<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>angkutan wisata &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/angkutan-wisata/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 May 2023 12:51:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>angkutan wisata &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tunggu Izin Operasi, 12 Unit Kendaraan Angkutan Wisata Kota Batu Tak Bisa Beroperasi</title>
		<link>https://memontum.com/tunggu-izin-operasi-12-unit-kendaraan-angkutan-wisata-kota-batu-tak-bisa-beroperasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 May 2023 12:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[angkutan wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kawanku]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Kota Batu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=188965</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Sebanyak 12 unit Kendaraan Angkutan Wisata Kota Batu (Kawanku) sudah rampung didesain untuk jasa transportasi mengangkut wisatawan. Namun, seiring telah rampungnya desain, nampaknya belum jelas perkembangannya untuk izin operasinya. Padahal, total biaya modifikasi dari mobil Angkot menjadi satel kendaraan pengangkut wisatawan tidak sedikit. Yakni, menelan anggaran sekitar Rp 30 jutaan. Saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Sebanyak 12 unit Kendaraan Angkutan Wisata Kota Batu (Kawanku) sudah rampung didesain untuk jasa transportasi mengangkut wisatawan. Namun, seiring telah rampungnya desain, nampaknya belum jelas perkembangannya untuk izin operasinya.</p>



<p>Padahal, total biaya modifikasi dari mobil Angkot menjadi satel kendaraan pengangkut wisatawan tidak sedikit. Yakni, menelan anggaran sekitar Rp 30 jutaan.</p>



<p>Saat dilakukan pengecekan di lapangan, pemilik bengkel di Jalan Soekarno, Kota Batu, membenarkan bahwa tempat usaha bengkelnya untuk memodifikasi mobil Kawanku. &#8220;Di sini sudah tidak ada mobil angkutan kota yang dimodifikasi menjadi Kawanku. Itu karena, semua sudah selesai dan sudah diambil semua oleh pemiliknya,&#8221; ujar pemilik bengkel, saat ditemui di lokasi bengkel Jalan Soekarno, Kota Batu, Kamis (18/05/2023) tadi.</p>



<p>Sementara itu, salah satu sopir angkutan kota, Jono, mengatakan bahwa untuk saat ini masih belum bisa mengoperasikan mobil Kawanku, yang sudah rampung desain. Itu karena, Dishub Kota Batu yang sebelumnya sudah janji untuk mengurus administrasi kendaraan, masih belum rampung.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Ada sekitar 12 Kawanku yang sudah selesai didesain dan sebenarnya juga sudah siap dioperasikan. Tetapi, perkembangan dari perizinan operasi masih belum ada kejelasan dari Dishub. Padahal, sebelumnya sudah berjanji mengurusi izin,&#8221; terangnya, saat berada di Terminal Kota Batu.</p>



<p>Sedangkan, tambahnya, untuk memodifikasi kendaraan itu dari angkutan kota menjadi Kawanku, menelan anggaran Rp 30 jutaan. &#8220;Sampai saat ini Kawanku masih diam, karena belum ada izin. Kami juga pernah tanyakan ke Dishub dan katanya masih di meja Kemenhub,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Ketua 9 Jalur Angkutan Umum Kota Batu, Heri Junaedi, secara terpisah membenarkan jika 12 unit Kawanku sudah rampung untuk modifikasi. Namun, rutenya hingga saat ini juga belum ditentukan karena izinnya belum selesai.</p>



<p>&#8220;Memang totalnya kendaraan pengangkut wisatawan Kawanku ada 12 unit. Yang enam unit milik sopir angkutan kota, kemudian yang enam unit lagi milik sopir odong-odong,&#8221; jelasnya.<strong> (put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">188965</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disparbud Sarankan Ubah Titik Penjemputan</title>
		<link>https://memontum.com/disparbud-sarankan-ubah-titik-penjemputan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2020 05:26:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[angkutan wisata]]></category>
		<category><![CDATA[DAMRI]]></category>
		<category><![CDATA[Disparbud]]></category>
		<category><![CDATA[protes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=126791</guid>

