<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Badai La Nina &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/badai-la-nina/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Nov 2020 05:03:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Badai La Nina &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>1100 Personel Gabungan Disiagakan Antisipasi Badai La Nina</title>
		<link>https://memontum.com/1100-personel-gabungan-disiagakan-antisipasi-badai-la-nina</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2020 05:03:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Badai La Nina]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot batu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=127909</guid>

					<description><![CDATA[Wujud Kesiapan Pemkot Batu Memontum Kota Batu &#8211; Badai La Nina yang diprediksi juga akan berdampak atau berpotensi terjadi di Kota Batu, membuat pemerintah daerah melakukan antisipasi. Merespon kemungkinan itu, Pemkot Batu menyiagakan 1100 personel gabungan, yang terdiri dari ormas dan aparatur. Hal ini, merupakan upaya untuk menekan terjadinya korban jiwa, mengingat puncak musim penghujan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3><strong>Wujud Kesiapan Pemkot Batu</strong></h3>
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Badai La Nina yang diprediksi juga akan berdampak atau berpotensi terjadi di Kota Batu, membuat pemerintah daerah melakukan antisipasi. Merespon kemungkinan itu, Pemkot Batu menyiagakan 1100 personel gabungan, yang terdiri dari ormas dan aparatur. Hal ini, merupakan upaya untuk menekan terjadinya korban jiwa, mengingat puncak musim penghujan akan di mulai sejak Desember nanti.</p>
<p>“Puncak musim penghujan seharusnya di Januari sampai Februari. Namun, kemungkinan akan maju pada Desember ini karena Badai La Nina,” kata Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu, pada Jumat (20/11) pagi.</p>
<p>Ditambahkannya, potensi terbesar dampak dari Badai La Nina di Kota Batu, merupakan bencana longsor. Itu karena, Kota Batu merupakan dataran tinggi dan memiliki kontur tanah yang miring.</p>
<p>&#8220;Desa dan kelurahan yang siaga bencana di Kota Batu, saat ini terdapat di 15 desa dan kelurahan dari total 24 desa dan kelurahan. Artinya, ada 9 desa dan kelurahan, yang aman dari status itu. Meski demikian, BPBD juga membentuk FPRB (Forum Pengurangan Resiko Bencana) yang setiap forumnya, memiliki anggota 30 personel relawan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, dalam apel siaga bencana menekankan langkah preventif untuk menghadapi musim penghujan. Hal ini, dikarenakan sekitar 23,6 persen lahan di Kota Batu, berada dalam ancaman longsor.</p>
<p>“Jadi selain siaga untuk menangani kebencanaan, personel gabungan juga akan melakukan edukasi agar dampak kebencanaan bisa ditekan,” papar orang nomor satu di Pemerintah Kota Batu itu. <strong>(bir/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">127909</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tiga Desa di Kota Batu Masuk Zona Merah Ancaman Longsor Badai La Nina</title>
		<link>https://memontum.com/tiga-desa-di-kota-batu-masuk-zona-merah-ancaman-longsor-badai-la-nina</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2020 13:16:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Badai La Nina]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=127360</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Bencana tanah longsor yang disebabkan badai La Nina, mengancam sekitar 23,6 persen total luas lahan di Kota Batu. Jumlah itu, sekitar 4.720 hektar dari total luas 20 ribu hektar kawasan lahan. Dari data BPBD Kota Batu, ada tiga tempat terbesar yang masuk zona merah atau rawan. Yakni, kawasan Tulungrejo, Sumberbrantas dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Bencana tanah longsor yang disebabkan badai La Nina, mengancam sekitar 23,6 persen total luas lahan di Kota Batu. Jumlah itu, sekitar 4.720 hektar dari total luas 20 ribu hektar kawasan lahan.</p>
<p>Dari data BPBD Kota Batu, ada tiga tempat terbesar yang masuk zona merah atau rawan. Yakni, kawasan Tulungrejo, Sumberbrantas dan Gunungsari atau kesemuanya masuk di kawasan Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.</p>
