<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>aksi teatrikal &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/aksi-teatrikal/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Jul 2020 10:23:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>aksi teatrikal &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kritik Pemerintah, Seniman Pasuruan &#8220;Bersedih&#8221;</title>
		<link>https://memontum.com/kritik-pemerintah-seniman-pasuruan-bersedih</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2020 10:23:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[aksi teatrikal]]></category>
		<category><![CDATA[DK3P]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[Seniman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/119765-kritik-pemerintah-seniman-pasuruan-bersedih</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Sekelompok seniman Kabupaten Pasuruan yang tergabung pada Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan (DK3P), Selasa (21/7/2020) siang, menggelar aksi teatrikal. Aksi di area situs sejarah yakni Candi Sumber Tetek bertajuk “HABIS” yang menggambarkan kesedihan seniman seni pertunjukan yang sampai hari ini belum ada payung hukum yang memperbolehkan pentas. Aksi tersebut sebagai bentuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Sekelompok seniman Kabupaten Pasuruan yang tergabung pada Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan (DK3P), Selasa (21/7/2020) siang, menggelar aksi teatrikal.</p>
<p>Aksi di area situs sejarah yakni Candi Sumber Tetek bertajuk “HABIS” yang menggambarkan kesedihan seniman seni pertunjukan yang sampai hari ini belum ada payung hukum yang memperbolehkan pentas.</p>
<p>Aksi tersebut sebagai bentuk sikap protes para seniman pada Pemerintah Kabupaten Pasuruan, khususnya Bupati Pasuruan yang hingga hari ini belum menerbitkan Perbup atau Surat Edaran tentang kebebasan seniman dalam berolah seni dimasa pandemi Covid-19.</p>
<p>Aksi berlangsung kurang lebih 1 jam ini dimulai pukul 10.00 tersebut disaksikan secara langsung oleh Ketua DK3P Lukas Cahyabuana.</p>
<p>Menurut Ketua DK3P Lukas Cahyabuana mengatakan, jika pihaknya mengapresiasi langkah seniman dalam menyuarakan kondisinya dan sekaligus menyayangkan sikap Pemerintah yang belum mengeluarkan regulasi terkait tata cara penyelenggaraan kegiatan kesenian.</p>
<p>Hal itu nampak dari properti yang digunakan yakni Rantai dan Bola Hitam bertuliskan REGULASI.</p>
<p>“Saya bangga dengan cara mereka menyampaikan aspirasi, tak perlu melibatkan banyak orang,cukup dengan performing art, dan semoga pejabat Kabupaten Pasuruan mendengar keluhan para seniman” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu di tempat terpisah Henry Sulfianto Humas DK3P mengungkapkan isi benaknya.</p>
<p>&#8220;Giat ini sebagai bentuk protes atas lambannya kinerja Bupati beserta Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Pasuruan,&#8221;ujarnya.</p>
<p>Ditambahkan, di daerah lain pihak Pemkot/Pemkab telah mengeluarkan aturan baku bagi masyarakat yang akan menggelar hajatan, sebagai implementasi pencabutan maklumat Kapolri atas larangan berkumpul.</p>
<p>Secara otomatis aturan baku tersebut akan berdampak pada geliat sektor ekonomi diantaranya persewaan pentas, terop, alat musik, hingga uborampe lainnya.</p>
<p>Apalagi satu pekan ke depan telah memasuki bulan besar, tradisi masyarakat jawa pada umumnya akan banyak menggelar hajatan yang tak sedikit &#8220;nanggap&#8221; aneka hiburan.</p>
