<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>ambles &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ambles/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Feb 2025 11:25:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>ambles &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Toko Kelontong Ambles dan Regut Nyawa, BPBD Kota Malang Sebut Struktur Gorong-Gorong Lemah</title>
		<link>https://memontum.com/toko-kelontong-ambles-dan-regut-nyawa-bpbd-kota-malang-sebut-struktur-gorong-gorong-lemah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Feb 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ambles]]></category>
		<category><![CDATA[gorong-gorong]]></category>
		<category><![CDATA[kelontong]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[nyawa]]></category>
		<category><![CDATA[struktur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219462</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kejadian toko kelontong ambles, di Jalan S Supriadi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, yang mengakibatkan korban jiwa, terjadi Rabu (19/02/2025) sore kemarin. Merespon kejadian itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, menyebut bahwa kejadian itu karena adanya beban berlebih di atas gorong-gorong yang melemahkan strukturnya. Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kejadian toko kelontong ambles, di Jalan S Supriadi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, yang mengakibatkan korban jiwa, terjadi Rabu (19/02/2025) sore kemarin. Merespon kejadian itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, menyebut bahwa kejadian itu karena adanya beban berlebih di atas gorong-gorong yang melemahkan strukturnya.</p>



<p>Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Malang, Surya Adi Nugraha, menyampaikan bahwa kejadian itu berlangsung karena retakan yang muncul semakin parah akibat hujan deras yang terjadi karena peningkatan debit air. Kemudian, juga ditambah dengan keberadaan truk yang sempat parkir di atasnya.</p>



<p>&#8220;Gorong-gorong ambles, karena tidak mampu menopang bangunan yang berada di atasnya. Sehingga mengakibatkan kejadian itu terjadi dan satu korban meninggal,&#8221; kata Surya, Kamis (20/02/2025) tadi.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya bahwa menurut keterangan saksi, korban berada di dalam kamar mandi saat bangunan mendadak ambles. Hingga akhirnya korban terseret arus air yang deras.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Pada saat kejadian, korban berada di dalam kamar mandi. Tiba-tiba bangunan itu bergerak kemudian ambles, setelah itu korban tidak ditemukan di tempat,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Dari kejadian tersebut, BPBD Kota Malang juga melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahaan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang untuk menindaklanjuti. Termasuk, juga mengimbau warga agar tetap waspada terhadap kemungkinan longsor susulan.</p>



<p>&#8220;Satu kepala keluarga (KK) dengan enam jiwa terdampak akibat peristiwa ini dan tidak dapat berjualan sementara waktu,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, peristiwa toko kelontong ambles tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Akibat kejadian itu, penjaga toko yaitu M Qoid (30) warga asal Pamekasan, Madura, hanyut ke sungai dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pinggir Sungai Irigasi, Kalianyar atau Sungai Mergan, Jalan Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang pukul 17.00 WIB. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219462</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jalur Penghubung Kampak-Watulimo Trenggalek Ambles, Petugas Pasang Police Line</title>
		<link>https://memontum.com/jalur-penghubung-kampak-watulimo-trenggalek-ambles-petugas-pasang-police-line</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jan 2025 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[ambles]]></category>
		<category><![CDATA[kampak-watulimo]]></category>
		<category><![CDATA[pasang]]></category>
		<category><![CDATA[penghubung]]></category>
		<category><![CDATA[petugas]]></category>
		<category><![CDATA[police]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218802</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Jalan penghubung antara Kecamatan Kampak dan Kecamatan Watulimo di Kabupaten Trenggalek, mengalami kerusakan parah setelah jembatan atau saluran air yang tepatnya berada di Desa Gemaharjo, Kecamatan Watulimo, ambles. Akibatnya, kendaraan roda empat dan lainnya, untuk sementara waktu diimbau agar tidak melewati jalur tersebut. Bahkan, guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas, jajaran kepolisian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Jalan penghubung antara Kecamatan Kampak dan Kecamatan Watulimo di Kabupaten Trenggalek, mengalami kerusakan parah setelah jembatan atau saluran air yang tepatnya berada di Desa Gemaharjo, Kecamatan Watulimo, ambles.</p>



