<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>android &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/android/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Apr 2026 15:40:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>android &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Wagub Jatim bersama Wabup Khofifah Kunjungi Pembangunan Ruas Jalan Gondanglegi &#8211; Balekambang</title>
		<link>https://memontum.com/wagub-jatim-bersama-wabup-khofifah-kunjungi-pembangunan-ruas-jalan-gondanglegi-balekambang</link>
					<comments>https://memontum.com/wagub-jatim-bersama-wabup-khofifah-kunjungi-pembangunan-ruas-jalan-gondanglegi-balekambang#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[Balekambang]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[Gondanglegi]]></category>
		<category><![CDATA[Khofifah]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231580</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, didampingi Wakil Bupati (Wabup) Malang, Hj Lathifah Shohib, meninjau perkembangan pembangunan ruas jalan Gondanglegi &#8211; Balekambang, dari wilayah Desa Suwaru, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Kamis (09/04/2026) tadi. Kunjungan ruas jalan sepanjang 30,485 kilometer dan lebar 11 meter dilakukan, untuk memastikan apa yang akan menjadi porsi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, didampingi Wakil Bupati (Wabup) Malang, Hj Lathifah Shohib, meninjau perkembangan pembangunan ruas jalan Gondanglegi &#8211; Balekambang, dari wilayah Desa Suwaru, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Kamis (09/04/2026) tadi. Kunjungan ruas jalan sepanjang 30,485 kilometer dan lebar 11 meter dilakukan, untuk memastikan apa yang akan menjadi porsi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan porsi Pemerintah Kabupaten Malang, bisa dipastikan lancar.</p>



<p>Dalam peninjauan itu, pembangunan jalan sepanjang 2,9 kilometer dengan lebar 7 meter, yang menjadi penghubung Jalan Ngambal Selorejo ke Krisik Wlingi, dilakukan peninjauan. Nantinya, jalan tersebut segera ditindaklanjuti naik sebagai Jalan Provinsi antara Malang &#8211; Blitar.</p>



<p>&#8220;Terima kasih kepada Wakil Gubernur Jawa Timur, Mas Emil dan Pemerintah Pusat, yang telah membantu Kabupaten Malang dalam percepatan pembangunan ruas jalan Gondanglegi &#8211; Balekambang. Diharapkan, pembangunan ini mampu menambah kunjungan ke titik destinasi wisata di Malang Selatan,&#8221; kata Wabup Lathifah.</p>



<p>Sementara itu, Wagub Emil menyampaikan bahwa jalan Gondanglegi-Balekambang ini merupakan sirip dari Kabupaten Malang dan Kota Malang ke Jalur Pantai Selatan (Pansela). Sementara untuk Pansela di Jawa Timur, sekarang ini sudah selesai hingga perbatasan Kabupaten Blitar, melintasi Pantai Ngliyep dan Sendangbiru ke arah Kabupaten Lumajang. Pembangunan jalan ini, menjadi bagian dari Program Islamic Development Bank.</p>



<p>&#8220;Terima kasih kepada pemerintah pusat dan Kementerian PU, yang telah mengakselerasi pembangunan jalan ini dan berstatus sebagai Jalan Nasional dari Jalan Kabupaten,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dijelaskannya, Pansela ini memang ada perubahan trase. Rencana awal ke arah Kecamatan Dampit, baru kemudian disambung ke Lumajang. Namun, karena adanya beberapa kali terjadi erupsi yang berdampak kepada keberadaan jembatan dan zona yang rawan, maka dilakukan penentuan trase ulang.</p>



<p>&#8220;Mudah-mudahan ini bisa menjadi bagian dari program Bank Pembangunan Asia. Masyarakat sepertinya juga menyambut baik dengan pembangunan jalan ini, pelebaran dan adanya drainase di kedua sisi. Sehingga, keberadaan jalan bisa menjadi jalan berstandart nasional. Selain itu, juga ada Jalan Provinsi yang selesai dibangun Malang &#8211; Blitar, yakni di Selorejo ke Krisik dan segera ditindak-lanjuti ke arah Blitar,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Wabup Emil berharap, pembangunan jalan tersebut tidak ada kendala. Bahkan, pihaknya beberapa kali berkomunikasi dengan Bupati Malang, HM Sanusi.</p>



