<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>ambrol &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ambrol/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 24 Nov 2025 12:53:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>ambrol &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jembatan Embong Brantas Ambrol, Wali Kota dan Wawali Tinjau Lokasi Terdampak</title>
		<link>https://memontum.com/jembatan-embong-brantas-ambrol-wali-kota-dan-wawali-tinjau-lokasi-terdampak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[ambrol]]></category>
		<category><![CDATA[brantas]]></category>
		<category><![CDATA[embong]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi]]></category>
		<category><![CDATA[terdampak]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<category><![CDATA[Wawali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228068</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), meninjau lokasi ambrolnya Jembatan Embong Brantas dan rumah warga terdampak tanah longsor, Senin (24/11/2025) tadi. Wali Kota Wahyu mengatakan bahwa kerusakan jembatan dipengaruhi oleh sejumlah faktor. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), meninjau lokasi ambrolnya Jembatan Embong Brantas dan rumah warga terdampak tanah longsor, Senin (24/11/2025) tadi.</p>



<p>Wali Kota Wahyu mengatakan bahwa kerusakan jembatan dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Mulai dari intensitas hujan tinggi, kondisi trotoar yang tidak memiliki plengsengan, hingga aktivitas perbaikan jalan yang membuat elevasi trotoar sejajar dengan lapisan hotmix.</p>



<p>“Kami melihat langsung bahwa ada beberapa permasalahan yang harus dibenahi. Jembatan ini kewenangannya ada di pusat. Intensitas hujan tinggi dan kondisi bawah trotoar yang masih tanah membuat air mudah menggerus struktur,” jelas Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Menurutnya, selama ini warga melakukan penanganan darurat secara swadaya untuk mencegah air masuk ke pemukiman. Akan tetapi, penutupan aliran air tersebut justru membuat genangan dan memperburuk kondisi tanah di sekitar jembatan.</p>



<p>“Penanganan selama ini sifatnya sementara dan tidak mempertimbangkan kejadian lanjutan. Akhirnya berdampak seperti sekarang,” ujarnya.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa BBPJN telah menyiapkan langkah penanganan darurat. Untuk proses perbaikan sementara, ditargetkan memakan waktu 1 sampai 2 minggu untuk mencegah aliran air semakin menggerus tanah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, Pemkot Malang juga akan melakukan kajian lebih menyeluruh bersama Kementerian PUPR, mengingat seluruh lahan di kawasan tersebut merupakan aset PT KAI. “Kami ingin duduk bersama menyelesaikan masalah ini. Tidak bisa hanya satu sektor. Kalau tidak lintas sektor, kejadian seperti ini bisa berulang lagi,” tambah Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakannya, bahwa data awal menyebut terdapat 10 rumah terdampak, namun laporan terbaru menunjukkan jumlahnya meningkat menjadi 22 rumah akibat hujan intens. Bantuan darurat juga sudah disalurkan melalui Baznas dan beberapa OPD terkait.</p>



<p>“Bantuan sudah diberikan. Kami berharap balai segera menyelesaikan perbaikan agar tidak terjadi longsoran ulang,” katanya.</p>



<p>Wali Kota Wahyu juga menjelaskan, bahwa ada perbedaan struktur antara sisi timur dan barat jembatan turut menjadi penyebab genangan. Sisi barat sudah memiliki plengsengan, sedangkan sisi timur tidak. Kemudian, perbaikan trotoar yang sejajar dengan hotmix membuat air mengalir ke permukiman. Warga kemudian membuat tembok penahan agar air tidak masuk rumah, sehingga air justru menggenang di titik tersebut.</p>



