan Dadang, para petani kopi Kayumas juga sudah mampu mengolah kopi hasil panen menjadi kopi siap saji dengan kemasan yang menarik. Sehingga, ini bisa meningkatkan pendapatan mereka.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Saat ini petani kopi Kayumas tidak hanya memproduksi kopi gelondongan. Namun, tetapi juga memproduksi kopi siap saji. Dan ini dijual ke berbagai daerah di Indonesia,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dadang menjelaskan, ada beberapa wilayah yang menjadi sentra kopi di Kabupaten Situbondo. Diantaranya di Desa Kayumas dan Dusun Taman Dadar, Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa, Kecamatan Sumbermalang, Kecamatan Jatibanteng, dan Kecamatan Mlandingan.</p>



<p>&#8220;Perlu saya sampaikan, di Situbondo ada 7 juta lebih pohon kopi, baik itu jenis arabika maupun robusta. Jutaan pohon kopi ini tumbuh subur di lahan seluas 34.492 hektare dan total produksi 8.218 ton,&#8221; urainya.</p>



<p>Sementara itu, salah satu petani Kopi Kayumas, Dedi menjelaskan bahwa harga Kopi Arabika basah Kayumas mengalami kenaikan. Dari yang awalnya Rp 14 ribu perkilogram menjadi Rp16 ribu perkilogram.</p>



<p>&#8220;Untuk satu hektare lahan pertanian kopi di sini, itu mampu menghasilkan 3 sampai 4 ton kopi basah atau istilahnya itu gelondongan. Musim panen sendiri, mulai bulan ini sampai empat bulan ke depan,&#8221; ujarnya. <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210970</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pembunuh Mahasiswi UM Asal Ngawi Terungkap, Pelaku Adalah Cucu Ponakan Pemilik Kos</title>
		<link>https://memontum.com/pembunuh-mahasiswi-um-asal-ngawi-terungkap-pelaku-adalah-cucu-ponakan-pemilik-kos</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2024 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[adalah]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuh]]></category>
		<category><![CDATA[pemilik]]></category>
		<category><![CDATA[ponakan]]></category>
		<category><![CDATA[terungkap,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209331</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Misteri kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Negeri Malang (UM) berinisial DIL (18), warga Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, di tempat tidur kamar kosnya Jalan Sumbersari Gang V C, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang pada Kamis (22/12/2022) lalu, akhirnya terungkap. Terduga pelakunya adalah Hisyam Akbar Pahlvi alias Zombie (19), warga Jalan Bendungan Sutami Gang I, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Misteri kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Negeri Malang (UM) berinisial DIL (18), warga Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, di tempat tidur kamar kosnya Jalan Sumbersari Gang V C, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang pada Kamis (22/12/2022) lalu, akhirnya terungkap. Terduga pelakunya adalah Hisyam Akbar Pahlvi alias Zombie (19), warga Jalan Bendungan Sutami Gang I, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru.</p>



<p>Sekedar diketahui, bahwa Hisyam adalah cucu dari keponakan pemilik kos yang dihuni oleh korban. Korban sendiri meninggal setelah ditikam sebanyak dua kali oleh Hisyam, dengan menggunakan pisau dapur.</p>



<p>Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto, mengatakan bahwa tersangka HA (Hisyam) saat melakukan aksinya masih berumur 17 tahun 9 bulan. Sebelum kejadian, tersangka sempat datang ke rumah warga atau teman berinisial EC di sekitar lokasi, dalam kondisi mabuk dengan membawa Miras.</p>



<p>&#8220;Pada Rabu (22/12/2022) sekitar pukul 01.00, HA berpamitan ke teman-temannya untuk keluar membeli rokok. Namun bukannya membeli rokok, tersangka malah menuju ke rumah kos milik kakeknya itu,&#8221; terang Kompol Danang, Senin (13/05/2024) tadi.</p>



<p>Karena rumah kos tersebut adalah rumah kakeknya, Hisyam dengan mudah bisa masuk dan mengetahui seluk beluk lokasi. &#8220;Pelaku HA ini kemudian mengambil pisau di dapur Lantai II kos. Selanjutnya, tersangka turun ke Lantai I dan berencana melakukan aksi pencurian. Semula HA berencana masuk ke kamar no 6. Saat itu, dirinya gagal masuk karena pintu kamar no 6 terkunci. Kemudian menuju ke kamar no 4. Saat dibuka, kamar dalam kondisi tidak terkunci dan mendapati korban sedang tidur sambil memeluk bantal,&#8221; urainya.</p>