<p>&#8220;Pak Bupati Sanusi tadi juga sudah kami hubungi dan memang beberapa kali dalam bulan yang lalu, sudah berkomunikasi. Tanggal 19 Januari Penlok-nya sudah terbit. Dan sekarang BPN melakukan estimasi yang diperkirakan September dan diharapkan bisa secepatanya,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dengan dibangunnya jalan ini, diharapkan dampaknya bisa dirasakan dan berdampak pada kemajuan pariwisata. &#8220;Semua sumber daya, tim ini sudah siap. Program ini juga sudah tutup pada Juli 2027. Jadi jangan sampai ada yang tertunda, karena ini memang strategis karena wilayah yang dilalui dari jalan Gondanglegi &#8211; Balekambang, bisa turut merasakan kemajuan. Baik di dunia pariwisata dan perikanan di Malang selatan bisa berkembang,” papar Wagub Jatim. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/wagub-jatim-bersama-wabup-khofifah-kunjungi-pembangunan-ruas-jalan-gondanglegi-balekambang/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231580</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Malang Wacanakan Jembatan Ikonik Kayutangan &#8211; Splendid</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-wacanakan-jembatan-ikonik-kayutangan-splendid</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 04:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[ikonik]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[splendid]]></category>
		<category><![CDATA[wacanakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229441</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mewacanakan pembangunan jembatan ikonik yang menghubungkan Kawasan Kayutangan Heritage dengan Kawasan Splendid, Kota Malang. Jembatan tersebut, dirancang sebagai penghubung antar destinasi wisata pusat kota agar terintegrasi dalam satu kesatuan kawasan. Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu mengatakan bahwa keberadaan jembatan nantinya akan memperkuat konektivitas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mewacanakan pembangunan jembatan ikonik yang menghubungkan Kawasan Kayutangan Heritage dengan Kawasan Splendid, Kota Malang. Jembatan tersebut, dirancang sebagai penghubung antar destinasi wisata pusat kota agar terintegrasi dalam satu kesatuan kawasan.</p>



<p>Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu mengatakan bahwa keberadaan jembatan nantinya akan memperkuat konektivitas wisata. Selain itu, juga mempermudah akses pengunjung yang datang dari berbagai arah, termasuk dari Stasiun Kereta Api Malang.</p>



<p>“Tidak menutup kemungkinan nanti akan ada jembatan ikonik dari Kayutangan Heritage ke Splendid. Kalau sudah nyambung, ini menjadi satu kesatuan,” ujar Wali Kota Wahyu, Rabu (14/01/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, bahwa pengembangan kawasan tersebut mencakup sejumlah titik strategis. Seperti Kayutangan Heritage, kawasan Splendid, Pasar Senggol, Taman Rekreasi Kota (Tarekot), Balai Kota, hingga Alun-Alun Kota Malang yang saat ini sedang direvitalisasi.</p>



<p>&#8220;Dalam penataan kawasan ini harus dilakukan secara menyeluruh agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari. Sehingga, ini kita siapkan sejak awal,” tegasnya.</p>



<p>Dengan konsep kawasan wisata terpadu tersebut, Pemkot Malang berharap wisatawan dari luar daerah dapat menikmati berbagai destinasi heritage, budaya dan ruang publik secara lebih nyaman dan tertata. &#8220;Kita akan tata dan ini akan menjadi satu kesatuan yang nanti bisa mengimbangi semua keinginan masyarakat untuk datang ke sini, wisatawan dari luar kota juga terfasilitasi, PKL dan parkir juga tertata,&#8221; imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229441</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Program NUFReP Kota Malang untuk Benahi Drainase Bondowoso &#8211; Tidar dan Jaksa Agung Suprapto</title>
		<link>https://memontum.com/program-nufrep-kota-malang-untuk-benahi-drainase-bondowoso-tidar-dan-jaksa-agung-suprapto</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[benahi]]></category>
		<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[nufrep]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[suprapto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229438</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kota Malang menjadi salah satu daerah yang mendapatkan program New Urban Flood Resilience (NUFReP), sebuah program penguatan ketahanan banjir perkotaan yang didanai oleh lembaga internasional melalui pemerintah pusat. Untuk saat ini, program sedang dalam proses lelang oleh pemerintah pusat. Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, mengatakan bahwa dalam program NUFReP mencakup [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kota Malang menjadi salah satu daerah yang mendapatkan program New Urban Flood Resilience (NUFReP), sebuah program penguatan ketahanan banjir perkotaan yang didanai oleh lembaga internasional melalui pemerintah pusat. Untuk saat ini, program sedang dalam proses lelang oleh pemerintah pusat.</p>



