<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Agrowisata &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/agrowisata/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 30 May 2026 13:57:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Agrowisata &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>BRI Regional 13 Malang Dukung Pengembangan Pertanian Modern dan Agrowisata di Desa Genengan</title>
		<link>https://memontum.com/bri-regional-13-malang-dukung-pengembangan-pertanian-modern-dan-agrowisata-di-desa-genengan</link>
					<comments>https://memontum.com/bri-regional-13-malang-dukung-pengembangan-pertanian-modern-dan-agrowisata-di-desa-genengan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Agrowisata]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[genengan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[modern]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[regional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232793</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus berkomitmen dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), yang diwujudkan melalui pendampingan dan akses pembiayaan kepada pelaku usaha di sektor pertanian. Bahkan, salah satu contoh nyata itu, terlihat di Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, yang kini berkembang menjadi sentra pertanian modern [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus berkomitmen dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), yang diwujudkan melalui pendampingan dan akses pembiayaan kepada pelaku usaha di sektor pertanian. Bahkan, salah satu contoh nyata itu, terlihat di Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, yang kini berkembang menjadi sentra pertanian modern berbasis hortikultura dan agrowisata.</p>



<p>Desa Genengan sendiri, memiliki potensi pertanian yang beragam. Warga setempat bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mengembangkan budidaya melon premium varietas Golden Inthanon dan Golden Alisha, dengan memanfaatkan teknologi pertanian modern melalui sistem greenhouse maupun open field.</p>



<p>Selain menghasilkan buah berkualitas tinggi, perkebunan melon tersebut juga menjadi destinasi agrowisata yang menarik minat masyarakat, untuk menikmati pengalaman memetik buah langsung dari pohonnya. Bahkan, tidak hanya melon premium, masyarakat Desa Genengan juga mengembangkan budidaya berbagai jenis selada, seperti selada hijau, selada merah keriting, dan selada romaine. Sebagian besar budidaya itu, dilakukan melalui sistem pekarangan dengan metode hidroponik yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memanfaatkan lahan secara optimal.</p>



<p>Melihat potensi tersebut, BRI Regional 13 Malang melalui Unit Pakisaji Branch Office Malang Martadinata, hadir memberikan dukungan dan pendampingan kepada para pelaku usaha pertanian. Dukungan tersebut, tidak hanya berupa layanan simpanan, tetapi juga akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang membantu petani mengembangkan usaha mereka.</p>



<p>Regional Micro Business Head BRI Regional 13 Malang, Tito Witarnawan, mengatakan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu fokus utama penyaluran pembiayaan BRI, karena memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah. “BRI berkomitmen untuk terus mendampingi para pelaku usaha di sektor pertanian agar dapat berkembang secara berkelanjutan. Kami tidak hanya menyediakan akses pembiayaan, tetapi juga melakukan pendampingan agar usaha yang dijalankan semakin produktif dan memiliki daya saing yang lebih baik. Potensi pertanian modern yang berkembang di Desa Genengan menjadi salah satu contoh bagaimana kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan lembaga keuangan dapat menciptakan nilai ekonomi yang besar bagi masyarakat,” ujar Tito Witarnawan, Sabtu (30/05/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kepala Desa Genengan, Zaenal Arifin, dalam kesempatan itu mengapresiasi dukungan yang diberikan BRI kepada masyarakat desa dalam mengembangkan usaha pertanian. “Dukungan BRI sangat membantu masyarakat Desa Genengan, khususnya para petani dan pelaku UMKM. Dengan adanya akses permodalan yang mudah dan pendampingan yang berkelanjutan, masyarakat semakin percaya diri untuk mengembangkan usaha pertanian modern yang memiliki nilai tambah tinggi. Kami berharap sinergi ini dapat terus berlanjut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ungkap Zaenal Arifin.</p>



<p>Salah satu penerima manfaat KUR BRI adalah Windarining Astutik, pelaku usaha budidaya selada hidroponik yang memperoleh fasilitas KUR sebesar Rp 100 juta. Pembiayaan tersebut, dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha budidaya selada yang dikelolanya.</p>



<p>“Proses pengajuan KUR di BRI sangat mudah dan pendampingannya sangat baik. Saya merasa terbantu, karena tidak hanya mendapatkan modal usaha, tetapi juga arahan dan pendampingan dari Mantri BRI. Sehingga, usaha yang saya jalankan bisa terus berkembang, pendampingan mbak Girly mantri sangat membantu” tutur Windarining Astutik.</p>



<p>Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap sektor produktif, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI Regional 13 Malang hingga Maret 2026, didominasi oleh sektor pertanian dengan total mencapai Rp 1,6 triliun. Capaian tersebut, menunjukkan besarnya komitmen BRI dalam mendorong pertumbuhan sektor pertanian sebagai salah satu penggerak utama ekonomi daerah.</p>



