<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Anggrek &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/anggrek/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Apr 2026 13:10:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Anggrek &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Korban Meninggal Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line Jadi 15 Orang</title>
		<link>https://memontum.com/korban-meninggal-kecelakaan-ka-argo-bromo-anggrek-dan-krl-commuter-line-jadi-15-orang</link>
					<comments>https://memontum.com/korban-meninggal-kecelakaan-ka-argo-bromo-anggrek-dan-krl-commuter-line-jadi-15-orang#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 12:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Anggrek]]></category>
		<category><![CDATA[commuter]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232052</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Kecelakaan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Stasiun Bekasi Timur, yang berlangsung, Senin (27/04/2026) sekitar pukul 20.52, menyisakan duka mendalam. Bahkan akibat dari peristiwa ini, sebanyak 15 penumpang KRL diinformasikan meninggal dunia dan puluhan luka-luka. Tim DVI Polri merilis daftar 10 jenazah korban meninggal kecelakaan kereta [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Kecelakaan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Stasiun Bekasi Timur, yang berlangsung, Senin (27/04/2026) sekitar pukul 20.52, menyisakan duka mendalam. Bahkan akibat dari peristiwa ini, sebanyak 15 penumpang KRL diinformasikan meninggal dunia dan puluhan luka-luka.</p>



<p>Tim DVI Polri merilis daftar 10 jenazah korban meninggal kecelakaan kereta Bekasi, yang saat ini berada di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. &#8220;Identifikasi melalui data primer yaitu sidik jari dan data sekunder, yaitu tanda medis dan properti atau benda kepemilikan,” kata Karodokpol Pusdokkes Polri, Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan, dalam konferensi pers di RS Polri Jakarta Timur, Selasa (28/04/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sejumlah korban itu, diantaranya Anita Sari (31), Cikarang Barat Bekasi, Harum Anjasari (27), Cipayung Jakarta Timur, Nur Alimantun Citra Lestari (19), Pasar Jambi, Faridha Utami (50), Cibitung Bekasi, Fika Aknia Pratiwi (23), Cikarang Barat, Ida Nuraida (48), Cibitung Bekasi, Gita Septia Wardani (20), Cibitung Bekasi, Fatmawati Rahmayani (29), Bekasi Selatan Kota Bekasi, Rinjani Novitasari (25), Tambun Selatan Bekasi, dan Nur Ainia Eka Rahmadhynna (32), warga Tambun Selatan Kota Bekasi.</p>



<p>Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Martinus Ginting, mengatakan 10 jenazah saat ini berada di RS Polri Kramat Jati, untuk proses identifikasi. Sedangkan 5 jenazah lainnya, tersebar di sejumlah rumah sakit, yakni 3 di RSUD Bekasi, 1 di RS Bella dan 1 di RS Mitra. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/korban-meninggal-kecelakaan-ka-argo-bromo-anggrek-dan-krl-commuter-line-jadi-15-orang/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232052</post-id>	</item>
		<item>
		<title>TNBTS Kini Miliki 309 Spesies Anggrek, Dua Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru</title>
		<link>https://memontum.com/tnbts-kini-miliki-309-spesies-anggrek-dua-jenis-baru-ditemukan-di-lereng-semeru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Anggrek]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[lereng]]></category>
		<category><![CDATA[miliki]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[spesies]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231317</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Kekayaan flora di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus bertambah. Hingga awal 2026, tercatat terdapat 309 spesies anggrek yang hidup di kawasan konservasi tersebut, setelah ditemukannya dua spesies baru di lereng selatan Gunung Semeru. Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan Balai Besar TNBTS, Toni Artaka, menjelaskan bahwa tambahan jumlah spesies tersebut berasal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Kekayaan flora di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus bertambah. Hingga awal 2026, tercatat terdapat 309 spesies anggrek yang hidup di kawasan konservasi tersebut, setelah ditemukannya dua spesies baru di lereng selatan Gunung Semeru.</p>



<p>Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan Balai Besar TNBTS, Toni Artaka, menjelaskan bahwa tambahan jumlah spesies tersebut berasal dari hasil patroli kawasan yang dilakukan petugas pada awal Januari 2026 lalu. “Dua anggrek yang ditemukan merupakan catatan baru di TNBTS karena sebelumnya belum pernah terdata,” ujar Toni, Sabtu (28/03/2026) tadi.</p>



