<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>angkat &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/angkat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Jul 2026 14:29:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>angkat &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Angkat Relief Candi Jago Jadi Motif Batik Baru, Mahasiswa Binus Malang Siap Kembangkan ke UMKM</title>
		<link>https://memontum.com/angkat-relief-candi-jago-jadi-motif-batik-baru-mahasiswa-binus-malang-siap-kembangkan-ke-umkm</link>
					<comments>https://memontum.com/angkat-relief-candi-jago-jadi-motif-batik-baru-mahasiswa-binus-malang-siap-kembangkan-ke-umkm#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[kembangkan]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[relief]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=233698</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Relief Candi Jago di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, menjadi inspirasi karya tugas akhir mahasiswa Program Studi Visual Communication Design (VCD) BINUS University @Malang. Melalui riset selama berbulan-bulan, Arka Rasika Damara, mahasiswa angkatan 2022, mengembangkan identitas visual berbasis relief Candi Jago yang kemudian diterapkan menjadi motif batik dan berbagai produk suvenir. Pria [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Relief Candi Jago di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, menjadi inspirasi karya tugas akhir mahasiswa Program Studi Visual Communication Design (VCD) BINUS University @Malang. Melalui riset selama berbulan-bulan, Arka Rasika Damara, mahasiswa angkatan 2022, mengembangkan identitas visual berbasis relief Candi Jago yang kemudian diterapkan menjadi motif batik dan berbagai produk suvenir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pria semester delapan itu, mengatakan bahwa gagasan tersebut berangkat dari minimnya pemanfaatan visual relief Candi Jago sebagai identitas budaya. Selama ini, cerita yang terkandung dalam relief lebih banyak dikenal melalui narasi, sementara visualnya belum banyak diadaptasi ke berbagai media kreatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Potensi Candi Jago sangat besar, tetapi visual reliefnya belum banyak diterapkan pada media lain. Saya ingin membuatnya lebih fleksibel sehingga bisa digunakan pada berbagai produk,&#8221; ujar Arka, Kamis (09/07/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Arka sengaja memilih Candi Jago, setelah melakukan survei ke sejumlah situs cagar budaya di Jawa Timur. Dibandingkan candi lain yang sudah cukup sering diangkat menjadi inspirasi karya, kata Arka, Candi Jago masih jarang dieksplorasi, padahal memiliki nilai sejarah dan cerita yang kuat, seperti kisah Angling Dharma.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Jadi prosesnya mulai dari nol, di bulan Februari 2026. Mulai dari mengambil foto, survei dan sampai riset beberapa cerita yang mungkin lebih cocok untuk diterapkan,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>



<div class="wp-block-jetpack-related-posts">
<h2 class="wp-block-heading"></h2>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Arka mengaku dalam proses yang dijalani tidaklah mudah. Salah satu tantangan terbesar adalah merekonstruksi bagian-bagian relief yang telah rusak atau aus dimakan usia. Dia harus menginterpretasikan kembali sejumlah motif agar tetap merepresentasikan bentuk aslinya sekaligus menarik secara visual.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Dalam proses rekonstruksi memang cukup menantang karena ada beberapa relief yang sudah tidak utuh. Saya mencoba mengolahnya menjadi visual yang tetap mencerminkan karakter Candi Jago, tetapi lebih relevan dengan kebutuhan saat ini,&#8221; tutur Arka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Arka berharap, hasil karyanya tidak berhenti sebagai proyek akademik, melainkan dapat dimanfaatkan masyarakat melalui berbagai produk kreatif yang mengangkat identitas budaya lokal. &#8220;Untuk saya sendiri sebenarnya ingin menerapkannya ke masyarakat dan kemudian mungkin bisa dijadikan sebuah media bentuk lain kedepannya,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, pemilik UMKM Batik Pandan Arum, Halimah, menyambut positif kolaborasi yang dia jalin dengan mahasiswa Binus Malang. Motif yang dikembangkan Arka, menawarkan perspektif baru dalam pengembangan batik khas Malangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kalau motif khas Malang biasanya topeng atau singa. Motif Candi Jago seperti ini belum pernah ada, sehingga menjadi sesuatu yang baru dan punya potensi pasar,&#8221; ucap Halimah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirinya menilai, desain tersebut tidak hanya dapat diterapkan pada kain batik, tetapi juga dikembangkan menjadi berbagai produk suvenir atau merchandise khas Malang. &#8220;Harapannya dengan kolaborasi ini dapat terus berlanjut. Terlebih, selama menjadi mitra binaan banyak sekali manfaat yang saya dapat, mulai dari pengembangan desain hingga pemasaran digital yang membantu meningkatkan daya saing usahanya,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/angkat-relief-candi-jago-jadi-motif-batik-baru-mahasiswa-binus-malang-siap-kembangkan-ke-umkm/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233698</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perum Jasa Tirta I Gelar Selorejo Run Challenge 2026, Angkat Sport Tourism dan Edukasi Konservasi Air</title>
