<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Astagfirullah..! Sepasang Calon Pengantin Tega Kubur Bayi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/astagfirullah-sepasang-calon-pengantin-tega-kubur-bayi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Aug 2021 14:51:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Astagfirullah..! Sepasang Calon Pengantin Tega Kubur Bayi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Akibat Perpanjangan PPKM Level 4, 76 Calon Pengantin di Surabaya Ditunda</title>
		<link>https://memontum.com/akibat-perpanjangan-ppkm-level-4-76-calon-pengantin-di-surabaya-ditunda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Aug 2021 14:51:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Astagfirullah..! Sepasang Calon Pengantin Tega Kubur Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya Ditunda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=149809</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Perpanjang masa PPKM hingga 9 Juli mendatang, berdampak pada pasangan calon suami istri di Surabaya. Setidaknya, puluhan calon harus mengurungkan niat menjadi pengantin, karena perpanjang masa PPKM Level 4. Plt Kasi Bimas Kemenag Kota Surabaya, Muhammad Ali Faiq, mengatakan bahwa pasangan calon pengantin di Surabaya yang mengalami penundaan pelaksanaan pernikahan sebanyak 76, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Perpanjang masa PPKM hingga 9 Juli mendatang, berdampak pada pasangan calon suami istri di Surabaya. Setidaknya, puluhan calon harus mengurungkan niat menjadi pengantin, karena perpanjang masa PPKM Level 4.</p>



<p>Plt Kasi Bimas Kemenag Kota Surabaya, Muhammad Ali Faiq, mengatakan bahwa pasangan calon pengantin di Surabaya yang mengalami penundaan pelaksanaan pernikahan sebanyak 76, dari 31 kecamatan se-Surabaya.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/serapan-perum-bulog-jatim-tembus-di-angka-200-ribu-ton-beras-per-februari">Serapan Perum Bulog Jatim Tembus di Angka 200 Ribu Ton Beras Per Februari</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/lindungi-anak-di-ruang-digital-dp3ak-jatim-bersama-plato-foundation-gelar-safer-internet-day">Lindungi Anak di Ruang Digital, DP3AK Jatim bersama Plato Foundation Gelar Safer Internet Day</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pengelolaan-pemerintahan-dan-penguatan-ekonomi-pemprov-jatim-terima-kunjungan-gubernur-sherly">Pengelolaan Pemerintahan dan Penguatan Ekonomi, Pemprov Jatim Terima Kunjungan Gubernur Sherly</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Jumlah tersebut sejak Periode PPKM Darurat sampai sekarang PPKM Level 4,&#8221; kata Ali, Rabu (04/08) tadi.</p>



<p>Sementara itu, Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Jawa Timur, Mohammad Nurul Huda, memaparkan bahwa ribuan pasangan calon pengantin di Jatim juga telah membatalkan pernikahan.</p>



<p>Berdasarkan data yang diambil PPKM, dari tanggal 03 sampai 25 Juli, pasangan calon pengantin yang membatalkan pernikahan sekitar 1.810 di Jatim.</p>



<p>&#8220;Adapun data pada masa PPKM level 4 tanggal 26 Juli hingga 02 Agustus belum masuk pada kami. Meski demikian bisa terjadi penambahan data,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Kata Huda, beberapa alasan yang menjadi penyebab menunda pernikahan adalah salah satu pasangan atau keluarganya terpapar virus Covid 19.</p>



<p>&#8220;Mereka memilih menunda karena ingin menikah setelah masa PPKM berakhir,&#8221; terangnya.</p>



