<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>awal &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/awal/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jun 2023 15:44:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>awal &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Laporan Awal Gempa Bantul, Bangunan Ambruk hingga Genteng Berjatuhan Dominasi Kerusakan</title>
		<link>https://memontum.com/laporan-awal-gempa-bantul-bangunan-ambruk-hingga-genteng-berjatuhan-dominasi-kerusakan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jun 2023 14:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[ambruk]]></category>
		<category><![CDATA[awal]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[bantul,]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[berjatuhan]]></category>
		<category><![CDATA[dominasi]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[Genteng]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[kerusakan]]></category>
		<category><![CDATA[laporan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192219</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bantul &#8211; Gempa Magnitudo 6,6 mengguncang wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (30/06/2023) sekitar pukul 19:57. Akibat gempa itu, sejumlah rumah warga di wilayah Gunung Kidul, dilaporkan mengalami kerusakan. Seperti di Kelurahan Pacarejo, Semanu, beberapa atap-atap rumah warga dilaporkan rusak hingga ambruk. Tidak terkecuali, beberapa bangunan di Pasar Argosari Wonosari. Bahkan, kerusakan juga terjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Bantul</strong> &#8211; Gempa Magnitudo 6,6 mengguncang wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (30/06/2023) sekitar pukul 19:57. Akibat gempa itu, sejumlah rumah warga di wilayah Gunung Kidul, dilaporkan mengalami kerusakan.</p>



<p>Seperti di Kelurahan Pacarejo, Semanu, beberapa atap-atap rumah warga dilaporkan rusak hingga ambruk. Tidak terkecuali, beberapa bangunan di Pasar Argosari Wonosari. Bahkan, kerusakan juga terjadi di Kantor Bank Daerah Gunungkidul Kota Wonosari.</p>



<p>&#8220;Banyak rumah yang rusak. Terutama, seperti pada atap hingga genteng,&#8221; ujar warga Gunung Kidul, Hendro.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kepala Bidang Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan bahwa gempa yang memiliki parameter update dengan magnitudo serta memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, maka itu merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. &#8220;Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dari informasi Memontum.com, di beberapa titik seperti kawasan Serpeng Pacarejo, Semanu, banyak atap rumah warga yang rusak atau gendengnya berjatuhan. Selain merusak rumah, fasilitas atau bangunan umum, pun terdampak terutama pada genteng.</p>



<p>Hal tidak jauh berbeda, juga di kawasan Kalangbangi Semanu, Karangasem, Mulo, Wonosari. Bahkan di Ponjong, plafon masjid runtuh, sementara Balai Padukuhan Sawit Kidul Gombang, juga gentengnya rontok. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192219</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Respon Alih Fungsi Stadion Brantas, KONI Kota Batu Minta Agar Sesuai Konsep Awal</title>
		<link>https://memontum.com/respon-alih-fungsi-stadion-brantas-koni-kota-batu-minta-agar-sesuai-konsep-awal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jun 2023 07:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[agar]]></category>
		<category><![CDATA[alih]]></category>
		<category><![CDATA[awal]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[brantas]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi,]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[KONI]]></category>
		<category><![CDATA[konsep]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[minta]]></category>
		<category><![CDATA[respon]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[sesuai]]></category>
		<category><![CDATA[stadion]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191466</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Wacana alih fungsi bangunan Stadion Gelora Brantas Kota Batu menjadi areal kawasan parkir, menuai respon. Adalah KONI Kota Batu, yang memberikan masukan bahwa wacana itu kurang relevan. Dengan alasan, bahwa keberadaan Stadion Gelora Brantas sejak awal konsepnya adalah untuk pengembangan kawasan olah raga. Ketua KONI Kota Batu, Sentot Ari Wahyudi, mengatakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Wacana alih fungsi bangunan Stadion Gelora Brantas Kota Batu menjadi areal kawasan parkir, menuai respon. Adalah KONI Kota Batu, yang memberikan masukan bahwa wacana itu kurang relevan. Dengan alasan, bahwa keberadaan Stadion Gelora Brantas sejak awal konsepnya adalah untuk pengembangan kawasan olah raga.</p>



