<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>bagong, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bagong/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 Feb 2025 14:05:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>bagong, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Diguyur Hujan Deras, Tebing Bendungan Bagong Trenggalek Longsor</title>
		<link>https://memontum.com/diguyur-hujan-deras-tebing-bendungan-bagong-trenggalek-longsor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Feb 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[bagong,]]></category>
		<category><![CDATA[Bendungan]]></category>
		<category><![CDATA[deras,]]></category>
		<category><![CDATA[diguyur]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[tebing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219632</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bagong Trenggalek mengalami longsor di bagian aksesoris dinding. Diketahui, luasan longsor mulai 1.500 sampai 2.000 meter persegi. Sesuai rencana awal, PSN Bendungan Bagong Trenggalek ini ditargetkan selesai di tahun 2025. Namun, hal itu molor hingga ditargetkan ulang selesai pada tahun 2026 mendatang. Berdasarkan video yang beredar luas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bagong Trenggalek mengalami longsor di bagian aksesoris dinding. Diketahui, luasan longsor mulai 1.500 sampai 2.000 meter persegi.</p>



<p>Sesuai rencana awal, PSN Bendungan Bagong Trenggalek ini ditargetkan selesai di tahun 2025. Namun, hal itu molor hingga ditargetkan ulang selesai pada tahun 2026 mendatang. Berdasarkan video yang beredar luas di media sosial, longsor terjadi usai hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.</p>



<p>Pengawas Utama Paket II Bendungan Bagong, Sri Wahyudi, mengatakan bahwa longsor yang terjadi pada Jumat (21/02/2025) itu, dipicu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan proyek. “Longsor terjadi pada hari Jumat. Curah hujan yang tinggi menjadi faktor utama penyebabnya,” ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (25/02/2025) tadi.</p>



<p>Longsor ini, tambahnya, berdampak pada bagian aksesoris bendungan ambrol. Sehingga, kondisi beton Shotcrete yang digunakan untuk menahan tanah rusak.</p>



<p>“Lokasi longsor terjadi diantara bangunan Main Dam dan Spillway, tepatnya di atas bangunan pengelak terowongan,” imbuhnya.</p>



<p>Meski luasan longsor hingga ribuan meter persegi, lanjutnya, namun kejadian itu tidak mengganggu progress pembangunan bendungan yang memakan anggaran hingga Rp 1,6 triliun ini. Karena, area yang longsor bukan termasuk bangunan inti dari Bendungan Bagong.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Meski longsor, tetap tidak memengaruhi bangunan inti bendungan. Dan proyek akan tetap berjalan sesuai rencana,” kata Sri Wahyudi.</p>



<p>Guna antisipasi kerusakan bangunan akibat longsor, imbuhnya, sebelumnya di lokasi tersebut telah dilakukan pemasangan Shotcrete atau pelapisan beton cor pada dinding tebing. Namun, bangunan tersebut tetap rusak akibat bencana longsor pada Jumat kemarin. “Sebenarnya Shotcrete ini sudah diperhitungkan. Namun, intensitas hujan yang tinggi membuatnya tidak mampu menahan tekanan,” tegasnya.</p>



<p>Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya masih akan melakukan kajian lebih lanjut terhadap kondisi tanah di area terdampak. Dengan target penyelesaian pada 2026, semua pihak berharap tidak ada lagi kendala berarti yang menghambat progres pembangunan Bendungan Bagong ini.</p>



<p>“Tim masih akan melakukan pengecekan lebih lanjut untuk menentukan langkah penanganan yang diperlukan, termasuk seberapa dalam stabilisasi tanah harus dilakukan,” jelas Sri Wahyudi.</p>



