<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>area &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/area/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 16 Jul 2023 11:32:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>area &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Area Landing Paralayang Lapangan Songgomaruto Jadi Destinasi Dadakan Kota Batu</title>
		<link>https://memontum.com/area-landing-paralayang-lapangan-songgomaruto-jadi-destinasi-dadakan-kota-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Jul 2023 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[area]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[dadakan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[jadi]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[landing]]></category>
		<category><![CDATA[Lapangan]]></category>
		<category><![CDATA[Paralayang]]></category>
		<category><![CDATA[songgomaruto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193435</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Lapangan Songgomaruto yang berada di Kelurahan Songgokerto, Kecamatan/Kita Batu, kini menjadi destinasi wisata baru bagi wisatawan yang ingin melihat landingnya paralayang. Bahkan, dengan beberapa fasilitas yang sudah terbangun, area landing ini bakal diperluas oleh Pemkot Batu. Salah seorang wisatawan asal Sulawesi Tenggara, Ahmad Zainuddin, mengatakan sebenarnya memang belum lengkap kalau hanya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Lapangan Songgomaruto yang berada di Kelurahan Songgokerto, Kecamatan/Kita Batu, kini menjadi destinasi wisata baru bagi wisatawan yang ingin melihat landingnya paralayang. Bahkan, dengan beberapa fasilitas yang sudah terbangun, area landing ini bakal diperluas oleh Pemkot Batu.</p>



<p>Salah seorang wisatawan asal Sulawesi Tenggara, Ahmad Zainuddin, mengatakan sebenarnya memang belum lengkap kalau hanya duduk santai sambil menikmati alam pegunungan, kalau tidak juga menikmati alam dari ketinggian sambil tandem. &#8220;Terus terang, saya tidak berani tandem paralayang. Tapi, saya menikmati betul di sini. Udaranya sejuk sekali. Dan, kelihatan mereka yang tandem peralayang juga sangat bahagia sekali,&#8221; terangnya, saat di lapangan Songgomaruto, Minggu (16/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Mengenai fasilitas yang ada, ujarnya, sudah cukup lengkap. Seperti, toilet dan musala, dengan airnya yang bersih juga ada juga gazebo yang cocok jadi tempat menikmati pemandangan perbukitan, sawah, tentunya paralayang ditambah hawa sejuk Kota Batu. &#8220;Kalau saya sudah ada di sini, rasanya ingin berlama-lama. Karena, saya juga sudah foto bersama keluarga di spot swafoto di sana dan senangnya di sini pemandangan bebas dan sangat bagus. Tapi, saya besok pagi saya harus pulang ke Sulawesi,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Diketahui, lapangan pendaratan atau landing paralayang ini diresmikan oleh Wali Kota Batu yang saat itu dijabat oleh Imam Kabul sejak tahun 2003 yang lalu.</p>



<p>Rencananya, lapangan Songgomaruto bakal diperluas oleh Pemkot Batu melalui Dinas Pariwisata. Disini, lahan milik warga yang berdekatan dengan lapangan tersebut akan ditukar guling lahan milik Pemkot Batu seluar sekitar 9.000 meter persegi. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193435</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Digital Marketing bagi UMKM Pemula Jadi Tema Kemenkominfo Gelar Diskusi di Rest Area Tutur &#8211; Pasuruan</title>
		<link>https://memontum.com/digital-marketing-bagi-umkm-pemula-jadi-tema-kemenkominfo-gelar-diskusi-di-rest-area-tutur-pasuruan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Jul 2023 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[area]]></category>
		<category><![CDATA[bagi]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[gelar]]></category>
		<category><![CDATA[jadi]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[pemula]]></category>
		<category><![CDATA[rest]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[tema]]></category>
		<category><![CDATA[tutur]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193070</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Masyarakat Indonesia mulai mengandalkan internet untuk mendukung aktivitas di berbagai aspek kehidupan. Termasuk, saat mencari barang yang mereka butuhkan. Hal itu, dapat dilihat dari tingginya jumlah pengguna internet di Indonesia yang mencapai 215,63 juta orang periode 2022- 2023. Fakta tersebut, menjadi tantangan bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah UMKM untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Masyarakat Indonesia mulai mengandalkan internet untuk mendukung aktivitas di berbagai aspek kehidupan. Termasuk, saat mencari barang yang mereka butuhkan. Hal itu, dapat dilihat dari tingginya jumlah pengguna internet di Indonesia yang mencapai 215,63 juta orang periode 2022- 2023.</p>



