<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>bahasa &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bahasa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 Nov 2025 10:26:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>bahasa &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Gunakan Bahasa Madura, Bupati Pamekasan Pimpin Upacara Peringatan Hari Jadi Ke-495 Tahun</title>
		<link>https://memontum.com/gunakan-bahasa-madura-bupati-pamekasan-pimpin-upacara-peringatan-hari-jadi-ke-495-tahun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2025 05:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[gunakan]]></category>
		<category><![CDATA[ke-495]]></category>
		<category><![CDATA[Madura]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[pimpin]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227999</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman, memimpin langsung pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-495 Kabupaten Pamekasan, yang berlangsung di Lapangan Nagara Bhakti Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Senin (03/11/2025) tadi. Upacara tahunan tersebut, diikuti pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pamekasan. Bupati KH Kholilurrahman mengatakan, bahwa pelaksanaan upacara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman, memimpin langsung pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-495 Kabupaten Pamekasan, yang berlangsung di Lapangan Nagara Bhakti Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Senin (03/11/2025) tadi. Upacara tahunan tersebut, diikuti pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pamekasan.</p>



<p>Bupati KH Kholilurrahman mengatakan, bahwa pelaksanaan upacara ini menggunakan bahasa Madura. Tujuannya, sebagai salah satu upaya melestarikan identitas daerah.</p>



<p>&#8220;Peringatan Hari Jadi ini menjadi momen penting bagi masyarakat untuk mengenang perjalanan sejarah dan melestarikan budaya lokal,&#8221; katanya. Ditambahkannya, Peringatan Hari Jadi ini merupakan ajakan untuk memahami sejarah Pamekasan, bukan sekadar seremonial belaka tanpa tujuan jelas. Oleh karena itu, para pihak untuk mengambil pelajaran atas pelaksanaan tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Hari Jadi ini mengingatkan kita agar tidak melupakan sejarah. Di dalamnya ada banyak pelajaran yang bisa menjadi panduan bagi masa depan kita,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Mantan anggota DPR RI ini menambahkan, penggunaan bahasa Madura dalam Upacara Hari Jadi ini lantaran bahasa memiliki peran strategis dalam menjaga jati diri masyarakat. Apalagi, Pamekasan saat ini mendapat apresiasi dari pemerintah pusat karena konsisten melestarikan bahasa daerah.</p>



<p>&#8220;Pamekasan masuk salah satu dari sepuluh daerah di Indonesia, yang mendapat apresiasi itu. Bahasa Madura adalah bagian dari identitas kita. Jika bahasa ini ditinggalkan, perlahan identitas itu juga akan hilang,&#8221; terangnya.</p>



<p>Dirunya berharap, masyarakat tidak menghilangkan karakter budaya daerahnya di tengah perkembangan zaman. Karena local wisdom itu menjadi salah satu kekuatan daerah. &#8220;Bahasa dan budaya adalah fondasi peradaban yang harus kita rawat. Ayo kita rawat bersama,&#8221; harapnya. <strong>(azm/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227999</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinsos Kota Kediri Gelar Sosialisasi Penggunaan Bahasa Isyarat untuk Penyaluran BLT</title>
		<link>https://memontum.com/dinsos-kota-kediri-gelar-sosialisasi-penggunaan-bahasa-isyarat-untuk-penyaluran-blt</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Jun 2024 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Dinsos]]></category>
		<category><![CDATA[isyarat]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[penggunaan]]></category>
		<category><![CDATA[penyaluran]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210611</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Kediri &#8211; Sebanyak 50 Tenaga Kerja Sosial (TKS) Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri dan perwakilan OPD Pemkot Kediri, mengikuti Sosialisasi Penggunaan Bahasa Isyarat untuk Penyaluran BLT ODKB, Selasa (11/06/2024) tadi. Pelatihan yang diselenggarakan di Ruang Panjalu Dinas Sosial Kota Kediri, ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat, terutama pelayanan kepada warga disabilitas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Kediri</strong> &#8211; Sebanyak 50 Tenaga Kerja Sosial (TKS) Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri dan perwakilan OPD Pemkot Kediri, mengikuti Sosialisasi Penggunaan Bahasa Isyarat untuk Penyaluran BLT ODKB, Selasa (11/06/2024) tadi.</p>



<p>Pelatihan yang diselenggarakan di Ruang Panjalu Dinas Sosial Kota Kediri, ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat, terutama pelayanan kepada warga disabilitas tuna rungu. Sementara materi kegiatan, disampaikan oleh Ketua Gerkatin Jawa Timur, Maskurun dan Relawan Dinas Sosial Kota Kediri, Maryati.</p>



