<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>alami &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/alami/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Apr 2025 12:34:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>alami &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kendalikan Populasi Tikus secara Alami, Pemkab Lumajang Bakal Perbanyak Rubuha</title>
		<link>https://memontum.com/kendalikan-populasi-tikus-secara-alami-pemkab-lumajang-bakal-perbanyak-rubuha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2025 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[alami]]></category>
		<category><![CDATA[kendalikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[perbanyak]]></category>
		<category><![CDATA[populasi]]></category>
		<category><![CDATA[rubuha]]></category>
		<category><![CDATA[secara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221592</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Kabupaten Lumajang telah berhasil membangun sebanyak sekitar 268 rumah burung hantu (Rubuha) dan akan terus bertambah. Pembangunan Rubuha ini, sebagai upaya efektif dalam mengatasi hama tikus yang sering merusak tanaman pertanian. Langkah ini, tidak hanya bertujuan untuk mengendalikan populasi tikus secara alami, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian dan mendukung program [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Kabupaten Lumajang telah berhasil membangun sebanyak sekitar 268 rumah burung hantu (Rubuha) dan akan terus bertambah. Pembangunan Rubuha ini, sebagai upaya efektif dalam mengatasi hama tikus yang sering merusak tanaman pertanian.</p>



<p>Langkah ini, tidak hanya bertujuan untuk mengendalikan populasi tikus secara alami, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian dan mendukung program swasembada pangan di daerah tersebut. Keterangan ini, disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, saat beraudiensi dengan Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Muhammad Mujiburrahman, di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang, Rabu (30/04/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam pertemuan tersebut, Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, menyampaikan bahwa penggunaan burung hantu sebagai predator alami tikus terbukti efektif mengurangi kerugian yang dialami petani akibat serangan hama tersebut. Karenanya, ke depan pemerintah daerah berencana untuk menambah jumlah Rubuha dengan menggandeng perusahaan kayu di Lumajang melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).</p>



<p>Perusahaan-perusahaan tersebut, tambahnya, akan menyuplai bahan kayu untuk pembuatan Rubuha, yang akan melibatkan petani setempat dalam proses pembuatannya. Langkah ini, diharapkan dapat memberikan manfaat ganda, yakni mengatasi masalah hama tikus serta memberdayakan petani lokal.</p>



<p>Dengan upaya ini, paparnya, diharapkan hasil pertanian di Lumajang akan semakin optimal. Termasuk, mampu membantu meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung ketahanan pangan nasional melalui penerapan metode ramah lingkungan dan berkelanjutan. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221592</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perubahan KUA PPAS APBD 2023, PAD Kota Malang Diproyeksikan Alami Penurunan 15,36 Persen</title>
		<link>https://memontum.com/perubahan-kua-ppas-apbd-2023-pad-kota-malang-diproyeksikan-alami-penurunan-1536-persen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Jul 2023 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[alami]]></category>
		<category><![CDATA[APBD]]></category>
		<category><![CDATA[diproyeksikan]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[PPAS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194403</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas dan Plafon Anggaran Sasaran (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2023, pendapatan asli daerah (PAD) Kota Malang diproyeksikan mengalami penurunan sebesar 15,36 persen atau sebesar Rp 181 miliar dari target awal Rp 1 triliun 179 miliar, berubah menjadi Rp 998 miliar. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Dalam Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas dan Plafon Anggaran Sasaran (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2023, pendapatan asli daerah (PAD) Kota Malang diproyeksikan mengalami penurunan sebesar 15,36 persen atau sebesar Rp 181 miliar dari target awal Rp 1 triliun 179 miliar, berubah menjadi Rp 998 miliar.</p>



<p>Wali Kota Malang, Sutiaji, menyampaikan bahwa perubahan APBD Tahun Anggaran 2023 tersebut lebih ditekankan pada Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) tahun sebelumnya. Yaitu sebesar Rp 460 miliar, angka tersebut lebih besar dibandingkan proyeksi awal Rp 266 miliar.</p>



