<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>akibatkan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/akibatkan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Apr 2025 11:32:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>akibatkan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tak Kuat Jalan Menanjak, Truk Hantam Motor hingga Akibatkan Seorang Gadis Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/tak-kuat-jalan-menanjak-truk-hantam-motor-hingga-akibatkan-seorang-gadis-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[akibatkan]]></category>
		<category><![CDATA[hantam]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[menanjak,]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221424</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Truck Hino Nopol L 8297 AH yang dikemudikan Wanto (51), warga Dusun Menunggal, Dusun Gampingan, Desa Banyu Urip, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, berjalan mundur saat melintas di jalanan menanjak di Jalan MT Haryono, Gang XI, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (25/04/2025) pukul 11.00. Akibat kejadian itu, truk kemudian menghantam Honda Beat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Truck Hino Nopol L 8297 AH yang dikemudikan Wanto (51), warga Dusun Menunggal, Dusun Gampingan, Desa Banyu Urip, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, berjalan mundur saat melintas di jalanan menanjak di Jalan MT Haryono, Gang XI, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (25/04/2025) pukul 11.00. Akibat kejadian itu, truk kemudian menghantam Honda Beat Nopol N 6044 EDB yang dikendarai Rina Yustin (40) warga Jalan Polowijen, Gang IV, Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, yang membonceng, IM (6) anaknya, serta Safira (26), warga Dusun Kembang, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang dan AR (7), warga Dusun Bodosari, Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari.</p>



<p>Akibat kejadian ini, IM mengalami luka serius di bagian kepala. Anak perempuan itu, pun kemudian meninggal di lokasi kejadian.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Informasi Memontum.com, bahwa saat kejadian, Truck Hino tengah bermuatan matrial bangunan kayu, yang melaju ke arah Selatan, dengan melintasi tanjakan di Jalan MT Haryono, Gang XI. &#8220;Diduga karena kelebihan muatan, sehingga kendaraan itu tidak mampu berjalan menanjak. Akibatnya, pengemudi pun kehilangan kendali,&#8221; kata Kanit Gakkum Satlantas Polresta Malang Kota, Iptu Isrofi.</p>



<p>Dari kejadian awal, ujarnya, truk kemudian berjalan mundur dengan sendirinya hingga terjadi kecelakaan lalu lintas dengan menghantam motor Honda Beat korban yang berada di belakang. &#8220;Tiga orang korban mengalami luka-luka. Sedangkan IM, anak dari pengendara motor tersebut meninggal dunia,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Kini petugas Gakkum Polresta Malang Kota masih melakukan penyelidikan pemeriksaan saksi-saksi. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221424</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hujan Intensitas Tinggi Akibatkan Rumah di Perumahan Prima Ragil Permai 7 Kota Malang Longsor</title>
		<link>https://memontum.com/hujan-intensitas-tinggi-akibatkan-rumah-di-perumahan-prima-ragil-permai-7-kota-malang-longsor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Dec 2024 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[akibatkan]]></category>
		<category><![CDATA[intensitas]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[permai]]></category>
		<category><![CDATA[perumahan]]></category>
		<category><![CDATA[tinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217908</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Selasa (24/12/2024) lalu, menyebabkan banjir di kawasan Perumahan Prima Ragil Permai 7, Kecamatan Kedungkandang. Dampaknya, sebuah rumah di blok A nomor 47 mengalami longsor pada Rabu (25/12/2024) malam, sehingga mengharuskan dua penghuninya mengungsi ke rumah kerabat. Rumah yang longsor itu, diketahui milik Nurlela, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Selasa (24/12/2024) lalu, menyebabkan banjir di kawasan Perumahan Prima Ragil Permai 7, Kecamatan Kedungkandang. Dampaknya, sebuah rumah di blok A nomor 47 mengalami longsor pada Rabu (25/12/2024) malam, sehingga mengharuskan dua penghuninya mengungsi ke rumah kerabat.</p>



