<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>bahas &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bahas/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Aug 2023 09:59:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>bahas &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>DPRD Kota Malang Rapat Paripurna Bahas Ranperda Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah</title>
		<link>https://memontum.com/dprd-kota-malang-rapat-paripurna-bahas-ranperda-pembentukan-dan-susunan-perangkat-daerah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Aug 2023 08:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[bahas]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Paripurna]]></category>
		<category><![CDATA[pembentukan]]></category>
		<category><![CDATA[perangkat]]></category>
		<category><![CDATA[ranperda]]></category>
		<category><![CDATA[rapat]]></category>
		<category><![CDATA[susunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194735</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; DPRD Kota Malang menggelar rapat paripurna mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) pembentukan dan susunan perangkat daerah di Gedung DPRD Kota Malang, Selasa (01/08/2023) siang. Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, menyampaikan jika Ranperda tersebut didasarkan atas beberapa hal, yakni UU No 11 Tahun 2020 berkaitan dengan cipta kerja. Kemudian, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; DPRD Kota Malang menggelar rapat paripurna mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) pembentukan dan susunan perangkat daerah di Gedung DPRD Kota Malang, Selasa (01/08/2023) siang.</p>



<p>Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, menyampaikan jika Ranperda tersebut didasarkan atas beberapa hal, yakni UU No 11 Tahun 2020 berkaitan dengan cipta kerja. Kemudian, terkait dengan Peraturan Presiden (Perpres) No. 78 Tahun 2021 tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan ditindaklanjuti dengan Peraturan Pemerintah No. 6 Tahun 2021 tentang Masalah Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Daerah.</p>



<p>“Yang mana menegaskan bahwa Dinas Perizinan satu pintu itu harus berdiri sendiri tidak boleh ada tugas atau urusan yang lain. Nah, kebetulan dinas yang kita punya saat ini kan ada yang mengurus lain, yakni Disnaker-PMPTSP. Maka itu harus disesuaikan dengan ketentuan yang ada di atasnya,” jelas Wawali Kota Malang yang kerap disapa Bung Edi.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Kemudian, menurutnya, di Pemkot Malang sendiri saat ini memiliki bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) yang masuk dalam Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda). Itu akan dikuatkan menjadi bagian riset dan inovasi untuk mendukung BRIN.</p>



<p>“Nah, Bidang Litbang itulah yang nantinya akan kami kuatkan menjadi riset dan inovasi. Maka, dijangkau dalam Ranperda pembentukan dan susunan perangkat daerah itu tadi,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut, pihaknya menegaskan bahwa dengan penyesuaian struktur tersebut, tidak ada penambahan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Namun, akan ada penugasan tertentu terkait dengan BRIN dan bidang tenaga kerja.</p>



<p>“OPDnya tetap, tapi ada penugasan di bagian tertentu yang terkait dengan BRIN maupun di bidang tenaga kerja. Semoga, dalam waktu dekat sudah dapat diundangkan sebagai dasar atau landasan hukum bagi Pemkot Malang di dalam penyelenggaraan pemerintahan,” imbuh Bung Edi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194735</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bahas Digital Marketing bagi UMKM Pemula, Kemenkominfo Gelar Diskusi Literasi Digital di Jombang</title>
		<link>https://memontum.com/bahas-digital-marketing-bagi-umkm-pemula-kemenkominfo-gelar-diskusi-literasi-digital-di-jombang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Jul 2023 06:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bagi]]></category>
		<category><![CDATA[bahas]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[gelar]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[pemula]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194548</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Manfaat digital marketing telah dirasakan pelaku bisnis berskala besar. Tiba saatnya, terobosan baru dalam teknik pemasaran di era digital itu, dipraktikkan oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Penggunaan digital marketing UMKM, perlu dimaksimalkan untuk memperbesar target pasar dan keuntungan. Untuk memberikan pengetahuan teknik pemasaran melalui internet, Kementerian Komunikasi dan Informatika [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Jombang</strong> &#8211; Manfaat digital marketing telah dirasakan pelaku bisnis berskala besar. Tiba saatnya, terobosan baru dalam teknik pemasaran di era digital itu, dipraktikkan oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Penggunaan digital marketing UMKM, perlu dimaksimalkan untuk memperbesar target pasar dan keuntungan.</p>



<p>Untuk memberikan pengetahuan teknik pemasaran melalui internet, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Komunitas UMKM Kabupaten Jombang, akan menggelar diskusi literasi digital di Lapangan Pucang Simo, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, Minggu (30/07/2023) besok sore pukul 17.00 WIB. Diskusi luring (offline) bertajuk &#8216;Digital Marketing bagi UMKM Pemula&#8217;, itu akan menghadirkan tiga nara sumber. Yakni, Business Owner, Revina Tista, Mom Influencer, Novindah Sochmariyanti, penyiar radio, Danin Sibilo dan Riska Regita selaku moderator.</p>



<p>”Diskusi literasi digital masuk desa ini digelar gratis. Bisa diikuti dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/DaftarJombang3007. Peserta akan mendapat e-sertifikat, juga hadiah e-money senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilis, Sabtu (29/07/2023) tadi.</p>