<p>Akibatnya, kendaraan roda empat dan lainnya, untuk sementara waktu diimbau agar tidak melewati jalur tersebut. Bahkan, guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas, jajaran kepolisian dari Satlantas Polres Trenggalek bersama Polsek Watulimo, memasang tanda peringatan dan police line disepanjang jalur penghubung antar kecamatan tersebut.</p>



<p>Kasatlantas Trenggalek, AKP Agus Prayitno, mengatakan bahwa titik ambles berada tepat berada di bagian pinggir jembatan atau saluran air dengan posisi menjorok ke tengah badan jalan dengan lebar kurang lebih 1,5 meter. “Iya benar, anggota sudah di lokasi bersama Polsek Watulimo. Upaya kita sementara memasang papan peringatan, kemudian water barrier dan police line,&#8221; ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis (30/01/2025) tadi.</p>



<p>Akibatnya, kendaraan truk maupun roda empat dan enam sementara waktu tidak bisa melintas. Hal ini disebabkan jalur yang menyempit akibat jalan ambles sehingga dinilai cukup berbahaya jika memaksakan melintas.</p>



<p>“Papan peringatan kita pasang di dua sisi baik dari arah Kampak maupun Watulimo. Tujuannya agar kendaraan yang akan melintas bisa memilih rute lainnya,&#8221; kata AKP Agus.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk langkah tindak lanjut, sambungnya, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan stakeholder dan pihak terkait agar bisa segera dilakukan penanganan sehingga jalur bisa dilalui dengan aman kembali. “Jalur ini adalah jalan penghubung Kecamatan Watulimo dan Kampak dengan tingkat aktivitas relatif cukup tinggi. Kondisi seperti ini tentunya juga mengganggu mobilitas warga dan rawan terjadi kecelakaan terutama saat kondisi malam hari,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, warga setempat mengungkapkan bahwa kondisi jalan yang jebol ini sudah terjadi sejak sepekan lalu. Sejak awal, warga berinisiatif memberikan tanda peringatan dengan menanam pohon pisang guna menghindari kecelakaan.</p>



<p>&#8220;Saat lubang jalan ini masih cukup kecil, warga mencoba menutupnya dengan pohon pisang. Berharap warga yang melintas lebih berhati-hati. Warga juga sempat memperlebar jalan dengan menggusur tebing disisi jalan, agar roda 4 masih bisa lewat. Tapi sayang, saat ini hanya roda 2 saja yang masih bisa melintas disini,&#8221; kata Santoso.</p>



<p>Sebagai jalur utama yang menghubungkan Kecamatan Kampak dan Watulimo, tentu hal ini menyulitkan warga. Sementara waktu, kendaraan roda 4 harus menggunakan jalur pintas yang sempit dan berliku melalui Desa Gemaharjo dan tembus ke jalur Kampak &#8211; Watulimo.</p>



<p>&#8220;Dihimbau, untuk kendaraan roda 4 yang melintasi jalur alternatif untuk berhati-hati karena kondisi jalur lebih sempit. Warga juga berharap Pemerintah Daerah segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jalur ini. Sehingga bisa meminimalisir kerusakan jalan yang lebih besar dan jalur ini bisa dilintasi kembali,&#8221; paparnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218802</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perbaiki Jalan Ambles, DPUPRPKP Kota Malang Siapkan Perbaikan hingga 15 Meter dan Beri Box Culvert</title>
		<link>https://memontum.com/perbaiki-jalan-ambles-dpuprpkp-kota-malang-siapkan-perbaikan-hingga-15-meter-dan-beri-box-culvert</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Oct 2024 07:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ambles]]></category>
		<category><![CDATA[culvert]]></category>
		<category><![CDATA[DPUPRPKP]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perbaikan]]></category>
		<category><![CDATA[perbaiki]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215657</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang memastikan bahwa penyebab amblesnya jalan karena saluran drainase yang sudah aus atau berusia lama. Hal ini disampaikannya, setelah titik lokasi jalan ambles di Jalan Gadang depan Gang 6, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, dilakukan peninjauan. Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang memastikan bahwa penyebab amblesnya jalan karena saluran drainase yang sudah aus atau berusia lama. Hal ini disampaikannya, setelah titik lokasi jalan ambles di Jalan Gadang depan Gang 6, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, dilakukan peninjauan.</p>



