<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>ASAP &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/asap/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 Oct 2019 04:41:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>ASAP &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>ASAP Datangi Rumdin Walikota Probolinggo, Curahkan Aspirasi</title>
		<link>https://memontum.com/asap-datangi-rumdin-walikota-probolinggo-curahkan-aspirasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jul 2019 14:41:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[ASAP]]></category>
		<category><![CDATA[walikota probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/87440-asap-datangi-rumdin-walikota-probolinggo-curahkan-aspirasi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Meskipun hari sabtu, tidak membuat Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin berhenti bekerja. Terbukti, Habib Hadi menerima sopir angkot di rumah dinasnya. Pertemuan itu membahas tentang transportasi online, bus masuk kota hingga becak motor (betor). Sabtu (6/6/2019). Rencananya, sopir angkot yang tergabung dalam ASAP (Asosiasi Sopir Angkut Probolinggo) akan melakukan aksi demo [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Meskipun hari sabtu, tidak membuat Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin berhenti bekerja. Terbukti, Habib Hadi menerima sopir angkot di rumah dinasnya. Pertemuan itu membahas tentang transportasi online, bus masuk kota hingga becak motor (betor). Sabtu (6/6/2019).</p>
<p>Rencananya, sopir angkot yang tergabung dalam ASAP (Asosiasi Sopir Angkut Probolinggo) akan melakukan aksi demo pada Rabu, (10/7/2019) mendatang.</p>
<p>“Kalau demo harus saya temui, tetapi pada hari itu saya sedang tidak ada di tempat. Jadi, kami undang disini agar mereka bisa menyampaikan aspirasi dan berdiskusi,” kata Wali Kota Habib Hadi.</p>
<p>Komunitas ASAP tersebut kepada Habib Hadi menyampaikan sejumlah keluhannya terkait transportasi online yang dinilai merugikan mereka. Pasalnya, pendapatan mereka turun drastis sejak ada transportasi online tersebut. Masyarakat lebih memilih transportasi berbasis teknologi itu ketimbang angkutan kota atau angkutan konvensional lainnya.</p>
<p>“Ojek online yang sempat kami pegang itu bilang, meski ada perwali tapi disitu tidak ada sanksinya jika mengambil penumpang di titik tertentu. Kami meminta ketegasan dan penajaman perwali tentang sanksinya,” ujar salah seorang sopir.</p>
<p>Terkait Perwali nomor 116 tahun 2018 yang mengatur tentang transportasi online, pihak terkait yakni Dinas Perhubungan, Polres Probolingo Kota, Satpol PP dan Dinas Kominfo akan membahas untuk pengawasannya.</p>
<p>Selain yang di bicarakan diatas, para sopir juga menuntut ada tempat ngetem sopir di Pasar Baru. Mereka berdalih, karena tidak ada angkutan yang ada disana, maka warga yang berbelanja lebih memilih naik becak atau betor.</p>
<p>Dari curhatan mereka, Habib Hadi seketika itu juga, kepada Kepala Dinas Perhubungan Sumadi, meminta disediakan tempat ngetem untuk angkot yang punya trayek di Pasar Baru mulai Senin (8/7) mendatang. Ditetapkan tempat mangkal angkot D, A, C dan K di sisi selatan (Jalan Panglima Sudirman, Pasar Baru). Jika sudah mendapat penumpang 4 sampai 5 orang, angkot harus berangkat.</p>
<p>“Kami ini ingin ada solusi dari pemerintah. Ojek online itu dihapus saja di Kota Probolinggo. Karena kami ini juga punya keluarga (yang harus dihidupi dari pekerjaan sebagai sopir,” cetus Sirin, salah satu sopir angkot, bernada tinggi.</p>
<p>Tapi melihat itu semua Habib Hadi madih melihat kontek permasalahannya, pemerintah harus melihat sumber pemasalahan dan pencari solusi terbaik. Tanpa merugikan satu sama lain. Pemerintah tidak bisa serta merta membuat keputusan sepihak.</p>
<p>“Untuk itu harus berkoordinasi mencari solusi apa yang diharapkan angkot. Bagaimana mereka bisa mencari nafkah dan bisa berjalan seperti yang diinginkan. Tentunya kami akan memperkuat apa yang tertuang dalam perwali tersebut. Agar angkot tetap bisa beraktifitas dan tanpa mengurangi ekonominya,” jelas Habib Hadi</p>
<p>Menjawab permasalahan antara angkot dan transportasi online, Wali Kota Hadi Zainal Abidin berencana untuk menyediakan aplikasi khusus untuk angkot seperti yang sudah dijalankan di Bekasi.</p>
