<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Apeksi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/apeksi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 27 May 2026 11:31:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Apeksi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Rakerkomwil IV Apeksi Soroti Belanja Pegawai hingga Lahan Sawah Dilindungi</title>
		<link>https://memontum.com/rakerkomwil-iv-apeksi-soroti-belanja-pegawai-hingga-lahan-sawah-dilindungi</link>
					<comments>https://memontum.com/rakerkomwil-iv-apeksi-soroti-belanja-pegawai-hingga-lahan-sawah-dilindungi#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2026 10:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Apeksi]]></category>
		<category><![CDATA[belanja]]></category>
		<category><![CDATA[dilindungi,]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[pegawai]]></category>
		<category><![CDATA[rakerkomwil]]></category>
		<category><![CDATA[soroti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232721</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang membawa sejumlah isu strategis dalam Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerkomwil) IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia di Denpasar, Bali, yang berlangsung pekan lalu. Mulai dari dana transfer daerah, batas belanja pegawai, hingga persoalan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) menjadi pembahasan utama para kepala daerah. Wali Kota Malang, Wahyu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang membawa sejumlah isu strategis dalam Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerkomwil) IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia di Denpasar, Bali, yang berlangsung pekan lalu. Mulai dari dana transfer daerah, batas belanja pegawai, hingga persoalan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) menjadi pembahasan utama para kepala daerah.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa berbagai persoalan tersebut nantinya akan dibawa dalam Rakernas Apeksi di Medan. Bahkan, para wali kota mengusulkan adanya forum khusus dengan kementerian terkait agar persoalan daerah bisa dibahas secara langsung bersama pemerintah pusat.</p>



<p>“Kami berdiskusi panjang lebar dengan para wali kota. Karena kebetulan saya juga Ketua Wilayah IV, mereka mengusulkan saat Rakernas Apeksi di Medan nanti ada forum khusus untuk menghadirkan menteri-menteri terkait,” ujar Wali Kota Wahyu, Selasa (26/05/2026) tadi.</p>



<p>Menurutnya, persoalan pertama yang menjadi perhatian adalah dana Transfer ke Daerah (TKD). Para kepala daerah ingin berdiskusi langsung dengan Menteri Keuangan terkait kebijakan transfer anggaran dari pusat ke daerah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, isu yang paling banyak disorot yakni kebijakan persentase belanja pegawai yang pada 2027 mendatang dibatasi maksimal 30 persen dari total APBD. “Itu yang nanti akan kami koordinasikan juga dengan Mendagri dan Dirjen Keuangan Daerah,” katanya.</p>



<p>Tidak hanya itu, persoalan LSD juga menjadi perdebatan dalam forum Apeksi. Pasalnya, pemerintah pusat telah menetapkan 87 persen dari total Lahan Baku Sawah (LBS) masuk kategori Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).</p>



<p>&#8220;Banyak pemerintah daerah kesulitan untuk menyediakan LSD tersebut. Makanya nanti kami akan meminta solusi terkait persoalan ini,” tambahnya.</p>



<p>Isu lainnya yang turut dibahas dalam forum Apeksi tersebut yakni evaluasi otonomi daerah. Wahyu menilai regulasi otonomi daerah yang ada saat ini perlu disesuaikan dengan kondisi dan tantangan pemerintahan modern. “Undang-undangnya memang sudah lama, tetapi penyesuaian otonomi daerah di kondisi saat ini dirasa perlu ada evaluasi,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/rakerkomwil-iv-apeksi-soroti-belanja-pegawai-hingga-lahan-sawah-dilindungi/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232721</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jamuan Malam Apeksi, Wali Kota Wahyu Ajak Kolaborasi Antar Daerah Wujudkan Pembangunan Berkeadilan</title>
		<link>https://memontum.com/jamuan-malam-apeksi-wali-kota-wahyu-ajak-kolaborasi-antar-daerah-wujudkan-pembangunan-berkeadilan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2025 12:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Apeksi]]></category>
		<category><![CDATA[Berkeadilan]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[jamuan]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[wujudkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227506</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Peserta Rembug Fiskal Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) mengikuti jamuan makan malam di Balai Kota Malang, Kamis (06/11/2025) malam. Sebanyak 44 kepala daerah dan perwakilan kota se-Indonesia, hadir dalam kegiatan tersebut, sebagai bentuk silaturahmi sekaligus wadah berbagi pengalaman dan gagasan konstruktif untuk kemajuan bersama. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Peserta Rembug Fiskal Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) mengikuti jamuan makan malam di Balai Kota Malang, Kamis (06/11/2025) malam. Sebanyak 44 kepala daerah dan perwakilan kota se-Indonesia, hadir dalam kegiatan tersebut, sebagai bentuk silaturahmi sekaligus wadah berbagi pengalaman dan gagasan konstruktif untuk kemajuan bersama.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para peserta Rembug Fiskal Apeksi di Kota Malang. Dirinya menegaskan, bahwa forum tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi antardaerah dalam memperkuat ketahanan fiskal serta inovasi pembangunan di tingkat kota.</p>