<p>Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyampaikan jika buis beton yang ada tersebut tidak memiliki tulangan atau hanya semacam cor-coran. Karenanya, tidak mampu menahan beban. Sementara di lokasi hanya diameter 80 cm dan ketebalan antara tujuh sampai delapan cm.</p>



<p>&#8220;Kejadiannya memang tadi pagi dan ini karena saluran drainase yang memang sudah lama dan kemungkinan juga karena beban kendaraan yang melalui semakin bertambah volumenya. Buis beton ini juga hanya semacam cor tanpa tulangan,” jelas Dandung, Senin (21/10/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, jika drainase ambrol itu terjadi pada luasan tujuh meter. Namun, perbaikan akan dilakukan sepanjang 15 meter. Buis beton, akan diganti dengan drainase box culvert ukuran 100&#215;100 cm dan itu ditingkatkan dari yang sebelumnya hanya 80 cm persegi.</p>



<p>&#8220;Nanti juga akan kita gali sampai dengan kedalaman dua meter. Ini segera kita lakukan perbaikan dan anggarannya kita gunakan insidentil sesuai dengan kebutuhannya,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut, Dandung juga akan mengevaluasi sisi-sisi lain di sekitar saluran drainase tersebut. Namun tentunya, juga tergantung pada ketersediaan anggaran dan prioritas. &#8220;Kami berharap perbaikan ini bisa segera diselesaikan sebelum musim hujan berpengaruh lebih besar pada kondisi jalan dan drainase di sini,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Dalam hal ini, DPUPRPKP Kota Malang terus berupaya merespons cepat dan menuntaskan perbaikan drainase agar jalan segera bisa dilewati dengan aman oleh masyarakat. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215657</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jalan Muharto Kota Malang Ambles Akibat Gorong-Gorong Pecah</title>
		<link>https://memontum.com/jalan-muharto-kota-malang-ambles-akibat-gorong-gorong-pecah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Oct 2024 05:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[akibat]]></category>
		<category><![CDATA[ambles]]></category>
		<category><![CDATA[gorong-gorong]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Muharto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215654</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang – Akibat hujan deras yang mengguyur Kota Malang selama berjam-jam pada Minggu (20/10/2024) kemarin, mengakibatkan Jalan Muharto depan Gang 6, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, ambles, Senin (21/10/2024) sekitar pukul 05.30 WIB. Menurut keterangan warga, Jupri, bahwa kejadian itu bermula diawali dari retakan yang terjadi di titik lokasi ambles. Kemudian, semakin parah hingga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> – Akibat hujan deras yang mengguyur Kota Malang selama berjam-jam pada Minggu (20/10/2024) kemarin, mengakibatkan Jalan Muharto depan Gang 6, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, ambles, Senin (21/10/2024) sekitar pukul 05.30 WIB.</p>



<p>Menurut keterangan warga, Jupri, bahwa kejadian itu bermula diawali dari retakan yang terjadi di titik lokasi ambles. Kemudian, semakin parah hingga akhirnya ambles.</p>



<p>&#8220;Awalnya jalan retak setelah hujan deras kemarin, lalu air yang seharusnya mengalir di selokan malah berputar dan menggerus tanah di bawah jalan. Pagi tadi sekitar jam 05.30, jalan tiba-tiba ambles,&#8221; kata Jupri.</p>



<p>Dalam kejadian tersebut, ujar Jupri, tidak ada korban jiwa. Itu karena, kondisi jalan pada saat itu sedang sepi dan tidak banyak yang melintasi.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah tidak ada korban. Karena pada saat itu, jalannya juga lagi sepi,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkan Jupri, bahwa amblesnya jalan tersebut disebabkan oleh pecahnya gorong-gorong yang mengakibatkan air tidak mengalir sesuai jalurnya. Air kemudian merembes ke dalam tanah dan menggerus bagian bawah jalan hingga menyebabkan amblesnya permukaan jalan.</p>



<p>&#8220;Ini baru pertama kalinya terjadi di sini. Sebelumnya, jalan hanya retak saja. Nah ini nggak tau kok tiba-tiba ambles selebar ini,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, yang mendatangi lokasi, mengatakan jika perbaikan akan segera dilakukan ditargetkan selesai dalam waktu tiga sampai empat hari. Namun, pihaknya juga meminta kesabaran masyarakat untuk proses pengaspalan.</p>



