<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>alternatif &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/alternatif/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 Nov 2025 14:22:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>alternatif &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>TPS 3R Banyuwangi Sukses Kelola Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar Alternatif</title>
		<link>https://memontum.com/tps-3r-banyuwangi-sukses-kelola-sampah-plastik-jadi-bahan-bakar-alternatif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2025 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[alternatif]]></category>
		<category><![CDATA[kelola]]></category>
		<category><![CDATA[plastik]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[sukses,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227469</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengapresiasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) Banyuwangi yang telah berhasil mengelola sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif Refuse Derived Fuel (RDF). Bahkan, puluhan ton RDF juga telah dikirim untuk menjadi bahan industri. Diketahui, bahwa RDF merupakan bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari olahan sampah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengapresiasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) Banyuwangi yang telah berhasil mengelola sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif Refuse Derived Fuel (RDF). Bahkan, puluhan ton RDF juga telah dikirim untuk menjadi bahan industri.</p>



<p>Diketahui, bahwa RDF merupakan bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari olahan sampah non organik seperti sampah plastik. Melalui proses pencacahan, pengeringan dan pemadatan, sampah yang tadinya tidak bernilai diubah menjadi sumber energi baru yang ramah lingkungan.</p>



<p>&#8220;Ada sampah plastik yang bernilai ekonomis dan tidak. Yang tidak ini biasanya menjadi limbah. Limbah inilah yang kemudian diubah menjadi RDF di TPS 3R Banyuwangi. Limbah sampah plastik yang merupakan sisa pengolahan sampah berhasil diubah menjadi RDF yang bernilai ekonomis,” kata Bupati Ipuk, Kamis (06/11/2025) tadi.</p>



<p>Bupati Ipuk juga terus mendorong pengolahan sampah di Banyuwangi, dengan memperbanyak pendirian TPS 3R. Kebijakan ini, dilakukan sebagai bagian dari pembangunan yang ramah lingkungan.</p>



<p>Saat ini, terdapat 26 TPS 3R di Banyuwangi. Bahkan, salah satu TPS 3R yakni TPS 3R Tembokrejo di Kecamatan Muncar, telah berhasil mendapatkan Plakat Adipura sebagai TPS 3R Terbaik Nasional dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Ini merupakan bentuk nyata penerapan prinsip ekonomi sirkular. Dimana limbah tidak lagi dibuang, tetapi diolah kembali menjadi produk bernilai guna. Langkah ini juga akan mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA),&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Saat ini, TPS 3R yang telah sukses mengolah limbah sampah plastik menjadi RDF, yakni TPS 3R Balak di Kecamatan Songgon dan TPS 3R Desa Tembokrejo Kecamatan Muncar. Total, RDF yang telah diproduksi dan dikirim ke industri oleh 2 TPS 3R tersebut sebanyak 60 ton.</p>



<p>“Kami telah bekerja sama untuk bisa menyerap hasil RDF dari semua TPS 3R di Banyuwangi. Ini akan menciptakan sistem yang berkelanjutan dan mendorong TPS 3R untuk terus berproduksi,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Ditambahkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dwi Handayani, total RDF yang dihasilkan Banyuwangi sebanyak 60 ton. Rinciannya, TPS 3R Balak Kecamatan Songgon 20 ton RDF, sedangkan TPS 3R Tembokrejo, Muncar sebanyak 40 ton.</p>



<p>Sementara untuk industri yang menjadi tujuan pengiriman RDF dari Banyuwangi, adalah PT Solusi Bangun Indonesia (SBI), perusahaan semen yang dikenal mengembangkan konsep co-processing yakni pemanfaatan limbah sebagai bahan bakar pengganti batu bara di proses produksi semen.</p>



<p>&#8220;Kami kirim ke SBI pada Oktober 2025 lalu,” jelasnya.</p>



<p>Yani-sapaan Kepala DLH melanjutkan, bahwa sampah RDF yang dikirim Banyuwangi telah memenuhi sejumlah kriteria yang ditentukan. Diantaranya, kandungan nilai kalor, ukuran dan bentuk, kandungan air, sulfur dan klorin. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227469</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tidak Ingin Bebani Warga dengan Kenaikan Pajak, Pemkot Surabaya Lakukan Pembiayaan Alternatif</title>
		<link>https://memontum.com/tidak-ingin-bebani-warga-dengan-kenaikan-pajak-pemkot-surabaya-lakukan-pembiayaan-alternatif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2025 11:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[alternatif]]></category>
		<category><![CDATA[bebani]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[kenaikan]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak]]></category>
		<category><![CDATA[pembiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225315</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengambil langkah apik dengan mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp 452 miliar. Dana ini, merupakan bagian dari Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P APBD) yang diajukan untuk membiayai proyek infrastruktur tanpa membebani warga dengan kenaikan pajak. Wali Kota Eri mengatakan, bahwa penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengambil langkah apik dengan mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp 452 miliar. Dana ini, merupakan bagian dari Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P APBD) yang diajukan untuk membiayai proyek infrastruktur tanpa membebani warga dengan kenaikan pajak.</p>



