<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Ambulu &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ambulu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 May 2026 12:28:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Ambulu &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Atasi Sampah di Aliran Sungai Tegalsari, Muspika Ambulu Kolaborasi bersama Pemkab Lumajang dan Warga</title>
		<link>https://memontum.com/atasi-sampah-di-aliran-sungai-tegalsari-muspika-ambulu-kolaborasi-bersama-pemkab-lumajang-dan-warga</link>
					<comments>https://memontum.com/atasi-sampah-di-aliran-sungai-tegalsari-muspika-ambulu-kolaborasi-bersama-pemkab-lumajang-dan-warga#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2026 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[aliran]]></category>
		<category><![CDATA[Ambulu]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Muspika]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[tegalsari,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232224</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Muspika Ambulu, Kabupaten Jember bersama Pemerintah Kabupaten Lumajang dan masyarakat, melakukan langkah strategis dengan menggelar aksi gotong royong pembersihan sampah di aliran sungai di Desa Tegalsari, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Rabu (06/05/2026) tadi. Langkah antisipasi ini dilakukan, guna menanggapi dinamika permasalahan lingkungan atas laporan keberatan dari warga setempat, mengenai penumpukan limbah domestik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Muspika Ambulu, Kabupaten Jember bersama Pemerintah Kabupaten Lumajang dan masyarakat, melakukan langkah strategis dengan menggelar aksi gotong royong pembersihan sampah di aliran sungai di Desa Tegalsari, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Rabu (06/05/2026) tadi. Langkah antisipasi ini dilakukan, guna menanggapi dinamika permasalahan lingkungan atas laporan keberatan dari warga setempat, mengenai penumpukan limbah domestik yang mulai mengkhawatirkan.</p>



<p>Camat Ambulu, Fahrur Ansori, dalam momen itu memimpin langsung koordinasi di lapangan. Dirinya juga menegaskan, bahwa aksi ini merupakan respon cepat (quick response) atas aduan masyarakat di Dusun Bedengan, Desa Tegalsari.</p>



<p>&#8220;Langkah ini kami ambil, setelah menerima informasi valid mengenai penyumbatan aliran sungai akibat tumpukan sampah yang cukup masif di wilayah tersebut,&#8221; kata Camat Fahrur.</p>



<p>Pelaksanaan kegiatan ini, tentunya mencerminkan sinergi yang solid, antar instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember. Terlebih, dalam pelaksanaan itu juga terlihat di lokasi, seperti personel dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) serta jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pengairan, yang ikut terjun langsung bersama Muspika Ambulu. Kehadiran berbagai pihak ini, menunjukkan bahwa permasalahan sampah sungai tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektoral.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Salah satu fokus utama pembersihan sendiri, adalah sampah-sampah yang tersangkut di rumpun bambu sepanjang bantaran sungai. Penumpukan pada titik-titik tersebut, dinilai krusial karena menghambat laju air secara signifikan dan berpotensi menimbulkan luapan ke area pemukiman serta lahan pertanian warga jika curah hujan meningkat.</p>



<p>Dari sisi ekonomi kerakyatan, keberadaan sampah ini dilaporkan sangat merugikan. Para pelaku usaha kecil dan pedagang yang beroperasi di sekitar aliran Sungai Tegalsari, juga mengeluhkan dampak negatif berupa bau tidak sedap dan penurunan estetika lingkungan. Sehingga, berdampak pada tingkat kunjungan pelanggan ke area usaha mereka. Hal ini, menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah agar produktivitas ekonomi warga tetap terjaga.</p>



<p>Meskipun upaya pembersihan ini berjalan sukses, Fahrur Ansori mencatat adanya tantangan besar dalam hal kesadaran masyarakat. Pemerintah Kabupaten Jember sebelumnya telah memasang papan larangan resmi di area-area strategis sungai. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa edukasi melalui media visual tersebut masih belum cukup efektif dalam mengubah perilaku sebagian warga yang masih menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah akhir.</p>



