<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>badai petir &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/badai-petir/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 04 Feb 2021 04:35:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>badai petir &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Penyebab Dentuman di Malang Raya Akibat Aktifitas Badai Petir</title>
		<link>https://memontum.com/penyebab-dentuman-di-malang-raya-akibat-aktifitas-badai-petir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2021 04:34:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[badai petir]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=133942</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dari mana bunyi dentuman yang terdengar di seluruh wilayah Malang Raya dari sejak Rabu (03/02) kemarin, mulai teridentifikasi. Kepala Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika Stasiun Geofisika Malang, Ma’muri, mengatakan bahwa sampai saat ini dugaan terkuat dentuman itu adalah adanya thunderstorm. &#8220;Dugaan yang paling mendekati memang thunder storm. Artinya, ada badai petir karena [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dari mana bunyi dentuman yang terdengar di seluruh wilayah Malang Raya dari sejak Rabu (03/02) kemarin, mulai teridentifikasi.</p>
<p>Kepala Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika Stasiun Geofisika Malang, Ma’muri, mengatakan bahwa sampai saat ini dugaan terkuat dentuman itu adalah adanya thunderstorm.</p>
<p>&#8220;Dugaan yang paling mendekati memang thunder storm. Artinya, ada badai petir karena memang sekarang sedang musim hujan. Jadi, banyak kumpulan-kumpulan awan yang bisa menimbulkan terjadinya petir itu,&#8221; jelasnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (04/02) tadi.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://memontum.com/133833-dentuman-keras-terdengar-di-malang-raya-sutiaji-perintahkan-bpbd-menelusuri-sumber-suara">Dentuman Keras Terdengar di Malang Raya, Sutiaji Perintahkan BPBD Menelusuri Sumber Suara</a></strong></p>
<p>Menurut Ma&#8217;muri, karena kejadian di malam hari, maka suaranya terdengar kuat. Karena, suasana aktivitas di bumi sedang sepi.</p>
<p>&#8220;Beda dengan di siang hari, banyak aktivitas. Sehingga, suara-suara itu mungkin akan kurang terdengar. Makanya, petir-petir itu di malam hari lebih jelas terdengarnya dibanding di siang hari,&#8221; paparnya.</p>
<p>Selain itu, tambahnya, bahwa kondisi malam hari di Malang Raya, kerap hujan dan tertutup awan. Meski begitu, sampai saat ini pihaknya masih mengkaji dan mencari informasi dari berbagai pihak.</p>
<p>&#8220;Sekali lagi, itu masih dugaan yang paling mendekati. Kita masih terus mengumpulkan data-data terkait aktivitas petir. Karena memang aktivitas yang tinggi juga menimbulkan suara dentuman yang bahkan terdengar sampai di bumi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dikonfirmasi terpisah juga mengatakan bahwa dentuman bukan berasal dari aktivitas gunung berapi ataupun gempa bumi. Melainkan, thunderstorm.</p>
<p>“Kita sudah cek, pada jam 12 malam sampai jam 3 pagi, itu gempa sama sekali dan tidak ada event apapun. Itu menunjukkan, bahwa dentuman itu tidak berasosiasi dengan aktivitas gempa bumi,” katanya.</p>
<p>Daryono mengatakan, dentuman yang terjadi diakibatkan karena faktor cuaca yang terjadi di Malang dan sekitarnya.</p>
<p>“Kita mendapatkan data cuaca yang mengarah kepada aktivitas petir yang banyak sekali terjadi. Jadi saya tegaskan bahwa dentuman yang terdengar di Malang, adalah thunder storm,&#8221; terangnya. <strong>(cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">133942</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
