<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>agrikultur &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/agrikultur/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 Jan 2025 13:55:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>agrikultur &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dorong Modernisasi Agrikultur Berbasis Listrik, Program EA PLN Capai 300.535 Pelanggan</title>
		<link>https://memontum.com/dorong-modernisasi-agrikultur-berbasis-listrik-program-ea-pln-capai-300-535-pelanggan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jan 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[300.535]]></category>
		<category><![CDATA[agrikultur]]></category>
		<category><![CDATA[berbasis]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[Listrik]]></category>
		<category><![CDATA[modernisasi]]></category>
		<category><![CDATA[pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218498</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Program Electrifying Agriculture (EA) dari PT PLN (Persero) menunjukkan kinerja mentereng sepanjang tahun 2024. Program PLN khusus untuk sektor pertanian, perikanan, perkebunan hingga peternakan, ini tercatat telah dimanfaatkan oleh total 300.535 pelanggan, atau naik 53.539 pelanggan jika dibanding tahun 2023 yang sebanyak 246.996 pelanggan. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa Program [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Program Electrifying Agriculture (EA) dari PT PLN (Persero) menunjukkan kinerja mentereng sepanjang tahun 2024. Program PLN khusus untuk sektor pertanian, perikanan, perkebunan hingga peternakan, ini tercatat telah dimanfaatkan oleh total 300.535 pelanggan, atau naik 53.539 pelanggan jika dibanding tahun 2023 yang sebanyak 246.996 pelanggan.</p>



<p>Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa Program EA dirancang untuk mendorong modernisasi agrikultur di Indonesia dengan adopsi teknologi pertanian modern berbasis listrik. Melalui program ini, para petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan penghasilan secara signifikan.</p>



<p>“Melalui program ini, kami berupaya menciptakan Creating Shared Value (CSV) yang memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan pemanfaatan teknologi agrikultur berbasis listrik, ekosistem pertanian menjadi lebih modern, yang kemudian berdampak pada peningkatan produktivitas petani,” kata Darmawan, dalam keterangan tertulis, Minggu (19/01/2025) tadi.</p>



<p>Sepanjang tahun 2024, total daya tersambung dalam Program EA PLN mencapai 4.203,36 Mega Volt Ampere (MVA), dengan konsumsi listrik mencapai 6,17 Terawatt Hour (TWh). Hal ini, berdampak positif pada peningkatan penjualan tenaga listrik pelanggan EA yang tumbuh sebesar 10,15 persen dan diiringi pertumbuhan pendapatan yang meningkat sebesar 9,35 persen Year on Year (YoY).</p>



<p>“Lewat Program EA, PLN berdedikasi untuk menjamin akses energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan dan modern untuk semua. Kami juga ingin berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan di Indonesia melalui penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat. Serta memastikan ketahanan pangan dengan gizi yang sehat, sesuai dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” imbuh Darmawan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Komandan Satuan Tugas Pertahanan Pangan (Dansatgas Hanpangan) Kementerian Pertanian RI, Mayor Jenderal TNI Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa penggunaan pompa air listrik diproyeksikan dapat menghemat biaya operasional petani dan meningkatkan efisiensi waktu. Dengan suplai listrik andal dari Program EA PLN, strategi ini diharapkan memberikan dampak signifikan untuk ketahanan pangan di masyarakat.</p>



<p>“Targetnya, dengan adanya EA, produktivitas petani dapat meningkat. Menggunakan pompa listrik akan lebih hemat biayanya dibandingkan dengan menggunakan pompa air dengan bahan bakar solar,&#8221; kata Ahmad.</p>



<p>Sementara itu, manfaat Program EA PLN dirasakan langsung oleh Kelompok Tani Mekar Sari Desa Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. Ketua Kelompok Tani Mekar Sari, Gatot (59), mengatakan bahwa kehadiran listrik ke persawahan berhasil menghemat biaya operasional petani hingga 300 persen.&nbsp;</p>