<p>Melalui dukungan pembiayaan, layanan perbankan, serta pendampingan yang berkelanjutan, BRI optimistis dapat terus menjadi mitra strategis bagi para pelaku UMKM pertanian dalam meningkatkan produktivitas. Termasuk, memperluas akses pasar, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/bri-regional-13-malang-dukung-pengembangan-pertanian-modern-dan-agrowisata-di-desa-genengan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232793</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gelaran Agrowisata Tamansuruh Kebanjiran Wisatawan, Pemkab Banyuwangi Perpanjang Acara</title>
		<link>https://memontum.com/gelaran-agrowisata-tamansuruh-kebanjiran-wisatawan-pemkab-banyuwangi-perpanjang-acara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jul 2024 05:55:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Agrowisata]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[kebanjiran]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[perpanjang]]></category>
		<category><![CDATA[tamansuruh]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211576</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memperpanjang gelaran di Agrowisata Tamansuruh (AWT) hingga 14 Juli mendatang. Langkah ini dilakukan, karena selama sepekan gelaran di Agrowisata Tamansuruh (AWT) Banyuwangi, mendapat animo yang besar dari masyarakat. Bahkan, tiap hari event yang digelar mulai 26 Juni hingga 7 Juli lalu, dihadiri ribuan orang. Sejak digelar Juni lalu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memperpanjang gelaran di Agrowisata Tamansuruh (AWT) hingga 14 Juli mendatang. Langkah ini dilakukan, karena selama sepekan gelaran di Agrowisata Tamansuruh (AWT) Banyuwangi, mendapat animo yang besar dari masyarakat. Bahkan, tiap hari event yang digelar mulai 26 Juni hingga 7 Juli lalu, dihadiri ribuan orang.</p>



<p>Sejak digelar Juni lalu, tiap harinya tidak kurang dari 3 ribu pengunjung memadati AWT. Jumlah kunjungan tersebut, terpantau meningkat sebesar 400 persen pada akhir pekan atau mencapai 12 ribu orang dalam sehari.</p>



<p>“Kami senang destinasi ini menjadi jujukan liburan yang diminati masyarakat. Yang datang ke sini, rata-rata membawa rombongan besar. Selain di sini banyak hiburan, juga tersedia spot-spot edukatif yang cocok untuk semua kalangan usia,” kata Bupati Ipuk, Selasa (09/07/2024) tadi.</p>



<p>Karena beberapa pertimbangan itulah, lanjut bupati, maka event diperpanjang. Salah satunya, yaitu memberikan kesempatan masyarakat atau komunitas untuk memanfaatkan lokasi sebagai pusat kegiatan.</p>



<p>&#8220;Karena itu, saya minta event ini untuk diperpanjang. Apalagi, saat ini masih musim liburan sekolah. Masyarakat atau komunitas yang ingin menggelar event di sini, kami persilahkan. Silahkan manfaatkan ruang publik di sana, dengan menghubungi Dinas Pertanian Banyuwangi. Karena AWT dikelola oleh Dinas Pertanian dan Pangan,&#8221; tambah Bupati Ipuk.</p>



<p>Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Arief Setiawan, menambahkan bahwa Pemkab mempersilakan warga yang akan menggelar event atau aktivitas positif yang lain di kawasan AWT. &#8220;Di AWT banyak ruang-ruang publik yang bisa dimanfaatkan untuk menggelar acara. Tinggal izin saja ke kami, dengan menghubungi drh Nanang di nomor 0815590714,” kata Arief.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Gelaran sepekan di AWT, menyuguhkan paket wisata lengkap. Selain panorama menawan khas pegunungan, pengunjung juga dapat menikmati pertunjukan seni budaya, arsitektur, fashion, edukasi, pertanian hingga olah raga.</p>



<p>Agrowisata Tamansuruh sendiri merupakan destinasi wisata berbasis pertanian di lahan seluas 10,5 hektar. Pengunjung bisa menikmati udara segar khas pegunungan, sambil melihat hamparan berbagai aneka bunga beraneka warna serta tanaman yang menyegarkan mata.</p>



<p>Terletak di lereng Gunung Ijen, tepatnya di Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, destinasi yang telah direvitalisasi dengan dukungan Kementerian PUPR itu menyuguhkan pemandangan pegunungan Ijen dan Selat Bali dari ketinggian sekitar 450 mdpl. Eksotisme pemandangan tersebut bisa dirasakan saat pengunjung berada di aula besar yang dikelilingi kolam air di tengah kawasan tersebut.</p>



<p>Ditambahkan Arief, sejak dibuka pada 26 Juni lalu, total kunjungan ke AWT mencapai 72 ribu pengunjung. Rata-rata, setiap harinya sekitar 3 ribu orang.</p>



<p>“Hari Senin hingga Kamis, rata-rata ada 3 ribu orang. Jumat 4 ribu orang. Sabtu naik dua kali lipat menjadi 8 ribu orang dan puncaknya pada hari Minggu sekitar 12 ribu orang. Jumlah ini kita hitung berdasarkan tiket parkir kendaraan karena tiket untuk pengunjung kita gratiskan,” ujarnya.</p>