<p>Fakta tersebut, menjadi tantangan bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah UMKM untuk mulai memanfaatkan digital marketing. Karenanya, memanfaatkan momentum pasar malam sekaligus untuk memberikan pemahaman pentingnya digital marketing bagi pelaku UMKM, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan BUMDes UMKM Pasuruan akan menggelar diskusi literasi digital di Rest Area Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Kamis (13/07/2023) besok sekitar pukul 18.30 WIB.</p>



<p>Diskusi luring (offline) bertajuk &#8216;Digital Marketing bagi UMKM Pemula&#8217;, itu akan menghadirkan tiga nara sumber. Yakni, Mom Infuencer, Novindah Sochmariyanti, model sekaligus kreator konten, Wiekalyana Sotya Perdana, musisi, Danin Sibilo, dan Riska Regita selaku moderator.</p>



<p>&#8220;Diskusi literasi digital masuk desa ini digelar gratis. Bisa diikuti dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/DaftarKabPasuruan1307. Peserta akan mendapat e-sertifikat, juga hadiah e-money senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya, Rabu (12/07/2023) tadi.</p>



<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, dunia digital marketing mengenal setidaknya dua teknik pemasaran online. Yakni, yang berbayar seperti SEM (Search Engine Marketing), Social Media Ads dan teknik Endorsement serta yang non-berbayar atau organik yaitu SEO (Search Engine Optimization).</p>



<p>”Perpaduan di antara teknik tersebut dapat memaksimalkan proses pemasaran digital. Adapun yang cocok untuk UMKM pemula, ialah Cloud Marketing, Online Marketing, Close Range Marketing, CTA Marketing, dan Inbound Marketing,” sebut Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p>Cloud marketing, menurut Kemenkominfo, merupakan upaya marketing yang dipersonalisasi dan terintegrasi secara digital. Tidak sekadar memasarkan, cloud marketing juga dapat membantu menganalisis data dari hasil campaign jauh lebih mudah dibandingkan dengan pemasaran konvensional.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>”Berdasarkan data yang ada, Anda dapat membuat perencanaan untuk strategi selanjutnya, serta mengetahui siapa calon konsumen potensial yang tertarik dengan produk Anda,” jelas Kemenkominfo.</p>



<p>Sedangkan CTA (Call-to-Action) marketing, ujarnya, merupakan sebuah tipe pemasaran yang menggunakan tulisan yang dibuat semenarik mungkin dengan tujuan mendorong melakukan sesuatu. Kalimat tersebut, memberikan sebuah petunjuk terkait apa yang konsumen dapat lakukan sekaligus memberikan keuntungan bagi konsumen jika melakukan transaksi.</p>



<p>”Sebuah kalimat CTA biasanya dilengkapi dengan visual pendukung, agar lebih menarik minat konsumen,” imbuh Kemenkominfo.</p>



<p>Selain diskusi yang digelar chip in dalam Gebyar Pasar Wisata 1000 BUMDes,&nbsp; acara di Rest Area Kecamatan Tutur Pasuruan, itu juga diisi dengan bazar dan pasar murah produk UMKM, pengajian, musik akustik dan hadrah serta puluhan wahana hiburan dan mainan lainnya. Diskusi literasi digital pada lingkup komunitas, untuk diketahui, merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga tahun 2024.</p>



<p>Tahun ini, program IMCD menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, utamanya mereka yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif dan aman.</p>



<p>Program #literasidigitalkominfo tahun ini dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program Kemenkominfo yang berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193070</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Air Sungai di Area Kota Pamekasan Berubah Berwarna Merah</title>
		<link>https://memontum.com/air-sungai-di-area-kota-pamekasan-berubah-berwarna-merah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jul 2023 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[area]]></category>
		<category><![CDATA[berubah]]></category>
		<category><![CDATA[berwarna]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[merah,]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192875</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Warga di Kecamatan Kota Pamekasan, dihebohkan dengan aliran air sungai yang berubah berwarna merah. Kehebohan itu, pun membuat warga berasumsi atau menduga-duga, jika itu dampak dari limbah pewarna batik di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, yang kebetulan berada di bagian atas aliran. Warga yang berada dekat Bendungan Klampar Proppo, Supriyadi, menyampaikan jika warna [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Warga di Kecamatan Kota Pamekasan, dihebohkan dengan aliran air sungai yang berubah berwarna merah. Kehebohan itu, pun membuat warga berasumsi atau menduga-duga, jika itu dampak dari limbah pewarna batik di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, yang kebetulan berada di bagian atas aliran.</p>



<p>Warga yang berada dekat Bendungan Klampar Proppo, Supriyadi, menyampaikan jika warna merah itu sudah terjadi sejak, Minggu (09/07/2023) kemarin siang. Hanya saja, pihaknya belum mengetahui apakah air limbah pewarna batik atau tidak.</p>



