<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>autism &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/autism/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Oct 2025 08:58:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>autism &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Wujudkan Kota Inklusif dan Ramah Disabilitas, Wali Kota Wahyu Apresiasi Gelaran Malang Autism Colors 2025</title>
		<link>https://memontum.com/wujudkan-kota-inklusif-dan-ramah-disabilitas-wali-kota-wahyu-apresiasi-gelaran-malang-autism-colors-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[autism]]></category>
		<category><![CDATA[colors]]></category>
		<category><![CDATA[disabilitas]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[Inklusif]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[wujudkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227110</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi gelaran Malang Autism Colors 2025, di Gedung Malang Creative Center (MCC) Sabtu (25/10/2025) tadi. Keceriaan dan kreativitas anak-anak istimewa mewarnai panggung, mulai dari pembacaan lantunan ayat suci Al-Qur’an, penampilan menyanyi, permainan musik band, hingga fashion show. Acara yang diinisiasi Malang Autism Center, ini menjadi wadah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi gelaran Malang Autism Colors 2025, di Gedung Malang Creative Center (MCC) Sabtu (25/10/2025) tadi. Keceriaan dan kreativitas anak-anak istimewa mewarnai panggung, mulai dari pembacaan lantunan ayat suci Al-Qur’an, penampilan menyanyi, permainan musik band, hingga fashion show.</p>



<p>Acara yang diinisiasi Malang Autism Center, ini menjadi wadah untuk berkolaborasi dan menampilkan potensi terbaiknya. Wali Kota Wahyu yang turut hadir bersama jajaran kepala perangkat daerah terkait, mendukung penuh terhadap kegiatan yang bernilai kemanusiaan itu.</p>



<p>“Saya mengapresiasi kegiatan ini, karena kita harus tahu bahwa ada anak-anak yang betul-betul harus kita fasilitasi dengan baik,” ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Menurutnya, kegiatan Malang Autism Colors 2025 tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga langkah penting dalam membangun ekosistem inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus agar mereka dapat tumbuh secara optimal. Lebih lanjut Wahyu juga mengapresiasi, peluncuran pakaian identitas khusus bagi anak-anak istimewa, yang menjadi bagian dari gerakan edukatif acara tersebut. Pakaian dengan warna-warna khas itu, berfungsi sebagai penanda visual, agar masyarakat lebih memahami dan bijak ketika berinteraksi di ruang publik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Inisiatif ini sangat positif, karena sering kali anak-anak istimewa mengalami tantrum di tempat umum dan masyarakat salah menafsirkan. Dengan adanya identitas ini, masyarakat bisa lebih memahami tanpa keluarga harus terus-menerus menjelaskan kondisi anak,” tambahnya.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Wali Kota Wahyu juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Malang untuk terus mewujudkan kota inklusif dan ramah disabilitas. Komitmen tersebut, telah dibuktikan dengan berbagai langkah dan capaian, termasuk penghargaan kategori Nindya sebagai Kota Ramah Anak dan Disabilitas.</p>



<p>“Di bidang pendidikan, kami juga memberi pendampingan bagi siswa berkebutuhan khusus di tingkat SD dan SMP, bekerja sama dengan tenaga ahli dan perguruan tinggi. Beberapa sekolah bahkan sudah mendapat penghargaan, seperti Jarik Mak Siti,” terangnya.</p>



<p>Tidak hanya itu, menurutnya saat ini Gedung MCC juga telah dimanfaatkan secara maksimal sebagai ruang kreatif dan pembinaan, termasuk bagi komunitas Malang Autism Center. “Alhamdulillah, MCC menjadi salah satu tempat untuk mereka belajar, berkarya, dan dibimbing dengan baik,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, Malang Autism Colors 2025 turut menghadirkan nara sumber nasional. Seperti Mia Amiati, Komisaris Independen Bank Mandiri, serta para tenaga medis, akademisi dan praktisi pendidikan. Sejumlah tamu VIP juga hadir, termasuk pejabat Kejaksaan Tinggi, kepala kejaksaan negeri se-Jawa Timur, pimpinan instansi vertikal, perbankan dan swasta. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227110</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Malang Autism Summit 2024 Resmi Digelar, Momen Tingkatkan Kesadaran, Fasilitasi dan Regulasi untuk Autism</title>
		<link>https://memontum.com/malang-autism-summit-2024-resmi-digelar-momen-tingkatkan-kesadaran-fasilitasi-dan-regulasi-untuk-autism</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Oct 2024 05:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[autism]]></category>
		<category><![CDATA[digelar]]></category>
		<category><![CDATA[fasilitasi]]></category>
		<category><![CDATA[kesadaran]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Regulasi]]></category>
		<category><![CDATA[summit,]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214936</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Malang Autism Summit 2024, resmi digelar di Gedung Malang Creative Center (MCC) Kota Malang, Kamis (03/10/2024) hingga Sabtu (05/10/2024) lusa. Kegiatan tersebut, menjadi ajang pertama kalinya yang digelar di Indonesia dengan fokus membahas isu terkait anak-anak berkebutuhan khusus, khususnya anak dengan autisme. Clinical Director Penawar Special Learning Centre Malaysia, Ruwinah Abdul [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Malang Autism Summit 2024, resmi digelar di Gedung Malang Creative Center (MCC) Kota Malang, Kamis (03/10/2024) hingga Sabtu (05/10/2024) lusa. Kegiatan tersebut, menjadi ajang pertama kalinya yang digelar di Indonesia dengan fokus membahas isu terkait anak-anak berkebutuhan khusus, khususnya anak dengan autisme.</p>



