<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>arjosari, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/arjosari/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Mar 2026 12:58:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>arjosari, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Penumpang Arus Mudik di Terminal Arjosari Diprediksi Turun, Puncak Pergerakan 17 hingga 18 Maret</title>
		<link>https://memontum.com/penumpang-arus-mudik-di-terminal-arjosari-diprediksi-turun-puncak-pergerakan-17-hingga-18-maret</link>
					<comments>https://memontum.com/penumpang-arus-mudik-di-terminal-arjosari-diprediksi-turun-puncak-pergerakan-17-hingga-18-maret#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2026 03:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[arjosari,]]></category>
		<category><![CDATA[diprediksi]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[penumpang]]></category>
		<category><![CDATA[pergerakan]]></category>
		<category><![CDATA[puncak]]></category>
		<category><![CDATA[Terminal]]></category>
		<category><![CDATA[turun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230947</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pergerakan penumpang mudik di Terminal Arjosari, Kota Malang, diprediksi mengalami penurunan pada Lebaran tahun 2026. Meski begitu, pengelola terminal tetap menyiapkan berbagai antisipasi untuk memberikan layanan kepada penumpang. Kepala UPT Terminal Arjosari Malang, Mega Perwira Donowati, secara tegas menyampaikan bila dirinya belum bisa memastikan secara angka. Namun, untuk jumlahnya diperkirakan lebih [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pergerakan penumpang mudik di Terminal Arjosari, Kota Malang, diprediksi mengalami penurunan pada Lebaran tahun 2026. Meski begitu, pengelola terminal tetap menyiapkan berbagai antisipasi untuk memberikan layanan kepada penumpang.</p>



<p>Kepala UPT Terminal Arjosari Malang, Mega Perwira Donowati, secara tegas menyampaikan bila dirinya belum bisa memastikan secara angka. Namun, untuk jumlahnya diperkirakan lebih rendah dibandingkan periode mudik tahun sebelumnya.</p>



<p>“Kalau prediksi penumpang untuk tahun ini, kami belum bisa mengestimasi secara pasti, tapi kemungkinan akan mengalami penurunan dari tahun lalu. Paling sekitar 4 ribu sampai 4.500 penumpang perhari,” ujar Mega, Jumat (12/03/2026) tadi.</p>



<p>Diuraikannya, pada periode mudik tahun lalu, jumlah penumpang di Terminal Arjosari sempat mencapai sekitar 6 ribu hingga 7 ribu orang perhari. Penurunan tahun ini, diperkirakan dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya jarak waktu antara momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan awal Ramadan.</p>



<p>“Kalau seperti Nataru kemarin, ketika sudah mulai ada pergerakan biasanya persentasenya juga naik. Tahun ini kemungkinan tidak sebesar tahun lalu,” ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk arus mudik jarak dekat yang didominasi trayek Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), Mega memperkirakan lonjakan penumpang akan terjadi sekitar 17 hingga 18 Maret. Pada periode tersebut, pergerakan penumpang biasanya meningkat seiring mendekatnya masa cuti Lebaran.</p>



<p>“Kalau AKDP ini biasanya lonjakannya terasa sekali, karena banyak pekerja dari luar daerah yang bekerja di Malang lalu mudik ke daerah asalnya. Kalau untuk trayek Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) pergerakan penumpang cenderung lebih stabil dan tidak mengalami lonjakan signifikan seperti AKDP,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut, menurutnya Terminal Arjosari juga menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung bagi penumpang selama masa mudik Lebaran. Beberapa di antaranya adalah ruang tunggu yang lebih nyaman, kursi tambahan bagi penumpang, hingga tenda untuk mengantisipasi hujan saat penumpang menuju shelter keberangkatan.</p>



<p>“Kami juga menyiapkan kursi tambahan karena saat puncak penumpang kadang tidak kebagian tempat duduk. Selain itu kami siapkan tenda untuk mengantisipasi hujan ketika penumpang menuju shelter,” lanjutnya.</p>



<p>Untuk mendukung keamanan dan pelayanan, pihak terminal juga mendapat tambahan personel dari Jembatan Timbang Simpang Sari serta bantuan pengamanan dari TNI.</p>



