<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>artefak &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/artefak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Sep 2025 14:13:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>artefak &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Mas Dhito Buka Hotline Pengembalian Aset Pemkab Kediri dan Artefak yang Dijarah dari Museum</title>
		<link>https://memontum.com/mas-dhito-buka-hotline-pengembalian-aset-pemkab-kediri-dan-artefak-yang-dijarah-dari-museum</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[artefak]]></category>
		<category><![CDATA[dijarah]]></category>
		<category><![CDATA[Hotline]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[pengembalian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225650</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, membuka layanan pengembalian barang-barang aset serta artefak yang dijarah dari museum, dalam insiden yang terjadi pada Sabtu (30/08/2025) malam. Diuraikan Mas Dhito-sapaanya Bupati Kediri, bahwa layanan tersebut dibuka guna menekan besarnya kerugian yang terjadi akibat insiden penjarahan yang terjadi. “Kita buka layanan hotline (pengembalian aset yang dijarah, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, membuka layanan pengembalian barang-barang aset serta artefak yang dijarah dari museum, dalam insiden yang terjadi pada Sabtu (30/08/2025) malam. Diuraikan Mas Dhito-sapaanya Bupati Kediri, bahwa layanan tersebut dibuka guna menekan besarnya kerugian yang terjadi akibat insiden penjarahan yang terjadi.</p>



<p>“Kita buka layanan hotline (pengembalian aset yang dijarah, red) dan mohon bantuannya kepada teman-teman media,” kata Mas Dhito, seusai rapat koordinasi (Rakor) bersama Forkopimda di Gedung Bagawanta Bhari, Senin (01/09/2025) tadi.</p>



<p>Dalam kejadian sendiri, seusai peristiwa penjarahan, beberapa orang tua dari terduga pelaku ada yang sudah mengembalikan sebagian aset Pemerintah Kabupaten Kediri, yang hilang. Beberapa diantaranya seperti LPG, alat tulis dan beberapa aset lain.</p>



<p>Mas Dhito juga mengapresiasi, para orang tua yang berani menegur anak-anaknya tersebut dan mengembalikan aset milik Pemkab Kediri. Sementara penjarahan yang dilakukan massa, berlangsung hampir di seluruh gedung di kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri.</p>



<p>“Kami sangat mengapresiasi sekali orang tua yang berani untuk menegur anaknya (yang melakukan penjarahan),” terang Mas Dhito.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Terkait artefak fragmen Kepala Ganesha yang tidak luput dari penjarahan, ujarnya, hingga saat ini peninggalan sejarah tersebut belum ditemukan. Mas Dhito menegaskan, bahwa masih terus melakukan pencarian terhadap artefak yang sempat berada di Museum Bagawanta Bhari, yang juga dirusak saat insiden unjuk rasa.</p>



<p>Adapun untuk hotline aduan pengembalian aset Pemerintah Kabupaten Kediri, masyarakat bisa menghubungi di nomor 085816310842. Pengembalian juga bisa dilakukan di Kantor Satpol PP atau Damkar Kabupaten Kediri di Desa Menang, Kecamatan Pagu, serta di balai desa terdekat.</p>



<p>Sedangkan untuk pengembalian artefak, Mas Dhito meminta agar artefak tersebut dapat di kembalikan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayan Kabupaten Kediri atau menghubungi hotline 08122951510. Atas kejadian tersebut, bupati dua periode ini mengungkapkan kerugian yang terjadi di taksir sebesar Rp 500 miliar. Namun angka tersebut, masih belum termasuk kendaraan.</p>



<p>“Kendaraan belum kita hitung,” imbuh Mas Dhito.</p>



<p>Usai Rakor, Mas Dhito juga menggelar doa bersama lintas agama. Selain OPD dan Forkopimda, pada doa bersama ini juga dihadiri organisasi mahasiswa serta ojek online. Doa bersama ini, dilakukan di halaman depan Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri. Dari pantauan di lapangan, puing kebakaran dan penjarahan masih terlihat. <strong>(pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225650</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Museum Kediri Jadi Sasaran Perusakan dan Penjarahan, Mas Dhito Minta Artefak Dikembalikan</title>
		<link>https://memontum.com/museum-kediri-jadi-sasaran-perusakan-dan-penjarahan-mas-dhito-minta-artefak-dikembalikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[artefak]]></category>
		<category><![CDATA[dikembalikan]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[Penjarahan]]></category>
		<category><![CDATA[perusakan]]></category>
		<category><![CDATA[sasaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225604</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Aksi anarkis yang dilakukan massa tidak bertanggung jawab di komplek Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri pada Sabtu (30/8/2025) malam hingga Minggu (31/08/2025) dini hari, ikut menyasar Museum Bagawanta Bhari serta menjarah salah satu benda peninggalan budaya. Aksi miris yang seharusnya tidak sampai dilakukan itu, pun mematik reaksi. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Aksi anarkis yang dilakukan massa tidak bertanggung jawab di komplek Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri pada Sabtu (30/8/2025) malam hingga Minggu (31/08/2025) dini hari, ikut menyasar Museum Bagawanta Bhari serta menjarah salah satu benda peninggalan budaya. Aksi miris yang seharusnya tidak sampai dilakukan itu, pun mematik reaksi.</p>



<p>Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, dalam keterangannya mengatakan bahwa akibat aksi itu, tidak hanya membuat kaca-kaca museum pecah. Bahkan, salah satu benda peninggalan budaya yang hilang, yakni fragmen Kepala Ganesha dan tiga koleksi wastra kain batik. Selain itu, juga perusakan miniatur lumbung serta Arca Bodhisatwa.</p>