<p>Rumah yang longsor itu, diketahui milik Nurlela, warga setempat. Menurut Ketua RT 9 RW 3 Kelurahan Kedungkandang, Suratin, longsor terjadi akibat derasnya arus dan luapan Sungai Amprong yang merendam lebih dari ratusan rumah di kawasan tersebut.</p>



<p>“Air banjir dari Sungai Amprong merendam ratusan rumah, bahkan ada yang terendam hingga 1,5 meter. Keesokan harinya (kemarin), rumah di blok A ambles karena tanahnya labil,” ujar Suratin, saat ditemui pada Kamis (26/12/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Diketahui, longsor tersebut berawal dari adanya suara gemuruh dan retakan pada sisi kiri rumah yang berada di tepi Sungai Amprong. Tak lama kemudian, tanah sepanjang 15 meter dengan lebar sekitar 3 meter ambles, merusak sebagian besar struktur rumah.</p>



<p>&#8220;Untuk langkah antisipasi, warga sekitar memasang pembatas bambu di sekitar lokasi longsor untuk mencegah orang mendekat, mengingat kondisi tanah yang masih labil,&#8221; katanya.</p>



<p>Selain rumah Nurlela, tembok perumahan di Blok C juga dilaporkan ambrol akibat luapan banjir. Pasca kejadian tersebut, warga juga segera bergotong royong memperbaiki kerusakan dengan membangun plengsengan.</p>



<p>“Seluruh RT di RW 3 telah bermusyawarah. Kami akan melanjutkan kerja bakti pada Minggu untuk membangun plengsengan. Sementara ini, kami lakukan perbaikan dengan gotong royong,” imbuh warga sekitar, Tasripul. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217908</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hujan Deras Akibatkan Puluhan Rumah di Lesanpuro Terendam Banjir dan Lumpur Tebal</title>
		<link>https://memontum.com/hujan-deras-akibatkan-puluhan-rumah-di-lesanpuro-terendam-banjir-dan-lumpur-tebal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Dec 2024 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[akibatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Lesanpuro]]></category>
		<category><![CDATA[lumpur,]]></category>
		<category><![CDATA[puluhan]]></category>
		<category><![CDATA[terendam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217887</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hujan deras yang terjadi pada Selasa (24/12/2024) sore hingga malam kemarin, mengakibatkan banjir yang merendam puluhan rumah warga di Kelurahan Lesanpuro, Jalan Ki Ageng Gribig, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang Gang 12. Akibatnya, masih banyak sisa lumpur yang tertinggal di rumah warga hingga hari ini, Rabu (25/12/2024) tadi. Ketua RW 04 Kelurahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Hujan deras yang terjadi pada Selasa (24/12/2024) sore hingga malam kemarin, mengakibatkan banjir yang merendam puluhan rumah warga di Kelurahan Lesanpuro, Jalan Ki Ageng Gribig, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang Gang 12. Akibatnya, masih banyak sisa lumpur yang tertinggal di rumah warga hingga hari ini, Rabu (25/12/2024) tadi.</p>



<p>Ketua RW 04 Kelurahan Lesanpuro, Guntor, menyampaikan bahwa banjir itu berasal dari luapan Sungai Amprong ditambah dengan kiriman air dari daerah Tumpang. Sementara di RW 04, itu menjadi lokasi terdampak banjir paling parah.</p>



<p>&#8220;Banjir mulai terlihat sejak sore hari dan air baru surut pada malam hari. Ada sebanyak 80 rumah di RW 4 tergenang, sementara warga diungsikan ke mushola dan rumah tetangga yang aman. Tempat-tempat untuk jagongan di depan rumah juga terdampak,” kata Guntoro, saat ditemui tadi.</p>



<p>Guntoro juga mengeluhkan, karena kondisi sungai saat ini lebih dangkal dan ada pohon bambu yang masih tersangkut di aliran sungai. Sehingga, itu menurutnya dapat menghambat arus air. Pihaknya meminta agar Pemkot Malang dapat segera turun tangan.</p>