<p>“Kami menyiapkan petugas yang standby 24 jam, termasuk bantuan personel untuk pengamanan dan pelayanan di dalam terminal,” imbuh Mega. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/penumpang-arus-mudik-di-terminal-arjosari-diprediksi-turun-puncak-pergerakan-17-hingga-18-maret/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230947</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Periksa Kelayakan Bus, Terminal Arjosari Rutin Ramp Check Bus Minimal 35 Unit Tiap Hari</title>
		<link>https://memontum.com/periksa-kelayakan-bus-terminal-arjosari-rutin-ramp-check-bus-minimal-35-unit-tiap-hari</link>
					<comments>https://memontum.com/periksa-kelayakan-bus-terminal-arjosari-rutin-ramp-check-bus-minimal-35-unit-tiap-hari#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2026 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[arjosari,]]></category>
		<category><![CDATA[kelayakan]]></category>
		<category><![CDATA[minimal]]></category>
		<category><![CDATA[periksa]]></category>
		<category><![CDATA[Terminal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230860</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check terhadap bus dilakukan secara rutin di Terminal Arjosari, Kota Malang. Hal itu dikatakan oleh Kepala UPT Terminal Arjosari, Malang, Mega Perwira Donowati. Perempuan yang akrab disapa Mega, itu mengatakan bahwa setiap harinya petugas melakukan pemeriksaan terhadap minimal 35 unit bus. Pemeriksaan tersebut dilakukan, secara acak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check terhadap bus dilakukan secara rutin di Terminal Arjosari, Kota Malang. Hal itu dikatakan oleh Kepala UPT Terminal Arjosari, Malang, Mega Perwira Donowati.</p>



<p>Perempuan yang akrab disapa Mega, itu mengatakan bahwa setiap harinya petugas melakukan pemeriksaan terhadap minimal 35 unit bus. Pemeriksaan tersebut dilakukan, secara acak sehingga tidak semua bus diperiksa.</p>



<p>“Kalau yang hari ini random, tidak semuanya. Tetapi per hari, minimal ada 35 unit bus yang kami cek,” kata Mega, Selasa (10/03/2026) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa ramp check dilakukan setiap hari terhadap kendaraan yang akan keluar dari Terminal Arjosari. Pemeriksaan tersebut dilakukan, sebagai upaya memastikan setiap bus dalam kondisi laik jalan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Penguji kami sudah kami instruksikan untuk setiap hari rutin melakukan ramp check terhadap kendaraan yang akan keluar dari Arjosari. Jadi bukan hanya saat momen besar saja, tetapi setiap hari merupakan kewajiban rutin penguji kami untuk memastikan kendaraan sudah laik jalan,” jelasnya.</p>



<p>Selain itu, pihak Terminal Arjosari juga membuka layanan pengaduan bagi masyarakat apabila menemukan indikasi bus yang tidak laik jalan. Laporan dapat disampaikan melalui media sosial Terminal Arjosari maupun nomor pengaduan Nawa Arjosari.</p>



<p>“Penumpang AKAP maupun AKDP bisa langsung DM Instagram kami atau ke nomor pengaduan Nawa Arjosari. Bisa juga lewat WhatsApp dengan menyertakan bukti dokumentasi seperti foto, video, serta kronologinya,” tambahnya.</p>



<p>Mega menambahkan, laporan tetap dapat disampaikan meskipun kejadian terjadi di luar area terminal, selama disertai bukti pendukung yang jelas. “Kami pasti akan tindak lanjuti dan evaluasi. Asalkan bukti-bukti pendukungnya ada, baik foto, video, maupun kronologi kejadiannya,” imbuh Mega. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/periksa-kelayakan-bus-terminal-arjosari-rutin-ramp-check-bus-minimal-35-unit-tiap-hari/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230860</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lima RW di Kota Malang Raih Penghargaan Proklim, Arjosari Borong Trophy Utama</title>
		<link>https://memontum.com/lima-rw-di-kota-malang-raih-penghargaan-proklim-arjosari-borong-trophy-utama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[arjosari,]]></category>
		<category><![CDATA[borong]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[Proklim]]></category>
		<category><![CDATA[trophy]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229524</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, secara langsung menyerahkan penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) kepada lima RW Kota Malang, di Balai Kota Malang, Senin (19/01/2026) tadi. Dari lima RW tersebut, satu RW berhasil meraih Penghargaan Proklim Utama Trophy, yakni RW 02 Kelurahan Arjosari, sementara empat RW lainnya menerima Penghargaan Proklim Utama Sertifikat. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, secara langsung menyerahkan penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) kepada lima RW Kota Malang, di Balai Kota Malang, Senin (19/01/2026) tadi. Dari lima RW tersebut, satu RW berhasil meraih Penghargaan Proklim Utama Trophy, yakni RW 02 Kelurahan Arjosari, sementara empat RW lainnya menerima Penghargaan Proklim Utama Sertifikat.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan apresiasinya kepada sejumlah RW-RW. Itu karena, mereka telah peduli dengan iklim dan lingkungan hidup yang penerapannya sangat bergantung pada kesadaran masyarakat.</p>