<p>Perlu diketahui, Bendungan Bagong merupakan bendungan kedua di Trenggalek terbesar yang hanya berjarak 10 kilometer dari pusat kota Trenggalek. Bendungan ini dipastikan menerima suplai Sungai Bagong dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 39,95 kilometer persegi. Sementara itu, untuk karakteristik Bendungan Bagong ini sengaja didesain dengan tipe Urugan Zonal. Dimana mempunyai tinggi puncak inti tegak 82 meter serta panjang 678 meter. <strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219632</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dampak Proyek Strategis Nasional Bendungan Bagong, Ratusan Makam di Trenggalek Dipindahkan</title>
		<link>https://memontum.com/dampak-proyek-strategis-nasional-bendungan-bagong-ratusan-makam-di-trenggalek-dipindahkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Feb 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[bagong,]]></category>
		<category><![CDATA[Bendungan]]></category>
		<category><![CDATA[dampak]]></category>
		<category><![CDATA[Dipindahkan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<category><![CDATA[strategis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219074</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Ratusan makam di Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, terpaksa dipindahkan lantaran terdampak pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bagong. Proses relokasi 435 makam ini, dilakukan secara bertahap oleh ahli waris dengan bantuan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Sekretaris Desa Sumurup, Jarwoto, mengatakan bahwa makam yang dipindahkan berasal dari Dusun Gading, Desa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Ratusan makam di Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, terpaksa dipindahkan lantaran terdampak pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bagong. Proses relokasi 435 makam ini, dilakukan secara bertahap oleh ahli waris dengan bantuan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).</p>



<p>Sekretaris Desa Sumurup, Jarwoto, mengatakan bahwa makam yang dipindahkan berasal dari Dusun Gading, Desa Semurup. Lokasi pemakaman baru tersebar di beberapa titik, diantaranya Tumpak Mulyo sebanyak 160 makam, Winong 100 makam, serta di Bromo, Punden dan Jonggol. Sebagian lainnya dipindahkan ke Desa Prambon sesuai keinginan ahli waris.</p>



<p>Dirinya menambahkan, biaya pemindahan makam ditanggung oleh BBWS melalui pihak Bendungan Bagong. Dana tersebut diberikan langsung kepada ahli waris sebagai bentuk kompensasi.</p>



<p>“Pemindahan makam ini dilakukan berdasarkan permintaan ahli waris dan secara mandiri untuk menghormati leluhur. Semua tahapan diawali dengan musyawarah untuk memastikan keabsahan makam,” ungkapnya, Jumat (07/01/2025) tadi.</p>



<p>Sebelum pembongkaran dilakukan, tambahnya, warga bersama ahli waris menggelar doa bersama untuk mendoakan para leluhur yang akan dipindahkan. &#8220;Ritual adat ini penting sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang telah berpulang. Kami ingin memastikan pemindahan dilakukan dengan baik dan sesuai tata cara,” jelas Jarwoto.</p>



<p>Pemindahan makam ini dilakukan secara hati-hati. Ahli waris membongkar makam leluhur mereka terlebih dahulu, kemudian dilakukan pengecekan untuk memastikan keabsahan ahli waris.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Pemindahan makam ini juga mengikuti prosedur kesehatan dan diawasi oleh aparat keamanan,” tuturnya.</p>



<p>Adapun kerangka yang masih ditemukan kemudian dimasukkan ke dalam peti kayu berukuran sekitar satu meter yang selanjutnya akan dibawa ke lokasi makam baru.</p>



<p>Salah satu ahli waris, Soni, warga RT 13/RW 4, Desa Sumurup, membenarkan adanya kompensasi sebesar Rp 4,5 juta per makam. Menurutnya, pemindahan dilakukan secara sukarela sesuai kesepakatan masing-masing ahli waris. “Proses pemindahan bisa dilakukan kapan saja tergantung kesiapan ahli waris. Dana kompensasi sudah diterima, sehingga kami tinggal menyesuaikan waktu,” kata Soni.</p>



<p>Bendungan Bagong sendiri merupakan proyek strategis nasional (SN) yang digadang-gadang mampu meningkatkan daerah irigasi seluas 1.021 hektare dan mendukung kebutuhan air baku di Trenggalek.</p>



<p>Selain itu, bendungan ini juga berfungsi untuk mengurangi debit air Sungai Bagong hingga 78,44 persen, melakukan konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Bagong, serta meningkatkan potensi pariwisata daerah.</p>