<p>“Kami memiliki potensi besar untuk menjadi pusat inovasi di tingkat nasional. Bahkan, beberapa waktu lalu, Kota Malang telah menerima penghargaan sebagai Kota Kreatif Dunia UNESCO bidang Media Art,” ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa kondisi eksisting Kota Malang saat ini menunjukkan karakteristik sebagai kota metropolitan. Hal itu ditandai dengan tingginya jumlah penduduk, kehadiran mahasiswa dari berbagai daerah, serta meningkatnya aktivitas pekerja komuter antar kota.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kondisi ini mendorong kami untuk terus berbenah dan mengembangkan berbagai sektor yang menunjang Malang menjadi kota modern, berdaya saing, berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.</p>



<p>Kemudian, Wali Kota Wahyu juga menyampaikan bahwa setiap capaian yang diraih Kota Malang tidak lepas dari semangat kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Wali Kota Wahyu berharap, semangat tersebut juga dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah lainnya.</p>



<p>“Keberhasilan yang kami capai maupun yang akan kami wujudkan tak lepas dari semangat kolaborasi masyarakat. Saya berharap berbagai potensi yang dimiliki Kota Malang dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain,” tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut Wali Kota Wahyu menegaskan, bahwa setiap daerah memiliki keunggulan dan karakter khas yang bisa dikembangkan sesuai potensi lokal masing-masing. Oleh karena itu, kolaborasi antardaerah menjadi kunci penting dalam menciptakan pemerataan pembangunan.</p>



<p>“Setiap daerah memiliki keunikan tersendiri. Karena itu, kolaborasi antardaerah menjadi kunci penting untuk saling belajar dan bersama-sama menciptakan kemajuan yang merata. Dengan begitu, kita dapat memperkokoh fondasi pembangunan nasional yang berkeadilan dan berkelanjutan,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227506</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kota Malang Jadi Tuan Rumah Rembug Fiskal Apeksi 2025, Dorong Daerah Mandiri secara Fiskal</title>
		<link>https://memontum.com/kota-malang-jadi-tuan-rumah-rembug-fiskal-apeksi-2025-dorong-daerah-mandiri-secara-fiskal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2025 04:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Apeksi]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[fiskal]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[rembug]]></category>
		<category><![CDATA[secara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227454</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kota Malang menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Rembug Fiskal Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) tahun 2025, dengan tema &#8216;PAD Kota Kita: Bukan Sekadar Angka&#8217;. Kegiatan tersebut, dihadiri oleh perwakilan pemerintah kota se-Indonesia, yang digelar, Kamis (06/11/2025) tadi. Forum tersebut, menjadi wadah pembelajaran bersama bagi pemerintah kota dalam menghadapi tantangan fiskal, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kota Malang menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Rembug Fiskal Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) tahun 2025, dengan tema &#8216;PAD Kota Kita: Bukan Sekadar Angka&#8217;. Kegiatan tersebut, dihadiri oleh perwakilan pemerintah kota se-Indonesia, yang digelar, Kamis (06/11/2025) tadi.</p>



<p>Forum tersebut, menjadi wadah pembelajaran bersama bagi pemerintah kota dalam menghadapi tantangan fiskal, sekaligus berbagi praktik baik pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di era otonomi daerah. Mewakili Wali Kota Malang, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan sekaligus Plh Asisten Administrasi Umum Setda Kota Malang, M Sailendra, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan APEKSI yang menunjuk Kota Malang sebagai tuan rumah kegiatan berskala nasional tersebut. Menurutnya, kemandirian fiskal menjadi indikator penting kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan secara mandiri tanpa bergantung pada transfer pemerintah pusat.</p>



