<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>angkat &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/angkat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Dec 2025 06:23:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>angkat &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Resmikan Koperasi Desa Merah Putih di Banyuwangi, Menkop Ferry Ingatkan Angkat Hasil Produk Lokal</title>
		<link>https://memontum.com/resmikan-koperasi-desa-merah-putih-di-banyuwangi-menkop-ferry-ingatkan-angkat-hasil-produk-lokal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[menkop]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[Resmikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228604</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Menteri Koperasi (Menkop) RI, Ferry Juliantono, meresmikan Koperasi Desa Merah Putih (KDSP) yang berada di Kelurahan Tukang Kayu, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (09/12/2025) tadi. Koperasi yang diresmikan ini, merupakan satu dari total 217 KDMP di seluruh desa atau kelurahan di Banyuwangi. Sekedar diketahui, koperasi tersebut memiliki sejumlah lini usaha untuk melayani [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Menteri Koperasi (Menkop) RI, Ferry Juliantono, meresmikan Koperasi Desa Merah Putih (KDSP) yang berada di Kelurahan Tukang Kayu, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (09/12/2025) tadi. Koperasi yang diresmikan ini, merupakan satu dari total 217 KDMP di seluruh desa atau kelurahan di Banyuwangi.</p>



<p>Sekedar diketahui, koperasi tersebut memiliki sejumlah lini usaha untuk melayani anggota dan masyarakat. Diantaranya, seperti gerai penjualan Sembako dan produk UMKM dan simpan pinjam.</p>



<p>“Alhamdulillah, saya bisa hadir secara langsung dan meresmikan koperasi di Banyuwangi. Peresmian ini menandai beroperasinya KDMP Tukang Kayu,” kata Menkop.</p>



<p>Ditambahkan Menkop Ferry, pemerintah menargetkan pembentukan 80 ribu KDMP se Indonesia, yang merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo untuk menguatkan ekonomi kerakyatan. Semua KDMP, akan dikelola secara modern dengan menekankan digitalisasi, integrasi usaha produktif desa dan kelurahan serta berperan sebagai pusat layanan ekonomi desa, memperkuat ketahanan pangan, menyediakan akses pembiayaan sekaligus menjadi wadah sosial dan kesehatan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Seperti KDMP Tukang kayu ini, pengelolaan modern sudah kelihatan berjalan meskipun belum ideal. Tentunya, ini akan ada perbaikan ke depan. Kita juga meminta, Koperasi Kelurahan Tukang Kayu bisa mengangkat hasil produk lokal. UMKM didampingi, diajarkan memproduksi berbagai produk kebutuhan, dibiayai, hingga difasilitasi penjualannya,” imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi, Guntur Priambodo, mengatakan bahwa pemerintah daerah siap mendukung berjalannya koperasi desa merah putih di daerah. Bahkan, Pemkab akan melakukan pendampingan, baik kelembagaan maupun proses bisnisnya.</p>



<p>“Kami akan membantu mencarikan jaringan usaha hingga mengarahkan potensi usaha yang akan dijadikan unggulannya. Sehingga seluruh koperasi ini bisa berjalan sesuai aturan,” kata Sekda Guntur.</p>



<p>Pengelola KDMP Tukang Kayu, Imam Maskun, menambahkan bahwa saat ini terdapat 600 anggota yang telah terinput resmi di Sistem Informasi Koperasi Desa (Simkopdes). Dengan UMKM yang tergabung, ada sebanyak 23 UMKM.</p>



<p>“Selain menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, kami memfasilitasi penjualan produk-produk UMKM mulai makanan, kerajinan dan komoditi. Kami juga memiliki merek kolektif yang bisa digunakan bersama untuk mendukung penjualan,” ujarnya. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228604</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sapa Masyarakat, Bupati Fawait Apresiasi Investor Lokal yang Berani Angkat Potensi Perekonomian Daerah</title>
		<link>https://memontum.com/sapa-masyarakat-bupati-fawait-apresiasi-investor-lokal-yang-berani-angkat-potensi-perekonomian-daerah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2025 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[berani]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[fawait]]></category>
		<category><![CDATA[Investor]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Perekonomian]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227996</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengapresiasi pengusaha atau investor lokal yang berani menanamkan modalnya untuk mengangkat potensi perekonomian daerah. Dimana, dampak dari investasi tersebut tentu membuat perekonomian daerah tumbuh pesat. Apresiasi tersebut, disampaikan orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Jember, saat Program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku) di Kecamatan Kencong, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengapresiasi pengusaha atau investor lokal yang berani menanamkan modalnya untuk mengangkat potensi perekonomian daerah. Dimana, dampak dari investasi tersebut tentu membuat perekonomian daerah tumbuh pesat.</p>