<p>Clinical Director Penawar Special Learning Centre Malaysia, Ruwinah Abdul Karim, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pemerintah dan masyarakat tentang pentingnya fasilitas dan regulasi yang mendukung anak-anak autism. “Autisme ini akan terus meningkat di Indonesia. Kita sebagai masyarakat dari segi kesehatan maupun edukasi, harus berperan dalam menyediakan fasilitas dan regulasi yang terbaik. Saya juga mau mengajak pada masyarakat untuk mengurangi stigma yang berkaitan dengan anak berkebutuhan khusus karena mereka sama seperti kita,” jelas Wina-sapaannya.</p>



<p>Selama tiga hari, Malang Autism Summit 2024 akan menggelar berbagai aktivitas. Mulai dari konferensi umum, seminar, lokakarya, pameran, serta konsultasi gratis bagi orang tua yang ingin mendapatkan diagnosis untuk anak-anaknya. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak tiga ribu peserta.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Peserta yang terdaftar sudah mencapai 3.000 orang, termasuk orang tua, guru, dokter, aktivis dan komunitas dari seluruh Indonesia, ada dari Jakarta bahkan juga Sumatera,” tambahnya.</p>



<p>Wina berharap, melalui kegiatan tersebut nantinya Pemerintah Indonesia, termasuk di Kota Malang sendiri dapat menyiapkan segala fasilitas bagi anak-anak dengan autisme. Termasuk juga dapat memberikan perhatian lebih, mengingat jumlah anak dengan autisme yang ada akan terus bertambah.</p>



<p>“Kalau di Indonesia ada 2,4 juta anak dengan autism yang sudah terdata, saat ini. Harapannya dengan digelar Malang Autism Summit dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Indonesia,” imbuh Wina. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214936</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Malang Autism Summit 2024, Beri Edukasi dan Kesadaran tentang Autisme</title>
		<link>https://memontum.com/malang-autism-summit-2024-beri-edukasi-dan-kesadaran-tentang-autisme</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Sep 2024 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[autism]]></category>
		<category><![CDATA[autisme]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[kesadaran]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[summit,]]></category>
		<category><![CDATA[tentang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214531</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kota Malang dipilih sebagai tuan rumah kegiatan Internasional, yakni Malang Autism Summit 2024 (MAS24), yang diselenggarakan di Gedung Malang Creative Center (MCC) selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Oktober 2024. Kegiatan ini, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan pemahaman mendalam tentang autisme. Clinical Director Penawar Special Learning Centre Malaysia, Ruwinah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kota Malang dipilih sebagai tuan rumah kegiatan Internasional, yakni Malang Autism Summit 2024 (MAS24), yang diselenggarakan di Gedung Malang Creative Center (MCC) selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Oktober 2024. Kegiatan ini, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan pemahaman mendalam tentang autisme.</p>



<p>Clinical Director Penawar Special Learning Centre Malaysia, Ruwinah Abdul Karim, menyampaikan jika MAS24 nantinya akan mendorong dan memfasilitasi tindakan afirmatif dalam mengatasi autisme. Termasuk, akan mengulas topik-topik seperti terapi, penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup anak autis.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Saya ingin memberikan ilmu pengetahuan untuk sadar terkait dengan anak anak autism di Indonesia,&#8221; kata Wina dalam konferensi pers di MCC, Senin (23/09/2024) tadi.</p>



<p>Kegiatan tersebut, paparnya, juga menyajikan seminar, konferensi umum, screening gratis bagi anak autis serta workshop yang dihadiri oleh para ahli terapi. Sehingga, para orang tua dan guru mendapatkan ilmu bagaimana menangani anak autis di rumah atau di kelas, termasuk teknik untuk menghadapi anak yang tantrum dan meningkatkan fokus kognitif anak autis di sekolah.</p>



<p>“Guru-guru juga diajarkan cara mengatasi disleksia, yang sering membuat anak sulit membaca dan menulis. Autisme ini tidak bisa disembuhkan, tetapi kita bisa memaksimalkan kehidupan mereka. Anak autis bisa menikah, kuliah dan berkarir jika mendapat perawatan yang tepat sejak kecil,&#8221; kata Ruwinah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam kegiatan tersebut, nantinya para peserta juga mendapatkan panduan tentang diet yang tepat untuk anak autis. Termaduk juga tantangan di masa depan, mengenai peningkatan jumlah anak autis yang akan menjadi perhatian global.</p>