<p>“Karena untuk aspal ini jalan harus menunggu beton benar-benar matang dulu. Kita berharap nanti maksimal satu minggu sudah bisa dilewati, jadi mohon kesabarannya dari masyarakat. Yang jelas kejadian ini kami respon cepat,” imbuh Dandung. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215654</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Malang Kebut Pengaspalan hingga Perbaiki Jalan Ambles</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-kebut-pengaspalan-hingga-perbaiki-jalan-ambles</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Dec 2023 11:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ambles]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[pengaspalan]]></category>
		<category><![CDATA[perbaiki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203075</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang natal dan tahun baru (Nataru), Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, kebut pengaspalan hingga pelebaran jalan di beberapa titik. Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyampaikan jika pengaspalan jalan saat ini sedang dilakukan di Simpang 3 Jalan Danau Toba, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang natal dan tahun baru (Nataru), Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, kebut pengaspalan hingga pelebaran jalan di beberapa titik.</p>



<p>Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyampaikan jika pengaspalan jalan saat ini sedang dilakukan di Simpang 3 Jalan Danau Toba, Sawojajar, Kota Malang hingga ujung Jembatan Kedungkandang. Sementara, pelebaran jalan dilakukan di Jalan Ki Ageng Gribig dan Jalan Ikan Tombro, Sudimoro.</p>



<p>“Jadi untuk pengaspalan dan pelebaran jalan sesuai dengan kontrak akan berakhir di 12 Desember. Kalau ngaspal itu cepat, paling tiga hari selesai. Itu menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD),” ujar Dandung, Jumat (08/12/2023) tadi.</p>



<p>Selain itu, di Jalan Puncak Borobudur, Jalan Borobudur Agung, Jalan Simpang Sulfat hingga beberapa Jalan di Kawasan Terminal Arjosari juga dilakukan pengaspalan dengan menggunakan Perubahan APBD 2023. Target penyelesaiannya pun juga dalam waktu dekat ini pada 22 Desember 2023.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Jadi ada empat sekaligus sisa pengaspalan dengan menggunakan PAK dengan target selesai pada 22 Desember 2023 ini. Kalau yang menggunakan APBD, itu target selesainya 12 Desember 2023,” ucapnya.</p>



<p>Di sisi lain, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, juga meminta percepatan perbaikan lubang menganga yang mengakibatkan aspal ambles di Jalan Bandung, Kota Malang. Di mana kejadian tersebut, terjadi Kamis (07/12/2023) kemarin. Sehingga, pihaknya menargetkan agar empat hingga lima hari ke depan, perbaikan dapat segera selesai.</p>



<p>“Kita harus melakukan percepatan. Saya intruksikan kepada jajaran terkait agar dalam kurun waktu empat sampai lima hari, bisa diselesaikan. Jadi saya perintahkan untuk segera, agar dikerjakan pagi, siang dan malam,” tambah Wahyu.</p>



<p>Hingga saat ini, ujarnya, perbaikan jalan masih terus dilakukan. Bahkan, di Jalan Simpang Ijen menuju Jalan Bandung dan sebaliknya dilakukan penutupan sementara.</p>



<p>&#8220;Kami sudah siapkan box culvert yang bisa segera kita pasang dan kita tanam di sana. Sehingga kami harapkan nantinya arus lalu lintas bisa segera kembali berjalan dengan normal di Jalan Bandung tersebut,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203075</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jalan Ambles Akibat Dampak Cuaca Ekstrem di Tirtoyudo Ancam Isolir Dua Desa</title>
		<link>https://memontum.com/jalan-ambles-akibat-dampak-cuaca-ekstrem-di-tirtoyudo-ancam-isolir-dua-desa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jul 2023 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[akibat]]></category>
		<category><![CDATA[ambles]]></category>
		<category><![CDATA[ancam]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[dampak]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[isolir]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Tirtoyudo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192883</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Jalan Desa di Sumbertangkil, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, rusak parah akibat dampak cuaca ekstrem yang berakibat banjir beberapa waktu lalu. Sementara jalan itu, adalah akses utama bagi warga dua desa. Yakni, Desa Purwodadi dan Desa Lebakharjo. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Muhammad Noor Fuad Fauzi, meminta agar jalan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Jalan Desa di Sumbertangkil, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, rusak parah akibat dampak cuaca ekstrem yang berakibat banjir beberapa waktu lalu. Sementara jalan itu, adalah akses utama bagi warga dua desa. Yakni, Desa Purwodadi dan Desa Lebakharjo.</p>