<p>“RW-RW yang mendapatkan penghargaan ini sudah menerapkan upaya nyata dalam menjaga lingkungan. Di Arjosari misalnya, sudah ada sumur resapan, sumur injeksi, ruang terbuka hijau yang terjaga, serta pemanfaatan bantaran sungai sebagai sarana edukasi lingkungan,” ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari keterlibatan aktif warga yang tumbuh dari kesadaran sendiri, bukan karena instruksi pemerintah. Karenanya, dirinya berharap capaian tersebut dapat menjadi contoh bagi RW lainnya di Kota Malang agar menerapkan langkah serupa.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Warga sadar bahwa menjaga lingkungan adalah kewajiban bersama. Dampaknya kembali ke mereka sendiri, mulai dari udara bersih hingga meminimalisir banjir. Namun, pastinya peran serta masyarakat yang menjadi poin utama,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, berharap agar dari empat kelurahan penerima penghargaan dapat mempertahankan kinerja lingkungannya. Sehingga, ke depan bisa diusulkan ke tingkat nasional.</p>



<p>&#8220;Dari 5 RW tersebut yang menerima penghargaan, Pemkot Malang memberikan apresiasi masing-masing 15 juta untuk dana pembinaan. Kemudian dari Provinsi memberikan bantuan tempat sampah termasuk juga sepeda motor roda tiga untuk pengangkutan sampah,&#8221; tutur Raymond.</p>



<p>Lebih lanjut Raymond berharap, agar tiga kecamatan lainnya, yakni Klojen, Sukun dan Lowokwaru, dapat meningkatkan partisipasi dalam Proklim. “Kebersihan dan kelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab DLH atau Pemkot, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Kota Malang,” imbuh Raymond.</p>



<p>Sebagai informasi, empat RW yang meraih Penghargaan Proklim Utama Sertifikat, diantaranya RW 03 Kelurahan Kotalama, RW 13 Kelurahan Madyopuro, RW 02 dan RW 09 Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229524</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Persiapan Nataru, Terminal Arjosari Lakukan Pemeriksaan Kesehatan untuk 120 Sopir Bus</title>
		<link>https://memontum.com/persiapan-nataru-terminal-arjosari-lakukan-pemeriksaan-kesehatan-untuk-120-sopir-bus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 04:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[arjosari,]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan]]></category>
		<category><![CDATA[Terminal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228795</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Terminal Arjosari Kota Malang menggelar pemeriksaan kesehatan dengan menyasar 120 sopir utama dan sopir cadangan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), Rabu (17/12/2025) tadi. Hal itu dilakukan, guna memastikan kesehatan para sopir menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Penanggung Jawab Keselamatan dan Kesehatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Terminal Arjosari Kota Malang menggelar pemeriksaan kesehatan dengan menyasar 120 sopir utama dan sopir cadangan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), Rabu (17/12/2025) tadi. Hal itu dilakukan, guna memastikan kesehatan para sopir menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru).</p>



<p>Penanggung Jawab Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dinkes Kota Malang, Lilik Suharti, mengatakan bahwa pemeriksaan itu menjadi agenda rutin tahunan menjelang hari besar keagamaan. Itu dilakukan, untuk memastikan kondisi fisik dan mental sopir dalam keadaan prima demi keselamatan perjalanan selama Nataru.</p>