<p>Dibangun dengan tipe urugan zona berinti tegak, Bendungan Bagong memiliki tinggi puncak 82 meter dan panjang 620 meter dengan kapasitas tampung mencapai 17,4 juta meter kubik air. Luas genangannya sendiri mencapai 73,45 hektare, mencakup wilayah Desa Sumurup dan Sengon.</p>



<p>Proses pembangunan bendungan ini mengalami keterlambatan dari jadwal semula. Target penyelesaian yang sebelumnya ditetapkan pada 2024, kini molor hingga 2025. Bahkan hingga akhir tahun lalu, proses pembebasan lahan masih belum sepenuhnya rampung. <strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219074</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Keluhkan Banjir Akibat PSN Bendungan Bagong, Warga Ngares Datangi Kantor DPRD Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/keluhkan-banjir-akibat-psn-bendungan-bagong-warga-ngares-datangi-kantor-dprd-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Nov 2024 12:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[akibat]]></category>
		<category><![CDATA[bagong,]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Bendungan]]></category>
		<category><![CDATA[datangi]]></category>
		<category><![CDATA[kantor]]></category>
		<category><![CDATA[keluhkan]]></category>
		<category><![CDATA[ngares]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216941</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Sampaikan aspirasi terkait bencana banjir, puluhan warga masyarakat Desa Ngares, mendatangi Kantor DPRD Trenggalek. Diketahui, jika banjir yang terjadi tersebut akibat pendangkalan Sungai Temon, yang dipenuhi material tanah dan batu, karena adanya Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan Bendungan Bagong. Keresahan warga Desa Ngares, ini dirasakan sejak pembangunan Bendungan Bagong dimulai yakni tahun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Sampaikan aspirasi terkait bencana banjir, puluhan warga masyarakat Desa Ngares, mendatangi Kantor DPRD Trenggalek. Diketahui, jika banjir yang terjadi tersebut akibat pendangkalan Sungai Temon, yang dipenuhi material tanah dan batu, karena adanya Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan Bendungan Bagong.</p>



<p>Keresahan warga Desa Ngares, ini dirasakan sejak pembangunan Bendungan Bagong dimulai yakni tahun 2022. Warga sendiri, menyampaikan jika material baik tanah dan batu dari hulu pembangunan Bendungan Bagong, terbawa aliran sungai hingga menyebabkan pengendapan. Sementara imbas dari pendangkalan sungai ini, menyebabkan air yang seharusnya mengalir ke sungai justru keluar dan merendam rumah-rumah warga saat curah hujan tinggi.</p>



<p>&#8220;Jadi, hari ini kita menerima audiensi dari masyarakat peduli lingkungan, yang mana beberapa hari lalu warga Desa Ngares terdampak bencana banjir. Setelah ditelusuri, ternyata banjir itu terjadi pendangkalan sungai akibat tumpukan material dari proyek pembangunan Bendungan Bagong,&#8221; kata Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, seusai menerima audiensi warga Desa Ngares, Senin (25/11/2024) tadi.</p>



<p>Dijelaskan Doding, kondisi paling parah terjadi di Sungai Temon. Di mana, sungai di sana itu sebelumnya sedalam 5 meter. Namun sekarang, sungai itu rata karena tertumpuk ratusan ribu kubik material tanah dan batu dari Bendungan Bagong.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam hearing kali ini, tambahnya, selain masyarakat terdampak juga hadir Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Bagong, kontraktor juga dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dan anggota DPRD Dapil 1. Adapun beberapa rekomendasi dari hasil audiensi ini, diantaranya untuk jangka pendek adalah membuat tanggul untuk mengantisipasi jika debit air Sungai Temon meluap agar tidak membanjiri permukiman warga.</p>