<p>Ketua KONI Kota Batu, Sentot Ari Wahyudi, mengatakan pihaknya memaklumi dengan kondisi Stadion Gelora Brantas, yang saat ini digunakan untuk lahan relokasi pedagang dari Pasar Induk Among Tani. Hanya saja, perubahan sementara itu sifatnya sementara dan setelah selesai pemanfaatan, maka wajib stadion dilakukan perbaikan kembali seperti semula.</p>



<p>&#8220;Adanya usulan Stadion Gelora Brantas dijadikan area parkir terpusat, itu yang jelas saya tidak setuju. Karena, sesuai rencana bahwa setelag stadion digunakan untuk lahan relokasi, itu diperbaiki menjadi sarana olah raga kembali,&#8221; terangnya di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Rabu (21/06/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kawasan sekitar Stadion Gelora Brantas, tambahnya, sejak dahulu sudah menjadi kawasan olah raga untuk masyarakat. Lebih dari itu, stadion itu sangat dekat dengan sekolah. Sehingga, sangat berperan penting untuk kegiatan berolahraga.</p>



<p>Untuk itu, tegas Sentot, konsep apapun seharusnya Pemkot bersama sejumlah pihak untuk sharing terlebih dahulu bersama KONI atau minimal dengan masyarakat olah raga. &#8220;Syukur-syukur, pemerintah daerah ini mampu menciptakan kawasan olah raga,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Mengenai sharing ini, tambahnya, itu tidak hanya terkait dengan rencana pengembangan stadion. Namun, juga mengenai cabang olah raga lain seperti bela diri atau tenis meja dan yang lain bisa menjadi satu kawasan yang berada di stadion itu.</p>



<p>&#8220;Jadi, yang sudah ada ini jangan diwacanakan. Karena, di sini seharusnya disempurnakan. Dan, usulan Stadion Gelora Brantas dijadikan area parkir ini sangat tidak relevan. Sebagai orang Batu dan Ketua KONI, sangat tidak menyetujui,&#8221; jelasnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191466</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ganti Rugi Pembangunan Tol Kediri-Tulungagung Mulai Berjalan, Kabupaten Kediri Tahap Awal</title>
		<link>https://memontum.com/ganti-rugi-pembangunan-tol-kediri-tulungagung-mulai-berjalan-kabupaten-kediri-tahap-awal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jun 2023 06:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[awal]]></category>
		<category><![CDATA[berjalan,]]></category>
		<category><![CDATA[ganti]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kediri-tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[mulai]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[rugi]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[tahap]]></category>
		<category><![CDATA[Tol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191162</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Pengadaan tanah untuk pembangunan tol Kediri-Tulungagung, terus berjalan. Proyek pembangunan tol untuk mendukung bandara baru Kediri tersebut, masuk Program Strategis Nasional (PSN) yang melintasi Kabupaten Kediri, Kota Kediri dan Kabupaten Tulungagung. Dalam proses pengadaan tanah yang tengah berjalan itu, Kabupaten Kediri terlebih dahulu melakukan pembayaran uang ganti rugi (UGR) kepada sebagian pemilik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Pengadaan tanah untuk pembangunan tol Kediri-Tulungagung, terus berjalan. Proyek pembangunan tol untuk mendukung bandara baru Kediri tersebut, masuk Program Strategis Nasional (PSN) yang melintasi Kabupaten Kediri, Kota Kediri dan Kabupaten Tulungagung.</p>



<p>Dalam proses pengadaan tanah yang tengah berjalan itu, Kabupaten Kediri terlebih dahulu melakukan pembayaran uang ganti rugi (UGR) kepada sebagian pemilik lahan terdampak. Sedangkan daerah lain seperti Kota Kediri dan Tulungagung, masih belum tahap direalisasi.</p>



<p>Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, dalam kesempatan itu mengatakan diperlukan kerja sama banyak pihak supaya Program Strategis Nasional (PSN) Tol Kediri-Tulungagung, bisa berjalan lancar. Pembangunan tol Kediri-Tulungagung tersebut, bukan hanya program untuk Kabupaten Kediri, melainkan juga daerah lain baik itu Kota Kediri maupun Kabupaten Tulungagung.</p>