<p>Hanya saja, dalam kejadian itu aksi Hisyam dipergoki oleh korban yang terbangun. Saat itulah, Hisyam langsung membekap wajah korban dengan menggunakan bantal. Tidak hanya itu, Hisyam juga menikam dada kanan dan kiri korban dengan menggunakan pisau dapur yang dibawanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Setelah korban meninggal, Hisyam kemudian mencuri ponsel Infinix milik korban. &#8220;HA kemudian kembali ke Lantai II, untuk mencuci pisau tersebut di depan kamar mandi. Setelah itu, pisau dapur tersebut dikembalikan di tempat semula. Saat hendak keluar rumah, HA melihat ada CCTV yang mengarah kepadanya. Dirinya pun kemudian merusak CCTV tersebut dan membuangnya di gerobak sampah. Usai melakukan aksinya itu, HA kembali ke rumah temannya berinisial EC, seolah tidak terjadi apa-apa&#8221; jelasnya.</p>



<p>Kejadian yang menimpa korban sendiri, baru diketahui siang harinya oleh teman kosnya. Saat itu, korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah. Kejadian ini, selanjutnya dilaporkan ke Polsek Lowokwaru hingga diteruskan ke Polresta Malang Kota.</p>



<p>Sementara itu, Hisyam sendiri diketahui menjual ponsel hasil rampokannya ke Comboran. HP tersebut dijual seharga Rp 570 ribu kepada AK alias Kodir (48), warga Jalan Muharto, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing. Petugas terus melakukan pendalaman, meskipun saat itu minim saksi.</p>



<p>&#8220;Alat bukti minim sehingga kita melakukan pendalaman. Saya sampaikan belum terungkap bukan berarti kita lupakan, namun kita masih terus melakukan pendalaman. Dari pendalaman ini, ada saksi yang mengenali sosok yang tertangkap CCTV melintas di sekitar kos. Ada persesuaian alat bukti dan keterangan saksi,&#8221; jelas Kompol Danang.</p>



<p>Hisyam sendiri akhirnya dibekuk petugas Reskrim Polresta Malang Kota, pada Kamis (09/05/2024). &#8220;Kami sudah melakukan pra rekontruksi. Memang keseharian HA, track record buruk dan terindikasi terlibat penyalahgunaan Narkoba,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selain menangkap Hisyam sebagai pelaku pembunuhan dan perampokan, petugas juga mengamankan Kodir sebagai penadah hasil kejahatan. &#8220;Tersangka HA kami kenakan Pasal 340 KUHP atau Pasal 365 Ayat 3 KUHP atau Pasal 76C Jo Pasal 80 Ayat 3 UU RI No 35 tahun 2024 tentang perlindungan anak (saat melakukan aksinya, masih berusia 17 tahun). &#8220;Ancamannya 20 tahun penjara,&#8221; tegasnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209331</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polresta Malang Kota Pastikan Maraknya Aksi Begal di Kota Malang Adalah Hoaks</title>
		<link>https://memontum.com/polresta-malang-kota-pastikan-maraknya-aksi-begal-di-kota-malang-adalah-hoaks</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2024 14:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[adalah]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[maraknya]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[polresta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204848</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Masyarakat Kota Malang akhir-akhir ini diresahkan dengan informasi begal. Untuk menjawab keresahan ini, petugas Polresta Malang Kota melakukan aksi penyelidikan dan jemput bola, meskipun selama ini tidak ada korban pembegalan yang melapor. Dari hasil penyelidikan, Satreskrim Polresta Malang Kota menegaskan bahwa informasi pembegalan di Kota Malang yang marak di media sosial [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Masyarakat Kota Malang akhir-akhir ini diresahkan dengan informasi begal. Untuk menjawab keresahan ini, petugas Polresta Malang Kota melakukan aksi penyelidikan dan jemput bola, meskipun selama ini tidak ada korban pembegalan yang melapor. Dari hasil penyelidikan, Satreskrim Polresta Malang Kota menegaskan bahwa informasi pembegalan di Kota Malang yang marak di media sosial adalah hoaks dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya.</p>