<p>&#8220;Karena untuk membersihkan bambu yang jatuh di sungai ini butuh alat berat. Kami khawatir apabila tidak segera ditangani, apalagi ini masih musim hujan,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Camat Kedungkandang, Fahmi Fauzan, menyebut bahwa ada tiga titik utama yang terdampak banjir. Pertama, di Gang Mirej, Kelurahan Madyopuro, Kota Malang, kedua, di Gang 12 Kelurahan Lesanpuro dan yang ketiga, di RW 3 Kelurahan Kedungkandang.</p>



<p>“Untuk di tiga lokasi itu, saat ini sedang dilakukan pembersihan. Beberapa warga sudah bisa menangani sendiri, hanya saja tinggal dilakukan pembersihan di jalan perumahan itu karena masih ada sisa-sisa lumpur,&#8221; ucap Fahmi.</p>



<p>Untuk saat ini, menurutnya di Gang Mirej dan Gang 12 sudah didirikan posko penampungan, dapur umum, serta distribusi makanan siap saji. Warga pun diperbolehkan untuk menyesuaikan kondisi masing-masing. Apabila rumah bisa ditempati maka itu diperbolehkan.</p>



<p>&#8220;Karena beberapa warga ada yang tidak mau dievakuasi dari rumah, karena banyak barang di rumahnya. Tapi secara umum untuk tempat penampungan sudah tersedia,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Diakhir, dalam penanganan pasca terjadi banjir menurutnya dibutuhkan alat berat dan telah dilakukan koordinasi bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). “Dalam penanganan pasca banjir ini tidak bisa manual. Alat berat sudah dikerahkan untuk membantu pembersihan,” imbuh Fahmi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217887</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hujan Deras di Kota Malang Akibatkan Tanah Longsor dan Satu Rumah Terdampak</title>
		<link>https://memontum.com/hujan-deras-di-kota-malang-akibatkan-tanah-longsor-dan-satu-rumah-terdampak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Nov 2024 01:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[akibatkan]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[terdampak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216304</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan bencana tanah longsor di Jalan Membramo, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, pada Jumat (08/11/2024) kemarin, pukul 17.15 WIB. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Prayitno, menyampaikan bahwa plengsengan atau dinding penahan tanah sepanjang 15 meter ambrol akibat tanah labil dan kualitas struktur yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan bencana tanah longsor di Jalan Membramo, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, pada Jumat (08/11/2024) kemarin, pukul 17.15 WIB.</p>



<p>Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Prayitno, menyampaikan bahwa plengsengan atau dinding penahan tanah sepanjang 15 meter ambrol akibat tanah labil dan kualitas struktur yang menurun akibat erosi aliran sungai. Sehingga, mengakibatkan kerusakan pada bagian pagar, dinding dan kanopi rumah warga.</p>



<p>“Penghuni rumah ada sejumlah 6 orang dan mereka sudah mengungsi ke rumah saudara terdekat. Sehingga nihil tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” kata Prayitno, saat dihubungi, Sabtu (09/11/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, bahwa peristiwa tersebut diterima oleh BPBD pukul 17.40, para personel langsung mengkaji cepat untuk melakukan assessment di lokasi tersebut. Untuk saat ini dampak yang terjadi yakni, terganggunya aktivitas penghuni rumah dan rawan jika terjadi longsor susulan.</p>



<p>“Untuk kerugian masih dalam proses perhitungan. Kami juga merekomendasikan pemasangan terpal di area terdampak dan melanjutkan laporan pada DPUPRPKP dan BBWS,” ujarnya.</p>



<p>Dalam peristiwa tersebut, BPBD Kota Malang juga melakukan pemasangan garis baricade line dilokasi. Tak hanya itu, juga melakukan koordinasi dengan kelurahan dan RT/RW setempat.</p>