<p>Dua spesies yang berhasil diidentifikasi itu, yakni Gastrodia selabintanensis dan Gastrodia biruensis. Keduanya, ditemukan tumbuh pada habitat hutan yang teduh, memiliki lapisan humus tebal, serta kondisi tanah lembap pada ketinggian 1.000–1.200 meter di atas permukaan laut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Berdasarkan rangkuman yang diterima dari Pengendali Ekosistem Hutan, menyebutkan bahwa dua spesies anggrek tersebut memiliki ciri khas yang berbeda. Spesies Gastrodia selabintanensis memiliki perbungaan sepanjang 15–25 sentimeter, dengan dua hingga empat kuntum bunga. Kelopaknya berwarna coklat kehijauan dengan tekstur kasar, sedangkan mahkotanya berwarna putih semu kekuningan.</p>



<p>Sedangkan Gastrodia biruensis, memiliki perbungaan lebih panjang, yakni 18–32 sentimeter dengan tiga sampai lima kuntum bunga. Kelopak bunga berwarna coklat kekuningan bertekstur halus, dengan mahkota berwarna putih dan oranye.</p>



<p>&#8220;Hingga kini, kedua spesies tersebut belum memiliki nama lokal resmi,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya bahwa kedua anggrek tersebut termasuk tanaman mycoheterotrophic, yakni jenis tumbuhan yang pertumbuhannya sangat bergantung pada kondisi habitat alami serta hubungan dengan jamur tanah. Karena sulit dibudidayakan di luar habitat aslinya, Balai Besar TNBTS terus melakukan pemetaan populasi serta pemantauan lokasi lain saat musim berbunga.</p>



<p>“Upaya konservasi habitat menjadi langkah utama agar keberlanjutan spesies anggrek di TNBTS tetap terjaga,” imbuh Toni. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231317</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Aksi Tanam 150 Anggrek bersama Mahasiswa Baru, Wali Kota Wahyu Dorong Identitas Malang Kota Bunga</title>
		<link>https://memontum.com/aksi-tanam-150-anggrek-bersama-mahasiswa-baru-wali-kota-wahyu-dorong-identitas-malang-kota-bunga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2025 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Anggrek]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[identitas]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225980</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebanyak sekitar 400 Mahasiswa Baru (Maba) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malang Kucecwara, melakukan aksi tanam 150 Bunga Anggrek, bersama Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, Anggota DPRD Kota Malang, Indra Lesmana, Senin (15/09/2025) tadi. Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu memberikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebanyak sekitar 400 Mahasiswa Baru (Maba) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malang Kucecwara, melakukan aksi tanam 150 Bunga Anggrek, bersama Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, Anggota DPRD Kota Malang, Indra Lesmana, Senin (15/09/2025) tadi.</p>



<p>Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu memberikan apresiasi terhadap upaya kampus dalam mendukung identitas Malang Kota Bunga (Makobu), sekaligus memperkuat komitmen menuju green campus. Terlebih, penanaman Bunga Anggrek tersebut menurutnya juga dapat memberi warna dan kesejukan bagi Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Melalui penanaman ini mungkin bisa mengembalikan Malang sebagai Malang Kota Bunga. Saya tertarik hari ini dan saya sampaikan apresiasi kepada mahasiswa baru yang menanam bunga anggrek. Tentu ini juga akan menjadikan Kota Malang lebih berwarna, termasuk lebih sejuk,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Apalagi, tambah Wali Kota Malang, kampus STIE Malang Kucecwara memiliki Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang cukup dengan bangunan yang berimbang. Apabila semua perguruan tinggi di Kota Malang menerapkan hal seperti itu, maka menurutnya juga mendukung kualitas udara Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Karena kita Kota Malang kan sudah berhasil meraih penghargaan kota dengan udara terbersih, kalau perguruan tinggi menerapkan itu, tentu ini akan menjadi baik,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya itu, Wali Kota Wahyu juga berkomitmen merawat taman dan pulau jalan sebagai RTH. Bahkan, Pemkot Malang berencana menghidupkan kembali gerakan menanam pohon bagi mahasiswa di Malang, melalui kerja sama dengan forum rektor.</p>