<p>Apresiasi tersebut, disampaikan orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Jember, saat Program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku) di Kecamatan Kencong, Jumat (21/11/2025) tadi. Bupati Fawait menegaskan, mengenai arah baru pembangunan di wilayah selatan Jember. Disebutkannya, Kecamatan Kencong memiliki posisi strategis sebagai kawasan ekonomi yang tengah tumbuh pesat. Dirinya secara terbuka, menyoroti potensi Kencong sebagai salah satu kawasan penggerak ekonomi daerah yang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan.</p>



<p>Saat ditemui di pertemuan Kader Posyandu, Gus Fawait-sapaan Bupati Jember, menyampaikan bahwa Kencong memiliki kekuatan ekonomi yang tidak dimiliki semua kecamatan. Salah satu yang paling menonjol, adalah sektor pariwisata.</p>



<p>“Kencong punya wisata alam Paseban dan itu bukan sekadar aset lokal. Bahkan saudara-saudara kita Umat Hindu dari Bali, datang jauh-jauh ke sini. Artinya, Kencong punya daya tarik yang kuat untuk menjadi destinasi regional,” ungkap Bupati Jember.</p>



<p>Selain wisata alam, Bupati Fawait juga menyoroti keberadaan destinasi keluarga seperti Dira, yang salah satu investasi swasta yang berdampak besar terhadap ekonomi kawasan. Kehadiran Dira tidak hanya meningkatkan nilai tanah, tetapi juga menggerakkan arus kunjungan dari luar daerah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Sebelum ada Dira, jarang ada yang dari Lumajang atau wilayah lain datang ke Jember bagian barat. Hari ini mereka datang, belanja dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Ini bukti bahwa investasi lokal bisa menjadi pengungkit besar bagi pertumbuhan daerah,” kata Bupati Fawait.</p>



<p>Dirinya juga menyampaikan, apresiasi kepada para investor asli Jember, yang memilih menanam modal di wilayah selatan. Investasi semacam itu, dianggap memberi eksternalitas positif, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga meningkatnya kegiatan ekonomi masyarakat kecil.</p>



<p>“Yang kita butuhkan adalah semakin banyak pengusaha seperti Pak Haji Ponimin, yang mau berinvestasi di wilayah yang belum terlalu berkembang. Daerah seperti Kencong ini potensinya luar biasa, tinggal kita kuatkan ekosistemnya,” tambahnya.</p>



<p>Gus Fawait memastikan, bahwa Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen memberikan kemudahan investasi untuk mendorong percepatan pembangunan wilayah-wilayah potensial seperti Kencong. Dirinya juga menegaskan, bahwa berbagai opsi insentif fiskal disiapkan, tanpa menaikkan beban pajak masyarakat.</p>



<p>“Untuk investor yang ingin masuk ke Jember, kami siapkan karpet warna pink. Kalau memang dibutuhkan insentif fiskal, itu bisa kita berikan. Yang penting, investasi yang masuk memberi manfaat bagi masyarakat dan mempercepat pertumbuhan daerah,” tegasnya.</p>