<p>&#8220;Kemudian, BBPJN ini membangun bak kontrol untuk mengalirkan air ke Sungai Brantas, namun proses pemasangan pipa memerlukan pembongkaran paving, yang justru membuka resapan air dan menyebabkan tanah semakin tergerus. Sehingga banyak hal teknis yang harus ditata ulang. Ini akan kami sampaikan secara detail kepada Kementerian PUPR,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228068</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jembatan Embong Brantas Ambrol, Puluhan Rumah Terdampak</title>
		<link>https://memontum.com/jembatan-embong-brantas-ambrol-puluhan-rumah-terdampak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 05:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ambrol]]></category>
		<category><![CDATA[brantas]]></category>
		<category><![CDATA[embong]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[puluhan]]></category>
		<category><![CDATA[terdampak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228053</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Jembatan Embong Brantas, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, mengalami ambrol dan memicu tanah longsor, pada Minggu (23/11/2025) pukul 18.30 WIB. Peristiwa itu, menyebabkan material jembatan dan tanah longsor menimpa sejumlah rumah warga yang berada dibawah jembatan tersebut. Salah satu rumah yang terdampak, adalah milik Dasuki (60). Diceritakannya, bahwa akibat kejadian itu mengakibatkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Jembatan Embong Brantas, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, mengalami ambrol dan memicu tanah longsor, pada Minggu (23/11/2025) pukul 18.30 WIB. Peristiwa itu, menyebabkan material jembatan dan tanah longsor menimpa sejumlah rumah warga yang berada dibawah jembatan tersebut.</p>



<p>Salah satu rumah yang terdampak, adalah milik Dasuki (60). Diceritakannya, bahwa akibat kejadian itu mengakibatkan material jembatan menghantam bagian belakang rumahnya.</p>



<p>“Sore itu istri saya sedang masak sekitar pukul 18.00 WIB. Saya ada di ruang tamu. Mendadak ada gempuran dari atas. Saya kira kecelakaan mobil yang sampai jatuh. Getarannya keras sekali,” ujar Dasuki, Senin (24/11/2025) tadi.</p>



<p>Material longsor langsung menjebol tembok belakang rumahnya. Sejumlah perabotan seperti pakaian, lemari dan peralatan rumah tangga rusak tertimbun material. Rumah dua lantai milik Dasuki, yang sebagian berbahan cor dan sebagian bangunan lama, mengalami kerusakan.</p>



<p>“Istri saya teriak minta tolong. Namanya musibah, saya panik. Tetangga langsung kumpul. Semalam kami tidur di rumah tetangga,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dasuki menyebut selama lebih dari 30 tahun tinggal di lokasi tersebut, banjir biasa terjadi namun tidak pernah separah malam kejadian.</p>



<p>Sementara itu, saksi mata sekaligus anggota Linmas Ksatrian, Ngateman, menyampaikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Dirinya juga menyebut, genangan air sudah terlihat sejak sebelum maghrib. Menurutnya, kondisi aliran air di sekitar jembatan berubah setelah adanya pemasangan paralon gorong-gorong yang belum selesai dipasang.</p>



<p>“Sebelumnya air mengalir lewat aspal. Setelah dipasang paralon dan dialihkan ke trotoar, mulai ada genangan. Tapi sejak aspal ditinggikan dan trotoar tidak dinaikkan, air makin mudah naik,” jelas Ngateman.</p>



<p>Dari pantauan di lokasi, Jembatan Embong Brantas yang ambrol itu memiliki dimensi sekitar 20 meter x 2 meter. Sementara longsoran tanah yang mengikuti memiliki dimensi 20 meter x 20 meter dengan tinggi 10 meter. Dampak kerusakan di permukiman warga, ada 22 rumah yang terdampak di RT 01 dan RT 02 RW 12. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228053</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hujan Deras Sebabkan Longsor di Samaan, Rumah Lansia Ambrol ke Sungai</title>
		<link>https://memontum.com/hujan-deras-sebabkan-longsor-di-samaan-rumah-lansia-ambrol-ke-sungai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 12:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ambrol]]></category>
		<category><![CDATA[Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Sama'an]]></category>
		<category><![CDATA[sebabkan]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227882</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hujan deras yang mengguyur Kota Malang pada Rabu (19/11/2025) sore, memicu tanah longsor di Jalan Tapaksiring Gang 4, RT 03 RW 08, Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen. Satu rumah milik warga lanjut usia (Lansia), Chatarina Suparmi (80), mengalami kerusakan berat setelah sebagian bangunannya ambrol ke aliran sungai. Kejadian itu, terjadi sekitar pukul [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Hujan deras yang mengguyur Kota Malang pada Rabu (19/11/2025) sore, memicu tanah longsor di Jalan Tapaksiring Gang 4, RT 03 RW 08, Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen. Satu rumah milik warga lanjut usia (Lansia), Chatarina Suparmi (80), mengalami kerusakan berat setelah sebagian bangunannya ambrol ke aliran sungai. Kejadian itu, terjadi sekitar pukul 15.30 WIB.</p>