<p>Seperti diketahui sejak masa pandemi covid-19, hampir semua sektor ekonomi mengalami kemacetan, tak terkecuali para seniman. Bahkan beberapa waktu lalu salah satu dedengkot seniman Pasuruan yakni Ki Bagong menggelar aksinya di Pendopo Kabupaten Pasuruan.</p>
<p>Seharusnya dengan aksi tersebut (Ki Bagong), Bupati bersama instansi terkait cepat tanggap dan segera mengeluarkan regulasi atas apa yang menjadi kebutuhan masyarakat khususnya para seniman.</p>
<p>&#8220;Jika Bupati dan instansi terkait tidak segera mengeluarkan regulasi, maka dapat disama artikan membunuh secara perlahan seniman bersama sektor ekonomi pendukungnya,&#8221; beber Ki Demang sapaan akrab Humas DK3P ini. <strong>(arf/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">119765</post-id>	</item>
		<item>
		<title>SD Sukabumi II Kota Probolinggo Gelar Aksi Damai, Doa Tolak Yerusalem Jadi Ibu Kota Israel</title>
		<link>https://memontum.com/sd-sukabumi-ii-kota-probolinggo-gelar-aksi-damai-doa-tolak-yerusalem-jadi-ibu-kota-israel-2</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Dec 2017 14:13:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[aksi damai]]></category>
		<category><![CDATA[aksi teatrikal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=3404</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8212; Aksi damai dan doa bersama tolak jerusalem menjadi ibu Kota Israel yang di gelar ratusan siswa siswi Sekolah Dasar SDN Sukabumi II Di Kota Probolinggo di warnai isak tangis haru. Mereka menangis haru tak kuasa menahan kesedihan derita umat islam yang berada di Palestina atas statmen Presiden Donald Trump terkait pemindahan ibu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Probolinggo </strong>&#8212; Aksi damai dan doa bersama tolak jerusalem menjadi ibu Kota Israel yang di gelar ratusan siswa siswi Sekolah Dasar SDN Sukabumi II Di Kota Probolinggo di warnai isak tangis haru. Mereka menangis haru tak kuasa menahan kesedihan derita umat islam yang berada di Palestina atas statmen Presiden Donald Trump terkait pemindahan ibu Kota Israel dari Telaviv ke Jerusallem. Dalam aksi tersebut mereka berharap agar kedamaian antara umat beragama selalu terjalin dan permasalahan ini segera teratasi.</p>
<p>Isak tangis haru tidak dapat di hindarkan ketika sekitar 450 siswa siswi sekolah dasar Negeri Sukabumi II, di jalan Dr. Saleh, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo,ketika menggelar doa bersama dalam rangkaian aksi damai tolak Yerusalem menjadi ibu kota Israel, Selasa (12/12/2017) pagi.</p>
<p>Tangis haru tidak dapat dihindarkan karena mereka merasa prihatin atas statemen Presiden Amerika serikat Donal Trump, yang mengatakan kalau ibu kota Israel adalah Jerusalem. Dengan statement Presiden Amerika tersebut, mereka turut prihatin atas kedoliman ini, dan merasakan betapa sedihnya umat islam di Palestina pada khusunya dan umat islam di dunia pada umumnya.</p>
<p>Selain menggelar doa bersama, mereka juga melakukan aksi teatrikal yang intinya dengan adanya statemen Donald Trump, akan memperkeruh kerukunan umat islam di Palestina dan umat islam dunia.</p>
<p>Nadia, salah satu siswa mengungkapkan, Dengan adanya aksi damai ini mereka berharap agar permasalahan ini segera teratasi, dan kedamaian antar umat beragama senantiasa terjalin.</p>
<p>&#8220;Saya menangis karena sedih prihatin atas nasib umat islam semoga kedamaian senantiasa terjalin dan segera berakhir konflik di Palestina,&#8221;ujar Nadia.</p>
<p>Agus Lithanta, Kepala Sekolah SDN Sukabumi II menuturkan, doa bersama ini sebagai bentuk empati atas nasib umat islam, dan bentuk kepedulian terhadap sesama muslim, yang selalau di berikan dalam dunia pendidikan.</p>