<p>“Kami BPBD Kota Malang juga bekerjasama dengan lurah, babinsa, babinkamtibmas dan warga setempat untuk memperkuat upaya mitigasi agar dampak longsor yang terjadi ini tidak begitu meluas,” imbuh Prayit. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216304</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Musibah Tanah Longsor Pronojiwo Lumajang Akibatkan 4 Warga Tertimbun</title>
		<link>https://memontum.com/musibah-tanah-longsor-pronojiwo-lumajang-akibatkan-4-warga-tertimbun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jun 2024 14:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[akibatkan]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>
		<category><![CDATA[pronojiwo]]></category>
		<category><![CDATA[tertimbun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210256</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Musibah tanah longsor yang terjadi di Dusun Supit, Desa Pronojiwo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, dikabarkan menyebabkan empat warga menjadi korban alias tertimbun. Terhadap sejumlah korban, kini masih dalam pencarian. Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, yang turun langsung ke Desa Pronojiwo menyampaikan rasa turut berbela sungkawa atas kejadian tersebut. &#8220;Saya turut prihatin dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Musibah tanah longsor yang terjadi di Dusun Supit, Desa Pronojiwo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, dikabarkan menyebabkan empat warga menjadi korban alias tertimbun. Terhadap sejumlah korban, kini masih dalam pencarian.</p>



<p>Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, yang turun langsung ke Desa Pronojiwo menyampaikan rasa turut berbela sungkawa atas kejadian tersebut. &#8220;Saya turut prihatin dan berbela sungkawa atas musibah ini,&#8221; ungkapnya ketika dimintai keterangan di Kantor Kecamatan Pronojiwo, Selasa (04/06/2024) tadi.</p>



<p>Dijelaskannya, berdasarkan keterangan saksi dan BPBD, longsor terjadi sekitar pukul 11.30 di petak 4 kawasan hutan milik Perhutani. Ketinggian timbunan kurang lebih 15 meter sampai 20 meter berbentuk tanah liat dan pohon-pohon pinus.</p>



<p>Diperkirakan, empat identitas korban yang tertimbun longsor itu, antara lain Junaidi warga Dusun Karangsuko, Desa Tamansatrian, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang yang bekerja sebagai sopir truk. Dwi, warga Dusun Supit RT36 RW13, Desa/Kecamatan Pronojiwo dan Rohim, warga Dusun Besuk Cukit, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, keduanya diketahui merupakan penambang pasir manual. Sementara 1 orang yang sudah berhasil dievakuasi atas nama Kusnadi, warga Dusun Tulungagungan RT11 RW5, Desa/Kecamatan Pronojiwo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Ada empat orang korban, tadi jam 16.00 sebanyak satu orang bernama Kusnadi sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dan sudah dimakamkan,&#8221; terangnya.</p>



<p>Proses evakuasi dan pencarian korban, kata Pj Bupati Yuyun-panggilan akrab Pj Bupati, tetap dilakukan dengan memprioritaskan keselamatan jiwa tim. &#8220;Insyaallah besok akan dilakukan pencarian dan evakuasi dimulai pukul 07.00. Saat ini sudah malam dan evakuasi dihentikan. Termasuk memperhatikan cuaca, kalau hujan kita hentikan yang terpenting adalah keselamatan jiwa,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Ketua Paguyuban Penambang Pasir Pronojiwo, Muhammad Rizal, mengatakan bahwa pihaknya bekerjasama dengan BPBD, TNI dan Polri serta relawan dan warga, masih melakukan pencarian dan evakuasi pasca bencana longsor yang terjadi. Termasuk, mengerahkan lima unit eksavator.</p>



<p>&#8220;Ada penambang manual dan sopir truk yang menjadi korban, karena longsor terlalu tebal. Sebanyak lima ekskavator juga sudah kita kerahkan untuk melakukan evakuasi,&#8221; jelasnya. <strong>(adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210256</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Awas, Cuaca Panas Ekstrem Bisa Akibatkan 10 Penyakit Ini</title>
		<link>https://memontum.com/awas-cuaca-panas-ekstrem-bisa-akibatkan-10-penyakit-ini</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Oct 2023 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[akibatkan]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199635</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mengatakan cuaca panas ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini, bisa menimbulkan penyakit untuk warga masyarakat. Hal ini, sebagaimana dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Batu, dr Susana Indahwati, Rabu (11/10/2023) siang. Diuraikan Susana, bahwa dampak dari cuaca panas ekstrem ini tidak hanya dapat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu </strong>&#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mengatakan cuaca panas ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini, bisa menimbulkan penyakit untuk warga masyarakat. Hal ini, sebagaimana dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Batu, dr Susana Indahwati, Rabu (11/10/2023) siang.</p>