<p>Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Muhammad Noor Fuad Fauzi, meminta agar jalan yang sudah rusak tersebut segera mendapat penanganan. Sehingga, tidak sampai mengganggu aktifitas dari warga.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa dampak banjir dan longsor di Kabupaten Malang, itu untuk infrastrukturnya sebagai adalah masuk wewenang Balai Besa Wilayah Sungai (BBWS) dan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jatim. &#8220;Dampak yang terbanyak, itu adalah normalisasi sungai,&#8221; kata Fuad, Senin (10/07/2023) siang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkan mantan Kabag Prokopimda Kabupaten Malang ini, bahwa sementara untuk jalan desa yang rusak di Kabupaten Malang pasca banjir dan longsor, ada beberapa titik. Karena rusak, beberapa juga harus ditutup.</p>



<p>&#8220;Seperti jalan di Desa Sumbertangkil, Tirtoyudo, itu banyak yang rusak. Jalan tersebut, mulai hari ini sudah kita tutup total. Kendaraan roda empat dan roda dua tidak bisa melintas, karena memang kondisinya rawan longsor dan ambles,&#8221; terangnya.</p>



<p>Jalan yang rusak itu, imbuhnya, adalah akses utama masyarakat di tiga desa. Yaitu, Desa Purwodadi, Desa Pujiharjo dan Desa Sumbertangkil. &#8220;Dari Sumbertangkil, jalan yang rusak itu mengakses dua desa, yaitu Desa Purwodadi dan Desa Pujiharjo. Kemarin kita masih bisa mengirim bantuan ke sana dan hari ini sudah ditutup,&#8221; imbuhnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192883</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ambles Sepanjang 50 Meter, Akses Jalan Lumajang &#8211; Malang di Piket Nol Putus</title>
		<link>https://memontum.com/ambles-sepanjang-50-meter-akses-jalan-lumajang-malang-di-piket-nol-putus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2022 02:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ambles]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Ambles]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten lumajang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=177873</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Jalur Piket Nol Lumajang-Malang atau KM-59 tepatnya sebelum Gladak Perak (dari arah Lumajang), Desa Sumberuwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, ambles setelah terjadi hujan dengan intensitas tinggi, Kamis (03/11/2022) malam. Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Lumajang, Joko Sambang, mengatakan bahwa hujan deras disertai angin kencang terjadi di sekitar kawasan Piket Nol [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Jalur Piket Nol Lumajang-Malang atau KM-59 tepatnya sebelum Gladak Perak (dari arah Lumajang), Desa Sumberuwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, ambles setelah terjadi hujan dengan intensitas tinggi, Kamis (03/11/2022) malam.</p>



<p>Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Lumajang, Joko Sambang, mengatakan bahwa hujan deras disertai angin kencang terjadi di sekitar kawasan Piket Nol dan sekitarnya. Diperkirakan, amblesnya jalan nasional di kawasan itu, terjadi sekitar pukul 21.30 atau saat hujan mulai reda.</p>



<p>&#8220;Pukul 21.30, kondisi hujan berangsur reda dan kemudian dilaporkan terjadinya jalan ambles. Namun, karena kondisi pasca hujan dan minim cahaya, maka tidak bisa dilakukan pengamatan visual secara jelas luasan jalan yang ambles,&#8221; ujarnya, Jumat (04/11/2022) tadi.</p>



<p>Dijelaskan Joko, amblesnya jalan di jalur Piket Nol tersebut, mengakibatkan akses Lumajang-Malang, pun menjadi jalur terputus. Karenanya, masyarakat yang akan melalui jalur tersebut, sementara diminta untuk memutar melalui jalur Curahkobokan.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Ambles Sepanjang 50 Meter, Akses Jalan Lumajang - Malang di Piket Nol Putus" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/fKIuCMiiKnk?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>&#8220;Belum ada informasi terkait korban jiwa maupun kerugian material, yang diderita masyarakat akibat peristiwa tersebut,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Candipuro, Abdul Aziz, menjelaskan bahwa longsoran tersebut menyebabkan jalan sepanjang sekitar 50 meter dan lebar 7 meter, ambles. Sementara aktifitas lalu lintas menuju ke lokasi longsor, belum bisa dilewati hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.</p>