<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, pada dasarnya strategi pemasaran digital (digital marketing) merupakan kegiatan pemasaran produk berupa barang dan jasa menggunakan media atau teknologi berbasis digital. Penggunaan media digital diharapkan mampu menjangkau target pasar yang lebih luas, sesuai sifat internet.</p>



<p>”Hampir semua sektor usaha skala besar maupun kecil lazimnya kini menggunakan teknik digital marketing. Selain lebih hemat, strategi digital marketing juga menawarkan kemudahan dalam menjangkau pangsa pasar yang lebih luas untuk mempromosikan produk ataupun jasa,” jelas Kemenkominfo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Digital marketing, lanjut Kemenkominfo, sesungguhnya tak berbeda jauh dengan marketing konvensional. Bedanya, ada kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan calon konsumen ketika memasarkan produk melalui internet. &#8220;Jadi, selain meningkatkan angka penjualan, produk beserta keunggulannya bisa lebih dikenal,” imbuh Kemenkominfo.</p>



<p>Kemenkominfo menambahkan, selain memiliki jangkauan pasar yang makin luas, digital marketing interaksi dengan pelanggan jadi lebih mudah. ”Caranya, buat website bisnis dan aktif berpromosi melalui media sosial,” papar Kemenkominfo.</p>



<p>Selain diskusi yang digelar &#8216;chip in&#8217; di acara festival menyambut tahun baru 1 Muharram 1445 Hijriah itu, juga akan dimeriahkan dengan gelaran pasar murah, festival kuliner, bazar santri, bazar UMKM, bazar multiproduk, panggung hiburan religi, banjari, pengajian dan wahana permainan anak. Diskusi literasi digital pada lingkup komunitas, untuk diketahui, merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga tahun 2024.</p>



<p>Tahun ini, program IMCD menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, utamanya mereka yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif, dan aman.</p>



<p>Program #literasidigitalkominfo tersebut tahun ini dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program Kemenkominfo yang berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194548</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gelar Diskusi Luring di Tulungagung, Kemenkominfo Bahas Keamanan Data Pribadi dalam Transaksi Online</title>
		<link>https://memontum.com/gelar-diskusi-luring-di-tulungagung-kemenkominfo-bahas-keamanan-data-pribadi-dalam-transaksi-online</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Jul 2023 06:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[bahas]]></category>
		<category><![CDATA[dalam]]></category>
		<category><![CDATA[data]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[gelar]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[luring]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[transaksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194525</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Tulungagung &#8211; Banyak kejahatan digital yang memanfaatkan data pribadi. Meski demikian, tidak sedikit warga masyarakat yang belum paham data pribadi rawan disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sehingga, masyarakat perlu paham literasi keamanan digital terkait perlindungan data pribadi. Untuk meningkatkan pemahaman terkait keamanan dan perlindungan data pribadi itulah, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Tulungagung</strong> &#8211; Banyak kejahatan digital yang memanfaatkan data pribadi. Meski demikian, tidak sedikit warga masyarakat yang belum paham data pribadi rawan disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sehingga, masyarakat perlu paham literasi keamanan digital terkait perlindungan data pribadi.</p>



<p>Untuk meningkatkan pemahaman terkait keamanan dan perlindungan data pribadi itulah, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Komunitas Sehat Pagi Sawo akan menggelar diskusi literasi digital di Halaman TK Plus Baitul Huda Buret Sawo, Kabupaten Tulungagung, Minggu (30/07/2023) besok pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Diskusi luring (offline) bertajuk &#8216;Keamanan Data Pribadi dalam Transaksi Online&#8217; itu akan menghadirkan tiga nara sumber. Yaitu, dosen Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU), Deny Yudiantoro, pelatih Pusdikatcab Tulungagung, Mohamad Subaweh, Ketua Program Studi Ekonomi Syariah STAI Muhammadiyah Tulungagung, Mei Santi dan Muhammad Noviyanto selaku moderator.</p>



<p>”Diskusi literasi digital masuk desa ini digelar gratis. Bisa diikuti dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/DaftarTulungagung3007. Peserta akan mendapat e-sertifikat, juga hadiah e-money senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilis, Sabtu (29/07/2023) tadi.</p>



<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menegaskan bahwa penggunaan media digital tanpa disertai kompetensi pemahaman keamanan digital dan perlindungan data pribadi, hanya akan merugikan diri sendiri serta orang lain. Apalagi, mengingat masyarakat kita yang sering berbagi dan berinteraksi.</p>



<p>”Jadi, tantangan sebagai pengguna platform digital sebaiknya bisa melakukan pelindungan data diri kita maupun orang lain. Masyarakat kita senang berbagi dan berinteraksi, sehingga terkadang lupa bahwa ada orang lain yang memanfaatkan data diri kita,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Lemahnya pelindungan data pribadi, lanjut Kemenkominfo, mengakibatkan maraknya kebocoran data. Hal itu dibuktikan dengan sering terjadinya kasus kejahatan siber, seperti hacking (peretasan) maupun cracking (pembajakan) media sosial yang berujung pada pembobolan data pribadi, pemerasan hingga penipuan daring.</p>



<p>Kemenkominfo menambahkan, data pribadi saat ini ibarat ’the new oil’. Misalnya dalam transaksi online, terkadang kita memberikan data nama lengkap dan nomor telepon. Di lain waktu, kita memberikan data alamat rumah dan e-mail. ”Perpaduan data tersebut bisa disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab,” tegas Kemenkominfo.</p>