<p>“Lima tahun ke depan, autisme bisa menjadi pandemi. Saat ini, belum ada peneliti yang dapat menemukan penyebab pasti autisme, namun faktor lingkungan seperti paparan gadget, makanan dengan bahan kimia, dan penggunaan zat berbahaya selama kehamilan bisa berkontribusi,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Di akhir, Wina berharap bahwa melalui MAS24, para masyarakat, guru dan pemerintah dapat bekerja sama untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak autis, serta meningkatkan pemahaman tentang kondisi ini di Indonesia.</p>



<p>Sebagai informasi, gelaran tersebut juga bekerja sama dengan Tugu Media Group. CEO Tugu Media Group, Irham Thoriq, menyampaikan bahwa di Indonesia terdapat 24 juta anak autis dan berkebutuhan khusus, berdasarkan data Kemenkes RI. Tingginya jumlah anak autis ini menjadi spirit dalam kegiatan Malang Autism Summit 2024.</p>



<p>&#8220;Melalui kegiatan ini, kami harap pemerintah dan masyarakat bisa peduli pada anak autis. Nantinya dalam gelaran MAS24 juga ada gerakan kampanye dukungan untuk anak-anak autis dan anak berkebutuhan khusus,” imbuh Thoriq. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214531</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Autism Summit, Dinsos P3AP2KB Kota Malang Dorong Keluarga Difabel Berbagi Pengalaman</title>
		<link>https://memontum.com/autism-summit-dinsos-p3ap2kb-kota-malang-dorong-keluarga-difabel-berbagi-pengalaman</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jul 2024 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[autism]]></category>
		<category><![CDATA[berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[difabel]]></category>
		<category><![CDATA[Dinsos]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[P3AP2KB]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[summit,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211461</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Melalui gelaran Autism Summit, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang, mengajak para anggota keluarga difabel di Kota Malang, untuk bisa lebih terbuka lagi. Salah satunya, yaitu dengan berbagi pengalaman.&#160; Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, mengatakan bahwa kegiatan tersebut penting [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Melalui gelaran Autism Summit, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang, mengajak para anggota keluarga difabel di Kota Malang, untuk bisa lebih terbuka lagi. Salah satunya, yaitu dengan berbagi pengalaman.&nbsp;</p>



<p>Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, mengatakan bahwa kegiatan tersebut penting untuk diberikan. Itu karena, dengan saling berbagi pengalaman maka dapat memberikan solusi, motivasi serta saling menguatkan.</p>



<p>“Kami dari Dinsos P3AP2KB Kota Malang juga mempunyai Forum Keluarga Disabilitas (FKD) yang ada di masing-masing kecamatan. Dengan tujuan utamanya, yakni untuk menggandeng warga difabel supaya bisa saling menguatkan dan mencarikan solusi apabila mereka ada kesulitan yang dialami. Kebetulan, ini tadi kita juga ada nara sumber dari Malaysia. Paling tidak dirinya bisa memberikan gambaran kepada kita terkait penanganan difabel khususnya autism,” jelas Donny.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa melalui kegiatan tersebut juga membicarakan mengenai kedudukan autisme saat memasuki usia dewasa. Sebab, hal itu menjadi kekhawatiran dari para orang tua. Sehingga diharapkan, nantinya ada kemandirian.</p>



<p>“Kami dari Dinsos P3AP2KB akan terus berusaha untuk menangani kelanjutannya. Kamikan juga bekerjasama dengan UPT-UPT yang ada di provinsi dan di pusat. Kemudian, juga bekerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Wonojati, BLK Singosari, SMKN 5 Malang, SMK Telkom. Itu kami bekerjasama dalam rangka meningkatkan soft skillnya teman-teman difabel,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sehingga, diharapkan dalam hal ini para anggota keluarga di Kota Malang, tidak menutup-nutupi keterangan, apabila ada salah satu anggota keluarganya yang difabel. Sebab, itu nantinya akan berpengaruh dalam data Dispendukcapil dan pemberian bantuan.</p>



<p>“Harapannya, pada saat pengisian data e-KTP itu ya dilengkapi data-datanya sesuai dengan kondisi riil. Sehingga kami tahu data aslinya. Program utama di kami adalah perbaikan data. Supaya bantuan bisa tepat sasaran,” katanya.</p>



<p>Untuk saat ini, lanjutnya, jumlah data yang ditangani oleh Dinsos P3AP2KB Kota Malang ada sejumlah 575 orang, terkait dengan sensorik. Kemudian 661 terkait dengan difabel intelektual, 1.474 terkait difabel fisik dan 541 difabel mental.</p>



<p>Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut juga diberikan bantuan uang secara simbolis kepada 9 orang difabel dan dua orang penerima bantuan sepeda motor roda tiga.</p>



<p>“Untuk bantuan itu dari Provinsi Jawa Timur, tapi itu juga dari kami yang mengusulkan. Satu bulan Rp 300 ribu, tadi mendapatkan Rp 900 ribu. Ada beberapa jenis bantuan yang diberikan, mulai dari sepeda motor roda tiga itu tadi, kemudian ada juga alat untuk memasak,” imbuh Donny. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211461</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