		<link>https://memontum.com/perum-jasa-tirta-i-gelar-selorejo-run-challenge-2026-angkat-sport-tourism-dan-edukasi-konservasi-air</link>
					<comments>https://memontum.com/perum-jasa-tirta-i-gelar-selorejo-run-challenge-2026-angkat-sport-tourism-dan-edukasi-konservasi-air#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[challenge]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[Selorejo]]></category>
		<category><![CDATA[tourism]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=233695</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I akan menggelar Selorejo Run Challenge 2026, di Kawasan Waduk Selorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, pada Minggu (09/08/2026) mendatang. Dengan mengusung konsep Run the View, ajang lari tersebut tidak hanya menjadi wadah olah raga, tetapi juga mengajak masyarakat mengenal pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya air. Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I akan menggelar Selorejo Run Challenge 2026, di Kawasan Waduk Selorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, pada Minggu (09/08/2026) mendatang. Dengan mengusung konsep Run the View, ajang lari tersebut tidak hanya menjadi wadah olah raga, tetapi juga mengajak masyarakat mengenal pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya air.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum Perum Jasa Tirta I, Ivania Aestrianingsih, mengatakan bahwa penyelenggaraan tahun ini mengusung konsep sport tourism yang dipadukan dengan edukasi mengenai pengelolaan waduk dan konservasi daerah aliran sungai. &#8220;Melalui kegiatan ini kami ingin mengenalkan bagaimana pengelolaan sumber daya air di Waduk Selorejo, kondisi sungai, hingga pemanfaatan air yang ada di bendungan. Jadi bukan sekadar lari, tetapi juga mengenalkan alam dan pentingnya menjaga kelestariannya,&#8221; ujar Ivania, dalam Press Conference, di Kantor PJT I, Kamis (09/07/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dikatakannya, bahwa Waduk Selorejo memiliki peran strategis, karena menjadi sumber pasokan air bagi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sekaligus memenuhi kebutuhan air masyarakat. Karena itu, keberlanjutan kawasan hulu menjadi perhatian utama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kalau hulunya sudah beralih fungsi, sedimentasi akan meningkat. Padahal waduk ini menjadi penopang pasokan air untuk pembangkit listrik dan kebutuhan masyarakat sekitar. Karena itu keberlanjutannya harus dijaga,&#8221; jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain mengkampanyekan pelestarian lingkungan, Perum Jasa Tirta I juga menjadikan kegiatan tersebut sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisata ke kawasan Selorejo. Menurut Ivania, tren olahraga lari dan bersepeda yang semakin diminati masyarakat dinilai mampu menjadi daya tarik baru bagi destinasi wisata tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sebelumnya kegiatan lari lebih banyak untuk internal. Sekarang kami buka untuk umum agar semakin banyak masyarakat datang ke Selorejo. Harapannya, event seperti ini bisa meningkatkan kunjungan wisata,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>



<div class="wp-block-jetpack-related-posts">
<h2 class="wp-block-heading"></h2>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Perwakilan Penyelenggara Selorejo Run Challenge 2026, Yan Christanto, menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebut menyediakan dua kategori lomba, yakni 8 kilometer dan 17 kilometer. Ditargetkan ada 1.000 peserta yang mengikuti dari berbagai daerah di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami menargetkan 1.000 peserta. Saat ini pendaftar sudah mencapai sekitar 60 persen dari target,&#8221; ucapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yan menjelaskan, perlombaan menggunakan sistem pencatatan waktu (timing system) secara digital sehingga peserta dapat mengetahui hasil finis secara akurat. Pada kategori 17 kilometer, peserta akan menempuh lintasan dengan elevation gain sekitar 542 meter dan cut off time selama 5 jam. Sementara, kategori 8 kilometer memiliki elevation gain sekitar 239 meter dengan cut off time selama 2,5 jam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sisi keselamatan, panitia menyiapkan jalur yang dapat diakses kendaraan evakuasi, tiga pos medis, sejumlah water station, serta mewajibkan peserta membawa surat keterangan sehat sebelum mengikuti lomba. &#8220;Kami mengutamakan keselamatan peserta. Jalur dapat dijangkau kendaraan evakuasi, tersedia pos medis dan water station, serta seluruh peserta diwajibkan membawa surat sehat,&#8221; imbuhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai informasi, untuk pendaftaran Selorejo Run Challenge 2026 telah dibuka melalui kanal resmi penyelenggaraan, yakni Instagram @selorejorun dan laman gelar.in/event/selorejorun/. Masa pendaftaran akan ditutup pada 20 Juli 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, panitia juga akan menggelar war tiket pada 12 Juli 2026 bagi 15 orang yang beruntung. Melalui program tersebut, peserta berkesempatan memperoleh harga khusus, yakni Rp 280 ribu untuk kategori 8K dan Rp 430 ribu untuk kategori 17K. Untuk informasi mengenai teknis war tiket akan diumumkan melalui instagram Selorejo Run Challenge 2026. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/perum-jasa-tirta-i-gelar-selorejo-run-challenge-2026-angkat-sport-tourism-dan-edukasi-konservasi-air/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233695</post-id>	</item>
		<item>
		<title>94 Mahasiswa DKV Binus Malang Pamerkan Karya Citrapata, Angkat Isu Mental Health hingga Budaya</title>
		<link>https://memontum.com/94-mahasiswa-dkv-binus-malang-pamerkan-karya-citrapata-angkat-isu-mental-health-hingga-budaya</link>
					<comments>https://memontum.com/94-mahasiswa-dkv-binus-malang-pamerkan-karya-citrapata-angkat-isu-mental-health-hingga-budaya#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[citrapata]]></category>
		<category><![CDATA[health]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mental,]]></category>
		<category><![CDATA[pamerkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=233692</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebanyak 94 mahasiswa Program Studi Visual Communication Design (VCD) dan Interactive Design Technology (IDT) BINUS University @Malang menggelar pameran karya bertajuk Citrapata. Pameran yang berlangsung pada 6 hingga Juli 2026 itu, menjadi ajang bagi mahasiswa memamerkan hasil pembelajaran selama satu semester hingga satu tahun yang berangkat dari persoalan nyata di masyarakat. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebanyak 94 mahasiswa Program Studi Visual Communication Design (VCD) dan Interactive Design Technology (IDT) BINUS University @Malang menggelar pameran karya bertajuk Citrapata. Pameran yang berlangsung pada 6 hingga Juli 2026 itu, menjadi ajang bagi mahasiswa memamerkan hasil pembelajaran selama satu semester hingga satu tahun yang berangkat dari persoalan nyata di masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rektor Binus University, Nelly, mengatakan bahwa pameran karya merupakan agenda rutin yang digelar setiap akhir semester, khususnya bagi mahasiswa School of Design. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperoleh masukan dari dosen, masyarakat, maupun sesama mahasiswa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Event seperti ini memberikan kesempatan kepada Binusian untuk memperlihatkan karya dan idenya. Harapannya mereka mendapatkan masukan sehingga karya yang dihasilkan terus berkembang,&#8221; ujar Nelly, dalam press conference, Kamis (09/07/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dikatakannya, bahwa Binus Universty juga terus mendorong setiap proses pembelajaran menghasilkan karya yang tidak hanya kreatif. Namun, memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Hasil akhirnya kami selalu mendorong mahasiswa memiliki karya, ide dan inovasi yang benar-benar bisa digunakan di masyarakat,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Direktur Kampus Binus University @Malang, Robertus Tang Herman, menilai pameran tersebut menjadi bukti komitmen kampus sebagai digital entrepreneur campus yang menghadirkan inovasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri. &#8220;Kami ingin menunjukkan bahwa karya mahasiswa Binus Malang memiliki nilai tinggi dan relevan dengan kebutuhan masyarakat maupun industri. Kampus harus menjadi penghubung antara dunia pendidikan, industri, dan masyarakat,&#8221; kata Robert.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut, Head of Visual Communication Design Binus University @Malang, Victor Adiluhung Abednego, menjelaskan bahwa tajuk Citrapata berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti lembar karya. Pameran tersebut, menjadi puncak perjalanan akademik mahasiswa dalam menghasilkan karya berbasis penyelesaian masalah (problem solving).</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>



<div class="wp-block-jetpack-related-posts">