<p>Diskusi luring (offline) yang digelar &#8216;chip in&#8217; di acara jalan sehat pagi itu, bertujuan memberikan kesadaran pentingnya menjaga dan melindungi data pribadi saat bertransasksi online kepada masyarakat luas. ”Jadi, selain dapat sehat, masyarakat juga dapat pintar,” papar Kemenkominfo.</p>



<p>Untuk diketahui, diskusi literasi digital pada lingkup komunitas merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga tahun 2024.</p>



<p>Tahun ini, program IMCD menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, utamanya mereka yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif, dan aman.</p>



<p>Program #literasidigitalkominfo tersebut tahun ini dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring, program ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id.<strong> (hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194525</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bahas Progres Pembangunan Stadion Kediri, Mas Dhito Minta Pelaksana Proyek Ikuti Standarisasi FIFA</title>
		<link>https://memontum.com/bahas-progres-pembangunan-stadion-kediri-mas-dhito-minta-pelaksana-proyek-ikuti-standarisasi-fifa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Jul 2023 08:49:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bahas]]></category>
		<category><![CDATA[Dhito]]></category>
		<category><![CDATA[FIFA]]></category>
		<category><![CDATA[ikuti]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[minta]]></category>
		<category><![CDATA[pelaksana]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[progres]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[stadion]]></category>
		<category><![CDATA[standarisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193857</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, melakukan pertemuan dengan PT PP Urban sebagai pelaksana proyek pembangunan stadion di Desa Bulusari Kecamatan Tarokan-Kediri. Dalam pertemuan itu, salah satu yang menjadi bahasan adalah progres stadion termasuk rencana detail pembangunan yang sesuai dengan kriteria dan persyaratan berstandar FIFA. &#8220;Saya berharap betul, stadion ini tidak hanya stadion [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, melakukan pertemuan dengan PT PP Urban sebagai pelaksana proyek pembangunan stadion di Desa Bulusari Kecamatan Tarokan-Kediri. Dalam pertemuan itu, salah satu yang menjadi bahasan adalah progres stadion termasuk rencana detail pembangunan yang sesuai dengan kriteria dan persyaratan berstandar FIFA.</p>



<p>&#8220;Saya berharap betul, stadion ini tidak hanya stadion untuk Liga I. Tetapi, nantinya dengan jarak yang tidak jauh dari bandara ini, itu bisa menjadi stadion untuk pertandingan bertaraf internasional,&#8221; kata bupati yang akrab disapa Mas Dhito, Jumat (21/07/2023) tadi.</p>



<p>Dalam pertemuan yang diikuti pula jajaran OPD terkait di Pemkab Kediri, Senin (17/07/2023) itu, juga turut diundang manajemen dari Persedikab dan Persik Kediri. Tujuannya, untuk diminta masukan terhadap pembangunan stadion baru di Kabupaten Kediri.</p>



<p>Mas Dhito berharap, pembangunan stadion itu menjadi perhatian bersama. Pihaknya berpesan, babwa hal-hal yang terlihat sepele sekalipun harus tetap diperhatikan dalam proses pembangunan stadion Kabupaten Kediri, yang baru itu.</p>



<p>&#8220;Rumput yang akan digunakan seperti apa. Rumput ini terlihat sepele, tapi sangat krusial. Jadi, tolong rumput stadion diperhatikan apakah betul sudah sesuai dengan standar FIFA,&#8221; ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Mega proyek pembangunan stadion berstandar FIFA, itu pun dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama, pekerjaan dilakukan PT PP Urban dengan nilai kontrak Rp 149.79 miliar yang bersumber dari APBD 2023.</p>



<p>Selain masalah rumput, Mas Dhito juga menyinggung persoalan penerangan stadion. Mas Dhito pun berharap, ketika tahap pertama selesai stadion sudah bisa digunakan untuk kegiatan malam hari.</p>



<p>&#8220;Jangan sampai, penerangan ini menjadi problem baru,&#8221; ungkap Mas Dhito.</p>



<p>Site Engineering Manager PT PP Urban, Ryan Aldi Hutagalung, menyebut jika pencahayaan nantinya berada di empat sisi stadion. Untuk tahap pertama, yang dikerjakan PP Urban pemasangan lampu masih sebatas pada tribun Barat dan Timur.</p>



<p>Adapun jumlah lampu yang dipasang, ujarnya, di satu tribun diakui belum bisa memenuhi standar penerangan yang ditentukan. Dirinya menyebut, satu tribun untuk mendapat penerangan 800 lux dibutuhkan sebelas lampu FOP (Field of Play).</p>



<p>&#8220;Untuk tahap ini kita pasang di delapan lampu. Pada malam hari, tetap bisa nyala tapi untuk kelayakan bertanding memang belum bisa dipakai,&#8221; terangnya.</p>



<p>Terkait rumput stadion, tambahnya, dalam pemaparan PP Urban menggunakan rumput natural dari jenis Zoysia Japonica. Jenis rumput itu, dipilih dengan pertimbangan asli endemik Asia Tenggara. Sehingga, tahan udara panas dan relatif tahan kekeringan.</p>