<p>&#8220;Ini sudah dari kemarin. Tetapi, apakah air ini dari bekas batik atau tidak, kurang tahu. Karena sebelumnya, tidak pernah seperti ini,&#8221; katanya, Senin (10/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya menambahkan, biasanya jika air limbah pewarna batik, itu tidak bertahan lama dan tidak sampai mengalir ke kota (kecamatan, red) seperti yang terjadi saat ini. &#8220;Biasanya kalau limbah pewarna batik, itu hitungan jam sudah hilang,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan, Supriyanto, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan penelusuran pada aliran air yang berwarna merah yang telah menghebohkan warga tersebut. &#8220;Masih diadakan pengecekan dan tadi kami menyusuri sungai. Itu dimulai dari depan kelurahan Jungcangcang sampai ke hulu di Bendungan Klampar,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Ditambahkannya, usai melakukan penelusuran, dirinya juga mengambil sampel air untuk dilakukan uji laboratorium. Tujuannya, agar mengetahui kandungan zat pada warna merah tersebut.</p>



<p>&#8220;Sambil menunggu hasil kandungan apa yang ada dalam air itu, mohon kepada masyarakat untuk tidak menggunakan air sungai yang diduga tercemar zat pewarna untuk kepentingan rumah tangga,&#8221; jelasnya. <strong>(azm/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192875</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Maksimalkan PAD, Dishub Kota Malang Bakal Manfaatkan Pusat Perbelanjaan Jadi Area Parkir</title>
		<link>https://memontum.com/maksimalkan-pad-dishub-kota-malang-bakal-manfaatkan-pusat-perbelanjaan-jadi-area-parkir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jun 2023 13:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[area]]></category>
		<category><![CDATA[bakal]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[jadi]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[maksimalkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[manfaatkan]]></category>
		<category><![CDATA[PAD]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir]]></category>
		<category><![CDATA[perbelanjaan]]></category>
		<category><![CDATA[pusat]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191148</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Maksimalkan potensi retribusi parkir, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang merencanakan salah satu pusat perbelanjaan di Jalan Merdeka Timur, Kota Malang, bakal dijadikan area parkir. Hal tersebut, dikatakan oleh Widjaja Saleh Putra, pada Jumat (16/06/2023) tadi. Kadishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan jika retribusi parkir tersebut menjadi salah satu penyumbang Pendapatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Maksimalkan potensi retribusi parkir, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang merencanakan salah satu pusat perbelanjaan di Jalan Merdeka Timur, Kota Malang, bakal dijadikan area parkir. Hal tersebut, dikatakan oleh Widjaja Saleh Putra, pada Jumat (16/06/2023) tadi.</p>



<p>Kadishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan jika retribusi parkir tersebut menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu, maka akan dimanfaatkan semaksimal mungkin.</p>



<p>“Ramayana itu rencananya sangat dimungkinkan untuk dijadikan area parkir. Tapi, tetap yang atas itu menjadi Mal Pelayanan Publik (MPP). Karena menurut hitungan dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), lebih banyak menghasilkan dari sisi parkir untuk PAD nya, dan ini juga menunjang yang lainnya,” jelas Widjaja.</p>



<p>Ditambahkan, jika rencana parkir tersebut nantinya akan dibuat secara vertikal, dengan kapasitas bisa menampung sekitar 200 kendaraan, baik roda empat maupun roda dua. Namun, hal tersebut masih belum dilakukan kajian yang lebih mendalam.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Tapi yang saat ini dimungkinkan untuk terealisasi di lahan eks Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dulu, Jalan Majaphit. Karena kan kalau di Ramayana itu masih butuh proses, butuh kajian. Gedung itu berapa ketahanannya, karena kan harus diubah. Kalau saya rasa itu kekuatannya harus ditambah, tapi nanti coba dikaji dulu,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala BKAD Kota Malang, Subkhan, menyampaikan jika pusat perbelanjaan tersebut memang berstatus Barang Milik Daerah (BMD) yang disewakan kepada pihak Ramayana. Masa kontrak sewanya pun habis di tahun 2024 mendatang. Apabila Dishub berencana memanfaatkan area tersebut untuk lahan parkir, maka akan didukung.</p>



<p>“Iya itu memang salah satu opsi. Nanti kita akan kaji lagi untuk tindaklanjutnya seperti apa,” ucap Subkhan.</p>



<p>Sebagai informasi, menurutnya pihak Ramayana telah melakukan sewa selama tiga tahun. Apabila nantinya akan memperpanjang, maka tetap mengikuti mekanisme yang ada sesuai ketentuan sewa BMD. “Dengan catatan bahwa selama BMD tersebut nanti tidak digunakan untuk penyelenggaraan pemerintahan oleh Pemkot Malang,” imbuh Subkhan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191148</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
