<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>amprong &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/amprong/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Apr 2026 12:23:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>amprong &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Banjir Kiriman Berulang, Wali Kota Malang Tinjau Sungai Amprong dan Siapkan Solusi Bertahap</title>
		<link>https://memontum.com/banjir-kiriman-berulang-wali-kota-malang-tinjau-sungai-amprong-dan-siapkan-solusi-bertahap</link>
					<comments>https://memontum.com/banjir-kiriman-berulang-wali-kota-malang-tinjau-sungai-amprong-dan-siapkan-solusi-bertahap#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[amprong]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bertahap]]></category>
		<category><![CDATA[berulang,]]></category>
		<category><![CDATA[kiriman]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[Solusi]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231898</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau langsung kondisi Sungai Amprong di Gang Mirej, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (22/04/2026) tadi. Peninjauan itu dilakukan, untuk melihat secara langsung penyebab banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut. Diuraikannya, bahwa banjir yang kerap kali terjadi itu merupakan banjir kiriman. Sehingga berdampak pada warga dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau langsung kondisi Sungai Amprong di Gang Mirej, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (22/04/2026) tadi. Peninjauan itu dilakukan, untuk melihat secara langsung penyebab banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut.</p>



<p>Diuraikannya, bahwa banjir yang kerap kali terjadi itu merupakan banjir kiriman. Sehingga berdampak pada warga dan butuh solusi bersama.</p>



<p>“Saya ingin melihat langsung kondisi di lapangan. Ini istilahnya banjir kiriman dan karena dampaknya dirasakan warga, kita harus mencari solusinya,” ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dirinya juga menjelaskan, bahwa penanganan banjir tidak bisa dilakukan sendiri oleh Pemkot Malang, karena Sungai Amprong berada di bawah kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). “Kewenangannya pusat, jadi penyelesaiannya harus duduk bersama lintas sektor agar ada solusi yang tepat,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurut Wali Kota Wahyu, bahwa banjir di wilayah tersebut sering terjadi meskipun Kota Malang tidak diguyur hujan. Kondisi itu, dipicu tingginya curah hujan di wilayah hulu yang mengalir ke Sungai Amprong. Dalam satu bulan terakhir, banjir bahkan disebut terjadi hingga lima kali.</p>



<p>“Di sini tidak hujan saja bisa banjir kalau di wilayah atas terjadi hujan lebat,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakannya, bahwa sejumlah faktor turut memperparah kondisi, mulai dari penyempitan badan sungai, tingginya sedimentasi, hingga hambatan aliran air. “Aliran air semuanya masuk ke Sungai Amprong, sementara kondisinya sudah mengalami penyempitan dan sedimentasi tinggi,” lanjut.</p>



<p>Karena itu, Pemkot Malang menyiapkan langkah penanganan banjir secara bertahap, meliputi jangka pendek, menengah dan panjang. Untuk jangka pendek, salah satu upaya yang dipertimbangkan adalah pengerukan sedimentasi guna memperlancar aliran air. Sementara solusi jangka panjang direncanakan melalui pembangunan embung sebagai tempat penampungan air sementara saat debit meningkat.</p>



<p>“Nanti kalau hujan tinggi, air bisa ditampung dulu di embung. Setelah kondisi normal baru dialirkan kembali,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/banjir-kiriman-berulang-wali-kota-malang-tinjau-sungai-amprong-dan-siapkan-solusi-bertahap/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231898</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pj Wali Kota Malang dan Forkopimda Kerja Bakti di Sungai Amprong untuk Normalisasi dan Perbaikan</title>
		<link>https://memontum.com/pj-wali-kota-malang-dan-forkopimda-kerja-bakti-di-sungai-amprong-untuk-normalisasi-dan-perbaikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Dec 2024 04:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[amprong]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Normalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[perbaikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217955</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, melakukan kerja bakti bersama-sama dengan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang, Sekretaris Daerah (Sekda), Erik Setyo Santoso dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Malang, di lokasi terdampak bencana banjir, Senin (30/12/2024) tadi. Adapun wilayah yang menjadi sasaran kerja bakti, diantaranya Sungai Amprong [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, melakukan kerja bakti bersama-sama dengan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang, Sekretaris Daerah (Sekda), Erik Setyo Santoso dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Malang, di lokasi terdampak bencana banjir, Senin (30/12/2024) tadi. Adapun wilayah yang menjadi sasaran kerja bakti, diantaranya Sungai Amprong Gang 12 Kelurahan Lesanpuro dan Jalan Ki Ageng Gribig Gang 2, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.</p>