<p>“Untuk Desa Tulungrejo, yang berpotensi sekitar 2.793 hektar. Sedangkan untuk Desa Sumberbrantas, potensinya sekitar 1.055 hektar dan Desa Gunungsari berpotensi sekitar 523 hektar,” terang Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu ketika dikonfirmasi, Rabu (11/11) siang, di Balai Kota Among Tani.</p>
<p>Sementara itu, untuk total zona merah terdampak La Nina dengan potensi longsor terdapat 10 daerah. Ada pun urainya, untuk 7 zona merah lainya yakni Kelurahan Songgokerto berpotensi 288 hektar yang terancam, dilanjutkan dengan Desa Punten yang berpotensi 24 hektar. Tak hanya itu, untuk Desa Sumberejo terancam 22 hektar, lalu Desa Sumbergondo terancam 13 hektar.</p>
<p>“Untuk tiga zona merah terendah, yakni Kelurahan Temas berpotensi 0,77 hektar, lalu Desa Oro-oro Ombo berpotensi 0,47 hektar dan terakhir adalah Desa Giripurno sekitar 0,06 hektar,” imbuh Agung.</p>
<p>Dirinya juga menekankan, bahwa pendataan zona merah tersebut, berdasarkan dari historis kejadian bencana tanah longsor dalam kurun 3 tahun terakhir. Guna mengantisipasi itu, pihaknya telah menyiapkan alat detektor tanah longsor yang telah diletakkan di empat titik.</p>
<p>&#8220;Selain itu, juga ada 10 personel yang bertugas 24 jam. Ini untuk antisipasi, agar bisa siap dan menindaklanjuti kejadian yang menonjol kepada tim,” terangnya. (<strong>bir/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">127360</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Masyarakat Diminta Waspada Kemungkinan Bencana Alam</title>
		<link>https://memontum.com/masyarakat-diminta-waspada-kemungkinan-bencana-alam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2020 11:32:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Badai La Nina]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada Bencana Alam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=125452</guid>

					<description><![CDATA[Fenomena La Nina di Samudera Pasifik Memontum Malang &#8211; Fenomena La Nina yang terjadi di Samudera Pasifik, akan mengakibatkan anomali cuaca berupa curah hujan yang begitu tinggi. Sehingga, fenomena ini dapat berpotensi menimbulkan bencana alam. Mensikapi kondisi itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), untuk menyiapkan beberapa langkah strategis. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3><strong>Fenomena La Nina di Samudera Pasifik</strong></h3>
<p><span id="more-125452"></span></p>
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Fenomena La Nina yang terjadi di Samudera Pasifik, akan mengakibatkan anomali cuaca berupa curah hujan yang begitu tinggi. Sehingga, fenomena ini dapat berpotensi menimbulkan bencana alam.</p>
<p>Mensikapi kondisi itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), untuk menyiapkan beberapa langkah strategis. Termasuk, kepada Pemerintah Daerah (Pemda), untuk memastikan kesiapannya terkait potensi bencana yang mucul akibat fenomena La Nina.</p>
<p>&#8220;Mengingat kondisi geografis di Kabupaten Malang yang beragam, memang memiliki potensi bencana yang beragam juga. Artinya, ada atau tidak adanya fenomena La Nina, kesiapan-kesiapan ini sudah kami lakukan juga,&#8221; ujar Kepala BPBD Kabupaten Malang, Bambang Istiawan, Senin (12/10).</p>
<p>Kemungkinan bencana yang terjadi akibat fenomena La Nina, tambah Bambang, yakni bencana tanah longsor, banjir dan banjir bandang. Mengingat, wilayah Kabupaten Malang yang beragam juga mulai dari pesisir pantai hingga pegunungan.</p>
<p>&#8220;Biasanya yang terjadi adalah hujan secara terus menerus dengan diikuti angin kencang. Bulan ini, itu seharusnya masih musim panas. Tetapi, terkadang turun hujan dan hujannya pun terkadang ekstrim. Jadi, kita himbau untuk selalu waspada,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Untuk mengantisipasi hal-hal yang tak terduga, pihaknya juga selalu melakukan koordinasi dengan beberapa pihak. Seperti, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan lembaga stasiun cuaca.</p>
<p>&#8220;Yang jelas, koordinasi rutin dilakukan dengan stasiun cuaca Brawijaya, BMKG yang membidangi cuaca dan gempa, pihak kemaritiman karena wilayah kita juga ada yang pesisir dan rekan-rekan di bandara juga kami ajak koordinasi,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, sosialisasi juga selalu dilakukan secara rutin. Meskipun, masyarakat yang bertempat tinggal di satu wilayah dengan potensi bencana, juga sudah paham dengan kemungkinannya. <strong>(riz/sit)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">125452</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
