<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>aligator &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/aligator/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Sep 2024 10:00:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>aligator &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pastikan Tak Ada Ikan Aligator dan Ikan Siklid, Dispangtan dan KKP Cek Pasar Hewan Splendid Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/pastikan-tak-ada-ikan-aligator-dan-ikan-siklid-dispangtan-dan-kkp-cek-pasar-hewan-splendid-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Sep 2024 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[aligator]]></category>
		<category><![CDATA[dispangtan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[siklid,]]></category>
		<category><![CDATA[splendid]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214097</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang, bersama dengan perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melakukan pengecekan ikan di Pasar Hewan Splendid, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jumat (13/09/2024) tadi. Pengecekan itu dilakukan, guna untuk memperketat pengawasan terkait dengan pemeliharaan ikan yang dinilai berbahaya atau meresahkan. Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang, bersama dengan perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melakukan pengecekan ikan di Pasar Hewan Splendid, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jumat (13/09/2024) tadi. Pengecekan itu dilakukan, guna untuk memperketat pengawasan terkait dengan pemeliharaan ikan yang dinilai berbahaya atau meresahkan.</p>



<p>Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut juga untuk merespon fenomena di masyarakat yang memelihara Ikan Aligator. Karena, ikan itu merupakan salah satu ikan yang dilarang untuk dibudidayakan secara Nasional, berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) KKP No 19 Tahun 2020.</p>



<p>“Kami bersama perwakilan KKP di Malang Raya, berkoordinasi untuk memastikan tidak ada Ikan Aligator yang dipelihara di Kota Malang. Alhamdulillah, hingga saat ini belum ditemukan jenis ikan yang masuk dalam Permen KKP No 19 tahun 2020,” kata Slamet.</p>



<p>Dispangtan Kota Malang juga akan memberikan imbauan kepada masyarakat, dengan memasang papan di beberapa titik mengenai jenis ikan yang dilarang untuk dibudidayakan. Selain itu, pengawasan rutin juga akan dilakukan dengan dilakukan inspeksi mendadak (Sidak) yang tidak diberitahukan sebelumnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kami akan menjadwalkan pengecekan rutin minimal dua hingga tiga kali sebulan dan akan melakukan Sidak untuk memastikan aturan ditegakkan,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Pengawas Perikanan dari UPT Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Cilacap, Agung Wahyudi, menyampaikan bahwa ikan-ikan invasif seperti Aligator, Arapaima, Piranha dan beberapa jenis ikan siklid sangat berbahaya bagi ekosistem perairan lokal. “Ikan-ikan ini sangat merugikan, karena bisa mengancam kelestarian ikan endemik di perairan umum kita. Jika tidak diawasi, generasi mendatang mungkin tidak akan dapat melihat keberagaman ikan lokal,” ujar Agung.</p>



<p>Lebih lanjut, Agung juga mengingatkan bahwa peraturan mengenai peredaran dan pembudidayaan ikan berbahaya harus dipatuhi oleh pedagang. KKP terus melakukan pengawasan ketat mulai dari impor hingga distribusi untuk mencegah peredaran ikan-ikan terlarang.</p>



<p>“Kami juga merangkul masyarakat melalui kelompok pengawas perikanan untuk membantu dalam sosialisasi dan pengawasan,” ucapnya.</p>



<p>Saat dilakukan pengecekan di Pasar Hewan Splendid Kota Malang, menurutnya masih aman dan sesuai dengan peraturan. Namun, sosialisasi akan terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214097</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gelar Program Bunga Desa di Bumiharjo, Bupati Banyuwangi Minta Alpukat Aligator Terus Dikembangkan</title>
		<link>https://memontum.com/gelar-program-bunga-desa-di-bumiharjo-bupati-banyuwangi-minta-alpukat-aligator-terus-dikembangkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Mar 2024 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[aligator]]></category>
		<category><![CDATA[alpukat]]></category>
		<category><![CDATA[bumiharjo,]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Dikembangkan]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207569</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, kembali melaksanakan Program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa), Kamis (21/03/2024) tadi. Di awal momen Ramadan itu, Bupati Ipuk seperti biasa ngantor desa dan kali adalah Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, yang menjadi jujugan bupati. Dalam Program Bunga Desa itu, Bupati Ipuk kembali menggali berbagai potensi desa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, kembali melaksanakan Program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa), Kamis (21/03/2024) tadi. Di awal momen Ramadan itu, Bupati Ipuk seperti biasa ngantor desa dan kali adalah Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, yang menjadi jujugan bupati.</p>