<p>“Kemandirian fiskal bukan sekadar target angka, tapi proses membangun tata kelola keuangan daerah yang kuat dan berkelanjutan. Ini menunjukkan sejauh mana daerah mampu menggerakkan ekonominya sendiri tanpa membebani masyarakat,” ujar Sailendra.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa kebijakan efisiensi anggaran nasional menuntut daerah untuk semakin kreatif dalam menggali potensi PAD, baik melalui pajak daerah, retribusi, maupun penguatan BUMD. Sailendra juga mengajak seluruh peserta forum untuk menjadikan Rembug Fiskal sebagai ruang kolaborasi dan pertukaran gagasan antar daerah.</p>



<p>“Melalui sinergi, inovasi dan komitmen bersama, kita bisa mewujudkan daerah yang mandiri secara fiskal dan maju secara berkelanjutan,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Terpisah, Wali Kota Malang sekaligus Ketua Komisariat Wilayah IV Apeksi, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa PAD tidak hanya diukur dari besarannya, tetapi juga mencerminkan kreativitas dan ketangguhan daerah dalam membiayai pembangunan kotanya sendiri. “PAD bukan hanya soal pendapatan, tapi juga soal kemandirian dan kreativitas daerah. Ini menjadi cermin sejauh mana daerah bisa berdiri di atas kakinya sendiri,” tegas Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa penyelenggaraan Rembug Fiskal ini menjadi momentum berbagi praktik, baik antarkota di Indonesia. Kota Malang sendiri dinilai berhasil memperkuat kemandirian fiskal melalui optimalisasi aset daerah, penyehatan BUMD, dan inovasi kebijakan berbasis digital.</p>



<p>Dalam forum tersebut, juga diluncurkan buku seri praktik baik berjudul “PAD Kota Kita: Bukan Sekadar Angka”. Buku tersebut memuat berbagai strategi pengelolaan PAD di kota anggota Apeksi, mulai dari inovasi digital, reformasi kelembagaan, pengelolaan aset, hingga klaster &#8216;Kota dengan lompatan besar&#8217; yang memiliki fiskal kecil namun progresif.</p>



<p>Tidaak hanya diskusi, peserta Rembug Fiskal juga diajak meninjau langsung sejumlah lokasi di Kota Malang. Mulai dari Command Center Bapenda sebagai pusat kendali digital layanan pajak, area Gajayana dan Galeri Mbois sebagai contoh pengelolaan aset produktif, hingga Malang Creative Center (MCC) yang menjadi ekosistem pelaku ekonomi kreatif.</p>



<p>Kunjungan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana inovasi dan kolaborasi antar sektor dapat mendukung penguatan fiskal daerah. Sekaligus memperkenalkan Kota Malang sebagai salah satu dari 58 kota dunia yang tergabung dalam Unesco Creative Cities Network (UCCN) 2025, serta menjadi kota pertama di Jawa Timur yang mendapat pengakuan dunia di bidang media arts. <strong>(kom/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227454</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pimpin Komwil IV Apeksi Periode 2025-2027, Wali Kota Malang Dorong Penguatan Investasi Hingga KAD</title>
		<link>https://memontum.com/pimpin-komwil-iv-apeksi-periode-2025-2027-wali-kota-malang-dorong-penguatan-investasi-hingga-kad</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[2025–2027]]></category>
		<category><![CDATA[Apeksi]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[komwil]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penguatan]]></category>
		<category><![CDATA[periode]]></category>
		<category><![CDATA[pimpin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224092</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Setelah mendapatkan mandat menjadi Ketua Komisariat Wilayah (Komwil) IV Apeksi periode 2025-2027, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti program-program prioritas hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Apeksi. Diantaranya, penguatan investasi, ketahanan pangan, serta penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD). Pria nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Setelah mendapatkan mandat menjadi Ketua Komisariat Wilayah (Komwil) IV Apeksi periode 2025-2027, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti program-program prioritas hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Apeksi. Diantaranya, penguatan investasi, ketahanan pangan, serta penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD).</p>



<p>Pria nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, itu menyampaikan bahwa program tersebut merupakan rekomendasi dari Wali Kota se Indonesia. Termasuk masukan-masukan yang disampaikan dan difasilitasi langsung oleh pemerintah pusat.</p>



