<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>APPSI &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/appsi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 Mar 2022 13:02:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>APPSI &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Vaksinasi dan Kontes Sapi APPSI Sukses Digelar, Bupati Hendy Janjikan Lahan Penggemukan Sapi</title>
		<link>https://memontum.com/vaksinasi-dan-kontes-sapi-appsi-sukses-digelar-bupati-hendy-janjikan-lahan-penggemukan-sapi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Mar 2022 13:02:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[APPSI]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Hendy]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Jember]]></category>
		<category><![CDATA[kontes]]></category>
		<category><![CDATA[sapi]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=165561</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Vaksinasi dan kontes sapi yang digelar oleh Asosiasi Peternak Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) Kabupaten Jember bekerjasama dengan Badan Intelejen Negara (BIN), telah berakhir. Acara tersebut, berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu hingga Minggu (13/03/2022) di areal parker Stadion Jember Sport Garden (JSG), di kawasan Kecamatan Ajung. Untuk kegiatan vaksinasi sendiri, melibatkan tenaga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Vaksinasi dan kontes sapi yang digelar oleh Asosiasi Peternak Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) Kabupaten Jember bekerjasama dengan Badan Intelejen Negara (BIN), telah berakhir. Acara tersebut, berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu hingga Minggu (13/03/2022) di areal parker Stadion Jember Sport Garden (JSG), di kawasan Kecamatan Ajung.</p>



<p>Untuk kegiatan vaksinasi sendiri, melibatkan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Pemkab Jember dan tenaga vaksinator dari Rumah Sakit Baladhika Husada atau dikenal dengan RS DKT. Masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi, baik dosis pertama maupun dosis kedua hingga vaksin booster, banyak mendatangi lokasi yang disediakan panitia mendapatkan suntikan vaksin.&nbsp;</p>



<p>Sedangkan untuk kontes sapi sendiri, diikuti oleh ratusan peternak dari beberapa kota dari provinsi Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah hingga berbagai kota di Jawa Timur termasuk peternak dari Kabupaten Jember.</p>



<p>Berdasarkan penilaian juri, akhirnya terpilih 6 juara dari enam kategori yang dikonteskan. Antara lain, Kategori Baby, Kategori Poel Nol, Kategori Poel 1, Kategori Poel 2, Kategori Poel 3 atau Kelas Ekstrim dan Kategori Ekstrim Peranakan Ongole (PO) atau sapi peranakan asli Indonesia. Kategori PO sendiri baru pertama kali dipertandingkan.</p>



<p>Pada acara penyerahan hadiah yang dihadiri oleh Bupati Jember, Hendy Siswanto dan istri, Kasih Fajarini, itu pengumuman pemenang kategori ekstrim dan kategori ekstrim PO. Untuk kategori ekstrim sendiri, akhirnya yang menjadi jawara adalah Sapi Peton yang memiliki bobot hampir 1,4 ton dengan pemilik dari Kabupaten Tanggerang. Untuk pemenang kategori PO Sapi, milik Guntur Karyanto Putro dari Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.</p>



<p>Menanggapi adanya even kontes sapi tersebut, Bupati Hendy Siswanto seusai menyerahkan hadiah kepada pemilik sapi-sapi yang keluar sebagai juara, memberikan apresiasi positifnya. Bahkan, bupati berjanji akan menyiapkan lahan khusus untuk pengembang biakan dan peningkatan mutu ataupun penggemukan sapi kepada para peternak di Jember.</p>



<p>“Semoga kontes sapi berlanjut setiap tahun dan kami akan support. Kami, Pemkab Jember punya banyak sekali lahan kosong untuk bisa dipakai penggemukan sapi. Silakan APPSI membimbing peternak kita dan sekaligus menyiapkan pasarnya,” tutur Hendy.</p>



<p>Sementara itu, menurut Ketua Panitia Kontes Sapi, Agus Mashudi, bahwa kegiatan kontes Sapi ini untuk meningkatkan nilai jual sapi. Pasalnya, pasca kontes biasanya Sapi yang berhasil menjadi juara harganya akan meningkat.</p>