<p>Dalam Program Bunga Desa itu, Bupati Ipuk kembali menggali berbagai potensi desa guna didukung dan dikembangkan. Salah satu potensi besar di Desa Bumiharjo, adalah sektor pertanian.</p>



<p>Sekedar diketahui, Desa Bumiharjo merupakan salah satu desa penghasil Buah Alpukat Aligator. Dalam kesempatan ini, Bupati Ipuk mengunjungi salah satu sentra Alpukat di Kebun Alpukat Aligator di Perkebunan Madukara, yang berada di kawasan hutan.</p>



<p>Perkebunan ini, dikelola oleh Perhutani KPH Banyuwangi Barat bekerjasama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang juga sebagai petani alpukat. &#8220;Lahan perkebunan alpukat ini merupakan milik Perhutani. Namun, untuk pengelolaanya bekerjasama&nbsp; dengan petani yang merupakan warga sekitar kawasan hutan,&#8221; kata Bupati Ipuk.&nbsp;</p>



<p>Dijelaskannya, bahwa kawasan hutan tersebut sekitar 2.000 hektare. Namun, yang ditanami alpukat hanya sekitar 20 hektar dengan total 6 ribu pohon yang masih bisa dimaksimalkan hingga 200 ribu pohon. Di perkebunan ini, terdapat lima jenis varietas alpukat yakni Algator, Markus, Miki, Red Vietnam dan Raung.</p>



<p>Untuk sekali panen Alpukat, diketahui bisa menghasilkan sekitar 500 kilogram. Sejak awal tahun ini saja, sudah panen sebanyak tiga kali. Melihat potensi tersebut, Bupati Ipuk meminta kepada Dinas Pertanian untuk mendorong pengembangannya. Apalagi, alpukat ini merupakan salah satu buah yang digemari masyarakat luas.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kita nanti bantu untuk promosikan. Kepada Dinas Pertanian, saya minta terus mendampingi. Kalau terus berkembang, bisa saja kita bikin festival yang mengangkat potensi alpukat berbagai varietas, kuliner, olahan serta yang bertemakan alpukat lainnya,&#8221; jelas Bupati Ipuk.</p>



<p>Selain mengunjungi kebun alpukat, Bupati Ipuk juga meninjau sentra pertanian selada air. Desa ini, merupakan sentra produksi selada air, dengan luasan total sebanyak 3 hektare.</p>



<p>Di setiap Bunga Desa, Bupati Ipuk juga selalu menyempatkan mengunjungi sekolah. Kali ini Ipuk mengunjungi SDN 2 Bumiharjo, untuk memberikan workshop berkaitan dengan pendidikan. Mulai dari parenting, wawasan kebangsaan, hingga pencegahan akan tiga dosa besar pendidikan yang meliputi bulliying, kekerasan dan intoleransi.</p>



<p>&#8220;Tiga dosa besar ini akan terus kami sampaikan, agar jangan sampai terjadi pada anak-anak kita. Sasaran dari program ini tidak hanya pelajar dan guru, tapi juga anggota komite sekolah yang merupakan para wali murid. Dengan demikian penanganan ini bisa komprenhensif,” papar Bupati Ipuk.</p>



<p>Selama berkantor di desa, sejumlah dinas juga menyelenggarakan layanan publik. Seperti, administrasi kependudukan, perizinan usaha mikro berbasis OSS, perpajakan hingga tes kesehatan, konseling, pelatihan UMKM dan lainnya. Bahkan, dalam kesempatan itu juga digelar pasar murah beras.</p>



<p>Saat Bunga Desa di Bumiharjo, Bupati Ipuk juga sekaligus menggelar Safari Ramadan, sebagai memontum silaturahmi dengan tokoh agama dan masyarakat. Rombongan juga berbuka puasa dengan masyarakat Desa Bumiharjo di Masjid Al Khoiriyah. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ipuk juga memaparkan berbagai capaian dan program-program Banyuwangi ke depan. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207569</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