<p>“Kalau semua perguruan tinggi punya komitmen seperti ini, Kota Malang akan semakin nyaman. Selain itu, pasar bunga Splindid juga akan kita maksimalkan sebagai pusat ikon bunga di Kota Malang,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Wakil Direktur III STIE Malangkucecwara, Kadarusman, menyampaikan bahwa program penanaman anggrek tersebut sudah dimulai sejak sebelum pandemi. Namun sempat terhenti dan kini kembali dilanjutkan dengan melibatkan mahasiswa baru, dosen dan karyawan.</p>



<p>“Total ada 150 anggrek yang kita tanam hari ini. Dari 400 mahasiswa baru, setiap tiga orang membawa satu anggrek. Kami ingin berpartisipasi menjaga keasrian kota, sekaligus menghadirkan kampus yang ramah lingkungan. Dengan luas enam hektar, 50 persen area kampus adalah taman terbuka, yang menjadi paru-paru Kota Malang,&#8221; lanjut Kadarusman.</p>



<p>Di akhir, dikatakannya bahwa filosofi anggrek yang ditanam juga memberi pesan harapan bagi mahasiswa baru. “Anggrek itu lambang harapan besar. Kami ingin mahasiswa tumbuh, indah, dan bermanfaat, seperti anggrek yang terus hidup dan berkembang,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225980</post-id>	</item>
		<item>
		<title>New Hybrid Orchid Hadirkan Anggrek Gajah Baru dari Persilangan Dua Jenis Anggrek</title>
		<link>https://memontum.com/new-hybrid-orchid-hadirkan-anggrek-gajah-baru-dari-persilangan-dua-jenis-anggrek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2025 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Anggrek]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[hybrid]]></category>
		<category><![CDATA[orchid]]></category>
		<category><![CDATA[persilangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225580</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Gajah Baru resmi mempersembahkan New Hybrid Orchid, yang merupakan hasil persilangan dari dua jenis Anggrek berbeda yang berhasil menciptakan varietas unggul dengan karakteristik khas dan diberi nama, &#8216;Gajah Baru&#8217;, Minggu (31/08/2025) tadi. Kehadiran Anggrek hibrida baru yang beralamat di Jalan Probolinggo No.162, Desa Penarukan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, tentunya semakin memperkaya perbendaharaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Gajah Baru resmi mempersembahkan New Hybrid Orchid, yang merupakan hasil persilangan dari dua jenis Anggrek berbeda yang berhasil menciptakan varietas unggul dengan karakteristik khas dan diberi nama, &#8216;Gajah Baru&#8217;, Minggu (31/08/2025) tadi. Kehadiran Anggrek hibrida baru yang beralamat di Jalan Probolinggo No.162, Desa Penarukan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, tentunya semakin memperkaya perbendaharaan Anggrek dunia, khususnya yang berasal dari Indonesia</p>



<p>Perlu diketahui, Anggrek hibrida seperti Gajah Baru ini merupakan hasil silangan dari dua atau lebih varietas, spesies, genus yang berbeda. Tidak hanya itu, Anggrek hibrida seringkali beradaptasi dengan baik terhadap berbagai kondisi rumah. &#8220;Bahkan, banyak spesies membutuhkan perawatan yang lebih spesifik,&#8221; kata pemegang hak paten Anggrek Gajah Baru, Hj Sautik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Prestasi ini, tambahnya, semakin membanggakan karena New Hybrid Orchid &#8216;Gajah Baru&#8217; telah terdaftar secara resmi di Royal Horticultural Society (RHS) International, yang bermarkas di London, Inggris, tertanggal 18 Agustus 2025. Hasil karya dari bercocok tanam Anggrek hibrida ini, membutuhkan waktu selama 4 hingga 5 tahun. Mulai dari proses awal persilangan sampai registrasi Internasional hingga mendapatkan sertifikat internasional.</p>