<p>&#8220;Rekomendasi yang pertama adalah menyelesaikan disposal di hulu sungai agar material tanah dan batu tidak terbawa air dan mengendap di sungai yang ada di bawahnya. Kedua, menyelesaikan struktur Sungai Temon agar dikembalikan seperti semula. Mengingat, di sekitar lokasi tersebut ada sedikitnya 11 KK yang mana sewaktu-waktu terdampak banjir saat hujan turun. Caranya dengan membuat tanggul dan sungai itu akan dikembalikan kedalamannya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Ketiga, sambungnya, dampak sosial yang akan diberikan oleh pemerintah daerah berupa bantuan kepada warga terdampak. Dan yang keempat, kajian penanganan jangka panjang. Pihaknya akan bersurat pelaksana proyek agar membuat kajian jangka panjang. &#8220;Mengingat yang membuat kajian itu konsultan, mudah-mudahan segera diselesaikan. Jadi kita punya gambaran jangka panjangnya nanti akan seperti apa,&#8221; ujar Doding.</p>



<p>Dengan adanya audiensi ini, warga berharap solusi nyata segera diwujudkan untuk mengembalikan fungsi sungai. Termasuk, memastikan keselamatan masyarakat dari bencana banjir. <strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216941</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Nyadran Dam Bagong, Bupati Arifin Larung Kepala Kerbau Suryo Maeso Tunggo</title>
		<link>https://memontum.com/nyadran-dam-bagong-bupati-arifin-larung-kepala-kerbau-suryo-maeso-tunggo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jun 2024 04:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[arifin]]></category>
		<category><![CDATA[bagong,]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kepala]]></category>
		<category><![CDATA[kerbau]]></category>
		<category><![CDATA[Larung]]></category>
		<category><![CDATA[Nyadran]]></category>
		<category><![CDATA[tunggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210366</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Usai dikirab dari Desa Kerjo menuju Pendopo Manggala Praja Nugraha dan kemudian diserahkan kepada warga Kelurahan Ngantru untuk disembelih, kerbau yang disedekahkan dalam tradisi Nyadran Dam Bagong dilarung. Tradisi Nyadran Dam Bagong ini, adalah tradisi pelemparan tumbal kepala kerbau. Tradisi ini dilakukan, untuk mengenang seorang ulama yang menyiarkan agama Islam di Trenggalek, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Usai dikirab dari Desa Kerjo menuju Pendopo Manggala Praja Nugraha dan kemudian diserahkan kepada warga Kelurahan Ngantru untuk disembelih, kerbau yang disedekahkan dalam tradisi Nyadran Dam Bagong dilarung. Tradisi Nyadran Dam Bagong ini, adalah tradisi pelemparan tumbal kepala kerbau.</p>



<p>Tradisi ini dilakukan, untuk mengenang seorang ulama yang menyiarkan agama Islam di Trenggalek, yaitu Adipati Menak Sopal. Dimana kala itu, berperan penting terhadap kehidupan warga Trenggalek pada masa itu, khususnya wilayah Dam Bagong. Adipati Menak juga membangun pengairan sawah masyarakat di kawasan itu.</p>



<p>Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin, dalam prosesi itu berkesempatan langsung melarung kepala, berikut kaki dan kulit Kerbau Bule yang dinamakan warga setempat Suryo Maeso Tunggo ke dalam Dam Bagong. Sudah menjadi sebuah tradisi turun temurun, bahwa kepala, kaki dan kulit kerbau ini dilarung&nbsp; kemudian diperebutkan warga.</p>



<p>&#8220;Terima kasih seluruh masyarakat Ngantru dan Masyarakat Desa Kerjo, serta masyarakat yang juga menerima manfaat aliran Sungai Dam Bagong. Terima kasih ini bentuk syukur. Kerbaunya memilih yang terbaik, jadi syukurnya betul-betul syukur,&#8221; kata Bupati Arifin, Jumat (07/06/2024) tadi.</p>



<p>Tradisi Nyadran Dam Bagong ini, diperingati setiap hari Jumat Kliwon Bulan Selo atau Bulan Zulkaidah dalam kalender Hijriah. Ritualnya diawali dengan tahlilan di samping makam Adipati Menak Sopal.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, dilanjutkan dengan ziarah makam yang diikuti oleh tokoh masyarakat dan warga. Sementara itu, di halaman sekitar komplek pemakaman disajikan hiburan tarian jaranan yang diikuti musik gamelan.</p>



<p>Puncaknya, adalah pelemparan tumbal kepala kerbau ke dasar Dam Bagong. Kemudian, acara pun dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit.</p>