<h2 class="wp-block-heading"></h2>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum merancang karya, mahasiswa diwajibkan melakukan riset langsung ke lapangan, mulai dari UMKM, industri, perusahaan, komunitas hingga instansi pemerintah. Bahkan, riset dilakukan di berbagai daerah, seperti Malang, Surabaya, Manado hingga Papua.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami meminta mahasiswa terjun langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi persoalan yang dihadapi masyarakat, kemudian menawarkan solusi melalui pendekatan desain sesuai kompetensi mereka,&#8221; ucap Victor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirinya juga menyebut, terdapat lima bidang karya yang dipamerkan, yakni motion graphic, ilustrasi, advertising and brand campaign, branding, serta interactive design atau UI/UX. Seluruh karya memadukan pendekatan desain, teknologi dan budaya agar tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Untuk isu yang paling banyak diangkat mahasiswa dalam pameran tahun ini adalah kesehatan mental dan pelestarian budaya. Kedua tema tersebut dikembangkan dalam berbagai bentuk, mulai dari komik, animasi, film, aplikasi digital, website hingga kampanye sosial. Relevansinya itu juga sangat tinggi karena seluruh karya berangkat dari real case. Mahasiswa mengkaji persoalan yang benar-benar dialami masyarakat sehingga solusi yang ditawarkan bisa langsung diterapkan,&#8221; jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak sekadar menjadi ajang pameran, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari sidang tugas akhir mahasiswa. Selama empat hari pelaksanaan, setiap peserta mempresentasikan karyanya di hadapan dosen penguji untuk dinilai dari aspek kemampuan menyelesaikan masalah, kualitas estetika, hingga pemanfaatan teknologi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Setiap karya yang dihasilkan ini tidak hanya berhenti setelah ujian saja, mahasiswa juga wajib mendiseminasikan hasil karyanya kepada mitra atau pemangku kepentingan yang menjadi objek riset sehingga hasil desain dapat dimanfaatkan secara langsung,&#8221; imbuh Victor. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/94-mahasiswa-dkv-binus-malang-pamerkan-karya-citrapata-angkat-isu-mental-health-hingga-budaya/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233692</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Resmikan Koperasi Desa Merah Putih di Banyuwangi, Menkop Ferry Ingatkan Angkat Hasil Produk Lokal</title>
		<link>https://memontum.com/resmikan-koperasi-desa-merah-putih-di-banyuwangi-menkop-ferry-ingatkan-angkat-hasil-produk-lokal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[menkop]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[Resmikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228604</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Menteri Koperasi (Menkop) RI, Ferry Juliantono, meresmikan Koperasi Desa Merah Putih (KDSP) yang berada di Kelurahan Tukang Kayu, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (09/12/2025) tadi. Koperasi yang diresmikan ini, merupakan satu dari total 217 KDMP di seluruh desa atau kelurahan di Banyuwangi. Sekedar diketahui, koperasi tersebut memiliki sejumlah lini usaha untuk melayani [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Menteri Koperasi (Menkop) RI, Ferry Juliantono, meresmikan Koperasi Desa Merah Putih (KDSP) yang berada di Kelurahan Tukang Kayu, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (09/12/2025) tadi. Koperasi yang diresmikan ini, merupakan satu dari total 217 KDMP di seluruh desa atau kelurahan di Banyuwangi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekedar diketahui, koperasi tersebut memiliki sejumlah lini usaha untuk melayani anggota dan masyarakat. Diantaranya, seperti gerai penjualan Sembako dan produk UMKM dan simpan pinjam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Alhamdulillah, saya bisa hadir secara langsung dan meresmikan koperasi di Banyuwangi. Peresmian ini menandai beroperasinya KDMP Tukang Kayu,” kata Menkop.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ditambahkan Menkop Ferry, pemerintah menargetkan pembentukan 80 ribu KDMP se Indonesia, yang merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo untuk menguatkan ekonomi kerakyatan. Semua KDMP, akan dikelola secara modern dengan menekankan digitalisasi, integrasi usaha produktif desa dan kelurahan serta berperan sebagai pusat layanan ekonomi desa, memperkuat ketahanan pangan, menyediakan akses pembiayaan sekaligus menjadi wadah sosial dan kesehatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">“Seperti KDMP Tukang kayu ini, pengelolaan modern sudah kelihatan berjalan meskipun belum ideal. Tentunya, ini akan ada perbaikan ke depan. Kita juga meminta, Koperasi Kelurahan Tukang Kayu bisa mengangkat hasil produk lokal. UMKM didampingi, diajarkan memproduksi berbagai produk kebutuhan, dibiayai, hingga difasilitasi penjualannya,” imbuhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi, Guntur Priambodo, mengatakan bahwa pemerintah daerah siap mendukung berjalannya koperasi desa merah putih di daerah. Bahkan, Pemkab akan melakukan pendampingan, baik kelembagaan maupun proses bisnisnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami akan membantu mencarikan jaringan usaha hingga mengarahkan potensi usaha yang akan dijadikan unggulannya. Sehingga seluruh koperasi ini bisa berjalan sesuai aturan,” kata Sekda Guntur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengelola KDMP Tukang Kayu, Imam Maskun, menambahkan bahwa saat ini terdapat 600 anggota yang telah terinput resmi di Sistem Informasi Koperasi Desa (Simkopdes). Dengan UMKM yang tergabung, ada sebanyak 23 UMKM.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Selain menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, kami memfasilitasi penjualan produk-produk UMKM mulai makanan, kerajinan dan komoditi. Kami juga memiliki merek kolektif yang bisa digunakan bersama untuk mendukung penjualan,” ujarnya. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228604</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sapa Masyarakat, Bupati Fawait Apresiasi Investor Lokal yang Berani Angkat Potensi Perekonomian Daerah</title>