<p>Program Bunga Desaku di Kencong, menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus kesempatan bagi Bupati Fawait untuk menguatkan kembali arah pembangunan kecamatan yang disebutnya sebagai salah satu poros penggerak ekonomi Jember. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227996</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Angkat Perekonomian Masyarakat, Bupati Jember Tebar Program Gerobak Cinta</title>
		<link>https://memontum.com/angkat-perekonomian-masyarakat-bupati-jember-tebar-program-gerobak-cinta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 13:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[gerobak]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Perekonomian]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227175</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, terus berupaya menggenjot semua sektor perekonomian masyarakat. Tujuan utamanya, adalah untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Sementara salah satu upaya yang dilakukan, yaitu dengan mengajak para pelaku UMKM, PKL hingga mlijo (pedagang sayur), menjadi pahlawan ekonomi desa melalui kerja keras, kolaborasi dan kepedulian terhadap lingkungan. Dirinya menegaskan, akan pentingnya pemberdayaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, terus berupaya menggenjot semua sektor perekonomian masyarakat. Tujuan utamanya, adalah untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.</p>



<p>Sementara salah satu upaya yang dilakukan, yaitu dengan mengajak para pelaku UMKM, PKL hingga mlijo (pedagang sayur), menjadi pahlawan ekonomi desa melalui kerja keras, kolaborasi dan kepedulian terhadap lingkungan. Dirinya menegaskan, akan pentingnya pemberdayaan ekonomi rakyat secara berkelanjutan melalui program &#8216;Gerobak Cinta&#8217;.</p>



<p>Program &#8216;Gerobak Cinta&#8217; sendiri diperkenalkan, sebagai bantuan alat usaha bagi pelaku ekonomi kecil dengan pendataan oleh Dinas Koperasi. Hal ini, disampaikannya di hadapan para pelaku UMKM, PKL dan mlijo, di Lapangan Suci, Kecamatan Panti, Senin (27/10/2025) tadi.</p>



<p>&#8220;Pengalaman saat krisi ekonomi 1998, ekonomi Indonesia segera pulih karena pergerakan ekonomi UMKM, PKL, mlijo. Tahun 2008 juga demikian, ekonomi pulih karena UMKM, PKL, mlijo,&#8221; kata Bupati Jember.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Besarnya jasa para pegiat ekonomi masyarakat ini, kemudian disampaikan Gus Fawait sebagai bagian pahlawan ekonomi. Sehingga sebagai bentuk apresiasi dan upaya meningkatkan kesejahteraan Pemkab Jember, akan mengupayakan pemberian gerobak.</p>



<p>&#8220;Kenapa tidak uang, karena uang itu akan habis. Maka, pemberiannya secara bertahap,&#8221; ujarnya</p>



<p>Menurut Bupati Fawait, pemerintah setempat saat ini sedang menggandeng perbankan untuk memperluas akses permodalan dan pelatihan usaha. Tidak hanya itu, akan diperjuangkan agar bunga banknya kecil bahkan tanpa bunga.</p>



<p>&#8220;Secara bertahap kemudian kami akan membuka akses kredit permodalan. Kami akan kerjasama dengan perbankan bagaimana bunganya bisa gratis,&#8221; tambah Bupati Fawait.</p>



<p>Bupati juga berpesan, agar pelaku usaha kecil menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari pengembangan desa wisata. Kegiatan ini, menegaskan komitmen Pemkab Jember dalam membangun kesejahteraan masyarakat kecil secara berkelanjutan. <strong>(kom/rio/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227175</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Banyuwangi Angkat 4.909 Pegawai Honorer Jadi PPPK Paruh Waktu</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-banyuwangi-angkat-4-909-pegawai-honorer-jadi-pppk-paruh-waktu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Honorer]]></category>
		<category><![CDATA[pegawai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225974</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengangkat sebanyak 4.909 honorer di lingkungan Pemkab Banyuwangi menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Sejumlah tenaga honorer itu, terdiri dari guru, tenaga kesehatan dan teknis. Dengan diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu, maka ribuan honorer tersebut akan menyandang status kepegawaian sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Disampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengangkat sebanyak 4.909 honorer di lingkungan Pemkab Banyuwangi menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Sejumlah tenaga honorer itu, terdiri dari guru, tenaga kesehatan dan teknis. Dengan diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu, maka ribuan honorer tersebut akan menyandang status kepegawaian sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).</p>



<p>Disampaikan Bupati Ipuk, bahwa pengangkatan honorer menjadi PPPK Paruh Waktu ini sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mendukung pembangunan Kabupaten Banyuwangi. “Ada 4 ribu honorer yang akan kami angkat menjadi PPPK Paruh Waktu. Ini sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mendukung pembangunan daerah. Kami berharap, dengan kebijakan ini kinerja mereka ini terus meningkat dalam melayani publik,” kata Bupati Ipuk, Minggu (14/09/2025) tadi.</p>