<p>&#8220;Kami sangat menyayangkan adanya pengabaian terhadap papan peringatan yang sudah ada. Ke depan, kami akan berkoordinasi lebih intensif dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk merancang solusi yang lebih permanen, baik dari sisi pengangkutan sampah rutin maupun penegakan regulasi daerah,&#8221; tambah Camat Fahrur. <strong>(rio/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/atasi-sampah-di-aliran-sungai-tegalsari-muspika-ambulu-kolaborasi-bersama-pemkab-lumajang-dan-warga/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232224</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bunga Desaku di Kecamatan Ambulu, Bupati Jember Tinjau Program UHC dan Rumah Batik</title>
		<link>https://memontum.com/bunga-desaku-di-kecamatan-ambulu-bupati-jember-tinjau-program-uhc-dan-rumah-batik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Ambulu]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[desaku]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224369</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, bersama Forkopimda dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) menggelar Program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku) lanjutan di Kecamatan Ambulu, Minggu (27/07/2025) tadi. Dalam gelaran lanjutan kali ini, adalah Puskesmas Ambulu, yang menjadi jujugan Bupati Fawait bersama rombongan. Dalam momen itu, Gus Fawait-sapaan Bupati Jember, melihat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, bersama Forkopimda dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) menggelar Program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku) lanjutan di Kecamatan Ambulu, Minggu (27/07/2025) tadi. Dalam gelaran lanjutan kali ini, adalah Puskesmas Ambulu, yang menjadi jujugan Bupati Fawait bersama rombongan.</p>



<p>Dalam momen itu, Gus Fawait-sapaan Bupati Jember, melihat proses pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat. Termasuk, dirinya juga mengecek secara langsung kebersihan hingga fasilitas yang ada di Puskesmas Ambulu.</p>



<p>&#8220;Saya minta dukungan seluruh tenaga kesehatan untuk, guna mensukseskan program Universal Health Coverage (UHC). Termasuk, membangun citra positif layanan Puskesmas dengan meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,&#8221; kata Gus Fawait.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Diuraikannya, Pemkab Jember mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 400 miliar untuk UHC. Sehingga, pihaknya meminta bantuan seluruh tenaga kesehatan di Puskesmas, agar secara maksimal meningkatkan pelayanan yang ramah dan profesional.</p>



<p>Dalam rangkaian pelaksanaan itu, Bupati Jember bersama rombongan juga mengunjungi Rumah Batik Rezti Tegalsari. Bahkan, dirinya juga memotivasi masyarakat agar mencintai produk lokal.</p>



<p>&#8220;Saya mengajak masyarakat untuk mencintai dan membeli produk batik lokal, yang memiliki ciri khas dengan motif daun tembakau, kopi, coklat dan objek wisata Watu Ulo,&#8221; tambah Bupati Fawait.</p>



<p>Usai melakukan peninjauan, Bupati Jember pun melanjutkan silaturahmi dengan bertemu dengan para guru ngaji di Kecamatan Ambulu. Dalam kesempatan itu, dirinya kembali menegaskan komitmennya untuk memberikan penghormatan lebih besar terhadap peran guru ngaji dengan memperbaiki skema pencairan honor secara lebih manusiawi dan efisien. <strong>(kom/rio/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224369</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Warga Ambulu Jember yang Terseret Ombak Pantai Rowo Cangak</title>
		<link>https://memontum.com/tim-sar-gabungan-lakukan-pencarian-warga-ambulu-jember-yang-terseret-ombak-pantai-rowo-cangak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Aug 2023 08:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Ambulu]]></category>
		<category><![CDATA[cangak]]></category>
		<category><![CDATA[gabungan]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian]]></category>
		<category><![CDATA[terseret]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196331</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Tim SAR gabungan terus berupaya mencari keberadaan Supriadi (53), warga Dusun Krajan Kidul, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Senin (21/08/2023) tadi. Sekedar diketahui, Supriadi dilaporkan hilang setelah terseret ombak saat mencari rumput laut di Pantai Rowo Cangak, Kabupaten Jember, Jumat (18/08/2023) lalu. Dalam pencarian hari ke tiga ini, Tim SAR gabungan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Jember</strong> &#8211; Tim SAR gabungan terus berupaya mencari keberadaan Supriadi (53), warga Dusun Krajan Kidul, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Senin (21/08/2023) tadi.</p>



