<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Antisipasi Virus Corona &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/antisipasi-virus-corona/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Nov 2021 17:23:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Antisipasi Virus Corona &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Antisipasi Varian Delta Plus, Wali Kota Surabaya Siapkan Langkah Pencegahan</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-varian-delta-plus-wali-kota-surabaya-siapkan-langkah-pencegahan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Nov 2021 06:44:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi Virus Corona]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=158310</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memaparkan sejumlah langkah untuk antisipasi varian delta plus. Eri menyebut, dari enem indikator PPKM Darurat Level 1 di Kota Surabaya, hingga hari ini angka kematian sudah 0. Kemudian, rawat inap rumah sakit 0,65 dan kasus konfirmasi 1,78. Untuk ke depannya, kata Wi Kota, yang terpenting adalah kegiatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memaparkan sejumlah langkah untuk antisipasi varian delta plus. Eri menyebut, dari enem indikator PPKM Darurat Level 1 di Kota Surabaya, hingga hari ini angka kematian sudah 0. Kemudian, rawat inap rumah sakit 0,65 dan kasus konfirmasi 1,78.</p>



<p>Untuk ke depannya, kata Wi Kota, yang terpenting adalah kegiatan testing, tracing dan treatment (3T) terus dilakukan secara konsisten. Hingga saat ini, testing di Kota Surabaya berada di angka 0,12, dengan tracing 29,63 dan treatment 1,34.</p>



<p>&#8220;Artinya, kapasitas 3T di Surabaya tergolong sudah memadai,&#8221; ujarnya, Selasa (16/15/2016).</p>



<p>Eri menjelaskan, berdasarkan informasi, data per tanggal 14 November 2021 mencatat, masih ada 7 kasus aktif dari total sekitar 2,9 juta penduduk di Kota Surabaya. Meski kasus aktif masih berada di bawah angka 10,</p>



<p>Selain itu, Eri mengaku tidak ingin kecolongan. Sebab, pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi lonjakan gelombang Covid-19.</p>



<p>Langkah pertama adalah peningkatan kegiatan secara konsisten dan terintegrasi upaya 4T. Yakni, Tracking (Pelacakan), Tracing (Penelusuran), Testing (Pemeriksaan) dan Treatment (Perawatan Kesehatan).</p>



<p>&#8220;Ini yang kita lakukan secara terus menerus hampir selama 24 jam sampai hari ini. Kami berkolaborasi dengan puskesmas, kelurahan, kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas hingga relawan tracer,&#8221; katanya.</p>



<p>Tidak hanya itu, pelaksanaan kegiatan testing juga berjalan dengan melibatkan tiga pilar, yakni pemkot, TNI dan Polri. Sedangkan pelaksanaan Surveilans Aktif (Active Case Finding), dilakukan secara terintegrasi melalui pemeriksaan RT-PCR.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/miliki-65-hektare-lahan-cabai-kota-malang-dinilai-mampu-jaga-ketersediaan-stok">Miliki 65 Hektare Lahan Cabai, Kota Malang Dinilai Mampu Jaga Ketersediaan Stok</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/stabilkan-harga-cabai-tpid-kota-malang-siapkan-intervensi-via-warung-tekan-inflasi">Stabilkan Harga Cabai, TPID Kota Malang Siapkan Intervensi Via Warung Tekan Inflasi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
</ul>


<p>Lebih lanjut Eri menyatakan, bahwa Surveilans Aktif diterapkan dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas bagi warga Satuan Pendidikan. &#8220;Ini kita lakukan selama evaluasi untuk PTM yang dilakukan di sekolah-sekolah. Meskipun kadang-kadang ada yang naik, setelah itu kita blocking area, kita bisa turun kembali,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Operasi yustisi protokol kesehatan (prokes) secara konsisten siang dan malam juga dilakukan oleh jajaran tiga pilar kecamatan dan kelurahan. &#8220;Jadi kami keliling setiap malam ke tempat-tempat keramaian, tidak kami bubarkan tapi kami berikan masker sekaligus melakukan swab secara acak. Dan, kami tanyakan juga terkait dengan vaksin, kalau dia belum divaksin kita lakukan vaksin langsung di lokasi,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, antisipasi gelombang ketiga juga dilakukan pemkot melalui pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) untuk kasus positif CT &lt;20. Apabila ditemukan CT &lt;20, pemkot memastikan memberikan pelayanan ekstra kepada warga tersebut.</p>



