<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>bakalan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bakalan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Oct 2024 17:08:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>bakalan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hadiri Rembug Warga Bakalan, Paslon Abadi dari Nomor Urut 3 Kota Malang Dapat Dukungan Pemenangan</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-rembug-warga-bakalan-paslon-abadi-dari-nomor-urut-3-kota-malang-dapat-dukungan-pemenangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Oct 2024 14:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[bakalan]]></category>
		<category><![CDATA[Dukungan]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[paslon]]></category>
		<category><![CDATA[pemenangan]]></category>
		<category><![CDATA[rembug]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215401</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dukungan pemenangan kepada Pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang nomor urut 3 Pilkada 2024, Abah Anton-Dimyati Ayatullah, terus mengalir. Kali ini, dukungan ini muncul dari warga Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Dukungan sendiri, mengalir atau disampaikan saat Paslon Abadi (Abah Anton-Dimyati) menghadiri acara Rembug Warga RT08 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dukungan pemenangan kepada Pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang nomor urut 3 Pilkada 2024, Abah Anton-Dimyati Ayatullah, terus mengalir. Kali ini, dukungan ini muncul dari warga Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang.</p>



<p>Dukungan sendiri, mengalir atau disampaikan saat Paslon Abadi (Abah Anton-Dimyati) menghadiri acara Rembug Warga RT08 RW01, Kelurahan Bakalan Krajan, Senin (14/10/2024) tadi. Dalam rembug warga itu, warga menyatakan dukungan penuh untuk Paslon yang memiliki jargon Agamis, Bermartabat, Amanah, Dinamis dan Inovatif (ABADI) tersebut.</p>



<p>&#8220;Kami sangat berterima kasih atas kehadiran pasangan Abadi di acara rembug warga ini. Kehadiran Abah Anton dan Dimyati, menunjukkan perhatian yang besar terhadap warga Bakalan Krajan,&#8221; ujar seorang warga, Karnadi.</p>



<p>Dalam kesempatan yang sama, anggota DPRD Kota Malang, Anas Muttaqin, mengungkapkan optimismenya terhadap kemenangan total pasangan ini di wilayah Bakalan Krajan. &#8220;Di Bakalan Krajan, dahulu suara saya saja 1000. Itu hanya di RW 1 saja. Karenanya, kami optimis untuk Abah Anton akan menang total di sini. Insyaallah, kita akan antarkan Abah Anton menjadi Wali Kota Malang,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Sementara itu, salah satu warga Bakalan Krajan, Sugiono, mengungkapkan alasan dukungannya diberikan kepada Abah Anton. Salah satunya, adalah karena Abah Anton dikenal sebagai sosok pribadi orang yang baik. Contohnya, seperti gajinya yang justru diberikan kepada warga yang membutuhkan, padahal itu adalah haknya selama menjabat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Saya lebih sreg dan pasti memilih Abah Anton. Pengalaman beliau jauh di atas calon lain. Terutama, bagaimana perhatiannya kepada warga,&#8221; ungkap Sugiono.</p>



<p>Senada dengan Sugiono, warga lainnya, Diah Sugiarti, mengatakan juga mengenai kesan positifnya terhadap Abah Anton. &#8220;Kesan pertama sangat baik, terutama soal program pro rakyat. Saya pesan jika sudah jadi nanti, jangan lupa penerangan jalan. Soal kepedulian terhadap wong cilik, Abah Anton tidak perlu diragukan lagi,&#8221; ujarnya</p>



<p>Sementara itu, dalam rembug warga tersebut, Abah Anton kembali menegaskan komitmennya untuk selalu dekat dengan masyarakat. Termasuk, agenda blusukan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, akan terus dilakukan.</p>



<p>&#8220;Blusukan ke kampung-kampung demi kepentingan masyarakat, bagi saya itu perlu terus dilakukan. Sehingga, apa yang menjadi keinginan warga, bisa disampaikan secara langsung. Dengan begitu, apa yang menjadi keinginan warga bisa diteruskan untuk segera mendapat tindak lanjut,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara calon Wakil Wali Kota Malang, Dimyati, dalam kesempatan itu menambahkan bahwa dirinya siap membantu dalam menampung dan meneruskan urusan-urusan penting dari masyarakat untuk Kota Malang. Salah satunya, mengenai pemanfaatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang seharusnya dimaksimalkan untuk kemajuan daerah.</p>



<p>&#8220;Yang pasti, jika saya terpilih nanti, maka saya sudah siap mengurus sepenuh hati untuk menampung semua apa yang menjadi keinginan dan harapan masyarakat,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215401</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Empat Kawanan Pelaku Pembunuhan Warga Sukun di SDN Bakalan Krajan Kota Malang Dibekuk</title>
		<link>https://memontum.com/empat-kawanan-pelaku-pembunuhan-warga-sukun-di-sdn-bakalan-krajan-kota-malang-dibekuk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jun 2023 09:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[bakalan]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[dibekuk]]></category>
		<category><![CDATA[empat]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kawanan]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[krajan]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[sdn]]></category>
		<category><![CDATA[sukun]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191980</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kawanan pelaku pengeroyokan yang berujung penikaman hingga mengakibatkan meninggalnya Arifin (42), warga Jalan Pelabuhan Tanjung Emas, Kelurahan Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, akhirnya berhasil dibekuk petugas Polsekta Sukun dan Polresta Malang Kota. Perlu diketahui, Arifin menjadi korban penikaman saat berada di depan SDN Bakalan Krajan I Jalan Pelabuhan Bakahuni, Minggu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kawanan pelaku pengeroyokan yang berujung penikaman hingga mengakibatkan meninggalnya Arifin (42), warga Jalan Pelabuhan Tanjung Emas, Kelurahan Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, akhirnya berhasil dibekuk petugas Polsekta Sukun dan Polresta Malang Kota. Perlu diketahui, Arifin menjadi korban penikaman saat berada di depan SDN Bakalan Krajan I Jalan Pelabuhan Bakahuni, Minggu (25/06/2023) sore.</p>