<p>Sekedar diketahui, Supriadi dilaporkan hilang setelah terseret ombak saat mencari rumput laut di Pantai Rowo Cangak, Kabupaten Jember, Jumat (18/08/2023) lalu. Dalam pencarian hari ke tiga ini, Tim SAR gabungan mengerahkan dua SRU air untuk kembali mencari korban dengan menggunakan satu set perahu karet dan satu set perahu jukung.</p>



<p>Kepala Kantor SAR Surabaya, Muhamad Hariyadi, selaku SMC (SAR Mission Coordinator) dalam operasi SAR ini mengatakan SRU air pertama bergerak melakukan pencarian di area seluas 1,56 mil laut dan SRU air kedua melakukan pencarian di area seluas 1,69 mil laut. &#8220;Pada saat yang bersamaan, beberapa orang personel juga dikerahkan untuk melakukan penyisiran dan pemantauan di sepanjang pesisir Pantai Rowo Cangak, jarak penyisiran yang ditempuh sekitar 5,01 km,&#8221; ujar Hariyadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Disela waktu melakukan pemantauan, paparnya, mereka membangun jejaring informasi dengan para warga dan nelayan di sekitar Pantai Rowo Cangan. Dengan menyebarluaskan informasi kejadian tenggelamnya korban, diharapkan upaya pencarian kian maksimal.</p>



<p>&#8220;Penyebarluasan informasi tersebut dimaksudkan untuk memaksimalkan upaya pencarian. Jika nanti ada diantara warga atau nelayan yang melihat korban, maka diharapkan untuk memberikan informasi kepada Tim SAR gabungan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sejumlah pihak bekerjasama dalam proses pencarian korban ini, di antaranya tim Pos SAR Jember, BPBD Kabupaten Jember, Polsek Ambulu, Koramil Ambulu, SAR Rimba Laut, WMI, Bensromben, Baret Rescue, Perhutani, Siluman Rescue, Biting Rescue, RAPI, nelayan sekitar dan potensi SAR lain. Perlu diketahui, bahwa sebelum tersapu ombak, korban bersama temannya berangkat dari rumahnya menuju tebing di Dusun Ungkalan, Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu. Sesampai di Pantai Cangaan, mulai melakukan aktivitas sebagai pencari rumput laut. Saat itulah, tubuhnya terhantam ombak hingga terseret ke tengah. Korban sendiri sempat meminta pertolongan, namun tidak lama kemudian tubuhnya sudah tidak lagi terlihat. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196331</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peningkatan Jalan di Kecamatan Ambulu Jember Tuai Sorotan, Baru Rampung Sudah Rusak Lagi</title>
		<link>https://memontum.com/peningkatan-jalan-di-kecamatan-ambulu-jember-tuai-sorotan-baru-rampung-sudah-rusak-lagi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Mar 2022 13:36:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Ambulu]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[jalan rusak]]></category>
		<category><![CDATA[Peningkatan Jalan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=166119</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Proyek peningkatan Jalan Pomo-Sabrang-Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, berkualitas buruk. Diduga, proyek yang menggunakan dana APBD Jember 2021, dengan skema multiyears atau tahun jamak dikerjakan asal-asalan. Buruknya kualitas peningkatan, terlihat dari rusaknya aspal jalan yang dikerjakan sejak awal Maret 2022 ini. Masih dalam hitungan hari, kondisi jalan telah muncul kerusakan di beberapa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Proyek peningkatan Jalan Pomo-Sabrang-Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, berkualitas buruk. Diduga, proyek yang menggunakan dana APBD Jember 2021, dengan skema multiyears atau tahun jamak dikerjakan asal-asalan.</p>



<p>Buruknya kualitas peningkatan, terlihat dari rusaknya aspal jalan yang dikerjakan sejak awal Maret 2022 ini. Masih dalam hitungan hari, kondisi jalan telah muncul kerusakan di beberapa titik.</p>



<p>Yakni salah satunya, aspal terlihat mengelupas sehingga membuat lubang-lubang baru. Dari aspal yang terkelupas, terkesan pelaksana proyek irit aspal. Sehingga, material pasir dan batu kerikil mudah terlepas ketika dilewati kendaraan warga.</p>