					<description><![CDATA[Terkait Protes Sopir Angkutan Terhadap Operasional Damri Memontum Malang &#8211; Bantuan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) dengan mengoperasionalkan Bus Damri, untuk menjangkau tempat-tempat wisata di Jawa Timur, khususnya di wilayah Kabupaten Malang, tidak sepenuhnya berjalan maksimal. Seperti layanan Bus Damri dari Terminal Arjosari ke Pantai Sendang Biru via Balekambang atau sebaliknya, per Jumat (30/10) kemarin, harus berhenti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3><strong>Terkait Protes Sopir Angkutan Terhadap Operasional Damri</strong></h3>
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bantuan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) dengan mengoperasionalkan Bus Damri, untuk menjangkau tempat-tempat wisata di Jawa Timur, khususnya di wilayah Kabupaten Malang, tidak sepenuhnya berjalan maksimal.</p>
<p>Seperti layanan Bus Damri dari Terminal Arjosari ke Pantai Sendang Biru via Balekambang atau sebaliknya, per Jumat (30/10) kemarin, harus berhenti sementara akibat protes sopir angkutan yang merasa jalurnya diambil oleh bus.</p>
<p>Mensikapi hal itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara, akan melakukan koordinasi ulang dengan manajemen bus. Termasuk jika diperlukan, merubah lokasi titik penjemputan penumpang dari sebelumnya Terminal Arjosari atau wisata Pantai Sendang Biru, ke lokasi yang lebih strategis.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya, ada yang perlu dipahami oleh sopir-sopir angkutan. Bahwa, keberadaan bus ini tidak mengganggu trayek mereka. Karena, selama beroperasi, bus ini hanya mengambil penumpang di titik penjemputan. Sementara saat di jalan, bus ini juga tidak diperkenankan untuk mengambil penumpang di jalan. Jadi, untuk aturan mainnya sebenarnya sudah jelas,&#8221; kata Made, Senin (2/11) tadi.</p>
<p>Agar keberadaan bus dan wisatawan yang hendak ke lokasi wisata terwadahi, Made pun menjelaskan, dalam waktu dekat akan berkoordinasi langsung dengan Bus Damri. Sehingga, bisa kembali beroperasi dan tidak dianggap mengganggu trayek angkutan umum.</p>
<p>&#8220;Kita akan berkoordinasi dengan Damri, bagaimana enaknya atau kita akan menyarankan pemindahan titik penjemputan,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Titik penjemputan yang akan ditawarkan, ujar Made, bisa jadi tidak dilakukan di Terminal Arjosari. Namun, mengoptimalkan kawasan alun-alun Kota Malang atau wilayah Ibu Kota Kepanjen.</p>
<p>&#8220;Titik penjemputan yang akan ditawarkan, bisa jadi tidak harus di Arjosari. Namun, seperti alun-alun atau sekalian dari Kepanjen. Intinya, titik penjemputan tersebut tidak mengganggu trayek, jika itu yang menjadi protes sopir angkutan lain,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Adanya dua Bus Damri, Made mengungkapkan, sebenarnya jumlah itu masih belum sebanding dengan animo wisatawan yang hendak ke pantai di Malang Selatan. Karenanya, diharapkan semua pihak saling mendukung, terlebih dengan adanya kunjungan wisatawan akan membawa dampak positif untuk masyarakat sekitar.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya, dua bus ini belum signifikan. Tetapi ini kan baru awal. Jadi, semoga nanti kalau memang berhasil dan atensi masyarakat sangat banyak, bisa diperluas. Terlebih, cost untuk bisa berangkat dan kembali lagi, hanya sebesar Rp 50 ribu. Intinya, mengenai ini akan dikoordinasikan kembali,&#8221; katanya. <strong>(riz/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">126791</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