<p>&#8220;Sementara ditutup. Jalannya ambles panjang 50 meter dan lebar 7 meter,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sebelumnya, diperoleh keterangan di titik terjadinya longsor, juga sempat terjadi penurunan kontur tanah hingga 30 cm. Namun, sempat dilakukan penanganan darurat. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">177873</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Anak Walikota Surabaya Saksi Amblesnya Jalan Gubeng, Fuad Benardi : Saya Tidak Tahu Apa-apa</title>
		<link>https://memontum.com/anak-walikota-surabaya-saksi-amblesnya-jalan-gubeng-fuad-benardi-saya-tidak-tahu-apa-apa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Mar 2019 23:06:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[ambles]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Gubeng]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Jatim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/81802-anak-walikota-surabaya-saksi-amblesnya-jalan-gubeng-fuad-benardi-saya-tidak-tahu-apa-apa</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Dengan terburu-buru, saksi dalam kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng, Fuad Benardi keluar dari ruang Subdit IV Tipidkor Direskrimsus Polda Jatim, sekitar pukul 12.30 WIB. Ini setelah Fuad diminta keterangan selama tiga jam lebih oleh penyidik Polda Jatim. Ketika dicerca pertanyaan oleh awak media, putra dari Walikota Surabaya Tri Rismaharini itu mengaku tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Dengan terburu-buru, saksi dalam kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng, Fuad Benardi keluar dari ruang Subdit IV Tipidkor Direskrimsus Polda Jatim, sekitar pukul 12.30 WIB. Ini setelah Fuad diminta keterangan selama tiga jam lebih oleh penyidik Polda Jatim.</p>
<p>Ketika dicerca pertanyaan oleh awak media, putra dari Walikota Surabaya Tri Rismaharini itu mengaku tidak mengetahui apapun terkait hal tersebut. Fuad juga tidak membeberkan secara jelas kenapa dirinya dipanggil di Subdit Tipikor Polda Jatim.</p>
<p>“Saya nggak tahu apa-apa masalah itu yang penting Alhamdulilah saya Dipanggil sebagi saksi,” ungkapnya, usai melakukan proses pemeriksaan di Subdit Tipikor, Polda Jatim, Selasa (26/3/2019). Kendati demikian Fuad mengaku saat proses penyidikan, dirinya diberi 20 pertanyaan oleh penyidik. “Kalau itu coba tanya ke penyidik ya,” ujarnya singkat, saat ditanya keterkaitan dirinya dipanggil sebagai saksi.</p>
<p>Sementara itu dihubungi terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, jika kepolisian tidak tebang pilih dalam menangani kasus ini. Termasuk memanggil Fuad yang merupakan anak orang nojor satu di Pemkot Surabaya.</p>
<p>“Siapapun juga, ada yang bilang seperti ini, ‘itu hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas’, kita membuktikan dari Jatim siapa saja yang terkait masalah Gubeng ya diperiksa. Termasuk (perantara) perizinannya dan mereka-mereka yang terlibat didalamnya,” katanya saat dikonfirmasi lewat sambungan telefon.</p>
<p>Lebih lanjut Barung membenarkan bahwa F alias Fuad diperiksa berkaitan dengan perizinan proyek basement RS Siloam. Karena menurutnya, siapa saja yang terlibat di dalam kasus amblesnya jalan tersebut, sudah dilakukan tahapan hukum dan sebelumnya polisi sudah menetapkan sebanyak 6 tersangka. Jumlag tersangka tersebut bisa bertambah.</p>
<p>&#8220;Ya bagian hal dari perizinan, sesuatukan tentunya ada. Siapa yang melakukan perizinannya, siapa yang mengurus, siapa yang membuat izin itu keluar, itu yang kita telusuri. Kemarin kan sudah ditetapkan enam tersangka sebagai pelaksana. Nah sekarang kita merambah kebagian perzinan,&#8221; pungkas Barung.</p>
<p>Jauh sebelum pemeriksaan dilakukan, terendus kabar jika ada anak pejabat Pemkot Surabaya berinisial F turut terseret dalam kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng yang disebabkan oleh pembangunan basement Rumah Sakit (RS) Siloam Kota Surabaya. Yakni, Fuad Bernardi.</p>
