<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>atraksi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/atraksi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 13 Jul 2024 04:57:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>atraksi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Atraksi Seni Delegasi 12 Daerah di Nusantara Semarakkan Gelaran Banyuwangi Ethno Carnival</title>
		<link>https://memontum.com/atraksi-seni-delegasi-12-daerah-di-nusantara-semarakkan-gelaran-banyuwangi-ethno-carnival</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jul 2024 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[atraksi]]></category>
		<category><![CDATA[carnival]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[delegasi]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[semarakkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211734</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Atraksi seni dari delegasi 12 daerah di nusantara tampil dan turut semarakkan rangkaian Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), dalam gelaran Srawung Seni, di Gedung Seni Budaya (Gesibu) Blambangan, Jumat (12/07/2024) malam. Delegasi 12 Daerah tersebut, meliputi seperti dari Kota Bontang Kalimantan Timur, Palangka Raya Kalimantan Tengah, Berau, Bandung, Magelang, Klungkung, Cirebon, Subang dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Atraksi seni dari delegasi 12 daerah di nusantara tampil dan turut semarakkan rangkaian Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), dalam gelaran Srawung Seni, di Gedung Seni Budaya (Gesibu) Blambangan, Jumat (12/07/2024) malam. Delegasi 12 Daerah tersebut, meliputi seperti dari Kota Bontang Kalimantan Timur, Palangka Raya Kalimantan Tengah, Berau, Bandung, Magelang, Klungkung, Cirebon, Subang dan Indramayu.</p>



<p>Dalam gelaran itu, mereka tampil secara bergiliran dengan menampilkan seni budayanya masing-masing. “Srawung Seni mengajak kita untuk menikmati, memahami dan menghargai perbedaan budaya di sekitar kita. Melalui interaksi ini, kita belajar untuk lebih toleran dan menghormati nilai-nilai yang dimiliki setiap budaya. Ini bukan sekadar menerima perbedaan, tapi juga tentang merayakan keindahan dalam keragaman,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di sela pelaksanaan Srawung Seni.</p>



<p>Bupati Ipuk juga mengatakan, dengan interaksi seni lintas budaya ini, maka akan menciptakan ruang bagi para seniman untuk saling bertukar ide dan inspirasi. “Melalui acara ini, kita bisa menciptakan karya-karya seni baru yang lebih kreatif dan inovatif,” tambah Bupati Ipuk.</p>



<p>Gelaran Srawung Seni ini, dibuka dengan penampilan 15 penari asli Banyuwangi, yang membawakan tari Alang-Alang Kumitir. Disusul kemudian, dengan penampilan seni dari para delegasi secara bergiliran.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Diantaranya, seperti Tari Kecak Sri Tanjung yang dibawakan oleh delegasi Kabupaten Klungkung, Bali. Tari kolosal yang menjadi ciri khas Pulau Dewata itu, tampil beda dengan sentuhan fragmen yang mengisahkan legenda Sri Tanjung dan Sidopekso yang menjadi asal-usul nama Banyuwangi.</p>



<p>Disusul kemudian, Tari Ritus Maesa dari Surabaya dan dilanjutkan Tari Mahiya Dahiyang Baya dari Kalimantan Tengah, serta Tari Table dari Kabupaten Indramayu. Ada pula, Tari Kacapi Biola Jaipong dari Kabupaten Bandung. Lalu, Tari Ra Aji Jeh dari Cirebon, Tari Harmony of Banuanta dari Berau, Tari Kolaborasi dari Subang dan Tari Soreng dari Magelang.</p>



<p>Sementara itu, delegasi dari Situbondo menyuguhkan Tari Banteng Baluran dan disusul Tari Kancet Julod dari Bontang. Gelaran sendiri ditutup dengan Tari Corpus, yang dibawakan para seniman dari Kabupaten Malang.</p>



<p>Penampilan para delegasi ini, merupakan rangkaian dari parade kolosal BEC yang digelar, Sabtu (13/07/2024) besok. Tahun ini, rangkaian BEC berlangsung selama empat hari, yakni 11 hingga 14 Juli 2024.</p>