<p>&#8220;Itu terkait dengan regulasi, ada kebijakan-kebijakan, permasalahan di tingkat kota yang sudah direkomendasikan. Kemudian, pemerintah pusat juga sudah memfasilitasi pada saat kami Rakernas kemarin,&#8221; kata Wali Kota Wahyu, Jumat (18/07/2025) tadi.</p>



<p>Salah satu isu utama yang akan menjadi perhatiannya, adalah investasi. Menurut Wali Kota Wahyu, meskipun investasi menjadi faktor penting dalam pembangunan kota, keterbatasan lahan di wilayah perkotaan masih menjadi kendala serius.</p>



<p>&#8220;Investasi harus didorong, tapi keterbatasan lahan di kota-kota itu juga perlu solusi bersama,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, sektor ketahanan pangan juga masuk dalam daftar prioritas. Termasuk, mendorong peningkatan efektivitas Kerja Sama Antar Daerah (KAD). Dalam hal ini Wahyu mencontohkan kondisi Kota Malang yang sudah memiliki masterplan pengendalian banjir, namun tetap bisa terdampak jika daerah sekitar tidak turut menjaga tata kelola lingkungannya.</p>



<p>&#8220;Misalnya Kota Malang, kami sudah punya rencana penanganan banjir. Tapi kalau daerah sekitar tidak sinergi, ya tetap bisa kena juga. Makanya KAD penting untuk kita dorong bersama,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Program lainnya yang akan dikawal, terang Wali Kota Wahyu, meliputi efisiensi anggaran dan pelaksanaan program nasional di tingkat daerah. Seluruhnya, dibahas dalam Rakernas Apeksi, yang kemudian akan terus dikawal melalui forum-forum koordinasi rutin bersama kementerian terkait.</p>



<p>&#8220;Kami juga ada pertemuan rutin kementerian untuk membahas terkait semua itu. Karena diskusinya enak. Kami kan mengambil keputusan, jadi apapun akan diperhatikan oleh pusat,&#8221; lanjutnya</p>



<p>Dengan posisi barunya, Wali Kota Wahyu menyebut, bahwa Kota Malang akan mendapatkan manfaat strategis, karena Apeksi menjadi saluran langsung antara pemerintah kota dan pemerintah pusat. “Apeksi ini adalah forum tempat para kepala daerah menyampaikan persoalan riil di daerah. Kadang hal-hal itu tidak tertangkap oleh pusat. Di sinilah peran kami. Kami rutin bertemu dengan kementerian, jadi apapun kebijakan daerah bisa dibahas secara langsung,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224092</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PT Gudang Garam Meriahkan Gelaran Apeksi Nite Carnival 2025 dengan Kisah Panji</title>
		<link>https://memontum.com/pt-gudang-garam-meriahkan-gelaran-apeksi-nite-carnival-2025-dengan-kisah-panji</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2025 15:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Apeksi]]></category>
		<category><![CDATA[carnival]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[Gudang]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224059</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Kota Kediri kembali disulap menjadi panggung budaya penuh cahaya dan semangat dalam gelaran Apeksi Nite Carnival 2025, yang digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-1146 Kota Kediri dan menyambut Muskomwil IV ke-13 Apeksi (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia). Salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian, datang dari PT Gudang Garam Tbk yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Kota Kediri kembali disulap menjadi panggung budaya penuh cahaya dan semangat dalam gelaran Apeksi Nite Carnival 2025, yang digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-1146 Kota Kediri dan menyambut Muskomwil IV ke-13 Apeksi (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia). Salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian, datang dari PT Gudang Garam Tbk yang mengusung tema &#8216;Api Semangat Panji Membara di Tanah Kediri&#8217;.</p>



<p>Mengangkat kisah legendaris Romansa Cinta Ande-Ande Lumut yang berasal dari rangkaian Cerita Panji, PT Gudang Garam Tbk menampilkan sebuah pertunjukan megah yang memadukan nilai budaya, cinta dan semangat perjuangan. Di tengah sorotan lampu dan riuh tepuk tangan, tampil kisah Panji Asmarabangun dan Dewi Sekartaji, dua tokoh yang saling mencari, menyamar dan akhirnya bersatu karena cinta sejati.</p>



<p>Pertunjukan ini, tidak hanya menjadi sajian hiburan, tetapi juga cerminan filosofi yang dalam. Kisah tersebut, menghadirkan nilai keberanian, keteguhan hati dan semangat pantang menyerah, yang juga menjadi semangat dari perusahaan Gudang Garam selama ini.</p>