<p>“Pemeriksaan meliputi pemeriksaan fisik seperti tinggi badan, berat badan dan tekanan darah. Pemeriksaan utama adalah tes mata, termasuk buta warna menggunakan metode Ishihara, karena sangat penting untuk mengenali rambu dan lampu lalu lintas,” jelas Lilik.</p>



<p>Selain itu, para sopir juga menjalani pemeriksaan kadar gula darah, tes alkohol, serta tes narkoba bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Menurut Lilik, pemeriksaan alkohol penting dilakukan karena beberapa makanan atau minuman fermentasi dapat memengaruhi hasil tes.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kalau ditemukan masalah kesehatan, nanti akan ada rekomendasi dari dokter terkait kelayakan sopir untuk bertugas,” tambahnya.</p>



<p>Dalam kegiatan tersebut, Dinkes Kota Malang menerjunkan dua puskesmas dan satu rumah sakit, yakni RSUD Kota Malang, Puskesmas Polowijen, serta Puskesmas Pandanwangi, dengan dukungan BNN. Sedangkan dalam momen sama, Lilik juga mengimbau para sopir untuk rutin memeriksakan kesehatan, tidak hanya saat agenda khusus seperti Nataru. Namun, dirinya juga menekankan pentingnya istirahat selama perjalanan, terutama bagi sopir jarak jauh.</p>



<p>“Setelah mengemudi sekitar dua jam, sopir disarankan beristirahat 5 hingga 10 menit untuk peregangan. Untuk perjalanan jauh, idealnya ada sopir cadangan agar bisa bergantian,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, salah satu sopir bus, Andi Setiawan, mengaku pemeriksaan kesehatan sangat penting untuk memastikan kondisi tubuh tetap prima saat bertugas. “Alhamdulillah hasil sementara normal, mulai dari gula darah, alkohol dan tensi. Tinggal tes urin,” katanya.</p>



<p>Andi berharap, pemeriksaan kesehatan seperti ini bisa dilakukan secara rutin agar kondisi kru bus selalu terpantau. “Kalau kondisi tidak fit, sebaiknya tidak memaksakan diri karena bisa membahayakan keselamatan penumpang,” imbuh Andi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228795</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Nataru, Lonjakan Penumpang di Terminal Arjosari Diprediksi Naik hingga 60 Persen</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-nataru-lonjakan-penumpang-di-terminal-arjosari-diprediksi-naik-hingga-60-persen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[arjosari,]]></category>
		<category><![CDATA[diprediksi]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[lonjakan]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[penumpang]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[Terminal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228768</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Terminal Arjosari Kota Malang memprediksi adanya lonjakan jumlah penumpang hingga 50 sampai 60 persen. Peningkatan tersebut, diperkirakan mulai terjadi pada 22 Desember 2025 dan mencapai puncaknya saat momentum Natal serta arus balik awal Januari 2026. Kepala Satuan Pelayanan Terminal Tipe A (Satpel TTA) Arjosari Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Terminal Arjosari Kota Malang memprediksi adanya lonjakan jumlah penumpang hingga 50 sampai 60 persen. Peningkatan tersebut, diperkirakan mulai terjadi pada 22 Desember 2025 dan mencapai puncaknya saat momentum Natal serta arus balik awal Januari 2026.</p>



<p>Kepala Satuan Pelayanan Terminal Tipe A (Satpel TTA) Arjosari Kota Malang, Mega Perwira Donowati, menyampaikan bahwa lonjakan penumpang diperkirakan terjadi pada periode libur panjang akhir tahun, seiring libur sekolah dan sebagian besar perkantoran. “Lonjakan mulai tanggal 22 Desember, kemudian arus baliknya sekitar tanggal 3 sampai 4 Januari. Itu yang kami waspadai karena sudah ada instruksi dari pusat untuk meningkatkan kesiapsiagaan di tanggal-tanggal tersebut,” ujar Mega, Selasa (16/12/2025) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa prediksi kenaikan penumpang itu dipicu oleh libur panjang Natal dan Tahun Baru yang dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian dan berwisata. “Karena ini long weekend, libur sekolah sudah mulai, kemudian Natal juga cukup panjang, maka kenaikannya kami prediksi bisa sampai 50 sampai 60 persen,” jelasnya.</p>