<p>&#8220;Butuh sinergi semua lini dan kita berharap program ini bisa sukses. Sehingga, bandara yang nanti akan beroperasi dan keberadaan jalan tol tersebut memberikan banyak manfaat bagi masyarakat,&#8221; kata Mas Dhito-sapaan akrab bupati melalui wakilnya Dewi Mariya Ulfa di Pendopo Panjalu Jayati, Sabtu (17/06/2023) tadi.</p>



<p>Baca juga:</p>





<p>Di Kabupaten Kediri, tambahnya, pembangunan tol Kediri-Tulungagung melewati tiga kecamatan. Yakni, Kecamatan Banyakan, Semen dan Kecamatan Mojo. Untuk Kecamatan Banyakan, nantinya akan menjadi pintu masuk menuju ke bandara.</p>



<p>Secara detail, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Kediri, Sukadi, menerangkan bahwa ada 23 desa yang tersebar di tiga kecamatan yang dilewati tol Kediri-Tulungagung. Di Kecamatan Banyakan sendiri, diakuinya sebagian telah dilakukan proses pembayaran UGR. Bahkan, sebagian lagi masih proses pengumpulan data untuk dilakukan verifikasi dan validasi sebagai persyaratan wajib untuk UGR.</p>



<p>&#8220;Selama ini, yang sudah dilakukan harga yang diberikan ganti rugi, iru tidak mungkin di bawah harga pasar,&#8221; terangnya.</p>



<p>Pemilik lahan di Kecamatan Banyakan, paparnya, telah terlebih dahulu menerima pembayaran UGR yakni untuk Desa Manyaran dan Tiron. Di Desa Manyaran, dari total pemilik lahan yang terdampak hampir 80 persen telah menerima ganti rugi.</p>



<p>Sedangkan, ungkapnya, untuk Desa Tiron sudah ada 40 persen yang sudah setuju dengan jumlah kurang lebih 44 warga menerima pembayaran UGR. Sisanya, akan dilanjutkan pada pekan depan.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Untuk aset TKD (tanah kas desa) maupun BMD (Barang Milik Daerah) insyaalloh untuk minggu berikutnya akan dilakukan proses persetujuan terkait nilai appraisal,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Adapun bagi warga yang belum bisa menerima besaran nilai pembayaran UGR berdasarkan penilaian appraisal, masih akan dilakukan musyawarah kembali untuk mendapatkan titik temu. Setelah selesai untuk Kecamatan Banyakan, nantinya akan dilanjutkan untuk Kecamatan Semen dan Mojo. Untuk Kecamatan Mojo sendiri, ada delapan desa yang masih akan dimulai sosialisasi.</p>



<p>Sementara itu, demi kelancaran proses pengadaan tanah, pada hari yang sama di Pendopo Panjalu Jayati diadakan sosialisasi pengadaan tanah untuk kepentingan umum. Sosialisasi diadakan Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.</p>



<p>Direktur Jenderal (Dirjen) Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan Embun Sari, menuturkan bahwa pembangunan kontruksi tol Kediri-Tulungagung harus selesai sampai dengan 2024. Pembangunan kontruksi itu belum bisa dimulai ketika pengadaan tanah belum selesai.</p>



<p>&#8220;Pengadaan tanahnya harus lebih cepat dari itu, karena kontruksi juga butuh waktu, makanya kita kejar pengadaan tanah dalam bulan-bulan ini ke depan harus selesai,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Dalam proses pengadaan tanah, ujarnya, ketika dipakai untuk kepentingan umum harus ada ganti rugi berdasarkan penilaian yang dilakukan appraisal. Setiap jengkal tanah, berikut bangunan di atasnya dan pohon yang ada akan dinilai oleh apraisal.</p>



<p>&#8220;Secara undang-undang, mereka bertanggungjawab penuh atas nilai yang disajikan, kita juga dilarang mencampuri, mereka (appraisal) ini independent,&#8221; terangnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191162</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
