<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>akhlak &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/akhlak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jun 2025 11:31:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>akhlak &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tahun Baru Islam, Bupati Lumajang Tegaskan Pembangunan Akhlak Generasi melalui Al Quran</title>
		<link>https://memontum.com/tahun-baru-islam-bupati-lumajang-tegaskan-pembangunan-akhlak-generasi-melalui-al-quran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2025 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[generasi]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[melalui]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[tegaskan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223393</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya bertumpu pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi harus dimulai dari pembangunan akhlak generasi melalui Al-Quran. Inilah pesan utama dari peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah, yang digelar Yayasan Ma’had Tahfizul Qur’an Bahrusyifa di Alun-alun Lumajang, Jumat (27/06/2025) tadi. Bupati Lumajang, Indah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya bertumpu pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi harus dimulai dari pembangunan akhlak generasi melalui Al-Quran. Inilah pesan utama dari peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah, yang digelar Yayasan Ma’had Tahfizul Qur’an Bahrusyifa di Alun-alun Lumajang, Jumat (27/06/2025) tadi.</p>



<p>Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menekankan bahwa gerakan menghafal, membaca dan mengamalkan Al-Quran kini telah menjelma menjadi arus utama pembentukan karakter masyarakat Lumajang dari anak-anak hingga orang tua. “Saat ini, gerakan tahfidz bukan hanya untuk anak-anak, tapi juga mengajak orang tua untuk aktif mencintai Al-Quran. Inilah kekuatan moral yang akan menjaga masa depan generasi Lumajang,” tegasnya.</p>



<p>Peringatan 1 Muharram kali ini, menurut Bunda Indah, bukan sekadar pergantian tahun, melainkan momen berhijrah meninggalkan kelalaian menuju kesadaran. Meninggalkan kebiasaan buruk menuju kehidupan yang lebih baik, sebagaimana semangat hijrah Nabi Muhammad SAW.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kita harus bermuhasabah, mengevaluasi diri dan memastikan bahwa tahun ini kita lebih bermanfaat, lebih berakhlak dan lebih dekat dengan Al-Qur’an,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Yayasan Bahrusyifa, Imam Suryadi, menjelaskan bahwa kegiatan tahunan ini merupakan bagian dari visi yayasan untuk menjadikan Al-Quran sebagai roh sosial masyarakat. Dirinya menyebut, membaca Al-Quran di awal tahun adalah bentuk mengetuk pintu langit agar Kabupaten Lumajang senantiasa diberkahi.</p>



<p>“Kami ingin Al-Quran tidak hanya dibaca, tapi hidup dalam perilaku. Dari sinilah kemakmuran dan keamanan daerah akan tumbuh,” jelasnya.</p>



<p>Kegiatan yang diikuti ribuan santri dan masyarakat ini menjadi bukti bahwa kekuatan spiritual berbasis Al-Quran mampu menjadi fondasi perubahan sosial dan pembangunan karakter bangsa. Dari Alun-alun Lumajang, gema tahfidz Quran menjadi langkah awal menuju peradaban lokal yang unggul dan berakhlak mulia. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223393</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Buka Workshop Strategi Pembelajaran Inovatif SD, Wabup Syah Minta Pendidik Sisipkan Pelajaran Akhlak</title>
		<link>https://memontum.com/buka-workshop-strategi-pembelajaran-inovatif-sd-wabup-syah-minta-pendidik-sisipkan-pelajaran-akhlak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Oct 2023 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[inovatif]]></category>
		<category><![CDATA[pelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[pendidik]]></category>
		<category><![CDATA[sisipkan]]></category>
		<category><![CDATA[strategi]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200037</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara, membuka workshop pembelajaran inovatif bagi Sekolah Dasar (SD) di salah satu hotel di Trenggalek. Dalam kesempatan itu, dirinya meminta kepada setiap pendidik untuk kembali menyisipkan pelajaran akhlak meskipun itu hanya sebentar. Apapun sistem pelajarannya, baik itu saat di pelajaran Matematika, Bahasa Inggris ataupun mata pelajaran lain. Sehingga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara, membuka workshop pembelajaran inovatif bagi Sekolah Dasar (SD) di salah satu hotel di Trenggalek. Dalam kesempatan itu, dirinya meminta kepada setiap pendidik untuk kembali menyisipkan pelajaran akhlak meskipun itu hanya sebentar.</p>



<p>Apapun sistem pelajarannya, baik itu saat di pelajaran Matematika, Bahasa Inggris ataupun mata pelajaran lain. Sehingga diharapkan, pelajaran akhlak tetap bisa disisipkan. Dengan alasan, karena tantangan pendidikan saat ini tidak sederhana.</p>



<p>&#8220;Mungkin 10 hingga 20 tahun yang lalu, saat para guru yang saat ini mengajar menjadi murid, guru menghukum atau memarahi muridnya, itu merupakan suatu hal yang biasa. Tidak ada dendam ataupun melaporkan kepada orang tua. Namun sekarang, ini tantangannya berbeda. Yang dahulu itu wajar, sekarang ini semua itu tidak wajar,&#8221; kata Wabup Syah, saat dikonfirmasi, Kamis (19/10/2023) pagi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Dengan adanya workshop ini, Wabup berharap akan lahir inovasi-inovasi baru. Sehingga, pendidik saat ini bisa menghadapi dinamika pendidikan pada saat ini.</p>



<p>&#8220;Pentingnya pendidikan akhlak, apapun pelajarannya saya harapkan bisa disisipkan pelajaran akhlak. Karena bagaimanapun, ini sangat penting,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Terlebih, paparnya, Pemerintah Kabupaten Trenggalek mempunyai visi misi &#8216;Meroket&#8217; (Maju Ekonomi Rakyatnya, Organisasi atau orangnya kreatif dan Ekosistemnya Terjaga). Artinya, &#8216;Mer&#8217; adalah Maju Ekonomi Rakyatnya dan ini cita-cita utama yakni memajukan ekonomi masyarakat Trenggalek. &#8216;OK&#8217; adalah Orang atau Organisasinya Kreatif artinya Trenggalek ini butuh orang-orang yang kreatif.</p>



<p>&#8220;Kemudian &#8216;ET&#8217; kepanjangannya Ekosistemnya terjaga. Ini akan menjadi percuma, jika Trenggalek nantinya maju tetapi kita susah menikmati terumbu karang yang dirusak oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. Begitu juga dengan keasrian dan kelestarian alam beserta ekosistemnya,&#8221; jelas Wabup Syah.</p>



<p>Oleh karena itu, untuk mencetak orang-orang kreatif sesuai visi misi pemerintah Kabupaten Trenggalek, itu tidak bisa instan. Perlu proses yang panjang dan peran pendidik sangat penting di sini.</p>



<p>&#8220;Saya juga mengingatkan bahwa panen guru juga tidak bisa instan. Perlu proses dan penantian panjang, karena kesuksesan anak didik akan terlihat beberapa tahun ke depan. Untuk itu pengabdian yang tulus dan ikhlas saya harapkan. InsyaAllah pahala akan terus mengalir untuk mereka,&#8221; paparnya.<strong> (mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200037</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