<p>Di AWT juga diwarnai Festival Arsitektur Nusantara (FAN) 2024, yang menampilkan desain arsitektur dengan tema &#8216;Arsitektur dan air&#8217;. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211576</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Jember Resmikan Kampung Kopi di Agrowisata Boma</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-jember-resmikan-kampung-kopi-di-agrowisata-boma</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Feb 2024 06:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Agrowisata]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[Resmikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206072</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, meresmikan Kampung Kopi di kawasan Agrowisata Boma, Desa Suci Kecamatan Panti, Sabtu (17/02/2024) tadi. Kampung Kopi sendiri, menawarkan berbagai jenis kopi sambil menikmati indahnya alam di Agrowisata Boma yang berada di ketinggian 800 MDPL. Beragam varian kopi yang disajikan berasal dari kebun kopi milik warga, LMDH serta PDP [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, meresmikan Kampung Kopi di kawasan Agrowisata Boma, Desa Suci Kecamatan Panti, Sabtu (17/02/2024) tadi. Kampung Kopi sendiri, menawarkan berbagai jenis kopi sambil menikmati indahnya alam di Agrowisata Boma yang berada di ketinggian 800 MDPL.</p>



<p>Beragam varian kopi yang disajikan berasal dari kebun kopi milik warga, LMDH serta PDP Kahyangan. “Mari datang ke sini, ke Kampung Kopi Agrowisata Boma, kopi yang ditawarkan berasal dari kebun kopi milik warga, LMDH dan PDP Kahyangan,” kata Bupati Hendy.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Keberadaan Kampung Kopi ini, menambah keragaman pilihan wisata yang dapat dinikmati di Kabupaten Jember. Sementara Agrowisata Boma sendiri, terletak di Kebun Kopi Gunung Pasang, Desa Suci Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Sedangkan untuk menuju Agrowisata Boma, mudah ditemui. Dengan ketik di ponsel ‘Agrowisata Gunung Pasang Jember’, sekitar 10 kilometer dari pusat kota.</p>



<p>Sementara untuk akses jalannya, sudah beraspal. Sepanjang perjalanan menuju Agrowisata Boma, akan disajikan indahnya pemandangan alam. &#8220;Yuk berwisata ke Jember,&#8221; ajaknya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206072</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menparekraf Dukung Kembangkan Desa Wisata di Kabupaten Ngawi Jawa Timur</title>
		<link>https://memontum.com/menparekraf-dukung-kembangkan-desa-wisata-di-kabupaten-ngawi-jawa-timur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2021 18:00:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Agrowisata]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi digital]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[ekowisata]]></category>
		<category><![CDATA[industri pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Infrastruktur]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenparekraf]]></category>
		<category><![CDATA[Kesejahteraan Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=135865</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf)/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraft), Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong pengembangan potensi desa wisata di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Sandiaga mengatakan, Ngawi memiliki banyak potensi produk kreatif yang berkearifan lokal di antaranya batik, teh, dan bonggol akar jati. Sehingga, hal ini cocok dipadukan dengan pengembangan ekowisata [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf)/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraft), Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong pengembangan potensi desa wisata di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.</p>



<p>Sandiaga mengatakan, Ngawi memiliki banyak potensi produk kreatif yang berkearifan lokal di antaranya batik, teh, dan bonggol akar jati. Sehingga, hal ini cocok dipadukan dengan pengembangan ekowisata yang berkaitan erat dengan desa wisata. Disampaikan dalam webinar ‘Mas Menteri Kangen Ngawi’, senin malam (01/30).</p>



<p>“Di Indonesia, wujud dari ekowisata ya desa wisata. Apalagi ada sekitar 200 desa di Ngawi jadi untuk mengembangkan potensi desa wisata ini. Perlu dukungan penuh dari Mas Bupati dan Pemerintah Kabupaten Ngawi,” kata Sandiaga.</p>



<p>Selain itu, Sandiaga juga menyebutkan Ngawi memiliki potensi di bidang agrowisata. Hal ini, mengingat Kabupaten yang berada di sisi paling barat Provinsi Jawa Timur ini memiliki banyak industri pangan.</p>



<p>“Ngawi ini juga lumbung padi kita. Saya lihat banyak sekali industri pangan yang tumbuh di Ngawi dan bisa dijadikan agrowisata,” ujarnya.</p>



<p>Menparekraf/Baparekraf saat ini, tengah menggencarkan program pendampingan dan pengembangan wirausaha di desa wisata. Program ini, lanjut Sandiaga, juga dapat dilaksanakan di desa-desa wisata yang ada di Ngawi, salah satunya Desa Ngubalan yang merupakan desa wisata industri.</p>



