<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>bahan pangan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bahan-pangan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Apr 2020 07:53:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>bahan pangan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>DTPHP Kabupaten Malang Pastikan Stok Beras Aman Hingga Panen Raya</title>
		<link>https://memontum.com/dtphp-kabupaten-malang-pastikan-stok-beras-aman-hingga-panen-raya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2020 07:53:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bahan pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Covid-19]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=111238</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Meskipun sempat timbul kekhawatiran terkait ketersediaan bahan pangan di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) ini, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang memastikan bahan pangan untuk Kabupaten Malang aman. Hal itu dipastikan oleh Kepala DTPHP Kabupaten Malang, Budiar Anwar, saat ditemui belum lama ini. Budiar menyebut, stok beras dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Meskipun sempat timbul kekhawatiran terkait ketersediaan bahan pangan di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) ini, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang memastikan bahan pangan untuk Kabupaten Malang aman. Hal itu dipastikan oleh Kepala DTPHP Kabupaten Malang, Budiar Anwar, saat ditemui belum lama ini.</p>
<p>Budiar menyebut, stok beras dalam masa panen Desember 2019 lalu akan cukup hingga masa panen raya pada bulan April hingga Juni mendatang. Budiar mengatakan, kepastian ketersediaan stok beras sebagai bahan pangan pokok juga langsung ia dengan dari salah satu kelompok tani yang memberi kesanggupan bisa menghasilkan 4-5 ton beras dalam satu gilingan.</p>
<p>&#8220;Jadi awalnya sempat membuat saya khawatir memang, artinya dengan pandemi Covid-19 ini, yang dikhawatirkan adalah terkait ketersedian bahan pangan. Nyatanya beras kita stoknya cukup dan tidak ada masalah. Dari stok masa panen Desember 2019, rata panen nanti pada April hingga Juni panen raya. Bahkan ada satu kelompok petani yang menyanggupi untuk menyediakan 4 hingga 5 ton beras dalam satu kali panen,&#8221; jelas Budiar.</p>
<p>Selain itu, beberapa kelompok petani juga telah memiliki stok beras hingga 40 ton di lumbung masing-masing. Terlepas dari hal tersebut, salah satu hal yang sempat menjadi kekhawatiran adalah, kemungkinan permintaan gabah dari daerah lain di luar Malang dalam volume yang cukup besar.</p>
<p>&#8220;Ada daerah lain yang dikhawatirkan ambil gabah di Kabupaten Malang dalam jumlah yang besar. Namun nyatanya hal itu tidak sempat terjadi, karena rupanya sebagian daerah menganggap gabah kita ini mahal dan premium,&#8221; imbuh dia.</p>
<p>Untuk diketahui, saat ini harga per kilo gabah kering sekitar Rp 4.500, sementara untuk gabah basah, per kilo nya sekitar Rp 4.300. Namun begitu, Budiar mengatakan sempat ada wacana yang akan mengatur naiknya harga gabah kering menjadi Rp 5.000.</p>
<p>&#8220;Berarti konsekwensi nya, harga beras akan naik. Kalau sekarang kan, harga beras berkisar antara Rp 9 ribu hingga Rp 11 ribu per kilo nya,&#8221; kata dia.</p>
<p>Kepastian ketersediaan bahan pangan beras juga disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan DTPHP Kabupaten Malang Slamet BS. Ketersedian bahan pangan beras sendiri ia pastikan dengan memonitor harga beras di pasar yang hingga saat ini cenderung stabil.</p>
<p>&#8220;Stok tanaman pangan tidak ada masalah, itu dilihat dari harga beras yang hingga kini cenderung stabil. Ada keseimbangan dengan pasokan yang kita punta dalam 10-11 kali penggilingan, dan selalu punya stok. Dan kami selalu memonitor harga itu setiap hari,&#8221; pungkas Slamet.<strong> (iki/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">111238</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jaga Kualitas Produk Pangan asal Hewan, Tingkatkan Pengawasan</title>
		<link>https://memontum.com/jaga-kualitas-produk-pangan-asal-hewan-tingkatkan-pengawasan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Mar 2018 09:32:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[bahan pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Disnakkan Kabupaten Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[pengawasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/32111-jaga-kualitas-produk-pangan-asal-hewan-tingkatkan-pengawasan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8212; Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar memperketat pengawasan terhadap peredaran bahan pangan yang berasal dari hewan, seperti daging sapi, ayam, telur, dan ikan. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan jaminan kemananan kepada masyarakat, bahwa bahan makanan asal hewan yang beredar di pasaran layak konsumsi. Kasi Kesmavet, Dinas Perernakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, Drh.M.Immadudin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Blitar </strong>&#8212; Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar memperketat pengawasan terhadap peredaran bahan pangan yang berasal dari hewan, seperti daging sapi, ayam, telur, dan ikan. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan jaminan kemananan kepada masyarakat, bahwa bahan makanan asal hewan yang beredar di pasaran layak konsumsi.</p>
<p>Kasi Kesmavet, Dinas Perernakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, Drh.M.Immadudin mengatakan, pengawasan peredaran bahan pangan berbahan baku asal hewan yang dilakukan di pasar Talun, Rabu (14/03/2018), untuk melakukan pemantauan produk asal hewan dan Rumah Pemotongan Hewan (RPH).</p>
<p>”Pengawasan tidak dilakukan saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri saja. Pada hari-hari biasa kami juga melakukan pengawasan hanya saja selama Ramadan pengawasan kami tingkatkan karena momen tersebut sering dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk mencari keuntungan,” kata Immadudin.</p>
<p>Selain meningkatkan pengawasan, pihaknya berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional yang menjual produk pangan yang berasal dari hewan. diakui Husnani, biasanya marak beredar sejumlah bahan pangan yang tak layak konsumsi. Untuk bahan pangan yang berasal dari hewan diantaranya daging sapi gelonggongan, telur, ikan serta jeroan busuk serta ayam tiren. Terkait sidak, pihaknya akan bekerjasama dengan tim penertiban Pemkab serta aparat kepolisian.</p>
<p>”Hasil pemantauan kami sejauh ini, kondisi daging dan ikan yang dijual di pasaran layak konsumsi dan halal. Meski demikian, masyarakat harus tetap waspada dan teliti saat membeli daging atau ikan agar yang dibeli benar-benar layak konsumsi,” kata Immadudin.</p>
<p>Ketelitian juga diharapkan terhadap bahan pangan yang kemungkinan menggunakan bahan pengawet seperti formalin. <strong>(fzi/nay)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">32111</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