<p>Jumlah itu diperkirakan akan menampung hingga 8.000 sampai 9.000 penumpang per hari selama puncak Nataru. Padahal, pada biasanya hanya melayani sekitar 3.000 hingga 4.000 penumpang per hari. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, tentunya juga disiapkan sejumlah langkah.</p>



<p>&#8220;Salah satunya dengan memaksimalkan sumber daya manusia (SDM) di seluruh titik pelayanan. Mulai dari pintu masuk, area penurunan penumpang, pos informasi, pos keberangkatan dan pos shift. Semua kami lengkapi dengan HT dan laporan real time,” tuturnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mega menegaskan, bahwa petugas diwajibkan menyampaikan laporan kondisi terminal secara berkala guna mengantisipasi potensi gangguan pelayanan. Bahkan, laporan diminta diperbarui setiap setengah jam.</p>



<p>“Antisipasi harus dari awal, supaya hal-hal yang tidak perlu tidak sampai muncul,” tegasnya.</p>



<p>Selain kesiapan petugas, pihak terminal juga memberikan perhatian khusus pada pelayanan kelompok rentan, seperti lanjut usia, anak-anak, balita dan penyandang disabilitas.</p>



<p>“Pelayanan untuk manula, anak kecil, balita, dan disabilitas harus benar-benar diperhatikan,” tambahnya .</p>



<p>Terkait arus penumpang, Mega menyebut Terminal Arjosari berpotensi mengalami kepadatan baik pada arus kedatangan maupun keberangkatan. Sebagai kota wisata, Malang dinilai memiliki daya tarik yang sama besar bagi penumpang yang datang maupun pergi.</p>



<p>“Untuk Nataru ini relatif seimbang. Yang datang dan yang berangkat sama-sama tinggi. Bahkan untuk kedatangan bisa mencapai 60 sampai 70 persen, karena banyak yang berlibur ke Malang,” imbuh Mega. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228768</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ubah Stigma, Terminal Arjosari Bakal Miliki Pojok Museum</title>
		<link>https://memontum.com/ubah-stigma-terminal-arjosari-bakal-miliki-pojok-museum</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2025 09:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[arjosari,]]></category>
		<category><![CDATA[miliki]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[stigma,]]></category>
		<category><![CDATA[Terminal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226283</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Terminal Arjosari direncanakan bakal punya Pojok Museum Terminal. Melalui perencanaan itu, diharapkan mampu merubah stigma bahwa terminal bukan hanya tempat naik-turun penumpang saja, namun juga edukasi bagi masyarakat. Kepala Terminal Arjosari, Mega Perwira Donowati, menyampaikan bahwa rencana itu dijadwalkan akan diresmikan pada bulan depan, tepatnya 28 Oktober 2025. Ide tersebut muncul, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Terminal Arjosari direncanakan bakal punya Pojok Museum Terminal. Melalui perencanaan itu, diharapkan mampu merubah stigma bahwa terminal bukan hanya tempat naik-turun penumpang saja, namun juga edukasi bagi masyarakat.</p>



<p>Kepala Terminal Arjosari, Mega Perwira Donowati, menyampaikan bahwa rencana itu dijadwalkan akan diresmikan pada bulan depan, tepatnya 28 Oktober 2025. Ide tersebut muncul, dari keinginannya untuk mengabadikan sejarah terminal.</p>



<p>“Sejak saya bertugas, banyak catatan sejarah yang belum jelas. Misalnya, kapan pertama kali berdiri, siapa saja yang pernah menjabat, dan momen penting apa yang pernah terjadi. Dari situlah muncul ide untuk menggali sejarah sekaligus menghadirkan museum,” kata Mega, Jumat (26/09/2025) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa nantinya dalam museum tersebut akan menampilkan foto, dokumen, hingga deskripsi perjalanan panjang Terminal Arjosari. Mega berharap, kehadirannya bisa mengubah pandangan masyarakat.</p>



