<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>adipura &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/adipura/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 19 Jun 2026 12:20:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>adipura &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bank Sampah Kota Malang Bangkit Kejar Target Adipura</title>
		<link>https://memontum.com/bank-sampah-kota-malang-bangkit-kejar-target-adipura</link>
					<comments>https://memontum.com/bank-sampah-kota-malang-bangkit-kejar-target-adipura#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[adipura]]></category>
		<category><![CDATA[Bangkit]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[target]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=233267</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mencatat bahwa dari 523 bank sampah yang ada, kini sebanyak 400 bank sampah telah kembali aktif beroperasi. Jumlah tersebut, meningkat signifikan dibanding sebelumnya yang hanya sekitar 230 bank sampah aktif. Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan bahwa peningkatan jumlah bank sampah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mencatat bahwa dari 523 bank sampah yang ada, kini sebanyak 400 bank sampah telah kembali aktif beroperasi. Jumlah tersebut, meningkat signifikan dibanding sebelumnya yang hanya sekitar 230 bank sampah aktif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan bahwa peningkatan jumlah bank sampah aktif merupakan bagian dari pembinaan yang dilakukan pemerintah bersama berbagai pihak. Langkah tersebut, sekaligus untuk memenuhi indikator penilaian Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Berdasarkan pengecekan lapangan, dari 523 bank sampah yang tercatat di Kota Malang, hanya 230 yang aktif operasional. Melalui program pembinaan dan sinergi ini, saat ini sudah ada 400 bank sampah yang kembali beroperasi,&#8221; ujar Raymond, Jumat (19/06/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>



<div class="wp-block-jetpack-related-posts">
<h2 class="wp-block-heading"></h2>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk memperkuat operasional bank sampah tersebut, DLH Kota Malang juga menerima dukungan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebesar Rp 100 juta dari PT Pertamina Patra Niaga Malang. Bantuan tersebut, akan dimanfaatkan untuk pengadaan mesin pencacah plastik yang ditempatkan di Bank Sampah Induk Kota Malang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Mesin tersebut bukan berkapasitas besar, namun berukuran lebih kecil. Sehingga nantinya dapat dimanfaatkan bersama oleh bank-bank sampah unit dari berbagai kelurahan,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan adanya mesin pencacah tersebut, lanjut Raymond, sampah plastik yang selama ini hanya dijual dalam bentuk mentah dapat diolah menjadi bahan baku maupun produk daur ulang yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Hasilnya, diharapkan mampu meningkatkan pendapatan sekaligus mendukung operasional bank sampah secara mandiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Hasil pengumpulan plastik dari bank sampah ini nanti didaur ulang menjadi barang yang nilainya lebih tinggi. Kalau dijual dalam bentuk plastik biasa harganya murah, tetapi setelah diolah tentu nilai ekonominya lebih baik. Harapannya ini bisa membantu operasional bank sampah,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/bank-sampah-kota-malang-bangkit-kejar-target-adipura/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233267</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Targetkan Raih Adipura, Pemkot Malang Perkuat Pengelolaan Sampah dari Hulu</title>
		<link>https://memontum.com/targetkan-raih-adipura-pemkot-malang-perkuat-pengelolaan-sampah-dari-hulu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[adipura]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan]]></category>
		<category><![CDATA[perkuat]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[targetkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232326</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus mempercepat penyelesaian persoalan persampahan melalui strategi penguatan pengelolaan dari hulu hingga hilir. Hal itu, disampaikan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam gelaran Malang Kota Bersih Menuju Adipura untuk Indonesia ASRI, di Gedung Malang Creative Center (MCC), Senin (11/05/2026) tadi. Pria yang akrab disapa Wahyu, itu mengatakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus mempercepat penyelesaian persoalan persampahan melalui strategi penguatan pengelolaan dari hulu hingga hilir. Hal itu, disampaikan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam gelaran Malang Kota Bersih Menuju Adipura untuk Indonesia ASRI, di Gedung Malang Creative Center (MCC), Senin (11/05/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pria yang akrab disapa Wahyu, itu mengatakan bahwa persoalan sampah tidak hanya diselesaikan pada tahap pengangkutan dan pengolahan akhir. Namun, juga harus dimulai dari kesadaran masyarakat sejak di tingkat rumah tangga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Ini kegiatan Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, dimana bergerak menyelesaikan permasalahan persampahan, sekaligus memberi apresiasi kepada pihak yang sudah bekerja menangani sampah di Kota Malang,” ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, pengelolaan sampah di Kota Malang mendapat apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup karena menunjukkan perkembangan positif. Jika konsistensi tersebut terus dijaga, Kota Malang ditargetkan mampu meraih Piala Adipura pada 2027.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tahun 2027 insyaallah Kota Malang, apabila tetap mempertahankan dan terus berkelanjutan kita akan mendapatkan Piala Adipura,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Wali Kota Wahyu juga menegaskan, bahwa kunci utama penyelesaian persoalan sampah berada di sektor hulu, yakni perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah. Dirinya menilai, kesadaran masyarakat tidak boleh hanya muncul karena adanya sanksi, melainkan harus tumbuh sebagai kebiasaan bersama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau hulunya sudah baik, hilirnya akan aman. Tapi kalau di hulunya belum tertata, maka di hilir akan terus menjadi masalah,” ucapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai langkah konkret, Pemkot Malang mendorong pemanfaatan program RT Berkelas atau Rp 50 juta untuk mendukung pengelolaan sampah lingkungan tersebut. &#8220;Sudah banyak RT-RT yang menganggarkan untuk pembelian bak sampah, maupun gerobak sampah,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski pembenahan di hulu terus diperkuat, Wali Kota Wahyu mengakui persoalan di sektor hilir masih menjadi pekerjaan rumah, terutama terkait keterbatasan armada truk pengangkut sampah. “Di hilir memang kita masih membutuhkan sarana prasarana karena beban pelayanan cukup besar, sementara anggaran daerah juga terbatas,” tuturnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkot Malang berencana menggandeng dunia usaha melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) guna membantu pengadaan armada maupun fasilitas persampahan. &#8220;Tadi sudah dibantu juga, nanti saya minta nanti Pak Kadis LH untuk bisa merangkul lagi dunia usaha, pengusaha-pengusaha untuk bisa mengalokasikan tersebut,&#8221; imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232326</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Malang Tegaskan Penilaian Kebersihan Kota Tercermin dari Perolehan Adipura</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-tegaskan-penilaian-kebersihan-kota-tercermin-dari-perolehan-adipura</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Aug 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[adipura]]></category>
		<category><![CDATA[kebersihan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Penilaian]]></category>
		<category><![CDATA[perolehan]]></category>
		<category><![CDATA[tegaskan]]></category>
		<category><![CDATA[tercermin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225130</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kota kotor menjadi isu menarik dalam kunjungan kerja (Kunker) Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, bersama tiga kepada daerah di Malang Raya, Senin (18/08/2025) tadi. Merespon isu itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa penilaian kebersihan kota akan tercermin dari perolehan Adipura. Meskipun, untuk saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kota kotor menjadi isu menarik dalam kunjungan kerja (Kunker) Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, bersama tiga kepada daerah di Malang Raya, Senin (18/08/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Merespon isu itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa penilaian kebersihan kota akan tercermin dari perolehan Adipura. Meskipun, untuk saat ini penilaian Adipura sedang berlangsung hingga Desember 2025.