<p>Wali Kota Eri mengatakan, bahwa penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bukanlah karena kinerja buruk, melainkan kondisi ekonomi. Untuk mengatasi kekurangan anggaran, Pemkot Surabaya dihadapkan pada dua pilihan. Yaitu, menaikkan pajak atau mencari pembiayaan alternatif.</p>



<p>&#8220;Pemerintah itu wajib berkorban demi rakyatnya. Kami memilih untuk melakukan pembiayaan agar tidak terjadi gejolak sosial,&#8221; jelas Wali Kota Eri, dalam rilisnya, Jumat (22/08/2025) tadi.</p>



<p>Pembiayaan ini, tambahnya, akan digunakan untuk membiayai beberapa proyek prioritas. Antara lain, seperti Jalur Lingkar Barat (JLB), pelebaran Jalan Wiyung hingga Gresik, diversi saluran Gunungsari, Penerangan Jalan Umum (PJU) dan penanganan genangan air.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Proyek-proyek ini, lanjutnya, bertujuan untuk menggerakkan roda ekonomi kota. Untuk proyek seperti diversi saluran Gunungsari, dana difokuskan pada pembebasan lahan terlebih dahulu agar pembangunan dapat berjalan cepat.</p>



<p>“Keputusan ini diambil setelah melakukan kajian mendalam dan berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan DPRD Surabaya. DPRD juga sudah menyetujui langkah strategis ini,” ujarnya.</p>



<p>Wali Kota Eri menekankan, bahwa pemerintah harus mendukung investasi dengan membangun infrastruktur pendukung seperti jalan dan transportasi. &#8220;Pembangunan infrastruktur akan menarik banyak orang, meningkatkan PAD dan pada akhirnya digunakan untuk mensejahterakan warga miskin,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), Wali Kota Eri mengaku, strategi ini menjadi contoh bagi daerah lain. Dirinya mengimbau kepada kepala daerah, untuk tidak menaikkan pajak, melainkan menggunakan skema pembiayaan alternatif.</p>



<p>&#8220;Hingga saat ini, tercatat ada 92 kota di Indonesia yang telah mengikuti kebijakan serupa,&#8221; imbuhnya. <strong>(kom/sby/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225315</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peduli Lingkungan, SMPN 2 Purwosari Buat Briket dari Tongkol Jagung sebagai Energi Alternatif Pengganti Kompor</title>
		<link>https://memontum.com/peduli-lingkungan-smpn-2-purwosari-buat-briket-dari-tongkol-jagung-sebagai-energi-alternatif-pengganti-kompor</link>
					<comments>https://memontum.com/peduli-lingkungan-smpn-2-purwosari-buat-briket-dari-tongkol-jagung-sebagai-energi-alternatif-pengganti-kompor#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jul 2024 05:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[alternatif]]></category>
		<category><![CDATA[briket]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Jagung]]></category>
		<category><![CDATA[kompor,]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[pengganti]]></category>
		<category><![CDATA[purwosari]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[tongkol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211649</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Energi alternatif ramah lingkungan pengganti kayu bakar dan kompor, berhasil dikembangkan SMPN 2 Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Adalah Inovasi berupa pembuatan briket dari tongkol jagung atau Pembritoja, yang berhasil dikembangkan tim SMPN 2 Purwosari yang melibatkan mulai siswa, guru hingga OPD Pemkab Pasuruan. Suksesnya inovasi ini, pun sekarang dikembangkan pada tingkatan keluarga siswa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Energi alternatif ramah lingkungan pengganti kayu bakar dan kompor, berhasil dikembangkan SMPN 2 Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Adalah Inovasi berupa pembuatan briket dari tongkol jagung atau Pembritoja, yang berhasil dikembangkan tim SMPN 2 Purwosari yang melibatkan mulai siswa, guru hingga OPD Pemkab Pasuruan.</p>



<p>Suksesnya inovasi ini, pun sekarang dikembangkan pada tingkatan keluarga siswa hingga dewan guru. Termasuk, warga sekitar yang bermata pencaharian pertanian sebagai petani jagung.</p>



<p>Inovator Pembritoja, Umi Supriatim, menjelaskan bahwa ide inovasi ini muncul karena lingkungan SMPN 2 Purwosari merupakan daerah pertanian yang mata pencahariannya adalah petani jagung. Dalam perkembangannya, usai panen dan biji jagung dimanfaatkan, justru menyisakan tongkol jagung yang tidak dioptimalkan dengan baik. Karenanya, muncul ide untuk dikembangkan agar lebih bernilai ekonomis untuk masyarakat atau petani sekitar.</p>