<p>Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 WIB itu, diawali dengan apel pagi, yang kemudian dilanjutkan dengan kerja bakti pembersihan. Pria yang menduduki kursi N1 di Pemkot Malang itu, menyampaikan bahwa pelaksanaan itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.</p>



<p>&#8220;Saya bersama dengan jajaran Forkopimda dan Pak Sekda ikut turun langsung ke lokasi untuk memotivasi dan bergotong royong bersama masyarakat. Saya sangat mengapresiasi semangat gotong royong dari seluruh pihak, termasuk warga yang begitu peduli membantu sesama yang terdampak bencana,&#8221; kata Pj Wali Kota Iwan.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa kerja bakti yang dilakukan tersebut difokuskan pada pembersihan tumpukan sampah yang menghambat aliran sungai. Karena, hal itu menjadi salah satu penyebab utama banjir. Apalagi, akses untuk alat berat menurutnya juga sulit.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Dengan gotong royong dan tenaga padat karya ini, kami berharap tumpukan sampah yang menghambat aliran sungai dapat selesai hari ini. Karena alat berat juga tidak dapat masuk, dapat kami lihat sendiri aksesnya jalannya kurang,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selain itu, dampak dari terjadinya banjir tersebut juga menyebabkan kerusakan infrastruktur di dua jembatan. Dalam hal ini menurutnya Pemkot Malang akan segera melakukan perbaikan melalui anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) tahun 2025.</p>



<p>&#8220;Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk menangani jembatan yang rusak. Sementara itu, normalisasi sungai akan melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) karena membutuhkan alat dan teknis khusus yang tidak dimiliki Pemkot,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Di akhir, Pj Wali Kota Iwan berharap dengan dilakukan kerja bakti yang melibatkan berbagai elemen masyarakat tersebut dapat terus dilakukan. Termasuk juga dapat terus menjaga dan membantu masyarakat Kota Malang yang membutuhkan.</p>



<p>&#8220;Dengan sinergi dan rasa saling memiliki, kita bisa bersama-sama menjaga Kota Malang dari dampak bencana di masa yang akan datang,&#8221; imbuh Pj Wali Kota Iwan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217955</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pj Wali Kota Malang Kunjungi Rumah Duka Korban Hanyut di Sungai Amprong dan Siapkan Langkah Penanganan</title>
		<link>https://memontum.com/pj-wali-kota-malang-kunjungi-rumah-duka-korban-hanyut-di-sungai-amprong-dan-siapkan-langkah-penanganan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 May 2024 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[amprong]]></category>
		<category><![CDATA[hanyut]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[langkah]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209680</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, secara langsung mengunjungi rumah duka dan lokasi kejadian korban hanyut di Sungai Amprong, Jalan Ki Ageng Gribig, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (22/05/2024) tadi. Tidak ketinggalan, dalam kesempatan itu dirinya juga menyampaikan duka kepada keluarga korban, atas musibah yang mengakibatkan dua bocah perempuan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, secara langsung mengunjungi rumah duka dan lokasi kejadian korban hanyut di Sungai Amprong, Jalan Ki Ageng Gribig, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (22/05/2024) tadi. Tidak ketinggalan, dalam kesempatan itu dirinya juga menyampaikan duka kepada keluarga korban, atas musibah yang mengakibatkan dua bocah perempuan meninggal.</p>



<p>“Inikan kejadiannya sampai merenggut dua nyawa anak-anak dan ada satu korban yang selamat. Kalau mendengar penjelasan dari keluarganya tadi, memang mereka kebetulan masih satu saudara, atau sepupu,” jelas Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya bahwa pada saat dirinya meninjau lokasi kejadian, memang kondisi sungai terlihat begitu tenang. Namun, ternyata di sungai itu memiliki pusaran dengan kedalaman tiga meter. Dari keterangan yang didapatkan dari keluarga korban, ketiga anak tersebut sebelumnya tidak pernah bermain atau berenang di lokasi kejadian. Termasuk, korban juga tidak bisa berenang.</p>



<p>“Anak yang selamat, ini diselamatkan oleh seorang pemancing yang kebetulan adalah ayah dari salah satu korban itu. Dari orang tua korban ini, juga tidak mengetahui bahwa anak-anak mereka pergi berenang di sana,&#8221; lanjutnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari kejadian tersebut, Pj Wali Kota Wahyu meminta untuk sementara waktu ditutup dengan menggunakan pagar. Selain itu, juga dipasang peringatan tanda bahaya di sekitar sungai dan beberapa titik lainnya.</p>