<p>“Terminal jangan lagi dianggap menyeramkan. Justru harus jadi tempat edukasi, tempat warga mencari wawasan baru. Dengan begitu, masyarakat akan lebih mencintai dan merasa memiliki Arjosari,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sehari-hari, Terminal Arjosari dilintasi ribuan penumpang. Pada hari biasa sekitar 3.500–3.700 orang, sementara akhir pekan bisa mencapai 6.000. Bahkan, saat libur panjang, jumlahnya bisa tiga kali lipat.</p>



<p>&#8220;Sehingga saya optimis, dengan angka tersebut nantinya pojok museum akan banyak menarik perhatian,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Sementara itu, penggagas ide museum, Arif Wibisono, menyebut bahwa terminal memiliki catatan sejarah panjang yang perlu dilestarikan. “Terminal Arjosari itu bukan yang pertama. Sejak 1935, terminal ada di kawasan Pecinan, lalu pindah ke Sawahan tahun 1955, ke Pattimura pada 1969, hingga akhirnya ke Arjosari tahun 1989. Kalau tidak didokumentasikan, sejarah ini bisa hilang,” jelas Arif.</p>



<p>Menurutnya, peresmian nanti akan semakin istimewa, karena sekaligus akan diluncurkan buku sejarah terminal di Kota Malang. “Terminal bukan sekadar tempat transit, tapi juga simpul perjalanan hidup banyak orang. Museum ini semoga jadi cara kita menghormati sejarah dan literasi,” tegasnya.</p>



<p>Dengan hadirnya Pojok Museum, diharapkan Terminal Arjosari bukan hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, melainkan juga ruang publik baru yang bersejarah, edukatif dan terbuka bagi masyarakat luas. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226283</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Malang dan Ketua TP PKK Luncurkan Program My Village My Home dan Arjosari Woman Festival II</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-dan-ketua-tp-pkk-luncurkan-program-my-village-my-home-dan-arjosari-woman-festival-ii</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2025 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[arjosari,]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[luncurkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[village]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221329</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, didampingi Ketua TP PKK Kota Malang, Hanik Andriani Wahyu Hidayat, meluncurkan program My Village My Home sekaligus membuka Arjosari Woman Festival II di Gedung Graha Jalan Teluk Etna, Senin (21/04/2025) tadi. Kegiatan ini, menjadi momentum luar biasa yang tidak hanya sarat makna, namun juga menjadi bukti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, didampingi Ketua TP PKK Kota Malang, Hanik Andriani Wahyu Hidayat, meluncurkan program My Village My Home sekaligus membuka Arjosari Woman Festival II di Gedung Graha Jalan Teluk Etna, Senin (21/04/2025) tadi. Kegiatan ini, menjadi momentum luar biasa yang tidak hanya sarat makna, namun juga menjadi bukti nyata semangat kolaborasi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.</p>



<p>&#8220;Atas nama Pemerintah Kota Malang, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Kelurahan Arjosari dan juga Dinas Kesehatan atas prakarsa dan inisiatif luar biasa ini. Kegiatan ini, bukan sekadar untuk memeriahkan HUT ke-111 Kota Malang maupun memperingati Hari Kartini. Namun, juga mencerminkan komitmen kuat dari para perempuan hebat di Kelurahan Arjosari, untuk terus berkiprah, menginspirasi dan berkontribusi nyata dalam pembangunan. Perempuan, hari ini tidak hanya menjadi tiang keluarga, tetapi juga tonggak perubahan di tengah masyarakat,&#8221; katanya.</p>



<p>Wali Kota Malang menyebutkan, simbol bahwa Kota Malang benar-benar mendorong prinsip inklusivitas dan kesetaraan gender dalam pembangunan sangat terlihat. Contohnya, adalah wilayah Arjosari yang dipimpin sosok perempuan.</p>



<p>“Saya percaya, di bawah kepemimpinannya ini, langkah-langkah pemberdayaan akan semakin kokoh, program-program sosial akan semakin menyentuh lapisan bawah dan ruang partisipasi perempuan akan semakin terbuka lebar,” jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Arjosari Woman Festival II, dijelaskan orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang tersebut menyuguhkan banyak edukasi positif. Mengambil tema ‘Cintai Tubuhmu, Cintai Dirimu’, hal ini memberikan semangat kampanye self love, serta sosialisasi pentingnya deteksi dini penyakit wanita. Sedangkan peluncuran program My Village My Home yang diinisiasi Dinas Kesehatan Kota Malang, ini merupakan program inovatif pelayanan kesehatan berbasis data keluarga terkait dengan imunisasi. “Ini juga adalah bentuk kepedulian dan pendekatan komprehensif terhadap kesehatan ibu dan anak, sekaligus upaya preventif yang sangat strategis untuk membangun generasi yang lebih sehat dan berkualitas sejak dini,” tambah Wali Kota Malang.</p>