<p>&#8220;Inovasi ini sudah diuji coba pada tahun 2021. Kemudian, berlanjut di tahun 2022 untuk penerapan dan 2023 dilakukan kebaharuan,&#8221; kata Umi, Rabu (10/07/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari hasil pengembangan ini, lanjutnya, pemanfaatan briket sebagai energi alternatif memiliki ketahanan yang relatif lama. Yakni, antara rentan waktu 30 menit hingga 60 menit. Sehingga, sangat layak untuk digunakan.</p>



<p>&#8220;Untuk bahan-bahannya, relatif sangat mudah. Yakni, tongkol jagung yang bisa diperoleh dari petani sekitar dan tepung kanji sebagai bagian perekat tongkol jagung yang sudah dihancurkan. Kemudian, juga alat bantu tong untuk media bakar dan alat penumbuk,&#8221; tambahnya seraya menjelaskan inovasi ini akan turut dilombakan pada inovasi tingkat pendidikan.</p>



<p>Untuk cara pembuatannya sendiri, tambah Guru IPA itu, yaitu diawali dengan mencari bahan baku tongkol jagung. Setelah terkumpul, tongkol jagung yang didapat kemudian dijemur hingga kering. Usai kering, semua tongkol dikumpulkan untuk diproses pembakaran tongkol menjadi arang. Setelah itu, baru didiamkan dan berlanjut pada penumbukan.</p>



<p>&#8220;Agar hasilnya bagus, usai ditumbuk maka berlanjut pada pengayakan dan berlanjut pada pencetakan menjadi briket. Dalam proses ini, panaskan tepung kanji agar bisa menjadi perekat yang dicampur bersama tepung arang dengan perbandingan 2:1 (2 tepung dan 1 kanji). Setelah itu baru dijemur dan siap pakai,&#8221; ungkapnya. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/peduli-lingkungan-smpn-2-purwosari-buat-briket-dari-tongkol-jagung-sebagai-energi-alternatif-pengganti-kompor/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211649</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Banyuwangi Bakal Kelola Sampah Jadi Sumber Energi Bahan Bakar Alternatif</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-banyuwangi-bakal-kelola-sampah-jadi-sumber-energi-bahan-bakar-alternatif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 May 2024 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[alternatif]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[kelola]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[sumber]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210106</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemkab Banyuwangi bakal melakukan pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), atau bahan yang digunakan sebagai alternatif sumber energi bahan bakar industri. Hal itu dilakukan, sebagai salah satu upaya dalam mengatasi dan pengolahan sampah, agar menjadi lebih berguna. RDF sendiri, merupakan bahan bakar alternatif pengganti batu bara yang diolah dari berbagai jenis [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemkab Banyuwangi bakal melakukan pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), atau bahan yang digunakan sebagai alternatif sumber energi bahan bakar industri. Hal itu dilakukan, sebagai salah satu upaya dalam mengatasi dan pengolahan sampah, agar menjadi lebih berguna.</p>



<p>RDF sendiri, merupakan bahan bakar alternatif pengganti batu bara yang diolah dari berbagai jenis sampah dan digunakan menjadi bahan bakar industri, seperti pabrik semen dan PLTU. Bahkan, rencana ini segera diimplementasikan, setelah Pemkab Banyuwangi menjalin kerja sama dengan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.</p>



<p>Kerja sama itu, ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani dan Direktur Manufacturing SBI, Soni Asrul Sani, di Banyuwangi, Rabu (29/05/2024) tadi. Sementara menurut Bupati Ipuk, bahwa MoU ini merupakan langkah penting untuk mewujudkan pengolahan sampah yang efektif dan berkelanjutan. Melalui kerja sama ini dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, khususnya bagi masyarakat dan lingkungan di Banyuwangi.</p>



<p>“Sama seperti di berbagai daerah lain di Indonesia, Banyuwangi juga dihadapkan dengan permasalahan sampah yang membutuhkan solusi terbaik. Harapan kami, melalui kerja sama dengan SBI dan seluruh pemangku kepentingan, kami mampu melakukan perbaikan nyata bagi kesehatan lingkungan dan masyarakat Banyuwangi,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Direktur Manufacturing SBI, Soni Asrul Sani, mengatakan bahwa Pabrik SBI di Tuban memiliki kapasitas mencapai 120-160 ton RDF perhari. &#8220;Kerja sama ini merupakan wujud komitmen SBI dan Pemkab Banyuwangi dalam mengatasi persoalan sampah. Di samping itu, juga membantu SBI dalam peningkatan pemanfaatan RDF sebagai bahan bakar alternatif untuk mencapai target penurunan emisi karbon yang telah ditetapkan oleh perusahaan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Melalui kerja sama ini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi akan mengolah sampah basah hingga 150 ton perhari sebagai tahap awal, untuk menghasilkan RDF sekitar 60 hingga 75 ton per hari. Volume RDF tersebut akan ditingkatkan secara bertahap dan ditargetkan mencapai 250 ton perhari dari 500 ton sampah yang dikelola sampai dengan tahun 2027.</p>