<p>Melalui slogan &#8216;Kita Adalah Surya&#8217;, perusahaan menggambarkan kobaran api semangat yang tak pernah padam, bahkan di tengah tantangan zaman. “Dukungan kami terhadap Apeksi Nite Carnival merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian budaya lokal serta memperkuat identitas dan potensi Kediri di kancah nasional maupun internasional,” kata Kabid Humas PT Gudang Garam Tbk, Iwhan Tri Cahyono, dalam pernyataan resminya, Kamis (17/07/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Momentum ini, menjadi semakin strategis karena Kota Kediri menjadi tuan rumah Muskomwil IV Apeksi 2025, yang menghadirkan delegasi dari 13 kota se-Indonesia. Dalam momen itu, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, didampingi Wakil Wali Kota, Qowimuddin, secara langsung meninjau berbagai titik penting. Seperti Bandara Dhoho, Taman Brantas dan jalur utama karnaval guna memastikan kesiapan Kota Kediri menyambut para tamu dari seluruh Nusantara.</p>



<p>Karnaval budaya tahun ini, menampilkan perpaduan harmonis antara tari kolosal Romansa Sekartaji, parade budaya dari berbagai daerah, serta kolaborasi apik antara pemerintah, masyarakat dan sektor swasta. Kediri Night Carnival 2025 menjadi lebih dari sekadar perayaan, melainkan ajang untuk menyuarakan kepada Indonesia bahwa Kediri adalah kota dengan sejarah yang kuat, budaya yang hidup dan semangat yang menyala.</p>



<p>Dengan mengusung semangat Panji dan Sekartaji, PT Gudang Garam Tbk bersama masyarakat Kediri mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menggelorakan api budaya, kolaborasi, dan kemajuan dari jantung Jawa Timur, untuk Indonesia yang lebih bersinar.</p>



<p>Kita adalah Surya. Kita adalah Kediri. <strong>(pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224059</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Wahyu Terpilih Jadi Ketua Apeksi Komisariat Wilayah IV Periode 2025–2027</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-wahyu-terpilih-jadi-ketua-apeksi-komisariat-wilayah-iv-periode-2025-2027</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2025 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[2025–2027]]></category>
		<category><![CDATA[Apeksi]]></category>
		<category><![CDATA[komisariat]]></category>
		<category><![CDATA[periode]]></category>
		<category><![CDATA[terpilih]]></category>
		<category><![CDATA[wilayah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224045</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, resmi terpilih menjadi Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Komisariat Wilayah (Komwil) IV periode 2025–2027. Penetapan tersebut, berlangsung dalam Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) ke-13 yang diselenggarakan di Kota Kediri, Kamis (17/07/2025) tadi. Penetapan Wali Kota Wahyu sebagai Ketua Apeksi Komwil IV, tertuang dalam Keputusan Muskomwil [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, resmi terpilih menjadi Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Komisariat Wilayah (Komwil) IV periode 2025–2027. Penetapan tersebut, berlangsung dalam Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) ke-13 yang diselenggarakan di Kota Kediri, Kamis (17/07/2025) tadi.</p>



<p>Penetapan Wali Kota Wahyu sebagai Ketua Apeksi Komwil IV, tertuang dalam Keputusan Muskomwil Nomor 4/SK/MuskomwilIV/APEKSI/7/2025 dan disahkan melalui prosesi pengukuhan oleh Ketua Apeksi sebelumnya, Ita Puspitasari. Pria nomor satu di jajaran Pemkot Malang, itu menyampaikan rasa syukur dan komitmennya untuk menjalankan amanah tersebut.</p>



<p>Wali Kota Wahyu menegaskan, akan mengawal seluruh program dan kebijakan Apeksi yang telah disepakati bersama. “Ini adalah kepercayaan dari seluruh anggota Komwil IV. Saya anggap ini sebagai amanah, karena banyak program pusat yang harus kita tindaklanjuti melalui kegiatan musyawarah dan sinergi antar kota,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya itu, dirinya juga akan menindaklanjuti 10 program prioritas hasil Rakernas Apeksi, yang telah dirumuskan sebelumnya, serta menerima tambahan rekomendasi dari para peserta Muskomwil IV. “Dari Rakernas kemarin sudah ada 10 rekomendasi yang ditetapkan. Ditambah lagi dari kita, nanti akan dirinci oleh sekretariat Apeksi. Tapi secara keseluruhan, rekomendasi itu menyentuh hal-hal penting, mulai dari regulasi, kerja sama antar daerah, hingga tantangan perkotaan yang sedang kita hadapi bersama,” jelasnya.</p>