<p>“Realisasi Silpa yang lebih besar dibandingkan proyeksi awal ini disebabkan karena adanya transaksi yang belum bisa dilaksanakan sampai dengan akhir tahun 2022, sehingga terhadap Silpa tahun 2022 sudah dipergunakan untuk pembayaran transaksi yang belum terlaksana sampai akhir tahun 2022,” jelas Wali Kota Sutiaji, dalam rapat paripurna Penyampaian Penjelasan Wali Kota terhadap Rancangan Perubahan KUA dan Perubahan PPAS APBD TA 2023, Kamis (27/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, jika penurunan tersebut juga ditengarai dari sektor pajak daerah yang diproyeksikan mengalami penurunan 16,6 persen dari target awal Rp 1 triliun 6 juta menjadi Rp 834 miliar.</p>



<p>Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, menyampaikan bahwa pihaknya lebih menyetujui penggunaan realisasi pendapatan aktual sebagai acuan dalam penyusunan APBD 2024. Menurutnya, realisasi pendapatan sektor pajak tahun 2023 yang mencapai Rp 834 miliar tersebut perlu untuk dijadikan patokan dalam menentukan target pendapatan pada tahun anggaran berikutnya.</p>



<p>&#8220;Kami akan menolak target yang terlalu ambisius dan tidak sesuai dengan capaian pendapatan di tahun 2023. Kenaikan yang masuk akal sebesar 10 hingga 20 persen masih dapat kami terima, tetapi angka di atas 100 persen, itu kan tidak realistis,&#8221; ucap Made.</p>



<p>Kemudian, pihaknya juga menekankan bahwa untuk belanja daerah harus menyesuaikan dengan pendapatan daerah. “Tujuannya adalah bagaimana pendapatan ini jelas dahulu, baru belanjanya. Jangan dibalik, belanja dulu baru cari pendapatan. Kemarin seolah bahwa kita untuk pendapatan menyesuaikan dengan belanja. Seharusnya adalah belanja menyesuaikan dengan pendapatan,” imbuh Made. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194403</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Agen LPG 3 Kg Sebut Tak Alami Kelangkaan Tapi Pembatasan Jumlah Pasokan</title>
		<link>https://memontum.com/agen-lpg-3-kg-sebut-tak-alami-kelangkaan-tapi-pembatasan-jumlah-pasokan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Jul 2023 09:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[agen]]></category>
		<category><![CDATA[alami]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah]]></category>
		<category><![CDATA[kelangkaan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pasokan]]></category>
		<category><![CDATA[pembatasan]]></category>
		<category><![CDATA[sebut]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[tapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194393</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Agen resmi LPG 3 kg dari Pangkalan Pertamina di Jalan Raya Mergan, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, milik Sri Urifah, mengaku tidak mengalami kelangkaan. Namun, yang terjadi sekarang menurutnya adalah pembatasan untuk pasokan jumlah LPG 3 Kg. Saat dihubungi melalui pesan singkat, wanita yang kerap disapa Sri, menyampaikan bahwa pembatasan LPG 3 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Agen resmi LPG 3 kg dari Pangkalan Pertamina di Jalan Raya Mergan, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, milik Sri Urifah, mengaku tidak mengalami kelangkaan. Namun, yang terjadi sekarang menurutnya adalah pembatasan untuk pasokan jumlah LPG 3 Kg.</p>



<p>Saat dihubungi melalui pesan singkat, wanita yang kerap disapa Sri, menyampaikan bahwa pembatasan LPG 3 tersebut telah berlaku selama satu pekan terakhir. Jika biasanya pasokan LPG 3 Kg yang diterima itu ada sejumlah 100 tabung, kini hanya 80 tabung gas LPG 3 Kg.</p>