<p>Pemilik rumah, Chatarina, mengaku mendengar suara gemuruh dari samping rumah yang berbatasan langsung dengan bibir sungai. “Suaranya bergemuruh dari samping rumah. Setelah saya cek, bagian belakang rumah sudah hilang, jatuh ke sungai,” ujar Chatarina.</p>



<p>Chatarina juga mengatakan, bahwa dalam kejadian kali ini, perabotan dapur dan sejumlah barang inventaris RT ikut hanyut terbawa arus. “Kursi inventaris RT ada sekitar 50 yang hanyut. Kalau elektronik tidak ada,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Relawan Kelurahan Tangguh Samaan, Hendra, mengatakan bahwa longsor tidak hanya merusak bagian rumah warga, tetapi juga merobohkan plengsengan teknis penopang struktur di sisi sungai. “Plengsengan teknis sepanjang 10 meter, lebar 4 meter dan tinggi 8 meter ikut runtuh. Beberapa rumah lain di sekitar lokasi berpotensi terdampak longsor susulan,” ucap Hendra.</p>



<p>Menurut dugaan awal, longsor dipicu kombinasi intensitas hujan tinggi dan naiknya debit arus sungai yang menggerus tanah di bawah bangunan. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun kerugian materiil masih dalam proses pendataan oleh relawan Kelurahan Tangguh dan perangkat kelurahan.</p>



<p>Usai kejadian, tim Kelurahan Tangguh Samaan bersama perangkat RT/RW langsung melakukan asesmen awal dan pelaporan berjenjang. Area sekitar titik longsor disterilisasi untuk mencegah warga mendekati zona rawan runtuhan. “Evakuasi jiwa dan material dilakukan ke tempat yang lebih aman. Anggota Kelurahan Tangguh juga disiagakan di lokasi,” imbuh Hendra.</p>



<p>Hendra juga mengimbau warga sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi tanah di area tersebut masih labil dan berpotensi menimbulkan longsor lanjutan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227882</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tindaklanjuti Jembatan Ambrol, Dishub Kota Malang Siapkan Pemasangan Rambu Tonase</title>
		<link>https://memontum.com/tindaklanjuti-jembatan-ambrol-dishub-kota-malang-siapkan-pemasangan-rambu-tonase</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2025 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ambrol]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemasangan]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[tindaklanjuti]]></category>
		<category><![CDATA[tonase]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226662</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang akan menyiapkan pemasangan rambu-rambu batas tonase kendaraan di sejumlah titik Kota Malang. Terutama, di sekitar Jembatan Sonokembang, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, yang mengalami ambrol. Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa langkah tersebut juga dibarengi dengan penataan arus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang akan menyiapkan pemasangan rambu-rambu batas tonase kendaraan di sejumlah titik Kota Malang. Terutama, di sekitar Jembatan Sonokembang, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, yang mengalami ambrol.</p>



<p>Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa langkah tersebut juga dibarengi dengan penataan arus lalu lintas dan penyesuaian rambu tonase. Nantinya kebijakan itu dijalankan setelah hasil kajian dan klasifikasi jalan ditetapkan secara resmi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.</p>



<p>&#8220;Penataan arus lalu lintas ini nanti menyesuaikan penanganan jembatan. Untuk rambu tonase, kita masih menunggu keputusan gubernur terkait penetapan kelas jalan,&#8221; kata Jaya-sapaannya, Sabtu (11/10/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Jaya juga menjelaskan, bahwa pendataan dan klasifikasi kelas jalan dilakukan bersama dengan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang. Hal itu menjadi dasar untuk menentukan pembatasan tonase agar penggunaan jalan sesuai dengan kapasitas dan umur teknis yang telah direncanakan.</p>



