<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>AMSI &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/amsi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Oct 2017 12:38:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>AMSI &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Media Online Harus Bangun Kepercayaan Publik Secara Positif</title>
		<link>https://memontum.com/media-online-harus-bangun-kepercayaan-publik-secara-positif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Oct 2017 12:38:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[AMSI]]></category>
		<category><![CDATA[media online]]></category>
		<category><![CDATA[siber]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/2047-media-online-harus-bangun-kepercayaan-publik-secara-positif</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8212; Media siber atau media online harus mampu membangun serta meningkatkan kepercayaan kepada publik secara positif. Banyaknya media online yang belum memenuhi syarat UU Pers tersebut turut berpengaruh kepada tingkat kepercayaan pembaca. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf saat membuka Konferasi Wilayah Jawa Timur Asosiasi Media Siber Indonesia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8212; Media siber atau media online harus mampu membangun serta meningkatkan kepercayaan kepada publik secara positif. Banyaknya media online yang belum memenuhi syarat UU Pers tersebut turut berpengaruh kepada tingkat kepercayaan pembaca.    </p>
<p>Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf saat membuka Konferasi Wilayah Jawa Timur Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) di Spazio Surabaya, Rabu (25/10/2017). Dikatakannya, pada era demokratisasi informasi dan revolusi digital, membuat media online tumbuh seperti jamur di musim hujan. Bedasarkan catatan Dewan Pers saat ini terdapat sekitar 43.400 media. </p>
<p>Dari jumlah tersebut, lanjut Gus Ipul sapaan akrabnya menjelaskan bahwa terdapat 234 media yang memenuhi syarat UU Pers. Ini artinya, masih sangat sedikit media online yang mengacu pada standar perusahaan pers dan standar organisasi yang tunduk kepada kode etik jurnalistik. </p>
<p>Gus Ipul menambahkan, terkadang banyak media online yang belum berbadan hukum PT dan terdaftar di Kementrian Hukum dan HAM. Tak hanya itu, media online juga harus mempunyai modal dan mampu menggaji karyawannya dan punya penanggung jawab yang jelas terutama alamat redaksinya.</p>
<p>“Saya memiliki pengalaman, pada saat media online memberitakan saya. Saya ingin melakukan klarifikasi maupun hak jawab namun, ketika saya mencari alamat redaksinya tidak ditemukan,” terangnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2047</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Masuki Era Siber, Pakde Karwo Gagas Konvergensi Media</title>
		<link>https://memontum.com/masuki-era-siber-pakde-karwo-gagas-konvergensi-media</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Oct 2017 12:32:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[AMSI]]></category>
		<category><![CDATA[pakde karwo]]></category>
		<category><![CDATA[siber]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/2043-masuki-era-siber-pakde-karwo-gagas-konvergensi-media</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8212; Perkembangan teknologi yang begitu pesat melahirkan apa yang disebut dengan inovasi disruptif, yakni inovasi yang menyingkirkan hal-hal yang tidak sesuai, termasuk munculnya media online atau media siber. Apabila media lama telah menemukan filosofinya melalui konten atau isinya, maka media baru ini menemukan filosofi kecepatan informasi. Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur, Dr. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8212; Perkembangan teknologi yang begitu pesat melahirkan apa yang disebut dengan inovasi disruptif, yakni inovasi yang menyingkirkan hal-hal yang tidak sesuai, termasuk munculnya media online atau media siber. Apabila media lama telah menemukan filosofinya melalui konten atau isinya, maka media baru ini menemukan filosofi kecepatan informasi.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo saat menghadiri Konferensi Wilayah/Konferwil Pertama Asosiasi Media Siber Indonesis (AMSI) Jatim di Spazio Building, Jalan Mayjend Yono Soewoyo Surabaya, Rabu (25/10/2017).</p>
<p>Untuk itu, Pakde Karwo-sapaan lekat Gubernur Jatim mengusulkan adanya konvergensi atau pengintegrasian media sehingga ada sinergi antara media konvensional dan media siber, saling mengisi diantara dua jenis media ini. “Jadi, media siber melayani kebutuhan masyarakat secara cepat sedangkan media konvensional memperkuat melalui konten. Bukan masalah untung rugi,” terangnya.</p>
<p>Pakde Karwo mengatakan, perkembangan teknologi media adalah sebuah keniscayaan dan tidak akan mengeliminasi jenis media sebelumnya. Dimana lahirnya radio tidak akan menghapus surat kabar dan lahirnya televisi tidak otomatis menghilangkan radio. Begitu juga lahirnya media siber tidak serta merta mematikan jenis media sebelumnya.</p>
<p>Menurutnya, era disruptif ini jangan sampai membuat media konvensional mati dan kalah dengan media baru. Melalui konvergensi ini, masing-masing media harus bersinergi dan berjalan beriringan. “Yang satu (media konvensional) memberi background filosofis melalui konten, yang satu (media siber) memberi kecepatan waktu. Ini pertarungan sesuatu yang baru,” katanya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2043</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