<p>Sebagai Ketua Komwil IV, Wahyu akan memimpin koordinasi antar pemerintah kota se-wilayah tersebut selama dua tahun ke depan. Dengan tugas utamanya mencakup memperkuat peran kota dalam pembangunan nasional, serta memperjuangkan aspirasi anggota di tingkat pusat melalui wadah Apeksi.</p>



<p>&#8220;Ada beberapa program yang harus kita laksanakan yang kita sepakati dalam Rakernas kemarin, termasuk saya juga akan memperjuangkan rekomendasi-rekomendasi yang disampaikan anggota,&#8221; imbuh Wahyu. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224045</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Suguhkan Kreativitas Berpadu Kearifan Lokal, Kota Malang Tampil Menawan di Pawai Budaya Apeksi VII 2025</title>
		<link>https://memontum.com/suguhkan-kreativitas-berpadu-kearifan-lokal-kota-malang-tampil-menawan-di-pawai-budaya-apeksi-vii-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2025 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Apeksi]]></category>
		<category><![CDATA[berpadu]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[kearifan]]></category>
		<category><![CDATA[kreativitas,]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menawan]]></category>
		<category><![CDATA[suguhkan]]></category>
		<category><![CDATA[tampil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221927</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Kota Malang tampil menawan dalam pawai budaya yang menjadi rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Surabaya, Jumat (09/05/2025) tadi. Pawai budaya yang dilaksanakan di sepanjang Jalan Tunjungan hingga Balai Pemuda Kota Surabaya, ini dibuka oleh Wali Kota Surabaya, yang sekaligus Ketua Dewan Pengurus Apeksi, Eri Cahyadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Kota Malang tampil menawan dalam pawai budaya yang menjadi rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Surabaya, Jumat (09/05/2025) tadi. Pawai budaya yang dilaksanakan di sepanjang Jalan Tunjungan hingga Balai Pemuda Kota Surabaya, ini dibuka oleh Wali Kota Surabaya, yang sekaligus Ketua Dewan Pengurus Apeksi, Eri Cahyadi dan diikuti perwakilan dari 98 kota anggota Apeksi.</p>



<p>Mengangkat tema &#8216;Harmoni Keberagaman dalam Satu Hati untuk Mengukir Prestasi Menuju Kota Malang Mbois Berkelas&#8217;, delegasi Kota Malang mempersembahkan &#8216;Trenggana Sumapala Bumi Malang&#8217;, yang menggambarkan kuatnya spirit seni dan budaya Malangan di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi. Pawai tersebut, dipimpin langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, didampingi Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso. Penampilan Sanggar Seni Sardulo Djojo dan Putra Mandala Wisanggeni Kota Malang dengan kesenian bantengan serta aneka tari tradisi dan kreasi, mampu memukau ribuan pasang mata masyarakat Surabaya dan wisatawan yang menonton.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Terlihat kelincahan gerak, berpadu dengan musik ritmis membuat penonton takjub. Pawai Budaya Kota Malang ini juga mengikutsertakan para kepala perangkat daerah, camat, lurah, serta Duta Wisata Kota Malang yang tampil kompak berbalut busana Malangan dengan nuansa khas warna biru. Kehadiran Singa Malang (Sima), yang merupakan maskot Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jatim 2025 Kota Malang juga mencuri perhatian para penonton.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada semua pihak yang terlibat dalam karnaval budaya ini. &#8220;Kota Malang ingin menunjukkan seni budayanya. Ada jaranan, bantengan, sendratari perpaduan tari, musik dan drama, sehingga masyarakat Indonesia bisa tahu ada budaya yang bisa ditonjolkan. Ini juga untuk menarik mereka untuk datang ke Kota Malang,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Melalui pawai budaya ini, Kota Malang ingin menunjukkan kekayaan tradisi yang dipadu dengan seni kontemporer, menggambarkan keberagaman dan toleransi. Ajang ini juga menjadi sarana bagi Pemkot Malang untuk menggemakan event olahraga terbesar di Jawa Timur, yaitu Porprov IX Jawa Timur 2025 yang akan digelar di Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu). <strong>(kom/mlg/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221927</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pembukaan Munas VII Apeksi, Wali Kota Malang Tegaskan Komitmen pada Visi Indonesia Emas 2045</title>
		<link>https://memontum.com/pembukaan-munas-vii-apeksi-wali-kota-malang-tegaskan-komitmen-pada-visi-indonesia-emas-2045</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 May 2025 12:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Apeksi]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pembukaan]]></category>
		<category><![CDATA[tegaskan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221903</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengikuti pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2025 di Surabaya, Kamis (09/05/2025) tadi. Pembukaan Munas VII Apeksi ini, resmi dibuka di Kota Surabaya dengan mengusung tema &#8216;Dari Apeksi untuk Negeri&#8217;. Sementara kegiatan yang berlangsung pada 6 hingga 10 Mei 2025, ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengikuti pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2025 di Surabaya, Kamis (09/05/2025) tadi.</p>