<p>&#8220;Ini kontes teknisnya ada beberapa kategori ekstrem, pedet, P0, P1 dan PO. Khusus jenis Ras atau Sapi-sapi monster. Jenis limosin ataupun juga jenis Sapi lainnya. Apalagi, jenis Sapi PO (Peranakan Ongole) ini jenis sapi asli Indonesia,&#8221; kata Agus saat dikonfirmasi, Minggu (13/03/2022).</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sasar-224-pemudik-dishub-kota-malang-tambah-kuota-mudik-gratis-jadi-enam-bus">Sasar 224 Pemudik, Dishub Kota Malang Tambah Kuota Mudik Gratis Jadi Enam Bus</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/musrenbang-rkpd-2027-bupati-ipuk-sebut-fokus-penguatan-sdm-ekonomi-berbasis-hirilisasi-dan-pariwisata">Musrenbang RKPD 2027, Bupati Ipuk Sebut Fokus Penguatan SDM, Ekonomi Berbasis Hirilisasi dan Pariwisata</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-sanksi-tegas-untuk-sppg-yang-langgar-sop">Wali Kota Malang Pastikan Sanksi Tegas untuk SPPG yang Langgar SOP</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/diduga-korupsi-pengadaan-jasa-outsourcing-kpk-tetapkan-bupati-pekalongan-sebagai-tersangka">Diduga Korupsi Pengadaan Jasa Outsourcing, KPK Tetapkan Bupati Pekalongan sebagai Tersangka</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-minta-diskon-hukuman">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Minta &#8216;Diskon&#8217; Hukuman</a></li>
</ul>


<p>Untuk Kontes Sapi ini, kriteria dan kategori penilaiannya, kata Agus, meliputi tinggi sapi, panjang sapi, lingkar dada, dan terutama bobot sapi.</p>



<p>&#8220;Dari asosiasi, dengan adanya kontes sapi ini. Yang membuat tertarik itu, sapi ini binatang atau hewan yang besar bahkan bobotnya bisa 1 ton lebih. Kemudian setelah ikut kontes, ada seni dan estetika tergantung dari jenisnya. Seperti jenis Wisang Geni, dengan nilai seninya bisa dijual sampai Rp 200 juta an. Seperti itu yang kita harapkan, jadi meningkatkan nilai jual dan membantu taraf hidup dari peternak ini,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Terkait peserta, lanjut Agus, diketahui berasal dari seluruh pelosok pulau Jawa. &#8220;Untuk peserta, alhamdulillah dari seluruh Pulau Jawa. Ada dari Banten, DKI Jakarta, Yogyakarta, kemudian Bojonegoro dan seluruh Jawa Timur,&#8221; sebutnya.</p>



<p>Lebih lanjut Agus mengatakan, untuk hadiah yang diperebutkan, juga sangat menarik. Selain piala panitia juga menyiapkan uang pembinaan untuk peternak yang sapinya berhasil menjadi jawara.</p>



<p>&#8220;Untuk hadiah tiap kelas beda-beda, kelas ekstream Rp 12,5 juta, nomor dua Rp 9 juta, kemudian nomor 3 Rp 7 juta. Kemudian hadiah untuk kelas bawahnya, juara satu Rp 7 juta, juara dua Rp 6,5 juta, dan juara tiga Rp 5 juta. Itu lain trophy dan piala,&#8221; bebernya.</p>



<p>Agus juga menambahkan, terkait even yang digelar itu, juga sempat tertunda akibat pandemi covid. &#8220;Tapi alhamdulillah, semua lancar digelar dan sukses. Setelah kemarin 2 tahun tertunda. Karena ya pandemi itu. Semoga ke depan Jember bisa ikut berkompetisi dengan kualitas sapi yang dimiliki juga menang,&#8221; terangnya.</p>