<p>&#8220;Keberhasilan pembudidayaan tanaman Anggrek jenis baru ini tidak terlepas atas keterlibatan Team dari Mr Dody Christanto,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Kini, ujarnya, Gajah Baru telah menjadi ikon kebanggaan internasional, bukan hanya bagi keluarga besar Gajah Baru. Tetapi juga bagi para pecinta Anggrek, di berbagai negara. Bahkan, untuk lebih jelasnya atas keberadaan Team dari Mr Dody Christanto, bisa dilihat di</p>



<p>ig:dodychristanto. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225580</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Buka Festival Anggrek Jember 2025, Ketua TP PKK Ning Ghyta Harap Bangkitnya Budidaya Anggrek Jember</title>
		<link>https://memontum.com/buka-festival-anggrek-jember-2025-ketua-tp-pkk-ning-ghyta-harap-bangkitnya-budidaya-anggrek-jember</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2025 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Anggrek]]></category>
		<category><![CDATA[bangkitnya]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225393</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita, membuka gelaran Festival Anggrek Jember (FAJ) ke-3 dengan tema &#8216;Anggrek Pesona Loka 2025&#8217; di Gedung Serba Guna Kaliwates, Senin (25/08/2025) tadi. Melalui festival itu, diharapkan mampu membangkitkan kembali budidaya anggrek dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Sekedar diketahui, Kabupaten Jember sejak beberapa tahun terakhir, rutin menggelar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita, membuka gelaran Festival Anggrek Jember (FAJ) ke-3 dengan tema &#8216;Anggrek Pesona Loka 2025&#8217; di Gedung Serba Guna Kaliwates, Senin (25/08/2025) tadi. Melalui festival itu, diharapkan mampu membangkitkan kembali budidaya anggrek dan meningkatkan perekonomian masyarakat.</p>



<p>Sekedar diketahui, Kabupaten Jember sejak beberapa tahun terakhir, rutin menggelar festival anggrek guna menggeliatkan budidaya anggrek. Karenanya, tema Anggrek Pesona Loka 2025 dipilih, untuk menegaskan bahwa anggrek merupakan keindahan lokal Kabupaten Jember yang pesonanya telah dikenal hingga ke berbagai daerah di Nusantara.</p>



<p>Pemerintah Kabupaten Jember sendiri, dalam gelaran ini memberikan dukungan penuh dan berharap FAJ dapat menjadi agenda tahunan yang konsisten. Sekaligus, bisa sebagai upaya membangkitkan gairah dunia peranggrekan di Jember.</p>



<p>“Festival Anggrek ini jangan hanya menjadi kegiatan biasa. Namun, bagaimana caranya kita, khususnya generasi muda, bisa berkontribusi lebih besar lagi dalam mengembangkan potensi anggrek,” kata Ketua TP PKK Jember.</p>



<p>Ditambahkan Ning Ghyta, dalam pelaksanaan tahun ini, FAJ diikuti oleh 34 peserta yang berasal dari berbagai daerah. Meliputi Jember, Pasuruan, Lumajang, Banyuwangi, Surabaya, Probolinggo, Sumbawa, Jawa Tengah, Malang, Blitar, Mojokerto dan Nganjuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tingginya animo peserta, lanjutnya, menegaskan bahwa secara skala nasional, festival tersebut memperkuat posisi Jember sebagai pusat kegiatan peranggrekan di Indonesia. Selain pameran anggrek, FAJ juga menghadirkan talkshow inspiratif dengan menghadirkan empat nara sumber. Diantaranya, Ning Ghyta yang hadir mewakili Bupati Jember, Muhammad Fawaid. Selanjutnya, Ketua PAI DPD Jawa Timur, Gus Yasin, Ketua DPC Malang Raya, Dedek Setia dan Ketua Departemen Agribisnis DPD PAI, Novianto.</p>



<p>Talkshow sendiri, mengangkat tema &#8216;Inovasi Budaya dan Bisnis Anggrek sebagai Potensi Penggerak Ekonomi Daerah&#8217;. Dalam kesempatan itu, Ning Ghyta menyampaikan harapannya agar Festival Anggrek Jember terus berkembang dari tahun ke tahun, dengan kualitas yang lebih baik serta jangkauan yang lebih luas.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, bahwa Jember telah memiliki laboratorium anggrek yang berpotensi besar untuk dikembangkan. “Hasil penelitian dari laboratorium ini nantinya bisa melahirkan produk turunan yang bernilai dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.</p>