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kita lihat saja nanti penilaian Adipura untuk Kota Malang. Kota kotor atau tidak. Jadi, nanti kita lihat,&#8221; kata Wali Kota Wahyu, Senin (18/08/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Menteri Lingkungan Hanif menjelaskan bahwa penilaian Adipura tidak lagi hanya bersifat simbolis. Melainkan, lebih menekankan substansi pengelolaan lingkungan. Penilaian dilakukan secara bertahap hingga Desember dan hasilnya akan diumumkan pada peringatan Hari Sampah Nasional pada Februari mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Penilaian ini dilakukan tiap bulan untuk memacu perubahan. Kalau dahulu asal kota bersih, bisa mendapat Adipura. Sekarang, kalau tidak ada pemilahan sampah di hulu, sudah tidak mungkin mendapat nilai,&#8221; kata Menteri Hanif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut Hanif menyebut, bahwa salah satu indikator utama adalah pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Idealnya, TPA di sebuah kota hanya seluas satu hektar, karena yang masuk hanyalah sampah residu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau TPAnya hanya 1 hektar, itu tandanya sudah terjadi pemilahan dan pengolahan di hulu, hilir dan tengah. Itu yang disebut penilaian kencana,” imbuh Hanif. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225130</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Satlantas Polres Lumajang dan Masyarakat Peringati Detik-Detik Proklamasi di Simpang Empat Adipura</title>
		<link>https://memontum.com/satlantas-polres-lumajang-dan-masyarakat-peringati-detik-detik-proklamasi-di-simpang-empat-adipura</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2025 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[adipura]]></category>
		<category><![CDATA[detik-detik]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<category><![CDATA[Polres]]></category>
		<category><![CDATA[Proklamasi]]></category>
		<category><![CDATA[Satlantas]]></category>
		<category><![CDATA[simpang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225111</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Simpang Empat Adipura, Kabupaten Lumajang, berlangsung khidmat penuh haru, Minggu (17/08/2025) tadi. Tepat pukul 09.57, sirine panjang membelah udara dan seketika lalu lintas terhenti, motor-motor berjajar rapi, mobil menepi, sopir Angkot turun dari kursinya dan pengendara yang biasanya terburu-buru kini berdiri tegak. Di tengah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Simpang Empat Adipura, Kabupaten Lumajang, berlangsung khidmat penuh haru, Minggu (17/08/2025) tadi. Tepat pukul 09.57, sirine panjang membelah udara dan seketika lalu lintas terhenti, motor-motor berjajar rapi, mobil menepi, sopir Angkot turun dari kursinya dan pengendara yang biasanya terburu-buru kini berdiri tegak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah panas matahari, semua menundukkan ego, lalu mengangkat kepala tinggi-tinggi untuk memberi hormat kepada Merah Putih. Suasana itu terasa berbeda, tatkala lagu Indonesia Raya menggema dari suara serentak anggota Satlantas Polres Lumajang, pelajar, pedagang kaki lima, tukang becak, hingga pengguna jalan biasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski suara tak seimbang, namun getarannya menyatu sebuah harmoni nasionalisme di jalanan. “Peringatan ini memang sengaja digelar di ruang publik, agar semangat kemerdekaan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Jalan raya adalah tempat semua orang bertemu, tanpa sekat. Dan di sini pula nasionalisme bisa benar-benar menyala,” kata Briptu Basofi Abdul Hadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya aparat, masyarakat juga merespons penuh antusias. Seorang ibu muda, Tari, yang tampak menggandeng putrinya yang masih kecil, turut mengibarkan bendera kecil Merah Putih.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Nak, inilah Indonesia. Hormati benderamu, cintai negerimu,&#8221; ujarnya. Sementara seorang tukang becak yang sehari-hari mencari rezeki di simpang itu berdiri tegak, dadanya membusung seolah dirinya ikut menjadi bagian dari sejarah. Momentum tersebut, mengajarkan satu hal, yakni nasionalisme bisa lahir dari tempat paling sederhana. Tak perlu dekorasi megah, cukup kesadaran kolektif untuk berhenti sejenak, mengingat jasa pahlawan, dan merasakan detik-detik sakral yang melahirkan Indonesia merdeka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi masyarakat, momen ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya hasil perjuangan masa lalu, tetapi juga tanggung jawab masa kini. “Kalau di jalan raya saja kita bisa serentak berhenti, kenapa dalam menjaga bangsa kita tidak bisa bersatu?,” ujar Supratman, salah seorang warga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Simpang Empat Adipura hari itu menjadi cermin kecil tentang persatuan. Orang kaya dan sederhana, tua dan muda, pegawai dan pedagang, semua larut dalam semangat yang sama. Tak ada batas, tak ada jarak, hanya satu identitas, yaitu Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Momen ini juga menjadi ruang edukasi kebangsaan. Banyak pelajar yang ikut serta, belajar langsung bagaimana kemerdekaan dihormati bukan sekadar lewat buku sejarah, tetapi lewat tindakan nyata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semangat itu sejalan dengan nilai yang ditanamkan para pendiri bangsa. Bahwa kemerdekaan tidak boleh hanya diperingati sebagai seremonial, tetapi harus dihidupi dalam keseharian. Menghormati