<p>Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto, mengatakan bahwa setelah kepolisian melakukan penyelidikan di lapangan diantaranya dugaan aksi begal di depan kawasan Masjid Sabilillah, Kecamatan Blimbing, kemudian di daerah Ranugrati Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang dan baru-baru ini terjadi di sekitar sekolah Cor Jesu atau Jalan Jaksa Agung Suprapto serta di kawasan Jalan Mayjen Panjaitan/Betek, tidak bisa dipastikan kebenarannya. &#8220;Begitu juga terkait postingan isu begal di beberapa TKP di Kota Malang, yang dibuat oleh selegram maupun konten kreator. Kami sudah lakukan penyelidikan. Dari penyelidikan tersebut, ternyata para konten kreator itu tidak mengetahui secara pasti kejadiannya. Mereka itu hanya melihat dari sosial media lain atau hanya mendengar selentingan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Bahkan para selegram yang membuat isu begal tersebut, juga sudah membuat klarifikasi baik surat maupun video. Bahwa, apa yang disampaikan itu tidak bisa dipastikan kebenarannya.</p>



<p>&#8220;Mereka hanya mendengar slentingan saja tanpa melakukan verifikasi kebenarannya,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Petugas juga mendatangi satu persatu lokasi yang di sebut-sebut sebagai lokasi pembegalan. Dalam penyelidikan, petugas melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan rekaman CCTV.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Terkait postingan isu begal yang terjadi di dekat Masjid Sabilillah, sampai sekarang yang bersangkutan belum kita mintai keterangan karena sulit dihubungi. Isu dugaan begal di Jalan Mayjen Panjaitan, kami sudah memeriksa beberapa saksi dan CCTV. Kami memeriksa beberapa saksi warga. Memang ada sebuah motor Yamaha Aerox melintas, tetapi tidak melihat adanya pembegalan atau gerombolan yang mengikutinya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Begitu juga dengan yang terjadi di Jalan Jaksa Agung Suprapto dekat Sekolah Cor Jesu,&nbsp; pihaknya telah memeriksa CCTV. Tidak ditemukan adanya gerombolan orang membawa senjata tajam yang membuntuti.</p>



<p>“Kami sudah memeriksa rekaman CCTV. Saat kami periksa sesuai jam dan kejadian, tidak ditemukan adanya gerombolan begal yang membuntuti terduga korban,” ujarnya.</p>



<p>Sedangkan isu begal di Ranugrati Sawojajar, petugas kepolisian memastikan hoaks. &#8220;Kalau yang di Ranugrati dipastikan adalah hoaks. Cerita begal itu dibuat agar yang bersangkutan bisa terhindar dari lilitan hutang,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu cek dan mengecek kembali kebenarannya, sebelum memposting sesuatu di media sosial. &#8220;Verifikasi terlebih dahulu sebelum memposting. Cek dulu kebenaran faktanya agar tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Admin kontens media sosial harus berhati-hati harus cek terlebih dahulu faktanya bagaimana. Agar tidak memimbulkan kegaduhan masyarakat dan tidak memimbulkan sanksi pidana,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204848</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terungkap, Mayat Jadi Belulang di Hutan Pohon Jati Banyuanyar adalah Warga yang Dilaporkan Hilang</title>
		<link>https://memontum.com/terungkap-mayat-jadi-belulang-di-hutan-pohon-jati-banyuanyar-adalah-warga-yang-dilaporkan-hilang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Aug 2023 09:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[adalah]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuanyar]]></category>
		<category><![CDATA[belulang]]></category>
		<category><![CDATA[dilaporkan]]></category>
		<category><![CDATA[hilang]]></category>
		<category><![CDATA[terungkap,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196343</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Identitas mayat yang menyisakan tulang belulang di Hutan Pohon Jati Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, akhirnya terungkap. Itu setelah, pihak keluarga korban yang sebelumnya melaporkan telah kehilangan keluarganya, memastikan bahwa korban tersebut adalah Holima (43), warga Desa Liprak Kulon, Kecamatan Banyuanyar. Kapolres Probolinggo, AKBP Wisnu Wardana, mengatakan bahwa jenazah yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Identitas mayat yang menyisakan tulang belulang di Hutan Pohon Jati Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, akhirnya terungkap. Itu setelah, pihak keluarga korban yang sebelumnya melaporkan telah kehilangan keluarganya, memastikan bahwa korban tersebut adalah Holima (43), warga Desa Liprak Kulon, Kecamatan Banyuanyar.</p>