<p>Ditambahkannya, rumput jenis itu dinilai memenuhi kriteria rumput FOP sepak bola yg ditetapkan FIFA. Seperti tidak mengganggu pergerakan pemain dan karakteristik gerak bola seperti guliran dan pantulan.</p>



<p>Selain itu, rumput jenis ini dinilai tahan terhadap friksi karena mempunyai perakaran yang dalam tapi memberi bantalan yang baik pada saat atlet terjatuh. Atas masukan dari Mas Dhito, PP Urban pun akan melakukan evaluasi rumput yang akan digunakan untuk memastikan rumput yang digunakan sesuai standar FIFA. PP Urban meminta masukan, termasuk dari Manajer Persik Kediri maupun Persedikab.</p>



<p>&#8220;Kita akan evaluasi terhadap rumput ini,&#8221; kata Ryan.</p>



<p>Sebagaimana masukan manajemen dua klub sepak bola di Kediri, PP Urban disarankan untuk terus menjalin komunikasi dengan pihak PSSI termasuk terhadap setiap perubahan yang akan dilakukan. Sementara dari pertemuan dengan PP Urban tersebut, Mas Dhito memerintahkan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) untuk dapat menangani kekurangan kebutuhan penerangan stadion begitu tahap pertama selesai.<strong>&nbsp;(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193857</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gelar Diskusi di Alun-alun Tulungagung, Kemenkominfo Bahas Peluang Profesi Cuan di Ruang Digital</title>
		<link>https://memontum.com/gelar-diskusi-di-alun-alun-tulungagung-kemenkominfo-bahas-peluang-profesi-cuan-di-ruang-digital</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Jul 2023 04:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[bahas]]></category>
		<category><![CDATA[cuan]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[gelar]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[peluang]]></category>
		<category><![CDATA[profesi]]></category>
		<category><![CDATA[ruang]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193335</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Tulungagung &#8211; Internet dan media sosial (Medsos) kini bukan lagi tempat untuk mencari hiburan, menambah teman, belajar dan beropini. Namun, banyak orang yang kini menjadikan kemajuan teknologi digital untuk menopang pekerjaan dan media berkarya yang produktif. Media sosial yang sudah menjadi bagian hidup saat ini, pun mampu memberikan peluang pekerjaan yang berpotensi menghasilkan cuan. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Tulungagung</strong> &#8211; Internet dan media sosial (Medsos) kini bukan lagi tempat untuk mencari hiburan, menambah teman, belajar dan beropini. Namun, banyak orang yang kini menjadikan kemajuan teknologi digital untuk menopang pekerjaan dan media berkarya yang produktif. Media sosial yang sudah menjadi bagian hidup saat ini, pun mampu memberikan peluang pekerjaan yang berpotensi menghasilkan cuan.</p>



<p>Untuk membuka cakrawala pemahaman peluang profesi cuan di ruang digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Relawan Anti Narkoba akan menggelar diskusi literasi digital di Alun-alun Tulungagung, Minggu (16/07/2023) besok pagi sekitar pukul 08.00 WIB.</p>



<p>Diskusi luring (offline) bertajuk &#8216;Peluang Profesi Cuan di Ruang Digital&#8217;, itu akan menghadirkan tiga nara sumber. Yaitu, Wakil Ketua Relawan TIK Tulungagung, Mochamad Ismanu Roziqi, pelatih Pusdikatcab Tulungagung, Mohamad Subaweh, Kaprodi Ekonomi Syariah STAI Muhammadiyah Tulungagung, Mei Santi dan Mohammad Noviyanto, selaku moderator.</p>



<p>&#8220;Diskusi literasi digital masuk desa ini digelar gratis. Bisa diikuti dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/DaftarTulungagung1607. Peserta akan mendapat e-sertifikat, juga hadiah e-money senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya, Sabtu (15/02023) tadi.</p>



<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, peluang profesi yang bisa mendatangkan cuan di era digital, sangat luas dan ada di berbagai sektor. Salah satunya, sektor pertanian dan perkebunan yang banyak dijumpai di daerah. Dengan memanfaatkan teknologi digital, profesi cuan dapat diraih dengan menjadi petani digital.</p>



<p>”Kemenkominfo kini sudah memiliki aplikasi pertanian yang disebut Go Online. Dengan aplikasi tersebut, petani bisa belajar pola tanam (musim), memasarkan produk hasil panen secara langsung, informasi cuaca, bahkan penyuluh berbasis online,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam diskusi yang digelar &#8216;chip in di acara Campaign Run 2023 itu, Kemenkominfo mengatakan, kemajuan teknologi digital dan media sosial juga memunculkan profesi baru, seperti influencer dan kreator konten. &#8220;Selain itu, kini juga bermunculan bisnis online dan konsultan media sosial yang bertugas mengelola akun-akun bisnis atau orang lain dengan konten dan desain. Semua profesi itu mendatangkan cuan,&#8221; tegas Kemenkominfo.</p>



<p>Kemenkominfo menambahkan, kebebasan dalam mengakses media digital hendaknya mampu dimanfaatkan secara positif oleh masyarakat luas. ”Manfaatkan marketplace, media sosial (Instagram, Facebook, Tiktok dan lainnya) sebagai media promosi yang menghasilkan,” papar Kemenkominfo.</p>