<p>“Gas LPG 3 Kg dibatasi hanya 80 tabung dari yang biasanya 100 tabung. Perorang yang belipun, juga dibatasi. Untuk yang rumah tangga hanya 1 tabung gas LPG 3 Kg dan seminggu hanya boleh dua kali penukaran. Itupun, di data siapa saja yang membeli,” jelas Sri, Kamis (27/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, dikatakannya jika saat ini masih dilakukan sosialisasi dengan mengumpulkan KTP dari para pembeli. Karena, ke depan jika membeli gas LPG 3 Kg akan disesuaikan dengan KTP yang mengumpulkan.</p>



<p>“Kalau orang-orang yang beli tidak mau ngumpulin KTP, ya sudah nanti dia tidak dapat jatah kalau beli gas LPG 3 Kg. Kendalanya, nanti ya itu susah ngumpulin KTP. Apalagi, kalau ada ibu-ibu yang suka nyolot,” ujarnya.</p>



<p>Ditambahkan Sri, jika dari isu-isu yang telah beredar pendataan dengan menggunakan KTP dilakukan, karena nantinya para pembeli gas LPG 3 Kg akan menggunakan aplikasi mypertamina. &#8220;Sehingga, kalau masyarakat sudah beli dua tabung otomatis tidak bisa beli lagi, karena sudah terdata. Tapi itu masih belum pasti, karena belum dipanggil buat rapat. Biasanya, kalau ada perubahan aturan kami dari agen ada rapat dengan pangkalan,” lanjutnya.</p>



<p>Pihaknya juga menyampaikan, bahwa sampai dengan saat ini masih menunggu aturan resmi dari Pertamina, mengenai kelanjutan penjualan gas LPG 3 Kg di masyarakat. “Mengenai peraturan baru, saat ini masih belum keluar. Ini kami agen masih menunggu kelanjutannya,” imbuh Sri. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194393</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PKL Alun-alun Kota Batu Alami Dilema, LPG 3 Kg Masih Langka Jelang Weekend</title>
		<link>https://memontum.com/pkl-alun-alun-kota-batu-alami-dilema-lpg-3-kg-masih-langka-jelang-weekend</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Jul 2023 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[alami]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[dilema]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[langka]]></category>
		<category><![CDATA[masih]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[weekend]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194256</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Pedagang Kaki Lima (PKL) area Alun-alun Kota Batu, mulai dilema dengan langkanya tabung LPG 3 Kg. Sebab dalam beberapa hari ke depan, akan memasuki masa weekend. Sementara, kebutuhan akan LPG di hari Sabtu dan Minggu, masih belum terpikir untuk pasokan di mana akan membeli kebutuhan LPG. Ketua Paguyuban PKL Alun-alun Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Pedagang Kaki Lima (PKL) area Alun-alun Kota Batu, mulai dilema dengan langkanya tabung LPG 3 Kg. Sebab dalam beberapa hari ke depan, akan memasuki masa weekend. Sementara, kebutuhan akan LPG di hari Sabtu dan Minggu, masih belum terpikir untuk pasokan di mana akan membeli kebutuhan LPG.</p>



<p>Ketua Paguyuban PKL Alun-alun Kota Batu, Puspita Herdysari, mengatakan bahwa ada sebanyak 560 pedagang yang sudah mendapatkan tabung gas LPG 3 Kg, dalam operasi pasar sebelumnya. Dengan rincian, setiap pedagang mendapatkan satu tabung. Hanya saja, seiring dengan pemakaian LPG oleh PKL sejak operasi pasar, pastinya LPG akan habis. Sehingga, PKL butuh melakukan pembelian tabung untuk usahanya.</p>



<p>Hal inilah, paparnya, yang kini menjadi kekhawatiran menjelang weekend. Karenanya, pihaknya berharap ada kemudahan atau pembelian LPG dari Pertamina. Setidaknya, untuk persiapan PKL di akhir pekan dan jumlahnya tidak harus 560 tabung.</p>