<p>Sementara kawanan pelaku yang berhasil dibekuk petugas, adalah TS alias Gotri (41), warga Jalan Pelabuhan Tanjung Perak, Kelurahan Bakalan Krajan, Sw (44), warga Dusun Niwen, Desa Sidorahayu dan RK (27), warga Dusun Bunton, Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Ketiga kawanan pelaku ini, dibekuk Senin (26/06/2023) siang. Sedangkan tersangka lain yaitu EP, warga Bakalan Krajan, Kota Malang, menyerahkan diri Selasa (27/06/2023) tadi.</p>



<p>Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan bahwa para tersangka berhasil dibekuk di beberapa tempat berbeda di seputaran Malang Raya. &#8220;Awalnya pada Senin kemarin, tiga pelaku berhasil kami tangkap. Kemudian satu orang yang kami tetapkan DPO, tadi pagi menyerahkan diri. Mereka kami kenakan Pasal 338 KUHP atau Pasal 340 KUHP atau Pasal 170 ayat 3 KUHP,&#8221; tegasnya, dalam rilis pada Selasa (27/06/2023) siang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Bayu Febrianto Prayoga, menerangkan bahwa korban dan pelaku sudah saling mengenal. &#8220;Peristiwa bermula, awalnya ada acara Bantengan. Korban sebagai teknisi sound system di acara tersebut. Di acara itu, Gotri dengan korban itu terjadi keributan kecil. Pelaku kemudian mengajak teman-temannya mendatangi korban, untuk melakukan pengeroyokan hingga meninggal dunia,&#8221; ujar Kompol Bayu.</p>



<p>Keributan sendiri kembali berlangsung, tambahnya, berawal setelah sejumlah pelaku melakukan pesta Miras. &#8220;Awalnya, mereka minum-minuman keras dan mabuk. Sementara, pemicu dari keributan sebelumnya, itu karena salah satu pelaku dihalang-halangi jalannya oleh korban, saat akan masuk ke acara Bantengan. Saat itu, pelaku merasa korban seperti menantang. Selanjutnya pelaku bernama Gotri, pulang dan memanggil teman-temannya dan ambil senjata di rumahnya,&#8221; jelas Kompol Bayu.</p>



<p>Adapun perannya, Gotri yang memiliki senjata dan membanting korban hingga jatuh. Tersangka Sw berperan melakukan penusukan. Tersangka RK melakukan pemukulan dan tersangka EP melakukan penusukan.</p>



<p>&#8220;Korban meninggal dunia akibat benda tajam yang tembus sampai ginjal dan lambung. Tusukan dari senjata utama yakni sangkur sepanjang 40 cm. Bahkan saat ke rumah sakit, sangkur tersebut masih menancap di tubuh korban. Juga kami amankan parang sepanjang 90 cm,&#8221; tegasnya. Saat ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191980</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Sukun Ditikam Orang Tidak Dikenal hingga Meninggal di SDN Bakalan Krajan</title>
		<link>https://memontum.com/warga-sukun-ditikam-orang-tidak-dikenal-hingga-meninggal-di-sdn-bakalan-krajan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Jun 2023 10:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[bakalan]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[dikenal]]></category>
		<category><![CDATA[ditikam]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[krajan]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[orang]]></category>
		<category><![CDATA[sdn]]></category>
		<category><![CDATA[sukun]]></category>
		<category><![CDATA[tidak]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191838</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seorang pria teridentifikasi bernama Arifin (42), warga Jalan Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, menjadi sasaran aksi penikaman di depan SDN Bakalan Krajan, Jalan Pelabuhan Bakahuni, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Minggu (25/06/2023) sore. Sebelum ditikam, korban sempat diserang beberapa orang tidak dikenal hingga berujung penikaman di bagian bahu. Akibat luka yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Seorang pria teridentifikasi bernama Arifin (42), warga Jalan Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, menjadi sasaran aksi penikaman di depan SDN Bakalan Krajan, Jalan Pelabuhan Bakahuni, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Minggu (25/06/2023) sore. Sebelum ditikam, korban sempat diserang beberapa orang tidak dikenal hingga berujung penikaman di bagian bahu.</p>



<p>Akibat luka yang dialami korban sangat parah, korban dilaporkan meninggal dalam perawatan di RST Soepraoen. Jenazah korban, kini telah dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang, untuk dilakukan visum.</p>



<p>Kapolsek Sukun, Kompol Nyoto Gelar, saat dikonfirmasi Memontum.com mengatakan bahwa korban sebelum kejadian sempat diserang oleh beberapa orang. Dari aksi itu, korban kemudian ditusuk.</p>



<p>&#8220;Ada luka tusuk di tubuh korban,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Usai melakukan penusukan, tambahnya, sejumlah pelaku langsung kabur. Sementara korban yang bersimbah darah, ditinggalkan di lokasi kejadian. Warga sendiri yang mengetahui kejadian itu, segera melakukan pertolongan dan melarikannya ke RST Soepraoen. Namun saat dalam perawatan, korban akhirnya meninggal dunia.</p>



<p>&#8220;Iya, korban meninggal dunia,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Belum diketahui pasti, apa motif dari penikaman itu. Saat ini, petugas Polsek Sukun masih terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku.</p>



<p>&#8220;Permasalahannya apa antara korban dan pelaku, belum diketahui. Masih dalam penyelidikan. Informasi awal, korban diseret beberapa orang dan kemudian ditikam,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191838</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