<p>Diskusi literasi digital pada lingkup komunitas, untuk diketahui, merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga tahun 2024.</p>



<p>Tahun ini, program IMCD menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, utamanya mereka yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif dan aman.</p>



<p>Program #literasidigitalkominfo tahun ini dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program Kemenkominfo yang berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193335</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dampingi Kemenhub Tinjau Bandara Dhoho Kediri, Mas Dhito dan Menhub Saling Bahas Konektivitas Bandara</title>
		<link>https://memontum.com/dampingi-kemenhub-tinjau-bandara-dhoho-kediri-mas-dhito-dan-menhub-saling-bahas-konektivitas-bandara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Jul 2023 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bahas]]></category>
		<category><![CDATA[bandara]]></category>
		<category><![CDATA[dampingi]]></category>
		<category><![CDATA[Dhito]]></category>
		<category><![CDATA[dhoho]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenhub]]></category>
		<category><![CDATA[konektivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Menhub]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[saling]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193300</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mendampingi Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, saat meninjau perkembangan proyek pembangunan Bandara Dhoho Kediri, Jumat (14/07/2023) tadi. Memiliki panjang runway 3.300 meter dan mampu untuk mendarat pesawat berbadan besar, Kementerian Perhubungan mengupayakan agar Bandara Dhoho Kediri nantinya menjadi bandara yang juga bisa melayani penerbangan ibadah haji [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mendampingi Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, saat meninjau perkembangan proyek pembangunan Bandara Dhoho Kediri, Jumat (14/07/2023) tadi. Memiliki panjang runway 3.300 meter dan mampu untuk mendarat pesawat berbadan besar, Kementerian Perhubungan mengupayakan agar Bandara Dhoho Kediri nantinya menjadi bandara yang juga bisa melayani penerbangan ibadah haji dan umroh.</p>



<p>&#8220;Harapan Pak Menteri sama dengan harapan kami semua. Semangatnya sama, karena bandara ini nanti diperuntukkan untuk melayani umroh dan embarkasi haji. Maka, kita mulai untuk umroh dahulu,&#8221; kata bupati yang akrab disapa Mas Dhito.</p>



<p>Mas Dhito mengatajan, untuk dijadikan sebagai tempat pemberangkatan jamaah haji ke Arab Saudi, masih perlu dipersiapkan asrama haji dan rumah sakit terdekat. Dua hal itu, menurut Mas Dhito, telah disyaratkan oleh pihak Arab Saudi.</p>



<p>&#8220;Ini perlahan-lahan dan secara progresif kita akan lakukan itu,&#8221; paparnya.</p>



<p>Melihat perkembangan pembangunan bandara, Mas Dhito menyebut, bahwa yang masih menjadi catatan saat ini terkait konektivitas antar wilayah untuk mendukung bandara. Konektivitas yang dimaksud, yakni terkait jalan tol.</p>



<p>Pembangunan Tol Kertosono-Kediri, lanjut Mas Dhito, tengah dalam proses pembebasan lahan. &#8220;Begitu pula Tol Kediri-Tulungagung, ini kita juga terus kebut bersama SKA Toll. Karena konektivitas ini sangat penting sekali,&#8221; terangnya.</p>



<p>Jalan Tol Kertosono-Kediri, paparnya, melewati 21 desa terdampak. Lima diantaranya, berada di Kabupaten Kediri. Sedangkan, Tol Kediri-Tulungagung melewati 23 desa terdampak di Kabupaten Kediri.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Demi lancaran proses pembebasan lahan untuk jalan tol itu, Pemerintah Kabupaten Kediri terus mengintensifkan kegiatan sosialisasi. Tidak terkecuali kepada pemerintah desa terdampak.</p>



<p>Sementara itu, progres pembangunan bandara secara keseluruhan sekitar 90 persen. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut bahwa progres bandara diperkirakan akhir tahun 2023, Bandara Dhoho Kediri sudah bisa beroperasi.</p>



<p>Untuk melayani penerbangan haji dan umroh, lanjut Menhub, masih harus berkordinasi dengan General Authority of Civil Aviation (GACA) Arab Saudi. Bila izin itu sudah dikantongi, penerbangan untuk haji dan umroh baru bisa dilakukan dari Bandara Dhoho Kediri.</p>



<p>Untuk pelayanan penerbangan haji, tambahnya, selain asrama haji dan rumah sakit sebagaimana disebutkan Mas Dhito, Kementerian Perhubungan meminta dukungan pemerintah daerah dalam penyiapan fasilitas penunjang. Seperti penginapan atau hotel di dekat bandara.</p>



<p>Menyinggung soal konektivitas antar wilayah, disampaikannya, bahwa pembangunan jalan tol tersebut masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) melalui mekanisme kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU). &#8220;Bandara ini dengan akses yang ada sudah cukup memberikan competitiveness (daya saing) dibandingkan dengan bandara-bandara lain,&#8221; terangnya.</p>