<p>&#8220;Pendataan ini dalam rangka penertiban penggunaan fungsi jalan. Agar jalan digunakan sesuai dengan kelas dan daya tahannya. Jadi, begitu keputusan Gubernur keluar, kami akan segera pasang rambu-rambu tonase sesuai kelas jalan masing-masing,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa nantinya rambu-rambu tersebut akan dipasang di sejumlah titik strategis dan jalur yang rawan dilalui kendaraan berat. Langkah ini juga merupakan tindak lanjut dari instruksi Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, untuk menjaga ketahanan jalan dan jembatan di wilayah kota.</p>



<p>&#8220;Kalau sudah ada keputusan Gubernur, maka sangat dimungkinkan kami langsung pasang rambu-rambu sesuai tonasenya dan kelas jalannya. Ini penting untuk menjaga ketahanan jalan dan jembatan di Kota Malang,&#8221; imbuh Jaya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226662</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jembatan Sonokembang Ambrol, Wali Kota Malang Tinjau Lokasi dan Instruksikan Pembongkaran</title>
		<link>https://memontum.com/jembatan-sonokembang-ambrol-wali-kota-malang-tinjau-lokasi-dan-instruksikan-pembongkaran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[ambrol]]></category>
		<category><![CDATA[Instruksikan]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pembongkaran]]></category>
		<category><![CDATA[sonokembang]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226659</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau langsung kondisi Jembatan Sonokembang di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, yang ambrol akibat hujan deras, pada Jumat (10/10/2025) sore. Peninjauan sendiri, dilakukan pada Sabtu (11/10/2025) tadi, sebagai langkah cepat Pemkot Malang menindaklanjuti kejadian tersebut. Pria yang akrab disapa Wahyu, itu menyampaikan bahwa ambrolnya jembatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau langsung kondisi Jembatan Sonokembang di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, yang ambrol akibat hujan deras, pada Jumat (10/10/2025) sore. Peninjauan sendiri, dilakukan pada Sabtu (11/10/2025) tadi, sebagai langkah cepat Pemkot Malang menindaklanjuti kejadian tersebut.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Wahyu, itu menyampaikan bahwa ambrolnya jembatan disebabkan karena beberapa faktor. Selain, karena hujan dengan intensitas tinggi, juga terdapat tumpukan sampah dan sedimen, serta beban kendaraan yang melalui melebihi tonase.</p>



<p>&#8220;Hujan kemarin sangat deras dan lama, ditambah banyak sampah yang menyumbat aliran air. Di situ ada dua pondasi, pondasi lama dan pondasi baru. Nah ini yang ambrol itu pondasi baru yang dibuat tahun 1998. Kalau pondasi lamanya masih kuat, tapi antara yang lama dan baru ini tidak nyambung, sehingga tidak mampu menahan beban kendaraan berat,&#8221; ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya bahwa jembatan tersebut merupakan akses vital bagi warga dengan volume lalu lintas tinggi. Karena itu, dirinya meminta Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang untuk segera membongkar pondasi yang ambrol, agar aliran air sungai kembali lancar.</p>



<p>&#8220;Kalau airnya terhambat, justru makin membebani jembatan. Jadi hari ini saya minta dilakukan pembongkaran sementara dulu, supaya aman kalau nanti hujan turun lagi,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut Wali Kota Wahyu juga menyampaikan, bahwa nantinya perbaikan tersebut akan dilakukan dengan menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT). Namun, masih akan dikaji lebih lanjut, apakah perbaikan dapat dilakukan pada tahun 2025 ini atau di tahun 2026.</p>



<p>“Ini sifatnya darurat dan vital. Kita lihat nanti apakah sisa waktu dua bulan ini cukup. Kalau tidak, bisa kita topang sementara dan lanjutkan di 2026. Anggaran tahun depan sebenarnya sudah disiapkan sebesar Rp1 miliar,” ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wali Kota Wahyu juga mengimbau, agar masyarakat Kota Malang tidak melalui jembatan tersebut. Karena itu sangat berbahaya. Pemkot Malang pun juga sudah memberikan rambu-rambu peringatan.</p>