<p>&#8220;Kami mengadakan doa bersama ini sebagai bentuk empati atas nasib umat Islam, karena sangat berpengaruh pada dunia pendidikan terutama pada pendidikan dasar,&#8221; ungkapnya.<strong> (pix/yan)<br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3404</post-id>	</item>
		<item>
		<title>SD Sukabumi II Kota Probolinggo Gelar Aksi Damai, Doa Tolak Yerusalem Jadi Ibu Kota Israel</title>
		<link>https://memontum.com/sd-sukabumi-ii-kota-probolinggo-gelar-aksi-damai-doa-tolak-yerusalem-jadi-ibu-kota-israel</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Dec 2017 14:13:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[aksi damai]]></category>
		<category><![CDATA[aksi teatrikal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/12377-sd-sukabumi-ii-kota-probolinggo-gelar-aksi-damai-doa-tolak-yerusalem-jadi-ibu-kota-israel</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8212; Aksi damai dan doa bersama tolak jerusalem menjadi ibu Kota Israel yang di gelar ratusan siswa siswi Sekolah Dasar SDN Sukabumi II Di Kota Probolinggo di warnai isak tangis haru. Mereka menangis haru tak kuasa menahan kesedihan derita umat islam yang berada di Palestina atas statmen Presiden Donald Trump terkait pemindahan ibu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Probolinggo </strong>&#8212; Aksi damai dan doa bersama tolak jerusalem menjadi ibu Kota Israel  yang di gelar ratusan siswa siswi Sekolah Dasar SDN Sukabumi II Di Kota Probolinggo  di warnai isak tangis haru. Mereka menangis haru tak kuasa menahan kesedihan derita umat islam yang berada di Palestina  atas statmen Presiden Donald Trump  terkait pemindahan ibu Kota Israel dari Telaviv ke  Jerusallem. Dalam aksi tersebut mereka berharap  agar kedamaian antara umat beragama selalu terjalin dan permasalahan  ini segera teratasi.</p>
<p>Isak tangis haru  tidak dapat di hindarkan ketika  sekitar 450 siswa siswi sekolah dasar Negeri Sukabumi II, di jalan Dr. Saleh, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo,ketika   menggelar doa bersama dalam  rangkaian aksi damai tolak Yerusalem menjadi ibu kota Israel, Selasa (12/12/2017) pagi.</p>
<p>Tangis haru tidak dapat dihindarkan karena mereka merasa prihatin atas statemen Presiden Amerika serikat Donal Trump, yang mengatakan kalau ibu kota Israel adalah Jerusalem. Dengan statement Presiden Amerika tersebut, mereka turut prihatin atas kedoliman ini, dan merasakan betapa sedihnya umat islam di Palestina pada khusunya dan umat islam di dunia pada umumnya.</p>
<p>Selain menggelar doa bersama, mereka juga melakukan aksi teatrikal yang intinya dengan adanya statemen Donald Trump, akan memperkeruh kerukunan umat islam di Palestina dan umat islam dunia.</p>
<p>Nadia, salah satu siswa mengungkapkan, Dengan adanya aksi damai ini mereka berharap agar permasalahan ini segera teratasi, dan kedamaian antar umat beragama senantiasa terjalin.</p>
<p>&#8220;Saya menangis karena sedih prihatin atas nasib umat islam semoga kedamaian senantiasa terjalin dan segera berakhir konflik di Palestina,&#8221;ujar Nadia.</p>
<p>Agus Lithanta, Kepala Sekolah SDN Sukabumi II menuturkan, doa bersama ini sebagai bentuk empati atas nasib umat islam, dan bentuk kepedulian  terhadap sesama muslim, yang selalau di berikan dalam dunia pendidikan. </p>
<p>&#8220;Kami mengadakan doa bersama ini sebagai bentuk empati atas nasib umat Islam, karena sangat berpengaruh pada dunia pendidikan terutama pada pendidikan dasar,&#8221; ungkapnya.<strong> (pix/yan)<br />
 </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">12377</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