<p>Disampaikannya, terdapat tujuh kabupaten atau kota yang berada di sekitar Bandara Dhoho Kediri. Sedangkan, jarak tempuh untuk mencapai Surabaya ataupun Malang setidaknya dibutuhkan waktu sekitar tiga jam.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Saya tidak khawatir, walaupun dengan aksesibilitas yang ada sekarang ini sudah bisa hidup. Tetapi dengan rencana jalan tol yang merupakan proyek PSN, Kediri akan menjadi tumpuan baru (episentrum baru di Jawa Timur),&#8221; terangnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193300</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bahas Pertanggungjawaban APBD 2022, Komisi III DPRD Trenggalek Nilai ULP Tak Serius</title>
		<link>https://memontum.com/bahas-pertanggungjawaban-apbd-2022-komisi-iii-dprd-trenggalek-nilai-ulp-tak-serius</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jul 2023 12:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[APBD]]></category>
		<category><![CDATA[bahas]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi]]></category>
		<category><![CDATA[nilai]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanggungjawaban]]></category>
		<category><![CDATA[serius]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192432</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Gelar rapat kerja (Raker) dalam rangka membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun 2022, Komisi III DPRD Trenggalek memanggil sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra. Dalam kesempatan itu, Komisi III meminta Unit pelayanan pengadaan (ULP) barang dan jasa bertanggungjawab atas beberapa permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan APBD tahun 2022. &#8220;Hari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Gelar rapat kerja (Raker) dalam rangka membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun 2022, Komisi III DPRD Trenggalek memanggil sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra. Dalam kesempatan itu, Komisi III meminta Unit pelayanan pengadaan (ULP) barang dan jasa bertanggungjawab atas beberapa permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan APBD tahun 2022.</p>



<p>&#8220;Hari ini kita memanggil OPD mitra Komisi III dan membahas soal pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2022. Dari hasil rapat kali ini, ada beberapa catatan penting yang salah satunya di Unit Layanan Pengadaan (ULP),&#8221; kata Ketua Komisi III DPRD Trenggalek, Pranoto, saat dikonfirmasi, Selasa (04/07/2023) tadi.</p>



<p>Menurutnya, ULP kurang serius dalam proses klarifikasi penyedia pengadaan barang jasa di tahun 2022. Karena dalam hal ini, ULP termasuk bagian yang tidak bisa dipisahkan.</p>



<p>&#8220;Masalah ini, tentu jadi catatan Komisi III. Bahkan, termasuk penyumbang Silpa. Terbukti dari hasil audit, banyak pekerjaaan yang tidak selesai,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Dirinya menjelaskan, dari Dinas PUPR ada sekitar Rp 50 miliar lebih belanja modal kinerja secara aturan sudah sesuai. Namun, ada hal yang disayangkan ketika penyedia pekerjaan menawar di bawah 80 persen. Seperti, ada yang menawar sekitar sekitar 50 persen.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Menurut perhitungan ini, tentu tidak masuk akal. Bayangkan saja, mereka menawar 52 persen menang. Jika perhitungan tidak sesuai namun masih bisa dikerjakan, siapa yang salah dalam proses itu karena sesuai uji faktual secara aturan dalam Perpres 16 bahwa PPK punya kewenangan menolak hasil dari keputusan ULP. Namun faktanya, tidak pernah ada PPK yang menolak, padahal nawarnya sudah tidak masuk akal,&#8221; jelas Pranoto.</p>



<p>Masih kata Politisi PDI-Perjuangan ini, jika penawaran di bawah 80 persen, maka pembuktiannya harus juga sesuai. Mulai dari bagaimana secara administrasi atau memang benar secara faktual.</p>



<p>&#8220;Tapi hasilnya, ada yang hasil evaluasi benar nyatanya pekerjaan tidak selesai. Apalagi, hanya mengacu solusi adanya dukungan saja. Itu juga tidak sesuai harga di pasaran, karena terlalu jauh turunnya,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Pranoto menambah, sebenarnya rapat pembahasan LPJ APBD 2022 hari ini, belum cukup. Sehingga, masih akan diteruskan besok. Mengapa rapat diteruskan lagi, karena dari sisi data ada miss komunikasi. Ketika dikonfirmasi, ada yang kurang jelas.</p>



<p>&#8220;Maka dari itu, lebih lanjut rapat kami skors dahulu dan rapat dilaksanakan lagi sampai undangan selanjutnya,&#8221; kata Pranoto.</p>



<p>Ada satu hal yang tadi dibahas panjang lebar, yakni tentang adanya sisa anggaran sekitar Rp 50 miliar yang sumbernya belum diketahui dari mana. &#8220;Jadi, kita juga masih saja gali lagi dari dana PEN itu berapa. Dari sisa tender berapa, kemudian dari paket pekerjaan kue APBD yang sudah dikerjakan belum terbayarkan berapa. Dan dari klarifikasi hari ini masih ada data yang kurang. Sehingga perlu ada data yang lebih konkrit, makanya untuk lebih lanjut besok akan kita teruskan kembali,&#8221; urainya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192432</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pansus DPRD, Diskopindag dan Pedagang Bahas Penyelesaian Pasar Besar Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/pansus-dprd-diskopindag-dan-pedagang-bahas-penyelesaian-pasar-besar-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jul 2023 11:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[bahas]]></category>
		<category><![CDATA[besar]]></category>
		<category><![CDATA[diskopindag]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pansus]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[penyelesaian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192422</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pansus DPRD Kota Malang bersama Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang serta perwakilan pedagang Pasar Besar Kota Malang, yakni Himpunan Pedagang Pasar Besar Kota Malang (Hippama) serta Perkumpulan Pedagang Pasar Besar Kota Malang (P3BM), melakukan mediasi di Gedung DPRD Kota Malang, Selasa (04/07/2023) sore. Hal tersebut dilakukan, dengan tujuan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pansus DPRD Kota Malang bersama Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang serta perwakilan pedagang Pasar Besar Kota Malang, yakni Himpunan Pedagang Pasar Besar Kota Malang (Hippama) serta Perkumpulan Pedagang Pasar Besar Kota Malang (P3BM), melakukan mediasi di Gedung DPRD Kota Malang, Selasa (04/07/2023) sore.</p>