<p>Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi, Dwi Handayani, menambahkan dalam pengolahan sampah menjadi RDF ini, Pemkab akan didukung oleh PT Bhakti Bumi sebagai operatornya. &#8220;Selama inikan hasil pemilahan sampah plastik yang tidak bisa diolah lebih lanjut ataupun tidak bisa diekspor, kita kirim ke Tempat Pemrosesan Akhir ( TPA). Dengan didukung PT Bhakti Bumi, sampah yang low value akan diolah menjadi RDF dan hasilnya dibeli SBI untuk dijadikan bahan bakar alternatif produksi semen,&#8221; kata Yani.</p>



<p>Mengenai lokasi, dirinya mengatakan, bahwa terdapat tiga lokasi pengolahan sampah yang akan memasok sampah untuk diolah lebih lanjut menjadi RDF. Yakni, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Balak, Kecamatan Songgon, TPA dan TPST Wongsorejo serta TPST Karetan, yang sedang akan dibangun dalam waktu dekat.</p>



<p>“Target kami, produksi RDF bisa dimulai pada akhir tahun 2024, seraya sambil menunggu persiapannya,” ungkap Yani. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210106</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dishub Kota Malang Rencanakan Tiga Alternatif untuk Lokasi Lahan Parkir di Kayutangan Heritage</title>
		<link>https://memontum.com/dishub-kota-malang-rencanakan-tiga-alternatif-untuk-lokasi-lahan-parkir-di-kayutangan-heritage</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Feb 2024 10:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[alternatif]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[heritage,]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir]]></category>
		<category><![CDATA[rencanakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206477</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang kini tengah merencanakan tiga alternatif lokasi yang akan digunakan sebagai lahan parkir di Kawasan Kayutangan Heritage. Itu dilakukan, guna menampung kendaraan-kendaraan yang masih saja parkir sembarang di pinggir jalan. Sebelumnya, di tahun 2022 lalu rencana pembelian lahan di Kayutangan Heritage hendak direalisasikan. Hanya saja, hal itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang kini tengah merencanakan tiga alternatif lokasi yang akan digunakan sebagai lahan parkir di Kawasan Kayutangan Heritage. Itu dilakukan, guna menampung kendaraan-kendaraan yang masih saja parkir sembarang di pinggir jalan.</p>



<p>Sebelumnya, di tahun 2022 lalu rencana pembelian lahan di Kayutangan Heritage hendak direalisasikan. Hanya saja, hal itu gagal dilakukan.</p>



<p>Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa rencana tersebut nantinya akan dilakukan konsultasi publik terlebih dahulu. Sehingga, tidak hanya melibatkan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) saja.</p>



<p>“Ini masih dalam tahap rencana, nanti segera kita lakukan penyampaian. Pada prinsipnya ada proses konsultasi publik, ada diskusi mana yang terbaik dan plus minusnya,” ujar Jaya-sapannya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk tiga alternatif tersebut, disebutkan Jaya, ada dari sisi utara, tengah dan selatan Kayutangan Heritage. Diantaranya, ada di Hotel Trio atau PLN Malang. Kemudian, di sebelah kanan dan kiri gedung HMI, serta Ex Gedung Bioskop Merdeka.</p>



<p>“Nanti dari tiga lokasi itu, mana yang paling tepat dan bisa sebagai alternatif pilihan yang nanti bisa kita beli untuk pengadaan lahan parkir. Untuk memilih itu tentu saya tegaskan ada proses konsultasi publik terlebih dahulu,” katanya.</p>



<p>Sementara itu untuk di tahun 2024 ini, Jaya optimis jika pada semester pertama akan membangun parkir bertingkat di Gedung Ex DLH, Jalan Majapahit, Kota Malang dengan tiga lantai. Untuk kapasitas parkir tersebut, nantinya dapat menampung 20 mobil dan 500 sepeda motor.</p>



<p>“Kalau jangka pendek 2024 ini insyaallah semester pertama segera kita bangun melalui tender, parkir bertingkat di gedung ex DLH dengan 3 lantai, yang mampu menampung 20 mobil dan 500 sepeda motor, itu menggunakan anggaran tahun 2024,” imbuh Jaya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206477</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