<p>Diketahui, bahwa PPPK Paruh Waktu adalah pegawai ASN yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja secara paruh waktu dan diberikan upah sesuai dengan ketersediaan anggaran instansi pemerintah.</p>



<p>Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Banyuwangi, Ilzam Nuzuli, menambahkan bahwa kebijakan pengangkatan PPPK Paruh Waktu ini menyesuaikan kemampuan fiskal daerah. Mereka yang akan diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu, merupakan pegawai non ASN yang pernah mengikuti seleksi PPPK tahap I dan II namun tidak lulus tes.</p>



<p>“Bagi kabupaten dan kota yang tidak memiliki cukup anggaran, mungkin saja hanya mengambil separuh atau menyesuaikan kemampuan anggaran mereka. Alhamdulillah, Bupati Ipuk mengambil kebijakan bagi honorer yang tidak lulus seleksi PPPK tahap I dan II diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu,” jelas Ilzam.</p>



<p>Ditambahkannya, di Banyuwangi terdapat 4.953 honorer yang tidak lulus pada seleksi PPPK tahap I dan II. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.909 orang diusulkan menjadi PPPK Paruh Waktu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Sisanya sebanyak 44 orang dikeluarkan dari database karena meninggal dunia, tidak aktif bekerja, ataupun juga mereka yang saat ini telah memasuki usia pensiun,” urai Ilzam.</p>



<p>Masih menurut Ilzam, bahwa sebanyak 4.909 honorer tersebut, saat ini tengah melaksanakan pemberkasan untuk pengusulan penetapan Nomor Induk (NI) PPPK paruh waktu. Mereka terdiri atas 1.541 guru, 259 tenaga kesehatan dan 3.109 tenaga teknis lainnya.</p>



<p>Para honorer tersebut wajib melakukan pengisian daftar riwayat hidup (DRH) secara elektronik melalui laman http://sscasn.bkn.go.id , dimulai pada 12-22 September 2025. Saat mengisi DRH, mereka wajib mengunggah sejumlah dokumen pendukung.</p>



<p>Seperti pas foto terbaru, ijazah dan transkrip nilai asli, surat pernyataan bermaterai, surat keterangan sehat, serta Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).</p>



<p>“Semua berkas tersebut harus di-scan dari dokumen ASLI berwarna, utuh dan tidak terpotong. Pastikan dokumen yang diunggah memiliki kualitas baik dan dapat terbaca dengan jelas,” kata Ilzam.</p>



<p>Setelah proses pemberkasan selesai, lanjutnya, mereka tinggal menunggu penetapan NIPPPK Paruh Waktu dari BKN, untuk selanjutnya dilakukan pelantikan oleh bupati. “Penetapan NIPPPK Paruh Waktu dari BKN diperkirakan tidak sampai Oktober. Setelah dari BKN keluar, daerah akan menetapkan SK Bupati. Penempatannya, sementara sesuai dengan formasi yang dipilih saat mendaftar seleksi PPPK,” terang Ilzam. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225974</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bagikan Dividen Rp 962 Miliar, PT Gudang Garam Angkat Susilo Wonowidjojo sebagai Presiden Direktur</title>
		<link>https://memontum.com/bagikan-dividen-rp-962-miliar-pt-gudang-garam-angkat-susilo-wonowidjojo-sebagai-presiden-direktur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2025 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[bagikan]]></category>
		<category><![CDATA[direktur]]></category>
		<category><![CDATA[dividen]]></category>
		<category><![CDATA[Gudang]]></category>
		<category><![CDATA[miliar]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[susilo]]></category>
		<category><![CDATA[wonowidjojo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223324</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; PT Gudang Garam Tbk menggelar press rilis mengenai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), yang berlangsung di Grand Surya Hotel, Kediri, Rabu (25/06/2025) tadi. Dalam rapat tersebut, sejumlah keputusan strategis telah disahkan, termasuk pembagian dividen, penunjukan anggota direksi dan dewan komisaris baru, serta penunjukan auditor independen. Dalam rilis RUPST itu, para [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; PT Gudang Garam Tbk menggelar press rilis mengenai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), yang berlangsung di Grand Surya Hotel, Kediri, Rabu (25/06/2025) tadi. Dalam rapat tersebut, sejumlah keputusan strategis telah disahkan, termasuk pembagian dividen, penunjukan anggota direksi dan dewan komisaris baru, serta penunjukan auditor independen.</p>