<p>Dengan adanya FAJ, diharapkan anggrek tidak hanya menjadi simbol keindahan Jember, tetapi juga menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal yang berdaya saing nasional. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225393</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menteri Desa PDTT dan Bupati Malang Resmikan PT LKM Artha Desa sekaligus Pelepasan Ekspor Anggrek</title>
		<link>https://memontum.com/menteri-desa-pdtt-dan-bupati-malang-resmikan-pt-lkm-artha-desa-sekaligus-pelepasan-ekspor-anggrek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Sep 2024 10:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Anggrek]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menteri]]></category>
		<category><![CDATA[pelepasan]]></category>
		<category><![CDATA[Resmikan]]></category>
		<category><![CDATA[sekaligus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214033</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, mendampingi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Abdul Halim Iskandar, meresmikan PT LKM Artha Desa Kabupaten Malang, di Kantor PT LKM Jalan Trunojoyo, Desa Pangungrejo, Kecamatan Kepanjen, Rabu (11/09/2024) tadi. Kegiatan ini, merupakan kerja sama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia dengan Pemerintah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, mendampingi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Abdul Halim Iskandar, meresmikan PT LKM Artha Desa Kabupaten Malang, di Kantor PT LKM Jalan Trunojoyo, Desa Pangungrejo, Kecamatan Kepanjen, Rabu (11/09/2024) tadi. Kegiatan ini, merupakan kerja sama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Malang melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).</p>



<p>PT LKM Artha Desa Kabupaten Malang sendiri, merupakan PT yang sahamnya dimiliki oleh 28 BUMDes bersama LKD dan 1 BUMDes di Kabupaten Malang. Juga telah memiliki izin operasional dari OJK. Juga, merupakan PT LKM yang pertama berdiri dan satu-satunya di Indonesia dengan pemegang saham yang berasal dari BUM Desa bersama LKD dan BUM Desa, dengan wilayah operasional kabupaten dan kota.</p>



<p>BUMDes bersama LKD memiliki unit usaha khusus dana bergulir masyarakat, maka untuk mengembangkan usaha simpan pinjam kepada perseorangan telah diupayakan pendirian PT LKM Artha Desa Kabupaten Malang di bawah pengawasan OJK.</p>



<p>Dalam momen itu, Pemerintah Kabupaten Malang menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala bentuk kontribusi, maupun dukungan yang diberikan. Utamanya, dari Kementerian DPDTT, Kementerian LHK, Kementerian ATR/BPN dan juga Otoritas Jasa Keuangan serta seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu.</p>



<p>&#8220;Hal ini tentu merupakan wujud kolaborasi yang positif, dalam rangka mencapai akselerasi pembangunan desa melalui pembentukan PT LKM Artha Desa Kabupaten Malang. Pembentukan PT LKM Artha Desa Kabupaten Malang ini juga menjadi salah satu program unggulan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Malang tahun 2024, yang diarahkan untuk percepatan literasi, sekaligus inklusi keuangan di Kabupaten Malang,&#8221; kata Bupati Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>LKM sendiri adalah lembaga keuangan yang khusus didirikan untuk memberikan jasa pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat. Baik melalui pinjaman atau pembiayaan dalam usaha skala mikro. Tidak hanya terbatas kepada kelompok, namun juga dapat memberikan pinjaman kepada perseorangan.</p>



<p>Selain itu, dengan pembentukan PT LKM Artha Desa Kabupaten Malang, maka legalitas usaha simpan pinjam lebih terjamin dan simpanan nasabah juga akan terlindungi. Bupati Malang juga mengatakan bahwa PT LKM Artha Desa Kabupaten Malang menjadi LKM yang pertama kali berdiri dan satu-satunya di Indonesia, dengan pemegang saham yang berasal dari BUMDes bersama LKD dan BUMDes dengan wilayah operasional kabupaten dan kota.</p>



