<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Anti Terorisme &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/anti-terorisme/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Jul 2018 17:02:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Anti Terorisme &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>22 Menit Pembelajaran Anti Terorisme</title>
		<link>https://memontum.com/22-menit-pembelajaran-anti-terorisme</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jul 2018 17:02:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Anti Terorisme]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/48100-22-menit-pembelajaran-anti-terorisme</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Film berjudul “22 Menit” merupakan kisah Anggota Unit Anti Terorisme, yang berhasil menaklukkan komplotan teroris yang melakukan pengeboman di kawasan Ibukota Jakarta. Dalam film tersebut, Ario Bayu yang berperan sebagai Ardi, anggota pasukan antiterorisme kepolisian yang mempertaruhkan nyawanya demi mengamankan ibukota dari ledakan bom. Berkat kesigapan tim dan juga bantuan dari seorang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Film  berjudul “22 Menit” merupakan kisah Anggota Unit Anti Terorisme, yang berhasil menaklukkan komplotan teroris yang melakukan pengeboman di kawasan Ibukota Jakarta.</p>
<p>Dalam film tersebut, Ario Bayu yang berperan sebagai Ardi, anggota pasukan antiterorisme kepolisian yang mempertaruhkan nyawanya demi mengamankan ibukota dari ledakan bom. Berkat kesigapan tim dan juga bantuan dari seorang polisi lalu lintas bernama Firman (Ade Firman Hakim), pelaku serangan bom bisa diamankan dalam waktu 22 menit. Film ini merupakan kisah nyata di balik aksi Bom Sarinah-Thamrin yang terjadi pada 14 Januari 2016 lalu.</p>
<p>Menurut Hermanto (Wartawan Lumajang) yang ikut menonton film tersebut menceritakan, Jumat(20/7/2018). Dimana film berjudul 22 Menit ini merupakan kisah yang sangat mendebarkan, terlihat kesigapan dari aparat kepolisian dalam memberantas aksi terorisme.</p>
<p>&#8220;Film 22 Menit ini, menceritakan  bagaimana saat bom meledak, baku tembak di tengah keramaian Ibu Kota, hingga aksi heroik dan sangat  berbahaya yang hanya bisa dilakukan oleh anggota kepolisian terlatih,&#8221; terangnya.</p>
<p>Hermanto mengungkapkan, Dari film ini bisa kita petik hikmahnya. Di samping masyakarat bisa melihat langsung kebenaran dari kejadian dibalik teror bom itu, kita juga mengapresiasi anggota Kepolisian yang mempertaruhkan nyawanya  melawan dan memberantas aksi  terorisme. Jalan cerita dalam film &#8217;22 Menit&#8217; sangat menarik dan adegan- adegan yang ditampilkan sangat bercerita. Apalagi adegan-adegan action-nya. Mudah-mudahan film ini bisa menjadi pembelajaran soal anti terorisme bagi masyarakat kita. Sebagai warga kita juga bisa punya andil untuk membantu tugas kepolisian dengan cara waspada dan senantiasa melaporkan bila ada yang mencurigakan terkait Terorisme.</p>
<p>&#8221; Jujur saja kita merasa senang dan bangga setelah menonton  film 22 Menit, yang tidak hanya menghadirkan kualitas hiburan yang bagus namun juga kisah nyata, dari pasukan yang dimiliki Bangsa Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan bangsa&#8221; ungkapnya. <strong>(adi/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">48100</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pernyataan Anti Terorisme dan Radikalisme Saat Adu Ayam Bekisar</title>
		<link>https://memontum.com/pernyataan-anti-terorisme-dan-radikalisme-saat-adu-ayam-bekisar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 May 2018 13:48:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Anti Terorisme]]></category>