<p>Diawali Creative Expo yang diikuti oleh puluhan UMKM, di Lorong Bambu area Taman Blambangan, Kamis (11/07/2024) kemarin. Rangkaian BEC akan dipungkasi dengan BEC Awards pada 14 Juli. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211734</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Program Ngombe Hadir Berbeda, Pj Wali Kota Wahyu Apresiasi Atraksi Banteng Mberot Kedungkandang</title>
		<link>https://memontum.com/program-ngombe-hadir-berbeda-pj-wali-kota-wahyu-apresiasi-atraksi-banteng-mberot-kedungkandang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Feb 2024 07:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[atraksi]]></category>
		<category><![CDATA[banteng]]></category>
		<category><![CDATA[berbeda]]></category>
		<category><![CDATA[Kedungkandang]]></category>
		<category><![CDATA[mberot]]></category>
		<category><![CDATA[ngombe]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206548</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Program Ngobrol Mbois Ilakes (Ngombe) yang diinisiasi oleh Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, pada putaran ke lima kali ini menghadirkan suasana berbeda dari sebelumnya. Sebab, diadakan secara langsung di Pendopo Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (20/02/2024) siang. Kehadiran Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, disambut dengan begitu antusias [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Program Ngobrol Mbois Ilakes (Ngombe) yang diinisiasi oleh Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, pada putaran ke lima kali ini menghadirkan suasana berbeda dari sebelumnya. Sebab, diadakan secara langsung di Pendopo Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (20/02/2024) siang.</p>



<p>Kehadiran Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, disambut dengan begitu antusias oleh masyarakat yang menghadirkan pertunjukan Banteng Mberot dari Kecamatan Kedungkandang. Karena antusiasme dan kesenian itu pula, Pj Wali Kota Wahyu pun memberikan apresiasi terkait dengan atraksi kesenian lokal tersebut.</p>



<p>“Bantengan ini memang atraksi dari kearifan lokal Kecamatan Kedungkandang. Saya juga baru tahu bahwa bantengan ini atraksinya sudah di upload dalam media sosial dan viewernya sampai jutaan. Saya melihat, bahwa kombinasi antara lagu dengan gerakan dapat menarik perhatian. Bahkan bukan orang hanya orang Jawa saja, tetapi tapi luar Jawa, malah kombinasinya juga dari Kalimantan,” jelas Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga melihat, bahwa ada potensi besar dalam atraksi Banteng Mberot tersebut. Sehingga, diharapkan nantinya dapat terus dikembangkan lebih lanjut dan dapat dipromosikan dengan menggabungkan lagu-lagu lokal dan tema lain yang relevan.</p>



<p>“Saya minta ada beberapa kegiatan atraksi atau obyek yang dapat dipromosikan melalui bantengan ini dan dapat tersalurkan dengan lagu-lagu. Baik lagu terkait dengan Kota Malang atau pun yang lainnya. Itu akan ditindaklanjuti dan tentu kami mendukung sepenuhnya,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, dalam Program Ngombe tersebut, juga ada enam masyarakat yang menyampaikan aspirasinya secara langsung kepada Pj Wali Kota Malang. Kemudian, langsung diberikan respon atau tanggapan hingga saran kepada masyarakat.</p>