<p>Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, mengatakan bahwa dalam program NUFReP mencakup pembangunan drainase dan mini bozem di kawasan Bondowoso–Tidar. Bozem tersebut, berfungsi sebagai kolam tampung sementara untuk menahan aliran air sebelum masuk ke saluran utama yang baru.</p>



<p>“Di Bondowoso nanti ada mini bozem. Air ditampung dulu sebagai antrean sebelum masuk ke saluran Bondowoso yang baru,” ujar Dandung, Selasa (13/01/2026) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa pendanaan proyek tersebut berasal dari program NUFReP yang didanai lembaga internasional melalui pemerintah pusat, dengan total nilai bantuan sekitar Rp 145 miliar. Pengerjaan proyek tersebut, akan dilakukan pada tahun 2026 ini.</p>



<p>&#8220;Kalau sesuai jadwal, penandatanganan kontrak dilakukan antara akhir Februari sampai awal Maret 2026. Setelah Lebaran, pekerjaan konstruksi sudah bisa dimulai,” jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, untuk target rampung proyek tersebut yakni pada awal tahun 2027. Durasi pengerjaan yang cukup panjang itu disebabkan karena panjang saluran, dimensi konstruksi yang besar, serta metode pengerjaan yang dilakukan di tengah badan jalan.</p>



<p>“Pekerjaannya menggunakan box culvert dengan ukuran sekitar dua sampai tiga meter. Pengerjaan juga dilakukan di tengah jalan, sehingga membutuhkan tahapan dan pengaturan lalu lintas yang cermat,” katanya.</p>



<p>Selain kawasan Bondowoso–Tidar, proyek NUFReP juga mencakup pembangunan drainase di Jalan Jaksa Agung Suprapto, dengan outlet saluran menuju kawasan Metro di Tidar.</p>



<p>Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, menegaskan bahwa program NUFReP merupakan bagian dari upaya konsisten pemerintah dalam meningkatkan ketahanan banjir, seiring penetapan Malang Raya sebagai kawasan metropolitan prioritas nasional.</p>



<p>“Ini adalah konsistensi kita untuk terus membenahi. Tidak semua langkah sempurna, tapi ini komitmen untuk mengurangi kerawanan banjir di Malang Raya,” imbuh Wagub Emil. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229438</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Malang Siapkan Konsep Kawasan Terpadu Splendid &#8211; Kayutangan Heritage</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-siapkan-konsep-kawasan-terpadu-splendid-kayutangan-heritage</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2025 06:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[heritage,]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[konsep]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[splendid]]></category>
		<category><![CDATA[terpadu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228985</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang berencana menyiapkan konsep penataan terpadu Kawasan Pasar Burung dan Pasar Ikan Splendid, hingga Kayutangan Heritage. Langkah ini dilakukan, untuk menghubungkan sejumlah titik strategis agar menjadi satu kawasan terpadu berbasis heritage dan pariwisata. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa konsep tersebut nantinya akan mencakup penataan pasar, sekolah, pedagang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang berencana menyiapkan konsep penataan terpadu Kawasan Pasar Burung dan Pasar Ikan Splendid, hingga Kayutangan Heritage. Langkah ini dilakukan, untuk menghubungkan sejumlah titik strategis agar menjadi satu kawasan terpadu berbasis heritage dan pariwisata.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa konsep tersebut nantinya akan mencakup penataan pasar, sekolah, pedagang kaki lima (PKL), parkir, hingga penguatan daya tarik wisata. Namun, rencana tersebut masih akan dimatangkan melalui diskusi bersama perguruan tinggi dan para pemangku kepentingan.</p>