<p>Diuraikan Susana, bahwa dampak dari cuaca panas ekstrem ini tidak hanya dapat menimbulkan penyakit. Namun, juga bisa menyebabkan kematian. &#8220;Penyakit yang ditimbulkan akibat cuaca panas ekstrem, ini tergantung kondisi seseorang. Terutama, ketika tubuh tidak kuat beradaptasi dengan cuaca panas. Dan, bila terlambat penanganan, maka akan menyebabkan kematian,&#8221; ujarnya.</p>



<p>10 kemungkinan penyakit yang bisa muncul, paparnya, pertama yaitu heat stroke (hipertermia) adalah kondisi berbahaya dimana suhu tubuh meningkat secara signifikan dan tidak dapat diatur oleh mekanisme tubuh. Heat stroke dapat menyebabkan kebingungan, kejang dan bahkan kematian jika tidak segera ditangani.</p>



<p>Kedua, ujarnya, heat exhaustion (kelelahan akibat panas) adalah tahap awal dari masalah paparan cuaca panas. Ini dapat menyebabkan gejala seperti pusing, mual, muntah, kelelahan berlebihan dan kulit kering. Ke tiga, dehidrasi yaitu cuaca panas dapat menyebabkan kehilangan cairan tubuh yang lebih cepat melalui keringat. Dehidrasi dapat menyebabkan pusing, lemah, kejang dan masalah kesehatan lainnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Empat, yaitu heat cramps (kram akibat panas) atau kondisi di mana otot-otot tubuh mengalami kram atau kontraksi yang kuat akibat dehidrasi dan kehilangan garam tubuh. Ke lima, prickly heat (ruam panas) atau gangguan kulit yang disebabkan oleh penyumbatan kelenjar keringat dan dapat menyebabkan ruam dan gatal pada kulit,&#8221; paparnya.</p>



<p>Ancaman penyakit ke enam, lanjutnya, masalah pernafasan. Ke tujuh, penyakit kardiovaskular yaitu panas yang berlebihan dapat menyebabkan beban kerja jantung yang lebih besar, yang berisiko meningkatkan tekanan darah dan memperburuk kondisi jantung yang ada. Ke delapan, penyakit kulit. Sembilan yaitu gagal ginjal atau dimana panas ekstrim dapat menyebabkan dehidrasi yang parah, yang dapat mempengaruhi fungsi ginjal dan menyebabkan masalah ginjal.</p>



<p>&#8220;Ancaman penyakit terakhir, yaitu gagal hati. Ini dimana individu dengan masalah hati mungkin lebih rentan terhadap perubahan suhu ekstrem dan dehidrasi,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Susana menambahkan, bahwa untuk melindungi diri dari penyakit yang diakibatkan cuaca panas, agar pindah ruangan suhu yang paling dingin di rumah. Terutama, pada siang hari. &#8220;Hindari aktifitas fisik yang berat. Jika itu tetap dilakukan, sebaiknya di tempat yang teduh. Apalagi, dalam cuaca panas ini tidak disarankan meninggalkan anak-anak atau hewan dalam kendaraan yang di parkir,&#8221; tegasnya</p>