<p>Akan tetapi, ditegaskan Wali Kota Malang, bahwa keberhasilan program My Village My Home sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga para kader, baik kader PKK, kader posyandu, maupun tenaga kesehatan. Partisipasi kolektif ini akan membentuk sistem pemantauan imunisasi dan kesehatan ibu dan anak yang kuat, sekaligus mengidentifikasi ketersediaan vaksin secara berkelanjutan.</p>



<p>“Oleh karenanya, mari kita kawal bersama demi masa depan yang lebih baik. Dan mari kita semua menjadikan kegiatan semacam ini sebagai titik tolak pembudayaan hidup sehat di lingkungan keluarga dan komunitas. Ayo terus bangun literasi kesehatan, tingkatkan kesadaran akan pentingnya peran ibu dalam tumbuh kembang anak, serta tanamkan nilai-nilai gotong royong dalam membentuk lingkungan yang ramah, inklusif dan sehat untuk semua kelompok usia,” paparnya.</p>



<p>Kegiatan yang terselenggara ini, pun disebutkannya sangat sejalan dengan semangat program Ngalam Tahes yang menjadi komitmen Pemerintah Kota Malang dalam memberikan pelayanan kesehatan yang adil, inklusif, dan berkualitas kepada seluruh lapisan masyarakat. “Langkah-langkah seperti ini adalah wujud nyata implementasi Dasa Bakti yang kami jalankan untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dalam proses pembangunan, termasuk dari sisi kesehatan, demi tercapainya visi Kota Malang yakni Menuju Malang Mbois dan Berkelas,” urainya.</p>



<p>Wali Kota Malang pun berpesan, bahwa sinergisitas yang terjalin antara pemerintah, masyarakat dan mitra pembangunan dapat terus tumbuh dan menguat. Tujuannya, agar dapat menghasilkan perubahan nyata dan memberikan manfaat besar bagi seluruh warga, khususnya perempuan dan anak-anak yang menjadi pilar masa depan bangsa. <strong>(pro/mlg/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221329</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Digelontor Revitalisasi Rp 24 Miliar, Terminal Arjosari Kota Malang Ditarget Rampung Desember</title>
		<link>https://memontum.com/digelontor-revitalisasi-rp-24-miliar-terminal-arjosari-kota-malang-ditarget-rampung-desember</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Oct 2024 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[arjosari,]]></category>
		<category><![CDATA[desember]]></category>
		<category><![CDATA[digelontor]]></category>
		<category><![CDATA[ditarget]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[miliar]]></category>
		<category><![CDATA[rampung,]]></category>
		<category><![CDATA[Revitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Terminal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215027</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Terminal Tipe A Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, sedang dilakukan revitalisasi oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dengan alokasi anggaran sebesar Rp 24 miliar. Pengerjaan yang dimulai sejak Agustus 2024 itu, ditargetkan rampung pada 14 Desember 2024 mendatang. Kepala Terminal Tipe A Arjosari, Maria Margareta, menyampaikan bahwa revitalisasi itu dilakukan untuk memperbaiki beberapa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Terminal Tipe A Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, sedang dilakukan revitalisasi oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dengan alokasi anggaran sebesar Rp 24 miliar. Pengerjaan yang dimulai sejak Agustus 2024 itu, ditargetkan rampung pada 14 Desember 2024 mendatang.</p>



<p>Kepala Terminal Tipe A Arjosari, Maria Margareta, menyampaikan bahwa revitalisasi itu dilakukan untuk memperbaiki beberapa kerusakan, terutama pada landasan bus. “Kondisi landasan tidak rata, membuat bus tidak nyaman melintas. Karenanya, kami melakukan pengerasan jalan (rigid pavement, red),” jelas Maria, Sabtu (05/10/2024) tadi.</p>