<p>“Kita punya potensi yang sangat besar terkait Kayutangan Heritage. Ini ingin saya satukan konsepnya, nanti akan kita konsultasikan dengan perguruan tinggi dan stakeholder,” kata Wahyu, Rabu (24/12/2025) tadi.</p>



<p>Selain itu, juga rencana menggandeng perencana kawasan internasional yang berpengalaman dalam penataan kawasan wisata di Singapura. Meski begitu, Wali Kota Wahyu menegaskan seluruh rencana tetap akan disesuaikan dengan regulasi yang berlaku.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Nanti kita akan melihat konsepnya, kita kerjasama, kita nanti juga dengan perguruan tinggi bagaimana menata kawasan ini,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Menurutnya, konsep penataan tersebut tidak hanya menyasar kawasan Splendid dan Kayutangan, tetapi juga akan dihubungkan dengan Balai Kota, Alun-alun, hingga kawasan heritage di sekitar Stasiun Kereta Api dan Skodam. “Ini bisa menjadi satu kesatuan kawasan heritage. Orang yang datang ke Malang tidak hanya ke Kayutangan, tapi punya banyak alternatif dalam satu kawasan yang jaraknya dekat dan bisa dijangkau dengan berjalan kaki,” jelasnya.</p>



<p>Selain itu, Pemkot Malang juga berencana menata PKL dan parkir, khususnya di kawasan Alun-alun. Bahkan, konsep Pasar Senggol yang pernah hidup di Jalan Majapahit pada masa lalu, berpeluang dihidupkan kembali dengan pendekatan yang lebih tertata.</p>



<p>“PKL akan kita tata, parkir juga kita atur. Tapi semua harus direncanakan dengan baik agar tidak menimbulkan persoalan baru,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228985</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wings Air Buka Rute Baru Penerbangan Banyuwangi &#8211; Lombok</title>
		<link>https://memontum.com/wings-air-buka-rute-baru-penerbangan-banyuwangi-lombok</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Dec 2025 07:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[lombok]]></category>
		<category><![CDATA[Penerbangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228929</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Setelah membuka rute penerbangan Banyuwangi dengan Jakarta dan Surabaya, maskapai Wings Air secara resmi kembali membuka rute baru dengan tujuan Lombok – Banyuwangi pulang pergi (PP). Pembukaan rute anyar itu, ditandai dengan inaugural flight Wings Air di Bandara Banyuwangi, pada Minggu (21/12/2025) tadi. Wings Air dengan armada ATR72-500/600, melayani rute penerbangan Lombok–Banyuwangi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Setelah membuka rute penerbangan Banyuwangi dengan Jakarta dan Surabaya, maskapai Wings Air secara resmi kembali membuka rute baru dengan tujuan Lombok – Banyuwangi pulang pergi (PP). Pembukaan rute anyar itu, ditandai dengan inaugural flight Wings Air di Bandara Banyuwangi, pada Minggu (21/12/2025) tadi.</p>



<p>Wings Air dengan armada ATR72-500/600, melayani rute penerbangan Lombok–Banyuwangi PP, untuk empat kali dalam sepekan. Yaitu, setiap Senin, Rabu, Jumat dan Minggu.</p>



<p>Sementara keberangkatan dari Bandara Internasional Lombok pada pukul 12.30 WITA dan tiba di Bandara Banyuwangi pukul 12.30 WIB. Sedangkan penerbangan dari Banyuwangi pukul 12.55 WIB dan mendarat di Lombok pukul 14.25 WITA.</p>



<p>Hadir dalam penerbangan perdana itu, Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, Direktur Keselamatan Keamanan dan Kualitas Wings Air, Capt Iyus Susianto, Area Manager Lion Group Jawa Timur dan Kalimantan Selatan, Dyfi Suciyanti dan Eksekutif General Manager Bandara Internasional Banyuwangi, Mohammad Holik Muardi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Direktur Keselamatan, Keamanan dan Kualitas Wings Air, Capt Iyus Susianto, mengatakan bahwa Banyuwangi dan Lombok memiliki potensi besar di sektor pariwisata. &#8220;Kami berharap rute ini akan diminati masyarakat maupun wisatawan. Saat ini jadwalnya 4 kali seminggu,” ujar Capt Iyus.</p>