<p>Warga di sekitar lokasi, Agus, mengaku kecewa dengan proyek yang menyedot anggaran hingga Rp 17 miliar ini. Bahkan saking buruknya kualitas garapan, warga Dusun Bedengan, Desa Tegalsari, menjelaskan bahwa pengaspalan dilakukan malam hari dan pagi harinya sudah rusak.</p>



<p>&#8220;Ngaspalnya malam hari. Pada sore harinya, itu sudah rusak (berlubang) kecil-kecil tapi kemudian semakin membesar. Paling kira-kira selesainya dua mingguan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Berdasarkan papan nambor proyek, kontraktor yang mengerjakan adalah PT Konstruksi Indonesia Mandiri (KIM) dengan konsultan perencana PT Sigma Rekatama. Setelah ditelusuri, Kantor PT Konstruksi Indonesia Mandiri, berada di Kota Malang. Hingga berita ini buat, Direktur PT KIM, Agus M, belum bisa dikonfirmasi.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-persiapan-pembangunan-jalan-pasar-gadang-komisi-c-dprd-kota-malang-tekankan-fungsi-utama-jalan">Tinjau Persiapan Pembangunan Jalan Pasar Gadang, Komisi C DPRD Kota Malang Tekankan Fungsi Utama Jalan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cakupan-mbg-untuk-kelompok-3b-baru-16-persen-kota-malang-terus-lakukan-pendataan-ulang">Cakupan MBG untuk Kelompok 3B Baru 16 Persen, Kota Malang Terus Lakukan Pendataan Ulang</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/hadiri-peresmian-sppg-kedungkandang-wali-kota-wahyu-sebut-sppg-di-kota-malang-minim-permasalahan">Hadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tunggu-sk-gubernur-jatim-pemkot-malang-akan-luncurkan-angkutan-pelajar">Tunggu SK Gubernur Jatim, Pemkot Malang Akan Luncurkan Angkutan Pelajar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/respon-penolakan-toko-miras-di-sawojajar-pemkot-malang-evaluasi-perizinan">Respon Penolakan Toko Miras di Sawojajar, Pemkot Malang Evaluasi Perizinan</a></li>
</ul>


<p>Sekertaris Dinas PU Bina Marga Kabupaten Jember, Siswanto, mengakui pihaknya juga menemukan proyek peningkatan jalan yang telah rusak. Menurut Siswanto, pihak Dinas PU Bina Marga, telah memantau semua proyek yang telah selesai dikerjakan. &#8220;Ada perbaikan langsung, nanti itu ada pemantauan dari tim kami. Nanti dicek satu persatu. Ya, nanti diperbaiki lagi,&#8221; katanya saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon.</p>



<p>Siswanto kemudian menjelaskan, standar operasional prosedur proyek. Sesuai SOP, pihak rekanan atau kontraktor masih mempunyai kewajiban perbaikan dan pemeliharaan selama enam bulan. &#8220;Pekerjaan itu akan diperbaiki lagi. Kalau ada luput-luput, pasti ada. Kan itu ada SOP nya. Pasti dievaluasi lagi, habis digelar (Diaspal) kayak di daerah MAN (Madrasah Aliyah Negeri), itu ada titik-titik yang retak dicek sama tim kita langsung disuruh aspal ulang,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sebagai informasi, paket proyek peningkatan Jalan Pomo-Sabrang- Sumberejo adalah salah satu paket dari 30 paket yang dikerjakan dengan skema tahun jamak yang harus selesai tahun 2022. Total anggaran yang dipersiapkan kurang lebih Rp 700 miliar.</p>



<p>Bupati Jember, Hendy Siswanto, dalam banyak kesempatan selalu meminta rekanan pelaksana proyek untuk menjaga kualitas garapan. Bahkan, Pemkab Jember tidak akan membayar proyek berkualitas buruk.</p>