<p>&#8220;Karena terjadi kelangkaan LPG, tentu saja kondisi menjelang weekend nanti membuat PKL menjadi khawatir. Meskipun, setiap PKL sudah memiliki satu tabung LPG untuk berjualan,&#8221; terangnya, Rabu (26/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Dikhawatirkan, paparnya, saat nanti banyak pengunjung atau wisatawan luar kota yang membeli makanan atau kudapan, tetapi PKL kehabisan LPG. &#8220;Makanya kami berharap, setidaknya ada sekitar 250 LPG 3 Kg, yang disiapkan untuk PKL dalam melayani pembeli nantinya. Peruntukannya, yaitu untuk kategori pedagang makanan berat seperti lalapan, kudapan juga warung kopi,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Karenanya, tambah Puspita, menghadapi weekend nanti pihaknya sudah mengajukan rekomendasi untuk penambahan pemakaian LPG 3 kg ke Pertamina. Sementara untuk kepastiannya, bahwa pihak Pertamina masih konsentrasi di desa-desa. &#8220;Tujuan kami melakukan rekomendasi itu, adalah untuk tidak membuat PKL menjadi was-was saat weekend nanti. Sehingga, ada solusi yang kita tawarkan,&#8221; elasnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194256</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pikap di Probolinggo Alami Laka Tunggal Gasak Pagar Pembatas Jembatan</title>
		<link>https://memontum.com/pikap-di-probolinggo-alami-laka-tunggal-gasak-pagar-pembatas-jembatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Jul 2023 10:21:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[alami]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[gasak]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Laka]]></category>
		<category><![CDATA[pagar]]></category>
		<category><![CDATA[pembatas]]></category>
		<category><![CDATA[pikap]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[tunggal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193474</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Pikap Mitsubishi warna hitam, Nopol N 8206 NW, yang dikemudikan Achmad Hidayatullah (21), warga Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, mengalami Laka tunggal di Jalur Pantura Desa Randumerak, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Senin (17/07/2023) tadi. Pikap tersebut, tiba-tiba mengalami oleng hingga menghantam pagar pembatas jembatan dengan jalan. Informasi Memontum.com, kecelakaan tersebut terjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Pikap Mitsubishi warna hitam, Nopol N 8206 NW, yang dikemudikan Achmad Hidayatullah (21), warga Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, mengalami Laka tunggal di Jalur Pantura Desa Randumerak, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Senin (17/07/2023) tadi. Pikap tersebut, tiba-tiba mengalami oleng hingga menghantam pagar pembatas jembatan dengan jalan.</p>



<p>Informasi Memontum.com, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 12.30. Awalnya, pikap tersebut melaju dari arah Barat ke Timur. Sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), pengemudi diduga kurang konsentrasi hingga mengakibatkan pikap oleng ke arah kiri dan menggasak pagar jembatan.</p>



<p>Beruntung, dalam peristiwa itu tidak sampai ada korban jiwa. Pengemudi pikap hanya mengalami luka ringan.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Kanit Laka Satlantas Polres Probolinggo, Ipda Aditya Wikrama, mengatakan bahwa pihaknya setelah mendapatkan informasi, langsung menuju lokasi dan mengevakuasi korban maupun kendaraan yang terlibat agar tidak menimbulkan kemacetan. &#8220;Segera kami evakuasi korban maupun kendaraannya, mengingat di jalan itu merupakan jembatan dua arah arus Lalin yang ditakutkan akan menyebabkan kemacetan,&#8221; terangnya.</p>



<p>Selain itu, pihaknya juga telah melakukan olah TKP. Dugaan sementara, pengemudi kurang konsentrasi sehingga laju pikap tidak terkontrol.</p>