<p>Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menyambut gembira rute baru Lombok-Banyuwangi ini. Menurutnya ini akan memacu geliat pariwisata di kedua daerah tersebut.</p>



<p>&#8220;Tentunya rute baru ini akan menjadi tambahan pendorong perekonomian dan pariwisata Banyuwangi terutama. Banyuwangi bisa terhubung langsung dengan Lombok, salah satu destinasi favorit wisatawan,” kata Wabup Mujiono.</p>



<p>Dengan aksesibilitas yang semakin mudah, Mujiono berharap rute ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan serta investasi di Banyuwangi. Momennya pas, dibuka bersamaan dengan momen libur sekolah dan Nataru. Semoga bisa membawa berkah untuk kedua daerah,” harap Wabup Mujiono.</p>



<p>Hadirnya rute Lombok-Banyuwangi, melengkapi rute yang telah ada. Sebelumnya, Bandara Banyuwangi melayani rute Jakarta &#8211; Banyuwangi PP (setiap hari) dan Surabaya &#8211; Banyuwangi (empat kali sepekan). <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228929</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinilai Bisa Kurangi Kemacetan Jalan, Warga Dukung Rencana Jalan Tembus Griya Santa &#8211; Candi Panggung</title>
		<link>https://memontum.com/dinilai-bisa-kurangi-kemacetan-jalan-warga-dukung-rencana-jalan-tembus-griya-santa-candi-panggung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2025 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[dinilai]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[kemacetan]]></category>
		<category><![CDATA[kurangi]]></category>
		<category><![CDATA[panggung]]></category>
		<category><![CDATA[rencana]]></category>
		<category><![CDATA[tembus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226969</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Rencana pembangunan Jalan tembus Griya Santa &#8211; Candi Panggung, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, yang sempat menimbulkan pro dan kontra, kini justru terus bergulir. Bahkan, beberapa warga menilai, keberadaan rencana jalan tembus tersebut dapat membantu mengurai kemacetan dan memperlancar arus lalu lintas di kawasan utara Kota Malang. Seperti salah satunya, yang disampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Rencana pembangunan Jalan tembus Griya Santa &#8211; Candi Panggung, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, yang sempat menimbulkan pro dan kontra, kini justru terus bergulir. Bahkan, beberapa warga menilai, keberadaan rencana jalan tembus tersebut dapat membantu mengurai kemacetan dan memperlancar arus lalu lintas di kawasan utara Kota Malang.</p>



<p>Seperti salah satunya, yang disampaikan warga Jalan Borobudur, Eko. Menurutnya, rencana jalan tembus tersebut akan berdampak besar terhadap kelancaran lalu lintas di sekitar Jalan Candi Panggung.</p>



<p>“Kalau jalan tembus itu jadi, kemacetan di Candi Panggung bisa terurai. Pengendara jadi punya pilihan jalur sesuai tujuannya, jadi bisa lebih cepat,” katanya, Selasa (21/10/2025).</p>



<p>Selain itu, salah satu driver Ojek Online (Ojol), Lutfi, yang kerap kali melintas di Jalan Candi Panggung, menyampaikan bahwa keberadaan jalan alternatif itu sangat membantu pekerja lapangan sepertinya. “Kalau jalan tembus terealisasi, pengantaran order bisa lebih cepat. Saya pernah dicancel pelanggan, karena macet lama di Candi Panggung,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, salah satu warga Kabupaten Malang, Sunaryo, mendukung langkah Pemkot Malang, untuk membuka jalan tembus. Karena menurutnya, itu merupakan program yang visioner dan bermanfaat luas.</p>