		<link>https://memontum.com/sapa-masyarakat-bupati-fawait-apresiasi-investor-lokal-yang-berani-angkat-potensi-perekonomian-daerah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2025 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[berani]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[fawait]]></category>
		<category><![CDATA[Investor]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Perekonomian]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227996</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengapresiasi pengusaha atau investor lokal yang berani menanamkan modalnya untuk mengangkat potensi perekonomian daerah. Dimana, dampak dari investasi tersebut tentu membuat perekonomian daerah tumbuh pesat. Apresiasi tersebut, disampaikan orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Jember, saat Program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku) di Kecamatan Kencong, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengapresiasi pengusaha atau investor lokal yang berani menanamkan modalnya untuk mengangkat potensi perekonomian daerah. Dimana, dampak dari investasi tersebut tentu membuat perekonomian daerah tumbuh pesat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apresiasi tersebut, disampaikan orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Jember, saat Program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku) di Kecamatan Kencong, Jumat (21/11/2025) tadi. Bupati Fawait menegaskan, mengenai arah baru pembangunan di wilayah selatan Jember. Disebutkannya, Kecamatan Kencong memiliki posisi strategis sebagai kawasan ekonomi yang tengah tumbuh pesat. Dirinya secara terbuka, menyoroti potensi Kencong sebagai salah satu kawasan penggerak ekonomi daerah yang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat ditemui di pertemuan Kader Posyandu, Gus Fawait-sapaan Bupati Jember, menyampaikan bahwa Kencong memiliki kekuatan ekonomi yang tidak dimiliki semua kecamatan. Salah satu yang paling menonjol, adalah sektor pariwisata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kencong punya wisata alam Paseban dan itu bukan sekadar aset lokal. Bahkan saudara-saudara kita Umat Hindu dari Bali, datang jauh-jauh ke sini. Artinya, Kencong punya daya tarik yang kuat untuk menjadi destinasi regional,” ungkap Bupati Jember.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain wisata alam, Bupati Fawait juga menyoroti keberadaan destinasi keluarga seperti Dira, yang salah satu investasi swasta yang berdampak besar terhadap ekonomi kawasan. Kehadiran Dira tidak hanya meningkatkan nilai tanah, tetapi juga menggerakkan arus kunjungan dari luar daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">“Sebelum ada Dira, jarang ada yang dari Lumajang atau wilayah lain datang ke Jember bagian barat. Hari ini mereka datang, belanja dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Ini bukti bahwa investasi lokal bisa menjadi pengungkit besar bagi pertumbuhan daerah,” kata Bupati Fawait.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirinya juga menyampaikan, apresiasi kepada para investor asli Jember, yang memilih menanam modal di wilayah selatan. Investasi semacam itu, dianggap memberi eksternalitas positif, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga meningkatnya kegiatan ekonomi masyarakat kecil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Yang kita butuhkan adalah semakin banyak pengusaha seperti Pak Haji Ponimin, yang mau berinvestasi di wilayah yang belum terlalu berkembang. Daerah seperti Kencong ini potensinya luar biasa, tinggal kita kuatkan ekosistemnya,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gus Fawait memastikan, bahwa Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen memberikan kemudahan investasi untuk mendorong percepatan pembangunan wilayah-wilayah potensial seperti Kencong. Dirinya juga menegaskan, bahwa berbagai opsi insentif fiskal disiapkan, tanpa menaikkan beban pajak masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Untuk investor yang ingin masuk ke Jember, kami siapkan karpet warna pink. Kalau memang dibutuhkan insentif fiskal, itu bisa kita berikan. Yang penting, investasi yang masuk memberi manfaat bagi masyarakat dan mempercepat pertumbuhan daerah,” tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program Bunga Desaku di Kencong, menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus kesempatan bagi Bupati Fawait untuk menguatkan kembali arah pembangunan kecamatan yang disebutnya sebagai salah satu poros penggerak ekonomi Jember. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227996</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Angkat Perekonomian Masyarakat, Bupati Jember Tebar Program Gerobak Cinta</title>