<p>Bupati Malang berharap, berbekal dengan kolaborasi dan kerja sama yang positif, semoga apa yang telah diupayakan bersama ini nantinya dapat membuahkan hasil yang maksimal dan diikuti dengan capaian positif. Serta progres yang signifikan, sehingga BUMDes dan BUMDesma maupun PT LKM Artha Desa Kabupaten Malang semakin berkembang, produktif serta dapat menjadi penyedia jasa pengembangan usaha bagi masyarakat.</p>



<p>&#8220;Pada gilirannya, maka dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan,&#8221; ujarnya.&nbsp;</p>



<p>Dalam kesempatan tersebut, Bupati Malang juga menerima penghargaan dari Menteri Desa PDTT atas jasa dalam mendukung pendirian Lembaga Keuangan Mikro Desa Tingkat Kabupaten dan Kota. Dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol peresmian Gedung PT LKM Artha Desa Kabupaten Malang oleh Menteri PDTT RI dan pemotongan pita. Sekaligus peninjauan Gedung PT LKM Artha Desa, peninjauan UMKM dan pelepasan Anggrek dari Bumdesma Singosari yang diekspor ke Florida Amerika yang ditandai dengan pemecahan kendi. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214033</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Solidkan Layanan Kesehatan, Dinkes Malang Pantau Pelaksanaan Skrining Posbindu Anggrek 2 Kepanjen</title>
		<link>https://memontum.com/solidkan-layanan-kesehatan-dinkes-malang-pantau-pelaksanaan-skrining-posbindu-anggrek-2-kepanjen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Sep 2024 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Anggrek]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[kepanjen]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[layanan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pantau]]></category>
		<category><![CDATA[pelaksanaan]]></category>
		<category><![CDATA[posbindu]]></category>
		<category><![CDATA[skrining]]></category>
		<category><![CDATA[solidkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215112</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Koordinator Sub Substansi PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Paulus Gatot Kusharyanto, melakukan kunjungan dan koordinasi dengan Kader Kesehatan di Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) Smart health Anggrek 2 Kepanjen, Sabtu (07/09/2024) tadi. Pelaksanaan yang bertepatan dengan pemberian layanan pemeriksaan kesehatan berupa skrining faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Koordinator Sub Substansi PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Paulus Gatot Kusharyanto, melakukan kunjungan dan koordinasi dengan Kader Kesehatan di Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) Smart health Anggrek 2 Kepanjen, Sabtu (07/09/2024) tadi. Pelaksanaan yang bertepatan dengan pemberian layanan pemeriksaan kesehatan berupa skrining faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) kepada masyarakat itu, berlangsung di Balai RW01 yang terletak di Jalan Banurejo RT05 RW01 Kelurahan/Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.</p>



<p>Sekedar diketahui, bahwa setiap Sabtu di Minggu pertama tiap bulan, Posbindu rutin melaksanakan kegiatan giat Posbindu kepada masyarakat. Pelaksanaan untuk membantu dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan (Nakes) Ponkesdes Panji Husada serta sebelumnya juga mendapatkan pelatihan dari dokter-dokter Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (UB), itu memberikan layanan pemeriksaan kesehatan berupa skrining faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) kepada sekitar 30 hingga 50 warga untuk setiap bulannya.</p>



<p>Koordinator Sub Substansi PTM dan Keswa, Paulus Gatot Kusharyanto, dalam kesempatan itu memberikan apresiasi atas masifnya kegiatan yang diadakan oleh Smart health kader kesehatan, Ponkesdes Panji Husada dan Puskesmas Kepanjen berupa Posbindu Smart health. Disampaikan pula, bahwa pemberdayaan kader kesehatan ini mampu memberikan nilai tambah dalam membantu tugas Dinkes terutama dalam indikator capaian SPM PTM.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Giat Posbindu Smart health tersebut berisi skrining faktor risiko PTM, seperti pengukuran antropometri (tinggi atau berat badan dan lingkar perut), tekanan darah, cek kadar gula darah, kolesterol hingga asam urat) dan konsultasi dokter serta pemberian obat,&#8221; katanya.</p>