<p>“Itu rencana luar biasa dan patut didukung. Pemkot Malang harus tegas, karena program seperti ini bagus. Saya kerja di Batu, setiap hari pulang-pergi. Kalau ada jalan tembus, perjalanan bisa cepat dan hemat BBM,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Meski begitu, di lapangan sempat muncul banner penolakan dari sebagian kecil warga di kawasan Perumahan Griya Santa. Namun, penolakan tersebut justru dinilai membuat masyarakat lain tidak simpatik. Sebab, tidak semua warga menolak, dan banyak yang justru menilai pembangunan itu sangat dibutuhkan.</p>



<p>Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, jalan di wilayah RW 12 Perumahan Griya Santa, itu berstatus sebagai jalan umum. Artinya secara legal, ruas jalan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan publik, seiring meningkatnya kebutuhan akses lalu lintas masyarakat.</p>



<p>Kondisi padatnya lalu lintas di kawasan itu, juga dibenarkan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra. Jaya-sapaan akrabnya, menyebut, derajat kejenuhan di Jalan Candi Panggung telah mencapai angka 0,8 hingga 0,9. Angka itu disebut, mendekati batas maksimal kapasitas jalan.</p>



<p>“Itu sudah sangat padat. Idealnya, derajat kejenuhan itu 0,5 sampai 0,7 agar lalu lintas tetap lancar,” ucap Jaya.</p>



<p>Menurutnya, keberadaan jalan alternatif seperti rencana tembus Griya Santa–Candi Panggung sangat dibutuhkan untuk mengurangi beban kendaraan di wilayah tersebut. “Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) juga sudah penuh. Jadi, memang sangat dibutuhkan jalur alternatif lain agar distribusi kendaraan lebih merata,” tuturnya.</p>



<p>Sebagai informasi, untuk jalan tembus tersebut telah disiapkan lahan sepanjang sekitar 500 meter dengan lebar 10 meter. Hal itu, menurut Jaya sangat potensial menjadi jalur alternatif, terutama bagi kendaraan dari arah Candi Panggung. &#8220;Kalau itu terealisasi, beban lalu lintas jelas akan berkurang,” imbuh Jaya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226969</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dishub Kota Malang Paparkan Skema dan Rute Trans Jatim Malang &#8211; Batu</title>
		<link>https://memontum.com/dishub-kota-malang-paparkan-skema-dan-rute-trans-jatim-malang-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[paparkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226290</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Skema pengoperasian Trans Jatim rute Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu, kian mendapat titik terang. Itu diketahui, saat dilakukan pertemuan bersama dengan Dinas Perhubungan Provinsi (Dishub) Jawa Timur, Dishub Kota Malang, DPRD Kota Malang dan DPRD Provinsi Jawa Timur. Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa pertemuan itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Skema pengoperasian Trans Jatim rute Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu, kian mendapat titik terang. Itu diketahui, saat dilakukan pertemuan bersama dengan Dinas Perhubungan Provinsi (Dishub) Jawa Timur, Dishub Kota Malang, DPRD Kota Malang dan DPRD Provinsi Jawa Timur.</p>



<p>Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa pertemuan itu baru saja dilakukan pada Jumat (26/09/2025) kemarin, di gedung DPRD Kota Malang. Pertemuan tersebut, membahas secara detail terkait jalur, skema operasional, hingga manfaat kehadiran transportasi massal tersebut.</p>



<p>&#8220;Sudah ada penjelasan terkait skemanya, bagaimana rute yang dilewati. Kemarin sudah dilakukan pertemuan bersama dengan Ibu Ketua DPRD Kota Malang, Ibu DPRD Provinsi Jatim Bu Dewanti dan juga dari Dishub Provinsi Jatim,&#8221; ujar Jaya, saat ditemui Sabtu (27/09/2025) tadi.</p>



<p>Saat disinggung soal penolakan sebagian sopir angkutan, menururnya itu bagian dari dinamika. Apalagi, para sopir angkot yang tergabung dalam paguyuban itu masih belum paham terkait detail skema Trans Jatim.</p>