<p>Sebagai tindakan preventif untuk menjaga suhu tubuh tetap normal, lanjutnya, bisa menggunakan kompres dengan kain, handuk, spons dan rendaman kaki agar tetap dingin. &#8220;Jika ada keluhan pusing, lemah, cemas atau sangat haus dan sakit kepala, sebaiknya pindah ke tempat yang sejuk sesegera mungkin. Periksa suhu tubuh lalu minum air atau jus buah untuk rehidrasi. Minta bantuan tim medis jika diperlukan, terutama ketika mengalami heat cramps lebih dari 1 jam,&#8221; terangnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199635</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perbaiki Trailer Mogok, Bus Hantam Trailer hingga Akibatkan Sopir Meninggal Tertindih</title>
		<link>https://memontum.com/perbaiki-trailer-mogok-bus-hantam-trailer-hingga-akibatkan-sopir-meninggal-tertindih</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Jul 2023 06:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[akibatkan]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[hantam]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[mogok]]></category>
		<category><![CDATA[perbaiki]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[sopir]]></category>
		<category><![CDATA[tertindih]]></category>
		<category><![CDATA[trailer]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193420</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Nasib naas dialami sopir truk trailer, Nopol B 9079 BEH, Rudi Hartono (37), warga Desa Tanjung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang. Korban meninggal setelah terlindas truknya sendiri di Jalur Pantura Desa Desa Tambakrejo, Kecamatan Tongas, Kota Probolinggo, Sabtu (15/07/2023) malam. Hal itu terjadi, saat Rudi memarkir truknya di pinggir jalan dan memperbaiki bagian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Nasib naas dialami sopir truk trailer, Nopol B 9079 BEH, Rudi Hartono (37), warga Desa Tanjung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang. Korban meninggal setelah terlindas truknya sendiri di Jalur Pantura Desa Desa Tambakrejo, Kecamatan Tongas, Kota Probolinggo, Sabtu (15/07/2023) malam.</p>



<p>Hal itu terjadi, saat Rudi memarkir truknya di pinggir jalan dan memperbaiki bagian bawah truk. Namun tidak disangka, truk tersebut diseruduk bus Nopol P 7041 UG, yang dikendarai Dul Mukti (60), warga Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember.</p>



<p>Informasi Memontum.com bahwa dugaan awal, Rudi merasa ada kendala pada truknya hingga parkir di pinggir jalan. Dirinya kemudian melakukan pengecekan pada bagian bawah truk. Saat dirinya memperbaiki truk trailer di bagian belakang sebelah kanan, tiba- tiba muncul bus yang melaju dari arah Barat.</p>



<p>Bus tersebut menabrak bagian belakang truk trailer tersebut, sehingga korban tertindih ban belakang kanan. Sedangkan bus yang menyeruduk tersebut, mengalami ringsek di bagian depan sebelah kiri dan kaca depan pecah. Untuk penumpang bus yang mengalami luka-luka, langsung dievakuasi ke Puskesmas Nguling untuk mendapat perawatan.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Saat itu, sopir sedang ngeban dan tiba &#8211; tiba dari arah Barat, sebuah bus menabrak bagian belakang trailer hingga trailer bergerak maju. Kebetulan sopir yang ada di bawah truk, langsung terlindas,&#8221; ujar saksi kejadian, Abdul Latif.</p>



<p>Sementara itu, sopir bus, Dul Mukti, mengatakan bahwa busnya sebenarnya kondisi pelan, karena baru saja menurunkan penumpang di Pasar Nguling. &#8220;Setelah menurunkan penumpang, saya berjalan pelan. Di dalam bus ada 25 penumpang. Namun saat mendekati lokasi, tiba-tiba ada truk trailer parkir dan tidak ada tanda. Bus langsung menabrak bagian belakang trailer,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota, Iptu Kumoro, mengatakan bahwa kecelakaan ini bermula saat truk trailer sedang berhenti. Kemudian, sopir melakukan pengecekan kendaraan dan tiba-tiba dari arah barat muncul bus, yang kemudian menabrak bagian belakang trailer.</p>



<p>&#8220;Dugaan sementara, karena truk trailer saat perbaikan tidak memasang tanda, maka bus dari arah barat langsung menabrak trailer yang sedang parkir tersebut. Untuk mengetahui penyebab pasti, kecelakaan ini masih ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota,&#8221; ujarnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193420</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