<p>&#8220;Kami tegaskan, kalau memang kurang spesifikasi dan nilai yang lainnya, maka kami minta untuk di bongkar dan tidak kami bayar pengerjaannya,&#8221; tegas Bupati Hendy, saat melakukan peninjauan beberapa waktu lalu. <strong>(rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">166119</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Khusnul Muarifah : Pengembangan Usaha Batik Terkendala Modal dan Pembuangan Limbah Material Batik</title>
		<link>https://memontum.com/khusnul-muarifah-pengembangan-usaha-batik-terkendala-modal-dan-pembuangan-limbah-material-batik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Feb 2020 12:01:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Ambulu]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/106553-khusnul-muarifah-pengembangan-usaha-batik-terkendala-modal-dan-pembuangan-limbah-material-batik</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Kecamatan Ambulu adalah salah satu wilayah pengrajin Batik yang ada di Kabupaten Jember yang mempunyai ciri khas tersendiri dengan motif batik yang mengambil Filosofi Pantai Watu Ulo dengan mengambarkan sejarah pantai Watu ulo, sehingga tak heran bila mempunyai pasar hingga keluar jawa beromset sangat besar. Khusnul Muarifah seorang pemilik usaha “Batik Tulis [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum</strong> &#8211; Kecamatan Ambulu adalah salah satu wilayah pengrajin Batik yang ada di Kabupaten Jember yang mempunyai ciri khas tersendiri dengan motif batik yang mengambil Filosofi Pantai Watu Ulo dengan mengambarkan sejarah pantai Watu ulo, sehingga tak heran bila mempunyai pasar hingga keluar jawa beromset sangat besar.</p>
<p>Khusnul Muarifah seorang pemilik usaha “Batik Tulis Andongsari“ atau dikenal dengan sebutan batik Ambulu warga dusun Watu Kebo Desa Andongsari mengatakan di Kecamatan Ambulu sendiri ada 5 pengrajin batik dan diberi nama Batik Ambulu yang itu berbentuk Komunitas.</p>
<p>“Motif yang kita ambil dari pantai watu ulo misalnya batu batuan dan Karang dengan keindahan pantai watu ulo, sedangkan bahan kita mendatangkan dari kota Solo jawa Tengah, dan sudah mempunyai pasar bahkan hingga keluar jawa, ” ujar Khusnul, Selasa (18/2/2020) siang di tempat usahanya.</p>
<p>Khusnul menerangkan, dengan adanya pengrajin batik di Ambulu, ada nilai pemberdayaan bagi kaum ibu yang ada wilayah Kecamatan Ambulu melalui batik tulis, karena membatik adalah kegiatan padat karya dan siapapun bisa asal ada kemauan.</p>
<p>“Ibu &#8211; ibu rumah tangga yang selama ini banyak menganggur selepas melakukan aktifitas memasak dan bersih bersih rumah, mempunyai aktifitas lain yang bermanfaat serta bernilai ekonomis dan harganya pun terjangkau tidak terlalu mahal, selembar kain batik tulis dibandrol dengan harga kisaran 150 ribu, sehingga dapat terjangkau,” terang seorang ibu yang menggeluti kerajinan batik sejak 2015 ini.</p>
<p>Terkait pemasaran, wanita beranak 2 ini mengaku, dibantu Dinas Ketenagakerjaan dan tranmigarsi (Disnakertrans) dan memasarkan sendiri melalui online, toko ke toko, dari kantor ke kantor yang ada di Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Jember serta melayani pesanan lokal dan luar jawa.</p>
<p>Namun kata Khusnul masih ada beberapa kendala yang belum terpecahkan hingga kini, yakni belum atau tidak adanya sarana pembuangan Limbah dari material batik dan permodalan, karena selama ini untuk proses pembuangan limbah belum ada pendampingan dari pihak yang terkait bahkan belum tersentuh.</p>
<p>“Kami sangat kesulitan pembuangan limbah material batik, karena harus melalui banyak tahapan dan kami mengharap mendapatkan solusi dan bantuan, dalam hal ini dinas kesehatan Kabupaten Jember, “ katanya.</p>
<p>Dan untuk mencapai harapan dan mewujudkan Ambulu Desa Batik jelas Khusnul, sudah barang tentu kita sangat membutuhkan bantuan modal usaha dari pemerintah, baik dana hibah maupun kredit lunak.</p>
<p>&#8220;Karena saat ini modal masih Swakelola sendiri, sehingga kami sangat berat untuk pengembangan usaha (kerajinan batik),” pungkasnya. <strong>(tog/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">106553</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Alun Alun Ambulu Di Klaim Perseorangan, Warga Bertanya Tanya</title>
		<link>https://memontum.com/alun-alun-ambulu-di-klaim-perseorangan-warga-bertanya-tanya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Feb 2018 12:34:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Ambulu]]></category>
		<category><![CDATA[klaim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/26299-alun-alun-ambulu-di-klaim-perseorangan-warga-bertanya-tanya</guid>