bendera di perempatan jalan adalah wujud kecil, namun maknanya besar, bangsa ini tetap hidup dalam hati rakyatnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Polres Lumajang, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat ikatan antara aparat dan masyarakat. Tidak ada jarak antara seragam cokelat dan rakyat kecil. Mereka berdiri berdampingan, menyanyikan lagu yang sama, menatap bendera yang sama. Itu adalah gambaran ideal dari semboyan Polri Presisi untuk Negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Antusiasme warga yang membawa bendera kecil adalah simbol sederhana, namun sarat makna. Merah Putih tidak hanya berkibar di tiang-tiang tinggi, tetapi juga dalam genggaman tangan rakyat. Dari sana lahir keyakinan bahwa nasionalisme bukan milik elite, melainkan milik semua orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika sirine berakhir dan kendaraan kembali bergerak, suasana itu masih membekas. Seolah ada pesan yang tertinggal di hati setiap orang, kemerdekaan bukan hanya kata, melainkan energi yang harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah gempuran globalisasi, momen seperti ini adalah pengingat bahwa jati diri bangsa tidak boleh luntur. Justru harus semakin dikuatkan dengan cara-cara kreatif yang membumi, seperti menghentikan jalan raya untuk memberi hormat pada Sang Saka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">HUT ke-80 RI di Lumajang telah membuktikan, bahwa nasionalisme masih hidup, membara dan bisa ditemukan di mana saja. Bahkan di jalan raya yang biasanya ramai dan penuh sesak, semangat itu tetap menemukan jalannya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225111</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pengelolaan Sampah Capai 98 Persen, DLH Kota Malang Targetkan Raih Adipura Kencana</title>
		<link>https://memontum.com/pengelolaan-sampah-capai-98-persen-dlh-kota-malang-targetkan-raih-adipura-kencana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2025 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[adipura]]></category>
		<category><![CDATA[kencana]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[targetkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225038</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang telah mengikuti penilaian tahap pertama Adipura pada pekan lalu, di Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH). Salah satu indikator penting dalam penilaian tersebut, yakni soal pengelolaan sampah. Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang, menyampaikan bahwa pengelolaan sampah di Kota Malang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang telah mengikuti penilaian tahap pertama Adipura pada pekan lalu, di Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH). Salah satu indikator penting dalam penilaian tersebut, yakni soal pengelolaan sampah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang, menyampaikan bahwa pengelolaan sampah di Kota Malang saat ini sudah mencapai angka 98 persen. Dari total sekitar 730 ton sampah perhari, hanya sekitar 2 hingga 3 persen yang belum tertangani.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Angka ini sejalan dengan hasil pemantauan tim Adipura, yang menilai capaian Kota Malang hampir sama,&#8221; kata Raymond, Sabtu (16/08/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski begitu, pengembangan fasilitas pengolahan sampah di TPA Supit Urang, masih menjadi perhatian. Saat ini, TPA tersebut telah menerapkan sanitary landfill dari semula control landfill.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Pengembangan TPA Supit Urang sudah terus berjalan. Dengan kondisi sekarang ini juga sudah dianggap bagus,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ditambahkannya, bahwa capaian 98 persen jauh di atas target nasional yang hanya menetapkan 51 persen untuk penanganan sampah. Kondisi tersebut, menjadi modal kuat bagi Kota Malang dalam penilaian Adipura tahun ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Harapannya bukan hanya meraih Anugerah Adipura, tetapi juga Adipura Kencana. Namun, penilaiannya tahun ini memang jauh lebih detail dibanding sebelumnya,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai informasi, Adipura 2025 sendiri masih dalam tahap awal penilaian. Kota Malang akan diberikan waktu hingga Desember untuk melakukan perbaikan sesuai catatan tim penilai. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225038</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ikan Koi di Taman Adipura Mati, DLH Kota Malang Evaluasi Sistem Akuarium</title>
		<link>https://memontum.com/ikan-koi-di-taman-adipura-mati-dlh-kota-malang-evaluasi-sistem-akuarium</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[adipura]]></category>