<p>Selain perbaikan landasan, ujarnya, revitalisasi juga mencakup atap dan plafon di lobi, kantor utama serta ruang tunggu (selter). Nantinya, selter akan dilengkapi pendingin ruangan dan lift untuk memudahkan akses antara lantai satu dan dua.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Di selter atas juga akan ada empat toilet, dan tangga manual tetap disediakan,” tambahnya.</p>



<p>Maria juga memastikan bahwa aktivitas terminal tetap berjalan normal selama revitalisasi berlangsung. Setelah revitalisasi selesai, pintu masuk untuk penumpang dan bus akan terletak di dekat pom bensin, dengan lahan parkir yang mampu menampung sekitar 100 kendaraan. Fasilitas ini juga akan mengakomodasi taksi dan ojek online.</p>



<p>“Kami berharap dengan revitalisasi ini, penumpang merasa lebih aman dan nyaman berada di terminal, serta tidak lagi naik dan turun di luar terminal yang mengganggu arus lalu lintas,” imbuh Maria.</p>



<p>Sebagai informasi, Terminal Tipe A Arjosari tersebut melayani bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), serta berperan penting dalam melayani mobilitas warga Kota Malang dan sekitarnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215027</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jalur Angkot di Terminal Arjosari Minim Penerangan, Pemkot Malang Bakal Pasang Lampu Solar Cell</title>
		<link>https://memontum.com/jalur-angkot-di-terminal-arjosari-minim-penerangan-pemkot-malang-bakal-pasang-lampu-solar-cell</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jul 2024 05:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Angkot]]></category>
		<category><![CDATA[arjosari,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pasang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[penerangan]]></category>
		<category><![CDATA[Terminal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211703</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Minimnya lampu penerangan di jalur Angkutan Kota (Angkot) Terminal Arjosari, menjadi keluhan masyarakat. Terutama, bagi mereka yang hendak memanfaatkan Angkot pada waktu sore hingga malam hari. Keluhan itu, disampaikan oleh salah satu Sopir Angkot, Sumarsono. Menurutnya, banyak penumpang yang takut jika memasuki terminal di jalur Angkot pada waktu malam hari. Itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Minimnya lampu penerangan di jalur Angkutan Kota (Angkot) Terminal Arjosari, menjadi keluhan masyarakat. Terutama, bagi mereka yang hendak memanfaatkan Angkot pada waktu sore hingga malam hari.</p>



<p>Keluhan itu, disampaikan oleh salah satu Sopir Angkot, Sumarsono. Menurutnya, banyak penumpang yang takut jika memasuki terminal di jalur Angkot pada waktu malam hari. Itu karena, keadaan begitu gelap dan kurang lampu penerangan.</p>



<p>“Penerangan di Terminal Arjosari, khususnya jalur Angkot, ini terlalu gelap. Banyak penumpang yang takut kalau mau masuk jalur sini. Padahal, sebenarnya aman-aman saja meskipun penumpang khawatir,” kata Sumarsono, Jumat (12/07/2024) tadi.</p>



<p>Sumarsono berharap, agar keluhan tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Terlebih, dengan dilakukan tambahan penerangan di sekitar terminal jalur Angkot.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Harapannya, Pemkot Malang bisa memperhatikan dan dapat menambah lampu pencahayaan khususnya di sekitar terminal jalur Angkot,” ujarnya.</p>



<p>Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menanggapi hal itu menyampaikan jika penambahan lampu penerangan jalan sudah dianggarkan dan akan segera terpasang pada Agustus mendatang. &#8220;Bulan depan lampu penerangan itu akan terpasang. Pengadaan sudah kami anggarkan untuk di sekitar terminal dan khususnya di jalur Angkot,” ucap Jaya-sapaannya.</p>



<p>Nantinya, dalam penambahan lampu tersebut akan menggunakan sistem solar cell atau memanfaatkan panel surya. Dengan harapan, perawatan nantinya dapat lebih mudah dan tidak membayar biaya operasional.</p>



<p>“Karena petunjuk dari bapak Pj Wali Kota, kita harus berhemat. Sehingga dengan menggunakan solar cell, ini tidak direpotkan bayar biaya rekening atau operasional,” imbuh Jaya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211703</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
