<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>arak-arakan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/arak-arakan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 17 Jun 2024 14:10:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>arak-arakan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hadiri Gelaran Arak-Arakan Hewan Kurban, Pj Wali Kota Malang Beri Apresiasi Positif</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-gelaran-arak-arakan-hewan-kurban-pj-wali-kota-malang-beri-apresiasi-positif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Jun 2024 08:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[arak-arakan]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210877</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi dan mendukung gelaran arak-arakan hewan kurban di Masjid Noor, Kidul Pasar, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Senin (17/06/2024) tadi. Disampaikannya, bahwa gelaran tersebut merupakan tradisi yang harus dipertahankan dan dilestarikan. Bahkan, gelaran itu direncanakan akan dimasukkan dalam kalender event Kota Malang atau dibuat festival keagamaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi dan mendukung gelaran arak-arakan hewan kurban di Masjid Noor, Kidul Pasar, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Senin (17/06/2024) tadi. Disampaikannya, bahwa gelaran tersebut merupakan tradisi yang harus dipertahankan dan dilestarikan. Bahkan, gelaran itu direncanakan akan dimasukkan dalam kalender event Kota Malang atau dibuat festival keagamaan tahunan.</p>



<p>“Kami dari Pemkot Malang akan terus mendukung dan mengapresiasi karena ini kearifan lokal, selain itu juga menjalankan ketentuan agama. Tadi saya lihat juga sangat kompak dan bagus sekali. Ini bisa dimasukkan dalam kalender event Kota Malang, makanya di sini juga ada Kepala Disporapar, saya meminta untuk bisa memantau potensi-potensi agar bisa dijadikan destinasi wisata dari segi religi,” kata Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya bahwa tradisi tersebut bukan hanya simbol budaya saja, melainkan memiliki makna spiritual yang mendalam. Terlebih, menurutnya di dalam kitab suci Al Quran juga telah dijelaskan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Karena ada satu ayat yang di situ tafsirnya sebelum melakukan penyembelihan hewan kurban, itu harus disenangkan dulu. Nah dengan diarak sekeliling ini kan menjadi salah satu bentuk menyenangkan hewan yang akan dikurbankan,” jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut, Pj Wali Kota Wahyu juga mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan oleh Unit Pengelolaan Zakat (UPZ) dalam proses penyembelihan hewan kurban. Terlebih, dalam penyembelihan tentu ada Standart Operasional Prosedur (SOP) yang harus dijalankan.</p>



<p>“Mereka sudah membuat tahapan-tahapan sebelum dilakukan penyembelihan dan sesudahnya. Sehingga ini tadi saya minta Kepala Dispangtan untuk membuat tahapan seperti itu. Sehingga nanti kita merasa yakin bahwa tahapan-tahapan penyembelihan itu sudah dilakukan sesuai aturan dan syariat,” imbuh Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210877</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perayaan Idul Adha, Pemkot Malang Izinkan Pelaksanaan Arak-Arakan Hewan Kurban</title>
		<link>https://memontum.com/perayaan-idul-adha-pemkot-malang-izinkan-pelaksanaan-arak-arakan-hewan-kurban</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Jun 2024 07:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[arak-arakan]]></category>
		<category><![CDATA[izinkan]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelaksanaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[perayaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210764</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang perayaan Idul Adha 2024, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang masih belum mengeluarkan aturan khusus terkait dengan pelaksanaan Idul Adha, yang dijadwalkan pada Senin (17/06/2024) mendatang. Hal tersebut dikatakan oleh Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Pria yang kerap disapa Wahyu, menuturkan bahwa Pemkot Malang akan tetap mengacu pada panduan yang digunakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang perayaan Idul Adha 2024, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang masih belum mengeluarkan aturan khusus terkait dengan pelaksanaan Idul Adha, yang dijadwalkan pada Senin (17/06/2024) mendatang. Hal tersebut dikatakan oleh Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.</p>



<p>Pria yang kerap disapa Wahyu, menuturkan bahwa Pemkot Malang akan tetap mengacu pada panduan yang digunakan pada saat perayaan Idul Fitri 2024 lalu. Termasuk pada saat malam takbir.</p>



<p>“Kami tetap menyampaikan seperti saat kita Idul Fitri. Sementara untuk takbiran, kalau bisa dilaksanakan di masjid atau musola masing-masing. Tetapi kita tidak langsung mengatur karena ketentuan tersebut masih belum keluar,” kata Pj Wali Kota Wahyu, Sabtu (15/06/2024) tadi.</p>