<p>Dalam rilis RUPST itu, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 962,044 miliar atau sebesar Rp 500 persaham untuk tahun buku 2024. Dividen ini, akan dibagikan kepada para pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham yang sah.</p>



<p>Selain itu, rapat juga menyetujui pengangkatan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan yang baru. Susunan terbaru, Direksi PT Gudang Garam Tbk adalah sebagai berikut.</p>



<p>Presiden Direktur dijabat oleh Susilo Wonowidjojo. Wakil Presiden Direktur dijabat Indra Gunawan Wonowidjojo, Direktur dijabat Heru Budiman, Henry Susanto, Istat Taswin Siddharta, Andik Wahyudi, Andhy Hamany Halim, Slamet Budiono dan Sony Sasono Rahmadi</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara untuk jajaran Dewan Komisaris, ditetapkan sebagai berikut. Presiden Komisaris dijabat Juni Setiawati Wonowidjojo, Komisaris Independen dijabat Frank Willem van Gelder, Komisaris Independen dijabat Gotama Hengdratsonata, Komisaris Independen dijabat Hanlim Suprianto.</p>



<p>Rapat juga memutuskan untuk menunjuk kembali Kantor Akuntan Publik Siddharta Widjaja &amp; Rekan, sebagai auditor independen untuk tahun buku 2025. Sebagai bagian dari pengelolaan perusahaan yang berkelanjutan, pemegang saham memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menentukan honorarium dan tunjangan anggota direksi dan komisaris, serta menetapkan kebijakan remunerasi selama lima tahun ke depan hingga ditutupnya RUPS kelima.</p>



<p>Langkah-langkah strategis yang diambil dalam RUPST kali ini, mencerminkan komitmen PT Gudang Garam Tbk dalam menjaga tata kelola perusahaan yang baik dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham. <strong>(pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223324</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Promosikan Wisata dan Kenalkan Kearifan Lokal, Badar Besi Semeru Lumajang di Angkat sebagai Judul Film</title>
		<link>https://memontum.com/promosikan-wisata-dan-kenalkan-kearifan-lokal-badar-besi-semeru-lumajang-di-angkat-sebagai-judul-film</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2025 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[kearifan]]></category>
		<category><![CDATA[kenalkan]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[promosikan]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221930</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang Indah Amperawati, bersama Wakil Bupati (Wabup), Yudha Adji Kusuma, menghadiri Gala Premier film Dendam Mustika Badar Besi Semeru, yang diselenggarakan di Auditorium Perpustakaan Daerah Lumajang, Jumat (09/05/2025) tadi. Film ini, mengangkat kisah asal-usul Badar Besi Semeru, salah satu legenda lokal yang sarat makna historis dan budaya. Dalam sambutannya, Bunda Indah-sapaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang Indah Amperawati, bersama Wakil Bupati (Wabup), Yudha Adji Kusuma, menghadiri Gala Premier film Dendam Mustika Badar Besi Semeru, yang diselenggarakan di Auditorium Perpustakaan Daerah Lumajang, Jumat (09/05/2025) tadi. Film ini, mengangkat kisah asal-usul Badar Besi Semeru, salah satu legenda lokal yang sarat makna historis dan budaya.</p>



<p>Dalam sambutannya, Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang menyampaikan apresiasi atas karya kreatif anak-anak muda Lumajang dan menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk mendukung pengembangan sektor ekonomi kreatif di daerah. “Film, seni tari dan musik adalah media yang sangat efektif untuk mengenalkan potensi Lumajang. Kami akan terus mendukung kegiatan-kegiatan kreatif masyarakat yang mampu mengangkat kekayaan budaya lokal ke panggung nasional,” kata Bunda Indah.</p>