		<category><![CDATA[akuarium]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[sistem]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223765</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Insiden matinya enam ikan koi di akuarium Taman Adipura, pada Minggu (06/07/2025) lalu, membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang melakukan evaluasi menyeluruh. Kejadian itu, disinyalir akibat gangguan teknis berupa matinya aliran listrik sehingga aerator tidak berfungsi optimal. Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, menyampaikan bahwa matinya aliran listrik berdampak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Insiden matinya enam ikan koi di akuarium Taman Adipura, pada Minggu (06/07/2025) lalu, membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang melakukan evaluasi menyeluruh. Kejadian itu, disinyalir akibat gangguan teknis berupa matinya aliran listrik sehingga aerator tidak berfungsi optimal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, menyampaikan bahwa matinya aliran listrik berdampak pada terganggunya pasokan oksigen dalam akuarium. Sehingga mengakibatkan ikan-ikan mati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Hari Minggu kami dapat laporan di lapangan bahwa banyak ikan koi mati di dalam akuarium. Saat ini kami sedang memperbaiki, menguras dan memperbarui akuariumnya. Kami juga mengecek rekaman CCTV dan masih berpikir positif, ini masalah teknis. Tapi kalau ada indikasi lain dari rekaman CCTV, tentu akan kami tindaklanjuti,” jelas Rahman, Selasa (08/07/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Dikatakannya, bahwa DLH Kota Malang juga membuka ruang dialog dengan masyarakat dan pihak terkait. Itu dilakukan, untuk menentukan jenis ikan pengganti yang akan ditempatkan di akuarium tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Supaya tidak salah penanganan ke depan, kami siap menerima masukan. Jangan yang mahal-mahal, tapi tetap layak dan sesuai untuk outdoor,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut, sebelumnya DLH Kota Malang juga telah melakukan konsultasi pada tenaga ahli mengenai desain dan penempatan akuarium tersebut. Tentunya, juga termasuk risiko penempatan di area terbuka. Namun ke depan, sistem perawatan akan lebih ditingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sebetulnya secara maintenance tidak terlalu berlebihan. Namun, tidak terlalu intens sekali, artinya itu sebagaimana fungsi dan layaknya akuarium yang penempatannya ada di outdoor sesuai peruntukannya yang dilakukan oleh tenaga ahli,&#8221; imbuh Rahman. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223765</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Target Pertahankan Piala Adipura, Pj Wali Kota Probolinggo Ajak Komitmen Penanganan Sampah</title>
		<link>https://memontum.com/target-pertahankan-piala-adipura-pj-wali-kota-probolinggo-ajak-komitmen-penanganan-sampah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Apr 2024 10:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[adipura]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan]]></category>
		<category><![CDATA[pertahankan]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[target]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208678</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Probolinggo &#8211; Keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo meraih penghargaan Adipura Tahun 2023 yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Maret lalu, mendorong Pemerintah Kota Probolinggo untuk terus berbenah demi mewujudkan lingkungan kota yang bersih. Bahkan, Pemkot melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), menggelar acara Sosialisasi Evaluasi Pencapaian Adipura Tahun 2023 dan Persiapan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Probolinggo</strong> &#8211; Keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo meraih penghargaan Adipura Tahun 2023 yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Maret lalu, mendorong Pemerintah Kota Probolinggo untuk terus berbenah demi mewujudkan lingkungan kota yang bersih. Bahkan, Pemkot melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), menggelar acara Sosialisasi Evaluasi Pencapaian Adipura Tahun 2023 dan Persiapan Adipura Tahun 2024 di Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL), Senin (22/04/2024) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hadir dan membuka acara, Pj Wali Kota, Nurkholis, yang menyampaikan apresiasi kepada perwakilan seluruh pejuang Adipura atas kontribusi yang telah diberikan. “Apa yang sudah kita capai ini, meskipun masih banyak kekurangan, namun inilah upaya kita yang sudah maksimal. Hanya tinggal ke depannya, bagaimana dalam mempertahankan dan lebih meningkatkan lagi,” kata Pj Wali Kota.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Isu lingkungan, lanjutnya, merupakan isu krusial di dunia. Tidak heran jika permasalahan lingkungan, seringkali menjadi sorotan di kancah internasional. Untuk itu, Pj Wali Kota Nurkholis menaruh perhatian khusus dalam menata Kota Probolinggo agar lebih cantik, hijau dan bersih.