<p>Hal tersebut dilakukan, dengan tujuan untuk mengawal keberlanjutan pembongkaran atau perbaikan dari Pasar Besar Kota Malang. Ketua Pansus DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi, mengaku bahwa saat ini kondisi Pasar Besar Kota Malang tersebut membutuhkan perhatian serius.</p>



<p>“Hari ini, diakui ataupun tidak, Pasar Besar sudah tidak layak untuk dikunjungi. Maka, perlu adanya sentuhan untuk Pasar Besar. Apakah itu dibongkar, direnovasi atau dibersihkan. Terpenting, Pemerintah Kota Malang hadir untuk membenahi Pasar Besar,” jelas Arief, seusai melakukan mediasi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa akses pembiayaan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), bisa dimanfaatkan. Untuk prosesnya, berjalan secara bertahap atau mencari solusi lain jika memungkinkan. Namun, ditegaskan jika yang terpenting yaitu kesetujuan dari para pedagang Pasar Besar.</p>



<p>“Perhari ini, pikiran dari Pemkot Malang APBN bisa diunduh. Kita berproses, bertahap. Kalau tidak bisa, kita carikan solusi lain. Solusi banyak, tapi yang penting, para pedagang harus setuju bahwa Pasar Besar ini membutuhkan perbaikan dan harus mendapatkan perhatian dari Pemkot Malang,” katanya.</p>



<p>Saat disinggung mengenai penggunaan anggaran dari APBD yang bersifat multi years, pihaknya mengatakan, bahwa tergantung dari kesepakatan yang dicapai oleh para pedagang. Apakah diperbaiki secara keseluruhan dengan anggaran puluhan atau ratusan juta, akan dibahas lebih lanjut pada tahap selanjutnya.</p>



<p>“Namun yang terpenting, proses perbaikan Pasar Besar ini harus melibatkan partisipasi dan persetujuan dari para pedagang,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan jika para pedagang membutuhkan pemahaman yang lebih baik dan sosialisasi yang intens, agar dapat memahami keadaan dari Pasar Besar secara menyeluruh. “Saya pastikan, dinas tidak akan membuat keputusan yang akan merugikan. Karena kami akan mengajak pertemuan, tidak cukup sekali dan dua kali. Mumpung masih ada waktu, kalau ada saran pasti akan kami diskusikan,” ucap Eko.</p>



<p>Eko menegaskan, jika nantinya tidak boleh ada penambahan atau pengurangan pedagang. Selain itu, juga tidak dipungut biaya saat relokasi atau pun saat pedagang kembali. Pihaknya, juga akan mendatangi ke tempat-tempat pedagang Pasar Besar.</p>



<p>“Kami memberikan waktu 24 jam untuk pedagang membicarakan pasar besar. Mau perbaikan atau revitalisasi, pedagang harus direlokasi. Karena ketika pengerjaan, dan ada kecelakaan kerja nanti bahaya. Jadi harus diutamakan keselamatan pedagang,” tuturnya.</p>



<p>Sejalan dengan penuturan Ketua Pansus, Eko menyampaikan jika pembiayaan perbaikan Pasar Besar, masih bergantung pada APBN. Meskipun belum ada sinyal pasti, namun Diskopindag tetap akan mengawal dan bekerja sama untuk merealisasikan anggaran tersebut.</p>



<p>“Dari pertemun ini diharapkan dapat menjadi titik awal untuk mencapai kesepakatan dan solusi terbaik guna mengatasi permasalahan yang ada. Setelah anggaran itu pasti, saya akan komunikasi dengan pedagang. Jika direnovasi, saya sudah menyiapkan skema nya. Kalau memang diperbaiki dan dibongkar sudah ada skemanya. Semua tergantung anggaran,” lanjut Eko.</p>



<p>Di sisi lain, perwakilan pedagang Hippama, Agus Priambodo, menyampaikan jika mayoritas dari pedagang menginginkan untuk perbaikan dan tidak dibongkar secara keseluruhan. Hingga saat ini, pihaknya juga masih menunggu keputusan yang terbaik dari pertemuan tersebut.</p>



<p>“Mudah-mudahan keinginan kita didengar, dicatat Pansus supaya jadi rekom untuk segera melaksanakan perbaikan. Terutama saluran gorong-gorong,” kata Agus.</p>