<p>Pada lain hal, kata Wali Kota Surabaya, swab massal di wilayah berisiko tinggi di tingkat RT, RW hingga kelurahan, juga secara masif dilakukan. &#8220;Sehingga kita menjaga betul jangan sampai kasusnya naik di Kota Surabaya. Penyekatan wilayah perbatasan juga kami lakukan dengan RT atau RW untuk monitoring pelaku perjalanan,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Sebagai langkah kuratif, Eri&nbsp; memaparkan, bahwa Pemkot Surabaya melakukan evakuasi cepat kasus positif ke lokasi karantina yang telah disiapkan selama 24 jam. Satu diantaranya berada Hotel Asrama Haji (HAH), Kecamatan Sukolilo Surabaya. &#8220;Warga yang sakit (positif) itu kita pisahkan. Kita berpikir kalau kita ingin bebas atau berkurang dari Covid-19, maka yang sakit kita ambil kita berikan tempat tersendiri,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sedangkan untuk lokasi pemukiman warga yang sakit, ujarnya, akan dilakukan blocking area. Dalam radius beberapa meter, warga di kawasan itu akan dilakukan swab massal dan dijaga oleh Satgas Kampung Tanggung Wani Jogo Suroboyo.</p>



<p>Terkait dengan vaksinasi, Pemkot Surabaya bekerjasama dengan beberapa instansi dan stakeholder menyiapkan beberapa langkah percepatan. Mulai dari menyediakan Sentra Vaksinasi Bersama (SVB), vaksin melalui door to door, Vaksinasi Drive Thrue hingga Vaksin Corner di Mall.</p>



<p>Untuk memasifkan upaya ini, Eri menegaskan, bahwa pemkot melalui jajaran kecamatan dan kelurahan rutin melakukan update data vaksinasi pada aplikasi LawanCovid-19. &#8220;Termasuk pula melakukan update data warga yang belum melakukan vaksinasi,&#8221; terangnya. <strong>(ade/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">158310</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Virus Corona,  Pemdes Kedung Banteng Sumawe Dirikan Pos Pantau</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-virus-corona-pemdes-kedung-banteng-sumawe-dirikan-pos-pantau</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2020 11:42:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi Virus Corona]]></category>
		<category><![CDATA[Pemdes Kedung Banteng]]></category>
		<category><![CDATA[sumawe]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=110953</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Satu bentuk antisipasi dengan merebaknya virus Corona atau Convid-19,warga Desa Kedung Banteng Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) Kabupaten Malang mendirikan pos pantau dipusatkan di kantor desa setempat yaitu dengan memperlakukan piket sebanyak lima orang dengan melibatkan semua unsur dengan sisitem piket, mulai dari tokoh masyarkat, tokoh pemuda, BPBD dan LPMD. Program tersebut merupakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Satu bentuk antisipasi dengan merebaknya virus Corona atau Convid-19,warga Desa Kedung Banteng Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) Kabupaten Malang mendirikan pos pantau dipusatkan di kantor desa setempat yaitu dengan memperlakukan piket sebanyak lima orang dengan melibatkan semua unsur dengan sisitem piket, mulai dari tokoh masyarkat, tokoh pemuda, BPBD dan LPMD.</p>
<p>Program tersebut merupakan anjuran dari kantor Kecamatan Sumawe dengan tujuan, untuk melakukan pemantauan kedatangan warga, baik dari luar daerah maupun luar negeri.</p>
<p>&#8220;Warga yang datang dari luar daerah maupun luar negeri,mereka diharuskan memberi tahu kepada piket dan berlanjut dengan pemeriksaan oleh Bidan Desa, &#8221; terang Suwarno Kepala Desa Kedung Banteng Sabtu (4/4/2020) siang.</p>
<p>Tambah Suwarno,toh ia tidak terditeksi dengan pengendapan Convid-19,namun selama 14 hari dianjurkan untuk diisolasi.</p>
<p>&#8220;Kami juga sudah menyampaikan himbauan dan program dari pemerintah.Untuk program larangan seperti batasan jarak untuk berkumpul dan beberapa kegiatan di desa yang berbasis massa,untuk sementara waktu kami hentikan, &#8221; ulasnya.</p>
<p>Disi lain Suwarno juga menjelaskan, saat ini warga Desa Kedung Banteng juga sudah melakukan penyemprotan<br />
disinfektan dengan cara mandiri.</p>
<p>Selain dilakukan di masing-masing lingkungan, warga di desa berpenduduk sekitar 8000 jiwa ini juga mengarah kebeberapa titik sasaran seperti, musala, masjid, sekolah dan Polindes.</p>
<p>&#8220;Penyemprotan ini dilakukan minimal satu minggu sekali yang berlangsung serentak di 4 pedukuhan, &#8221; pungkasnya. <strong>(sur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">110953</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