<p>“Jadi tidak hanya di titik itu saja. Tetapi juga di titik lain yang rawan. Kadang kala, dengan tidak ada peringatan ini mereka lupa. Saya juga minta Pak Camat dan Pak Lurah, untuk selalu mengingatkan pada Ketua RT, RW. Sehingga, kejadian ini agar tidak terulang kembali. Besok, Pak Lurah rencananya akan kerja bakti di situ. Nanti Pak Kalaksa yang akan memantau terus,” katanya.</p>



<p>Selain itu, Pj Wali Kota Wahyu juga menekankan pentingnya pengawasan dan peran dari orang tua terhadap anak-anak yang bermain di sekitar area sungai. &#8220;Saya selalu mengingatkan, agar orang tua lebih waspada dan mengawasi anak-anak mereka, terutama di area seperti ini. Sungai ini tampak tenang di permukaan, tetapi sangat berbahaya di dalamnya,&#8221; katanya.</p>



<p>Sementara itu untuk korban selamat, menurutnya masih dalam kondisi trauma dan sedang mendapatkan pendampingan dari psikiater yang disiapkan oleh Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang. Itu akan terus didampingi hingga korban benar-benar pulih.</p>



<p>“Korban yang selamat masih trauma dan terus didampingi oleh psikiater hingga kondisi kejiwaannya benar-benar normal kembali. Usia yang selamat ini baru 6 tahun, saya tadi kesana dia masih nangis, masih belum terima dengan kejadian ini. Karena mereka kan bertiga berenangnya,” imbuh Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209680</post-id>	</item>
		<item>
		<title>3 Bocah Perempuan Hanyut di Sungai Amprong Kota Malang, 2 Meninggal dan 1 Selamat</title>
		<link>https://memontum.com/3-bocah-perempuan-hanyut-di-sungai-amprong-kota-malang-2-meninggal-dan-1-selamat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 May 2024 11:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[amprong]]></category>
		<category><![CDATA[hanyut]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[selamat]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209665</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tiga bocah perempuan berinisial NS (7), IA (8) dan RF (6), warga kawasan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, hanyut di Sungai Amprong di Jalan Ki Ageng Gribig, Gang II, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Selasa (21/05/2024) sekitar pukul 16.15. Dalam peristiwa tersebut, NS dan AI ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sedangkan RF, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tiga bocah perempuan berinisial NS (7), IA (8) dan RF (6), warga kawasan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, hanyut di Sungai Amprong di Jalan Ki Ageng Gribig, Gang II, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Selasa (21/05/2024) sekitar pukul 16.15.</p>



<p>Dalam peristiwa tersebut, NS dan AI ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sedangkan RF, berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Jenazah NS dan AI, segera dibawa ke rumah duka yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian. Sedangkan RF mendapat perawatan medis.</p>



<p>Salah satu saksi mata, Ardin (23), mengatakan bahwa dirinya mengetahui peristiwa ini saat hendak memancing di sekitar lokasi. Tidak berapa lama, dirinya mendengar ada dua anak laki-laki berteriak meminta tolong sambil mengatakan ada anak yang tenggelam di sungai.</p>



<p>Mendengar teriakan itu, Ardin segera menuju ke lokasi untuk melakukan pengecekan. &#8220;Setelah saya cek, ternyata benar ada yang tenggelam. Tiga korban sudah terseret arus sungai hingga sejauh sekitar 200 meter,&#8221; ujar Ardin.</p>



<p>Saat itu, dirinya masih melihat satu bocah tersangkut bambu, satu anak tenggelam dan satu anak berupaya menyelamatkan diri dengan cara berenang. Melihat peristiwa itu, Ardin dan warga sekitar segera melakukan pertolongan. &#8220;Saya dan warga masuk ke sungai untuk menolong. Satu anak selamat, sementara dua anak lainnya meninggal dunia,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kapolsek Kedungkandang, AKP Effendi Budi Wibowo, membenarkan adanya kejadian tersebut. Bahkan, pihaknya sudah melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi.</p>



