<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>angka kecelakaan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/angka-kecelakaan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 25 Jul 2020 11:13:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>angka kecelakaan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pandemi Covid-19, Kecelakaan Menurun 16%</title>
		<link>https://memontum.com/pandemi-covid-19-kecelakaan-menurun-16</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2020 11:13:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[angka kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[polres malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/120057-pandemi-covid-19-kecelakaan-menurun-16</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pandemi Covid-19 berdampak pula pada situasi jalan raya di Kabupaten Malang terutama terhadap kasus kecelakaan. Sejak Januari hingga Juli 2020, kasus Kecelakaan menurun sampai 16,3 %. Disampaikan Kasat Lantas Polres Malang, AKP Diyana Suci Listyawati SIK, data kecelakaan yang ditangani sebanyak 380 kasus pada rentang 1 Januari 2020 &#8211; 24 Juli 2020 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Pandemi Covid-19 berdampak pula pada situasi jalan raya di Kabupaten Malang terutama terhadap kasus kecelakaan. Sejak Januari hingga Juli 2020, kasus Kecelakaan menurun sampai 16,3 %.</p>
<p>Disampaikan Kasat Lantas Polres Malang, AKP Diyana Suci Listyawati SIK, data kecelakaan yang ditangani sebanyak 380 kasus pada rentang 1 Januari 2020 &#8211; 24 Juli 2020 atau semester I (6 bulanan).</p>
<p>&#8220;Semester I, turun 16,3%. Tahun lalu, 2019 Januari &#8211; Juli, sebanyak 454 kasus. Tahun ini kami mencatat ada 380 kasus,&#8221; papar Diyana Suci Listyawati SIK dalam konfirmasi ponsel.</p>
<p>Sebanyak 380 kasus kecelakaan di jalan Kabupaten Malang itu secara umum, baik tabrakan mengakibatkan luka ringan, berat dan korban meninggal.</p>
<p>Secara umum, banyak titik rawan kecelakaan di wilayah Kabupaten Malang. Namun ada 3 black spot di wilayah selatan Kabupaten Malang. Black spot meliputi Jalan Raya Kebonagung dan Jalan Raya Genengan, Kecamatan Pakisaji. Satu lain di sepanjang Jalan Bulawang (baik mengarah ke Turen, Wajak dan Gondanglegi).</p>
<p>Sebanyak 380 kasus kecelakaan di jalan raya disebabkan sejumlah faktor. Paling sering, kecelakaan diakibatkan sarana prasarana yang tidak memadai atau kelayakan kendaraan. Pemicu utama tidak lain adalah faktor human error.</p>
<p>&#8220;Ada faktor sarana prasana dan faktor human error. Manusianya yang tidak disiplin, patuh rambu lalu lintas,&#8221; urai Agus Yulianto, mantan anggota Reskrim Polsek Dau. Dimaksudnya tidak disiplin, pengendara bermotor cenderung tidak waspada terhadap keselamatannya dan pemakai jalan lainnya.</p>
<p>Menurut Agus dari hasil penyidikan dan penyelidikan, faktor human error paling menonjol dibanding faktor lainnya.<br />
&#8220;Untuk semester I ini, turun dampak Covid-19. Mungkin juga karena ada pembatasan beberapa saat lalu. Mudah-mudahan semester 2 mendatang turun,&#8221; ungkap Kanit Laka Lantas Polres Malang, Ipda Agus Yulianto.</p>
<p>Hal yang disampaikan Agus, pernah terjadi di wilayah Bululawang. Bocah pengendara sepeda motor berboncengan 4, sempat menabrak pohon usai turun ke sisi luar bahu jalan yang tidak merata. Akibat kecelakaan itu, jatuh korban meninggal.</p>
<p>Faktor human error juga pernah terjadi di Bululawang. Pada 23 Juni lalu, pengendara sepeda motor menyalip dari kiri sebuah truk. Kurang waspada dan jaga jarak, korban justru menabrak kiri bak truk sehingga terjatuh. Luka berat kepala, korban meninggal seketika.</p>
<p>Di sisi lain, upaya penekanan angka kecelakaan di jalan raya juga digiatkan Satuan Lalu Lintas Polres Malang. Salah satunya berkordinasi dan sosialisasi di PG Krebet Bululawang beberapa saat lalu. Sosialisasi tersebut untuk menjaga Kamseltibcarlantas Bululawang bersamaan masa giling tebu dan banyaknya truk tebu yang melintasi Bululawang.</p>
<p>Sementara itu, terkait penurunan angka kecelakaan di Kabupaten Malang juga dimiliki pihak lainnya terutama pelaksana evakuasi korban atau pertolongan pertama pada korban kecelakaan.</p>
<p>Data terpisah tidak jauh berbeda dimiliki PMI Kabupaten Malang. Berdasar data PMI Kabupaten Malang tentang penanganan evakuasi korban kecelakaan, sejak pandemi Covid-19, pihak PMI Kabupaten tidak terlalu sering menangani atau mengevakuasi korban kecelakaan.</p>
<p>&#8220;Sejak ada Covid-19, penanganan evakuasi korban kecelakaan berkurang. Ya masih ada rata-rata 1 &#8211; 2 per hari. Bila dulu, bisa dua sampai tiga kali lipat,&#8221; sebut Amirul Yasin, anggota PMI Kabupaten Malang di bidang pelayanan.</p>
<p>Kesibukan PMI Kabupaten Malang kini cenderung fokus pada penanganan sekitar Covid-19. Minggu (25/7/2020) siang, sejumlah anggota saling bantu, menyiapkan pikap nantinya difungsikan untuk penyemprotan disinfektan. <strong>(sos/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">120057</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kasatlantas Polres Lamongan Sebut Angka Kecelakaan Lalu lintas 2018 Menurun</title>