		<link>https://memontum.com/angkat-perekonomian-masyarakat-bupati-jember-tebar-program-gerobak-cinta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 13:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[gerobak]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Perekonomian]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227175</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, terus berupaya menggenjot semua sektor perekonomian masyarakat. Tujuan utamanya, adalah untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Sementara salah satu upaya yang dilakukan, yaitu dengan mengajak para pelaku UMKM, PKL hingga mlijo (pedagang sayur), menjadi pahlawan ekonomi desa melalui kerja keras, kolaborasi dan kepedulian terhadap lingkungan. Dirinya menegaskan, akan pentingnya pemberdayaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, terus berupaya menggenjot semua sektor perekonomian masyarakat. Tujuan utamanya, adalah untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara salah satu upaya yang dilakukan, yaitu dengan mengajak para pelaku UMKM, PKL hingga mlijo (pedagang sayur), menjadi pahlawan ekonomi desa melalui kerja keras, kolaborasi dan kepedulian terhadap lingkungan. Dirinya menegaskan, akan pentingnya pemberdayaan ekonomi rakyat secara berkelanjutan melalui program &#8216;Gerobak Cinta&#8217;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program &#8216;Gerobak Cinta&#8217; sendiri diperkenalkan, sebagai bantuan alat usaha bagi pelaku ekonomi kecil dengan pendataan oleh Dinas Koperasi. Hal ini, disampaikannya di hadapan para pelaku UMKM, PKL dan mlijo, di Lapangan Suci, Kecamatan Panti, Senin (27/10/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Pengalaman saat krisi ekonomi 1998, ekonomi Indonesia segera pulih karena pergerakan ekonomi UMKM, PKL, mlijo. Tahun 2008 juga demikian, ekonomi pulih karena UMKM, PKL, mlijo,&#8221; kata Bupati Jember.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Besarnya jasa para pegiat ekonomi masyarakat ini, kemudian disampaikan Gus Fawait sebagai bagian pahlawan ekonomi. Sehingga sebagai bentuk apresiasi dan upaya meningkatkan kesejahteraan Pemkab Jember, akan mengupayakan pemberian gerobak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kenapa tidak uang, karena uang itu akan habis. Maka, pemberiannya secara bertahap,&#8221; ujarnya</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Bupati Fawait, pemerintah setempat saat ini sedang menggandeng perbankan untuk memperluas akses permodalan dan pelatihan usaha. Tidak hanya itu, akan diperjuangkan agar bunga banknya kecil bahkan tanpa bunga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Secara bertahap kemudian kami akan membuka akses kredit permodalan. Kami akan kerjasama dengan perbankan bagaimana bunganya bisa gratis,&#8221; tambah Bupati Fawait.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bupati juga berpesan, agar pelaku usaha kecil menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari pengembangan desa wisata. Kegiatan ini, menegaskan komitmen Pemkab Jember dalam membangun kesejahteraan masyarakat kecil secara berkelanjutan. <strong>(kom/rio/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227175</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Banyuwangi Angkat 4.909 Pegawai Honorer Jadi PPPK Paruh Waktu</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-banyuwangi-angkat-4-909-pegawai-honorer-jadi-pppk-paruh-waktu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Honorer]]></category>
		<category><![CDATA[pegawai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225974</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengangkat sebanyak 4.909 honorer di lingkungan Pemkab Banyuwangi menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Sejumlah tenaga honorer itu, terdiri dari guru, tenaga kesehatan dan teknis. Dengan diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu, maka ribuan honorer tersebut akan menyandang status kepegawaian sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Disampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengangkat sebanyak 4.909 honorer di lingkungan Pemkab Banyuwangi menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Sejumlah tenaga honorer itu, terdiri dari guru, tenaga kesehatan dan teknis. Dengan diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu, maka ribuan honorer tersebut akan menyandang status kepegawaian sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Disampaikan Bupati Ipuk, bahwa pengangkatan honorer menjadi PPPK Paruh Waktu ini sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mendukung pembangunan Kabupaten Banyuwangi. “Ada 4 ribu honorer yang akan kami angkat menjadi PPPK Paruh Waktu. Ini sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mendukung pembangunan daerah. Kami berharap, dengan kebijakan ini kinerja mereka ini terus meningkat dalam melayani publik,” kata Bupati Ipuk, Minggu (14/09/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diketahui, bahwa PPPK Paruh Waktu adalah pegawai ASN yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja secara paruh waktu dan diberikan upah sesuai dengan ketersediaan anggaran instansi pemerintah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Banyuwangi, Ilzam Nuzuli, menambahkan bahwa kebijakan pengangkatan PPPK Paruh Waktu ini menyesuaikan kemampuan fiskal daerah. Mereka yang akan diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu, merupakan pegawai non ASN yang pernah mengikuti seleksi PPPK tahap I dan II namun tidak lulus tes.