<p>&#8220;Diduga sopirnya mengantuk, sehingga tidak terlalu fokus dan mengakibatkan laju kendaraan oleng ke arah kiri dan terjadi laka tunggal,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp 3 juta rupiah. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193474</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kebakaran Rumah di Singosari Sebabkan Satu Orang Meninggal dan Tiga Orang Alami Luka Bakar</title>
		<link>https://memontum.com/kebakaran-rumah-di-singosari-sebabkan-satu-orang-meninggal-dan-tiga-orang-alami-luka-bakar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Jul 2023 05:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[alami]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[Bakar]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[luka]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[orang]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[sebabkan]]></category>
		<category><![CDATA[Singosari]]></category>
		<category><![CDATA[tiga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192527</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Warga di sekitar Dusun Gentong RT02 RW92, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, dikejutkan dengan munculnya kepulan asap dan kobaran api dari rumah Sujarwo, warga setempat, Kamis (06/07/2023) dini hari. Saat warga memberikan pertolongan, diketahui ada satu korban meninggal yang teridentifikasi bernama Sujarwo, dengan kondisi luka bakar. Sedangkan, istrinya yaitu Sri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Warga di sekitar Dusun Gentong RT02 RW92, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, dikejutkan dengan munculnya kepulan asap dan kobaran api dari rumah Sujarwo, warga setempat, Kamis (06/07/2023) dini hari.</p>



<p>Saat warga memberikan pertolongan, diketahui ada satu korban meninggal yang teridentifikasi bernama Sujarwo, dengan kondisi luka bakar. Sedangkan, istrinya yaitu Sri Andayani dan dua anaknya yakni ER dan RV, mengalami luka bakar hingga segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.</p>



<p>Informasi Memontum.com bahwa sehari-harinya, rumah tersebut ditempati Sujarwo, bersama istri dan dua anaknya yang masih kecil. Sementara peristiwa kebakaran, diketahui oleh warga sekitar pukul 00.30.</p>



<p>Saat warga datang ke lokasi, diduga api berasal dari dua titik yakni bagian dapur dan kamar. Wargapun mencoba melakukan pemadaman dengan air seadanya. Baru sekitar 1 jam melakukan pemadaman, api beransur-ansur mulai bisa dipadamkan.</p>



<p>Saat warga masuk ke dalam lokasi, didapati istri korban beserta dua anaknya mengalami luka bakar. Sementara, di salah satu sudut lokasi, didapati korban Sujarwo, sudah dalam kondisi meninggal dunia. Kejadian ini, selanjutnya dilaporkan ke perangkat desa hingga diteruskan ke pihak kepolisian. Sementara istri dan dua anak korban, dilarikan ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat. Sedangkan Sujarwo, dibawa ke Kamar Jenazah RSSA Malang.</p>



<p>Kapolsek Singosari, Kompol Robial, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, membenarkan dan menjawab singkat. Sebaliknya, pihaknya sementara belum bisa merinci dugaan peristiwa itu.</p>



<p>&#8220;Betul (kebakaran, red) ada satu yang meninggal. Perkara ini masih dalam penyelidikan dan anggota Reskrim masih di TKP,&#8221;&nbsp;ujarnya.&nbsp;</p>



<p>Memontum Kota Malang &#8211; Warga di sekitar Dusun Gentong RT02 RW92, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, dikejutkan dengan munculnya kepulan asap dan kobaran api dari rumah Sujarwo, warga setempat, Kamis (06/07/2023) dini hari.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Saat warga memberikan pertolongan, diketahui ada satu korban meninggal yang teridentifikasi bernama Sujarwo, dengan kondisi luka bakar. Sedangkan, istrinya yaitu Sri Andayani dan dua anaknya yakni ER dan RV, mengalami luka bakar hingga segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.</p>



<p>Informasi Memontum.com bahwa sehari-harinya, rumah tersebut ditempati Sujarwo, bersama istri dan dua anaknya yang masih kecil. Sementara peristiwa kebakaran, diketahui oleh warga sekitar pukul 00.30.</p>



<p>Saat warga datang ke lokasi, diduga api berasal dari dua titik yakni bagian dapur dan kamar. Wargapun mencoba melakukan pemadaman dengan air seadanya. Baru sekitar 1 jam melakukan pemadaman, api beransur-ansur mulai bisa dipadamkan.</p>