		<category><![CDATA[HUT Bhayangkara]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolres Cup]]></category>
		<category><![CDATA[polres trenggalek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=43000</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8212; Ratusan pecinta ayam bekisar datang dari berbagai wilayah, memadati area halaman Mapolres Trenggalek. Mereka datang untuk berpartisipasi mengikuti ajang bergengsi tingkat Nasional Kapolres Cup 2018. Kegiatan tersebut digelar oleh Polres Trenggalek dan masih dalam agenda rangkaian menyambut HUT Bhayangkara ke-72, sekaligus pernyataan anti terorisme serta radikalisme, Minggu (13/5/2018). “Lomba ini sengaja digelar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8212; Ratusan pecinta ayam bekisar datang dari berbagai wilayah, memadati area halaman Mapolres Trenggalek. Mereka datang untuk berpartisipasi mengikuti ajang bergengsi tingkat Nasional Kapolres Cup 2018. Kegiatan tersebut digelar oleh Polres Trenggalek dan masih dalam agenda rangkaian menyambut HUT Bhayangkara ke-72, sekaligus pernyataan anti terorisme serta radikalisme, Minggu (13/5/2018).</p>
<p>“Lomba ini sengaja digelar sebagai wadah bagi para penggemar ayam bekisar Jawa Timur serta sebagai media silaturahmi antar komunitas pecinta ayam bekisar,’’ ucap Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S. Dikatakan, untuk para peserta lomba bukan hanya dari Trenggalek saja, bahkan juga ada yang dari luar Jawa Timur. Sementara yang dipertandingkan di bagi 4 kelas yakni, kelas utama, Madya, Pratama dan Buras. Total ada 179 peserta dari berbagai kota.</p>
<p>“Tidak hanya datang dari Trenggalek, untuk mengikuti acara ini. Tidak berlebihan jika lomba ayam bekisar ini dikatakan sebagai lomba tingkat Nasional, mengingat peserta yang hadir juga dari berbagai penjuru nusantara,’’ tandasnya. AKBP Didit BWS menambahkan, bertepatan dengan digelarnya lomba ayam bekisar di halaman Mapolres Trenggalek, Ratusan peserta dan masyarakat yang hadir membubuhkan tanda tangan disertai kalimat dukungan kepada Polri untuk tegas memberantas aksi terorisme di Indonesia.</p>
<p>Belum sirna kesedihan atas gugurnya beberapa personel Polri dalam kerusuhan di Rutan Cabang Salemba Komplek Mako Brimob Depok karena aksi terorisme. Masyarakat kembali dikejutkan oleh ledakan bom di 3 gereja di Surabaya. “Aksi terorisme yang tidak manusiawi inimendapatkan kecaman dari seluruh masyarakat Indonesia, tak terkecuali masyarakat Trenggalek,’ ’tegasnya</p>
<p>Bisa disaksikan sendiri, lanjutnya, bahwa masyarakat Trenggalek menolak terorisme dan radikalisme. Ini juga sebagai ungkapan turut berduka cita atas gugurnya anggotaBhayangkara Muda beberapa hari yang lalu. “Kami dan para pejabat utama serta tamu undangan bersama-sama membubuhkan tanda tangan ikut berduka cita atas gugurnya beberapa personel Polri karena aksi terorisme. Masyarakat memberikan dukungan kepada Polri untuk memberantas terorisme dan radikalisme sampai keakar-akarnya,” pungkasnya</p>
<p>Dari pantauan kami, terdapat beberapa buah Banner ukuran besar yang disiapkan. Satu, diposisikan berdiri dan yang kedua ukuran 12 meter diletakkan di bawah. Masyarakat sangat antusias membubuhkan tanda tangan sembari menuliskan kata-kata dukungan seperti ‘Aku Ora Wedi Teroris, Lawan,’ ‘Ayo NKRI Harga Mati, Ganyang terorisme,’ ‘Rakyat dibelakang TNI-Polri,’ ‘#KamiTidakTakut’ dan masih banyak lagi. <strong>(mil/yan )</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">43000</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