<p>Mas Dhito-sapaanya, mengimbau kepada masyarakat bilamana ada yang mengetahui keberadaan peninggalan budaya yang hilang tersebut untuk melapor. Khususnya bagi oknum yang merasa mengambil dan menyimpan, diharapkan untuk mau mengembalikan ke Pemkab Kediri.&nbsp;</p>



<p>“Kami berharap, apa yang sudah diambil itu bisa dikembalikan. Karena apa yang diambil, adalah peninggalan budaya dan memiliki nilai sejarah. Jadi, sangat tidak pantas untuk menjadi sasaran,” katanya, Minggu (31/8/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, benda-benda peninggalan budaya yang ada di Museum Bagawanta Bhari pasca kejadian tersebut pada Minggu sore, langsung diamankan oleh petugas dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri. Mas Dhito menegaskan, pihaknya tidak membenarkan kejadian yang sampai melakukan penjarahan di museum. Apalagi, selain museum, sebagian besar bangunan di komplek Kantor Pemkab Kediri, hangus dibakar dan hanya menyisakan puing-puing.</p>



<p>Bahkan, ujarnya, beberapa mobil yang terparkir di dalam juga tak luput dari sasaran. Kondisi itu, pun menjadikan kantor pemerintahan lumpuh.</p>



<p>Gedung DPRD Kabupaten Kediri yang berada satu komplek, juga ikut menjadi sasaran pembakaran. Begitupula dengan Kantor Samsat di Jalan Soekarno-Hatta, Katang atau di depan komplek Kantor Pemkab Kediri.</p>



<p>Meski belasan kantor dan ruangan yang ada di Pemkab Kediri itu hangus dan dihadapkan pada keterbatasan, baik tempat maupun sarana prasarana, Mas Dhito menekankan, jalannya pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat akan tetap berjalan. “Terutama dalam bidang pelayanan publik tetap berjalan,” ungkapnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225604</post-id>	</item>
		<item>
		<title>1.200 Koleksi dan Ribuan Artefak Sejak Abad 13 Lengkapi Museum Baru Banyuwangi Omahseum</title>
		<link>https://memontum.com/1-200-koleksi-dan-ribuan-artefak-sejak-abad-13-lengkapi-museum-baru-banyuwangi-omahseum</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 May 2024 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[artefak]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[lengkapi]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[omahseum]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209571</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Jumlah museum di Kabupaten Banyuwangi, bertambah. Adalah Omahseum yang beralamat di Jalan Widuri, No 21, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, yang menambah jumlah museum berikut koleksi yang dihadirkan. Museum ini, menghadirkan sejumlah koleksi bersejarah yang berkaitan dengan Blambangan sejak dari abad 13. Peresmian museum ini sendiri, berlangsung sangat istimewa karena bertepatan dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Jumlah museum di Kabupaten Banyuwangi, bertambah. Adalah Omahseum yang beralamat di Jalan Widuri, No 21, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, yang menambah jumlah museum berikut koleksi yang dihadirkan. Museum ini, menghadirkan sejumlah koleksi bersejarah yang berkaitan dengan Blambangan sejak dari abad 13.</p>



<p>Peresmian museum ini sendiri, berlangsung sangat istimewa karena bertepatan dengan momentum peringatan Hari Museum Sedunia yang jatuh setiap 18 Mei. Museum tersebut, diinisiasi oleh seorang kolektor bernama Thomas Racharto.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, meresmikan langsung Omahseum ini dan mengapresiasi inisiatif itu. Menurutnya, hal tersebut menjadi sarana edukatif dan destinasi wisata baru.</p>



<p>&#8220;Saya sangat senang atas inisiatif Pak Thomas Racharto dan keluarga. Ini dedikasi yang penting untuk wahana edukasi dan wisata sejarah bagi siapa saja yang ingin mengenal Banyuwangi,” kata Bupati Ipuk, Minggu (19/05/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati Ipuk menambahkan, bahwa pemerintah daerah siap untuk mengintegrasikan Omahseum dalam program-program promosi pariwisata di ujung Timur Jawa ini. Apalagi, letak Omahseum yang berada di jalur wisata menuju ke Ijen dan Desa Adat Osing Kemiren.</p>



<p>&#8220;Masyarakat bisa menikmati sejumlah museum. Selain di Museum Blambangan dan Museum PIGGI (Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen), juga bisa ke Omahseum,” jelas Bupati Ipuk.</p>



<p>Omahseum sendiri, ujarnya, merupakan inisiatif dari Thomas Racharto. Ia adalah seorang kolektor yang banyak mengoleksi benda-benda kuno sejak 1971. Setelah bergelut puluhan tahun, ia memiliki tidak kurang dari 1.200 koleksi. Ribuan artefak Blambangan kuno seperti lingga, kendi, manik-manik, kitab kuno, keris, pedang, sampai fosil-fosil tersaji di Omahseum. Salah satunya yang menarik, adalah naskah kuno Lontar Sritanjung.</p>



<p>&#8220;Ini akan diajukan oleh Perpustakaan Daeran sebagai IKON (Ingatan Kolektif Nasional) ke Perpustakaan Nasional,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Lontar Sritanjung sendiri merupakan naskah yang diyakini sebagai legenda asal usul nama Banyuwangi. Naskah ini merupakan koleksi langka dan memiliki arti penting bagi sejarah dan kepercayaan masyarakat Blambangan. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209571</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