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Bagi kabupaten dan kota yang tidak memiliki cukup anggaran, mungkin saja hanya mengambil separuh atau menyesuaikan kemampuan anggaran mereka. Alhamdulillah, Bupati Ipuk mengambil kebijakan bagi honorer yang tidak lulus seleksi PPPK tahap I dan II diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu,” jelas Ilzam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ditambahkannya, di Banyuwangi terdapat 4.953 honorer yang tidak lulus pada seleksi PPPK tahap I dan II. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.909 orang diusulkan menjadi PPPK Paruh Waktu.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">“Sisanya sebanyak 44 orang dikeluarkan dari database karena meninggal dunia, tidak aktif bekerja, ataupun juga mereka yang saat ini telah memasuki usia pensiun,” urai Ilzam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masih menurut Ilzam, bahwa sebanyak 4.909 honorer tersebut, saat ini tengah melaksanakan pemberkasan untuk pengusulan penetapan Nomor Induk (NI) PPPK paruh waktu. Mereka terdiri atas 1.541 guru, 259 tenaga kesehatan dan 3.109 tenaga teknis lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Para honorer tersebut wajib melakukan pengisian daftar riwayat hidup (DRH) secara elektronik melalui laman http://sscasn.bkn.go.id , dimulai pada 12-22 September 2025. Saat mengisi DRH, mereka wajib mengunggah sejumlah dokumen pendukung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti pas foto terbaru, ijazah dan transkrip nilai asli, surat pernyataan bermaterai, surat keterangan sehat, serta Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Semua berkas tersebut harus di-scan dari dokumen ASLI berwarna, utuh dan tidak terpotong. Pastikan dokumen yang diunggah memiliki kualitas baik dan dapat terbaca dengan jelas,” kata Ilzam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah proses pemberkasan selesai, lanjutnya, mereka tinggal menunggu penetapan NIPPPK Paruh Waktu dari BKN, untuk selanjutnya dilakukan pelantikan oleh bupati. “Penetapan NIPPPK Paruh Waktu dari BKN diperkirakan tidak sampai Oktober. Setelah dari BKN keluar, daerah akan menetapkan SK Bupati. Penempatannya, sementara sesuai dengan formasi yang dipilih saat mendaftar seleksi PPPK,” terang Ilzam. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225974</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bagikan Dividen Rp 962 Miliar, PT Gudang Garam Angkat Susilo Wonowidjojo sebagai Presiden Direktur</title>
		<link>https://memontum.com/bagikan-dividen-rp-962-miliar-pt-gudang-garam-angkat-susilo-wonowidjojo-sebagai-presiden-direktur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2025 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[bagikan]]></category>
		<category><![CDATA[direktur]]></category>
		<category><![CDATA[dividen]]></category>
		<category><![CDATA[Gudang]]></category>
		<category><![CDATA[miliar]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[susilo]]></category>
		<category><![CDATA[wonowidjojo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223324</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; PT Gudang Garam Tbk menggelar press rilis mengenai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), yang berlangsung di Grand Surya Hotel, Kediri, Rabu (25/06/2025) tadi. Dalam rapat tersebut, sejumlah keputusan strategis telah disahkan, termasuk pembagian dividen, penunjukan anggota direksi dan dewan komisaris baru, serta penunjukan auditor independen. Dalam rilis RUPST itu, para [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; PT Gudang Garam Tbk menggelar press rilis mengenai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), yang berlangsung di Grand Surya Hotel, Kediri, Rabu (25/06/2025) tadi. Dalam rapat tersebut, sejumlah keputusan strategis telah disahkan, termasuk pembagian dividen, penunjukan anggota direksi dan dewan komisaris baru, serta penunjukan auditor independen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam rilis RUPST itu, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 962,044 miliar atau sebesar Rp 500 persaham untuk tahun buku 2024. Dividen ini, akan dibagikan kepada para pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham yang sah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, rapat juga menyetujui