<p>Pembukaan Munas VII Apeksi ini, resmi dibuka di Kota Surabaya dengan mengusung tema &#8216;Dari Apeksi untuk Negeri&#8217;. Sementara kegiatan yang berlangsung pada 6 hingga 10 Mei 2025, ini menjadi momen penting dalam menyelaraskan visi misi pemerintah kota dengan arah pembangunan nasional serta memperkuat solidaritas antar wali kota se-Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.</p>



<p>Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua Dewan Pengurus Apeksi, Eri Cahyadi, menegaskan pentingnya sinergi antar wali kota sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat dalam mewujudkan program nasional. “Visi dan misi kota harus selaras dengan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) sebagai bagian dari visi Presiden RI. Ketika Presiden berbicara soal stunting, maka pemerintah kota juga harus bergerak dalam arah yang sama. Di sinilah garis lurus antara Apeksi dan pemerintah pusat terbentuk,” kata Eri Cahyadi.</p>



<p>Dirinya juga menyoroti, akan pentingnya penguatan program seperti Sekolah Rakyat dan Koperasi Merah Putih di seluruh daerah, sebagai bentuk konkret membangun kolaborasi lintas kota dan memperkuat perekonomian lokal. “Ini adalah kekuatan besar. Jika kita bergerak bersama, kemiskinan dan stunting dapat kita atasi,” tegasnya.</p>



<p>Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Bima Arya, dalam sambutannya menyampaikan pesan Mendagri agar pemerintah kota terus berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pendidikan, kesehatan dan penciptaan lapangan kerja. Dirinya juga menyoroti tantangan kapasitas fiskal daerah yang perlu diperkuat dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“98 kota di Indonesia harus mampu memaksimalkan potensi fiskalnya agar lompatan besar menuju 2045 bisa tercapai,” katanya.</p>



<p>Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan harapannya agar Munas VII Apeksi ini menjadi ajang konsolidasi yang menghasilkan solusi nyata atas permasalahan kota. “Pagi tadi Munas VII Apeksi resmi dibuka oleh Bapak Wakil Menteri Dalam Negeri, disusul dengan pemaparan dari Wakil Gubernur Jawa Timur dan Staf Ahli Kementerian Keuangan. Munas ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus konsolidasi antar pemerintah kota di seluruh Indonesia,” kata Wali Kota Wahyu, di sela pembukaan Munas VII Apeksi 2025 di Surabaya, Kamis (09/05/2025) tadi.</p>



<p>Wali Kota Wahyu berharap, melalui Munas VII Apeksi ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi negara sesuai dengan tema &#8216;Dari Apeksi untuk Negeri&#8217;. Itu karena, banyak hal penting dibahas, mulai dari penguatan regulasi hingga penyesuaian program-program pusat yang harus diimplementasikan di daerah.</p>



<p>“Alhamdulillah, melalui sinergi ini kita bisa memahami dan mendiskusikan tantangan masing-masing kota. Sehingga, solusi yang diambil lebih tepat sasaran. Apeksi menjadi wadah penting yang membuat pemerintah kota semakin solid dan dipercaya masyarakat,” tambah Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Munas VII Apeksi kali ini, juga menjadi momentum penting di tengah transisi kepemimpinan nasional dan daerah pasca Pemilu 2024. Dengan arah kebijakan baru di bawah Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk program Asta Cita Presiden RI, pemerintah kota kini tengah mempersiapkan implementasi program-program strategis.</p>