<p>Terpisah, pemenang Kontes Sapi, Guntur Karyato Putro, mengatakan dengan adanya kontes sapi ini. Memberikan warna baru tentang bagaimana menghargai sapi dari sisi seninya.</p>



<p>Sapi milik peternak asal Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ini. Menang dengan kategori bobot sapinya yang paling berat.</p>



<p>“Sapi saya ini usianya 3,5 tahun. Sapi bisa gede harus dipilih dari bibit induknya. Dia sejak lahir kelihatan bisa gede. Tapi, perlu diperlakukan secara baik untuk pakan yang sesuai dan rutin dilatih olahraga. Supaya badannya sapi bisa besar sekaligus ototnya kuat,” ujar Guntur. <strong>(ark/rio)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">165561</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tanaman Porang Kian Diminati Masyarakat Situbondo</title>
		<link>https://memontum.com/tanaman-porang-kian-diminati-masyarakat-situbondo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Mar 2021 11:11:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[APPSI]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[porang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=137944</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Pasca penanaman tanaman porang oleh Bupati Situbondo, Karna Suswandi yang akrab disapa Bung Karna beberapa waktu lalu di lahan Perhutani di Desa Semambung, Kecamatan Jatibanteng, Kini masyarakat kian antusias dan bersemangat menanam pohon yang dulunya dianggap parasit oleh orang. Tanaman umbi-umbian budidaya porang semakin diminati masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Pasca penanaman tanaman porang oleh Bupati Situbondo, Karna Suswandi yang akrab disapa Bung Karna beberapa waktu lalu di lahan Perhutani di Desa Semambung, Kecamatan Jatibanteng, Kini masyarakat kian antusias dan bersemangat menanam pohon yang dulunya dianggap parasit oleh orang. Tanaman umbi-umbian budidaya porang semakin diminati masyarakat.</p>



<p>Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang pembudidaya atau petani porang Situbondo, Junaedy yang sering dipanggil Bos cilik oleh orang-orang sekitarnya.</p>



<p>Bertolak dari antusiasme masyarakat tersebut, Ketua Umum Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Drs. H. Wiyono, dan Ketua Asosiasi Petani Porang Situbndo (APPSI), Junaedie atau Bos Cilik mengundang seluruh elemen masyarakat dalam sebuah seminar yang bertajuk ‘Mencetak Petani Milyader’ yang bertempat di rumah Ketua Umum LMDH.</p>



<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://memontum.com/135051-tanaman-porang-menjadi-primadona-baru-bisnis-di-kawasan-hutan-situbondo">Tanaman Porang menjadi Primadona Baru Bisnis di Kawasan Hutan Situbondo</a></strong></p>



<p>Dalam acara tersebut, pihak penyelenggara seminar mengundang sejumlah organisasi masyarakat, dan tokoh masyarakat.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah mas, minat dan semangat masyarakat sampai hari ini sudah kian meningkat untuk menanam tanaman porang,&#8221; ujar Hadi Wiyono, Minggu (28/03).</p>



<p>Sementara itu menurut Ketua APPSI Situbondo, saat dihubungi via telepon Whatsapp mengatakan, bahwa dalam acara seminar itu dia menandatangani MoU, dan masyarakat kian banyak yang akan menanam porang.</p>



<p>Lebih lanjut, Junaedy mengatakan, bahwa tanaman porang merupakan tanaman umbi-umbian yang cocok dengan kultur dan topografi di area hutan desa. Hebatnya tanaman multiguna tersebut sebagai bahan baku tepung kosmetik, penjernih air, pembuat jelly, lem ramah lingkungan dan bahkan dibuat komponen pesawat, perawatannya mudah dan tidak dimakan hewan seperti tikus dan babi hutan.</p>



<p>“Saya pribadi sudah memulai 6 hektar sebagai langkah awal,&#8221; ujar Junaedi, si Bos cilik sembari mengakui kalau masyarakat di desanya juga akan turut serta melakukan budidaya, tanaman porang yang bakal mendongkrak pendapatan petani dan pendapatan asli daerah (PAD). <strong>(her/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">137944</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