<p>“Program-program ini gratis, bagi semua yang punya ilmu dan kemampuan. Selain itu, kami sedang merancang pendampingan untuk 244 desa wisata dan desa-desa yang ada di Kabupaten Ngawi ini juga akan menjadi prioritas kita,” ucap Sandiaga.</p>



<p>Hal ini mendapat respons positif dari Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono. Ia berharap, ke depannya akan ada kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Ngawi dan Kemenparekraf/Baparekraf sebagai upaya membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, serta membuka lapangan kerja seluas-luasnya.</p>



<p>“Kita tunggu kehadiran Mas Menteri dan jajaran di Kabupaten Ngawi untuk melihat langsung, bagaimana kita berproses meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat pariwisata dan ekonomi kreatif. Tentu saja, saya juga akan terus berkolaborasi dan bersinergi dengan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Ngawi,” ungkap Ony. Webinar ini juga dihadiri oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Hari Santosa Sungkari dan Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Muhammad Neil El Himam. <strong>(kbk/kpe/aye/ed2).</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135865</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Plt Bupati Jember Luncurkan Agrowisata PPG Cluster Durian</title>
		<link>https://memontum.com/plt-bupati-jember-luncurkan-agrowisata-ppg-cluster-durian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2020 08:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Agrowisata]]></category>
		<category><![CDATA[Cluster Durian]]></category>
		<category><![CDATA[Plt Bupati Jember]]></category>
		<category><![CDATA[PPG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=129200</guid>

					<description><![CDATA[Diharapkan mampu dongkrak ekonomi masyarakat melalui agrowisata Memontum Jember &#8211; Potensi Kabupaten Jember yang dikenal sebagai kabupaten agraris, perlu dilakukan pengembangan. Sektor wisata berbasis pertanian dan perkebunan, sangat penting untuk mendongkrak ekonomi masyarakat setempat. Hal itu disampaikan pelaksana tugas (Plt) Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, saat peluncuran Agrowisata PPG Cluster Durian di Desa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3><strong>Diharapkan mampu dongkrak ekonomi masyarakat melalui agrowisata</strong></h3>
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Potensi Kabupaten Jember yang dikenal sebagai kabupaten agraris, perlu dilakukan pengembangan. Sektor wisata berbasis pertanian dan perkebunan, sangat penting untuk mendongkrak ekonomi masyarakat setempat.</p>
<p>Hal itu disampaikan pelaksana tugas (Plt) Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, saat peluncuran Agrowisata PPG Cluster Durian di Desa Sidomulyo Kecamatan Silo, Sabtu (5/12) tadi.</p>
<p>&#8220;Sektor wisata memiliki dampak ekonomi yang kuat bagi masyarakat. Tidak terkecuali, Agrowisata PPG Cluster Durian,&#8221; kata Plt Bupati Jember.</p>
<p>Karena itu, tambah Kiai Muqit-sapaannya, masyarakat sekitar obyek wisata perlu diberikan akses pelatihan pengembangan destinasi. Kesadaran masyarakat sekitar obyek wisata, menjadi kunci dari kemajuan wisata itu sendiri.</p>
<p>“Ketika ada wisatawan berkunjung, kita harus bersikap seperti apa,” terangnya.</p>
<p>Kiai Muqit berharap, Agrowisata PPG Cluster Durian bisa menambah pundi pendapatan masyarakat sekitar.<br />
Administratur KKPH, Rukman Supriatna, mengatakan agrowisata seluas 12,5 hektar itu ditargetkan menjadi wisata internasional.</p>
<p>Keunikan agrowisata PPG Cluster Durian ini, terdapat pada eksplorasi varian buah durian, kayu manis, dan kesejukan pohon pinus yang memiliki daya tarik tersendiri. <strong>(kom/jmb/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">129200</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polinema Kembangkan Agrowisata Tanaman Durian</title>
		<link>https://memontum.com/polinema-kembangkan-agrowisata-tanaman-durian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2020 16:25:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Agrowisata]]></category>
		<category><![CDATA[durian]]></category>
		<category><![CDATA[Dusun Selokurung]]></category>
		<category><![CDATA[polinema]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=124603</guid>