<p>Selain memberikan layanan kesehatan, dalam pelaksanaan itu juga diperlihatkan pola sistem adminitrasi yang detail terhadap masyarakat atau pasien. Seperti, ada enam kader yang berbagi tugas dalam meja yang telah disediakan. Meja 1 ini, untuk memberikan layanan pendaftaran. Kader ini, hafal sekali dengan warga yang harus follow up dalam giat ini hingga buku pencatatan riwayat pemeriksaan pasien. Meja 2, memberikan layanan pengukuran antropometri untuk pasien. Di sini, secara bergantian kader akan memberikan layanan pengukuran tinggi badan, penimbangan berat badan dan pengukuran lingkar perut.</p>



<p>Sementara di Meja 3, digunakan untuk pengukuran tekanan darah dan pengecekan kadar gula darah. Di meja itu, warga yang terindikasi memiliki faktor risiko tinggi (high risk) maka akan disarankan untuk menuju ke meja 4. Di Meja 4 adalah meja konseling kesehatan. Dalam tradisi giat Posbindu PTM, meja tersebut senantiasa diisi oleh dokter dari Puskesmas Kepanjen. Setelah mendapatkan konseling kesehatan, warga akan meneruskan ke meja 5. Pada Meja 5 ini adalah meja obat, yang ditandai dengan banyaknya tumpukan obat di atas meja dan oleh perawat atau bidan dimanfaatkan untuk memberikan layanan obat kepada warga. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215112</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Percantik Taman Kota, Alun-alun Lumajang Dihiasi Bunga Anggrek Tanduk Rusa</title>
		<link>https://memontum.com/percantik-taman-kota-alun-alun-lumajang-dihiasi-bunga-anggrek-tanduk-rusa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Aug 2024 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[Anggrek]]></category>
		<category><![CDATA[dihiasi]]></category>
		<category><![CDATA[percantik]]></category>
		<category><![CDATA[tanduk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213269</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Tim Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang melakukan penyiraman Bunga Anggrek Tanduk Rusa, yang merupakan salah satu flora yang menghiasi Alun-alun Lumajang. Penyiraman tersebut, merupakan upaya melestarikan dan meningkatkan populasi tanaman di Kabupaten Lumajang. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Hertutik, menjelaskan bahwa Anggrek Tanduk Rusa memiliki peran penting [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Tim Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang melakukan penyiraman Bunga Anggrek Tanduk Rusa, yang merupakan salah satu flora yang menghiasi Alun-alun Lumajang. Penyiraman tersebut, merupakan upaya melestarikan dan meningkatkan populasi tanaman di Kabupaten Lumajang.</p>



<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Hertutik, menjelaskan bahwa Anggrek Tanduk Rusa memiliki peran penting dalam ekosistem lokal. Termasuk, dalam fungsi mempercantik taman kota.</p>



<p>“Kami ingin memastikan bahwa tanaman, termasuk Anggrek Tanduk Rusa tetap tumbuh dengan baik. Oleh karena itu, kami melaksanakan penyiraman secara rutin sebagai upaya perawatan,” kata Hertutik, Kamis (22/08/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga menambahkan, Dinas Lingkungan Hidup juga akan melakukan pemantauan berkala, tidak hanya kepada tanaman Anggrek Tanduk Rusa. Melainkan, semua jenis tumbuhan yang ada di kawasan ruang terbuka hijau dan taman kota lainnya.</p>



<p>“Harapan kami, Anggrek Tanduk Rusa ini dapat terus tumbuh dan berkembang, untuk itu perlu kita jaga bersama,” tambah Hertutik.</p>