<p>Lebih lanjut Bupati Lumajang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun citra positif Lumajang melalui karya seni. Dirinya berharap, film ini menjadi awal dari gerakan kreatif yang lebih besar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Wabup Yudha Adji Kusuma juga mengapresiasi film tersebut sebagai salah satu bentuk inovasi dalam promosi pariwisata dan identitas budaya Lumajang. “Ini adalah simbol kebersamaan dan semangat untuk terus memajukan Lumajang. Kami optimis bahwa ke depan, akan lahir lebih banyak karya yang membanggakan dari sineas muda daerah ini. Insyaallah, kami akan terus memberikan dukungan,” ujarnya.</p>



<p>Sutradara film, Harianto, menjelaskan bahwa Dendam Mustika Badar Besi Semeru dibuat sebagai bagian dari upaya mempromosikan destinasi wisata Lumajang melalui media visual yang menarik dan menginspirasi. “Lewat film ini, kami ingin menunjukkan bahwa Lumajang memiliki banyak cerita dan potensi wisata yang layak diketahui publik luas. Ini bukan hanya karya seni, tapi juga bentuk promosi daerah,” ungkapnya.</p>



<p>Film ini, ujarnya, diharapkan menjadi langkah awal bagi industri perfilman lokal untuk terus tumbuh dan berkembang, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda Lumajang agar tidak ragu berkarya dan melestarikan budaya leluhur. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221930</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Angkat Kualitas Durian Lokal, Pemkab Jombang Gelar Kontes Durian Unggul Wonosalam</title>
		<link>https://memontum.com/angkat-kualitas-durian-lokal-pemkab-jombang-gelar-kontes-durian-unggul-wonosalam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Feb 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[durian]]></category>
		<category><![CDATA[kontes]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[unggul]]></category>
		<category><![CDATA[Wonosalam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219123</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Pj Bupati Jombang, Teguh Narutomo, membuka pelaksanaan Kontes Durian Unggul Wonosalam di Lapangan Wonosalam, Minggu (09/02/2025) tadi. Kontes yang digelar Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pertanian itu, bertujuan agar keunggulan durian lokal Wonosalam lebih dikenal luas. Pj Bupati Teguh Narutomo dalam sambutannya menyampaikan bahwa kontes durian merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten terhadap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Pj Bupati Jombang, Teguh Narutomo, membuka pelaksanaan Kontes Durian Unggul Wonosalam di Lapangan Wonosalam, Minggu (09/02/2025) tadi. Kontes yang digelar Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pertanian itu, bertujuan agar keunggulan durian lokal Wonosalam lebih dikenal luas.</p>



<p>Pj Bupati Teguh Narutomo dalam sambutannya menyampaikan bahwa kontes durian merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten terhadap para petani yang telah membudidayakan durian unggulan. “Diharapkan melalui kontes ini, durian asli Wonosalam semakin dikenal luas dan mampu menjadi komoditas unggulan bertaraf internasional,” katanya.</p>



<p>Ditambahkan Pj Bupati, bahwa Kecamatan Wonosalam selama ini dikenal sebagai daerah penghasil durian berkualitas dengan rasa dan aroma khas serta tidak kalah dibandingkan durian varietas lain yang sudah mendunia. “Berdasarkan data statistik 2025, potensi durian di Kabupaten Jombang mencapai 159.624 pohon dan 89 persen diantaranya atau sebanyak 143.060 pohon berada di Wonosalam. Secara keseluruhan, potensi panen durian di Kabupaten Jombang menghasilkan sebanyak 54.377 pertahun,” ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pj Bupati Teguh menjelaskan, durian lokal Wonosalam memiliki beragam varietas unggulan seperti Bido, Mentega, Manalagi, Elang, Mrico, serta Jae, yang saat ini semakin terkenal dan banyak dibudidayakan oleh masyarakat dalam skala usaha yang lebih luas. “Saya berharap budidaya durian dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Selain itu, ajang ini juga menunjukkan betapa beragamnya varietas durian yang dimiliki Kabupaten Jombang, khususnya Kecamatan Wonosalam,” ungkapnya.</p>



