<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Badan Informasi Geospasial &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/badan-informasi-geospasial/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 May 2018 16:16:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Badan Informasi Geospasial &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Nasyirul Falah Amru Dorong BIG Rampungkan KSP One Map Policy</title>
		<link>https://memontum.com/nasyirul-falah-amru-dorong-big-rampungkan-ksp-one-map-policy</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 May 2018 16:16:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Informasi Geospasial]]></category>
		<category><![CDATA[One Map Policy]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=40840</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8212; DPR-RI Komisi VII, yang membidangi Energi Sumber Daya Mineral, Riset dan Teknologi, Lingkungan Hidup, mendorong Badan Informasi Geospasial (BIG) merampungkan Kebijakan Satu Peta (KSP) atau One Map Policy, pada 2018 ini. “Kita dari DPR RI tentunya sangat mendorong, 2018 ini memang sudah rampung dan sudah selesai dan untuk melakukan akselerasi percepatan, itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8212; DPR-RI Komisi VII, yang membidangi Energi Sumber Daya Mineral, Riset dan Teknologi, Lingkungan Hidup, mendorong Badan Informasi Geospasial (BIG) merampungkan Kebijakan Satu Peta (KSP) atau One Map Policy, pada 2018 ini. </p>
<p>“Kita dari DPR RI tentunya sangat mendorong, 2018 ini memang sudah rampung dan sudah selesai dan untuk melakukan akselerasi percepatan, itu agar segera selesai,” kata Anggota DPR-RI Komisi VII, Nasyirul Falah Amru, seusai seminar Sinergi Bersama Mewujudkan Satu Peta, di Universitas Islam Lamongan (Unisla), Rabu, (2/5/2018). </p>
<p>Dikatakan Falah, untuk mendorong proses percepatan itu, BIG diminta untuk melibatkan berbagai elemen seperti Lembaga Sosial Kemasyarakatan (LSM) dan dunia pendidikan dalam pembaharuan dan sinkronisa si satu peta.  </p>
<p>“Maka LSM pun kita minta supaya diajak tidak hanya LSM makanya kita datang ke Universitas Islam Lamongan ke dunia pendidikan untuk mengajak peran serta teman-teman mahasiswa untuk membantu percepatan One Map Policy ini,” terangnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Falah menyebut adanya KSP akan memberikan dampak positif. Sebab,  di dalam KSP berisikan informasi-informasi strategis, berupa potensi-potensi yang sudah menjadi satu kesatuan akan diketahui  lebih dini dan tidak lagi tercecer.  </p>
<p>“Segala informasi itu menjadi lebih gamblang termasuk ketika kita harus melakukan untuk pengeboran sumur air, kita bekerja sama dengan BIG, sehingga citra satelit itu tahu di sini ada air atau tidak,” tutur Falah yang merupakan wakil dari Dapil Jawa Timur X, yang meliputi Lamongan dan Gresik.</p>
<p>Disisi lain, menurut Rektor Unisla, Bambang Eko Muljono, percepatan One Map Policy  akan semakin mendukung diberlakukannya Undang-undang Desa. </p>
<p>“Potensi potensi desa akan terekam dengan baik,” ucapnya. </p>
<p>Tak hanya itu, Bambang menyebut adanya KSP, akan bisa memfasilitasi peta tematik desa, sehingga potensi desa kian tergali. </p>
<p>“Ini dalam kaitanya untuk informasi kepada masyarakat dan dunia usaha serta investasi,” ujar Bambang yang menuturkan, Unisla siap untuk mengawal pembaharuan dan sinkronisa si satu peta.</p>
<p> “Kita mempunyai tenaga baik dosen maupun mahasiswa, tentunya kampus mempunyai SDM untuk itu dan kami siap untuk membantu,” pungkasnya. <strong>(ifa/zen/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">40840</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Atasi Konflik Perbatasan, BIG dan DPR RI Minta Kades Buat Peta Desa</title>
		<link>https://memontum.com/atasi-konflik-perbatasan-big-dan-dpr-ri-minta-kades-buat-peta-desa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Apr 2018 13:44:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Informasi Geospasial]]></category>