<p>Diketahui, ada beberapa tanaman yang ditanam di pepohonan sekitar Alun-alun Lumajang, yang salah satunya Anggrek Ekor Tupai. Tentu, keberadaan bunga-bunga tersebut menambah estetika keindahan di taman jantung kota tersebut. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213269</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mendes PDTT Berangkatkan Ekspor Perdana Bunga Anggrek BUMDesma ke Taiwan</title>
		<link>https://memontum.com/mendes-pdtt-berangkatkan-ekspor-perdana-bunga-anggrek-bumdesma-ke-taiwan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Feb 2024 15:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Anggrek]]></category>
		<category><![CDATA[Berangkatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Bumdesma]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[mendes]]></category>
		<category><![CDATA[perdana]]></category>
		<category><![CDATA[taiwan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206370</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Menteri Desa Pemberdayaan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Republik Indonesia, A Halim Iskandar, didampingi Bupati Malang, HM Sanusi, memberangkatkan ekspor perdana Bunga Anggrek ke Taiwan. Pemberangkatan ekspor anggrek perdana ini, dilaksanakan di Griya Anggrek Singosari, BUMDes Bersama (BUMDesma) Singosari, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Senin (19/02/2024) malam. Mengawali langkah ekspor [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Menteri Desa Pemberdayaan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Republik Indonesia, A Halim Iskandar, didampingi Bupati Malang, HM Sanusi, memberangkatkan ekspor perdana Bunga Anggrek ke Taiwan. Pemberangkatan ekspor anggrek perdana ini, dilaksanakan di Griya Anggrek Singosari, BUMDes Bersama (BUMDesma) Singosari, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Senin (19/02/2024) malam.</p>



<p>Mengawali langkah ekspor tanaman Bunga Anggrek itu, ada sedikitnya sebanyak 114 rumpun atau pot jenis Anggrek Dendrobium Seedling dikirim ke negeri seberang melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya. Dalam kesempatan itu, Bupati Malang tidak lupa menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari semua stakeholder hingga menjadikan sejarah baru bagi Kabupaten Malang, sebagai ekportir Bunga Anggrek pertama di Indonesia.</p>



<p>&#8220;Syukur alhamdulillah, Kabupaten Malang mengukir secara baru. Buah tangan dingin dukungan Gus Halim (sapaan akrab Mendes PDTT, red), Tanaman Anggrek budidaya BUMDes Bersama Singosari, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, untuk pertama kalinya bisa ekspor. Harapannya, ini bisa terus berlanjut dan dikembangkan lebih besar lagi,&#8221; kata Bupati Malang.</p>



<p>Sementara itu, Menteri Desa PDTT yang sebelumnya telah meresmikan Green House Griya Anggrek yang terletak di Desa Toyomarto, ini memuji kerja keras dan ketekunan BUMDes Bersama Singosari. Terhitung selama 14 bulan sejak peresmian tersebut, BUMDes ini dinilainya menunjukkan komitmen bersama agar Anggrek menjadi komoditas ekspor.</p>



<p>&#8220;Ini akan membuka ruang ekspor yang luar biasa, bagi seluruh pegiat Anggrek di Jawa Timur, khususnya di Indonesia,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Direktur BUMDesma Singosari LKD, Agus Sudrikamto, bersama pengurus lainnya mampu memenuhi persyaratan izin ekspor Tanaman Anggrek yang sudah dipersiapkan seluruhnya. BUMDesma ini sebelumnya juga melakukan MoU dengan PT Java Indo Arjuna (PT Javina) tentang Budidaya dan Perdagangan Tanaman Anggrek dengan Skema Perberdayaan dan Offtaker.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, malam hari ini saya memberangkatkan ekspor perdana Bunga Anggrek dari Kabupaten Malang ke Taiwan. Sebuah prestasi yang diraih BUMDesma sebagai pengelola dengan dukungan seluruh pihak. Ini sebuah pembelajaran yang sangat bagus,&#8221; terangnya.</p>



<p>Diharapkan ke depan, BUMDesma lainnya juga berorientasi ekspor supaya eksistensi ekonomi di desa, bukan sekedar dikuatkan oleh kemampuan lokal saja. Namun, melainkan juga oleh global.</p>



<p>&#8220;Atas dukungan seluruh pihak ini, saya berharap bisa terus dikembangkan oleh Bumdes lainnya dengan komoditas yang berbeda. Ekspor ini menjadi satu kesatuan dengan tujuan peningkatan ekonomi sesuai dengan harapan Presiden Joko Widodo terkait penyaluran Dana Desa,&#8221; urainya.</p>



<p>Dirinyapun berharap, ekspor yang dilakukan BUMDesma Singosari ini ke depan juga berlanjut ke negara-negara lainnya, seperti ke Jepang. Sementara hari ini, Indonesia itu masih mengekspor Anggrek ke Taiwan. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206370</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