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kota Probolinggo masih butuh banyak sentuhan. Mudah-mudahan dengan kerja bareng dari berbagai unsur masyarakat, kita bisa mempertahankan Adipura bahkan hingga Adipura Kencana. Dan yang lebih bagus lagi kita bisa semakin lebih baik,” terangnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nurkholis juga berpesan, agar di perencanaan tahun mendatang, permasalahan penanganan sampah harus menjadi program yang diprioritaskan. Hal tersebut, demi mewujudkan pengelolaan lingkungan hidup yang semakin baik bagi masyarakat Kota Probolinggo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ada sebuah hadist, sayangilah yang ada di bumi maka yang di langit akan menyayangimu. Ini bermakna sangat dalam. Sekali lagi terima kasih atas komitmen kita atas pengorbanan kita terhadap lingkungan ini sehingga Kota Probolinggo berhasil meraih Adipura tahun 2023. Ke depan kota tingkatkan lagi agar bisa meraih Adipura hingga Adipura Kencana,” pesannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Senada dengan Penjabat Wali Kota Probolinggo, Kepala DLH Kota Probolinggo, Retno Wandansari, mengatakan kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengevaluasi pencapaian Adipura tahun 2023, namun juga untuk mempersiapkan meraih Adipura di tahun 2024. Sekaligus mengapresiasi pihak-pihak yang telah terlibat mulai dari persiapan hingga penilaian Adipura di tahun 2023.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Seperti yang disampaikan Penjabat Wali Kota, keberhasilan meraih Adipura tahun 2023 merupakan kerja keras dari berbagai pihak. Sekarang kami mulai bersiap untuk mempersiapkan semuanya agar bisa kembali meraih Adipura tahun 2024,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirinya juga mengungkapkan, bahwa pada tanggal 22 April ini, juga diperingati sebagai hari bumi yang berfokus pada tema Planet vs Plastik. Dengan tema tersebut, pihaknya berkomitmen untuk mengakhiri penggunaan plastik demi kesehatan manusia dan bumi. Upaya ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang resiko kesehatan dan kerugian lingkungan karena plastik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Hari ini (22/4) merupakan Hari Bumi. Kita bersama-sama memperingati hari bumi dengan tema Planet vs Plastik. Maka di hari ini, kita menyelenggarakan acara ini dengan dasar dari ISO SNI 20121 2017 untuk event manajemen yang berkelanjutan. Kegiatan hari ini bebas plastik, semoga kegiatan ini dapat dipakai sebagai standar untuk penyelenggaraan event di Kota Probolinggo,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kegiatan ini, dihadiri pula perwakilan perangkat daerah terkait, sekolah adiwiyata, lembaga vertikal terkait, sejumlah pimpinan perusahaan, lembaga swadaya masyarakat yang terkait dengan lingkungan hidup, serta para Pokdarwis dan bank sampah. <strong>(kom/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208678</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ulah Orang Tak Bertanggungjawab, Ikan Koi di Akuarium Megatank Taman Tugu Adipura Kota Malang Mati</title>
		<link>https://memontum.com/ulah-orang-tak-bertanggungjawab-ikan-koi-di-akuarium-megatank-taman-tugu-adipura-kota-malang-mati</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Mar 2024 04:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[adipura]]></category>
		<category><![CDATA[akuarium]]></category>
		<category><![CDATA[bertanggungjawab]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[megatank]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205389</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Viral di sosial media, bahwa Akuarium Megatank yang berada di Taman Tugu Adipura Kencana, Jalan Semeru, Kecamatan Klojen, Kota Malang, yang berisikan Ikan Koi ditemukan banyak yang mati, Jumat, (15/03/2024) kemarin. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, diketahui bahwa kematian sejumlah Koi disebabkan karena adanya oknum yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Viral di sosial media, bahwa Akuarium Megatank yang berada di Taman Tugu Adipura Kencana, Jalan Semeru, Kecamatan Klojen, Kota Malang, yang berisikan Ikan Koi ditemukan banyak yang mati, Jumat, (15/03/2024) kemarin. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, diketahui bahwa kematian sejumlah Koi disebabkan karena adanya oknum yang tidak bertanggung jawab, yang memasukkan Ikan Lele ke dalam akuarium tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami menyayangkan adanya tindakan oknum yang tak bertanggung jawab seperti itu. Karena, akuarium Ikan Koi itu dimasuki Ikan Lele. Kami tidak tahu, siapa orang yang telah menyebabkan kejadian itu,” kata Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) DLH Kota Malang, Sabtu (16/03/2024) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan adanya peristiwa tersebut, tim DLH Kota Malang langsung melakukan pembersihan dan pengurasan kolam. Serta, normalisasi sirkulasi akuarium. Hal itu dilakukan, agar beberapa Ikan Koi yang masih hidup, bisa terselamatkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Yang mati itu ada delapan dan masih hidup sisa tujuh. Setelah kejadian itu, akuarium langsung disterilkan biar ikan yang masih hidup itu bisa dimasukkan kembali,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Akibat terjadi peristiwa itu, Laode mengimbau kepada masyarakat, agar turut menjaga keberadaan Akuarium Megatank. Sebab, akuarium itu juga salah satu bagian untuk mempercantik dan memperindah Kota Malang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Akuarium ini merupakan bagian dari keindahan kota dan itu milik kita bersama. Mari kita saling menjaga, agar tidak terjadi lagi kejadian yang merusak keindahan tersebut,” imbuh Laode.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat tim Memontum.com meninjau lokasi Akuarium Megatank, nampak beberapa petugas masih melakukan pembenahan akuarium tersebut. Salah satu koordinator akuarium, Abas, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan sterilisasi dan itu membutuhkan waktu kurang lebih satu sampai dua hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Iya, ini masih dilakukan sterilisasi dan beberapa Ikan Koi yang mati, itu karena diserang oleh Ikan Lele. Karena, dibagikan tubuh ikan ditemukan luka di tubuh ikan koi,” ujar Abas. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205389</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Raih Piala Adipura, Pramu Kebersihan DLH Kota Malang Harap Tambahan Personel</title>
		<link>https://memontum.com/raih-piala-adipura-pramu-kebersihan-dlh-kota-malang-harap-tambahan-personel</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Mar 2024 05:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[adipura]]></category>
		<category><![CDATA[kebersihan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[personel]]></category>
		<category><![CDATA[tambahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206889</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Raihan Piala Adipura kategori Kota Besar yang telah diperoleh Kota Malang, tentunya tidak lepas dari peran serta masyarakat dan para pramu kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang. Salah satu pramu kebersihan senior yang telah mengabdi selama 39 tahun, Sutiyono (58), mengaku sangat bangga atas raihan prestasi tersebut. Meskipun, selama bertahun-tahun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Raihan Piala Adipura kategori Kota Besar yang telah diperoleh Kota Malang, tentunya tidak lepas dari peran serta masyarakat dan para pramu kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang. Salah satu pramu kebersihan senior yang telah mengabdi selama 39 tahun, Sutiyono (58), mengaku sangat bangga atas raihan prestasi tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun, selama bertahun-tahun menjadi pramu kebersihan, Sutiyono mengaku jika saat ini DLH Kota Malang membutuhkan tenaga tambahan untuk menjaga kebersihan Kota Malang. Apalagi, ketika menjadi koordinator di Kecamatan Lowokwaru, beberapa petugas telah purna tugas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Karena saya menjadi koordinator di seluruh Kecamatan Lowokwaru. Jadi saya mengetahui kalau ada kekurangan. Karena kan ada yang purna tugas, jadi kekurangan 15 petugas, kan itu kasihan. Satu orang itu menangani 1,5 km dan itu hanya satu sisi, kalau dua sisi 3 km, belum lagi bagian tepi jalan juga harus dibersihkan,” ujar Sutiyono, Jumat (08/03/2024) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Sutiyono juga mengaku, jika banyak suka duka yang dilalui saat menjadi pramu kebersihan. Seperti, merasa senang saat tim petugas kebersihan selalu kompak dan saling bahu membahu satu sama lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Misal ada intruksi dari pimpinan, satu kali intruksi saja itu kami sudah berkumpul semua. Jadi saling bahu membahu. Dukanya ya sekarang ini, saya merasa kekurangan tenaga,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pihaknya berharap, kedepan jumlah petugas pramu kebersihan DLH Kota Malang nantinya bisa ditambah lagi. Apalagi, dalam waktu dekat Sutiyono juga akan purna tugas, sehingga jumlah petugas akan terus berkurang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya mengharap agar teman-teman di lapangan tetap semangat. Semua lapisan masyarakat juga harapannya bisa saling memahami dan menyadari. Semoga ke depan Kota Malang bisa mendapatkan Adipura Kencana,” harapnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206889</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