					<description><![CDATA[Dipusatkan di Dusun Selokurung, Desa Kaumrejo-Ngantang Memontum Kota Malang &#8211; Dosen Politeknik Negeri Malang (Polinema) kembali melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) berbasis hasil penelitian (Hilirisasi). Sejumlah dosen tersebut, yakni Moch. Khamim, SST., MT., M.Zenurianto, Dipl.Ing.HTL., M.Sc., dan Winda Harsanti, ST.,MT., serta mengikut-sertakan dua mahasiswa Jurusan Teknik Sipil yaitu Aditya Dandi Firatama dan Syafira Oktavianti. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3><strong>Dipusatkan di Dusun Selokurung, Desa Kaumrejo-Ngantang</strong></h3>
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dosen Politeknik Negeri Malang (Polinema) kembali melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) berbasis hasil penelitian (Hilirisasi). Sejumlah dosen tersebut, yakni Moch. Khamim, SST., MT., M.Zenurianto, Dipl.Ing.HTL., M.Sc., dan Winda Harsanti, ST.,MT., serta mengikut-sertakan dua mahasiswa Jurusan Teknik Sipil yaitu Aditya Dandi Firatama dan Syafira Oktavianti.</p>
<p>Dalam PKM yang dilakukan itu, mereka mengusung tema &#8216;Pengembangan Agrowisata Berbasis Tanaman Durian&#8217;. Sementara lokasinya, dipusatkan di Dusun Selokurung, Desa Kaumrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.</p>
<p>&#8220;Dusun Selokurung merupakan salah satu dusun yang memiliki banyak potensi dalam pertanian. Salah satu potensinya, yakni Durian. Buah durian yang dihasilkan di dusun itu, sangatlah berkualitas. Selain itu, buah duriannya juga sudah mampu dipasarkan hingga Jawa Timur,&#8221; terang Ketua Tim Kegiatan PKM, Khamim.</p>
<p>Hanya saja, tambah dosen tersebut, tidak banyak masyarakat yang tertarik untuk mengembangkan hasil pertanian iti. Sementara di sisi yang lain, usaha pertanian durian di Dusun Selokurung, masih belum banyak mendapat sentuhan teknologi dan manajemen pengelolaan usaha pertanian durian yang modern dan memadai.</p>
<p>&#8220;Kami memandang, masih sangat memungkinkan untuk dapat dikembangkan menjadi lebih baik lagi. Sehingga, mampu menjadikan usaha pertanian durian, sebagai sumber kekuatan bagi kesejahteraan masyarakat di Dusun Selokurung,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Salah satu alasan pengembangan ini dilakukan di Desa Kaumrejo, paparnya, karena perangkat Dusun Selokurung, mengajukan permohonan kemitraan dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Politeknik Negeri Malang (Polinema). Tujuannya, untuk dibantu mendesainkan dan ikut serta dalam mewujudkan Agrowisata yang dapat dimanfaatkan bagi masyarakat setempat.</p>
<p>Dari situlah, lanjutnya, mulai dibentuknya agrowisata durian pengembangan durian. Dimulai sosialisasi pengadaan pembibitan, konstruksi tata kelola dan tata ruang agrowisata, peningkatan kualitas produk melalui pelatihan pembibitan dan pencegahan hama penyakit, pemberian bibit durian pada komunitas petani hingga optimalisasi pemanfaatan internet.</p>
<p>&#8220;Harapannya, tentu bisa meningkatkan nilai jual hasil pertanian di Dusun Selokurung. Disamping, meningkatkan partisipasi dan pengetahuan masyarakat terutama generasi muda tentang pentingnya keberlanjutan agrowisata di Dusun Selokurung. Di samping, meningkatkan fasilitas umum untuk pembibitan buah durian dan meningkatkan pengetahuan pemasaran melalui penggunaan internet,&#8221; ujarnya bangga. <strong>(cw2/sit)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">124603</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Sidoarjo Awali Pembangunan Agrowisata Blimbing Watesari</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-sidoarjo-awali-pembangunan-agrowisata-blimbing-watesari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Aug 2019 13:44:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Agrowisata]]></category>
		<category><![CDATA[bupati sidoarjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/91319-bupati-sidoarjo-awali-pembangunan-agrowisata-blimbing-watesari</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Inovasi Desa Watesari Kecamatan Balongbendo dalam membangun desanya mendapat perhatian dari pemerintah pusat . Hal itu terlihat lewat Kementrian Desa yang mengucurkan anggaran sebesar Rp 1, 3 Milyar untuk mendukung pengembangan ekonomi desa itu. Perhatian pemerintah pusat tersebut berkat kegigihan Pemerintah desa dalam melaksanakan inovasi mengembangkan agrowisata Blimbing. Sebagaimana disampaikan oleh Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Inovasi Desa Watesari Kecamatan Balongbendo dalam membangun desanya mendapat perhatian dari pemerintah pusat . Hal itu terlihat lewat Kementrian Desa yang mengucurkan anggaran sebesar Rp 1, 3 Milyar untuk mendukung pengembangan ekonomi desa itu.</p>
<p>Perhatian pemerintah pusat tersebut berkat kegigihan Pemerintah desa dalam melaksanakan inovasi mengembangkan agrowisata Blimbing. Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Desa Watesari Sukisno. Menurutnya selama ini pihak desa merintis usaha Blimbing</p>
<p>&#8221; Sudah setahun ini kami merintis Agrowisata Blimbing . Kami bersyukur dinas terkait sangat mendukung sehingga kedepan diharap bisa menjadi Desa maju dengan menjadi Desa Wisata Blimbing Watesari,&#8221; obsesinya.</p>
<p>Pelaksanaan pembangunan Agrowisata Blimbing Watesari dimulai dengan penandatanganan prasasti dan peletakan batu pertama oleh Bupati Sidoarjo, H. Saiful Illah. Dalam sambutannya bupati berpesan agar Pemerintah Desa menggunakan anggaran dengan tepat. &#8221; Dana sebesar Rp 1, 3 Milyar agar digunakan dengan tepat sesuai petunjuk pendamping, &#8221; ucapnya.</p>
<p>Bupati mengapresiasi inovasi Pemdes Watesari yang membawa kemajuan perekonomian warganya, sehingga semua desa bisa mencontoh. &#8221; Desa Watesari yang menerima program Pilot Inkubasi Desa dan Pengembangan Ekonomi Lokal patut dicontoh oleh desa yang lain. Karena setiap desa harus mempunyai ikon dan inovasi untuk mensejahterakan warga, &#8221; ucapnya. <strong>(par/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">91319</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Angkat Buah Naga dan Jeruk Siam Sebagai Produk Ikonik Desa Agrowisata Temurejo</title>
		<link>https://memontum.com/angkat-buah-naga-dan-jeruk-siam-sebagai-produk-ikonik-desa-agrowisata-temurejo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Oct 2018 12:35:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Agrowisata]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Temurejo]]></category>
		<category><![CDATA[Doktor Mengabdi]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=61160</guid>