<p>Selama lebih dari dua dekade, Apeksi telah menjadi garda terdepan dalam mendukung optimalisasi otonomi daerah dan memperkuat kapasitas pemerintah kota. Munas kali ini tidak hanya menjadi forum pengambilan kebijakan dan evaluasi organisasi, tetapi juga memperkuat komitmen untuk membangun kota yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan demi menyongsong Indonesia Emas 2045. <strong>(pro/mlg/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221903</post-id>	</item>
		<item>
		<title>UMKM Kota Malang Curi Perhatian dan Diminati Pengunjung ICE 2025 Munas VII Apeksi</title>
		<link>https://memontum.com/umkm-kota-malang-curi-perhatian-dan-diminati-pengunjung-ice-2025-munas-vii-apeksi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 May 2025 11:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Apeksi]]></category>
		<category><![CDATA[diminati]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pengunjung,]]></category>
		<category><![CDATA[perhatian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221900</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) unggulan Kota Malang, menarik perhatian dan diminati pengunjung Indonesia City Expo (ICE) 2025. Diketahui, bahwa ICE ke-21 ini menjadi rangkaian dari Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) dan resmi dibuka Exhibition Hall Grand City Surabaya, Kamis (08/05/2025) tadi. Pameran yang berlangsung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) unggulan Kota Malang, menarik perhatian dan diminati pengunjung Indonesia City Expo (ICE) 2025. Diketahui, bahwa ICE ke-21 ini menjadi rangkaian dari Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) dan resmi dibuka Exhibition Hall Grand City Surabaya, Kamis (08/05/2025) tadi.</p>



<p>Pameran yang berlangsung sejak Kamis hingga Sabtu (10/05/2025) mendatang, ini menjadi ajang untuk menampilkan beraneka produk unggulan serta beragam potensi dan pembangunan kota se-Indonesia. Booth Kota Malang sendiri, menjadi salah satu destinasi favorit para pengunjung.</p>



<p>Bahkan, beragam produk mulai dari fesyen, kriya, hingga kuliner unggulan ditampilkan, seperti Soendari Batik and Art, RF Fashion, Eva Unique Accesories, Catalis Decoration, Keripik Tempe Rohani dan berbagai produk dari Komunitas Mbois Malang Raya. Tidak hanya berkunjung dan berbelanja, di booth Kota Malang, itu pengunjung juga bisa berkesempatan belajar membatik bersama Soendari Batik and Art.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, berharap gelaran ini dapat memperluas jangkauan pasar produk UMKM lokal Kota Malang. Dengan keikutsertaan pelaku UMKM Kota Malang dalam ICE, tentunya juga akan terjalin kolaborasi dan kerja sama, bahkan menarik minat investor.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;UMKM Kota Malang saya harap bisa makin naik kelas. Semoga Kota Malang dan beragam produk UMKM-nya juga makin dikenal dan diminati masyarakat yang lebih luas. Ini sesuai juga dengan Dasa Bakti Ngalam Laris,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Tidak hanya produk UMKM, dalam ICE ini, Pemkot Malang juga mengenalkan beragam destinasi wisata di Kota Malang. &#8220;Ngalam Asyik, kami ingin menjadikan Kota Malang sebagai kota tujuan wisata, tujuan kuliner. Ini juga akan membuat pergerakan ekonomi di Kota Malang semakin bergulir dan tujuan akhirnya kesejahteraan masyarakat pun juga bisa makin meningkat,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Salah satu pelaku UMKM Kota Malang yang ikut serta dalam ICE, Chrisnawati Evayana, menyampaikan kebanggaannya dapat terlibat dalam event nasional seperti ICE ini. Terlebih karena produk-produknya juga sangat menarik perhatian dan laris dibeli pengunjung.</p>



<p>&#8220;Sebelumnya kami juga mengikuti proses kurasi sebelum akhirnya lolos untuk berpartisipasi. Dengan kami ikut ajang ini, harapannya akan semakin banyak pelaku UMKM yang termotivasi untuk lebih berkarya, berkreasi dengan ciri khasnya sendiri,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selain ICE, Pemkot Malang juga kerap mengenalkan beragam produk UMKM unggulan dalam berbagai event, baik dalam skala lokal, nasional, bahkan internasional. Ini menjadi salah satu upaya Pemkot Malang untuk mendorong UMKM agar semakin berkembang dan bisa memperluas pangsa pasar. <strong>(kom/mlg/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221900</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