<p>&#8220;Jadi mereka (para sopir) masih bertanya-tanya. Karena memang antar wilayah juga saling komunikasi,” ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkan, bahwa Kota Batu dan Kabupaten Malang memiliki jalur yang lebih sedikit. Sehingga, perlakuannya berbeda dengan Kota Malang. “Kalau di Kota Malang jalurnya panjang dan tersendiri. Halte pun masih ada yang belum dipastikan, bahkan masih ada satu jalur yang belum mencapai kata sepakat. Jadi memang butuh penyesuaian,” katanya.</p>



<p>Terkait waktu peluncuran, Jaya menegaskan belum bisa memastikan bulan berapa Trans Jatim akan mulai beroperasi. “Itu ranahnya Dishub Provinsi. Tapi dari pertemuan kemarin, berharap Trans Jatim segera terwujud. Karena ini bisa mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus menjawab kebutuhan transportasi publik masyarakat Kota Malang,” tuturnya.</p>



<p>Untuk rute yang akan ditempuh, Trans Jatim menghubungkan Terminal Hamid Rusdi, Kota Malang hingga Terminal Batu. Jalurnya melalui beberapa titik penting, di antaranya Jalan Mayjend Sungkono, Jalan Ki Ageng Gribig (Exit Tol Pakis), kawasan Velodrome, Stasiun Malang, Kayutangan Heritage, Ijen, Veteran, MT Haryono, Tlogomas, Terminal Landungsari, Raya Sengkaling, hingga Oro-Oro Ombo sebelum berakhir di Terminal Batu.</p>



<p>“Karena infrastrukturnya terbatas, maka jalurnya tidak bisa dibuat mandiri, tapi harus bergabung dengan jalur yang ada. Namun, rute ini tetap dirancang agar bisa mengakomodasi kebutuhan masyarakat,” imbuh Jaya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226290</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tiket Penerbangan Perdana Jember &#8211; Jakarta Bisa Dibeli secara Langsung dan Online</title>
		<link>https://memontum.com/tiket-penerbangan-perdana-jember-jakarta-bisa-dibeli-secara-langsung-dan-online</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2025 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[dibeli]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[langsung]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[Penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[perdana]]></category>
		<category><![CDATA[secara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226115</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Tiket penerbangan perdana maskapai Fly Jaya rute Jember &#8211; Jakarta, untuk jadwal penerbangan perdana Selasa (23/09/2025) besok, kini sudah resmi dapat dibeli konsumen. Hal ini, seperti yang dijelaskan Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember, Gatot Triyono, Senin (22/09/2025) tadi. Diuraikan, bahwa pemesanan tiket penerbangan dapat dilakukan baik secara offline maupun online. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Tiket penerbangan perdana maskapai Fly Jaya rute Jember &#8211; Jakarta, untuk jadwal penerbangan perdana Selasa (23/09/2025) besok, kini sudah resmi dapat dibeli konsumen. Hal ini, seperti yang dijelaskan Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember, Gatot Triyono, Senin (22/09/2025) tadi.</p>



<p>Diuraikan, bahwa pemesanan tiket penerbangan dapat dilakukan baik secara offline maupun online. Untuk pembelian langsung, masyarakat atau konsumen bisa datang ke Bandara Notohadinegoro Jember maupun Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta.</p>



<p>Sementara itu, tambahnya, pemesanan daring tersedia melalui website resmi Fly Jaya, serta platform perjalanan populer seperti Traveloka dan Tiket.com. Selain itu, Tim Pemasaran Fly Jaya dijadwalkan membuka counter penjualan tiket resmi di Bandara Jember.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sebagaimana diketahui, Fly Jaya akan mengoperasikan ATR 72-500, jenis pesawat yang dikenal efisien untuk penerbangan jarak menengah dengan kapasitas sekitar 70 penumpang. Maskapai ini hadir, sebagai low cost carrier (LCC) dengan tujuan memberikan layanan penerbangan yang nyaman, aman dan terjangkau.</p>



<p>“Semua persiapan terus kita kebut, agar penerbangan perdana berjalan lancar dan dapat memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Jember. Kami ingin momentum ini menjadi awal dari terbukanya akses yang lebih luas, bukan hanya bagi mobilitas warga, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Gatot.</p>