<p>Kapolres Probolinggo, AKBP Wisnu Wardana, mengatakan bahwa jenazah yang ditemukan warga di Hutan Pohon Jati Desa Liprak Kidul tersebut adalah Holima. Korban, sebelumnya sudah dilaporkan tidak pulang sejak beberapa waktu lalu. Jenazah tersebut, sudah dipastikan oleh suami korban, saat melakukan pengecekan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyojati Kraksaan-Probolinggo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Betul (Holima, red). Info itu dari suaminya, yang memastikan langsung kalau jenazah tersebut adalah istrinya,&#8221; terangnya, Selasa (21/08/2023) tadi.</p>



<p>Suami korban sendiri, tambahnya, mengaku mengenali jenazah korban adalah istrinya melalui pakaian yang melekat. Selain itu, terdapat perhiasan yang masih ada di tubuh korban.</p>



<p>&#8220;Suami korban mengenali dari pakaian dan aksesoris jenazah yang ada di lokasi,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan sebelumnya, warga Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo dibuat geger dengan adanya penemuan mayat yang menyisakan belulang di tengah Hutan Pohon Jati. Warga menemukan mayat tersebut, dalam keadaan mulai membusuk. Warga kemudian melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196343</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadiri MPLS serentak di Lamongan, Bupati Yuhronur Sebut Transisi PAUD ke SD adalah Masa Menyenangkan</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-mpls-serentak-di-lamongan-bupati-yuhronur-sebut-transisi-paud-ke-sd-adalah-masa-menyenangkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jul 2023 13:22:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[adalah]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[masa]]></category>
		<category><![CDATA[menyenangkan]]></category>
		<category><![CDATA[MPLS]]></category>
		<category><![CDATA[PAUD]]></category>
		<category><![CDATA[sebut]]></category>
		<category><![CDATA[serentak]]></category>
		<category><![CDATA[Transisi]]></category>
		<category><![CDATA[yuhronur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193606</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) jenjang SD sederajat tahun ajaran 2023/2024 diselenggarakan serentak di Kabupaten Lamongan, Selasa (18/07/2023) tadi. Bahkan, sejumlah pejabat setempat turun langsung memberikan motivasi kepada anak-anak di seluruh sekolah dasar di wilayah kerjanya masing-masing. Hal ini dilakukan, sebagai wujud transisi PAUD ke SD yang menyenangkan bagi peserta didik di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) jenjang SD sederajat tahun ajaran 2023/2024 diselenggarakan serentak di Kabupaten Lamongan, Selasa (18/07/2023) tadi. Bahkan, sejumlah pejabat setempat turun langsung memberikan motivasi kepada anak-anak di seluruh sekolah dasar di wilayah kerjanya masing-masing. Hal ini dilakukan, sebagai wujud transisi PAUD ke SD yang menyenangkan bagi peserta didik di Lamongan.</p>



<p>Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, bersama Bunda PAUD Lamongan, Anis Kartika Yuhronur serta Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Munif Syarif, tampak nengunjungi MPLS di SD Negeri 1 Baturono, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongam. Mereka, mendapat sambutan meriah dari peserta didik yang mengikuti MPLS.</p>



<p>Di hadapan peserta MPLS, Bunda Anis memotivasi anak-anak untuk tidak takut masuk SD. Karena di lingkungan SD, juga akan diajari berbagai ilmu dengan cara yang menyenangkan. Selain memberi motivasi kepada peserta MPLS, Bunda juga berinteraksi langsung dengan anak-anak.</p>



<p><strong>Baca juga </strong>:</p>





<p>&#8220;Pada pagi ini, Bapak Bupati Lamongan dan Ibu ingin memberikan semangat kepada anak-anak yang mulai masuk SD. Anak-anak tidak usah takut, karena di SD juga akan diajari berbagai ilmu dengan cara yang menyenangkan,&#8221; ujar Bunda PAUD.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa melalui MPLS ini, siswa menjadikan sekolah sebagai tempat yang aman dan nyaman sebagai taman pembelajaran yang menyenangkan. Lebih-lebih, kegiatan ini dalam rangka tindak lanjut mendukung penguatan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, kehadiran saya di sini bisa mendukung dan mensukseskan program penguatan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan di Lamongan. Melalui MPLS ini, harus menyenangkan secara fisik dan emosional untuk tahapan kejiwaan anak-anak ke depannya,&#8221; terangnya.</p>