<p>“Alhamdulillah, di Program Ngombe tadi banyak dari masyarakat Kedungkandang, terutama yang berada di Kelurahan Cemorokandang, menyampaikan bentuk aspirasinya. Kemudian, tadi juga sudah dijawab secara langsung oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir,” papar Pj Wali Kota Wahyu.<strong> (pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206548</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Sumenep Tuai Apresiasi Masyarakat di Gelaran Atraksi Seni Budaya Kolossal</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-sumenep-tuai-apresiasi-masyarakat-di-gelaran-atraksi-seni-budaya-kolossal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Oct 2023 11:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[atraksi]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[kolossal]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200976</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Acara sakral drama kolosal Prosesi Penobatan Arya Wiraraja sebagai Adipati Sumenep, juga diwarnai dengan berbagai kegiatan atraksi seni budaya. Pantauan wartawan Memontum.com, ribuan masyarakat dari berbagai daerah tampak antusias menyaksikan setiap pertunjukan seni budaya. Seperti atraksi Jaran Serek, Topeng Dalang, Saronen, Dhammong Kreasi, Tari Kolosal dan seni musik tong-tong. Pertunjukan berbagai kesenian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Sumenep</strong> &#8211; Acara sakral drama kolosal Prosesi Penobatan Arya Wiraraja sebagai Adipati Sumenep, juga diwarnai dengan berbagai kegiatan atraksi seni budaya. Pantauan wartawan Memontum.com, ribuan masyarakat dari berbagai daerah tampak antusias menyaksikan setiap pertunjukan seni budaya.</p>



<p>Seperti atraksi Jaran Serek, Topeng Dalang, Saronen, Dhammong Kreasi, Tari Kolosal dan seni musik tong-tong. Pertunjukan berbagai kesenian dan kebudayaan lokal itu, disaksikan langsung oleh perwakilan Gubernur Jatim, Bupati Sumenep dan Ketua TP PKK, Wakil Bupati, Bupati dan Wali Kota serta Kadisporabud se-Jawa Timur. Selain itu, ada Forkopimda Sumenep beserta istri, seperti diantaranya Kapolres, Dandim, Kajari, Ketua PN, Ketua PA, Kepala Kemenag Sumenep dan Kepala BNNK Sumenep. Termasuk, jajaran Pejabat Pemkab Sumenep diantaranya Sekda dan para asisten beserta istri, Kepala OPD, camat beserta istri dan beberapa lain.</p>



<p>&#8220;Sebagai bentuk syukur di HUT Ke-754 ini, kita juga mengundang sebanyak 754 anak yatim agar hadir di lokasi untuk turut menonton. Kami juga memberikan santunan hadiah,&#8221; ujar Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, Sabtu (28/10/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wisata Kota Tua Kalianget sendiri, saat ini sedang dimatangkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep agar menjadi wisata sejarah unggulan di Jawa Timur. Di Kalianget, banyak berdiri bangunan peninggalan Belanda, pada masa itu.</p>



<p>Masyarakat Kalianget, Mahmud, mengaku jika drama kolosal penobatan Adipati Arya Wiraraja, sangat menakjubkan. Apalagi ada pertunjukan seni budaya, yang sangat menghibur masyarakat.</p>



<p>Hal senada, juga disampaikan Edy, warga Saronggi yang turut hadir dalam acara terebut. Bahwa, beragam pertunjukan seni budaya dihadirkan termasuk pawai kirab budaya. Diawali dengan Kirab Kereta Kencana Arya Wiraraja, Bupati Sumenep beserta Forkopimda dan jajarannya menaiki kereta kencana lalu dikirab keliling Kantor PT Garam.</p>



<p>Lalu diiringi musik Saronen, kirab tujuh kereta dan diiringi kereta masing-masing OPD serta tiap kecamatan. Ada juga atraksi Jaran Serek dan Tong-tong Serek serta pawai tujuh desa se Kecamatan Kalianget. &#8220;Ini benar-benar Sumenep makin kaya seni budaya. Semoga kerja keras Bupati Sumenep memajukan Sumenep tercapai optimal,&#8221; harapnya. <strong>(edo/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200976</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ribuan Masyarakat Sumenep Padati Gelaran Atraksi Seni Budaya Tapal Kuda Madura Culture Festival</title>
		<link>https://memontum.com/ribuan-masyarakat-sumenep-padati-gelaran-atraksi-seni-budaya-tapal-kuda-madura-culture-festival</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Aug 2023 16:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[atraksi]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[culture]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[Madura]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[padati]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196851</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Even-even spektakuler tidak henti-hentinya dipersembahkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Kali ini, ribuan pengunjung membludak saat menikmati suguhan atraksi seni budaya dari Wilayah Tapal Kuda Jawa Timur dan Madura di Gedung Olah Raya (GOR) A Yani Pangligur Sumenep, Sabtu (26/08/2023) malam. &#8220;Even-even akbar ini adalah cara kita (Pemkab Sumenep, red) mempersembahkan festival [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Sumenep</strong> &#8211; Even-even spektakuler tidak henti-hentinya dipersembahkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Kali ini, ribuan pengunjung membludak saat menikmati suguhan atraksi seni budaya dari Wilayah Tapal Kuda Jawa Timur dan Madura di Gedung Olah Raya (GOR) A Yani Pangligur Sumenep, Sabtu (26/08/2023) malam.</p>