<p>Di tempat sama, Ketua Panitia Kontes Durian, Ketut Suseno Putro, menjelaskan bahwa tujuan dari kontes durian ini untuk mencari varietas baru dan untuk menilai kualitas durian lokal unggul Wonosalam. “Kriteria dalam kontes kali ini yakni meliputi bentuk buah, isi buah dan rasa buah. Karenanya, peserta yang mendapatkan nilai mencapai 800, maka itulah pemenang dari kontes durian unggul Wonosalam,” jelasnya.</p>



<p>Ketut menambahkan, bahwa buah durian yang diikutkan dalam kontes diperkirakan ada 100 buah. Karenanya, pelaksanaan digelar lebih sehari.</p>



<p>&#8220;Melalui gelaran ini, semoga pemerintah daerah ada bimbingan untuk para petani durian di Kecamatan Wonosalam, agar budidaya durian lebih baik lagi dan kualitasnya lebih meningkat lagi,” imbuhnya. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219123</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cabor Angkat Besi Kota Malang Targetkan Raih Tiga Emas di Porprov IX Jawa Timur 2025</title>
		<link>https://memontum.com/cabor-angkat-besi-kota-malang-targetkan-raih-tiga-emas-di-porprov-ix-jawa-timur-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jan 2025 09:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Porprov]]></category>
		<category><![CDATA[targetkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218565</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Cabang Olah Raga (Cabor) angkat besi dari Kota Malang menargetkan raih tiga medali emas dalam Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Hal itu, dikatakan oleh pelatih angkat besi Kota Malang, Muslimin. Disampaikannya, bahwa saat ini telah disiapkan lima lifter terbaik untuk bertanding dalam ajang tersebut. Diantaranya, adalah seperti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Cabang Olah Raga (Cabor) angkat besi dari Kota Malang menargetkan raih tiga medali emas dalam Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Hal itu, dikatakan oleh pelatih angkat besi Kota Malang, Muslimin.</p>



<p>Disampaikannya, bahwa saat ini telah disiapkan lima lifter terbaik untuk bertanding dalam ajang tersebut. Diantaranya, adalah seperti Queena Pambayun, Nur Aisah Putri Salwa, M Humam Zaky Azis, M Ali Khan Ridlo dan M Dhymas Syaputra.</p>



<p>“Kami menyiapkan lima lifter terbaik. Target kami adalah tiga medali emas yang diharapkan dapat diraih oleh M Humam Zaky Azis, berdasarkan pencapaian sebelumnya di Porprov XIII,” kata Muslimin, Selasa (21/01/2025) tadi.</p>



<p>Pada Porprov sebelumnya, Zaky berhasil menyumbangkan tiga medali emas untuk Kota Malang. Selain itu, Muslimin juga menyebut lifter berbakat lainnya, M Wafa Alaudin, yang sebelumnya menyumbang satu medali perunggu. Namun, Wafa belum bisa diikutsertakan dalam tim kali ini.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Muslimin mengakui bahwa Kota Kediri akan menjadi lawan berat dalam cabor angkat besi pada Porprov IX mendatang. “Regenerasi atlet di Kota Kediri sangat baik, dan pembinaan mereka menjadi kunci sukses yang harus diwaspadai,” katanya.</p>



<p>Meski demikian, Muslimin menyayangkan minimnya minat generasi muda Kota Malang terhadap olahraga angkat besi. Upaya untuk mencari talenta baru melalui KONI Kota Malang dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan belum membuahkan hasil.</p>



<p>“Minat anak-anak terhadap cabor angkat besi masih sangat kurang. Banyak yang ikut pelatihan hanya beberapa kali, lalu berhenti karena tidak kuat menghadapi kerasnya latihan,” ungkapnya.</p>