		<category><![CDATA[peta desa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/36232-atasi-konflik-perbatasan-big-dan-dpr-ri-minta-kades-buat-peta-desa</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8212; Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI meminta para Kepala Desa (Kades) di Sidoarjo untuk membuat peta desa secara resmi. Peta desa ini bakal dijadikan dasar untuk pembangunan sekaligus untuk meminimalisir perselisihan dan sengketa di perbatasan antar desa. Apalagi, konflik pernatasan ini biasanya disebabkan minimnya dokumen resmi di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8212; Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI meminta para Kepala Desa (Kades) di Sidoarjo untuk membuat peta desa secara resmi. Peta desa ini bakal dijadikan dasar untuk pembangunan sekaligus untuk meminimalisir perselisihan dan sengketa di perbatasan antar desa. Apalagi, konflik pernatasan ini biasanya disebabkan minimnya dokumen resmi di tingkat desa masing-masing.</p>
<p>&#8220;Ratusan peserta dari desa ini bisa dijadikan relawan menyusun peta desa dan potensi desanya masing-masing. Ini penting karena peta desa bisa dijadikan modal pembangunan serta penguatan potensi desa untuk penguatan ekonomi,&#8221; terang Deputi Bidang Informasi Geospasial Dasar BIG, Muhammad Arif Syafii kepada Memontum.com, Selasa (10/4/2018) di Juanda.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/20180410_110721-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-36235" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/20180410_110721-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/20180410_110721-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/20180410_110721-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/20180410_110721-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Lebih jauh pria yang akrab dipanggil Arief ini menguraikan malalui desiminasi informasi geospasial diharapkan dapat meningkatkan kesadaran terhadap informasi geospasial. Hal ini terutama soal pemetaan desa. Apalagi saat ini ada Undang-Undang tentang Informasi Geospasial.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/20180410_110749-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-36234" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/20180410_110749-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/20180410_110749-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/20180410_110749-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/20180410_110749-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Kami mendorong masyarakat aktif mengisi konten peta desa. Misalnya dilewatkan aplikasi Hand Phone (HP) bisa diketahui jalan desa, nama toko dan soal potensi desa serta kelebihan desa lainnya. Tujuannya mengembangkan potensi desa dan membuka peluang usaha sendiri di tingkat desa,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Syaikhul Islam Ali mengaku mengapresiasi acara itu. Acara ini lebih mendekatkan BIG dan anggota DPR RI dengan masyatakat di tingkat pedesaan. Apalagi, BIG lembaga non kementerian yang kontribusinya bisa dirasakan masyarakat secara langsung seperti halnya lembaga non kementerian lainnya. Misalnya produk Peta Nasional BIG hingga peta desa dari BIG langsung bisa dimanfaatkan masyarakat desa.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/20180410_111123-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-36233" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/20180410_111123-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/20180410_111123-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/20180410_111123-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/20180410_111123-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Pemetaan potensi dan peta desa bukan hanya mengurangi konflik perbatasan, tapi juga sangat penting dimiliki desa agar Kades menjalankan program kerjanya dengan mudah serta memudahkan warga mensertifikatkan tanahnya. Belum soal pengembangan bisnis potensi desa,&#8221; pungkasnya. <strong>(wan/nay)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">36232</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DPR RI dan BIG Sarankan Kades Sidoarjo Membuat Peta Desa</title>