<p>Berbeda halnya dengan P3BM, yang menghendaki apapun keputusan dari Pemkot Malang. Baik dilakukan pembongkaran ataupun perbaikan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192422</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gandeng Lamongan Vespa Club, Kemenkominfo Diskusi Luring Bahas Personal Branding Komunitas Motor</title>
		<link>https://memontum.com/gandeng-lamongan-vespa-club-kemenkominfo-diskusi-luring-bahas-personal-branding-komunitas-motor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jun 2023 07:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bahas]]></category>
		<category><![CDATA[Branding]]></category>
		<category><![CDATA[club,]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[gandeng]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[luring]]></category>
		<category><![CDATA[motor]]></category>
		<category><![CDATA[personal]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[Vespa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191115</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Diskusi &#8216;Makin Cakap Digital&#8217; hadir dalam acara Lamongan Vespa Carnival 2023. Kolaborasi antara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dengan Lamongan Vespa Club (LVC), bakal menggelar diskusi literasi digital di Lapangan Gajah Mada Lamongan, Sabtu (17/06/2023) malam sekitar pukul 18.30 WIB. Diskusi luring (offline) bertajuk &#8216;Membangun Personal Branding Komunitas Motor di Media Sosial&#8217; [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Diskusi &#8216;Makin Cakap Digital&#8217; hadir dalam acara Lamongan Vespa Carnival 2023. Kolaborasi antara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dengan Lamongan Vespa Club (LVC), bakal menggelar diskusi literasi digital di Lapangan Gajah Mada Lamongan, Sabtu (17/06/2023) malam sekitar pukul 18.30 WIB.</p>



<p>Diskusi luring (offline) bertajuk &#8216;Membangun Personal Branding Komunitas Motor di Media Sosial&#8217; yang digelar secara chip in dalam rangka peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-454, akan menghadirkan tiga nara sumber. Yakni, Regional Treasurer Member of ACSB East Java, E Rizky Wulandari, dosen dan digital enthusiast, M Adhi Prasnowo, dan Chief Operating Regional ACSB East Java, Muhajir Sulthonul Aziz serta Mohammad Noviyanto sebagai moderator.</p>



<p>&#8220;Kegiatan diskusi literasi digital masuk desa ini digelar gratis. Bisa diikuti dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/DaftarLamongan1706. Peserta akan mendapat e-sertifikat, juga hadiah e-money senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya, Jumat (16/06/2023) tadi.</p>



<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan bahwa sebagai aktivitas untuk menampilkan citra diri atau kelompoknya kepada orang lain, personal branding bertujuan untuk mengenalkan atau mempromosikan diri. Personal branding di era digital kini menjadi sesuatu yang unik, dan mampu memberikan keuntungan lebih bagi mereka yang berhasil menjalankannya dengan baik.</p>



<p>”Contoh pemanfaatan media sosial sebagai wadah untuk mem-branding diri adalah dengan munculnya istilah selebgram, dan youtuber,” sebut Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p>Menurut Kemenkominfo, selebgram dan youtuber adalah hasil dari personal branding yang dilakukan secara terus terus-menerus di media sosial dengan menggunakan strategi dan konten yang telah direncanakan dengan baik sesuai dengan citra seperti apa yang ingin ditampilkan.</p>



<p>&#8220;Personal branding kini juga telah berkembang menjadi cara mempromosikan berbagai komunitas hobi beserta aktivitasnya. Melalui personal branding di media sosial, memungkinkan banyak pengguna digital media sosial (warganet) mengetahui aktivitas yang kita lakukan,” jelas Kemenkominfo.</p>



<p>Tujuan personal branding di media sosial, lanjut Kemenkominfo, ada beragam. Mulai dari membuat dan menjaga citra baik hingga mencari keuntungan. Untuk itu, setiap pengguna media sosial mestinya juga memahami pentingnya personal branding dalam kehidupan di dunia maya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, kesadaran untuk melakukan personal branding di media sosial setidaknya membuat para pengguna media sosial menjadi lebih baik dan lebih bijak dalam membagikan konten pribadi ataupun konten yang bersifat informatif.</p>



<p>”Karena apabila kita salah dalam menampilkan personal branding kita di media sosial, maka impresi yang dihasilkan juga salah. Sehingga penilaian orang lain pun juga salah mengenai diri kita,” tegas Kemenkominfo.</p>



<p>Selain diskusi, ajang pertemuan berbagai klub vespa se-Indonesia itu, juga diisi dengan acara bakti sosial, kontes vespa, rolling vespa, bazar lapak UMKM, dan musik hiburan. ”Ajang ini juga bermanfaat untuk memberikan pemahaman pentingnya personal branding bagi komunitas vespa di Indonesia,” imbuh Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p>Kemenkominfo menambahkan, pentingnya menjaga data pribadi dapat menghindari intimidasi onine terkait gender. Data pribadi berupa jenis kelamin patut dilindungi untuk menghindari kasus pelecehan seksual atau perundungan (bullying) secara online.</p>



<p>Untuk diketahui, diskusi literasi digital pada lingkup komunitas merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga tahun 2024.</p>



<p>Tahun ini, program IMCD menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, utamanya mereka yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif, dan aman.</p>



<p>Program #literasidigitalkominfo tahun ini dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program Kemenkominfo yang berkolaborasi dengan Siberkreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal Youtube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191115</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