<p>&#8220;Ini bertujuan untuk tolak bala serta ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, atas keberhasilan pembangunan Dam Bagong yang sangat besar manfaatnya. Selain itu, tradisi ini dilakukan sebagai ungkapan terima kasih kepada Adipati Menak Sopal karena telah membangun Dam Bagong,&#8221; terangnya.</p>



<p>Adapun makna khusus yang terkandung dalam Tradisi Nyadran Dam Bagong ini, yakni bergotong-royong. Dimana, ini tidak terlihat perbedaan antara warga yang berkecukupan dengan warga yang kurang mampu.</p>



<p>Masyarakat sangat kompak pada saat menyiapkan kebutuhan dan perlengkapan yang digunakan saat peringatan upacara Tradisi Nyadran Dam Bagong. &#8220;Semoga bentuk gotong royong dan kekompakan antar warga ini bisa saling kuat. Juga, sedekah ini nantinya akan digantikan rizqi yang melimpah. Dan, segera diberikan hujan yang juga bisa menjadi berkah bagi para petani kita di Trenggalek,&#8221; harap Mas Ipin-sapaan akrabnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210366</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Trenggalek Jalani Tradisi Kirab Kerbau Nyadran Dam Bagong</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-trenggalek-jalani-tradisi-kirab-kerbau-nyadran-dam-bagong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Jun 2024 11:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[bagong,]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[jalani]]></category>
		<category><![CDATA[kerbau]]></category>
		<category><![CDATA[Nyadran]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210360</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin, menjalani tradisi Kirab Nyadran Kerbau Dam Bagong. Dimana dalam tradisi itu, sebelum disembelih, kerbau untuk tradisi Nyadran Dam Bagong dilakukan kirab dari Desa Kerjo menuju Dam Bagong di Kelurahan Ngantru. Baru kemudian, kepala, kulit dan kakinya dilarung di Dam Bahong. Dalam perjalanannya, kerbau yang dinamakan Suryo Maeso [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin, menjalani tradisi Kirab Nyadran Kerbau Dam Bagong. Dimana dalam tradisi itu, sebelum disembelih, kerbau untuk tradisi Nyadran Dam Bagong dilakukan kirab dari Desa Kerjo menuju Dam Bagong di Kelurahan Ngantru. Baru kemudian, kepala, kulit dan kakinya dilarung di Dam Bahong.</p>



<p>Dalam perjalanannya, kerbau yang dinamakan Suryo Maeso Tunggo oleh warga setempat, disinggahkan sejenak di Pendopo Manggala Praja Nugraha-Trenggalek. Di pendopo, serangkaian tradisi dijalani, kemudian diserahkan oleh Bupati Trenggalek kepada warga Kelurahan Ngantru, untuk dilakukan upacara penyembelihan.</p>



<p>Sesuai dengan ceritanya, tradisi Nyadram Dam Mbagong berawal dari hikayat yang berkembang turun temurun dan dipercaya oleh warga sebagai cikal bakal Dam Bagong. Dimana keberadaan Dam Bagong yang dibangun Adipati Menak Sopal, menjadikan warga mendapatkan irigasi pertanian dan terhindar dari bencana banjir.</p>



<p>Dalam pembangunannya, Menak Sopal melakukan persembahan dengan penyembelihan Gajah Putih yang kala itu dipinjamkan dari Mbok Roro Krandon di Desa Kerjo, Kecamatan Karangan. Tradisi ini, yang ingin coba dikembalikan dan dilestarikan lagi oleh masyarakat Trenggalek.</p>



<p>&#8220;Ini kegiatan setiap Bulan Selo, sebagai bentuk syukurnya para petani atas karunia bisa menanam dan tersedianya air. Maka, dicurahkan dengan bergotong royong melakukan sedekah bumi berupa penyembelihan kerbau,&#8221; kata Bupati Arifin, seusai mengikuti serangkaian upacara adat Kirab Mahesa (kerbau), Kamis (06/06/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mas Ipin-sapaan akrabnya menuturkan bahwa acara tahunan tersebut merupakan bentuk syukur para petani tani atas ketersediaan air di sawah. Sehingga, bisa terus menanam padi.</p>