		<link>https://memontum.com/dpr-ri-dan-big-sarankan-kades-sidoarjo-membuat-peta-desa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Mar 2018 13:27:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Informasi Geospasial]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[peta desa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/32607-dpr-ri-dan-big-sarankan-kades-sidoarjo-membuat-peta-desa</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8212; Ketua Komisi VII DPR RI, Syaikhul Islam Ali bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) menyarakan seluruh Kepala Desa (Kades) di Sidoarjo membuat peta desa secara resmi. Peta desa ini, selain untuk memastikan rencana pembangunan juga mengurangi konflik antar desa yang dipicu batas desa yang tidak jelas lantaran minimnya dokumen resmi di desa. Oleh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8212; Ketua Komisi VII DPR RI, Syaikhul Islam Ali bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) menyarakan seluruh Kepala Desa (Kades) di Sidoarjo membuat peta desa secara resmi. Peta desa ini, selain untuk memastikan rencana pembangunan juga mengurangi konflik antar desa yang dipicu batas desa yang tidak jelas lantaran minimnya dokumen resmi di desa.</p>
<p>Oleh karena itu, Komisi VII DPR RI dan BIG mengumpulkan sejumlah Kades, mantan perangkat dan sejumlah anggota karang taruna asal sejumlah desa di Kecamatan Taman dan Kecamatan Waru. Puluhan orang aktif di desa itu mengikuti acara Desiminasi Informasi Geospasial dalam Rangka Pengembangan SDM (Pemetaan Batas Desa) di Sidoarjo, Jawa Timur.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/20180320_114859-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="alignleft size-full wp-image-32608" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/20180320_114859-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/20180320_114859-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/20180320_114859-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/20180320_114859-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Acara ini lebih mendekatkan DPR RI dan BIG ke masyarakat. BIG adalah </p>
<p>lembaga pemerintah non kementerian yang kontribusinya sudah dirasakan sehari-hari mulai peta nasional hingga peta desa,&#8221; terang Syaikhul Islam Ali kepada Memontum.com, Selasa (20/03/2018) di Hotel Halogen, Juanda, Sidoarjo.</p>
<p>Lebih jauh pria yang akrab dipanggil Gus Syaikhul ini berharap dengan adanya peta desa Kades dapat membuat kebijakan yang lebih baik. Terutama kebijakan mengenai program-program pertanahan di tingkat desa. Apalagi, saat ini ada program Prona, PTSL, Tora dan lainnya soal sertifikasi tanah massal yang digadang sebagai program pemerintah saat ini.</p>
<p>&#8220;Kegiatan ini mendukung program pemerintah. Karena nilai lebih dari pemerintah saat ini mengutamakan sertifikasi tanah. Kalau persoalan tanah tak ditertibkan kasus ketimpangan tanah bakal jadi bola salju di kemudian hari yang menjadi masalah besar. Karena mengurus tanah pun sekarang lebih muda asal syaratnya terpenuhi,&#8221; imbuhnya. Menurutnya, pemetaan dan peta desa itu sangat penting. Oleh karenanya setiap desa harus memiliki peta desa masing-masing. Selain memudahkan program kerja Kades juga memudahkan warga mensertifikat tanahnya.</p>
<p>&#8220;Kalau masih banyak (desa) yang belum dipetakan segera dipetakan agar tak ada masalah di belakang hari,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara Sekretaris Utama BIG, Titik Suparwati menegaskan BIG menjamin ketersediaan akses informasi geospasial yang dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, menyelenggarakan informasi geospasial yang berdaya guna efisien dan efektif melalui kerjasama, koordinasi, integrasi dan sinkronisasi. Disamping itu, mendorong penggunaan informasi geospasial dalam penyelenggaraan pemerintah dalam berbagai aspek mendukung program prioritas nasional. </p>
<p>&#8220;Kami juga mendorong pengembangan dunia usaha dan pariwisata, insfrastruktur, konektivitas, kemaritiman dan pembangunan wilayah daerah perbatasan, daerah tertinggal, pembangunan pedesaan, penanggulangan bencana dan reformasi agraria,&#8221; paparnya.</p>
<p>Disamping itu juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Sidoarjo terhadap Informasi Geospasial terutama mengenai pemetaan batas desa. Sekaligus menyampaikan Undang-Undang tentang Informasi Geospasial.</p>
<p>&#8220;Kami berharap sosialisasi ini bermanfaat bagi Pemkab dan warga Sidoarjo untuk pembangunan di tingkat desa,&#8221; pungkasnya.<strong> (wan/yud)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">32607</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