<p>“Pelatihan ini dalam rangka meningkatkan kapasitas TKS yang ada di Dinas Sosial Kota Kediri, di mana mereka akan terjun langsung di masyarakat untuk memberikan bantuan bagi disabilitas terutama tuna rungu. Di samping itu, bagi para ASN di OPD agar memudahkan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di kantor,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Paulus Luhur Budi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga menambahkan, bahwa saat ini masyarakat tuna rungu di Kota Kediri, tergabung dalam sebuah komunitas DPC Gertakin Kota Kediri, yang aktif di berbagai kegiatan. Bahkan saat ini, telah hadir di Kota Kediri Rumah Al-Quran Tuli.</p>



<p>Lebih lanjut dirinya juga menerangkan, bahwa pelatihan Bahasa Isyarat diperlukan untuk mewujudkan Kota Kediri ramah disabilitas. Menurutnya, pelatihan bahasa isyarat ini sangat penting diberikan untuk menjembatani komunikasi dalam memberikan pelayanan publik bagi penyandang disabilitas.</p>



<p>“Jadi dengan adanya pelatihan ini,.kita harapkan semua pekerja sosial dan ASN di lingkungan Pemkot Kediri bisa menjembatani komunikasi dengan masyarakat tuna rungu. Sehingga tidak ada diskriminasi pelayanan karena memudahkan berkomunikasi,” ujarnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210611</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pertama di Jatim, Mendikbud Ristek Beri Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah ke Pemkab Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/pertama-di-jatim-mendikbud-ristek-beri-penghargaan-revitalisasi-bahasa-daerah-ke-pemkab-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 May 2024 05:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Mendikbud]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[pertama]]></category>
		<category><![CDATA[Revitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[ristek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209043</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Konsistensi Pemkab Banyuwangi dalam pelestarian bahasa daerah, yakni Bahasa Using, mendapat apresiasi positif. Menteri Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Anwar Makarim, memberikan penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) kepada Banyuwangi yang dinilai berkontribusi dalam upaya pelestarian bahasa Using yang merupakan bahasa suku asli Banyuwangi. Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah 2024 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Konsistensi Pemkab Banyuwangi dalam pelestarian bahasa daerah, yakni Bahasa Using, mendapat apresiasi positif. Menteri Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Anwar Makarim, memberikan penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) kepada Banyuwangi yang dinilai berkontribusi dalam upaya pelestarian bahasa Using yang merupakan bahasa suku asli Banyuwangi.</p>



<p>Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah 2024 ini, diserahkan kepada 19 daerah se-Indonesia. Kabupaten Banyuwangi sendiri, merupakan satu-satunya daerah di Jawa Timur yang menerima penghargaan tersebut.</p>



<p>“Terima kasih kepada pemerintah pusat, karena terus mengapresiasi Banyuwangi. Penghargaan ini menjadi motivasi kami untuk terus melestarikan bahasa Using secara masif, sebagai bahasa asli Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Jumat (03/05/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati Ipuk juga menyampaikan, bahwa mendukung penuh upaya pemerintah pusat dalam melakukan revitalisasi bahasa daerah. “Kekayaan budaya, termasuk bahasa daerah, tidak boleh punah. Kekayaan ini harus kita rawat agar bisa diwariskan kepada anak cucu kita kelak,” papar Bupati Ipuk.&nbsp;</p>



<p>Penghargaan sendiri, diserahkan Menteri Nadiem kepada Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Banyuwangi, M Y Bramuda, saat Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional di Jakarta, Kamis (02/05/2024) kemarin. Bramuda menjelaskan, penghargaan ini diberikan berdasarkan hasil verifikasi dari badan bahasa Kemendikbud Ristek, atas usulan dari balai bahasa Provinsi Jawa Timur. Banyuwangi mendapatkan penghargaan ini karena memenuhi tiga indikator penilaian.</p>



<p>Pertama, adanya regulasi Peraturan Bupati Nomor 69 Tahun 2003, tentang Pemberlakuan Muatan Lokal Bahasa Osing pada Pendidikan Dasar di Banyuwangi. Kedua, dukungan anggaran dalam pelestarian bahasa Using. Ketiga, adanya kegiatan pelajar berbahasa Using, seperti Festival Literasi Bahasa Using dan Festival Padang Ulanan.</p>