<p>&#8220;Even-even akbar ini adalah cara kita (Pemkab Sumenep, red) mempersembahkan festival seni budaya yang dikemas dengan &#8216;Madura Culture Festival&#8217; (Festival Kebudayaan Madura). Berbagai atraksi seni budaya dari berbagai kabupaten atau kota se-Jawa Timur, disajikan dan dipersembahkan untuk masyarakat,&#8221; kata Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo.</p>



<p>Bupati yang menonton acara festival hingga larut malam, ini mengaku ikut terpukau dengan berbagai atraksi dan penampilan kesenian dan kebudayaan sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur. Bahkan, pengunjung juga ikut menikmati acara pameran kebudayaan yang dipersembahkan oleh kota-kota wilayah Madura dan tapal kuda Jawa Timur.</p>



<p>Bupati Fauzi juga mengatakan, bahwa untuk memeriahkan acara Madura Culture Festival, ini melibatkan sejumlah kota-kota di Jawa Timur. Dari wilayah Tapal Kuda, diantaranya Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, Lumajang, Pasuruan, Situbondo dan Probolinggo. Selebihnya, adalah dari Madura yakni Kabupaten Bangkalan dan Sampang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, paparnya, di tengah acara itu diselingi dengan Sumenep Music Legend Consert. Setidaknya, gelaran ini melibatkan penyanyi lokal dari sembilan legend bands dan empat musik Tong Tong. Diantaranya, Bos Reborn dan Salt Island, yakni konser 3 generasi.</p>



<p>Penyelenggara Even Organizer mengungkapkan, bahwa Kabupaten Sumenep menampilkan Tari Gebyar Sumekar, Pamekasan dengan Tari Sang Cebbing, Sampang dengan Tari Nyello&#8217; Aeng dan Bangkalan dengan Tari Praban Prekas.</p>



<p>&#8220;Sedangkan dari Tapal Kuda meliputi Kabupaten Banyuwangi (Tari Gandrong Jaran Goyang), Bondowoso (Tari Kaldera Ijen Purba), Lumajang (Tari Godril Kreasi), Pasuruan (Tari Sekar Gadung), Situbondo (Tari Mantan Tebu) dan Kabupaten Probolinggo (Tari Glipang),&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selain itu, panitia penyelenggara juga menampilkan musik tong-tong sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Kabupaten Sumenep, yakni Musik Tong-tong Baladewa dari Kalianget beserta Penari Sanggar Tari Baladewa, Musik Tong-tong Angin Ribut Kecamatan Pasongsongan beserta Penari Sanggar Tari Potre Koning.</p>



<p>Selanjutnya, Musik Tong-tong Pangeran Wiraraja Kecamatan Saronggi beserta Penari Sanggar Tari Gayatri dan Musik Tong-tong Putra Saghere Kecamatan Pragaan beserta Penari Sanggar Tari Uniba. “Diharapkan, kegiatan ini bisa membangun jejaring dan meningkatkan kebersamaan melalui pengembangan kerja sama daerah dalam rangka mengembangkan pembangunan di segala sektor, demi kesejahteraan masyarakat,” papar Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo. <strong>(edo/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196851</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