<p>&#8220;Rasa syukur ini dicurahkan dengan bergotong royong melakukan sedekah bumi berupa penyembelihan kerbau dengan kualitas bagus. Ibaratnya, memilih hewan yang akan digunakan untuk sodaqohan ini yang terbaik, berarti syukurnya itu betul-betul syukur. Semoga nanti, Allah Tuhan Yang Maha Esa memberikan kelancaran rizqi bagi para sedulur tani yang ada di Ngantru dan sekitarnya yang teraliri Dam Bagong,&#8221; terangnya.</p>



<p>Tradisi ini, sambungnya, dapat diartikan mengembalikan sejarah terkait dengan Adipati Menak Sopal. Puncaknya besok, akan diselenggarakan penyembelihan. Kemudian dibagi dagingnya, dimasak untuk warga dan nanti kepalanya akan ada prosesi larung, yang ujungnya sebenarnya juga diambil oleh warga sebagai bentuk doa.</p>



<p>&#8220;Kepala itu adalah simbul kehormatan, kepercayaan. Jadi ini sedekahnya orang banyak, kemudian diperebutkan orang banyak juga kepalanya yang merupakan simbol kepercayaan tertinggi,&#8221; terangnya.</p>



<p>Suami Novita Hardiny ini berharap, dalam pelaksanaan Bersih Dan Bagong yang dimulai hari ini hingga esok itu, diberikan kelancaran dan keberkahan. Terlebih, memberikan kesejahteraan bagi petani di Kabupaten Trenggalek.</p>



<p>&#8220;Semoga nanti warga suka cita berbahagia. Dan semoga, Allah SWT memberikan kelancaran rezeki bagi para sedulur tani yang ada di Ngantru dan sekitarnya yang teraliri Dam Bagong, maupun masyarakat Desa Kerjo,&#8221; tambahnya. <strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210360</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Larung Kepala Kerbau di Dam Bagong, Ini Kata Bupati Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/larung-kepala-kerbau-di-dam-bagong-ini-kata-bupati-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jun 2023 09:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[bagong,]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[DAM]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[ini]]></category>
		<category><![CDATA[kata]]></category>
		<category><![CDATA[kepala]]></category>
		<category><![CDATA[kerbau]]></category>
		<category><![CDATA[Larung]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191119</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, melarung kepala, kaki dan kulit kerbau dalam upacara adat Bersih Dam Bagong atau sering disebut Nyadran Dam Bagong. Disaksikan ribuan masyarakat dan juga tokoh agama, kegiatan yang rutin digelar tahunan ini berlangsung sakral. Kegiatan ini, merupakan upacara adat yang rutin dan senantiasa dilestarikan oleh masyarakat setempat. Semangatnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, melarung kepala, kaki dan kulit kerbau dalam upacara adat Bersih Dam Bagong atau sering disebut Nyadran Dam Bagong. Disaksikan ribuan masyarakat dan juga tokoh agama, kegiatan yang rutin digelar tahunan ini berlangsung sakral.</p>



<p>Kegiatan ini, merupakan upacara adat yang rutin dan senantiasa dilestarikan oleh masyarakat setempat. Semangatnya adalah bersedekah, dengan harapan mendapatkan berkah Allah SWT.</p>



<p>Nyadran Dam Bagong sendiri, merupakan bentuk penghormatan masyarakat atas perjuangan Ki Ageng Menak Sopal yang telah berjasa membawa kemakmuran masyarakat setelah membangun Dam Bagong. Lebih-lebih Dam ini, diyakini selain sebagai sumber pengairan pertanian juga dapat menampung air ketika musim kemarau dan mampu mengendalikan banjir ketika musim penghujan.</p>



<p>&#8220;Ini prosesi nyadran sudah dilaksanakan. Semoga sedekahnya seluruh warga Desa Ngantru dan sedekahnya seluruh warga Desa Kerjo nanti dibalas oleh Allah dengan rejeki yang melimpah,&#8221; kata Bupati Arifin, Jumat (16/06/2023) siang.</p>