pengangkatan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan yang baru. Susunan terbaru, Direksi PT Gudang Garam Tbk adalah sebagai berikut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Presiden Direktur dijabat oleh Susilo Wonowidjojo. Wakil Presiden Direktur dijabat Indra Gunawan Wonowidjojo, Direktur dijabat Heru Budiman, Henry Susanto, Istat Taswin Siddharta, Andik Wahyudi, Andhy Hamany Halim, Slamet Budiono dan Sony Sasono Rahmadi</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Sementara untuk jajaran Dewan Komisaris, ditetapkan sebagai berikut. Presiden Komisaris dijabat Juni Setiawati Wonowidjojo, Komisaris Independen dijabat Frank Willem van Gelder, Komisaris Independen dijabat Gotama Hengdratsonata, Komisaris Independen dijabat Hanlim Suprianto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rapat juga memutuskan untuk menunjuk kembali Kantor Akuntan Publik Siddharta Widjaja &amp; Rekan, sebagai auditor independen untuk tahun buku 2025. Sebagai bagian dari pengelolaan perusahaan yang berkelanjutan, pemegang saham memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menentukan honorarium dan tunjangan anggota direksi dan komisaris, serta menetapkan kebijakan remunerasi selama lima tahun ke depan hingga ditutupnya RUPS kelima.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah-langkah strategis yang diambil dalam RUPST kali ini, mencerminkan komitmen PT Gudang Garam Tbk dalam menjaga tata kelola perusahaan yang baik dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham. <strong>(pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223324</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Promosikan Wisata dan Kenalkan Kearifan Lokal, Badar Besi Semeru Lumajang di Angkat sebagai Judul Film</title>
		<link>https://memontum.com/promosikan-wisata-dan-kenalkan-kearifan-lokal-badar-besi-semeru-lumajang-di-angkat-sebagai-judul-film</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2025 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[kearifan]]></category>
		<category><![CDATA[kenalkan]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[promosikan]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221930</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang Indah Amperawati, bersama Wakil Bupati (Wabup), Yudha Adji Kusuma, menghadiri Gala Premier film Dendam Mustika Badar Besi Semeru, yang diselenggarakan di Auditorium Perpustakaan Daerah Lumajang, Jumat (09/05/2025) tadi. Film ini, mengangkat kisah asal-usul Badar Besi Semeru, salah satu legenda lokal yang sarat makna historis dan budaya. Dalam sambutannya, Bunda Indah-sapaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang Indah Amperawati, bersama Wakil Bupati (Wabup), Yudha Adji Kusuma, menghadiri Gala Premier film Dendam Mustika Badar Besi Semeru, yang diselenggarakan di Auditorium Perpustakaan Daerah Lumajang, Jumat (09/05/2025) tadi. Film ini, mengangkat kisah asal-usul Badar Besi Semeru, salah satu legenda lokal yang sarat makna historis dan budaya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam sambutannya, Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang menyampaikan apresiasi atas karya kreatif anak-anak muda Lumajang dan menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk mendukung pengembangan sektor ekonomi kreatif di daerah. “Film, seni tari dan musik adalah media yang sangat efektif untuk mengenalkan potensi Lumajang. Kami akan terus mendukung kegiatan-kegiatan kreatif masyarakat yang mampu mengangkat kekayaan budaya lokal ke panggung nasional,” kata Bunda Indah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut Bupati Lumajang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun citra positif Lumajang melalui karya seni. Dirinya berharap, film ini menjadi awal dari gerakan kreatif yang lebih besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Wabup Yudha Adji Kusuma juga mengapresiasi film tersebut sebagai salah satu bentuk inovasi dalam promosi pariwisata dan identitas budaya Lumajang. “Ini adalah simbol kebersamaan dan semangat untuk terus memajukan Lumajang. Kami optimis bahwa ke depan, akan lahir lebih banyak karya yang membanggakan dari sineas muda daerah ini. Insyaallah, kami akan terus memberikan dukungan,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sutradara film, Harianto, menjelaskan bahwa Dendam Mustika Badar Besi Semeru dibuat sebagai bagian dari upaya mempromosikan destinasi wisata Lumajang melalui media visual yang menarik dan menginspirasi. “Lewat film ini, kami ingin menunjukkan bahwa Lumajang memiliki banyak cerita dan potensi wisata yang layak diketahui publik luas. Ini bukan hanya karya seni, tapi juga bentuk promosi daerah,” ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Film ini, ujarnya, diharapkan menjadi langkah awal bagi industri perfilman lokal untuk terus tumbuh dan berkembang, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda Lumajang agar tidak ragu berkarya dan melestarikan budaya leluhur. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221930</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