<p>Kedepan dengan adanya aplikasi tersebut masyarakat bisa terlayani hingga ke rumah masing-masing. Aplikasi itu akan memberikan tanda adanya penumpang yang memanggil, lalu sopir bisa mendatangi rumah penumpang sesuai rute yang diatur. Nantinya tidak akan ada lagi jurusan angkot, tetapi menyebutkan daerah yang akan dilalui.</p>
<p>“Bila sopir angkot ini siap dengan (aplikasi angkot online) bisa menjadi solusi. Tetapi sebelum diterapkan tentunya perlu ada kajian dulu dari Dinas Perhubungan. Contoh di Bekasi, penumpang tidak lama menunggu dan lebih terfasilitasi,” jelas Habib Hadi.</p>
<p>“Sekarang ini zaman 4.0 yang harus kita ikuti perkembangannya. Memang tidak mudah dan butuh pemahaman. Inilah tantangan kita,” imbuhnya.</p>
<p>“SDM, kepekaan dan teknologi harus beriringan. Jangan mundur dengan kenyataan. Tapi, para sopir dan kita semua harus terus maju menghadapi kenyataan,” tutup Habib Hadi. <strong>(Pix/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">87440</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hebooh Asap Keluar dari Tanah di Situbondo</title>
		<link>https://memontum.com/hebooh-asap-keluar-dari-tanah-di-situbondo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Feb 2019 15:25:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[ASAP]]></category>
		<category><![CDATA[Hebooh]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/78296-hebooh-asap-keluar-dari-tanah-di-situbondo</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Hebooh, Asap yang tiba-tiba keluar dari tanah, tepatnya di area Sekolah depan SDN 1 Duwet, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo. Cukup membuat tontonan para siswa dan sejumlah warga sekitar di halaman sekolah kemarin (13/02/2019). Bahkan salah satu dari mereka merekam dengan Handphone dan membagikan video asap yang keluar dari tanah tersebut pada grup [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Hebooh, Asap yang tiba-tiba keluar dari tanah, tepatnya di area Sekolah depan SDN 1 Duwet, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo. Cukup membuat tontonan para siswa dan sejumlah warga sekitar di halaman sekolah kemarin (13/02/2019). Bahkan salah satu dari mereka merekam dengan Handphone dan membagikan video asap yang keluar dari tanah tersebut pada grup media sosial facebook.</p>
<p>&#8221; Saya melihat postingan di media sosial facebook grup IWS Situbondo, lalu saya menghubungi Polisi untuk memastikan kebenarannya kejadian itu, &#8220;ujar salah satu warga yang dekat dengan area Sekolah SDN 1 Duwet, Kecamatan Panarukan.</p>
<p>Kemudian, postingan tersebut akhirnya viral dan sampai kepada aparat kepolisian dan aparat lainnya. Sekitar tiga puluh menit kemudian, Polsek Panarukan langsung meluncur ke lokasi untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Polisi bersama Babinsa dari Koramil Panarukan juga melakukan peninjauan di tempat kejadian dan menjauhkan para siswa dari lokasi munculnya asap.</p>
<p>Diduga kuat asap muncul akibat konsleting arus listrik yang ditanam di dalam tanah. Polisi kemudian berkoordinasi dengan PLN dan badan penanggulangan bencana daerah untuk mengetahui penyebab pastinya.</p>
<p>Sementara itu, Kapolsek Panarukan Iptu Sudpendi,SH saat dikonfirmasi Wartawan Memontum.com menyampaikan, pihaknya bersama PLN langsung melakukan penggalian dibawah gardu listrik yang berada disekitar lokasi. Ternyata benar asap berasal dari kabel grounding yang ada didalam tanah.</p>
<p>&#8220;Pihak PLN kemudian mencari penyebab kabel tersebut bisa berasap ternyata dibagian atas gardu ada konsleting. Penyebabnya tikus yang masuk kedalam pipa kabel dan terbakar. Beruntung saat kejadian tidak ada siswa yang menjadi korban. Padahal waktu itu tanahnya dalam keadaan basah,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Selanjutnya kata kapolsek dirinya memerintahkan kepada petugas PLN agar segera melakukan perbaikan agar arus listrik kembali normal.</p>
<p>&#8220;Kami juga minta agar gardu di lokasi segera dipindahkan. Sebab, gardu listrik milik PLN sangat berdekatan dengan sekolah. Kalau terjadi konsleting lagi khawatir membahayakan anak-anak sekolah. Masak gardu berbahaya diletakkan didekat sekolah,&#8221; papar Perwira mantan KBO Reskrim Polres Situbondo itu. <strong>(im/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">78296</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