					<description><![CDATA[* Diolah jadi Dodol dan Sari Buah &#160; Memontum Banyuwangi &#8211; Desa Temurejo dikenal sebagai sentra penghasil buah jeruk siam dan buah naga di Kabupaten Banyuwangi. Namun harga jual buah naga maupun jeruk siam menurun drastis ketika panen raya tiba, belum lagi adanya tengkulak yang membeli jauh di bawah harga pasar. Tentu kondisi ini sangat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>* Diolah jadi Dodol dan Sari Buah</strong></h2>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Desa Temurejo dikenal sebagai sentra penghasil buah jeruk siam dan buah naga di Kabupaten Banyuwangi. Namun harga jual buah naga maupun jeruk siam menurun drastis ketika panen raya tiba, belum lagi adanya tengkulak yang membeli jauh di bawah harga pasar. Tentu kondisi ini sangat merugikan petani. </p>
<p>Menyadari kondisi tersebut, tim Doktor Mengabdi (DM) Universitas Brawijaya (UB) Malang mencoba memberikan solusi untuk menyiasati peningkatan kesejahteraan petani dengan konsep Desa Agrowisata. Tim dipandegani oleh Irnia Nurika, STP, MP, Ph.D (TIP FTP UB), Suprayogi, STP, MP, PhD (TIP FTP UB), Dr.techn. Christia Meidiana, ST.,MEng. (PWK FT UB), dan Retno Damayanti, STP, MP (TEP FTP UB), dengan dibantu 6 mahasiswa TIP FTP UB, di antaranya Satyarani Galuh S., Linda Apriliany, Amilatun Mardiyah, Yola Achmad Zidanta, Robby Habibi Hidayat, dan Afrizal Auliya Ansori, dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT).</p>
<p><div id="attachment_61163" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://memontum.com/61160-angkat-buah-naga-dan-jeruk-siam-sebagai-produk-ikonik-desa-agrowisata-temurejo/img-20181023-wa0146-copy" rel="attachment wp-att-61163"><img aria-describedby="caption-attachment-61163" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181023-WA0146-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="Penggunaan teknologi dalam proses pengolahan dodol dari buah naga dan jeruk siam (ist)" width="650" height="333" class="size-full wp-image-61163" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181023-WA0146-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181023-WA0146-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-61163" class="wp-caption-text"><em><strong>Penggunaan teknologi dalam proses pengolahan dodol dari buah naga dan jeruk siam (ist)</strong></em></p></div></p>
<p>Dalam kegiatan PKM DM bertajuk “Penguatan Agroindustri Terpadu Produk Unggulan Daerah (Buah Naga dan Jeruk Siam) dalam Upaya Pengembangan “Desa Agrowisata” di Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi (Tahun kedua)”, tim DM UB menggandeng tim PKK Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi, yang dilaksanakan sejak bulan Juni 2018.</p>
<p>Tujuan dari adanya kegiatan ini, antara lain untuk mengembangkan dan meningkatkan nilai manfaat seluruh sumber daya dan potensi yang ada, baik berupa sumber daya manusia ataupun wilayah di Desa Temurejo, khususnya dalam mendukung tumbuh kembangnya industri yang berbasis pada keunggulan lokal, serta teknologi produksi yang berkelanjutan di wilayah pedesaan, dalam hal ini olahan buah naga dan jeruk siam, seperti produk olahan dodol dan sari buah dengan resep dan tahapan proses sesuai komposisi pada rancangan buku resep yang dibuat oleh tim.</p>
<p><div id="attachment_61164" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://memontum.com/61160-angkat-buah-naga-dan-jeruk-siam-sebagai-produk-ikonik-desa-agrowisata-temurejo/img-20181023-wa0145-copy" rel="attachment wp-att-61164"><img aria-describedby="caption-attachment-61164" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181023-WA0145-copy.jpg?resize=650%2C450&#038;ssl=1" alt="Olahan sari buah dari jeruk siam dan buah naga, siap dikemas. (ist)" width="650" height="450" class="size-full wp-image-61164" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181023-WA0145-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181023-WA0145-copy.jpg?resize=300%2C208&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-61164" class="wp-caption-text"><em><strong>Olahan sari buah dari jeruk siam dan buah naga, siap dikemas. (ist)</strong></em></p></div></p>