<p>Penerbangan reguler Jember &#8211; Jakarta ini, ungkapnya, diharapkan menjadi pintu baru bagi investasi, pariwisata dan daya saing Jember sebagai kota strategis di wilayah timur Pulau Jawa. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226115</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Sanusi Audiensi Peningkatan Status Jalan Ngantang &#8211; Wlingi bersama Gubernur Jatim dan Bupati Blitar</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-sanusi-audiensi-peningkatan-status-jalan-ngantang-wlingi-bersama-gubernur-jatim-dan-bupati-blitar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2025 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[audiensi]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[blitar]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[Ngantang]]></category>
		<category><![CDATA[peningkatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sanusi]]></category>
		<category><![CDATA[status]]></category>
		<category><![CDATA[wlingi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225411</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, melakukan audiensi dengan Gubernur Jatim, Hj Khofifah Indarparawansa, guna membahas usulan peningkatan status Jalan Ngantang (Kabupaten Malang) &#8211; Wlingi (Kabupaten Blitar) atau ruas jalan Ngambal &#8211; Selorejo &#8211; Krisik &#8211; Wlingi, menjadi Jalan Provinsi Jatim, di Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya, Senin (25/08/2025) tadi. Dalam audiensi itu, Gubernur [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, melakukan audiensi dengan Gubernur Jatim, Hj Khofifah Indarparawansa, guna membahas usulan peningkatan status Jalan Ngantang (Kabupaten Malang) &#8211; Wlingi (Kabupaten Blitar) atau ruas jalan Ngambal &#8211; Selorejo &#8211; Krisik &#8211; Wlingi, menjadi Jalan Provinsi Jatim, di Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya, Senin (25/08/2025) tadi. Dalam audiensi itu, Gubernur Khofifah yang didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Timur dan jajaran, secara prinsip menyetujui usulan kenaikan status jalan. Di momen sama, juga turut hadir Bupati Blitar, H Rijanto.</p>



<p>&#8221;Terima kasih Ibu Gubernur, telah menerima audiensi terkait usulan kenaikan status jalan Ngantang (Malang) – Wlingi (Blitar) atau ruas jalan Ngambal &#8211; Selorejo &#8211; Krisik &#8211; Wlingi. Termasuk, mensetujui kenaikan status jalan tersebut menjadi jalan provinsi, mengingat strategisnya akses ruas jalan tersebut dan akan segera memproses sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku,&#8221; kata Bupati Sanusi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, bahwa ruas Jalan Ngantang &#8211; Wlingi, secara keseluruhan memiliki total panjang sekitar 33,43 km. Yang mana, terdiri dari dua ruas jalan Kabupaten Malang, yaitu Selorejo &#8211; Krisik (12,1 km) dan Kambal – Selorejo (2,95 km) serta ruas jalan Kabupaten Blitar, yaitu Wlingi – Batas Kabupaten Malang atau Krisik (18,38 km). Jalan itu, merupakan jalan strategis karena selain menghubungkan dua kabupaten, juga merupakan jalur ekonomi yang mendukung pertanian dan perkebunan serta penunjang pariwisata di kedua daerah.</p>



<p>&#8221;Selain itu, akses jalan ini merupakan akses terpendek yang menghubungkan Malang Selatan – Blitar – Batu dan Malang Barat,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Bupati Malang juga menyebut, khusus ruas jalan Kambal &#8211; Selorejo &#8211; Krisik di wilayah Kabupaten Malang, telah mencapai 100 persen. Bahkan, pada tahun 2026 akan dilakukan pelebaran jalan pada beberapa spot, untuk memenuhi readiness criteria peningkatan status jalan menjadi Jalan Provinsi.</p>



<p>&#8221;Ruas jalan Kambal &#8211; Selorejo dan Selorejo &#8211; Krisik mendukung beberapa pariwisata yang ada di Kecamatan Ngantang, Pujon dan Kasembon serta destinasi wisata Kota Batu. Selain itu, ruas jalan ini merupakan koridor utama transportasi yang menghubungkan antara wilayah Kabupaten Malang dengan Kabupaten Blitar,&#8221; ungkapnya. <strong>(pro/mlg/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225411</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
