<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>APPBI Dilema &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/appbi-dilema/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 09 Jan 2021 19:20:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>APPBI Dilema &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>APPBI Dilema Pemberlakukan PPKM</title>
		<link>https://memontum.com/appbi-dilema-pemberlakukan-ppkm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2021 09:27:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[APPBI Dilema]]></category>
		<category><![CDATA[Atas Diberlakukannya]]></category>
		<category><![CDATA[PPKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=131711</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemberlakuan PPKM (Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) tanggal 11-25 Januari diterapkan secara modifikasi di Kota Malang. Salah satunya dengan penerapan jam operasional pusat perbelanjaan dan resto pukul 07.00-20.00. Menanggapi hal tersebut, Ketua APPBI (Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia) Kota Malang, Suwanto, mengaku dilema. &#8220;Jujur kami dilema, mau tidak mau, senang atau tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemberlakuan PPKM (Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) tanggal 11-25 Januari diterapkan secara modifikasi di Kota Malang. Salah satunya dengan penerapan jam operasional pusat perbelanjaan dan resto pukul 07.00-20.00.</p>



<p>Menanggapi hal tersebut, Ketua APPBI (Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia) Kota Malang, Suwanto, mengaku dilema. &#8220;Jujur kami dilema, mau tidak mau, senang atau tidak senang, ya harus menerima. Apalagi sudah turun edarannya,&#8221; jawabnya ketika dihubungi melalui telepon (09/01). Menurutnya PPKM akan berdampak terhadap pusat perbelanjaan di Kota Malang. &#8220;Dampaknya banyak, termasuk jumlah omset, sudah pasti berkurang. Tapi untuk nanti tidak ada efisiensi karyawan lagi sepertinya, karena itu sudah dilakukan kemarin-kemarin,&#8221; tandasnya.</p>



<p>Meski berkata dilema, dirinya sama sekali tidak mengkritik kebijakan tersebut. &#8220;Tidak ada, tidak ada kritik. Ya saya yakin peraturan ini dibuat demi kepentingan dan kebaikan bersama, pemerintah pasti melakukan yang terbaik, saya percaya itu,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Suwanto pun berharap aktifitas segera normal kembali. &#8220;Ya semoga saja pandemi tidak semakin menggila, agar aktifitas bisa dilakukan secara normal lagi. Dan semua kembali seperti sedia kala,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sebelumnya, Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan bahwa modifikasi pemberlakuan jam operasional pusat perbelanjaan dan resto adalah respon dari aspirasi pengusaha. &#8220;Daripada membuat regulasi ketat tapi pelaksanaan zero, maka kompromi penting. Bagaimana memberikan ruang untuk pengusaha satu sisi tapi protokol covid tetap ditegakkan,&#8221; papar Sutiaji. Menurut orang nomor satu di Kota Malang itu, pihaknya tau kluster mana yang memicu pertumbuhan angka positif Covid-19 karena sudah melakukan tracing. <strong>(cw1/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">131711</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