<p>&#8220;Sudah kami pasang rambu peringatan. Mohon kesadarannya demi keselamatan bersama,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, mengatakan bahwa kondisi jembatan sudah sangat tidak layak dan membahayakan pengguna jalan. “Sisi selatan jembatan ini sudah tidak ada penopangnya. Tiga girder di bawah juga melengkung, bahkan sisi timur sudah mulai retak. Jadi bisa dibilang ngawang, sangat berisiko kalau dilintasi,” kata Dandung.</p>



<p>Dandung menyebut, bahwa perbaikan sementara tidak dimungkinkan karena struktur sudah rapuh. Solusi satu-satunya yakni dengan melakukan pembangunan ulang total.</p>



<p>“Sesuai arahan Pak Wali, kami akan segera lakukan pembongkaran total dan pembersihan material reruntuhan. Rencananya, kalau prosesnya lancar, pertengahan Desember sudah bisa dilintasi kendaraan ringan,” jelas Dandung.</p>



<p>Dalam hal ini juga tengah dilakukan koordinasi dengan perencana teknis untuk memastikan waktu pengerjaan dan pengalihan arus lalu lintas. “Kalau tidak selesai akhir tahun, kami tetap lanjutkan dengan konsekuensi pengalihan arus di momen Natal dan Tahun Baru. Harapannya, durasi penutupan tidak lebih dari 2,5 bulan,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226659</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Malang Jenguk Korban Tembok Ambrol Pasar Besar Guna Pastikan Kondisi dan Pengobatan</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-jenguk-korban-tembok-ambrol-pasar-besar-guna-pastikan-kondisi-dan-pengobatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2025 14:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ambrol]]></category>
		<category><![CDATA[jenguk]]></category>
		<category><![CDATA[kondisi]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[tembok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223634</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengunjungi seorang pedagang pisang yang menjadi korban insiden ambrolnya tembok pembatas Lantai III Pasar Besar Malang, Kamis (03/07/2025) tadi. Kunjungan yang dilakukan ke rumah korban itu, dimaksudkan untuk memastikan kondisi korban dan kelanjutan proses pengobatan terhadap luka yang dialami. Mengingat, sesaat usai kejadian, korban harus dilarikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengunjungi seorang pedagang pisang yang menjadi korban insiden ambrolnya tembok pembatas Lantai III Pasar Besar Malang, Kamis (03/07/2025) tadi.</p>



<p>Kunjungan yang dilakukan ke rumah korban itu, dimaksudkan untuk memastikan kondisi korban dan kelanjutan proses pengobatan terhadap luka yang dialami. Mengingat, sesaat usai kejadian, korban harus dilarikan ke salah satu Rumah Sakit yang ada di Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Korban saat itu langsung dibawa ke Rumah Sakit. Setelah sempat dioperasi, korban baru Kamis ini tadi sudah diperbolehkan pulang. Kemudian, untuk kontrolnya juga sudah dijadwalkan tanggal 10 Juli mendatang,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dalam hal ini, ujarnya, Pemkot Malang juga akan mendampingi proses pengobatan korban melalui koordinasi bersama RSUD Kota Malang. Diharapkan, nantinya Direktur RSUD Kota Malang juga turut memantau perkembangan kondisi korban, termasuk kemungkinan dukungan layanan medis lanjutan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Ini kejadiannya di luar dugaan. Korban adalah pedagang dan tertimpa material tembok yang jatuh (ambrol, red). Jarinya ada empat yang dipasang pen. Untuk pengobatan selanjutnya, tetap dilakukan di RS, tapi akan dikawal oleh RSUD agar penanganannya optimal,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Direktur RSUD Kota Malang, Rina Istarowati, mengatakan bahwa pihaknya siap membantu pendampingan dan berkoordinasi dengan pihak RS. Termasuk kemungkinan kontrol lanjutan dilakukan di RSUD Kota Malang.</p>



<p>“Kami sudah mengumpulkan data administrasi korban seperti KTP dan KK. Untuk pembiayaan akan kami lihat lebih lanjut, termasuk kemungkinan menggunakan BPJS,” kata Rina.</p>