<p>Meski menghadapi tantangan regenerasi atlet, Muslimin optimis dengan memaksimalkan potensi lifter yang ada. “Kami akan berusaha agar atlet yang ada dapat terus berprestasi di setiap kejuaraan yang diikuti,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218565</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Angkat Kemajemukan Suku, Budaya dan Tradisi, Banyuwangi Hadirkan Festival Kebangsaan</title>
		<link>https://memontum.com/angkat-kemajemukan-suku-budaya-dan-tradisi-banyuwangi-hadirkan-festival-kebangsaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Nov 2024 11:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[kebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[kemajemukan]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216591</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Kemajemukan suku, budaya dan tradisi di Kabupaten Banyuwangi, dikemas apik dalam Festival Kebangsaan yang digelar di Gedung Seni Budaya (Gesibu) Blambangan. Berlangsung selama dua hari, yakni 15 hingga 16 November, tahun ini tema yang diangkat adalah ‘Kembang Setaman Harmoni Nusantara’. Tema ini, menggambarkan sebuah taman yang banyak ditumbuhi bunga warna-warni yang elok [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Kemajemukan suku, budaya dan tradisi di Kabupaten Banyuwangi, dikemas apik dalam Festival Kebangsaan yang digelar di Gedung Seni Budaya (Gesibu) Blambangan. Berlangsung selama dua hari, yakni 15 hingga 16 November, tahun ini tema yang diangkat adalah ‘Kembang Setaman Harmoni Nusantara’.</p>



<p>Tema ini, menggambarkan sebuah taman yang banyak ditumbuhi bunga warna-warni yang elok dan indah untuk dilihat. Tema tersebut bukan tanpa alasan, itu karena warga di Banyuwangi, terdiri dari berbagai suku. Mulai dari Suku Using, Mandar, Jawa, Bali, Madura serta etnis Tionghoa dan Arab.</p>



<p>&#8220;Mengutip lirik dari lagu Umbul-umbul Blambangan, Banyuwangi adalah tamansari nusantara yang berarti miniaturnya Indonesia. Kerukunan ini kemudian kami bungkus dengan Festival Kebangsaan ini,&#8221; kata Plt Bupati Banyuwangi, Sugirah, Sabtu (16/11/2024) malam.</p>



<p>Beragam seni budaya dari berbagai suku tersebut, ditampilkan dengan apik dalam sebuah panggung festival. Hadir dalam pelaksanaan itu, berbagai tokoh masyarakat, budayawan dan pemuda yang tergabung dalam Forum Pembauran Kebangsaan (FPK).</p>



<p>“Beragam suku yang ada di Banyuwangi, itu memperkaya tradisi seni dan budaya Banyuwangi yang tentunya menjadi modal sosial untuk membangun Banyuwangi. Kerukunan antar etnis Ini harus kita rawat dengan baik,” kata Plt Bupati Sugirah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Banyak etnis lain, selain Suku Osing, yang juga sarat sejarah dan sampai saat ini masih eksis keberadaannya hingga kini. Seperti Suku Tionghoa, yang ada di Banyuwangi. Berasal dari Fukkien Selatan, mata pencaharian mereka adalah berdagang sesuai daerah asalnya. Keberadaannya bisa ditelusuri di daerah pecinan, Karangrejo.</p>



<p>Selain itu, juga ada Suku Mandar. Dikutip dari berbagai sumber, para pelaut Mandar mulai berdatangan ke Banyuwangi, yang dahulu disebut Blambangan, mulai abad 18 hingga 19. Tujuan utamanya untuk berdagang.&nbsp;</p>



<p>Awalnya mereka tinggal di Ulupampang, yang sekarang dikenal Muncar bersama para pedagang lain dari Bugis, Melayu, Tionghoa dan Arab. Kebijakan kolonial Belanda yang mengharuskan pemukiman berdasarkan etnis, membuat mereka harus pindah. Mereka lalu mendiami pesisir Pantai Boom, yang kini dikenal sebagai Kampung Mandar.</p>



<p>Plt Bakesbangpol Banyuwangi, Agus Mulyono, menjelaskan selain malam puncak Festival Kebangsaan, sebelumnya juga digelar show kebangsaan dan berbagai kegiatan menarik lainnya, seperti aneka kuliner khas etnis, lagu-lagu daerah, tarian antar ethnis hingga drama tari nusantara &#8216;Kembang Setaman&#8217;.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, di Banyuwangi sudah tercipta kerukunan antar suku dan etnis serta festival ini untuk memperkuat serta memelihara silaturahmi antar etnis dan suku,” ujar Agus. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216591</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