					<description><![CDATA[Camat Sudah Larang Pasang Banner Klaim Tanah &#160; Memontum Jember &#8212; Warga Kecamatan Ambulu sempat resah dengan adanya banner  Klaim kepemilikan lahan Alun-Alun kecamatan Ambulu tersebut.  Banner Ukuran kurang lebih 3 Meter yang diletakan menghadap jalan raya itu tertuliskan jika tanah Alun-Alun milik alm H Abdul Ghani Selasa (13/2/2018) terpasang di area alun alun.  Dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Camat Sudah Larang Pasang Banner Klaim Tanah</strong></h2>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Memontum Jember</strong> &#8212; Warga Kecamatan Ambulu sempat resah dengan adanya banner  Klaim kepemilikan lahan Alun-Alun kecamatan Ambulu tersebut. </p>
<p>Banner Ukuran kurang lebih 3 Meter yang diletakan menghadap jalan raya itu tertuliskan jika tanah Alun-Alun milik alm H Abdul Ghani Selasa (13/2/2018) terpasang di area alun alun. </p>
<p>Dengan pemasangan Banner tersebut sontak membuat masyarakat bertanya-tanya. Apakah benar Alun-Alun kecamatan yang selama ini mejadi sarana masyarakat itu diklaim miliki perseorangan. </p>
<p>Padahal, menurut masyarakat sekitar yang mereka tahu jika lahan tersebut merupakan miliki PT KAI.</p>
<p>Melihat fenomena tersebut, Camat Ambulu Sutarman, mengaku sudah melarang pihak-pihak yang mengklaim lahan tersebut untuk dipasangi banner. Hal itu dilakukan untuk menjaga kondusifitas masyarakat Ambulu sendiri.</p>
<p>Dia juga sempat menuturkan, memang ada beberapa pihak yang mengaku merupakan pengelola ahli waris dari H Abdul Ghani yang datang pada pihaknya. Mereka meminta kejelasan terkait lahan yang menurut mereka merupakan milik perseorangan.</p>
<p>Beberapa bukti memang sudah ditunjukan oleh pengelola ahli waris tersebut. Hanya saja, bukti tersebut tidak cukup kuat untuk mengakui jika lahan tersebut milik perseorangan. “Saya sudah larang untuk tidak pasang banner, ya kok dipasang juga,” katanya.</p>
<p>Padahal belum ada kepastian apakah lahan tersebut merupakan milik perseorangan atau bukan. Yang jelas sampai saat ini belum ada petunjuk jelas. Apakah lahan tersebut milik PT KAI atau milik Negara.</p>
<p>Pihaknya menyayangkan perihal pemasangan tersebut. Belum ada penetapan jika lahan tersebut milik pribadi sudah diklaim dengan pemasangan banner. “Selama ini tidak ada bukti kuat jika lahan tersebut milik perseorangan,” ucapnya.</p>
<p>Sementara ini pihaknya memang belum mengambil sikap perihal pengakuan lahan Alun-Alun tersebut. Yang jelas dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan upaya duduk bersama agar permasalahan ini tidak berlarut.</p>
<p>Namun jika pihak pengklaim tetap bersikeras tanpa adanya bukti nyata kepemilikan lahan, tindakan tegas akan dilakukan oleh pemerintah. </p>
<p>Masih menurut camat, “Bagaimanapun Alun-Alun merupakan fasilitas miliki masyarakat. Kalau tidak bisa diajak bicara kami akan ambil sikap terkait pemasangan banner,” tegasnya.<strong> (Lum/yan) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">26299</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