<p>Lebih lanjut, menurutnya juga akan dikoordinasikan bersama dengan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) serta pihak rumah sakit untuk memastikan korban mendapatkan layanan kesehatan secara maksimal. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223634</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Malang Dorong Percepatan Revitalisasi Pasar Besar Paska Terjadinya Tembok Ambrol</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-dorong-percepatan-revitalisasi-pasar-besar-paska-terjadinya-tembok-ambrol</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ambrol]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[percepatan]]></category>
		<category><![CDATA[Revitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[tembok]]></category>
		<category><![CDATA[terjadinya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223626</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus mengupayakan percepatan penanganan Pasar Besar Malang, seusai insiden ambrolnya tembok pembatas Lantai III, pada Selasa (01/07/2025) lalu. Dalam hal ini, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, akan berkoordinasi langsung dengan pemerintah pusat terkait kelanjutan revitalisasi pasar. Apalagi, rencana revitalisasi itu sudah pernah dikawal oleh Pj Wali Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus mengupayakan percepatan penanganan Pasar Besar Malang, seusai insiden ambrolnya tembok pembatas Lantai III, pada Selasa (01/07/2025) lalu. Dalam hal ini, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, akan berkoordinasi langsung dengan pemerintah pusat terkait kelanjutan revitalisasi pasar. Apalagi, rencana revitalisasi itu sudah pernah dikawal oleh Pj Wali Kota Malang sebelumnya dan kini insiden kerusakan semakin menegaskan pentingnya percepatan penanganan.</p>



<p>“Saya baru mendapatkan laporan. Kebetulan besok saya ke Jakarta dan saya akan coba berkoordinasi terkait dengan perkembangan Pasar Besar,” ujar Wali Kota Wahyu, Kamis (03/07/2025) tadi.</p>



<p>Menurutnya, kondisi bangunan Pasar Besar saat ini sudah mendesak untuk diperbaiki, terutama karena dinding bagian atas mengalami keretakan. Karena itu, Wali Kota Wahyu mengimbau masyarakat, khususnya pedagang dan pengunjung, untuk lebih berhati-hati.</p>



<p>“Kita sudah tahu kondisinya sekarang ini bagaimana, butuh segera untuk memperbaiki. Maka saya imbau masyarakat untuk hati-hati karena tembok atas itu sudah retak,” katanya.</p>



<p>Sebagai bentuk antisipasi, Pemkot Malang juga telah meminta penanganan pada beberapa titik bangunan yang dinilai membahayakan. Wahyu berharap akan ada kejelasan dari pemerintah pusat, termasuk peluang bantuan dari Bank Dunia dalam bentuk dukungan infrastruktur perkotaan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Mudah-mudahan sudah mulai ada kepastian dari pusat untuk pembangunan Pasar Besar. Kami kemungkinan jadi salah satu nominasi penerima bantuan dari Bank Dunia,” tambahnya.</p>



<p>Terkait upaya relokasi dan penolakan sebagian pedagang, Wali Kota Wahyu menegaskan bahwa pendekatan dan sosialisasi akan terus dilakukan. Bahkan, anggaran untuk proses relokasi pedagang juga telah disiapkan melalui APBD.</p>



<p>“Insyaallah tidak ada lagi masalah di lapangan. Kami lakukan pendekatan, sosialisasi. Contohnya kejadian tembok pembatas ambruk kemarin mudah-mudahan bisa menyadarkan mereka untuk memperhatikan Pasar Besar,” tegasnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan identifikasi titik-titik rawan di lantai dua dan tiga Pasar Besar Malang. Sebagai langkah awal, area-area yang dianggap membahayakan telah dipasangi papan imbauan agar tidak ditempati.</p>



<p>“Kami sudah pasang papan pengumuman di area yang cukup berbahaya, terutama bagi Pedagang Kaki Lima (PKL). Kami imbau jangan berjualan di bawah area rawan,” kata Eko.</p>