<p>“Kegiatan Doktor Mengabdi ini merupakan tahun kedua bagi saya. Namun anggota tim dan mahasiswanya berubah, tergantung kebutuhan dalam pengembangannya. Diharapkan dari kegiatan ini dapat merancang model yang mengintegrasikan sejumlah komponen yang dapat meningkatkan nilai jual dan nilai ekonomi produk olahan buah jeruk siam dan buah naga, baik pangan maupun non pangan untuk meningkatkan daya saing, dan mendukung tumbuh kembangnya industri yang berbasis pada keunggulan lokal, serta tercapainya pengembangan desa berbasis agrowisata di Kabupaten Banyuwangi,” jelas Irnia Nurika, STP, MP, Ph.D, Ketua Tim Doktor Mengabdi UB di Desa Temurejo ini.</p>
<p>Permasalahan dan solusi yang ditawarkan kepada mitra, di antaranya pemanfaatan buah naga dan jeruk siam hanya sebatas dijual segar, solusinya mengintroduksi teknologi pengolahan buah naga dan jeruk Siam; Perbaikan standard/standarisasi produk yang akan dipasarkan, solusinya pelatihan pembuatan SOP proses produksi dan identifikasi bahaya pada proses produksi (standarisasi produk); Kualitas produk yang dihasilkan masih bervariasi, solusinya implementasi pengendalian mutu produk serta pembuatan pengemas produk yang berdaya saing; Belum mendapatkan ijin PIRT, solusinya pengajuan perijinan (P-IRT); dan produk belum banyak dikenal oleh masyarakat, solusinya penguatan promosi/pemasaran dan sistem penjualan baik on-site ataupun online.</p>
<p><div id="attachment_61165" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://memontum.com/61160-angkat-buah-naga-dan-jeruk-siam-sebagai-produk-ikonik-desa-agrowisata-temurejo/img-20181023-wa0144-copy" rel="attachment wp-att-61165"><img aria-describedby="caption-attachment-61165" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181023-WA0144-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="Bercengkrama dengan petani desa Temurejo. (ist)" width="650" height="333" class="size-full wp-image-61165" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181023-WA0144-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181023-WA0144-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-61165" class="wp-caption-text"><em><strong>Bercengkrama dengan petani desa Temurejo. (ist)</strong></em></p></div></p>
<p>Tujuan dan manfaat lain yang diharapkan, antara lain : memberdayakan ekonomi kerakyatan berbasis potensi unggulan daerah dan berwawasan lingkungan hidup secara sinergis dan berkelanjutan; Melanjutkan diseminasi teknologi pengolahan yang sudah dilakukan dengan membentuk UKM dan atau memperkuat UKM yang sudah ada, sehingga diharapkan dapat menjadi wadah untuk melakukan kegiatan produksi produk olahan buah naga dan jeruk siam; Meningkatkan pendapatan petani atau masyarakat dengan pemanfaatan komoditi agroindustri menjadi produk olahan, dan juga pemanfaatan limbah sehingga tidak ada limbah yang dihasilkan atau zero waste; Menciptakan icon unggulan daerah berdasarkan OVOP (One Village One Product) dengan menjadikan Desa Temurejo sebagai Agrowisata Buah Naga dan Jeruk Siam. Sehingga diharapkan terbentuk Desa Agrowisata dan menjadi destinasi wisata berbasis agro di Kabupaten Banyuwangi. <strong>(rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">61160</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gak Gajian 2 Bulan, Satpam Agrowisata Kelimpungan, Nasib Gak Jelas</title>
		<link>https://memontum.com/gak-gajian-2-bulan-satpam-agrowisata-kelimpungan-nasib-gak-jelas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Nov 2017 09:13:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Agrowisata]]></category>
		<category><![CDATA[gaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/7184-gak-gajian-2-bulan-satpam-agrowisata-kelimpungan-nasib-gak-jelas</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8212; Selama dua bulan berturut-turut, security (satuan pengamanan/satpam), yang dipekerjakan di Agrowisata Tambak Kusuma Tirta Minapolitan, Desa Kedung Peluk, Candi tidak menerima gaji. Keterlambatan gaji pada sejumlah satpam ini, belum diketahui secara pasti penyebabnya. Sehingga nasib mereka, bekerja yang dibagi dua shift terkatung-katung, Minggu (19/11/2017) kemarin. Tidak hanya itu, dalam penerimaan gaji per [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo </strong>&#8212; Selama dua bulan berturut-turut, security (satuan pengamanan/satpam), yang dipekerjakan di Agrowisata Tambak Kusuma Tirta Minapolitan, Desa Kedung Peluk, Candi tidak menerima gaji. Keterlambatan gaji pada sejumlah satpam ini, belum diketahui secara pasti penyebabnya. Sehingga nasib mereka, bekerja yang dibagi dua shift terkatung-katung, Minggu (19/11/2017) kemarin.</p>