<p>Saat warga masuk ke dalam lokasi, didapati istri korban beserta dua anaknya mengalami luka bakar. Sementara, di salah satu sudut lokasi, didapati korban Sujarwo, sudah dalam kondisi meninggal dunia. Kejadian ini, selanjutnya dilaporkan ke perangkat desa hingga diteruskan ke pihak kepolisian. Sementara istri dan dua anak korban, dilarikan ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat. Sedangkan Sujarwo, dibawa ke Kamar Jenazah RSSA Malang.</p>



<p>Kapolsek Singosari, Kompol Robial, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, membenarkan dan menjawab singkat. Sebaliknya, pihaknya sementara belum bisa merinci dugaan peristiwa itu.</p>



<p>&#8220;Betul (kebakaran, red) ada satu yang meninggal. Perkara ini masih dalam penyelidikan dan anggota Reskrim masih di TKP,&#8221;&nbsp;ujarnya.&nbsp;<strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192527</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dua Bulan Terakhir Pengunjung Taman Rekreasi Selecta Alami Peningkatan saat Weekday</title>
		<link>https://memontum.com/dua-bulan-terakhir-pengunjung-taman-rekreasi-selecta-alami-peningkatan-saat-weekday</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jun 2023 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[alami]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[bulan]]></category>
		<category><![CDATA[dua]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[pengunjung,]]></category>
		<category><![CDATA[peningkatan]]></category>
		<category><![CDATA[rekreasi]]></category>
		<category><![CDATA[saat]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[Selecta]]></category>
		<category><![CDATA[Taman]]></category>
		<category><![CDATA[terakhir]]></category>
		<category><![CDATA[weekday]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192061</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Pengunjung wisatawan di Taman Rekreasi Selecta Kota Batu, terus menunjukkan grafik peningkatan yang bagus. Bahkan, selama dua bulan terakhir, mengalami kenaikan saat weekday atau hari operasional kerja. Direktur Taman Rekreasi Selecta, Pramono, menyampaikan tingginya jumlah pengunjung di tempat wisata, dimungkinkan karena sejak Mei hingga Juni 2023, menjadi awal liburan sekolah. Karenanya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Pengunjung wisatawan di Taman Rekreasi Selecta Kota Batu, terus menunjukkan grafik peningkatan yang bagus. Bahkan, selama dua bulan terakhir, mengalami kenaikan saat weekday atau hari operasional kerja.</p>



<p>Direktur Taman Rekreasi Selecta, Pramono, menyampaikan tingginya jumlah pengunjung di tempat wisata, dimungkinkan karena sejak Mei hingga Juni 2023, menjadi awal liburan sekolah. Karenanya, memberikan dampak untuk tempat wisata.</p>



<p>&#8220;Juni 2023 ini, saat weekday jumlah pengunjung bisa mencapai 2 ribu orang hingga 3 ribu wisatawan. Kalau sebelumnya hanya di bawah angka itu, jadi sekarang justru berbeda,&#8221; terangnya di area wisata Taman Rekreasi Selecta, Rabu (28/06/2023) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa saat weekend, sebenarnya Taman Rekreasi Selecta juga mengalami kenaikan jumlah pengunjung diangka 1 ribu orang. Tetapi, bila dihitung secara prosentase kenaikan pengunjung, itu lebih besar saat weekday.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Jadi, Minggu (25/06/2023) kemarin, jumlah pengunjung di sini membludak sampai 6 ribu orang,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Untuk target jumlah pengunjung, jelas Pramono, tahun 2023 ini yaitu bisa mencapai angka 750 ribu wisatawan. &#8220;Mengapa kami berani target hingga 750 ribu pengunjung, itu karena tahun 2022 kemarin jumlah pengunjung mencapai 650 ribu orang. Meskipun, sebelum pandemi tahun 2019 jumlah pengunjung sudah di angka 1,4 juta wisatawan&#8221; terangnya.</p>



<p>Untuk itu, tegasnya, seperti tahun 2019 yang lalu, dari tiket pengunjung berada di angka 1 juta diberikan reward atau hadiah. Maka, tahun ini untuk tiket pengunjung yang mencapai jumlah melewati target, misalkan di angka 1 juta juga akan diberikan reward.</p>