<p>&#8220;Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, bahwa korban mendatangi sungai tanpa sepengetahuan orang tuanya. Informasinya, ketiga korban mendatangi sungai tersebut sekira pukul 15.00 untuk bermain dan mandi di sungai,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Diduga, saat para korban sedang mandi di pinggiran sungai, arus menjadi deras sekitar pukul 16.15. Hal ini, membuat ketiganya terbawa arus sungai.</p>



<p>Sejumlah korban, tambahnya, setelah berhasil dievakuasi, sempat dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Saat dilakukan pemeriksaan, dua korban dipastikan meninggal dunia dan satu korban selamat.</p>



<p>Kedua jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk segera dimakamkan. &#8220;Pihak keluarga meminta tidak dilakukan autopsi dan meminta jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. Sedangkan korban selamat masih dalam perawatan lebih lanjut,&#8221; jelasnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209665</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Begal Motor Beraksi di Sungai Amprong Kota Malang, Bawa Pisau dan Hajar Korban hingga Tercebur</title>
		<link>https://memontum.com/begal-motor-beraksi-di-sungai-amprong-kota-malang-bawa-pisau-dan-hajar-korban-hingga-tercebur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jun 2023 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[amprong]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[bawa]]></category>
		<category><![CDATA[Begal]]></category>
		<category><![CDATA[beraksi]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[hajar]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[motor]]></category>
		<category><![CDATA[pisau]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[tercebur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191234</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pelaku begal beraksi di Pintu Air Lima Rolak Kali Amprong Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Sabtu (17/06/2023) sekitar pukul 20.30. Kali ini yang menjadi korban adalah Kurniawan Dwi Yuniarto (25), asal Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Selain dihajar pelaku, korban juga diceburkan ke Sungai Amprong, yang posisinya tidak jauh dari TKP. Sementara motor [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pelaku begal beraksi di Pintu Air Lima Rolak Kali Amprong Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Sabtu (17/06/2023) sekitar pukul 20.30. Kali ini yang menjadi korban adalah Kurniawan Dwi Yuniarto (25), asal Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.</p>



<p>Selain dihajar pelaku, korban juga diceburkan ke Sungai Amprong, yang posisinya tidak jauh dari TKP. Sementara motor Honda Beat yang dikendarai dan diketahui milik Kurniawan, juga dirampas pelaku.</p>



<p>Kasus begal ini, sudah dilaporkan ke Polsek Kedungkandang dan hingga Minggu (18/06/2023) tadi, masih dalam penyelidikan petugas. Menurut keterangan Ajis (50), warga sekitar, dirinya mengetahui peristiwa ini setelah korban meminta pertolongan. Dijelaskannya, bahwa awalnya korban seorang diri naik motor Honda Beat hendak ke Desa Baran Nginggit, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.</p>



<p>&#8220;Korban bercerita, awalnya dia mengendarai motor melaju dari Barat ke Timur hendak menjemput temannya di Desa Baran Ngingit,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Namun sesampainya di lokasi, motor korban dihentikan oleh seorang pria tidak dikenal. Saat itu, pelaku mengaku butuh tumpangan karena ditinggal oleh temannya. Karena kondisi cukup sepi, korban pun akhirnya curiga.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Namun, saat korban akan melajukan motornya, pelaku langsung dengan cepat melakukan aksinya. &#8220;Pelaku langsung menarik jaket korban hingga membuatnya terjatuh,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Saat korban terjatuh, tambahnya, pelaku langsung menghajar korban dengan cara menendanginya. Hingga akhirnya, korbanpun sampai tercebur ke Sungai Amprong. Pelaku sendiri, katanya juga membawa sebilah pisau yang sempat terjatuh saat menghajar korban.</p>



<p>&#8220;Karena melihat pelaku membawa pisau, korban memilih menyelamatkan diri dengan menyeberangi Sungai Amprong, untuk meminta tolong warga sekitar. Korban berenang minta tolong warga. Sementara itu, pelaku bergegas kabur ke arah Selatan sambil membawa sepeda motor korban,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dengan kondisi syok, korban kemudian ditolong warga dan diantar melapor ke Polsek Kedungkandang. Tidak lama kemudian, petugas datang ke lokasi melakukan penyelidikan.</p>



<p>Kapolsek Kedungkandang, Kompol Agus Siswo Hariyadi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan atas kejadian tersebut. Saat ini, petugas masih melalukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut.</p>



<p>&#8220;Untuk laporannya sudah kami terima. Barang bukti berupa pisau milik pelaku yang tertinggal di lokasi kejadian, juga sudah kami amankan. Saat ini, petugas sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut,&#8221; tegasnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191234</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