<p>Fuad diduga ikut andil terkait perizinan pembangunan basement RS Siloam yang dikerjakan PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE). Malam, sesaat setelah Jalan Gubeng ambkes, Fuad di lokasi bersama Eri Cahyadi, pejabat pemkot yang berwenang mengeluarkan izin. Keberadaannya diketahui banyak awak media di lokasi.</p>
<p>Sekadar diketahui, hingga kini telah ada enam orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Yakni, BS yang menjabat Direktur PT Nusa Kontruksi Enjineering (NKE), RW (Project Manager PT NKE), DAP (Site Manager PT NKE), RH (Project Manager PT Saputra Karya), LAH (Struktur Enjeneering Supervisor PT Saputra Karya), dan AK (Struktur Supervisor PT Saputra Karya). Para tersangka dijerat pasal 192 ayat 1 juncto pasal 55 KUHP dan pasal 63 ayat 1 undang-undang nomor 38 2004 tentang Jalan. <strong>(sur/ano/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">81802</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sempat Jadi Tersangka, Kini F Jadi Saksi</title>
		<link>https://memontum.com/sempat-jadi-tersangka-kini-f-jadi-saksi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2019 14:15:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[ambles]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Raya Gubeng]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[tersangka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/74906-sempat-jadi-tersangka-kini-f-jadi-saksi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Sempat dikaitkan sebagai tersangka, pengakuan beda diungkapkan oleh Kapolda Luki Hermawan. Luki mengatakan jika status F kini kembali menjadi saksi dalam kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng. “Ada masuk, yang jelas nanti dirangkaian 40 (saksi) itu,” katanya, usai ungkap kasus di Mapolda Jatim, (23/1/2019). Dengan tergesa-gesa Luki mengatakan jika nantinya tak menutup kemungkinan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Sempat dikaitkan sebagai tersangka, pengakuan beda diungkapkan oleh Kapolda Luki Hermawan. Luki mengatakan jika status F kini kembali menjadi saksi dalam kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng. “Ada masuk, yang jelas nanti dirangkaian 40 (saksi) itu,” katanya, usai ungkap kasus di Mapolda Jatim, (23/1/2019).</p>
<p>Dengan tergesa-gesa Luki mengatakan jika nantinya tak menutup kemungkinan Polda Jatim bakal menambah beberapa tersangka lagi. “Jadi bukan termasuk 6 ini, berikutnya ada tersangka lagi, pelan-pelan. Tak menutup kemungkina ada tersangka lagi bukan hanya 6 saja, termasuk F,” tuturnya.</p>
<p>Sedangkan Dirreskrimsus Polda Jatim Kombespol Ahmad Yusep Gunawan membenarkan jika inisial F kemungkinan akan menjadi tersangka. Hal itu  mendasari dengan bukti-bukti dokumen dari penulusuran. </p>
<p>“Bahwa patut diduga itu nanti perkembangan setelah ada fakta-fakta dan bukti-bukti untuk proses perencanaan,” pungkas Yusep.</p>
<p><strong>Baca : </strong><a href="https://hukrim.memontum.com/22932-polda-jatim-tetapkan-satu-tersangka-baru-kasus-jalan-gubeng-ambles" rel="noopener" target="_blank">Polda Jatim Tetapkan Satu Tersangka Baru, Kasus Jalan Gubeng Ambles</a></p>
<p>“Yang dimaksud dengan F itu ada inisial F yang emang tertuang difalam dokumen perencanaan. Pertama kami dapatkan pada saat proses penyelidikan dan kemudian diserahkan kepenyidikan. Itu dokumen pertama yang kami dapatkan,” tambahnya.</p>
<p>Lebih lanjut Yusep menjelaskan bahwa F ialah dari pihak perusahaan bidang perencanaan. Dan statusnya kini sementara masih saksi. Kepolisian menduga inisial F ada keterlibatannya dengan tersangka EF.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">74906</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