<p>“Selain itu, setiap Hari Kamis Pemkab Banyuwangi juga mewajibkan seluruh sekolah dan instansi untuk mengenakan seragam pakaian adat Using. Inilah cara yang dilakukan pemkab untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat pada budaya serta bahasa lokal Banyuwangi,” papar Bramuda. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209043</post-id>	</item>
		<item>
		<title>MGMP Bahasa Jawa SMP Gelar Workshop Penguatan Pembelajaran Bahasa Jawa Berbasis Kearifan Lokal</title>
		<link>https://memontum.com/mgmp-bahasa-jawa-smp-gelar-workshop-penguatan-pembelajaran-bahasa-jawa-berbasis-kearifan-lokal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jan 2024 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[berbasis]]></category>
		<category><![CDATA[kearifan]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[penguatan]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205408</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Kepala Disdikbud Kabupaten Jombang, Senen, menghadiri gelaran Workshop Penguatan Pembelajaran Bahasa Jawa Berbasis Kearifan Lokal dalam Reksa Basa untuk Generasi Z, Senin (29/01/2024) tadi. Pelaksanaan yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu, dijadwalkan akan berlangsung selama empat kali pertemuan. Dalam kesempatan itu, Kadisdikbud mengapresiasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Kepala Disdikbud Kabupaten Jombang, Senen, menghadiri gelaran Workshop Penguatan Pembelajaran Bahasa Jawa Berbasis Kearifan Lokal dalam Reksa Basa untuk Generasi Z, Senin (29/01/2024) tadi. Pelaksanaan yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu, dijadwalkan akan berlangsung selama empat kali pertemuan.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Kadisdikbud mengapresiasi pelaksanaan workshop yang dilaksanakan oleh MGMP Bahasa Jawa SMP. Itu karena, workshop tersebut sangat mendukung kurikulum merdeka dengan mengedepankan kearifan lokal. MGMP Bahasa Jawa SMP juga sudah membuat buku bahan ajar sendiri untuk siswa dan itu sangat bagus karena bisa sesuai dengan budaya Kabupaten Jombang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Penjenengan (Anda, red) juga harus mengikuti perkembangan zaman untuk pembelajarannya. Hal tersebut dilakukan, agar anak-anak bisa tertarik dan harus berbasis IT,” katanya.</p>



<p>Pembina MGMP Bahasa Jawa SMP, Nur Kolis, mengatakan bahwa MGMP ini merupakan wadah belajar sekaligus berkolaborasi bagi guru negeri maupun swasta. Dirinya juga berharap, agar partisipasi anggota terus ditingkatkan.</p>



<p>&#8220;Monggo kito gunakan buku engkang sampun wonten niku (buku yang sudah ada, red). Proses pembuatannya sangat panjang dan saya yakin buku itu baik. Karena, ini mengandung unsur kearifan lokal,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Perlu diketahui, materi yang disampaikan juga sepenuhnya merupakan kearifan lokal Kabupaten Jombang. Diantaranya, seperti Campursari, Besutan, Sandur Manduro dan Jula-juli.<strong> (azl/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205408</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penggagas Bahasa Indonesia Asal Pamekasan Raih Gelar Pahlawan Nasional</title>
		<link>https://memontum.com/penggagas-bahasa-indonesia-asal-pamekasan-raih-gelar-pahlawan-nasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Nov 2023 07:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[penggagas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201379</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Penggagas Bahasa Indonesia asal Pamekasan, M Tabrani ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia di Istana Negara Jakarta, Jumat (10/11/2023) kemarin. Menanggapi hal tersebut, Pj Bupati Pamekasan, Masrukin, mengatakan bahwa gelar pahlawan M Tabrani merupakan hasil dukungan semua elemen masyarakat Pamekasan, yaitu agar M Tabrani diangkat menjadi Pahlawan Nasional. &#8220;Sebelumnya, kami telah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Penggagas Bahasa Indonesia asal Pamekasan, M Tabrani ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia di Istana Negara Jakarta, Jumat (10/11/2023) kemarin.</p>



<p>Menanggapi hal tersebut, Pj Bupati Pamekasan, Masrukin, mengatakan bahwa gelar pahlawan M Tabrani merupakan hasil dukungan semua elemen masyarakat Pamekasan, yaitu agar M Tabrani diangkat menjadi Pahlawan Nasional.</p>



<p>&#8220;Sebelumnya, kami telah membentuk sejumlah tim terpadu terdiri dari dinas, balai bahasa bupati dan gubernur yang berjuang bersama agar M Tabrani diusulkan menjadi Pahlawan Nasional,&#8221; katanya, Sabtu (11/11/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan itu menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sebagai bentuk penghargaan untuk M Tabrani, juga akan merubah sejumlah nama jalan, gedung dan taman di Pamekasan. &#8220;Sementara ini, kami menunggu dari pemerintah pusat. Namun yang jelas, nama M Tabrani sudah dipergunakan untuk nama jalan dan beberapa gedung di area kota Pamekasan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dirinya menyampaikan, beberapa nama jalan dan gedung sudah berganti nama M Tabrani. Hal tersebut sesuai dengan Keputusan Bupati Pamekasan Nomor 188/513/432.013/2023 tentang perubahan nama jalan, gedung dan taman.</p>



<p>&#8220;Jalan Swatantra akan berganti menjadi Jalan M Tabrani, Perpustakaan Umum menjadi Perpustakaan M Tabrani, Gedung Olah Raga Jalan Teja menjadi Gedung Olah Raga M Tabrani dan Taman Gladak Anyar menjadi Taman M Tabrani,&#8221; terangnya. <strong>(azm/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201379</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
