<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Babinsa dan Masyarakat Patroli &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/babinsa-dan-masyarakat-patroli/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 12 Jan 2021 14:33:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Babinsa dan Masyarakat Patroli &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Babinsa 0820/26 Tegal Siwalan Bersama Warga Bersihkan Lingkungan Makam</title>
		<link>https://memontum.com/babinsa-0820-26-tegal-siwalan-bersama-warga-bersihkan-lingkungan-makam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2021 14:33:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Babinsa dan Masyarakat Patroli]]></category>
		<category><![CDATA[Bongkar Makam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=131959</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Babinsa Koramil 0820/26 Tegal Siwalan, Serma Edi Santoso, melaksanakan Karya Bhakti membersihkan pemakaman umum yang ada di desa binaanya, Selasa (12/01) tadi. Dengan berpakaian dinas dan bersama kurang lebih 10 orang warganya, langsung melaksanakan kegiatan pembersihan makam. Ditempat yang sama, Serma Edi Santoso Babinsa Koramil 0820/26 Tegal Siwalan, mengatakan bhawa Karya Bhakti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Babinsa Koramil 0820/26 Tegal Siwalan, Serma Edi Santoso, melaksanakan Karya Bhakti membersihkan pemakaman umum yang ada di desa binaanya, Selasa (12/01) tadi. Dengan berpakaian dinas dan bersama kurang lebih 10 orang warganya, langsung melaksanakan kegiatan pembersihan makam.</p>



<p>Ditempat yang sama, Serma Edi Santoso Babinsa Koramil 0820/26 Tegal Siwalan, mengatakan bhawa Karya Bhakti semacam ini adalah merupakan bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat.</p>



<p>“Karena TNI lahir dari rakyat dan akan kembali untuk rakyat. Kalau bukan kita siapa lagi yang peduli terhadap lingkungan dan kalau bukan sekarang kapan lagi mau bertindak karena semua itu untuk kepentingan bersama,” ucapnya.</p>



<p>Apresiasi diberikan kepada Babinsa oleh warga setempat karena kepedulian Babinsa terhadap lingkungan yang ada disekitarnya. Disela sela kegiatan pembersihan makam salah satu warga menyampaikan, bahwa Bapak Babinsa saja yang notabene adalah warga luar dari Kecamatan Tegal Siwalan ini yang kebetulan sebagai Babinsa Desa Tegal Mojo masih peduli terhadapnya lingkungan, apalagi kita yang sehari hari ada ditempat ini harus malu dan harus lebih peduli terhadap lingkungan, khususnya yang ada dipemakaman ini karena apabila kita tiada ditempat inilah kita dimakamkan. <strong>(geo/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">131959</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jaga Serangan Hewan Misterius, Babinsa dan Masyarakat Patroli</title>
		<link>https://memontum.com/jaga-serangan-hewan-misterius-babinsa-dan-masyarakat-patroli</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2018 06:14:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Babinsa dan Masyarakat Patroli]]></category>
		<category><![CDATA[Jaga Serangan Hewan Misterius]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=21866</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember&#8212;Serangan brutal yang membuat pemilik kambing seantero kecamatan Semboro dibuat resah dan mencekam perihal matinya ternak dengan luka bekas gigitan di leher namun tubuh tidak dimakan membuat banyak khalangan bersepekulasi. Slamet (56) warga Babatan, Desa Sidomekar salah seorang korban yang 5 kambingnya mati digigit lehernya juga sempat ber asumsi jika ini mungkin kalau tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember&#8212;</strong>Serangan brutal yang membuat pemilik kambing seantero kecamatan Semboro dibuat resah dan mencekam perihal matinya ternak dengan luka bekas gigitan di leher namun tubuh tidak dimakan membuat banyak khalangan bersepekulasi.</p>
<p>Slamet (56) warga Babatan, Desa Sidomekar salah seorang korban yang 5 kambingnya mati digigit lehernya juga sempat ber asumsi jika ini mungkin kalau tidak di gigit jenis hewan srigala pasti orang yang lelakon ilmu hitam, ujarnya.</p>
<p>Hingga beberapa hari ini misteri belum terungkap ahirnya memaksa pihak aparatur negara melalui Babinsa Koramil Semboro Serma Komaryono turut serta ikut patroli bersama warga dan dibantu beberapa elemen masyarakat pasca kejadian hingga Rabu, (24/1/201) dini hari masih melaksanakan kegiatan patroli wilayah yang difokuskan ke kandang-kandang ternak milik warga sekitar.</p>
<p>Dari beberapa informasi dari beberapa kabupaten lain seperti halnya Lumajang beberapa waktu yang lalu juga mengalami kejadian yang sama, dan hal tersebut ahirnya terungkap jika pengigit tenggorokan kambing adalah jenis anjing yang secara fisik mulutnya mirip srigala.</p>
<p>Namun Di kecamatan Semboro sendiri hingga hampir 1 minggu belum jelas siapa atau apa hewan pengigit tersebut. Hingga salah seorang tetua asal kecamatan Gumukmas  bernama mbah Dirun (85) memberikan informasi jika dulu itu kejadian seperti itu pasti dilakukan oleh se ekor anjing yang biasa orang dulu sebut Asu Ajak dengan ciri hitam besar dan keluar pada malam hari saja dan biasanya jenis anjing tersebut bersembunyi di tempat gelap ataupun Goa dan tempat bambu yang rimbun, ucapnya.(Lum/yan)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">21866</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