<p>Dijelaskan suami Novita Hardiny ini, kepala kerbau sebenarnya simbol kehormatan dan kepercayaan. &#8220;Jadi kalau membangun atau kita katakanlah sebagai pelayanan masyarakat, kepercayaan itu adalah segala-galanya,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Dapat diartikan, ujarnya, kepala ini adalah performa Pemerintah Daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kerbau juga melambangkan makhluk Tuhan yang biasa bekerja keras. Maka kepercayaan dan kerja keras itu yang akan menghantarkan kepada kesuksesan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Jika ada yang mengira, kepala kerbau itu dilarung maka akan mengapung di air dan bisa menyebabkan difteri, itu adalah salah besar. Kenyataannya, setelah dilemparkan ke dalam Dam Bagong, kepala kerbau beserta kaki dan kulitnya akan direbut lagi oleh masyarakat.</p>



<p>&#8220;Jadi tidak ada yang tertinggal di aliran sungai. Sebenarnya upacara adat ini adalah sedekah untuk masyarakat. Jadi dagingnya dimakan lagi oleh masyarakat,&#8221; tutur Mas Ipin-sapaan akrabnya.</p>



<p>Pihaknya juga akan meminta Dinas Pengairan untuk mengecek secara berkala, karena Dam ini tidak hanya mengaliri sawah yang ada di kota. Namun, juga mengaliri sampai ke Pogalan dan seterusnya.</p>



<p>Cita-cita besarnya Pemerintah saat ini adalah Proyek Strategis Nasional itu mereplikasi atau membesarkan Dam Bagong dengan Bendungan Bagong yang nanti ada di Sumurup. Ini perjuangan Menak Sopal jaman dulu dengan Menak Sopal jaman kini dan untuk Menak Sopal jaman kini adalah Pemerintah Daerah.</p>



<p>&#8220;Mari kita doakan pembangunan Bendungan Bagong yang saat ini dilaksanakan, masyarakat di sana juga yang mengikhlaskan bahwa kegiatan di sana bisa berjalan semoga diberi rizqi yang melimpah. Diberi kesabaran dan juga yang mengerjakan bisa tepat waktu dan semoga bisa segera termanfaatkan,&#8221; paparnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191119</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Melihat Sedekah Tahunan Nyadran Dam Bagong, Kerbau Diarak Singgah ke Pendopo Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/melihat-sedekah-tahunan-nyadran-dam-bagong-kerbau-diarak-singgah-ke-pendopo-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jun 2023 11:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[bagong,]]></category>
		<category><![CDATA[DAM]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[diarak]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[ke]]></category>
		<category><![CDATA[kerbau]]></category>
		<category><![CDATA[melihat]]></category>
		<category><![CDATA[Nyadran]]></category>
		<category><![CDATA[Pendopo]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[singgah]]></category>
		<category><![CDATA[tahunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191041</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Ada yang berbeda dari rangkaian acara Bersih Dam Bagong yang ada di Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek. Di tahun ini, sedekah tahunan yang biasa disebut Nyadran Dam Bagong dilakukan dengan merekonstruksi ulang sejarah dengan nilai dan pendekatan yang baru. Dalam sejarah yang ada, Ki Ageng Minak Sopal meminjam Gajah Putih milik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Ada yang berbeda dari rangkaian acara Bersih Dam Bagong yang ada di Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek. Di tahun ini, sedekah tahunan yang biasa disebut Nyadran Dam Bagong dilakukan dengan merekonstruksi ulang sejarah dengan nilai dan pendekatan yang baru.</p>



<p>Dalam sejarah yang ada, Ki Ageng Minak Sopal meminjam Gajah Putih milik Mbok Roro Krandon, untuk dijadikan persembahan pembangunan Dam Bagong. Sebelum disembelih dan dipersembahkan, kepala Kerbau harus dikirab terlebih dahulu.</p>