<p>Selain itu,&nbsp; Huda berharap seluruh pegawai di Kementerian Agama harus menjadi orang yang paling terdepan dalam menerapkan 5M dan 1D yang artinya doa. &#8220;Apa yang sudah dirumuskan dan ditetapkan pemerintah tentunya demi keselamatan kita bersama. Saya sangat berharap protokol kesehatan tetap diikuti. Ketika menerapkan prokkes dengan taat, maka Covid 19 segera berlalu,&#8221; ujar Huda. <strong>(ade/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">149809</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Astagfirullah..! Sepasang Calon Pengantin Tega Kubur Bayi</title>
		<link>https://memontum.com/astagfirullah-sepasang-calon-pengantin-tega-kubur-bayi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jan 2018 10:08:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Astagfirullah..! Sepasang Calon Pengantin Tega Kubur Bayi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=21675</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo&#8212; Sepasang calon pengantin muda, Alex Kumaidi (22) warga Pati, Jawa Tengah dan Irene Evam (20) warga Kota Surabaya diamankan petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satuan Reskrim, Polresta Sidoarjo. Sepasang kekasih yang sudah bertunangan dan hendak menikah 4 Maret 2018 ini, dijerat kasus aborsi dan pembuangan bayi perempuan berusia 6 bulan (dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo&#8212;</strong> Sepasang calon pengantin muda, Alex Kumaidi (22) warga Pati, Jawa Tengah dan Irene Evam (20) warga Kota Surabaya diamankan petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satuan Reskrim, Polresta Sidoarjo. Sepasang kekasih yang sudah bertunangan dan hendak menikah 4 Maret 2018 ini, dijerat kasus aborsi dan pembuangan bayi perempuan berusia 6 bulan (dalam kandungan) di ladang persawahan. Sedangkan proses aborsi itu, dilakukan tersangka di sebuah kamar hotel di wilayah Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain mengamankan kedua tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya sebuah cetok, plastik kresek warna hitam dan putih, potongan celana dalam, baju jaket warna merah dan satu unit motor Honda Vario bernopol W 2414 WI beserta anak kuncinya. Sedangkan barang bukti yang disita dari hotel diantaranya sepotong sprei kotak-kotak abu-abu dan ungu, dua buah sarung bantal warna merah serta sebuah kamar kunci hotel.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kasus aborsi ini terjadi pada Selasa 16 Januari 2018 kemarin. Tempat Kejadian Perkara (TKP)-nya di sebuah kamar hotel di wilayah Waru,&#8221; terang Kasat Reskrim, Polresta Sidoarjo, Kompol Muhammad Harris kepada Memo X, Selasa (23/01/2018).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lebih jauh Harris menceritakan kasus ini bermula karena kehamilan tersangka Irene Evan dampak hubungan badan dengan tersangka Alex Kumaidi. Karena takut diketahui orangtuanya, kedua tersangka mencari cara untuk menggugurkan kandungan janin dengan cara mengkonsumsi makanan dan minuman bersoda (alkohol tinggi). Karena cara yang pertama ini dianggap gagal, keduanya mencari cara lain dengan membeli obat aborsi seharga Rp 3 juta lewat medsos (online).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Setelah mengkonsumsi 15 butir obat itu dengan jeda 3 jam sekali. Kemudian tersangka perempuan merasakan sakit perut dan janin gugur di kamar mandi dalam kamar hotel itu. Tersangka laki-laki membantu mengeluarkan janin dengan cara memijat-mijat perut kekasihnya,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah janin keluar, tersangka laki-laki membungkus janin dan dikuburkan di area persawahan di kawasan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Namun aksi pemakaman bayi itu diketahui warga sekitar yang meminta kuburan bayi dibongkar. Saat ini tersangka laki-laki mengaku mengubur kucing. Namun karena warga memaksa membongkar makam dan diketahui bayi perempuan tersangka pengubur bayi kabur melarikan diri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kedua tersangka dijerat pasal 77A ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Tersangka diancam hukuman maksimal 10 tahun penjara,&#8221; tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara tersangka Alex Kumaidi mengaku terpaksa menggugurkan bayi yang dikandung tunangannya. Alasannya karena malu dan takut diketahui orangtuanya. &#8220;Kami sudah bertunangan dan rencananya bakal tetap menikah 4 Maret 2018 ini. Sekarang saya menyesal karena berurusan dengan polisi,&#8221; pungkasnya. <strong>(wan/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">21675</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