<p>Namun, untuk pelaksanaan arak-arakan hewan kurban yang biasanya dilakukan sebelum penyembelihan, itu akan diperbolehkan. Karena, menurutnya itu menjadi sebuah tradisi dan perlu untuk dilestarikan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Arak-arakan boleh, karena itukan di wilayah setempat. Itu juga tradisi yang baik untuk kita lestarikan,” katanya.</p>



<p>Bahkan, dalam arak-arakan tersebut nantinya, Pj Wali Kota Wahyu berencana akan hadir. Terlebih, salah satu panitia penyelenggara Idul Adha di salah satu masjid, juga sudah secara langsung menghubungi dirinya.</p>



<p>“Kemungkinan nanti saya akan hadir di Masjid An Noor yang ada di wilayah Kidul Pasar, Kecamatan Klojen. Karena kemarin, sudah dikontak langsung dan meminta saya untuk hadir,” ujarnya.</p>



<p>Diakhir, Pj Wali Kota Wahyu juga menuturkan bahwa dengan menjaga tradisi dan mengikuti pedoman yang ada, Pemkot Malang berupaya memastikan pada perayaan Idul Adha dapat berjalan dengan baik, lancar dan tetap mengendepankan keselamatan serta keamanan masyarakat. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210764</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Temanggungan Kota Malang Gelar Tradisi Arak-arakan Hewan Kurban Jelang Disembelih</title>
		<link>https://memontum.com/warga-temanggungan-kota-malang-gelar-tradisi-arak-arakan-hewan-kurban-jelang-disembelih</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jun 2023 07:45:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[arak-arakan]]></category>
		<category><![CDATA[disembelih]]></category>
		<category><![CDATA[gelar]]></category>
		<category><![CDATA[hewan]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[temanggungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192120</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tradisi arak-arakan hewan kurban sebelum dilakukan penyembelihan, berlangsung di wilayah Temanggungan, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Kamis (29/06/2023) tadi. Pelaksanaan itu, berlangsung seusai Salat Idul Adha 1444 Hijiriah. Dalam pelaksanaan itu, ratusan hewan kurban, baik sapi maupun kambing, diarak mengelilingi ruas Jalan Gatot Subroto, Jalan Zainul Arifin, Jalan Aris Munandar, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tradisi arak-arakan hewan kurban sebelum dilakukan penyembelihan, berlangsung di wilayah Temanggungan, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Kamis (29/06/2023) tadi. Pelaksanaan itu, berlangsung seusai Salat Idul Adha 1444 Hijiriah.</p>



<p>Dalam pelaksanaan itu, ratusan hewan kurban, baik sapi maupun kambing, diarak mengelilingi ruas Jalan Gatot Subroto, Jalan Zainul Arifin, Jalan Aris Munandar, hingga Jalan KH Ahmad Dalan, Kota Malang. Sejumlah warga yang terlibat, membawa sejumlah atribut seperti spanduk, flare dan bendera, untuk memeriahkan acara.</p>



<p>Ketua Panitia, Zulfikar Riski Alamsyah, menyampaikan bahwa proses arak-arakan hewan kurban tersebut sudah menjadi tradisi di tiap tahun. Pelaksanaan ini, dianggap memberikan kebermanfaatan bagi para pengkurban maupun hewan kurban itu sendiri.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Tradisi ini sudah berjalan sejak tahun 1979. Pelaksanaan ini, dianggap memberikan manfaat yang baik untuk pengkurban dan juga untuk kambing. Pengkurban sendiri juga mendapat syafaat dan manfaat,&#8221; kata Zulfikar.</p>



<p>Masyarakat yang terlibat, paparnya, pun dari berbagai kalangan yang ada. Mulai dari anak-anak hingga para lanjut usia (Lansia). Terlebih, dalam kemeriahan tersebut juga inisiatif dari masyarakat setempat.&nbsp;</p>



<p>“Semua warga yang terlibat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa bahkan sampai yang sudah Lansia juga ikut memeriahkan euforia ini. Dari RT/RW setempat pun, selama ini juga memberikan imbauan yang positif dan bahkan mendukung dari segi apapun,” ujarnya.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya jika di wilayah Temanggungan, itu mengarak 61 ekor kambing dan empat ekor sapi. Semua hewan tersebut juga dilakukan penyembelihan pada hari ini.</p>



<p>“Penyembelihannya semua dilakukan hari ini. Jadi, setelah seluruh hewan kurban diajak jalan-jalan, nanti akan langsung disembelih. Sehingga, daging saat disembelih tetap segar,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192120</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