<p>Bupati Yuhronur juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi Forum PAUD SD. &#8220;Ini forum yang luar biasa, karena terjadi interaksi antara guru PAUD dan SD. Sehingga dari forum ini tumbuh ide-ide dan gagasan dalam mendidik anak-anak. Ini akan menciptakan generasi berkualitas bagi anak-anak agar tumbuh dengan optimal,&#8221; ujarnya. <strong>(zen/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193606</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ikuti Silaturahmi Saha Nguri-Uri Budaya Jawa Kidungan, Bupati Malang Sampai Perbedaan Adalah Pluralisme</title>
		<link>https://memontum.com/ikuti-silaturahmi-saha-nguri-uri-budaya-jawa-kidungan-bupati-malang-sampai-perbedaan-adalah-pluralisme</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jun 2023 04:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[adalah]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[ikuti]]></category>
		<category><![CDATA[jawa]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kidungan,]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[nguri-uri]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan]]></category>
		<category><![CDATA[pluralisme]]></category>
		<category><![CDATA[saha]]></category>
		<category><![CDATA[sampai]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[silaturahmi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191822</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, menghadiri Silaturahmi Saha Nguri-Uri Budaya Jawa Kidungan Malang Makmur dan Macapat Malang Makmur di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Rabu (21/06/2023) pagi. Dalam kesematan itu, turut hadir sejumlah Kepala OPD, Camat dan Korwil Dinas Pendidikan Wagir, Kepala SMP Negeri dan satu atap serta pengurus MKKS SMP Swasta dan Pengawas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, menghadiri Silaturahmi Saha Nguri-Uri Budaya Jawa Kidungan Malang Makmur dan Macapat Malang Makmur di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Rabu (21/06/2023) pagi. Dalam kesematan itu, turut hadir sejumlah Kepala OPD, Camat dan Korwil Dinas Pendidikan Wagir, Kepala SMP Negeri dan satu atap serta pengurus MKKS SMP Swasta dan Pengawas SMP se Kabupaten Malang.</p>



<p>&#8220;Mudah-mudahan, niat kita untuk melibatkan generasi muda dalam menguri-uri budaya ini, dapat menjadi sarana pelestarian tradisi dan warisan di masa lampau,&#8221; kata Bupati Sanusi dalam sambutannya.</p>



<p>Disampaikan Bupati Malang, kidungan dan macapat adalah dua bentuk seni sastra yang memiliki tempat istimewa di dalam sejarah dan budaya literasi serta sastra bagi masyarakat Jawa. Melalui kidungan, kita disuguhi puisi-puisi indah yang diungkapkan dengan nyanyian khas. Begitupun macapat, yang menyimpan banyak pesan moral melalui bait atau gatra yang harmonis dan terstruktur.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Pemerintah Kabupaten Malang sangat mengapresiasi dan memberikan dukungan sepenuhnya kepada seluruh pihak, utamanya Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Daerah Kabupaten Malang, yang telah berupaya keras guna melestarikan warisan budaya dan sastra Jawa kepada generasi muda,&#8221; tambah Bupati Malang.</p>



<p>Selain itu, Bupati Sanusi menambahkan bahwa kidungan dan macapat, bukan sekedar hiburan dan kegiatan seni semata. Melainkan juga mengandung makna yang lebih dalam, yakni nilai budaya, moral dan spiritual. &#8220;Upaya untuk melestarikan budaya kidungan dan macapat kepada para siswa, sekaligus menjadi strategi kita bersama guna menjaga agar warisan tersebut tidak terlupakan di tengah gempuran arus modernisasi dan globalisasi,&#8221; paparnya.</p>



<p>Terakhir, Bupati Sanusi menekankan bahwa berbagai perbedaan yang banyak ditemui pada aspek sosial dan kemanusiaan, bukanlah alasan yang dapat menjadi pemecah. Melainkan, justru menjadi ciri pluralisme dari Bangsa Indonesia yang menjadikan kita mampu untuk hidup berdampingan secara harmonis satu sama lain. <strong>(pro/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191822</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