<p>&#8220;Yang jelas, kami akan memberikan reward atau hadiah kepada pengunjung yang memiliki tiket pas ke 1 juta seperti tahun 2019 yang lalu. Untuk itu, kami berharap kondisi terus normal hingga pariwisata bangkit,&#8221; paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192061</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Angka Pengangguran Alami Tren Negatif, Wakil Ketua DPRD Lumajang Minta Langkah Nyata dan Kolaborasi</title>
		<link>https://memontum.com/angka-pengangguran-alami-tren-negatif-wakil-ketua-dprd-lumajang-minta-langkah-nyata-dan-kolaborasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Jun 2023 07:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[alami]]></category>
		<category><![CDATA[angka]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD]]></category>
		<category><![CDATA[ketua]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[langkah]]></category>
		<category><![CDATA[minta]]></category>
		<category><![CDATA[negatif,]]></category>
		<category><![CDATA[nyata]]></category>
		<category><![CDATA[pengangguran]]></category>
		<category><![CDATA[tren]]></category>
		<category><![CDATA[wakil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191825</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Angka pengangguran di Kabupaten Lumajang, menuai perhatian. Adalah Wakil Ketua DPRD Lumajang, H Akhmat ST, yang menyampaikan bahwa berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dari tahun 2019 hingga 2023, menerangkan bahwa angka pengangguran belum ada perubahan yang signifikan. &#8220;Melihat capaian yang ada di Kabupaten Lumajang, indikatornya itu di mulai 2019, 2020 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Angka pengangguran di Kabupaten Lumajang, menuai perhatian. Adalah Wakil Ketua DPRD Lumajang, H Akhmat ST, yang menyampaikan bahwa berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dari tahun 2019 hingga 2023, menerangkan bahwa angka pengangguran belum ada perubahan yang signifikan.</p>



<p>&#8220;Melihat capaian yang ada di Kabupaten Lumajang, indikatornya itu di mulai 2019, 2020 hingga 2021. Itu karena, saat itu ada Covid. Dari situ, pengangguran kita semakin tinggi dan berdasarkan dari hal itu, kami akan coba nantinya untuk menyampaikan kepada pemerintah daerah melalui OPD terkait. Yakni, bagaimana upaya yang harus dan telah dilakukan,” terangnya kepada Memontum.com, Minggu (25/06/2023) tadi.</p>



<p>Rencana ini, tambahnya, karena secara kedinasan hanya terlihat rutinitas. Sehingga, perlu langkah-langkah ril.</p>



<p>&#8220;Karena kalau cuma hari ini, mereka itu hanya melaksanakan rutinitas saja terhadap progam dan kegiatan yang ada di OPD. Akibatnya, masalah pengangguran tidak ada penanganan nyata,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wakil Ketua DPRD berharap, jika dalam penanganan hal ini kalau hanya OPD saja yang bergerak, maka itu sangat tidak mungkin. Sehingga, semua harus saling kolaborasi, di bawah satu komando. Karenanya, bupati harus memanggil semua stakholder yang ada dalam melakukan penanganan.</p>



<p>&#8220;Kalau hanya retorika saja, ya nggak bisa. Ini harus ada langkah nyata dan tindakan nyata,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Kabupaten Lumajang pada 2021, jumlah penduduk miskin di Lumajang mencapai 105.250 jiwa. Sedangkan 2022, menurun jadi 95.040 jiwa atau 9,06 persen dari total penduduk Lumajang.</p>



<p>Namun, penurunan jumlah kemiskinan itu, berbanding terbalik dengan jumlah pengangguran terbuka yang mengalami kenaikan hingga 9.179 penduduk. Pada 2021, jumlah pengangguran terbuka di Lumajang mencapai 19.439 orang. Sedangkan, tahun 2022 jumlah pengangguran naik hingga 9.179 atau menjadi 29.158 jiwa. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191825</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