<p>Selain itu, Diskopindag juga akan melakukan pembersihan terhadap area yang kumuh, terutama di lantai atas yang dinilai sangat kotor dan membahayakan. “Kami akan bersihkan semuanya, terutama dinding dan kotoran di lantai dua dan tiga. Karena ini sangat rawan. Tapi kami belum menyediakan tempat lain untuk sementara,” imbuh Eko. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223626</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tinjau Tembok Ambrol Pasar Besar, Komisi B DPRD Kota Malang Desak Pembongkaran Menyeluruh</title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-tembok-ambrol-pasar-besar-komisi-b-dprd-kota-malang-desak-pembongkaran-menyeluruh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2025 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[ambrol]]></category>
		<category><![CDATA[besar]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menyeluruh]]></category>
		<category><![CDATA[pembongkaran]]></category>
		<category><![CDATA[tembok]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223559</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang bersama Komisi B DPRD Kota Malang, meninjau langsung lokasi ambrolnya pagar tembok, di Pasar Besar Kota Malang, Rabu (02/07/2025) tadi. Sebagaimana diberitakan, insiden tersebut menimpa salah satu pedagang dan memicu desakan agar dilakukan pembongkaran menyeluruh terhadap pagar tembok yang dinilai sudah rapuh dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang bersama Komisi B DPRD Kota Malang, meninjau langsung lokasi ambrolnya pagar tembok, di Pasar Besar Kota Malang, Rabu (02/07/2025) tadi. Sebagaimana diberitakan, insiden tersebut menimpa salah satu pedagang dan memicu desakan agar dilakukan pembongkaran menyeluruh terhadap pagar tembok yang dinilai sudah rapuh dan membahayakan keselamatan.</p>



<p>Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Diskopindag Kota Malang, Luh Putu Eka Wilantari, menyampaikan bahwa tembok yang ambrol itu merupakan bangunan lama dan terakhir mengalami perbaikan struktural pada tahun 1991. &#8220;Kondisinya memang rawan. Kami sedang menunggu arahan dari Pak Kepala Diskopindag untuk langkah lanjutan, termasuk kemungkinan evakuasi sementara pedagang di sekitar titik rawan,” kata Kabid Eka.</p>



<p>Kejadian tersebut, ujarnya, juga telah dilaporkan secara resmi dan pihak Diskopindag Kota Malang dan telah memasang imbauan kewaspadaan di lokasi kejadian. Hal ini dilakukan, agar para pedagang bisa berhati-hati dan tidak menempati lokasi tersebut untuk berjualan.</p>



<p>Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji, menegaskan pentingnya pembongkaran total pagar pembatas, khususnya di sisi Utara hingga ujung Selatan pasar. Sebab, pagar tembok tersebut rentan roboh.</p>



<p>&#8220;Ada dua blok yang terdampak, satu ambruk dan satu lagi sudah goyah, jadi kami minta langsung dibongkar saja,” kata Bayu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Saat disinggung soal rencana revitalisasi Pasar Besar, menurutnya masih terganjal persoalan pendanaan dari pemerintah pusat. Upaya pengajuan anggaran telah dilakukan dua kali, namun terkendala, salah satunya karena adanya surat penolakan dari sebagian pedagang kepada pusat. Meski begitu, proses komunikasi dengan Kementerian PU masih terus berjalan.</p>



<p>“Revitalisasi sudah pernah dikawal oleh Pj Wali Kota sebelumnya. Tapi dengan adanya Inpres 1/2025 dan restrukturisasi di Kementerian PU, prosesnya ikut terdampak. Saat ini, Pak Wali melalui Pak Wawali sedang intens menjalin komunikasi dan kami harapkan pada Juni sampai Juli ini ada kepastian dari APBN,” jelasnya.</p>



<p>Menanggapi klaim sebagian pedagang yang tergabung dalam Himpunan Pedagang Pasar Besar (Hippama) mengenai adanya janji politik dari Wali Kota yang menolak revitalisasi, Bayu membantah hal itu. “Saya sudah konfirmasi ke Pak Wali, tidak ada janji seperti itu. Ini soal kepentingan semua warga Kota Malang. Pasar Besar adalah ikon kota yang harus diperbaiki,” tegasnya.</p>