<p>Tidak hanya itu, dalam penerimaan gaji per bulan mereka tidak sesuai UMK (Upah Minimum Kerja) yang berada di Kabupaten Sidoarjo. Padahal sebelumnya gaji dijanjikan, sebesar Rp 2,5 juta per bulan. Pada kenyataannya, satpam tersebut menerima Rp 1 juta sampai Rp 1,8 juta. Parahnya lagi, dalam penerimaan gaji per-bulan itu dengan cara dicicil. Itupun sudah berjalan 5 bulan lalu, hingga saat ini berita diturunkan.</p>
<p>Menurutnya ketua koordinator satpam, Agrowisata Tambak Kusuma Tirta Minapolitan, Fauzi melalui via telepon celularnya pada Memontum, “Keterlambatan gaji satpam selama 2 bulan ini, belum dapat dipastikan penyebabnya. Apa dari CV atau dari pihak pegelola Agrowisata. Itupun hal sama nasib mereka dengan saya. Sampai sekarangpun belum menerima gaji,&#8221; katanya.</p>
<p><div id="attachment_3393" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-3393" decoding="async" class="size-full wp-image-7185" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/11/2.Rincian-gaji-per-bulan-yang-diterimah-satpam-Agrowisata-Tambak-Kusuma-Tirta-Minapolitan-Desa-Kedung-PelukCandi.jpg?resize=650%2C450&#038;ssl=1" alt="Rincian gaji per-bulan,yang diberikan pada satpam atau security (Memo X/Agus HP)" width="650" height="450" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/11/2.Rincian-gaji-per-bulan-yang-diterimah-satpam-Agrowisata-Tambak-Kusuma-Tirta-Minapolitan-Desa-Kedung-PelukCandi.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/11/2.Rincian-gaji-per-bulan-yang-diterimah-satpam-Agrowisata-Tambak-Kusuma-Tirta-Minapolitan-Desa-Kedung-PelukCandi.jpg?resize=300%2C208&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/11/2.Rincian-gaji-per-bulan-yang-diterimah-satpam-Agrowisata-Tambak-Kusuma-Tirta-Minapolitan-Desa-Kedung-PelukCandi.jpg?resize=600%2C415&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/11/2.Rincian-gaji-per-bulan-yang-diterimah-satpam-Agrowisata-Tambak-Kusuma-Tirta-Minapolitan-Desa-Kedung-PelukCandi.jpg?resize=200%2C138&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-3393" class="wp-caption-text"><em>Rincian gaji per-bulan,yang diberikan pada satpam atau security<strong> (Memo X/Agus HP)</strong></em></p></div></p>
<p>Diakui Fauzi, dalam penerimaan gaji itu, tidak ada pemotongan dari CV maupun pengelola wisata. Sedangkan CV yang merekrut mereka, saat ini juga belum jelas.</p>
<p>&#8220;Entah CV apa, saya tidak tahu. Pada intinya, masih proses. Awalnya mereka sebelum bekerja, memang saya yang merekrut,” kata Fauzi. Terkait pemotongan gaji atau dicicil, Fauzi menyatakan tidak ada.</p>
<p>Sementara itu, saat Fauzi diminta Memontum.com untuk memberikan nomor ponsel CV dan pemilik Agrowisata Kusuma Tirta Minapolitan Tambak Desa Kedungpeluk, Candi enggan memberitahukanya. Dua pemohon, Agus dan Ridho yang belum diperkerjakan selama 3 bulan ini, malah sudah membayar masing-masing sebesar Rp 3,5 juta. Sayangnya, mereka juga tidak memberikan keterangan.</p>
<p>Terpisah, salah satu satpam yang namanya tidak mau diberitakan menjelaskan, &#8220;Selama berjalan lima bulan, per-bulan menerima gaji tidak sesuai apa yang dijanjikan awal bekerja. Selain gaji dipotong, juga kerap dicicil. Bahkan sisa gaji, 3 bulan yang lalu sebesar Rp 600 ribu juga belum dibayar. Padahal saat direkrut, untuk dapat bekerja di tempat tersebut dipungut biaya Rp 3,5 juta.&#8221;</p>
<p>“Kami berharap instansi terkait, Dinsonakertrans di Kabupaten Sidoarjo segera turun tangan. Agar kami di sini bekerja sesuai tupoksinya, tidak diperlakukan semena-mena,&#8221; pintanya. <strong>(gus/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">7184</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