<p>Kirab Kerbau yang diperuntukkan Nyadran Dam Bagong ini menjadi salah satu bagian sakral dari adat budaya yang dilestarikan oleh masyarakat di Kelurahan Ngantru dan baru tahun ini dilakukan. &#8220;Ini memang terbilang baru, karena sebelum-sebelumnya tidak ada. Tahun ini kita mencoba melakukan rekonstruksi kembali sejarah kenapa Nyadran Dam Bagong. Kalau dahulunya, akadnya Menak Sopal meminjam Gajah Putih milik Mbok Roro Krandon itu akan dikembalikan. Namun, akhirnya disembelih sebagai syarat membangun Dam Bagong,&#8221; terang Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, saat dikonfirmasi, Kamis (15/06/2023) sore.</p>



<p>Akan tetapi, tambah Bupati Arifin, pihaknya ingin merekonstruksi sejarah tersebut. Menurutnya, masyarakat Krandon sudah ikhlas Gajah itu disembelih karena manfaatnya dirasakan oleh masyarakat luas. Dari sini, kedua desa ini coba dirangkaikan karena menjadi asal usul dari upacara adat Dam Bagong. Keduanya coba di kolaborasikan, sehingga Kerbau untuk Nyadran disinggahkan semalam di Desa Kerjo. Juga, ada beberapa rangkaian kegiatan dilakukan disana.</p>



<p>&#8220;Dari Kerjo kemudian Kerbau atau Mahesa, ini di kirab menuju Pendopo Trenggalek. Lalu di kirab kembali ke Tlatah Mbagongan (Dam Bagong),&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Kegiatan ini, ada Bregodo yang mana Mahesa diserahkan kepada Bupati Trenggalek. Kemudian, bupati menyerahkan kembali Kerbau ini untuk dibawa ke Dam Bagong dan berikut dengan peralatan sembelihnya.</p>



<p>&#8220;Jadi kegiatan hari ini sebenarnya kegiatan rutin tahunan. Yaitu, Nyadran Dam Bagong ditandai dengan sedekah daging Kerbau kepada masyarakat di Desa Ngantru,&#8221; tutur Mas Ipin-sapaan akrabnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Maka dari itu, sambungnya, ini memang sudah diniatkan untuk sedekahan. Kerbau yang diarak dimulai dari Desa Kerjo, Kecamatan Karangan sampai ke Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek. Selanjutnya, dari pendopo akan diarak kembali ke Ngantru untuk dilakukan penyembelihan.</p>



<p>&#8220;Besok (Jumat, red) akan dilakukan adat Nyadran Dam Bagong dengan melempar kepala kerbau beserta kakinya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Untuk rangkaian Nyadran Dam Bagong sendiri, jelas Bupati Trenggalek, sudah dimulai pada hari Rabu malam dan hari sakralnya Nyadran Dam Bagong sendiri yang dilaksanakan pada Jumat besok. Menurutnya, ini akan menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan rutin setiap tahun.</p>



<p>Nyadran Dam Bagong sendiri, sebenarnya merupakan perwujudan rasa syukur dari warga lingkungan sekitar dan petani yang dialiri oleh aliran sungai Dam Bagong. Mereka bersyukur karena sebelumnya Trenggalek merupakan rawa rawa tandus yang kering ketika musim kemarau dan banjir ketika musim penghujan.</p>



<p>Berawal dari tokoh yang bernama Menak Sopal, keadaan ini dirubah. Dengan membangun sebuah Dam atau bendungan kecil di area Bagongan, tanah yang dahulunya tandus ketika kemarau dan banjir ketika hujan menjadi areal persawahan yang subur.</p>



<p>Sedangkan cerita-cerita lain di balik pembangunan Dam ini, menyembelih Gajah Putih yang pada waktu itu milik Mbok Roro Krandon, menjadi cikal bakal upacara adat Nyadran sekarang. Cuma, hewan yang disembelih dari Gajah digantikan dengan seekor kerbau.</p>



<p>&#8220;Besok kepala kerbau dan kaki kerbau akan dilarung dengan cara dilemparkan ke dalam Dam Bagong. Yang kemudian diperebutkan oleh masyarakat sekitar. Menurut kepercayaan, barang siapa mendapatkan kepala kerbau tersebut akan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya,&#8221; papar Bupati Arifin. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191041</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