		<link>https://memontum.com/kasatlantas-polres-lamongan-sebut-angka-kecelakaan-lalu-lintas-2018-menurun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jan 2019 15:53:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[angka kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[polres lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Satlantas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=71288</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Kasatlantas Polres Lamongan, AKP Argya Satria Bhawana menyebut angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur di tahun 2018 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2017. &#8220;Tahun 2017 angka kecelakaan lalu lintas di Lamongan terjadi 934 kejadian dan tahun 2018 turun menjadi 921 kejadian,&#8221; kata Argya, Rabu (2/1/2019). Tak hanya itu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Kasatlantas Polres Lamongan, AKP Argya Satria Bhawana menyebut angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur di tahun 2018 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2017.</p>
<p>&#8220;Tahun 2017 angka kecelakaan lalu lintas di Lamongan terjadi 934 kejadian dan tahun 2018 turun menjadi 921 kejadian,&#8221; kata Argya, Rabu (2/1/2019).</p>
<p>Tak hanya itu, menurut Argya korban tewas akibat kecelakaan di Lamongan juga mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.</p>
<p>&#8220;Yaitu dari sebanyak 199 korban meninggal pada tahun 2017 turun menjadi 183 korban pada 2018,&#8221; ujarnya. </p>
<p>Namun, sambung Argya, untuk kasus atau perkara pelanggaran lalu lintas mengalami peningkatan. Yakni di tahun 2017 terjadi 25.520 kasus pelanggaran, sementara di tahun 2018 naik menjadi 26.827 pelanggaran yang didominasi oleh pelanggaran rambu dan tidak memakai helm.</p>
<p>&#8220;Meski mengalami peningkatan, jumlah pelanggar, terutama pelanggaran rambu lalulintas dan tidak memakai helm, mengalami penurunan selama kurun waktu 2018, yaitu turun 1000 lebih,&#8221; terangnya.</p>
<p>Lebih jauh, Argya menuturkan, pihaknya terus berupaya untuk menekan angka kecelakaan dan pelanggaran lalulintas dengan melakukan tindakan penegakan hukum bagi pelanggar aturan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. </p>
<p>&#8220;Kami juga ada pemasangan sejumlah peringatan yang dipasang di titik rawan kecelakaan di ruas jalan dan juga meningkatkan kegiatan rutin yang sudah berjalan, yaitu meningkatkan patroli rutin ke kawasan-kawasan tertentu yang masuk dalam daerah titik rawan kecelakaan lalulintas,&#8221; pungkasnya. <strong>(ifa/zen/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">71288</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sebulan, 8 Nyawa Melayang Akibat Kecelakaan di Blitar</title>
		<link>https://memontum.com/sebulan-8-nyawa-melayang-akibat-kecelakaan-di-blitar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Feb 2018 12:58:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[angka kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[polres blitar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/25322-sebulan-8-nyawa-melayang-akibat-kecelakaan-di-blitar</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar – Satlantas Polres Blitar mencatat, selama Januari 2018, ada 20 kasus kecelakaan yang didominasi kendaraan roda dua. Dari jumlah tersebut, 8 korban meninggal dunia, 25 luka berat, dan 1 luka ringan. Hal ini diungkapkan Kasatlantas Polres Blitar AKP Argya Satria Bhawana. Dari catatan Satlantas Polres, kejadian kecelakaan lalu lintas tidak hanya terjadi di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Blitar</strong> – Satlantas Polres Blitar mencatat, selama Januari 2018, ada 20 kasus kecelakaan yang didominasi kendaraan roda dua. Dari jumlah tersebut, 8 korban meninggal dunia, 25 luka berat, dan 1 luka ringan. Hal ini diungkapkan Kasatlantas Polres Blitar AKP Argya Satria Bhawana. Dari catatan Satlantas Polres, kejadian kecelakaan lalu lintas tidak hanya terjadi di ruas jalan utama dengan kepadatan lalu lintas yang tinggi.  Namun juga terjadi di jalur-jalur non protokol dan jalur-jalur yang sepi. </p>
<p>Menurut Argya Satria Bhawana, seringnya terjadi kecelakaan lalulintas akibat pengendara melanggar peraturan lalulintas. Kasat Lantas berharap semua warga masyarakat  pengguna jalan bisa benar-benar menaati aturan yang telah ada.</p>
<p>&#8220;Berangkat dari lalai sehingga berakibat fatal. Untuk itu masyarakat kami himbau untuk selalu mematuhi peraturan yang ada&#8221;, tandas Argya Satria Bhawana, Kamis (8/2/2018). Untuk menekan angka kasus kecelakaan, Satlantas Polres Blitar juga melakukan berbagai upaya. Diantaranya adalah memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar patuh berlalulintas. Selain itu Satlantas Polres Blitar juga gencar menggelar razia lalu lintas, untuk memastikan masyarakat yang berkendara benar-benar memiliki kelengkapan berkendara.</p>
<p>&#8220;Sosialisasi sudah sering kita lakukan, sekarang tinggal masyarakat yang harus bertanggung jawab dengan keselamatan dirinya sendiri dengan mematuhi peraturan&#8221;, tegas Argya Satria Bhawana.</p>
<p>Kasat Lantas menambahkan, bahkan Unit Satlantas Polres Blitar, juga melakukan sosialisasi berkendara bagi siswa sekolah. Hal ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan berkendara yang aman dan sesuai dengan aturan, sehingga angka kecelakaan bisa ditekan. &#8220;Pada 2017 lalu, 22 pelajar menjadi korban kecelakaan, Sedangkan Januari 2018 ini, ada 2 pelajar yang meninggal akibat kecelakaan&#8221;, pungkas Kasat Lantas Polres Blitar. <strong>(jar/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">25322</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