<p>“Dengan menggunakan pompa listrik, kami para petani dapat menghemat pengeluaran operasional jika dibanding menggunakan pompa diesel. Biasanya biaya yang dikeluarkan jika menggunakan pompa diesel adalah Rp 1.500.000, dengan pompa listrik biaya yang dibutuhkan hanya Rp 500.000, sehingga bisa meningkatkan produksi pertanian,” ungkap Gatot.</p>



<p>Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Dydik Rudi Prasetya, mengatakan kehadiran listrik PLN melalui Program EA memungkinkan petani menggunakan sistem pengairan sumur, sehingga meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) Padi lebih dari 300.</p>



<p>”Ponorogo saat ini masuk menjadi objek Panen Raya IP 200, IP 300 dan IP 400 dimana ini semua adalah efek dari listrik masuk sawah guna kebutuhan pengairan para petani,” terang Dydik. <strong>(kom/sby/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218498</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rakesa Menuju Ketahanan Ekonomi Berbasis Agrikultur di Situbondo</title>
		<link>https://memontum.com/rakesa-menuju-ketahanan-ekonomi-berbasis-agrikultur-di-situbondo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Dec 2024 12:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[agrikultur]]></category>
		<category><![CDATA[berbasis]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[ketahanan]]></category>
		<category><![CDATA[menuju]]></category>
		<category><![CDATA[rakesa]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217269</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Raja Kebun Indonesia (Rakesa), sebuah induk perusahaan yang fokus pada pengembangan berbagai jenis perkebunan di Indonesia, kembali menorehkan langkah strategis dengan memulai pengembangan perkebunan aren dan lontar di Kabupaten Situbondo, Rabu (04/12/2024 ) tadi. Proyek awal ini, dimulai dengan pengembangan perkebunan aren seluas 1 hektare di Blok Leng-leng, Dusun Ngabinan, Desa Patemon, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Raja Kebun Indonesia (Rakesa), sebuah induk perusahaan yang fokus pada pengembangan berbagai jenis perkebunan di Indonesia, kembali menorehkan langkah strategis dengan memulai pengembangan perkebunan aren dan lontar di Kabupaten Situbondo, Rabu (04/12/2024 ) tadi. Proyek awal ini, dimulai dengan pengembangan perkebunan aren seluas 1 hektare di Blok Leng-leng, Dusun Ngabinan, Desa Patemon, Kecamatan Bungatan.</p>



<p>Rakesa berharap, melalui ini dapat memaksimalkan potensi aren di wilayah tersebut dan ke depan, proyeksi pengembangan perkebunan aren di Kecamatan Bungatan akan mencapai 1.500 hektare. Selain itu, Rakesa juga melakukan uji coba penanaman aren di beberapa lokasi lainnya. Diantaranya di Dusun Bandira, Desa Sodung, Kecamatan Banyuputih, seluas 3,2 hektare.</p>



<p>&#8220;Meski percobaan awal gagal karena faktor tanah tandus dan musim kemarau, Rakesa berencana untuk melakukan penanaman ulang di area Kampung Tegal Sari, Desa Ketowan, Kecamatan Arjasa seluas 1 hektare,&#8221; kata HRM Khalilur Rahman Sahlawiy.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Rakesa mempunyai visi besar untuk memiliki total 5.000 hektare perkebunan aren di seluruh wilayah Situbondo. Dengan pencapaian ini, perusahaan berencana membangun pabrik pengolahan gula aren yang tidak hanya akan memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga membuka peluang ekspor.</p>



<p>Pihaknya juga mengelola beragam jenis perkebunan lain di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kebun sawit, karet, lontar, gaharu, mangga, salak, nangka, pisang, jambu, mete dan sukun. Langkah ini, menunjukkan komitmen Rakesa dalam membangun ketahanan ekonomi berbasis agrikultur yang berkelanjutan.</p>



<p>&#8220;Dengan gerakkan oleh para pemuda Situbondo yang bertekad menciptakan perubahan nyata bagi kemakmuran daerah. Secara bertahap, perusahaan ini akan terus memperluas lahan dan meningkatkan produktivitas perkebunan. Dengan harapan besar menjadikan Situbondo sebagai pusat agrikultur unggulan di Jawa Timur,&#8221; jelasnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217269</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