<p>Bayu juga memastikan, jika revitalisasi jadi dilakukan dengan anggaran APBN, maka pedagang akan kembali menempati pasar tanpa biaya tambahan. Hal ini menurutnya perlu dilakukan pendekatan ke pedagang, namun keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah daerah.</p>



<p>“Ini aset milik daerah dan sebagai pemilik sah, pemerintah berhak memperbaikinya demi keselamatan bersama. Tidak perlu kekhawatiran soal penambahan pedagang atau pembelian bedak ulang. Kami di Komisi B akan pasang badan untuk menjamin itu,” imbuh Bayu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223559</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinding Lantai III Pasar Besar Kota Malang Ambrol, Pedagang Pisang Alami Luka Serius</title>
		<link>https://memontum.com/dinding-lantai-iii-pasar-besar-kota-malang-ambrol-pedagang-pisang-alami-luka-serius</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2025 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ambrol]]></category>
		<category><![CDATA[dinding]]></category>
		<category><![CDATA[lantai]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[pisang]]></category>
		<category><![CDATA[serius]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223546</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinding bagian atas Lantai III Pasar Besar Kota Malang mengalami ambrol dan menimpa seorang pedagang pisang, pada Selasa (01/07/2025) siang sekitar pukul 13.30 WIB. Korban yang diketahui sehari-hari dipanggil Umi, warga Kedungkandang berusia sekitar 45 tahun, mengalami luka serius di bagian kepala, kaki dan tangan. Menurut saksi mata, Handis Hariawan (31), [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinding bagian atas Lantai III Pasar Besar Kota Malang mengalami ambrol dan menimpa seorang pedagang pisang, pada Selasa (01/07/2025) siang sekitar pukul 13.30 WIB. Korban yang diketahui sehari-hari dipanggil Umi, warga Kedungkandang berusia sekitar 45 tahun, mengalami luka serius di bagian kepala, kaki dan tangan.</p>



<p>Menurut saksi mata, Handis Hariawan (31), seorang juru parkir di sisi barat pasar, mengatakan bahwa peristiwa terjadi secara tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda kerusakan sebelumnya. Bahkan cuaca sangat cerah, tidak ada angin ataupun hujan.</p>



<p>“Tiba-tiba terdengar suara bruak, dari atas reruntuhan batu jatuh ke bawah. Saya lihat sekilas, kepala dan kaki korban berdarah. Tangan kirinya juga luka. Waktu itu, korban sepertinya baru mau pulang,” ujar Wawan-sapaannya.</p>



<p>Wawan menambahkan, saat kejadian, lokasi sekitar sedang tidak ada kendaraan yang parkir. Bagian yang ambruk merupakan tembok pagar tanaman dengan panjang sekitar dua meter dan di lantai atas memang dibiarkan kosong, namun terdapat tanaman liar yang akarnya cukup besar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Sepertinya karena akar tanaman itu, jadi temboknya retak. Tapi sebelumnya tidak ada tanda-tanda mencurigakan. Beberapa hari ini juga terlihat biasa saja dan korban tadi langsung dibawa ke RS Panti Nirmala menggunakan becak motor dalam kondisi masih sadar,&#8221; katanya.</p>



<p>Sementara itu, Pelaksana Pasar Besar Kota Malang, Suparji, membenarkan kejadian tersebut. Dirinya menyebut, kejadian serupa pernah terjadi lima bulan lalu di lokasi yang berdekatan. Namun, saat itu korban hanya mengalami luka ringan.</p>



<p>“Kondisi bangunan memang sudah tua, dibangun sejak 1991. Rencananya area sekitar akan kami kosongkan dan diberi garis pembatas, untuk mencegah jatuhnya korban lagi,” tutur Suparji.</p>



<p>Dalam hal ini, menurutnya Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang juga berencana memasang banner peringatan di titik-titik rawan agar tidak digunakan untuk berjualan. Apalagi, hampir di seluruh area pasar memiliki kerawanan serupa karena usia bangunan.</p>



<p>“Kami akan evaluasi lebih lanjut dan menganalisa area-area yang berpotensi rawan. Pengecekan sebenarnya dilakukan hampir setiap hari, tapi memang bangunan tua ini risikonya tinggi,” imbuh Suparji. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223546</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
